JURNAL BHAKTI CIVITAS AKADEMIKA Volume VII. Nomor 1. Tahun 2024 ISSN 2615-210X (Prin. dan ISSN . (Onlin. Available Online at http://e-journal. id/index. php/jbca PENYULUHAN TANDA GEJALA STUNTING UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SAYUTAN MAGETAN Achmad Vindo Galaresa. Program Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Email : vindo92@gmail. Mega Arianti Putri. Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Email : arianti. mega89@gmail. Sesaria Betty Mulyati. Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Email : arwidyaputra88@gmail. Korespondensi : a. vindo92@gmail. ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi buruk kronis akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama sehingga menimbulkan gangguan pada anak. Dampak stunting adalah peningkatan angka kesakitan dan kematian, permasalahan tumbuh kembang anak, terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan produktivitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu balita mengenai tanda-tanda gejala stunting. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan Luaran yang diharapkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dapat dicapai dengan indikator peningkatan tingkat pengetahuan ibu balita tentang tandatanda gejala stunting untuk pencegahan stunting Kata Kunci : Tanda. Gejala. Stunting. Ibu Hamil Halaman | 52 PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi yaitu 37,2%. Salah satu penyebabnya adalah pemberian nutrisi yang tidak adekuat saat masa pertumbuhan. Stunting menurut World Health Organization (WHO) Child Growth Standart didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas . -scor. kurang dari -2 SD. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar . %). Vietnam . %), dan Thailand . %). Hasil analisis lanjut data Riskesdas 2013 pada kelompok usia 2-3 tahun menemukan prevalensi sebesar 42,38 persen. Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting (Prihutama et al. , 2. Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Status gizi balita merupakan indikator kesehatan yang paling sensitif dalam menentukan derajat kesehatan Pada masa balita diperlukan perhatian yang lebih terutama dalam hal kecupukan gizi, karena masa tersebut merupakan masa dimana anak sangat peka terhadap lingkungannya (Eksa et al. , 2. Faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia salah satunya yaitu gizi. Maka jika kualitas manusia usia muda tidak baik, akan kehilangan sebagian besar potensi pandai yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan bangsa ini. Anak balita merupakan masa yang paling penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak (Kurniati, 2. Balita yang memiliki gizi kurang akan beresiko memiliki dampak jangka panjang yang berakibat menurunnya tingkat kecerdasan anak-anak. Anak sebagai penerus bangsa harus memiliki kualitas yang baik dalam segi kesehatan dan pendidikan sebagai upaya pembangunan nasional agar dapat melanjutkan kehidupan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Seseorang yang menderita stunting akan lebih beresiko terkena penyakit degeneratif(Fauza et al. , 2. Berdasarkan data hasil survey di Puskesmas Parang didapatkan data bahwa, pada tahun 2021 kasus stunting didesa Sayutan terdapat 12 balita yang mengalami Pencegahan agar tidak bertambahnya kejadian stunting sangat diperlukan terutama kepada ibu hamil. Untuk mengetahui tanda gejala stunting yang tepat maka dibutuhkan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan pengkajian awal. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil adalah dengan memberikan edukasi kesehatan terkait pentingnya pencegahan stunting dengan mengetahui tanda gejala yang tepat dan sesuai pada ibu hamil desa Sayutan Kabupaten Magetan Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil Desa Sayutan Kabupaten Magetan tentang pentingnya tanda gejala stunting untuk pencegahan stunting. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sayutan Kabupaten Magetan ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya adalah : Survey lokasi, sasaran dan sosialisasi Survey lokasi adalah tahap awal untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Halaman | 53 kejadian stunting dan jumlah keluarga yang terkena kasus stunting dan yang beresiko terkena serta pengetahuan ibu hamil terkait tanda gejala stunting. Pemilihan lokasi dan sasaran dilakukan dengan beberapa pertimbangan, antara lain lokasi yang belum pernah mendapat pendidikan kesehatan tentang tanda gejala stunting dan angka kejadian kasus stunting yang tinggi. Berdasarkan pertimbangan tersebut tim pengabdian masyarakat melakukan kegiatan penyuluhan di Desa Sayutan Kabupaten Magetan. Persiapan materi penyuluhan Persiapan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh tim pelaksana dosen dan mahasiswa. Materi dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah dalam bentuk power point dan leaflet. Pelaksanaan kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Kamis, 16 Februari Kegiatan tersebut mulai dilakukan pada pukul 07. 30 WIB di Balai Kelurahan. Kegiatan diawali dengan perkenalan tim pengabdian masyarakat kepada peserta dan dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan tentang tanda gejala stunting. Rincian kegiatan sebagai berikut : Pelaksanaan pre-test Sebelum dilakukan kegiatan, tim pelaksana membagikan kuesioner kepada peserta kegiatan. Tujuan dari pelaksanaan pre-test yaitu untuk mengukur pengetahuan masyarakat terkait tanda gejala stunting Penyampaian materi Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah dengan media power point dan media bantu leaflet. Pemberian materi dilakukan selama 50 menit dan diskusi selama 40 menit. Pelaksanaan post-test Tahapan terakhir dari pelaksanaan kegiatan ini adalah pelaksanaan post-test. Tim pelaksana membagikan kuesioner kepada peserta kegiatan. Tujuan dari pelaksanaan post-test yaitu untuk mengukur pengetahuan masyarakat terhadap tanda gejala stunting yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting setelah dilakukan pendidikan kesehatan. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Februari di Desa Sayutan Kabupaten Magetan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : Pelaksanaan pre-test, penyampaian pendidikan kesehatan, dan pelaksanaan posttest. Pelaksanaan pre-test Tabel 1. Pengetahuan masyarakat tentang tanda gejala stunting sebelum pendidikan kesehatan Tingkat Pengetahuan Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan Tinggi Pengetahuan Sedang Pengetahuan Rendah Jumlah Sumber: data primer 2023 Halaman | 54 Tabel 1 menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan sebanyak 7 responden . %) memiliki pengetahuan tanda gejala stunting dalam kategori sedang, sebanyak 12 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori rendah. Penyampaian materi stunting sebagai bentuk pendidikan kesehatan Materi diberikan selama 50 menit menggunakan metode ceramah dibantu media power point dan leaflet. Materi tanda gejala stunting terdiri dari definisi stunting, dampak dan bahaya stunting bila tidak dicegah, tanda gejala stunting yang perlu diwaspadai. Pemilihan dan pemberian nutrisi yang tepat sesuai usia balita untuk pencegahan stunting. Pelaksanaan post-test Tabel 2. Pengetahuan Masyarakat tentang Tanda Gejala Stunting Sesudah Pendidikan Kesehatan Tingkat Pengetahuan Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan Tinggi Pengetahuan Sedang Pengetahuan Rendah Jumlah Sumber: data primer 2023 Tabel 2 menunjukkan bahwa setelah mendapatkan pendidikan kesehatan sebanyak 5 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori sedang, sebanyak 12 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori tinggi. PEMBAHASAN Dari pengumpulan data awal yaitu sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan didapatkan sebanyak 7 responden . %) memiliki pengetahuan tanda gejala stunting dalam kategori sedang, sebanyak 12 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori rendah. Hasil pengumpulan data ini memberikan informasi bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang tanda gejala stunting. Hasil ini sesuai dengan penelitian Roesardhyati & Kurniawan . yang menunjukkan bahwa sebagian besar Ibu hamil memiliki pengetahuan yang rendah tentang pentingnya mengetahui tanda gejala stunting sebagai upaya pencegahan. Hasil survey awal menunjukkan tidak semua ibu hamil mendapatkan pendidikan kesehatan tanda gejala stunting sebagai upaya pencegahan. Menurut penulis hal ini mnejadi salah satu faktor penyebab rendahnya pengetahuan tentang tanda gejala stunting untuk upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Berikutnya materi diberikan selama 50 menit menggunakan metode ceramah dibantu media power point dan leaflet. Materi tanda gejala stunting terdiri dari definisi stunting, dampak dan bahaya stunting bila tidak dicegah, tanda gejala stunting yang perlu diwaspadai. Pemilihan dan pemberian nutrisi yang tepat sesuai usia balita untuk pencegahan stunting. Metode utama yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah. Metode ceramah merupakan suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan. Kelebihan metode ceramah antara lain dapat Halaman | 55 ditujukan pada sasaran dengan pendidikan tinggi atau rendah, dapat digunakan pada orang dewasa dan dapat digunakan pada kelompok besar (Basuki et al. Penyuluhan dengan metode ceramah lebih efektif dibandingkan dengan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan. Hal tersebut dikarenakan metode ceramah dinilai lebih efektif digunakan pada pendengar yang lebih dari sepuluh orang namun sering menimbulkan kebosanan jika materi yang disampaikan kurang menarik dan terlalu Panjang (Dinengsih & Hakim, 2. Kegiatan ini juga menggunakan media bantu leaflet. Leaflet memiliki beberapa kelebihan, yaitu dapat disimpan lama, responden dapat belajar mandiri, dapat dipelajari dalam kondisi santai, dan media bantu media lain yang baik. Media atau alat peraga adalah alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran (Wangiyana et al. , 2. Prinsip pembuatan alat peraga atau media bahwa pengetahuan yang ada pada setiap orang diterima atau ditangkap melalui pancaindra. Pendidikan kesehatan dengan media ceramah dengan media bantu leaflet dianggap efektif karena metode ceramah cocok untuk diberikan pada Pendidikan kesehatan dengan jumlah peserta banyak dan leaflet menjadi media pengingat yang bisa diberikan langsung kepada peserta. Setelah materi disampaikan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 40 menit, pelaksana kegiatan melakukan pengumpulan data kembali. Dari hasil pengumpulan data akhir menunjukkan bahwa setelah mendapatkan pendidikan kesehatan sebanyak 5 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori sedang, sebanyak 12 responden . %) memiliki pengetahuan tentang tanda gejala stunting dalam kategori tinggi. Hasil post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah Pendidikan kesehatan tentang tanda gejala stunting. Hasil ini sejalan dengan penelitian Sulistyaningsih . yang menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanda gejala stunting sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Penelitian Dewi & Auliyyah . juga menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang tanda gejala stunting dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Meningkatnya pengetahuan responden terjadi karena adanya kemauan untuk mengikuti dan memahami pentingnya metodi pendidikan tersebut. Pengalaman pribadi seseorang dan pengaruh lingkungan sekitar juga memberikan dampak dalam upaya pencegahan stunting melalui pengenalan tanda gejala stunting sedini Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan terhadap tanda gejala stuting untuk upaya pencegahan stunting. KESIMPULAN Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berhasil karena kegiatan terlaksana sesuai target. Output luaran kegiatan telah tercapai yaitu ada peningkatan pengetahuan tentang tanda gejala stunting Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada ibu hamil Sayutan Kabupaten Magetan. Metode ceramah merupakan metode yang tepat untuk penyuluhan kepada ibu hamil dengan jumlah peserta penyuluhan yang banyak. Peningkatan pengetahuan tentang tanda gejala stunting diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Halaman | 56 SARAN