Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Intradialylic Complications in Patients Undergoing Hemodialysis Intan Dwi Cahyani1. Linda Armelia2 1Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2 Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : Intancahyanii42@gmail. KATA KUNCI Usia. Jenis Kelamin. Kompilikasi. Hemodialisis ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkan penurunan laju fungsi ginjal secara progresif. Hemodialisis adalah salah satu bentuk terapi pengganti ginjal (TPG) dengan menggunakan teknologi inovatif untuk meningkatkan pembersihan zat terlarut yang berperan dalam menyaring darah dilengkapi dengan peralatan buatan untuk membuang kelebihan air dan racun dan menjamin terpeliharanya homeostatis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komplikasi intradialitik yang dapat terjadi pada pasienyang rutin menjalani hemodialisis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Hermina Grand Wisata. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Hermina Grand Wisata berjumlah 68 orang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian paling banyak yaitu 25 orang . ,8%) responden memiliki usia lansia awal, paling banyak yaitu 36 orang . ,9%) responden dengan jenis kelamin perempuan dan paling banyak yaitu 18 orang . ,5%) responden memiliki komplikasi hiperglikemia dan tidak ada hubungan usia dengan komplikasi dengan nilai p=0,536 . <0,. Kesimpulan: Studi ini menunjukan bahwa komplikasi yang paling banyak terjadi pada pasien hemodialysis adalah KEYWORDS Age. Gender. Complications. Hemodialysis Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 ABSTRACT Background: Chronic kidney disease (CKD) is kidney damage that occurs due to abnormalities in the structure and function of the kidneys that persist for more than 3 months. CKD causes a progressive decrease in the rate of kidney function. Hemodialysis is a form of renal replacement therapy (RRT) using innovative technology to increase the clearance of solutes that play a role in filtering blood equipped with artificial equipment to remove excess water and toxins and ensure maintenance of homeostasis. The purpose of this study was to determine intradialytic complications that can occur in patients who routinely undergo hemodialysis. Methods: The type of research used is quantitative descriptive with a cross-sectional study design. This study was conducted at Hermina Grand Wisata Hospital. The population used in this study were 68 chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at Hermina Grand Wisata Hospital using the total sampling technique. Data collection was carried out using secondary data in the form of patient medical records and analyzed univariately with a frequency distribution. Results: The results of the study showed that most of the respondents were 25 people . 8%) of early elderly age, most of the respondents were 36 people . 9%) of female gender and most of the respondents were 18 people . 5%) of hyperglycemia complications and there was no relationship between age and complications with a value of p = 0. <0. Conclusion: This study shows that the most common complication in hemodialysis patients is hyperglycemia. PENDAHULUAN Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 PGK menyebabkan penurunan laju fungsi ginjal secara progresif, kondisi ini terjadi karena adanya penurunan filtrasi glomerulus (LFG) yaitu kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2 (Anggraini, 2. PGK menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia selama 2 dekade terakhir, penyakit ini mempengaruhi >10% populasi umum di seluruh dunia lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, laki-laki, penderita diabetes melitus dan hipertensi (Kovesdy, 2. Data dikumpulkan dari 34 provinsi di Indonesia didapatkan 4dari 1. 000 orang terdiagnosis PGK, prevelensi tertinggi Kalimantan Utara sedangkan terendah di provinsi Sulawesi Barat (Hidayangsih et al. PGK berhubungan dengan tingginya mortalitas dan morbiditas bahkan lebih tinggi lagi pada orang yang menjalani dialisis jangka panjang (Banerjee et al. , 2. Penentuan stadium dan alat penilaian risiko baru individu yang terdiagnosis PGK dapat dilakukan dengan menggabungkan LFG dan albuminuria, hal ini dapat membantu pengobatan, pemantauan, dan rujukan (Chen et al. , 2. PGK Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 juga menimbulkan komplikasi serius berupa malnutrisi, kelebihan cairan, gangguan kognitif, neuropati perifer, infertilitas dan Infeksi. Terapi untuk pasien PGK yaitu hemodialisis (HD) yang merupakan terapi dialisis yang sering digunakan oleh pasien pasien PGK. Pasein PGK derajat 5 akan dilakukan dialisis apabila terjadi kondisi seperti kelebihan cairan, anemia, malnutrisi, adanya gangguan neurologis (Virgianti Nur Faridah. Hemodialisis adalah salah satu bentuk terapi pengganti ginjal (TPG) pembersihan zat terlarut yang berperan dalam menyaring darah dilengkapi dengan peralatan buatan untuk membuang kelebihan air dan racun dan menjamin terpeliharanya homeostatis . ingkungan internal yang stabi. (Murdeshwar & Anjum, 2. Pasien PGK dapat dilakukan HD merupakan menyelamatkan nyawa pasien tetapi biayanya sangat mahal. Jumlah pasien yang menjalani HD diperkirakan mencapai 5,4 juta pada tahun 2030. Kondisi ini semakin meningkat dan paling banyak terjadi di negara- negara berpendapatan rendah dan menengah (Hidayangsih et al. , 2. TPG dilakukan di klinik rawat jalan, rumah sakit, fasilitas keperawatan, dan rumah pasien yang melibatkan akses vaskular, peredaran darah melalui sirkuit ekstrakorporeal, dan pemberian obatobatan seperti heparin, zat besi intravena, zat perangsang eritropoiesis, dan vitamin D aktif (Greenberg & Choi. Hemodialisis biasanya dilakukan selama 4-5 jam/sesi . -3 kali/mingg. (Loutradis et al. , 2. Selama 10 tahun terakhir pasien yang menerima pengobatan HD masih merasa kurang baik kualitas hidupnya dan angka kematianya tinggi, hasil akhir pasien yang menjalani HD bervariasi dan sangat heterogeni (Sautenet et al. , 2. Untuk pasien yang diobati dengan HD sebagian besar dipengaruhi oleh faktor sistem kesehatan (Kovesdy, 2. Beberapa menyebutkan bahwa masih rendahnya komplikasi yang bisa terjadi selama Faktor komplikasi yang dapat terjadi pada pasien yang menjalani HD yaitu kelebihan volume yang berhubungan dengan hipertensi dan disfungsi jantung, mengalami stroke, sindrom disequilibrium, kram otot, hipotensi intradialitik, hemolisis dan pruritus. Sesi HD yang tidak dilakukan secara rutin atau tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dapat aritmia jantung mendadak dan henti jantung karena gangguan elektrolit (Loutradis et al. , 2. Dalam Islam, penyakit adalah salah satu bentuk ujian dari Allah SWT yang dihadapi Menjalani hemodialisis adalah salah satu cara pengobatan yang umum bagi pasien terutama mereka yang telah mencapai stadium akhir. Namun, proses ini juga Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 sering kali diikuti oleh komplikasi intradialitik, yaitu komplikasi yang muncul selama atau setelah proses Hal ini memerlukan perhatian yang besar, terutama dalam keseimbangan fisik pasien. Dalam masyarakat, serta pemahaman akan ibadah pasien menjadi aspek penting mengingat keterbatasan yang dihadapi pasien untuk menjalankan ibadah seperti puasa atau shalat dalam kondisi ini (Majed A. Ashy, 2. Komplikasi intradialitik dapat berdampak secara signifikan terhadap kondisi fisik dan mental pasien, yang menjalankan ibadah dengan baik. Bagi seorang Muslim, beribadah adalah kebutuhan rohani yang tidak dapat Namun, dalam kondisi kesehatan yang Islam kelonggaran atau kemudahan kepada hambanya dalam menjalankan ibadah, termasuk ketika sedang sakit. Dalam Tafsir Al-Azhar. Buya Hamka menjelaskan bahwa Allah SWT tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya, termasuk dalam hal beribadah (Hamka, 1. Pasien hemodialisis mungkin tidak selalu mampu untuk melaksanakan shalat dalam posisi berdiri atau berwudhu secara sempurna. Islam memberikan kemudahan dalam bentuk shalat sambil duduk atau berbaring, serta keringanan dalam bersuci dengan tayamum jika menggunakan air dirasa Dukungan spiritual dari keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien tetap optimis dalam menjalani pengobatan dan menjalani kehidupannya dengan tawakal kepada Allah (Majed ChamsiPasha & Hassan Chamsi-Pasha, 2. Proses hemodialisis yang panjang dan melelahkan sering kali menyebabkan pasien merasa lemah dan tidak Di dalam Islam, orang yang sakit diberikan keringanan untuk tidak memperburuk kondisinya. Dalam hal ini, keluarga berperan penting dalam memberikan pengertian dan dukungan Tugas keluarga bukan hanya menemani secara fisik, tetapi juga mendampingi secara spiritual agar pasien tidak merasa bersalah atau kehilangan semangat dalam menjalankan ajaran Dalam Tafsir Al-Misbah. Quraish Shihab pentingnya sikap kasih sayang dan empati terhadap mereka yang dalam kondisi sakit, karena ini merupakan salah satu bentuk ketundukan kepada Allah yang mengasihi hambanya (Shihab, 2. Selain masyarakat juga berperan penting dalam memberikan dukungan kepada pasien hemodialisis. Dukungan sosial mengurangi perasaan isolasi yang mungkin dirasakan pasien akibat keterbatasan fisik dan seringnya menjalani pengobatan di rumah sakit. Masyarakat menjenguk pasien dan memberikan Dalam Islam, menjenguk Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 orang sakit merupakan sunnah yang memberikan pahala. Islam juga mengajarkan umatnya untuk saling membantu dalam hal finansial bagi mereka yang sedang dalam kesulitan. Hemodialisis adalah pengobatan yang memerlukan biaya besar dan bagi pasien yang tidak memiliki sumber daya yang cukup, dukungan finansial dari masyarakat dapat menjadi sangat berarti (Shahama et al. , 2. Dukungan masyarakat terhadap pasien yang menjalani hemodialisis bukan hanya tentang bantuan fisik, tetapi juga dukungan emosional dan spiritual yang sangat dibutuhkan oleh pasien. Keluarga diharapkan untuk sabar, menjaga keimanan, dan memberikan pengertian yang tulus kepada pasien tentang keringanan dalam beribadah, seperti puasa dan shalat, yang telah Allah tetapkan bagi mereka yang sakit. Masyarakat juga diharapkan untuk menunjukkan sikap peduli melalui kunjungan, doa, serta dukungan sosial dan finansial. Dengan bersikap demikian, keluarga dan masyarakat bukan hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi juga memenuhi ajaran Islam yang menekankan kepedulian terhadap sesama (Bucknall et al. , 2. Tujuan penelitian Untuk mengetahui komplikasi intradialitik yang dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani Hemodialisis. bentuk cross sectional study dan Populasi penelitian yaitu pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Hermina Bekasi. Cara penetapan menggunakan rumus Lemeshow. Dari hasil perhitungan, maka jumlah sampel yang digunakan sebanyak 67,25 . Pada penelitian ini rekam medis pasien yang diambil yaitu sebanyak 67. Jenis data yang akan digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis Cara pengumpulan data pada penelitian ini dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari RS Hermina Grand wisata. Diperlukan untuk memenuhi syarat administrasi terlebih dahulu sebelum melakukan pengumpulan data. Syarat administrasi tersebut berupa surat izin penelitian serta surat izin etik dari institusi Setelah syarat administrasi terpenuhi peneliti akan melalukan pengukuran data dengan memisahkan data yang masuk dikriteria inklusi. Data yang masuk kategori inklusi akan dicatat dan diolah oleh penulis. Pada penelitian ini instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu rekam medis yang berisi identitas pasien dan Data yang dikumpulkan akan diolah dengan menggunkan Microsoft Excel dan program Statistic product and service (SPSS) dengan metode analisis univariat. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan berupa berupa desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bersifat observasional analitik dalam Karakteristik Responden HASIL Tabel 1 Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Yang Rutin Menjalani Hemodialisa Karakteristik Dewasa Awal . - 35 tahu. Dewasa Akhir . - 45 tahu. Lansia Awal . - 55 tahu. Lansia Akhir . - 65 tahu. Manula Laki-laki Perempuan Usia: - 78 tahu. Jenis Kelamin: Total Berdasarkan tabel 4. 1 diperoleh hasil dari 68 responden, dewasa awal dengan rentan usia 26 Ae 35 tahun sebanyak 3 orang . ,4%), dewasa akhir dengan rentan usia 36 - 45 tahun sebanyak 13 orang . ,1%), dan responden paling banyak lansia awal dengan rentan usia 46 Ae 55 tahun yaitu 25 orang . ,8%), lansi akhir dengan rentan usia 56 Ae 65 tahun sebanyak 19 orang . ,9%) dan manula dengan rentan usia 66 Ae 78 tahun sebanyak 8 . ,8%). Penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki peran dalam profil pasien yang menjalani hemodialisis, dengan proporsi pasien laki laki dan perempuan yang berbeda, yang dapat mempengaruhi tingkat komplikasi diperoleh hasil paling banyak yaitu 36 orang . ,9%) responden dengan jenis kelamin perempuan. Komplikasi Tabel berikut ini menyajikan rincian jenis komplikasi yang dialami Berdasarkan data yang komplikasi yang muncul selama proses Setiap komplikasi dijelaskan persentase pasien yang mengalaminya. Berikut disajikan distribusi frekuensi dan persentase komplikasi pada pasien yang rutin menjalani hemodialisa sebagai berikut: Tabel 2 Distribusi Frekuensi Komplikasi Pada Pasien Yang Rutin Menjalani Hemodialisa Asam urat Hiperglikemia Hiperkalemia Hipotensi Kram otot Sakit kepala Uremia Komplikasi Total Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil dari 68 responden, paling banyak yaitu 18 orang . ,5%) responden memiliki komplikasi hiperglikemia disusul sakit kepala sebanyak 16 orang . ,5%) dan hiperurisemia sebanyak 14 orang . ,6%). Hubungan Komplikasi Usia Dengan Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Tabel berikut ini menyajikan dengan jenis komplikasi temua hasil hubungan usia dengan komplikasi penelitian. Berikut disajikan hubungan yang dialami oleh pasien yang usia dengan komplikasi pada pasien menjalani hemodialisis. Berdasarkan yang rutin menjalani hemodialisa data yang diperoleh, dilihat hubungan sebagai berikut: dari masing-masing aktegori usia Tabel 3 Hubungan Usia Komplikasi Pada Pasien Yang Rutin Menjalani Hemodialisa Usia Lansia Lansia Manula Dewasa Dewasa Hiperglikemia Hiperkalemia Hiperurisemia Hipotensi Kram otot Sakit kepala Uremia Komplikasi Total Berdasarkan tabel 4 hasil uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p=0,536 . <0,. yang artinya tidak ada hubungan usia dengan komplikasi. PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa dari 68 responden, paling banyak yaitu 25 orang . ,8%) responden memiliki usia lansia awal pada pasien yang menjalani Hemodialisis. Hasil penelitian ini sebelumnya yang dilakukan oleh (Suparti, 2. diperoleh usia pasien Jumlah 0,536 yang menjalani HD paling banyak adalah lansia awal . ,5%). Usia atau umur merupakan lama waktu hidup atau ada . ejak dilahirka. Usia juga berkaitan dengan prognosis penyakit dan harapan hidup pasien yang berusia di atas 55 tahun. Kecenderungan untuk terjadi berbagai komplikasi yang memperberat fungsi ginjal sangatlah besar bila dibandingkan dengan yang berusia di bawah 40 tahun. Penurunan fungsi ginjal merupakan proses normal setiap bertambahnya usia manusia. Bertambahnya usia menunjukkan penurunan progresif laju filtrasi glomerulus (LFG) dan aliran darah Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Penurunan terjadi sekitar 8 ml/menit/1,73m2 setiap dekadenya sejak usia 40 tahun. Seseorang usia > 40 tahun akan mengalami penurunan laju filtrasi glomerulus secara progresif hingga usia 70 tahun, kurang lebih 50% Ginjal kehilangan beberapa nefron, yaitu penyaring penting dalam ginjal. Sehingga fungsi penyerapan makanan telah jauh berkurang dan ditambah menyebabkan terjadinya penyakit gagal ginjal. Hasil responden, paling banyak yaitu 36 orang . ,9%) responden dengan jenis kelamin perempuan pada pasien yang menjalani HD. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Ariyani, 2. %). Hal ini sesuai menyebutkan bahwa prognosis PGK berhubungan dengan jenis kelamin. Pada perempuan prognosis PGK kemampuan untuk mengontrol gula darah, sedangkan pada laki-laki prognosis PGK berhubungan dengan Ketidak mampuan tersebut sebagian berupa kontrol intake makanan. (Chang PY. Hasil ini didukung oleh penelitian lain yang menyebutkan bahwa penyebab terjadinya PGK salah satunya adalah infeksi. Hal tersebut dikarenakan uretra yang pendek, bakteri akan lebih mungkin terbawa masuk ke kandung kemih hingga berpengaruh pada ginjal (Wijaya AS. Setiap menyerang atau diderita oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, tetapi pada beberapa penyakit terdapat perbedaan frekuensi antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut dapat dilihat dari faktor penyebabnya, jenis kelamin pada pasien PGK yang menjalani HD yaitu bisa terjadi kepada laki-laki maupun perempuan. Hasil responden, paling banyak yaitu 18 orang . ,5%) responden memiliki komplikasi hiperglikemia disusul sakit kepala sebanyak 16 orang . ,5%) dan hiperurisemia sebanyak 14 orang . ,6%). Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Triyono, 2. , diperoleh sebagian besar responden memiliki komplikasi yang paling banyak dialami adalah pusing sebanyak 31 responden . dan gatal sebanyak 18 responden . ,1%). Keluhan sakit kepala sering ditemukan selama HD, sebabnya tidak disequilibrium syndrome. Penarikan cairan dan elektrolit yang besar, lamanya dialisis, tidak efektifnya dialisis, dan tingginya ultrafiltrasi juga dapat menyebabkan terjadinya headache intradialysis (Erwin, 2. Rahmawati & Padoli . menambahkan bahwa prevalensi sakit kepala pada pasien HD mencapai 50%. Kejadian sakit kepala dialami klien pada waktu akan berakhirnya proses hemodialisis dan Klien mengeluh sakit Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 kepala pusing hingga tidak dapat berjalan untuk sesaat. Sakit kepala hipertensi, hipotensi, tingkat rendah serum, tingkat rendah rennin plasma, sebelum dan sesudah dialisis kadar BUN magnesium (Rahmawati & Padoli. Penelitian Raja & Seyoum . menunjukkan bahwa pada pasien yang mengalami komplikasi akut seperti hipotensi . %), mual dan muntah . 06%), kram otot . 71%) dam sakit kepala . 54%). Penelitian lainnya oleh (Ali et al. , 2. menunjukkan bahwa sebagian besar komplikasi pada pasien intradialisis adalah hipotensi . %), hipertensi . %), mual muntah . %) serta kram otot dan demam . %). Rumah Sakit Hermina Bekasi menggunakan dialisis jenis single use, yaitu dialyzer yang hanya digunakan satu kali untuk setiap sesi HD. Pemakaian dialisis single use dapat dengan dialyzer reuse, karena tidak ada proses sterilisasi ulang yang dapat meninggalkan residu kimia. Selain itu, cenderung lebih aman bagi pasien dengan sensitivitas tertentu terhadap bahan dialyzer (Hamid et al. , 2. Dengan dialyzer single use lebih relevan dalam pencegahan infeksi, tetapi tidak secara komplikasi hemodialisis yang terkait dengan mekanisme fisiologis. Berdasarkan tabel 4 hasil uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p=0,536 . <0,. yang artinya tidak ada hubungan usia dengan komplikasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arif tahun 2024 tentang Hubungan Usia Dengan Peningkatan Tekanan Darah Post Hemodialisa Pada Lansia diperoleh hasil penelitian menggunakan uji spearman rank untuk hubungan usia dengan peningkatan tekanan darah post hemodialisa. Uji bivariat usia p-value 0,001. Usia berhubungan dengan peningkatan tekanan darah post hemodialisa. Masa lanjut usia adalah fase di mana seseorang mengalami pematangan dan berjalannya waktu. Lansia umumnya adalah individu yang berusia 60 tahun ke atas. Mereka memiliki beragam kebutuhan dan masalah, mulai dari kesehatan hingga penyakit, serta dari aspek biopsikososial hingga spiritual. Selain itu, ada rentang kondisi adaptif hingga maladaptif pada populasi lanjut usia (Khasanah & Nurjanah, 2. Dengan bertambahnya usia, jumlah sel tubuh cenderung menurun, yang juga kapasitas air tubuh karena mayoritas air berada di dalam sel. Situasi ini diperparah oleh penurunan volume Ultrafiltrasi yang agresif pada tahap awal hemodialisis sering memicu respons hiperaktif dari sistem renin-angiotensinaldosteron dan sistem saraf simpatis, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah untuk memadai (Setyawan, 2. Pada hasil Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 penelitian ini tidak terdapat hubungan usia dengan jenis komplikasi hal ini komplikasi yang ditemukan beragam sehingga usia seseorang belum menentukan keterkaitan pada satu jenis komplikasi saja tetapi ditemukan banyak jenis komplikasi penyakit yang diderita pada pasien yang menjalani SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan AuKomplikasi Intradialitik Pasien Yang Menjalani HemodialisisAy, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Komplikasi yang dapat terjadi selama menjalani hemodialisis yaitu hiperkalemia, hipotensi, kram otot, sakit kepala dan uremia. Komplikasi hiperglikemia pasien yang menjalani hemodialisis paling banyak yaitu 18 orang . ,5%). Tidak ada hubungan usia dengan komplikasi dengan nilai p=0,536 . <0,. Menurut pandangan Islam pada pasien yang menjalani HD, dapat menjalani ibadah sholat seperti bertayamum sebagai pengganti wudhu dan keringan untuk tidak berpuasa jika dapat membahayakan Dalam Islam masyarakat juga berperan penting membantu kesembuhan pasien yang mendukung secara psikologis dan memberikan ikatan sosial dan keimanan dalam bermasyarakat, dengan memberikan perhatian. Interaksi positif ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang menekankan kasih penguatan spiritualitas. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis selama membuat jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA