Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X Pelatihan Urban Farming Guna Meningkatkan Keterampilan AnakAnak Panti Asuhan Tat Twam Asi I Nyoman Indra Kumara1. Decky Cipta Indrashwara2. I Gede Fery Surya Tapa3. Melati Budi Srikandi4 1,2,3,4 Universitas Pendidikan Nasional. Denpasar. Indonesia E-mail: indrakumara@undiknas. ciptaindrashwara@undiknas. ferysuryatapa@undiknas. melatibs@undiknas. Abstrak Pelatihan urban farming di Panti Asuhan Tat Twam Asi bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anak-anak dalam bercocok tanam di lingkungan perkotaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan metode yang mencakup sesi teori dan praktik. Pada sesi teori, anak-anak diperkenalkan dengan konsep dasar urban farming, termasuk teknik penanaman dan perawatan tanaman yang sesuai untuk ruang terbatas. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa anak-anak berhasil menerapkan teknik yang dipelajari dengan baik, serta menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya urban farming dalam konteks ketahanan pangan yang didapatkan dari pre-test dan post-test kuisioner yang disebar sebelum dan sesudah pelatihan. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak panti Sebagai saran, pelatihan berkelanjutan dan penambahan fasilitas pendukung dapat meningkatkan efektivitas program di masa depan Kata Kunci: Urban farming. Anak. Panti Asuhan. Abstract The urban farming training at the Tat Twam Asi Orphanage aims to enhance the skills and knowledge of children in cultivating plants in urban environments. This one-day activity employs methods that include theoretical and practical sessions. In the theoretical session, the children are introduced to the basic concepts of urban farming, including planting techniques and plant care suitable for limited The training results show that the children successfully applied the techniques they learned and demonstrated a deep understanding of the importance of urban farming in the context of food security, as evidenced by pretest and post-test questionnaires distributed before and after the training. This program not only provides new knowledge but also fosters a sense of responsibility and environmental awareness among the orphanage children. As a recommendation, continuous training and the addition of supporting facilities could enhance the program's effectiveness in the future Keywords:Urban Farming. Children. Orphanages. PENDAHULUAN rumah, atap, atau halaman rumah Urban farming adalah metode (Maulana et al. , 2. Urban farming bercocok tanam yang dapat dilakukan di lingkungan perkotaan. Metode ini adanya respons terhadap tantangan urbanisasi, ketahanan pangan, dan hanya dengan meningkatkan daya guna ruang terbatas seperti tembok beberapa tahun terakhir (Rohman. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X Selain itu, diterapkannya urban menaungi sebanyak 30 anak-anak farming di rumah dapat membantu yang memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan akses memadai (Kumara et. , 2. Adanya program pelatihan urban farming ini tidak hanya bertujuan Di satu sisi, konsep ini semakin Indonesia, perkotaan yang ingin meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan pangan Namun, di sisi lain, masih yang tanggung jawab, dan kerjasama antar belum tau metode ini. Khususnya pada sesama anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan keterampilan ini keterbatasan sumber daya pendidikan diharapkan merka dapat lebih mandiri dan keterampilan mengenai lingkungan dan memiliki bekal yang lebih baik (Safitri et al. , 2. Anak-anak di panti untuk masa depan. asuhan membutuhkan keterampilan Selain itu menurut Fauzi et al. farming di Panti Asuhan Tat Twam Asi tentang ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi model bagi lembaga membantu mereka dalam membangun atau komunnitas lain yang serupa guna kemandirian dan keterampilan hidup meningkatkan keterampilan anak-anak. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek (Murdiono et al. , 2. Oleh karena itu, mulai dari teknik menanam, perawatan pelatihan urban farming dapat menjadi tanaman, hingga manajemen hasil Program yang melibatkan anak- kebutuhan tersebut. anak secara aktif dalam setiap tahap Panti Asuhan Tat Twam Asi yang berlokasi di Kota Denpasar. Provinsi Bali peningkatan gizi maupun pemahaman pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. Di panti asuhan ini Dalam jangka panjang. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X media tanam dan menanam bibit Mahasiswa mendampingi dan memberikan arahan secara langsung, sehingga peserta kehidupan mereka. dapat belajar dengan cara praktik METODE Bahan dan peralatan yang Metode digunakan pada pelatihan ini meliputi: Bahan-Bahan Pelatihan: Panti Asuhan Tat Twam Asi mencakup Bibit pakcoy (Bintang Asi. kombinasi antara sesi teori dan praktik. Tanah Pada (Mitra Pupuk organik cair (BioSimba, diberikan test mengenai dasar-dasar Organi. dengan sesi pre-test. Peserta pelatihan 90% kemurnia. Selanjutnya Air sumur . engan pH 6. dilaksananakan pemaparan materi dan Peralatan Pelatihan: pengenalan konsep urban farming. Sekop tangan (Garden. Para Slop tangan plastik (Clean. Universitas Pendidikan Nasional Pot plastik dari botol air minum memberikan penjelasan tentang dasardasar bekas . kuran 600 m. jenis-jenis Sprayer air manual. tanaman yang cocok untuk ditanam di Setelah istirahat makan siang, teknik-teknik sesi praktik dilanjutkan dengan tahap menanam yang efisien. Sesi teori ini kedua yang fokus pada perawatan tanaman dan manajemen hasil panen. pemahaman yang komprehensif dan Anak-anak anak-anak pengetahuan dasar yang diperlukan pemeliharaan tanaman, serta cara sebelum terjun ke praktik. mengelola hasil panen yang mereka Setelah Metode pelaksanaan ini mengikuti sesi praktik yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan sebelum makan siang, yaitu Kombinasi antara teori dan praktik peserta dibimbing dalam menyiapkan anak-anak Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X Sesi Pre-test pemahaman dan keterampilan mereka Sesi pre-test dilakukan sebelum dalam bercocok tanam (Qibtiyah et al. memulai pelatihan urban farming untuk Pada tahap evaluasi dan diskusi mengukur tingkat pemahaman awal peserta terhadap konsep dan teknik Sesi ini peserta diberikan post-test perkotaan (Regina and Kumara, 2. kesempatan bagi untuk merefleksikan Pre-test pengalaman mereka, bertanya tentang google form yang berisi serangkaian hal-hal yang belum dipahami, dan pertanyaan tentang pengetahuan dasar mendapatkan umpan balik dari Dosen urban farming. Total pertanyaan yang dan mahasiswa. Menurut Asteriani et diberikan di kuisioner sejumlah 15 pertanyaan sesuai dengan indikator- diharapkan peserta dapat menguasai indikator yang telah ditetapkan. Berikut adalah indikator yang digunakan di . , kuisioner, yakni: Konsep Urban Farming sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Indikator Pelatihan urban farming di Panti Asuhan Tat Twam Asi dilaksanakan peserta mengenai urban farming. Contoh: bertujuan untuk memberikan dasar "Apakah Juli Program anak-anak farming dalam kehidupan sehari-hari Teknik dan Media Indikator ketahanan pangan di masa depan. Berdasarkan yang telah dijelaskan, berikut adalah hasil dari setiap tahapan kegiatan yang penggunaan media tanam. dimulai dari sesi pre-test, sesi teori, sesi Contoh: praktik tahap pertama, sesi praktik "Apakah tanah gembur termasuk tahap kedua, dan sesi post-test. salah satu jenis media tanam yang Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X cocok untuk bercocok tanam di farming dan teknik-teknik bercocok ruang terbatas?" tanam yang sesuai untuk lingkungan Manfaat Urban Farming Indikator Materi mengukur seberapa dalam peserta farming dibantu dengan berbagai alat memahami dampak positif urban bantu visual seperti gambar dan video agar lebih mudah dipahami. Anak-anak Contoh: aktif ber diskusi dan tanya jawab, "Apakah menunjukkan rasa ingin tahu yang membantu meningkatkan asupan tinggi dan pemahaman yang baik nutrisi dan konsumsi buah dan tentang berbagai aspek urban farming. Foto kegiatan sesi teori dapat dilihat Hasil pre-test dapat dilihat pada pada gambar 2 dan gambar 3. Skor tertinggi dalam tes tersebut adalah 100, sedangkan batas minimum adalah 0. Berdasarkan hasil pre-test pemahaman peserta mengenai urban Data Gambar 2. Pelaksanaan Penjelasan Prinsip Dasar Urban farming. mahasiswa dalam memberikan materi pelatihan pada sesi teori. Pre-test Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Pre-test Gambar 3. Pelaksanaan Sesi Teori Sesi Praktik Tahap Pertama Gambar 1. Grafik Rata-rata Hasil Pre-test Pada sesi praktik tahap pertama. Sesi Teori peserta dilibatkan langsung dalam Pada Mereka belajar cara memilih wadah Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X yang sesuai, menyiapkan campuran tanah, dan memilih bibit dengan benar. Proses Dosen dan mahasiswa memberikan mereka terhadap hasil yang mereka anak-anak melakukannya sendiri. Hasilnya, setiap kelompok berhasil menyiapkan media tanap jenis sayuran pakcoy dengan Foto kegiatan sesi teori hasil yang memuaskan. Anak-anak dapat dilihat pada gambar 5. kepuasan atas pencapaian mereka. Foto kegiatan sesi teori dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 5. Proses Menyiapkan Media Tanam Sesi Post-test Sesi post-test dilakukan setelah Gambar 4. Proses Menyiapkan Media Tanam hasil pre-test (Setiawan et. , 2. melanjutkan menanam bibit tanaman Hasil post-test dapat dilihat pada Mereka Hasil ini digunakan untuk memberikan pupuk, dan memantau Anak- Serta pelaksana untuk meningkatkan kualitas baik dalam merawat tanaman dan memberikan umpan balik kepada tim anak menunjukkan kemampuan yang sesudah pelatihan seperti yang dapat diperkenalkan dengan teknik pemahaman peserta sebelum dan kesehatan tanaman. Selain itu, anakanak anak meningkat dibandingkan dengan Pada tahap kedua, anak-anak pemahaman dan keterampilan anak- Sesi Praktik Tahap Kedua pelatihan di masa depan. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 Post-test e-ISSN: 2656 - 677X Indikator 1 Indikator 2 pengetahuan anak-anak dalam urban Indikator 3 Post-test Mereka pemahaman yang baik tentang teknik Gambar 6. Grafik Rata-rata Hasil Pre-test kepuasan dari hasil yang mereka capai. SIMPULAN Perbandingan Grafik Rata-rata Hasil Pemahaman Peserta Pelatihan urban farming yang dilaksanakan di Panti Asuhan Tat Indikator 1 Indikator 2 Pre-test Twam Asi keterampilan dan pengetahuan anak- Indikator 3 anak mengenai urban farming. Melalui Post-test2 sesi teori, anak-anak mendapatkan Gambar 7. Perbandingan Grafik Rata-rata Hasil Pemahaman Peserta Sehingga konsep dan teknik urban farming, yang kemudian diterapkan secara langsung perbandingan grafik rata-rata hasil dalam sesi praktik. Hasil pre-test dan post-test memperlihatkan bahwa anak- pemahaman yang mendalam tentang peningkatan yang signifikan bagi anak- anak panti asuhan. Hal ini ditunjukkan keterampilan, rasa tanggung jawab, dan kesadaran lingkungan di kalangan rata-rata perolehan nilai sebagai berikut: anak-anak panti asuhan. Indikator 1 meningkat dari 72 ke 92. UCAPAN TERIMA KASIH Indikator 2 meningkat dari 63 ke 95. Indikator 3 meningkat dari 68 ke 89. Hal Ucapan terima kasih ditujukan Universitas Pendidikan Nasional dan Pengelola Panti Asuhan Panti Tat Twam Asi Asuhan Tat Twam Asi menghasilkan kegiatan ini. Ucapan terima kasih dapat manfaat yang signifikan bagi anak- Secara Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 13 - 21 e-ISSN: 2656 - 677X kegiatan ini dapat berjalan dengan Communication 203-. Ie. REFERENSI