Jurnal Social Library, 1 . November . ISSN 2776-1592 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/sl. Jurnal Social Library Available online https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Hubungan Self-Efficacy Dengan Penyesuaian Diri Pada Siswa Baru Di Sekolah SMP STI Nurul Ilmi Medan The Correlation Between Self-Efficacy and Adjustment to New Students at SMP STI Nurul Ilmi Medan Nafeesa. *) & Erlina Sari Siregar. Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area. Indonesia *Corresponding author: nafeesa@staff. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self-efficacy dengan penyesuaian diri terhadap siswa baru SMP STI NURUL ILMI MEDAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dan penelitian yang digunakan jenis penelitian korelasi. Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling dengan populasi 168 siswa dan sampel 65 siswa. Metode pengambilan data menggunakan skala angket. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada Hubungan Self Efficacy dengan penyesuaian diri terhadap sekolah menengah pertama pada siswa Dengan asumsi semakin tinggi self efficacy maka penyesuaian diri pada siswa begitu juga Hasil yang digunakan pada Analisis data dengan metode analisis korelasi r Product Moment, diketahui bahwa ada hubungan positif antara penyesuaian diri terhadap Siswa Baru dimana rxy = 0,415 dengan signifikan p = 0. 001 < 0,050. Begitupun. Self Efficacy tinggi sebab nilai rata-rata empirik . lebih besar dari hipotetik . , dan penyesuaian diri tergolong tinggi sebab nilai rata-rata empirik . lebih tinggi dari nilai rata-rata hipotetik . Koefisien determinan . dari hubungan antara variable bebas X dengan variable terikat Y adalah sebesar r2 = 0. Ini menunjukkan bahwa Self Efficacy berkontribusi terhadap penyesuaian diri sebesar 17,2%. Maka kesimpulan dari hipotesis yang di ajukan dinyatakan diterima. Kata Kunci: Self-Efficacy. Penyesuaian Diri. Siswa Baru. Abstract This study aims to see the relationship between self-efficacy and adjustment to new students at SMP STI NURUL ILMI MEDAN. The approach used in this research is a quantitative approach. And the research used is the type of correlation research. Sampling using random sampling technique with a population of 168 students and a sample of 65 students. The data collection method used a questionnaire scale. So the hypothesis proposed in this study is that there is a relationship between self-efficacy and adjustment to junior high school for new students. Assuming the higher the self-efficacy, the students' self-adjustment and vice versa. The results used in data analysis using the r Product Moment correlation analysis method, it is known that there is a positive relationship between self-adjustment to new students where rxy = 0. with a significant p = 0. 001 < 0. Likewise. Self Efficacy is high because the empirical average value . is greater than the hypothetical . , and self-adjustment is high because the empirical average value . is higher than the hypothetical average value. The determinant coefficient . of the relationship between the independent variable X and the dependent variable Y is r2 = 0. This shows that Self Efficacy contributes to self-adjustment by 17. Then the conclusion of the proposed hypothesis is accepted. Keywords: Self-Efficacy. Adjustment. New student. How to Cite: Nafeesa. Nafeesa & Siregar. Erlina Sari. , 2021. Hubungan Self-Efficacy Dengan Penyesuaian Diri Pada Siswa Baru Di Sekolah SMP STI Nurul Ilmi Medan ,Jurnal Social Library, 1 . : 124-127. ISSN 2776-1592 (Onlin. PENDAHULUAN Dalam arti luas, proses adaptasi didasarkan pada hubungan antara individu dan lingkungan sosialnya, yang dibutuhkan individu, tidak hanya menghadapi dua kebutuhan individu, untuk mengubah perilaku di dalam, dan untuk mengubah lingkungan eksternal. Dalam lingkungan tempat tinggalnya, ia juga harus mampu beradaptasi dengan kehadiran dan berbagai aktivitas individu lain. Sebagai pelajar, remaja memiliki kepribadian yang unik karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perkembangan remaja pada hakikatnya merupakan upaya untuk beradaptasi, secara aktif mengatasi tekanan dan mencari jalan keluar dalam lingkungan yang baru. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah di lingkungan yang baru tergantung pada bagaimana siswa menggunakan pengalaman yang diperoleh di lingkungan sebelumnya, dan kemampuan memecahkan masalah tersebut akan membentuk sikap pribadi yang optimis dan dewasa. Adaptasi diri adalah kemampuan siswa untuk beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya dan dengan demikian beradaptasi dengan baik dengan Agustiani . menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat dikatakan sebagai cara tertentu yang dilakukan siswa untuk merespon eksternal yang dihadapinya. Pendapat ini penyesuaian, perhatian harus diberikan pada dua kebutuhan ini dalam adaptasi, karena siswa lebih mungkin untuk beradaptasi dengan kebutuhan diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Menurut Schneiders . alam Wiwin, 2007:. , penyesuaian diri adalah https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Aukemampuan untuk mengatasi tuntutan tekanan, frustrasi, dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang sesuai. Hal ini sesuai dengan observasi dan wawancara dengan siswa baru di SMP STI NURUL ILMI MEDAN. Ada banyak tantangan yang muncul dalam proses penyesuaian diri dengan siswa baru, mulai dari beradaptasi dengan guru, mata pelajaran, teman, dan Ada siswa yang bisa menyesuaikan diri dengan baik, tetapi ada siswa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan baik, bahkan ada siswa yang ingin mengundurkan diri dari sekolah yang artinya dia tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dalam praktiknya, siswa tidak selalu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri. Hal ini disebabkan adanya rintangan atau hambatan tertentu yang menghalangi siswa untuk dapat menyesuaikan diri secara optimal. Seperti yang dikatakan Lazarus (Desmita, 2011: , penyesuaian diri yang sehat mengacu pada konsep kehidupan pribadi yang AusehatAy, baik dalam diri sendiri maupun dalam hubungan dengan individu Dalam arti luas, penyesuaian diri dapat berarti mengubah diri sesuai dengan kondisi lingkungan sekaligus mengubah lingkungan sesuai dengan . Penyesuaian diri dalam artinya yang pertama disebut juga penyesuaian diri yang autoplastis . ibentuk sendir. , sedangkan penyesuaian diri yang kedua juga disebut penyesuaian diri yang aloplastis . lo = yang lai. Jadi, penyesuaian diri ada artinya yang AupasifAy, dimana kegiatan kita ditentukan oleh lingkungan, dan ada artinya yang AuaktifAy, dimana kita pengaruhi lingkungan (Gerungan, 2009: . ISSN 2776-1592 (Onlin. Berbeda dengan individu dengan efikasi diri yang tinggi, inndividu ini akan berusaha atau bekerja lebih keras dalam menghadapi berbagai tantangan. Individu dengan efikasi diri yang tinggi memiliki problem focused coping yang tinggi. Individu dengan efikasi diri rendah cenderung memiliki emotional focused coping yang tinggi. Self-efficacy mempengaruhi adaptasi dan terlihat pada siswa yang percaya bahwa mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru mereka di sekolah, yang dapat mempengaruhi bagaimana mereka mengatasi berbagai hambatan dan tekanan yang datang dengan memenuhi peran sebagai siswa baru. Dari hasil observasi lapangan, siswa baru SMP STI NURUL ILMI MEDAN menunjukkan hasil yang tinggi dalam hal efikasi diri. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini AuAku jika tidak bisa menyesuaikan diri. Memilih untuk mendekati temen ramah. Dan dari temanku itu aku belajar bagaimana agar bisa menyesuaikan diri. " (WW. November Di atas adalah gambaran dari aspek tingkat magnitude (Self-Efficac. Jika dilihat dari aspek generalisasi . maka hasil dari wawancara yang diperlihatkan adalah sebagai berikut: "saya bisa memanfaatkan situasi dalam kesempatan memiliki teman. Misalnya begini kak, saya kan selalu dibawakan bekal makanan kesekolah. Nah dari bekal yang saya miliki untuk memulai percakpan saya menawari bekal yang saya bawa itu. Dan saya untuk diawal sekolah berinisiatif meminta bekal dilebihkan. Dari situ saya mendapatkan teman, (BM. November 2. Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa adaptasi siswa baru SMP STI NURUL ILMI MEDAN di Medan cenderung berasal dari motivasi https://penelitimuda. com/index. php/SL/index dan inisiatif dari dalam diri sendiri, untuk menanamkan pemikiran bahwa adaptasi dapat diatasi dengan memotivasi diri sendiri untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Self-efficacy siswa SMP Darul Ilmu cenderung yakin mereka akan berhasil untuk mewujudkan keinginannya, percaya bahwa mereka akan berhasil jika terus mengasah kemampuannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan, sebagian dari siswa menunjukkan penyesuaian diri yang tinggi hanya saja masih memiliki self-efficacy yang rendah. Hal ini ada hubungannya dengan keinginan self-efficacy yang dimiliki siswa dipengaruhi beberapa aspek seperti tingkatan, kekuatan dan generalisasi pada siswa dalam mengalami Penyesuaian diri yang juga akan mempengaruhinya. Oleh karena itu, sebagian siswa yang mengalami Penyesuaian diri yang tinggi namun masih memiliki self-efficacy yang cukup rendah karena adanya pengaruh yang dialami siswa. Berdasarkan latar belakang diatas yang telah diuraikan maka menjadi Hubungan self-efficacy dan Penyesuaian diri Pada Siswa Baru di SMP STI NURUL ILMI MEDAN. METODE Pendekatan yang digunakan dalam Dan penelitian yang digunakan jenis penelitian korelasi. Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling dengan populasi 168 siswa dan sampel 65 siswa. Metode pengambilan data menggunakan skala angket. Dalam penelitian ini digunakan alat ukur tipe Skala self-efficacy disusun menurut aspek self-efficacy dan penye-suaian diri berbasis penyesuaian. ISSN 2776-1592 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh dari pengolahan data yaitu self-efficacy, dan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Alfa-Kronbach . dengan jumlah item sukses sebesar 0,847 dan jumlah 14 item. Kemudian, dari variabel penyesuaian diri diperoleh Alpha-Kronbach yang berhasil sebesar 0,891 dengan jumlah item 32. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan teknik korelasi Pearson Produk Momen. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian kedua variable terdistribusi secara normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov Smirnov dengan bantuan SPSS. Data dikatakan terdistribusi normal jika nilai p > 0,05. Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel coping stress berkorelasi secara linear terhadap data variabel kecerdasan emosional. Uji linearitas ini menggunakan Tes for Linierity. Kedua variabel dikatakan berhubungan secara linear jika p > 0,05. Self-efficacy berkontribusi 33,3% dan untuk penyesuaian diri 66,7%. DAFTAR PUSTAKA