Jurnal Kesehatan Amanah Volume. 9 Nomor. 2 Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Ratih Purnamasari1*. Dwi Agustian Faruk Ibrahim2. Agustina Nugrahini3 Program Studi Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap. Indonesia Penulis Korespondensi: purnamasari180490@gmail. Abstract. Rheumatoid Arthritis (RA) is one of the most common diseases experienced by the elderly. Adequate knowledge about RA, including risk factors, early symptoms, and preventive measures, plays a crucial role in mitigating the disease. RA prevention can be achieved through exercise, maintaining a healthy weight, proper diet, avoiding smoking, injury, maintaining posture, limiting alcohol consumption, and avoiding excessive In the Elderly Posyandu of Pendahara Village, many elderly individuals complain of joint pain, yet most are unaware of how to prevent RA. This study aims to examine the relationship between knowledge and RA prevention in the elderly at the Elderly Posyandu of Pendahara Village. The research uses a quantitative design with a descriptive correlational approach and a cross-sectional study. The population of this study is 157 elderly individuals, with a sample of 35 elderly individuals selected using purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Spearman Rank tests. The results showed that the better the knowledge about RA, the better the preventive measures taken. Bivariate analysis indicated a significant relationship . value = 0. 000 < 0. between knowledge and RA prevention in the elderly at the Elderly Posyandu of Pendahara Village. Keywords: Disease Prevention. Elderly Knowledge. Elderly Posyandu. Rheumatoid Arthritis. Spearman Rank Test. Abstrak. Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia. Pengetahuan yang baik tentang RA, termasuk faktor risiko, gejala awal, dan langkah pencegahan, sangat penting dalam upaya mitigasi penyakit ini. Pencegahan RA dapat dilakukan melalui olahraga, menjaga berat badan, pola makan sehat, menghindari rokok, cedera, menjaga postur tubuh, membatasi konsumsi alkohol, dan menghindari polusi. Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara, banyak lansia yang mengeluhkan nyeri sendi, namun sebagian besar tidak mengetahui cara mencegah RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pencegahan RA pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 157 lansia, dan sampel yang diambil berjumlah 35 lansia dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan tentang RA, semakin baik pula pencegahan yang dilakukan. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan . -value = 0,000 < 0,. antara pengetahuan dengan pencegahan RA pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Kata kunci: Pencegahan Penyakit. Pengetahuan Lansia. Posyandu Lansia. Rheumatoid Arthritis. Uji Spearman Rank. LATAR BELAKANG Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh Pengetahuan yang memadai tentang Rheumatoid Arthritis, termasuk faktor risiko, gejala awal, dan langkah pencegahan, berperan penting dalam upaya mitigasi penyakit ini. Pencegahan Rheumatoid Arthritis dapat dilakukan dengan olahraga, menjaga berat badan, menjaga pola makan, menghindari rokok, menghindari cedera, menjaga postur, membatasi alkohol, dan menghindari paparan polusi berlebihan. Di Posyandu Lansia Kelurahan Naskah Masuk: 09 September, 2025. Revisi: 25 September, 2025. Diterima: 02 Oktober, 2025. Terbit: 04 Oktober, 2025 Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Pendahara, terdapat fenomena dimana lansia banyak yang mengeluh nyeri sendi dan sebagian besar tidak mengetahui cara mencegah penyakit Rheumatoid Arthritis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi Rheumatoid Arthritis di seluruh dunia mencapai angka 355 juta jiwa pada tahun 2022. Artinya satu dari enam orang di dunia ini menderita Rheumatoid Artritis. Di perkirakan angka ini terus meningkat sampai 2030 lebih dari 25% akan mengalami kondisi kelumpuhan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 prevalensi berdasarkan usia penderita Rheumatoid Arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 6574 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54,8%. Selanjutnya pada tahun 2022 jumlah kasus rematik berdasarkan profil Kesehatan Indonesia . meningkat menjadi Di Provinsi Kalimantan Tengah jumlah dari penderita penyakit persendian termasuk Rheumatoid Arthritis mencapai 7,61%, di Kabupaten Katingan sendiri mencapai 9,48% (Laporan Riskesdas Kalteng, 2. Menurut laporan dari Pengelola Program Kesehatan Lansia di Puskesmas Pendahara pada tahun 2024, berdasarkan hasil pemeriksaan di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara didapatkan sebanyak 60% mengeluh nyeri dan kekakuan pada sendi. Pada survey pendahuluan yang dilakukan di posyandu lansia Kelurahan Pendahara pada tanggal 17 April 2025, peneliti melakukan wawancara kepada 4 orang lansia yang berkunjung ke posyandu lansia. Dari keempat lansia tersebut ketika ditanya mengenai pengertian penyakit rematik, semua lansia mengatakan bahwa rematik adalah penyakit nyeri sendi. Ketika ditanya mengenai cara mencegahnya, 50% menjawab yaitu dengan cara tidak mandi pada malam hari dan 50% lainnya menjawab dengan cara tidak makan sayuran hijau. Rheumatoid Arthritis (RA) ini sering menyerang kelompok usia lanjut karena adanya proses degeneratif dan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Seiring bertambahnya usia, jaringan tulang rawan yang melindungi sendi cenderung menipis, sehingga menyebabkan gesekan antar tulang dan memicu rasa sakit serta peradangan. Penyebab pasti Rheumatoid Arthritis belum diketahui, tetapi diduga terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Memiliki anggota keluarga yang menderita Rheumatoid Arthritis atau kondisi autoimun lainnya dapat meningkatkan risiko. Selain itu paparan asap rokok dan bahan kimia, infeksi virus atau bakteri, cedera seperti patah tulang atau dislokasi sendi, stres fisik dan emosional juga dapat meningkatkan risiko. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume. 9 Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Pengetahuan yang memadai tentang Rheumatoid Arthritis, termasuk faktor risiko, gejala awal, dan langkah pencegahan, berperan penting dalam upaya mitigasi penyakit ini. Lansia yang memiliki pengetahuan yang baik cenderung lebih mampu mengambil tindakan preventif yang tepat, seperti menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan dan memperparah kondisi kesehatan Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan pencegahan terhadap penyakit Rheumatoid Arthritis. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan program edukasi dan pencegahan yang lebih efektif bagi lansia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu tertentu untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berjumlah 157 orang. Dari jumlah tersebut, penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian dan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh sampel sebanyak 35 orang lansia yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang telah disusun dan disesuaikan dengan variabel penelitian. Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data primer terkait kondisi dan karakteristik responden sesuai dengan fokus Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank (SpearmanAos Rho tes. Uji ini dipilih karena sesuai untuk menganalisis hubungan antarvariabel dengan skala ordinal maupun interval yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman Rank digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara variabelvariabel yang diteliti. Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data Umum Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Umur 60 tahun > 60 tahun Total Frekuensi (F) Persentase (%) 11,43% 88,57% 100,00% Berdasarkan tabel di atas dari 35 responden, terdapat 31 responden . ,57%) berusia lebih dari 60 tahun, dan 4 responden . ,43%) berusia 60 tahun. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi (F) Persentase (%) 34,29% 65,71% 100,00% Berdasarkan tabel di atas dari 35 responden, sebanyak 23 reponden . ,71%) berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 12 responden berjenis kelamin laki-laki . ,29%). Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan. Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Tidak Sekolah Total Frekuensi (F) Persentase (%) 71,43% 17,14% 5,71% 5,71% 0,00% 100,00% Berdasarkan tabel di atas dari 35 responden, terdapat 25 responden . ,43%) berpendidikan terakhir SD, 6 responden . ,14%) berpendidikan terakhir SMP, 2 responden . ,71%) berpendidikan SMA, 2 responden . ,71%) berpendidikan terakhir dari perguruan tinggi. dan responden yang tidak bersekolah sebanyak 0 . ,00%). Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume. 9 Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan. Pekerjaan Petani/ Pekebun IRT Swasta Pensiunan PNS Total Frekuensi (F) Persentase (%) 31,43% 54,29% 8,57% 5,71% 100,00% Berdasarkan tabel di atas dari 35 responden, terdapat 19 orang . ,29%) sebagai ibu rumah angga, 11 orang . ,43%) memiliki pekerjaan petani/pekebun, 3 orang . ,57%) adalah swasta, dan sebanyak 2 orang . ,71%) sebagai pensiunan PNS. Karakteristik Responden Berdasarkan Keluhan Nyeri Sendi Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Keluhan Nyeri Sendi. Pernah Mengalami Keluhan Nyeri Sendi Tidak Total Frekuensi (F) Persentase (%) 85,71% 14,29% 100,00% Berdasarkan tabel di atas, dari 35 responden yang diteliti terdapat 30 responden . ,71%) pernah mengalami keluhan nyeri sendi dan 5 responden . ,29%) yang tidak pernah mengalami keluhan nyeri sendi. Data Khusus Hasil Identifikasi Pengetahuan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Tabel 6. Hasil Identifikasi Pengetahuan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Frekuensi (F) Persentase (%) 100,00% Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Hasil Identifikasi Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Tabel 7. Hasil Identifikasi Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Pencegahan Kurang Cukup Baik Total Frekuensi (F) Persentase (%) 100,00% Berdasarkan tabel di atas dari 35 responden, terdapat 17 responden . ,6%) memiliki pencegahan kurang, sebanyak 16 responden . ,7%) memiliki pencegahan cukup dan 2 responden . ,7%) pencegahan baik. Hasil Analisis Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Tabel 8. Hasil Analisis Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Kurang F (%) 11 . ,4%) 6 . ,1%) 0 . ,0%) 17 . ,6%) Pencegahan Cukup F (%) 9 . ,7%) 8 . ,9%) 6 . ,1%) 16 . ,7%) Baik F (%) 0 . ,0%) 1 . ,9%) 1 . ,9%) 2 . ,7%) Total F (%) ,1%) ,9%) ,0%) Berdasarkan hasil tabulasi dengan menggunakan SPSS, didapatkan hasil responden yang memiliki pengetahuan baik berjumlah 7 orang . %) dengan 6 orang . ,1%) diantaranya memiliki kategori pencegahan cukup dan 1 orang . ,9%) berkategori baik. Responden yang memiliki pengetahuan cukup berjumlah 15 orang . ,9%) dengan 8 orang . ,9%) memiliki kategori pencegahan kurang, sebanyak 6 orang . ,1%) memiliki kategori pencegahan cukup, dan 1 orang . ,9%) diantaranya pencegahan baik. Responden yang memiliki pengetahuan kurang berjumlah 13 orang . ,1%) dengan 11 orang . ,4%) memiliki kategori pencegahan kurang dan sebanyak 2 orang . ,7%) memiliki kategori pencegahan cukup. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume. 9 Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Berdasarkan tabel di atas maka didapatkan nilai p = 0,000 atau tingkat signifikasi p < 0,05, maka Ha diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Koefisien korelasi senilai 0,628 artinya terdapat hubungan kuat antar dua variabel tersebut. Arah hubungan dalam penelitian ini adalah positif . , dimana jika semakin baik pengetahuan maka pencegahan juga akan semakin baik. Pembahasan Identifikasi Pengetahuan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Identifikasi pengetahuan Rheumatoid Arthritis pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara menunjukkan bahwa terdapat 15 responden . ,9%) memiliki pengetahuan cukup, 13 responden . ,1%) memiliki pengetahuan kurang, dan 7 responden . %) memiliki pengetahuan baik. Sweller . dalam teorinya menyebutkan bahwa pengetahuan diperoleh melalui proses pemahaman dan pengolahan informasi yang diterima oleh individu. Setelah informasi dianalisis dan dipahami, individu kemudian mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Notoatmodjo, 2. Aplikasi pengetahuan ini dapat dilihat dalam kemampuan individu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memecahkan masalah secara efektif. Berdasarkan hasil analisis data, pengetahuan yang cukup pada responden disebabkan oleh informasi yang kurang komprehensif. Berdasarkan data demografi, responden mayoritas berpendidikan Sekolah Dasar yaitu sebesar 25 responden . ,43%), sehingga dapat dikatakan memiliki pengetahuan yang belum begitu memadai. Hal ini sesuai dengan teori bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan. Penelitian ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sembiring . tentang Gambaran Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Rheumatoid Artritis di Puskesmas Barusjahe di Kelurahan Pinang Ranti Jakarta Timur dimana tingkat pengetahuan lansia tentang Rheumatoid Arthritis didapatkan dalam kategori tingkat pengetahuan cukup sebanyak 47. Studi Risna et al. , . tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Penyakit Reumatik di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie menunjukkan adanya tingkat pengetahuan lansia mayoritas berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 50 responden . ,9%). Pengetahuan lansia tentang Rheumatoid Arthritis pada umumnya masih perlu ditingkatkan. Pengetahuan yang baik tentang Rheumatoid Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Arthritis dapat mendorong lansia untuk berperilaku lebih baik dalam menjaga kesehatan sendi mereka, seperti mencari pertolongan medis lebih awal jika mengalami gejala. Identifikasi Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Hasil identifikasi pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara terdapat 17 responden . ,6%) memiliki pencegahan kurang, sebanyak 16 responden . ,7%) memiliki pencegahan cukup dan 2 responden . ,7%) memiliki pencegahan baik. Langkah pencegahan yang penting pada Rheumatoid Arthritis adalah dengan gaya hidup sehat, diantaranya yaitu menghindari merokok, karena bukti menunjukkan bahwa merokok adalah faktor risiko utama yang memperburuk peradangan dan meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Rheumatoid Arthritis, terutama pada individu yang memiliki predisposisi genetik tertentu (Frazzei et al. , 2. Selain itu, diet seimbang yang kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3, seperti yang ditemukan dalam ikan berlemak, dapat membantu mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh, yang merupakan salah satu mekanisme utama dalam perkembangan Rheumatoid Arthritis. Aktivitas fisik juga memainkan peran penting dalam pencegahan Rheumatoid Arthritis. Olahraga teratur dapat membantu mengurangi peradangan sistemik dan meningkatkan kekuatan otot serta fleksibilitas sendi, yang dapat mengurangi risiko cedera dan kerusakan pada sendi. Selain itu, pengelolaan stres juga merupakan faktor penting dalam pencegahan Rheumatoid Arthritis. Stres psikologis diketahui dapat memperburuk kondisi autoimun dengan merangsang respons imun yang berlebihan, yang dapat mempercepat perkembangan penyakit (Haville & Deane, 2. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup perubahan gaya hidup seperti diet sehat, olahraga teratur, dan pengelolaan stres sangat penting dalam pencegahan penyakit ini. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan masih kurang. Hal ini berarti responden belum melakukan pencegahan Rheumatoid Arthritis dengan baik. Berdasarkan hasil analisis data, responden mayoritas memiliki pendidikan Sekolah Dasar yaitu sebesar 25 responden . ,43%), sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman yang memadai tentang penyakit dan pencegahannya, kurangnya rasa ingin tahu terhadap penyakit, dan kurangnya kesadaran dan motivasi untuk mencari tahu tentang pencegahan penyakit. Hal ini didukung oleh penelitian Hariani et al. , . tentang Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia yang menunjukkan sebagian besar lansia tidak berupaya dalam tindakan pencegahan Rheumatoid Arthritis yaitu sebanyak 27 orang . ,8%). Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan Asrowy et al. , . tentang Hubungan Tingkat Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume. 9 Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Pengetahuan dengan Penanganan Penyakit Arthritis Rheumatoid Pada Lansia di Desa Muara Uwai Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Laboy Jaya Kabupaten Kampar menemukan mayoritas lansia melakukan tindakan pencegahan Rheumatoid Arthritis dengan tidak tepat sebanyak 31 orang . %). Pada penelitian ini, menunjukkan bahwa antara teori dan fakta terdapat kesamaan. Seseorang akan melakukan perilaku pencegahan jika merasa ada ancaman atau risiko terhadap kesehatan dan percaya bahwa tindakan pencegahan dapat mengurangi risiko tersebut. Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia tidak cukup hanya dengan informasi, tapi perlu pendekatan secara menyeluruh, konsisten, dan berbasis komunitas. Analisis Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Berdasarkan hasil uji Rank Spearman yaitu didapat p value = 0,000 atau tingkat signifikasi p <0,05, yang bermakna bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Secara teoritis, menurut Notoadmojo . pengetahuan merupakan faktor penting yang membentuk sikap dan perilaku seseorang. Pengetahuan memengaruhi kemampuan individu untuk mengenali risiko, memahami manfaat suatu tindakan kesehatan, serta membuat keputusan untuk bertindak. Berdasarkan hasil penelitian, ada hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Artinya semakin baik pengetahuan yang dimiliki, maka semakin baik pula pencegahan yang dilakukan. Jika tidak dilakukan pencegahan dengan baik, maka gejala dan dampak Rheumatoid Arthritis akan semakin banyak yang muncul, dan pada akhirnya dapat mengakibatkan komplikasi. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan penelitian sebelumnya seperti penelitian Cahyadi et al. tentang Pengetahuan dan Sikap Lansia terhadap Pencegahan Kejadian Rheumatoid Artritis di Gampong Cot Beut Aceh Besar yang menyatakan bahwa lansia dengan pengetahuan baik lebih sering melakukan upaya pencegahan seperti menjaga pola makan, mengikuti senam sendi, dan menghindari aktivitas fisik yang berisiko. Begitu juga dengan temuan Hariani et al. tentang Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Rheumatoid Arthritis Pada Lansia yang menyebutkan bahwa pemberian tingkat pengetahuan secara signifikan meningkatkan perilaku pencegahan Rheumatoid Arthritis pada kelompok lansia. Pengetahuan berfungsi sebagai dasar untuk membentuk sikap, keyakinan, dan nilai-nilai yang pada akhirnya mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap suatu penyakit. Peningkatan pengetahuan lansia dapat dilakukan dengan pemberian edukasi, namun edukasi tidak hanya diberikan kepada lansia tersebut saja melainkan juga pada keluarga lansia agar hasilnya lebih Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara optimal mengingat keterbatasan kognitif yang dialami oleh lansia. Dalam hal ini posyandu lansia memiliki peranan penting melalui tenaga kesehatan maupun kader di setiap posyandu dalam pencegahan Rheumatoid Arthritis melalui edukasi, deteksi dini, serta promosi gaya hidup sehat dan aktivitas fisik seperti senam bagi lansia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 . < 0,. maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara. Koefisien korelasi senilai 0,628 yang artinya terdapat hubungan kuat antar dua variabel tersebut. DAFTAR REFERENSI Asrowy. , dkk. Hubungan tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Muara Uwai wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Laboy Jaya Kabupaten Kampar. Jurnal Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. https://doi. org/10. 31004/s-jkt. Astuti. , dkk. Buku ajar kerawatan gerontik. Jakarta Barat: PT Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta. Cahyadi. Elmiyati, & Wirdani. Pengetahuan dan sikap lansia terhadap pencegahan kejadian rheumatoid artritis di Gampong Cot Beut. Aceh Besar. Jurnal Aceh Medika, 8. , 315Ae321. Deane. , & Holers. Rheumatoid arthritis pathogenesis, prediction, and prevention: An emerging paradigm shift. Arthritis & Rheumatology, 73. , 181Ae193. https://doi. org/10. 1002/art. Frazzei. Musters. , de Vries. Tas. , & van Vollenhoven. Prevention of rheumatoid arthritis: A systematic literature review of preventive strategies in at-risk Autoimmunity Reviews, 22. , https://doi. org/10. 1016/j. Haville. , & Deane. Pre-RA: Can early diagnosis lead to prevention? Best Practice Research: Clinical Rheumatology, 36. , https://doi. org/10. 1016/j. Hariani Santi, dkk. Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan rheumatoid arthritis pada lansia. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan. https://doi. org/10. 36729/bi. Health Belief Model among elderly people regarding prevention of rheumatoid arthritis . Journal of Nursing Science and Benha University Hospital, 5. , 755Ae766. https://doi. org/10. 21608/jnsbu. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume. 9 Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Hizkia. Novitarum. , & Br Karo. Overview of elderly knowledge about rheumatoid arthritis in Barusjahe District Puskesmas Karo 2021. Science Midwifery, 10. , 198Ae202. Notoatmodjo. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Risna, dkk. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap lansia dalam mengatasi kekambuhan penyakit reumatik di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. STIKes Medika Nurul Islam Sigli Aceh. https://doi. org/10. 62710/b54rg589 Saida. Setiawan. , & Shalahuddin. Nonpharmacological management on reducing rheumatoid arthritis pain in the elderly: Studies in social rehabilitation services unit of elderly in Garut West Java. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4. , 213Ae221. Sembiring. Br. Gambaran pengetahuan lansia tentang penyakit rheumatoid artritis di Puskesmas Barusjahe Tahun 2021. STIKes Elisabeth Medan. Sweller. Cognitive load theory and educational technology. Educational Technology Research and Development, 68. , 1Ae16. https://doi. org/10. 1007/s11423-019-09701-3 Tomay Aksoy, yn. Kutluk, yn. , & Sezer, . Osteoporosis knowledge and awareness among rheumatoid arthritis patients: A cross-sectional controlled study. Archives of Rheumatology, 39. , 411Ae418. https://doi. org/10. 46497/ArchRheumatol.