ISSN: 2746-3656 Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan Perbandingan Serta Strategi Penanggulangannya Fika Nuralifah1*. Haryanih2. Meisya Aulia Putri3. Fatkhul Arifin4 1,2,3,4 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 15419. Indonesia *Coresponding Author: fikaanuralifahh@gmail. Diterima 11 Juli 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Kesulitan dalam belajar matematika masih menjadi tantangan besar bagi siswa sekolah dasar, khususnya pada materi skala dan perbandingan yang menuntut pemahaman konsep serta kemampuan berpikir logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dialami siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal pada topik tersebut, sekaligus merangkum strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasinya. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka terhadap artikel ilmiah terbitan tahun 2019 hingga 2024 yang relevan dengan konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar perbandingan dan skala, menafsirkan soal cerita, serta mengaitkan konsep dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjawab permasalahan tersebut, berbagai pendekatan, model, dan metode pembelajaran telah diterapkan, seperti pendekatan kontekstual, model Problem Based Learning (PBL), dan model penemuan terbimbing (Discovery Learnin. Selain itu, penggunaan media dan bahan ajar inovatif seperti E-LKPD berbasis konteks, komik digital edukatif, serta lembar kerja interaktif terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa agar mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis secara lebih mendalam dan memahami konsep skala serta perbandingan dengan lebih baik. Kata Kunci: kesulitan belajar. skala dan perbandingan. sekolah dasar. strategi pembelajaran. Citation : Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan Perbandingan Serta Strategi Penanggulangannya. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 48 Ae 56. 24114/jfi. Pendahuluan Matematika sebagai salah satu mata pelajaran sehari-hari. Dengan penting yang berperan besar dalam mengasah matematika sejatinya memfasilitasi siswa untuk kemampuan berpikir logis, kritis, dan pemecahan memahami dan menguasai konsep-konsep penting. masalah siswa. Menurut Johnson dan Myklebus . Semakin banyak konsep matematika yang dikuasai matematika dapat dipahami sebagai bahasa simbolis siswa, semakin besar pula kemampuan mereka dalam yang secara praktis berfungsi untuk mengekspresikan menemukan solusi pemecahan masalah secara efektif. hubungan-hubungan kuantitatif maupun keruangan. Salah satu kemampuan utama yang sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika adalah mempermudah cara berpikir (Trizulfianto et al. , 2. kemampuan pemecahan masalah. Di sekolah, masalah- Karena itulah, matematika menjadi mata pelajaran yang masalah matematika umumnya disajikan dalam bentuk sangat penting, sebab menuntut siswa untuk berpikir soal cerita. Soal cerita semacam ini menjadi alat bagi secara mendalam. Selain itu. Amir . menyebutkan guru untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan bahwa pembelajaran matematika juga bertujuan pemecahan masalah matematis para siswanya. Soal mempersiapkan siswa agar mampu menggunakan cerita matematika sendiri dapat diartikan sebagai soal yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat berbentuk Krisdiyanti. RifAoat. , & Siregar. Hubungan Antara Problem Solving Matematis. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 narasi, yang kemudian harus diterjemahkan menjadi yang tersedia di berbagai basis data elektronik seperti kalimat atau persamaan matematika, serta diolah Google Scholar. Garuda. ScienceDirect, dan Scopus. simbol-simbol Adams Bahan penelitian ini terdiri atas dokumen . alam Johar & Lubis, 2. mendefinisikan soal cerita sekunder berupa artikel jurnal, laporan penelitian, dan matematika sebagai soal yang dirancang dalam konteks dokumen ilmiah lain yang relevan dengan topik atau situasi nyata. Artinya, keberadaan soal ini kesulitan belajar matematika pada siswa sekolah dasar. bertujuan membantu siswa menerapkan konsep. Literatur yang digunakan dibatasi pada publikasi operasi dasar, dan keterampilan matematis mereka dalam rentang lima tahun terakhir . 9Ae2. untuk dalam menghadapi permasalahan dunia nyata. Akan memastikan keterkinian data dan relevansi konteks tetapi, menyelesaikan soal cerita seringkali menjadi Sumber literatur diambil dari jurnal tantangan tersendiri, baik bagi siswa maupun guru, nasional terakreditasi SINTA serta jurnal internasional karena proses penyelesaiannya melibatkan langkah- bereputasi yang memuat kajian dalam bidang langkah kognitif yang kompleks. Oleh karena itu, guru pendidikan matematika, psikologi pendidikan, dan perlu mendorong siswa menggunakan baik proses strategi pembelajaran. Secara keseluruhan, terdapat 15 literatur utama yang dianalisis secara mendalam untuk memecahkan soal-soal semacam itu (Mafruhah & mengidentifikasi pola kesulitan belajar siswa, faktor Muchyidin, 2. penyebabnya, serta berbagai pendekatan dan model Berbagai kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita, pembelajaran yang digunakan untuk mengatasinya. Desain penelitian ini bersifat deskriptif- khususnya pada materi skala dan perbandingan, disebabkan oleh lemahnya pemahaman konsep. Tujuannya adalah mengumpulkan dan mensintesis kurang teliti membaca soal, serta ketidakmampuan hasil-hasil penelitian terdahulu guna mengidentifikasi memodelkan masalah ke dalam bentuk matematika kesulitan siswa dalam memahami materi skala dan yang sesuai. Pendekatan pembelajaran yang monoton perbandingan, faktor penyebabnya, serta strategi dan kurang kontekstual juga memperburuk kondisi ini pemecahan masalah yang direkomendasikan oleh para (Wijayanti et al. , 2. Temuan Putri et al. peneliti sebelumnya. menegaskan bahwa siswa sering keliru menerapkan Langkah-langkah prosedur penelitian meliputi: Pencarian literatur dari database ilmiah nasional dan menyeluruh, dan belum terbiasa mengubah informasi naratif menjadi bentuk matematis yang dapat diolah. "kesulitan belajar skala", "perbandingan matematika". Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk dan "pemecahan masalah siswa". Seleksi artikel menganalisis jenis kesulitan yang dialami siswa dalam berdasarkan kriteria: . relevansi tematik, . kualitas memecahkan masalah skala dan perbandingan serta merumuskan strategi pembelajaran yang inovatif dan Pengelompokan informasi berdasarkan jenis kesulitan, kontekstual guna membantu guru meningkatkan faktor penyebab, dan solusi yang diberikan. Sintesis dan pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah, analisis isi dari literatur terpilih guna merumuskan dan hasil belajar siswa, sekaligus menjadi referensi bagi temuan utama penelitian. pengembangan media dan metode pembelajaran . Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif, yaitu dengan menginterpretasikan isi dari setiap artikel terpilih, kemudian mengkategorikan hasil temuan ke Metode Penelitian dalam pola-pola tertentu. Analisis ini dilakukan untuk menemukan kecenderungan umum mengenai bentuk langsung melalui kajian pustaka . ibrary researc. dan kesulitan siswa, faktor yang mempengaruhi, serta dilakukan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Seluruh strategi intervensi atau solusi yang telah dibuktikan proses penelitian dilakukan secara daring, melibatkan efektif oleh penelitian terdahulu. Penelitian penelusuran dan analisis terhadap publikasi ilmiah Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. pembelajaran yang dinilai efektif untuk mengatasinya. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menganalisis berbagai artikel dan Melalui kajian literatur terhadap publikasi yang terbit jurnal ilmiah yang membahas kesulitan siswa sekolah dalam lima tahun terakhir, penelitian ini juga dasar dalam memahami dan menyelesaikan soal mengevaluasi peran pendekatan pembelajaran aktif, matematika pada materi skala dan perbandingan. Studi kontekstual, dan penggunaan media inovatif dalam ini menyintesis temuan dari sejumlah penelitian terdahulu guna mengidentifikasi pola kesulitan yang pemecahan masalah matematika di tingkat sekolah dialami siswa, faktor-faktor penyebabnya, serta strategi Berikut in iartikel yang diperoleh dari hasil penulusuran Tabel 1. Tabel 1. Hasil Penelusuran Literatur Nama Penulis Identitas Jurnal Dewi, dkk Jurnal Media Akademik (JMA), 3. Judul Artikel Permsalah Temuan atau Hasil Penelitian Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII SMP PGRI 9 Jakarta pada Materi Perbandingan Siswa kesulitan merumuskan strategi dan melaksanakan rencana penyelesaian soal Agnesti & Amalia Jurnal Pendidikan Matematika UNP, 15. Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Perbandingan di SMP Negeri 2 Padang Siswa sulit memahami konteks soal cerita dan mengubahnya ke model Im, dkk. International Journal of Science and Mathematics Education, 18. Purba, dkk. Juring: Journal for Research in Mathematics Learning, 5. Prospective Primary School TeachersAo Competence for the Cognitive Analysis of StudentsAo Solutions to Proportionality Tasks Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Based Learning pada Materi Perbandingan untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP/MTs Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis PBL pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Middle School StudentsAo Learning Difficulties in the Ratio-Proportion Topic and a Suggested Solution: Envelope Technique Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar pada Materi Perbandingan dan Skala Calon guru SD kurang mampu menganalisis cara berpikir siswa dalam tugas Sebagian besar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah sedangAerendah. kesulitan utama pada tahap memahami masalah dan menerapkan model matematika. Kesulitan utama pada pemahaman masalah dan pemeriksaan hasil. penyebabnya kurang pemahaman konsep rasio dan konteks nyata. Banyak calon guru salah menafsirkan kesalahan siswa. pelatihan analisis solusi diperlukan untuk memperkuat pemahaman proporsionalitas. Perangkat berbasis PBL dinyatakan valid dan praktis. terbukti meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Ahsan, dkk. Journal of Mathematics Education Research, 5. yNalc, . Universal Journal of Educational Research, 6. Putri, dkk. , . Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9. Tidak tersedianya perangkat pembelajaran efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa rendah akibat perangkat pembelajaran yang kurang menantang. Perangkat berbasis PBL valid dan praktis. meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara Siswa mengalami miskonsepsi dalam rasio dan proporsi, terutama pada operasi reduksi dan ekspansi pecahan. Siswa SD kesulitan memahami konsep perbandingan dan skala karena lemahnya pemahaman dan Teknik Envelope membantu memperbaiki miskonsepsi dan meningkatkan ketepatan serta kecepatan penyelesaian masalah Ditemukan empat penyebab utama kesulitan. inovatif seperti Snowball Throwing dan Diorama Skala Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Wijyanti, dkk. Journal of Physics: Conference Series Utami, dkk. , 2020 Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5 Tassa, dkk. , 2023 Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 13. Hidayani, 2020 Jurnal Paedagogy: Jurnal Penelitian Pengembangan Pendidikan, 7. Widia, dkk. , . Pentagon: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2. Puriasi, . Jurnal Cendekia Pendidikan Matematika, 6. Analisis Pembelajaran Matematika Materi Skala dan Perbandingan Kelas V Sekolah Dasar Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Perbandingan di Sekolah Dasar Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Canva Comic Materi Perbandingan dan Skala Kelas V Sekolah Dasar Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Skala dan Perbandingan Melalui Pembelajaran Snowball Throwing di SD Negeri 11 Mataram Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Literasi Numerasi pada Materi Skala Perbandingan pada Kelas V Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Terhadap Pemahaman Konsep Skala dan Perbandingan Siswa Sekolah Dasar pembelajaran yang tidak Guru belum optimal dalam perencanaan dan penilaian pembelajaran skala dan Siswa kesulitan mengidentifikasi informasi penting dan strategi Guru perlu menggunakan media konkret dan pendekatan kontekstual agar siswa lebih mudah memahami konsep. Sebagian besar siswa masih rendah kemampuan perlu latihan soal kontekstual untuk memperdalam konsep. Canva Comic valid, praktis, dan meningkatkan hasil belajar dengan kategori peningkatan sedang. Metode Snowball Throwing meningkatkan partisipasi aktif dan ketuntasan belajar siswa hingga >77%. Bahan ajar tidak menarik, membuat siswa kurang termotivasi belajar. Hasil belajar rendah karena pembelajaran pasif dan berpusat pada guru. Siswa memiliki kemampuan literasi numerasi yang rendah pada materi skala perbandingan karena belum tersedia instrumen asesmen yang valid dan komprehensif untuk Media konvensional kurang menarik dan kurang efektif dalam membangun Kesulitan Siswa dalam Materi Skala dan Perbandingan Berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa Instrumen asesmen yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli, sehingga layak digunakan untuk mengukur literasi numerasi siswa secara autentik dan kontekstual. Media interaktif berbasis komputer meningkatkan pemahaman dan motivasi. rata-rata naik dari 65 menjadi Sementara itu. Dewi, dkk. menyatakan bahwa siswa sering gagal merumuskan strategi dan pada jenjang sekolah dasar hingga menengah pertama perbandingan, sehingga sebagian besar berada pada masih menghadapi kesulitan yang cukup kompleks kategori kemampuan pemecahan masalah sedang dalam memahami materi skala dan perbandingan. hingga rendah. Dari sisi konseptual, yNalc . Kesulitan tersebut umumnya muncul karena lemahnya pemahaman konseptual, kesalahan dalam mengaitkan miskonsepsi dalam membedakan antara perbandingan konsep dengan konteks kehidupan nyata, serta senilai dan berbalik nilai karena belum memahami rendahnya kemampuan dalam memecahkan masalah. bahwa rasio merupakan hubungan multiplikatif, bukan Agnesti dan Amalia . mengungkapkan bahwa Kesulitan ini diperparah oleh pembelajaran yang banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami masih berpusat pada guru dan cenderung mekanistik, konteks soal cerita dan menerjemahkannya ke dalam di mana siswa lebih banyak menghafal rumus daripada model matematika yang tepat. Hal serupa juga memahami maknanya (Hidayani, 2020. Putri, dkk. ditemukan oleh Utami, dkk. , bahwa sebagian besar siswa belum mampu mengidentifikasi informasi Peran guru dalam merancang pembelajaran penting dalam soal maupun merancang strategi berpengaruh besar terhadap keberhasilan siswa penyelesaian yang efektif. memahami konsep skala dan perbandingan. Wijayanti Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 menemukan bahwa guru sering belum pengalaman siswa, maka besar kemungkinan siswa merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang kaku pembelajaran, sehingga keterlibatan aktif siswa masih dan sulit. Hal ini menimbulkan dua sumber utama Mardianto et al. mempertegas bahwa kesulitan belajar, yakni aspek kognitifAiberupa lemahnya pemahaman konsep dan representasi matematisAiserta pedagogisAiyakni keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan dunia pembelajaran yang kurang kontekstual dan minim nyata yang mereka alami sehari-hari, maka pelajaran media menarik. Kesulitan tersebut semakin tampak menjadi abstrak dan kehilangan makna. Maka dari itu, ketika siswa harus memodelkan persoalan nyata ke pendekatan yang menghubungkan konsep matematika dalam bentuk matematika, sementara pemahaman dengan pengalaman nyata siswa menjadi sangat dasar tentang skala dan perbandingan masih lemah. penting untuk membangun pemahaman yang lebih Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih dalam dan bermakna. konseptual, kontekstual, dan berbasis pemecahan Menghadapi Ketika masalah agar siswa dapat membangun pemahaman pembelajaran skala dan perbandingan, para pendidik yang lebih mendalam dan bermakna terhadap materi mencoba mengembangkan strategi yang tidak hanya memudahkan siswa memahami materi, tetapi juga Siswa membuat mereka lebih terlibat secara aktif. Strategi menghubungkan angka-angka dalam soal dengan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada siswa konsep perbandingan yang sebenarnya (Agnesti & menjadi kunci dalam membantu mereka mengatasi Amelia, 2. Sering kali mereka tidak mampu kesulitan belajar. Tak hanya satu metode, kombinasi pendekatan yang bervariasi justru menjadi kekuatan perbandingan senilai dan kapan harus menggunakan dalam proses pembelajaran yang efektif. perbandingan berbalik nilai. Selain itu, siswa tidak Salah satu pendekatan yang terbukti efektif terbiasa dengan soal-soal yang berhubungan dengan Dalam konteks kehidupan nyata, seperti membaca peta, penelitian Nuriyanti et al. , siswa diajak untuk menghitung jarak, atau memahami ukuran miniatur. menemukan konsep melalui bimbingan bertahap dari Hal ini membuat mereka tidak memiliki "pegangan" Mereka tidak sekadar diberi jawaban, tetapi saat menghadapi soal kontekstual. dipandu untuk mengamati pola, membuat prediksi. Kesalahan juga sering terjadi bukan karena dan menarik kesimpulan sendiri. Hasilnya luar biasa: siswa tidak bisa menghitung, tetapi karena mereka siswa menjadi lebih aktif, rasa percaya diri mereka tidak memahami apa yang diminta dalam soal. Arista meningkat, dan nilai belajar pun melonjak dari rata-rata et al. , dalam penelitiannya menggunakan 55,25 menjadi 83,9. Ini menunjukkan bahwa memberi pendekatan langkah Polya, mencatat bahwa banyak ruang eksplorasi pada siswa dapat membangun siswa gagal dalam memahami masalah sejak awal, pemahaman yang lebih kokoh (Nuriyanti et al. , 2. sehingga strategi penyelesaian yang mereka pilih pun Strategi kolaboratif seperti Snowball Throwing, tidak tepat. Ini menunjukkan bahwa pemahaman sebagaimana diteliti oleh Hidayani . , memberikan konsep sangat penting untuk membangun dasar ruang yang luas bagi siswa untuk berinteraksi satu berpikir yang benar. sama lain. Melalui diskusi tanya-jawab berantai, siswa Tidak hanya itu, pendekatan pembelajaran tidak hanya belajar dari guru, tapi juga dari teman- yang kurang menarik turut memperparah situasi. Proses ini membangun dinamika belajar Seperti yang diungkapkan oleh Putri et al. yang menyenangkan dan meningkatkan rasa tanggung rendahnya motivasi belajar siswa sering kali dipicu oleh jawab terhadap proses pembelajaran. Dalam suasana seperti ini, matematika tidak lagi terasa menegangkan. Jika pembelajaran hanya berpusat pada guru, minim Pendekatan lain yang tak kalah penting adalah Problem Based Learning (PBL), yang menempatkan siswa Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 sebagai pemecah masalah utama. Agustina . seperti Contextual Teaching and Learning (Rahayu, dkk. menemukan bahwa melalui PBL, siswa lebih tertantang 2. dan model kooperatif Snowball Throwing untuk berpikir kritis, merumuskan solusi, dan (Hidayani, 2. juga terbukti mendorong partisipasi mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. PBL aktif siswa serta membantu mereka mengaitkan konsep membantu siswa tidak hanya belajar Aubagaimana matematika dengan pengalaman sehari-hari, sehingga menghitung,Ay tapi juga Aumengapa menghitungAy dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tak Selain pengembangan media dan model etnomatematika yang digagas oleh Mahmud dan pembelajaran, inovasi juga dilakukan dalam bidang Perdana . mengaitkan pembelajaran matematika asesmen yang berperan penting untuk mengukur dan dengan budaya lokal, seperti proses produksi garam. memantau perkembangan kemampuan siswa. Widia. Siswa menjadi lebih antusias karena mereka merasa . mengembangkan instrumen asesmen materi yang dipelajari dekat dengan kehidupan berbasis literasi numerasi yang dinyatakan valid dan Ketika konteksnya dikenal, konsep pun lebih layak digunakan untuk mengukur kemampuan siswa mudah dipahami. Strategi ini membuktikan bahwa pada materi skala perbandingan. Instrumen ini tidak pembelajaran matematika bisa dirancang secara hanya berfungsi sebagai alat evaluasi hasil belajar, tetapi kontekstual dan tetap bernilai budaya. juga membantu guru menilai kemampuan numerasi siswa secara autentik dan kontekstual, sesuai dengan Pengembangan Media dan Bahan Ajar Inovatif semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan Sebagai respons terhadap berbagai kesulitan penilaian berbasis kompetensi dan pengalaman nyata. yang dialami siswa, sejumlah penelitian berfokus pada Di era digital dan visual seperti saat ini, media pengembangan media dan bahan ajar inovatif yang pembelajaran memiliki peran yang sangat penting mampu meningkatkan pemahaman konsep serta dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan motivasi belajar. Model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning atau PBL) menjadi salah satu pembelajaran skala dan perbandingan, media yang pendekatan yang paling banyak diadopsi. Purba, dkk. dikembangkan harus mampu menjembatani antara . konsep-konsep abstrak dengan realitas yang dekat berbasis PBL yang terbukti valid, praktis, dan efektif dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah para pendidik kini berlomba-lomba mengembangkan matematis siswa. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh bahan ajar inovatif yang tidak hanya interaktif, tetapi Ahsan, dkk. , bahwa perangkat PBL mampu juga relevan, kontekstual, dan menyenangkan, agar melatih kemampuan berpikir kritis siswa SMP secara proses pembelajaran matematika menjadi lebih efektif signifikan karena menuntut keterlibatan aktif dalam dan bermakna. menyelesaikan permasalahan kontekstual. Dalam Salah satu media yang banyak digunakan Inovasi lain dalam pembelajaran matematika adalah E-LKPD interaktif seperti yang dikembangkan oleh Puriasih dan Rati . LKPD ini tidak sekadar pembelajaran yang kreatif dan menarik. Tassa, dkk. berisi soal, melainkan dirancang dalam format digital . mengembangkan bahan ajar berbasis Canva yang responsif, dengan skenario masalah yang Comic yang dinyatakan valid serta efektif dalam menuntun siswa berpikir kritis. Melalui media ini, siswa meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada dapat belajar secara mandiri dan aktif, sekaligus materi perbandingan dan skala. Puriasi . turut merasakan tantangan yang membangun daya nalar menambahkan bahwa penerapan media interaktif (Puriasih & Rati, 2. berbasis komputer mampu meningkatkan pemahaman Di sisi pembelajaran yang konsep sekaligus motivasi belajar siswa secara dirancang oleh Saputro . menjadi solusi efektif signifikan, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata dari untuk pembelajaran blended. Modul ini bisa digunakan 65 menjadi 83. Selain itu, pendekatan kontekstual secara mandiri atau dalam kelompok, dan menyajikan Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. materi skala dan perbandingan dengan cara yang Oleh karena itu, metode-metode seperti sistematis serta penuh aktivitas. Modul ini juga membantu guru dalam mengarahkan proses belajar kolaboratif perlu terus dikembangkan dan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa dengan konteks kelas. Dengan pendekatan ini, siswa (Saputro, 2. tidak hanya belajar "rumus", tetapi juga membangun Bagi siswa yang lebih suka belajar melalui PBL, cara berpikir logis dan analitis. gambar dan cerita, komik digital edukatif bisa menjadi Media dan bahan ajar berperan penting dalam pilihan tepat. Tassa et al. mengembangkan komik menciptakan pembelajaran yang hidup dan relevan. dengan visual yang menarik untuk menjelaskan konsep Ketika media disesuaikan dengan dunia siswa, seperti Pendekatan ini membuat siswa lebih melalui E-LKPD, komik digital, atau LKPD kontekstual, mudah memahami materi karena disampaikan dalam konsep yang kompleks dapat dipahami dengan lebih bahasa yang ringan dan visual yang menarik. Selain mudah dan menyenangkan. Selain itu, evaluasi perlu meningkatkan daya tarik, komik juga membantu berfokus tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada memperkuat ingatan siswa terhadap konsep (Tassa, proses dan konteks pembelajaran melalui asesmen , 2. berbasis literasi numerasi, agar siswa tidak sekadar Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik menghitung, tetapi juga memahami makna di balik (LKPD) berbasis kontekstual seperti yang dilakukan Dengan oleh Simbolon dan Sukmawarti . juga terbukti matematika yang bermakna, menyenangkan, dan LKPD ini mengajak siswa untuk mengaitkan kontekstual akan menumbuhkan motivasi, rasa percaya konsep matematika dengan dunia nyata, misalnya diri, serta kemampuan berpikir kritis siswa. menghitung luas denah sekolah atau membandingkan harga barang di pasar. Pendekatan ini mendorong Penutup siswa untuk berpikir lebih dalam dan menyadari bahwa Berdasarkan matematika sangat dekat dengan kehidupan mereka penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa (Sukmawarti Skala et al. , 2. dalam memecahkan masalah skala dan perbandingan Terakhir. Widia et al. menekankan kesulitan dalam menafsirkan soal cerita, dan lemahnya Instrumen yang mereka kembangkan mengukur sejauh kemampuan dalam merancang serta mengevaluasi mana siswa mampu memahami konsep matematika strategi pemecahan masalah. Faktor-faktor tersebut dalam situasi yang realistis. Dengan pendekatan ini, penilaian tidak hanya menjadi alat ukur, tapi juga penggunaan model pembelajaran yang kurang variatif, meliputi keterbatasan pemahaman konsep dasar, reflektif dan bermakna (Widia Widia et al. , 2. Temuan dari berbagai penelitian tersebut kebutuhan siswa. Namun, kesulitan-kesulitan tersebut dapat ditanggulangi melalui penerapan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual, seperti Problem matematika, khususnya pada materi skala dan Based Learning, metode penemuan terbimbing, dan perbandingan, tidak bisa lagi dilakukan secara Guru perlu hadir sebagai fasilitator aktif meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil yang mampu membaca kebutuhan siswa dan belajar siswa secara signifikan. menghubungkannya dengan pendekatan yang tepat. Oleh karena itu, disarankan agar guru Dalam hal ini, strategi pembelajaran yang aktif, senantiasa mengidentifikasi bentuk kesulitan belajar kontekstual, dan menyenangkan menjadi sebuah siswa dan merancang pembelajaran yang adaptif dan Penggunaan media pembelajaran yang relevan Proses belajar seharusnya tidak hanya mengejar dengan kehidupan sehari-hari siswa serta berbasis capaian angka, tetapi juga membangun pemahaman teknologi seperti E-LKPD, modul digital, atau komik mendalam yang dapat diterapkan dalam kehidupan Nuralifah. Haryani. Putri. , & Arifin. Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Skala dan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 menyampaikan materi skala dan perbandingan secara Haryanti. Lastini. , & Setyaningsih. lebih menarik dan efektif. Selain itu, pengembangan Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik instrumen asesmen berbasis literasi numerasi sangat Sekolah Dasar Terhadap Kemampuan Koneksi penting untuk memastikan ketercapaian kompetensi Matematis Dalam Statistika. Pendas: Jurnal siswa secara akurat dan berkelanjutan. Penelitian Ilmiah lanjutan juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi https://doi. org/10. 23969/jp. efektivitas strategi pembelajaran secara jangka panjang Hidayani. Upaya Peningkatan Prestasi dan lintas konteks pendidikan. Pendidikan Belajar Siswa Dasar, 9. Materi Skala Perbandingan Melalui Pembelajaran Snowball Daftar Pustaka