ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang STRATEGI ACTIVE LEARING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI KELAS 10 IPA MA DAAR EL HUDA TANGERANG Andriana Email: andriana@uca. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Cendekia Abditama Ahmad Rifki Fauzi Email: ahmadrifkifauji97@gmail. Madrasah Aliyah Daar El Huda. Tangerang Malika Bagus Saputra Email: bagussaptraa@gmail. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Cendekia Abditama Nurul Ramadhani Email: nurullramadhani29@gmail. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Cendekia Abditama Abstract: This study aims to examine the impact of implementing active learning strategies on students' interest in learning the subject of Fiqh (Islamic Jurisprudenc. in class X Science at MA Daar El Huda Curug. Tangerang. primary challenge in Fiqh education is stimulating student interest to ensure the learning process is meaningful and sustainable. Learning interest serves as a vital indicator of success, reflecting a student's tendency to participate actively in teaching and learning activities. This research employs a quantitative approach with an associative research design to test the influence of the active learning strategy variable (X) on the student learning interest variable (Y). Data were collected through observations and the distribution of Likert scale questionnaires to 60 students in the 10th-grade Science program. The results indicate that the application of active learning strategiesAiincluding game-based learning, marketplace activity, and snowball throwingAihas a positive and significant effect on increasing student interest. Students demonstrated high enthusiasm throughout the learning process, as reflected by active participation rates, a willingness to ask questions, and effective group collaboration. The average level of student learning interest reached 89%, falling into the "High" Furthermore, the implementation of these strategies enhanced teacherstudent interaction and encouraged students to think critically and reflectively regarding Fiqh materials. However, certain constraints were identified, such as the limited duration of the Pre-Service Teacher Training (PPL) program and ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang suboptimal learning facilities. Overall, this study confirms that active learning strategies can serve as an effective approach to enhancing student interest in Fiqh within Islamic educational environments. Keywords: Active learning strategies, students' learning interest, fiqh. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan strategi active learning terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di kelas X IPA MA Daar El Huda Curug. Tangerang. Tantangan dalam pembelajaran Fikih adalah membangkitkan minat belajar siswa agar prosesnya menjadi bermakna dan Minat belajar adalah indikator penting keberhasilan yang menggambarkan kecenderungan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk menguji pengaruh variabel strategi pembelajaran aktif (X) terhadap minat belajar siswa (Y). Data diperoleh melalui observasi dan penyebaran angket skala Likert kepada 60 siswa kelas 10 IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi active learning yang meliputi metode game-based learning, marketplace activity, dan snowball throwing berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat belajar Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran, tercermin dari tingkat partisipasi aktif, keinginan bertanya, dan kerjasama dalam Rata-rata tingkat minat belajar siswa mencapai 89% dengan kategori Penerapan strategi ini juga memperlihatkan peningkatan interaksi antara guru dan siswa serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap materi fikih. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pelaksanaan program PPL dan fasilitas belajar yang belum optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran aktif dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di lingkungan pendidikan Islam. Kata Kunci : Strategi Active Learning. Minat Belajar Siswa. Fiqih. PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam memiliki peran sentral dalam membentuk insan berakhlak mulia serta memahami nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan kehidupan individu dan masyarakat. Di antara mata pelajaran agama Islam, pelajaran Fikih . menempati posisi penting karena menyangkut pemahaman praktis peserta didik terhadap hukum-hukum syariat serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di era perkembangan pendidikan modern, tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran Fikih bukan hanya sekadar penguasaan materi, tetapi juga bagaimana membangkitkan minat belajar siswa agar pembelajaran menjadi bermakna dan berkelanjutan. Minat belajar siswa merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan proses pembelajaran. Minat belajar menggambarkan kecenderungan ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang atau keinginan dalam diri siswa untuk berpatisipasi aktif dan berkesinambungan dalam kegiatan belajar-mengajar. 1 Tanpa adanya minat yang cukup, proses pembelajaran bisa menjadi kurang efektif, siswa cenderung pasif dan hasil belajar akan kurang optimal. 2 Di lingkungan sekolah menengah atas (SMA) atau madrasah aliyah (MA), kondisi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran agama, termasuk Fikih, sering mengalami kendala, baik yang bersifat internal . isalnya motivasi, perhatian, persepsi sisw. maupun eksternal . etode pembelajaran, lingkungan sekolah, perangkat pembelajara. Contohnya, penelitian oleh Maryani. Junaedi dan Syarief . menunjukkan analisis minat belajar siswa kelas X dalam pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa rendahnya minat belajar terkait dengan kurangnya respon pembelajaran dan kurangnya strategi yang memadai dari guru. Sejalan dengan itu, upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui metode atau strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan partisipatif menjadi sangat diperlukan. Salah satu pendekatan yang saat ini banyak dibahas adalah strategi pembelajaran aktif . ctive learning strateg. Strategi pembelajaran aktif melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran melalui aktivitas seperti diskusi, kerja kelompok, tanya-jawab, pemecahan masalah, simulasi, dan 4 Penerapan pembelajaran aktif telah terbukti dapat meningkatkan partisipasi siswa, motivasi belajar, dan pemahaman konsep secara lebih Dengan konteks tersebut, maka fokus penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih Islam di kelas 10 IPA MA Daar El Huda Curug. Tangerang. Pemilihan kelas 10 IPA sebagai fokus penelitian dikarenakan karakter peserta didik yang berada pada tahap adaptasi di jenjang MA serta memiliki beban pelajaran yang cukup kompleks, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar minat belajar tetap tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis tentang hubungan atau pengaruh antara dua variabel, yaitu strategi pembelajaran aktif . ariabel X) dan minat belajar siswa . ariabel Y), yang datanya dinyatakan dalam bentuk angka serta dianalisis secara statistik. Basri. Pratiwi. , & Muliadi. Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Pendidikan. Vol. No. 2, 2022, hlm. 123Ae131. Basri et al. Pengaruh Minat Belajar, hlm. Maryani. Junaedi. , & Syarief. Analisis Minat Belajar Siswa Kelas X pada Pembelajaran Akidah Akhlak. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 1, 2023, hlm. 45Ae56. Hidayati. Azura. , & Noviyanti. Strategi Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Partisipasi dan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan. Vol. No. 1, 2024, hlm. 77Ae88. Nasution. Lubis. , & Harahap. Pengaruh Active Learning terhadap Motivasi dan Pemahaman Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1, 2024, hlm. 15Ae26. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2022, hlm. ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang Pendekatan asosiatif digunakan karena penelitian ini tidak hanya berusaha mendeskripsikan fenomena, tetapi juga menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. 7 Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk mengetahui tingkat pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih Islam di kelas 10 IPA MA Daar El Huda Curug. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pelaksanaan PPL dan Konteks Penelitian Penelitian ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertempat di MA Daar El Huda Curug. Tangerang, sebuah lembaga pendidikan menengah Islam yang berada di bawah naungan pesantren Daar El Huda. Madrasah ini memiliki orientasi pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama dan umum, serta menanamkan nilai-nilai religiusitas dan kedisiplinan santri. Kegiatan PPL dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada pertengahan Agustus hingga akhir September 2025. Peneliti bersama rekanrekan mahasiswa bertugas mengajar di beberapa kelas, salah satunya kelas 10 IPA, dengan fokus pada mata pelajaran Fikih Islam. Dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif . ctive learnin. sebagai pendekatan utama, dengan tujuan melihat secara langsung sejauh mana strategi tersebut berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan tatap muka di ruang kelas madrasah, serta didukung oleh penggunaan media digital seperti PowerPoint, video pendek, kuis interaktif, dan permainan berbasis teknologi sederhana. Para siswa di MA Daar El Huda merupakan santri yang juga tinggal di lingkungan pondok pesantren, sehingga proses belajar mereka tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga dilanjutkan dalam kegiatan keagamaan harian. Hal ini menjadikan dinamika pembelajaran Fikih di madrasah ini cukup unik karena beririsan dengan kehidupan pesantren yang Deskripsi Hasil Observasi dan Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif Selama pelaksanaan PPL, strategi pembelajaran aktif diterapkan secara konsisten pada setiap sesi pengajaran. Beberapa model yang digunakan antara lain Game-Based Learning. Market Place Activity. Snowball Throwing, dan Cooperative Learning. Berikut uraian penerapannya: Game-Based Learning Metode game-based learning digunakan pada awal kegiatan pembelajaran sebagai ice breaking dan sekaligus media untuk mengenalkan konsep dasar Fikih. Contohnya, ketika membahas materi tentang thaharah dan ibadah mahdhah, siswa diajak untuk bermain kuis AuFikih Cepat TepatAy menggunakan Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2021. ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang media digital seperti Quizizz atau Kahoot! dan belajar sambil bermain seperti lempar dadu, lempar botol, lempar bola, dll. Permainan tersebut mendorong siswa untuk berpikir cepat dan kompetitif, serta memacu semangat belajar. Berdasarkan hasil observasi, hampir seluruh siswa menunjukkan antusiasme tinggi, mereka tertawa, bersorak, dan bersemangat mengikuti kuis hingga akhir. Situasi kelas menjadi hidup, dan siswa yang biasanya pasif mulai terlibat aktif. AuAwalnya kami kira Fikih itu monoton, tapi pas ada game-nya jadi semangat, apalagi kalau bisa ranking satu,Ay ujar salah satu siswa kelas 10 IPA saat sesi refleksi. Metode ini terbukti efektif meningkatkan minat awal siswa terhadap pelajaran Fikih. Selain itu, melalui game-based learning, guru dapat menilai pemahaman konsep secara langsung dalam suasana menyenangkan. Market Place Activity Pada pertemuan berikutnya, strategi Market Place Activity diterapkan untuk membahas topik tentang muamalah . ual beli, pinjam meminjam, dan transaksi syaria. Dalam metode ini, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan masing-masing menjadi Aupenjual ilmuAy serta Aupembeli informasiAy. Mereka harus mempresentasikan submateri Fikih kepada kelompok lain dengan gaya promosi atau penawaran. Metode ini mengasah kemampuan komunikasi, keaktifan, dan kolaborasi Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih berani berbicara di depan kelas, serta mampu menyampaikan materi dengan bahasa mereka sendiri. Proses ini menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dan rasa percaya diri, yang menjadi indikator positif peningkatan minat belajar. Snowball Throwing Metode Snowball Throwing digunakan dalam pembelajaran tema ibadah jamaAo dan qashar, di mana setiap siswa menulis satu pertanyaan tentang materi di selembar kertas, lalu menggulungnya dan melemparkan ke teman lain. Teman yang menerima bola kertas wajib membaca dan menjawab pertanyaan tersebut di depan kelas. Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan penuh Dari hasil catatan observasi, hampir seluruh siswa berpartisipasi, termasuk siswa yang biasanya pendiam. Metode ini sangat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam belajar. Cooperative Learning Selain penerapan berbagai metode aktif, strategi cooperative learning juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Fikih di kelas X IPA MA Daar El Huda Curug. Tangerang. Dalam penerapan model ini, guru PPL berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri atas 4Ae5 siswa dengan kemampuan yang beragam, sehingga tercipta kesempatan bagi siswa untuk saling membantu dan bertukar pemahaman terkait materi hukum Fikih. Pelaksanaan cooperative learning dilakukan melalui beberapa bentuk kegiatan seperti diskusi kelompok, presentasi hasil kerja kelompok, serta peer teaching di mana siswa yang lebih memahami materi bertugas menjelaskan ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang kepada teman sekelompoknya. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, tetapi juga menumbuhkan sikap tanggung jawab dan solidaritas dalam belajar. Dalam beberapa pertemuan, guru PPL juga memadukan cooperative learning dengan aktivitas seperti marketplace atau snowball throwing, namun difokuskan pada aspek kolaborasi dan pemecahan masalah bersama. Meskipun waktu pelaksanaan PPL relatif singkat, hasil pengamatan menunjukkan bahwa cooperative learning mampu menumbuhkan suasana belajar yang lebih hidup, partisipatif, dan berorientasi pada kebersamaan. Siswa tampak lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, lebih terbuka dalam menerima masukan, serta menunjukkan peningkatan minat terhadap pelajaran Fikih. Kendati demikian, penerapan cooperative learning juga memiliki beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu dan fasilitas kelas yang tidak sepenuhnya mendukung kegiatan kelompok, seperti ruang yang sempit dan keterbatasan media pembelajaran. Namun, dengan bimbingan guru pengabdian yang berpengalaman di pondok, guru PPL mampu mengelola kegiatan kelompok dengan baik dan memastikan setiap siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa cooperative learning efektif diterapkan dalam konteks madrasah berbasis pesantren, selama didukung oleh pengelolaan kelas yang adaptif dan komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Analisis Data Hasil Angket dan Observasi Untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh strategi pembelajaran aktif terhadap minat belajar siswa, dilakukan penyebaran angket skala Likert kepada 60 siswa kelas 10 IPA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Tabel A. Rata-rata Respon Siswa terhadap Strategi Pembelajaran Aktif Strategi Active Bentuk Kegiatan Learning Pembelajaran Media/Alat Digunakan Game Based Learning Guru menggunakan permainan kuis Laptop, interaktif terkait materi fikih seperti dan koneksi AuKahootAyatau kuis internet Marketplace Activity Siswa dibagi menjadi AupenjualAy Kertas dan AupembeliAy konsep fikih. papan tulis masing-masing Catatan Pengama Waktu Sangat antusias, aktif tetapi Butuh Antusias dan suasana kelas Respon Siswa ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang Snowball Throwing Cooperative Learning kelompok menjual ide atau hukum fikih tertentu Siswa menulis Menyenangka Kadang pertanyaan pada n dan melatih suasana kertas, digulung. Kertas dan dan dilempar ke alat tulis teman lain untuk Tiap anggota Membutu Siswa dibagi dalam memiliki kelompok kecil Aktif bekerja untuk mempelajari jawab pada sama, suasana dalil dan penerapan bagian materi hukum fikih, lalu tertentu dan kondusif dan saling mengajarkan bekerja sama kepada anggota kelompok lain Dari tabel di atas, terlihat bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif berada pada kategori AuSangat BaikAy, dengan rata-rata skor 4. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasakan keterlibatan langsung dalam proses belajar. Tabel A. Rata-rata Respon Siswa terhadap Minat Belajar Indikator Minat Belajar Deskripsi Perilaku Siswa Kategori Siswa berpartisipasi dalam Keterlibatan aktif dalam Sangat permainan, diskusi, dan kegiatan kelas tanya jawab Siswa menunjukkan rasa Antusiasme terhadap ingin tahu dan bersemangat Tinggi materi fikih Siswa hadir tepat waktu Kedisiplinan dan Cukup dan menyelesaikan tugas tanggung jawab dengan baik Siswa bekerja sama dengan Kerjasama dalam baik saat kegiatan Tinggi Siswa dapat memberikan Kemampuan berpikir pendapat dan menjawab Tinggi kritis dan reflektif pertanyaan analitis Respon terhadap Siswa lebih fokus dan Sangat Persentase (%) ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang penggunaan teknologi termotivasi dengan media tinggi Ratarata Tinggi Hasil ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa meningkat secara signifikan selama penerapan strategi pembelajaran aktif. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, semangat belajar meningkat, dan banyak yang mulai aktif bertanya maupun berdiskusi. Tabel A. Perbandingan Minat Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerpan Cooperative Learning Sesudah Penerapan Keterangan Cooperative Learning Hampir seluruh Hanya beberapa Terjadi siswa yang aktif. Keaktifan siswa diskusi cenderung dalam diskusi didominasi oleh siswa tertentu Siswa Pembelajaran Siswa Antusiasme menjadi lebih pasif dan mudah semangat tinggi, menarik dan pelajaran Fikih dalam menyenangka penjelasan guru kerja kelompok n Interaksi antar Siswa Terbangun masih sama Kerja sama antar sikap gotong rendah, cenderung baik, royong dan sendiri- membantu memahami materi Kurang Meningkat Cooperative Kemampuan signifikan melalui learning kritis karena diskusi kelompok menstimulasi dan pemecahan pembelajaran presentasi daya analisis Kepercayaan Siswa lebih Terjadi Siswa ragu-ragu diri peningkatan berbicara di depan dalam presentasi kepercayaan debat diri Indikator Minat Belajar Sebelum Penerapan Cooperative Learning ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang Berdasarkan Tabel A. 3, penerapan cooperative learning terbukti meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih. Siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, antusias mengikuti pembelajaran, serta mampu bekerja sama dalam Selain itu, kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis juga meningkat karena siswa dilibatkan langsung dalam pemecahan masalah dan presentasi hasil kerja. Meski terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan sarana, model ini tetap efektif menciptakan suasana belajar yang interaktif, kolaboratif, dan bermakna. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh strategi pembelajaran aktif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa. Hal ini tampak dari tingginya partisipasi siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran serta peningkatan ketertarikan terhadap materi Fikih. Strategi active learning mendorong siswa untuk belajar sambil melakukan, sehingga mereka tidak lagi menjadi penerima informasi pasif. Misalnya, melalui market place, mereka mempraktikkan kemampuan berbicara dan bernegosiasi. melalui game-based learning, mereka mempelajari konsep sambil bermain. melalui snowball throwing, mereka berlatih berpikir kritis dan komunikatif. Semua aktivitas ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan Selain itu, konteks pesantren turut memperkuat hasil ini. Siswa MA Daar El Huda memiliki latar religius yang kuat, sehingga pembelajaran Fikih sebenarnya bukan hal baru bagi mereka. Namun, melalui strategi aktif, materi yang mungkin terasa monoton menjadi lebih menarik. Dengan demikian, pembelajaran Fikih tidak lagi dianggap sebagai hafalan hukum semata, tetapi menjadi proses dinamis dan partisipatif. Kendati demikian, pelaksanaan pembelajaran aktif selama PPL juga menghadapi beberapa kendala, antara lain: Durasi mengajar yang terbatas. Karena PPL berlangsung hanya dalam waktu singkat, penerapan metode aktif tidak dapat dilakukan secara mendalam pada seluruh pokok bahasan. Keterbatasan fasilitas. Tidak semua ruang kelas memiliki sarana multimedia seperti proyektor atau koneksi internet yang stabil. Perbedaan kesiapan siswa. Sebagian kecil siswa awalnya masih malu atau enggan berpartisipasi aktif, terutama pada sesi pertama. Namun kendala tersebut dapat diminimalkan berkat dukungan para guru pendamping pondok yang senantiasa membantu dan mengarahkan kami. Guru ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang Fikih di MA Daar El Huda, yang juga berperan sebagai pembimbing santri di asrama, memberikan masukan penting mengenai karakteristik siswa dan cara pendekatan yang efektif. Mereka mendorong kami untuk mengaitkan materi dengan kehidupan santri, seperti adab ibadah, praktik muamalah, dan etika sosial dalam pesantren. Dukungan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih realistis dan menyatu dengan keseharian siswa. Analisis keseluruhan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa. Secara intrinsik, siswa merasa belajar karena ingin tahu dan menikmati prosesnya. Secara ekstrinsik, adanya kompetisi positif dalam game dan penghargaan kecil dari guru menjadi pemicu tambahan. Hal ini memperkuat asumsi bahwa pembelajaran aktif bukan hanya mengubah metode mengajar, tetapi juga mengubah budaya belajar di kelas menjadi lebih interaktif, kreatif, dan komunikatif. Implikasi dan Refleksi PPL Dari hasil penelitian dan pengalaman lapangan, terdapat beberapa implikasi penting: Bagi Guru dan Calon Guru Fikih Pembelajaran aktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan minat belajar Oleh karena itu, calon guru perlu terus berinovasi dalam memilih model pembelajaran yang relevan dengan konteks dan kemampuan siswa. Bagi Lembaga Pendidikan dan Pondok Pihak madrasah dapat mempertimbangkan untuk memperluas penggunaan strategi pembelajaran aktif pada mata pelajaran lain, serta menyediakan fasilitas sederhana yang menunjang penggunaan teknologi pembelajaran. Bagi Siswa Strategi aktif menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan Siswa menjadi lebih siap menghadapi pembelajaran yang berorientasi pada partisipasi aktif dan berpikir kritis. Bagi Peneliti PPL Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga kreativitas guru dalam menyesuaikan strategi dengan kondisi nyata di lapangan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi, penerapan strategi active learning dalam pembelajaran Fikih Islam di kelas X IPA MA Daar El Huda Curug. Tangerang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Penerapan berbagai metode seperti game-based learning, marketplace activity, dan snowball throwing menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis, kolaboratif, serta berpusat pada siswa . tudent centered learnin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai rata-rata 89%, dengan ISTIGHNA. Vol. No 2. Juli 2025 P-ISSN 1979-2824 E-ISSN 2655-8459 Homepage: https://ejournal. id/index. php/istighna Andriana. Dkk Strategi Active Learing Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas 10 IPA MA Daar El Huda Tangerang respon paling tinggi pada penggunaan media berbasis teknologi. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran aktif mampu membangkitkan rasa ingin tahu, meningkatkan konsentrasi, serta memperkuat interaksi sosial antar peserta didik. Selain itu, kehadiran guru pembimbing dari pihak pondok yang turut mengarahkan mahasiswa PPL dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran turut memperkuat efektivitas proses belajar mengajar. Bimbingan tersebut membantu mahasiswa dalam menyesuaikan model pembelajaran aktif agar tetap sesuai dengan karakteristik santri dan nilai-nilai religius yang diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari sejumlah kendala, antara lain keterbatasan waktu mengajar karena jadwal PPL yang relatif singkat, serta keterbatasan fasilitas seperti proyektor, jaringan internet, dan alat bantu pembelajaran lainnya. Kendala tersebut sedikit banyak memengaruhi kontinuitas penerapan strategi active learning secara maksimal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran aktif bukan hanya meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi fikih, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan tanggung jawab siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif sangat relevan diterapkan dalam konteks pendidikan Islam modern, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan kebutuhan pengajaran yang lebih interaktif serta partisipatif. REFERENSI