WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026, pp. 67Ae82 pAaISSN: 1410Aa9344. eAaISSN: 2549Aa5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Development of a Web-Based and Mobile Application System for Posyandu Services in Curug Sangereng Village Monica Pratiwi1 . Irmawati. Nabila Husna Shabrina. Dinar Ajeng Kristiyanti. Monika Evelin Johan Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Multimedia Nusantara. Tangerang. Indonesia Email: monica. pratiwi@umn. Abstract Article Info Received: 24/02/2025 Revised: 08/08/2025 Accepted: 15/09/2025 Published: 25/03/2026 Keywords: digital health eAaposyandu. webAabased application. waterfall method Copyrights A Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionAaNonCommercial 4. International License (CC BYAaNC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos af iliated institutions. Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. is a form of Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) managed by and for the community to facilitate access to basic health services. Desa Curug Sangereng, located in Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Banten, has nine posyandu that serve and monitor the health of 14,311 residents. This activity is supported by posyandu members who act as health promoters and educators to encourage a clean and healthy lifestyle while recording residentsAo health data. In addition to onAasite recording at the posyandu, members also conduct home visits for residents who are absent during service hours or undergoing outpatient Up to the present, the process of recording community health data has still been carried out manually using notebooks and simple forms. This practice often poses challenges, such as di iculties in data recapitulation and analysis, as well as limited access when data are required for reporting to Puskesmas. To address these challenges, an eAaPosyandu application was developed as a webAabased and mobile platform integrated with the villageAos main website . The application was developed using the waterfall method and equipped with features such as data input, health record history, and data export in multiple ile formats. Following the development and deployment stages, socialization and training sessions were conducted to introduce the application to Posyandu members. User Acceptance Testing (UAT) was carried out with 35 members of Curug Sangereng Village through a questionnaire. The results showed that 94. 3% of members on the website version and 88. 6% on the mobile version could easily use the application. These indings indicate that the majority of posyandu members are able to utilize eAaPosyandu effectively in supporting the process of health data recording and monitoring, although a small proportion still requires further assistance, particularly in using the mobile version. Pengembangan Sistem Pelayanan Posyandu Berbasis Website dan Aplikasi Mobile di Desa Curug Sangereng Abstrak Kata Kunci: aplikasi kesehatan digital. eAaposyandu. kesehatan mobile. berbasis web. metode waterfall Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. adalah bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh dan untuk masyarakat guna mempermudah akses layanan kesehatan dasar. Desa Curug Sangereng. Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Banten, memiliki sembilan posyandu yang melayani dan memantau kesehatan 14. Kegiatan ini didukung oleh kader posyandu yang berperan sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat untuk mendorong pola hidup bersih serta mencatat data kesehatan warga. Selain pencatatan di posyandu, kader juga melakukan kunjungan rumah bagi warga yang tidak hadir saat layanan berlangsung atau sedang menjalani rawat jalan. Selama ini, proses pencatatan data kesehatan warga masih dilakukan secara manual oleh kader posyandu melalui buku catatan maupun formulir Hal ini sering menimbulkan kendala, seperti sulitnya melakukan rekapitulasi dan analisis serta keterbatasan akses data ketika diperlukan untuk pelaporan kepada puskesmas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, sebuah aplikasi eAaPosyandu dirancang sebagai platform berbasis website dan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan website utama desa . Aplikasi EAaPosyandu dikembangkan dengan mengimplementasikan metode waterfall dan dilengkapi dengan iturAaitur seperti itur input data, riwayat data, serta unduh data dalam berbagai bentuk format ile. Setelah melalui tahap pengembangan dan deployment, dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada kader posyandu untuk mengenalkan Uji coba pengguna (User Acceptance Testing /UAT) dilakukan terhadap 35 kader posyandu Desa Curug Sangereng dengan membagikan Hasil UAT menunjukkan bahwa sebanyak 94. 3% kader pada versi website dan 88. 6% pada versi mobile dapat dengan mudah menggunakan Temuan ini memperlihatkan bahwa mayoritas kader posyandu mampu menggunakan eAaPosyandu secara efektif dalam mendukung proses pencatatan dan monitoring kesehatan masyarakat, meskipun terdapat sebagian kecil kader yang memerlukan pendampingan lebih lanjut, khususnya pada penggunaan aplikasi versi mobile. PENDAHULUAN SDG (Sustainable Development Goal. merupakan serangkaian tujuan global yang disepakati oleh negaranegara anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB) pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan(S. Hwang, 2017. Walsh et al. , 2. SDG bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dan memastikan kesejahteraan semua orang pada tahun 2030. Terdapat 17 tujuan utama dengan 169 target spesi ik yang mencakup berbagai aspek Pembangunan manusia dan lingkungan(Irhamsyah, 2. Kehidupan sehat dan Sejahtera menjadi salah satu tujuan dari SDG pada poin 3 yang perlu dicapai dengan cara menjamin hidup sehat dan mendorong kesejahteraan untuk semua usia(World Health Organisation, 2. Tujuan 3 berfokus pada jaminan kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua penduduk, yang diakui sebagai hak dasar manusia dalam berbagai instrumen hukum nasional dan internasional. Elemen inti dari hak atas kesehatan mencakup ketersediaan, aksesibilitas, keberterimaan, dan kualitas layanan kesehatan(Bappenas, 2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan Masyarakat dan memberikan kemudahan kepada Masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar(Kementerian Kesehatan RI, 2. Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu bukan sematamata tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat, termasuk kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat(Mag ira & Purnamasari, 2021. Saepuddin et al. , 2018. Siregar, 2. Desa Curug Sangereng berada di wilayah kecamatan Kelapa Dua terbentuk pada tahun 1983 merupakan hasil dari pemekaran Desa Cihuni. Desa Curug Sangereng terbagi menjadi 29 RW dan 177 RT dengan penduduk 311 jiwa(Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, 2. Terdapat sembilan posyandu yang terletak di Desa Curug Sangereng. Sembilan posyandu tersebut masingAamasing melakukan pelayanan dan monitoring kesehatan untuk empat kategori warga yaitu Ibu Hamil. Bayi dan Balita. Remaja, serta Lansia. Agar dapat menjalankan program pelayanan dan monitoring Kesehatan tersebut, terdapat peran kader posyandu yang mendukung terlaksananya program. Salah satu dari beberapa tugas kader posyandu yaitu membuat pencatatan sederhana mengenai evaluasi yang dilakukan kepada Masyarakat seperti pengukuran lingkar kepala anak, lingkar lengan remaja, lingkar perut lansia, dsb. Catatan tersebut kemudian disimpan sebagai data Riwayat yang kedepannya dapat dimanfaatkan untuk pengawasan. Proses pencatatan tidak hanya dilaksanakan pada posyandu, kader posyandu diwajibkan melakukan kunjungan rumah pada warga yang tidak hadir pada hari buka posyandu. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 68 menjalani rawat jalan, dan lainAalain. Namun, selama ini, proses pencatatan masih dilakukan secara manual oleh kader posyandu menggunakan buku catatan atau formulir sederhana. Kondisi pencatatan tersebut sering kali menghadapi kendala, seperti data yang tercecer, rawan kesalahan penulisan, serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk direkapitulasi sehingga menyulitkan proses analisis data kesehatan secara menyeluruh. Kompleksitas ini semakin bertambah karena kader posyandu harus membagi waktu antara pelayanan kesehatan langsung, penyuluhan, kunjungan rumah, dan tugas administrasi. Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh kader, tetapi juga masyarakat. Keterlambatan dan ketidakakuratan data dapat menghambat deteksi dini permalahan kesehatan, memperlambat intervensi medis, serta menurunkan kualitas perencanaan program kesehatan di tingkat desa maupun puskesmas. Dengan demikian, keterbatasan sistem manual berimplikasi pada kurang optimalnya upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan(Naamneh & Bodas, 2024. Perdana et al. , 2. Oleh karena itu, digitalisasi pencatatan melalui aplikasi eAaPosyandu diperlukan tidak hanya untuk meningkatkan e isiensi dan akurasi, tetapi juga untuk membuka peluang analisis tren kesehatan masyrakat secara berkala, mendukung integrasi data dengan integrasi kesehatan, serta memastikan aksesibilitas data yang lebih luas dan realAatime. EAaPosyandu Desa Curug Sangereng dirancang menjadi aplikasi berbasis website yang terintegrasi dengan website utama Desa Curug Sangereng serta aplikasi berbasis android. Aplikasi ini dilengkapi dengan iturAa itur utama seperti Input Data Baru. Input Data Lanjutan, dan Riwayat Data Posyandu yang memudahkan kader dalam mencatat dan memantau data kesehatan masyarakat secara digital. Selain mendukung e isiensi pencatatan, eAaPosyandu memberikan nilai tambah berupa kemampuan monitoring jangka panjang melalui tampilan dashboard yang menyajikan gra ik pertumbuhan balita, tren kesehatan lansia, hingga data perkembangan kehamilan secara lebih komprehensif. Integrasi aplikasi dengan website desa juga meningkatkan transparansi, karena perangkat desa dapat mengakses data kesehatan masyarakat secara langsung untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Lebih jauh, pemanfaatan aplikasi ini turut memberdayakan kader posyandu, karena penggunaan teknologi digital membantu meningkatkan keterampilan mereka dalam pengelolaan data kesehatan, sehingga kapasitas sumber daya manusia lokal dapat berkembang seiring dengan transformasi digital pelayanan kesehatan(Ritonga & Ayuningtyas, 2019. WHO, 2. METODE Pengembangan EAaPosyandu Desa Curug Sangereng dilakukan dengan metode waterfall. Metode waterfall merupakan model pengembangan perangkat lunak yang menggunakan pendekatan sekuensial atau linier, dimana setiap fase proyek harus selesai sebelum fase berikutnya dimulai. Gambar 1. Alur Metode Waterfall (Saravanos & Curinga, 2. Berdasarkan Gambar 1, metode waterfall terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan. Rancang Sistem dan Software. Implementasi. Pengujian. Deployment, dan Pemeliharaan(Hidayati & Sismadi, 2020. Ruri Irawati et al. , 2022. Tjahjanto et al. , 2. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 69 Gambar 2. Gantt Chart Pengerjaan Aplikasi berdasar Metode Waterfall Gambar 2 merupakan gambaran waktu pengembangan aplikasi eAaPosyandu Desa Curug Sangereng yang terbagi dalam beberapa tahapan mengikuti metode waterfall dengan rentang waktu Juni hingga Desember 2024. Tahap pertama, yaitu analisis kebutuhan, dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli dengan fokus pada identi ikasi permasalahan pencatatan manual. Dalam proses analisis kebutuhan, tim banyak melakukan diskusi untuk menentukan itur yang diperlukan oleh posyandu dan kader posyandu Desa Curug Sangereng. Diskusi dilakukan dalam beberapa pertemuan dengan melibatkan pejabat desa, kader posyandu, serta bidan dari puskesmas. Untuk memastikan kebutuhan yang diperoleh benarAabenar sesuai dengan kondisi lapangan, dilakukan proses validasi kebutuhan melalui wawancara semiAaterstruktur. Instrumen wawancara mencakup pertanyaan mengenai kendala pencatatan manual, kebutuhan data prioritas yang sering digunakan untuk pelaporan, serta preferensi pengguna terkait format tampilan aplikasi. Selain itu, format wawancara dilengkapi dengan panduan topik agar setiap responden dapat memberikan masukan yang terarah. Data hasil wawancara kemudian dikompilasi, dianalisis, dan dipetakan oleh tim untuk memastikan kesesuaian kebutuhan dengan rancangan itur yang akan dikembangkan. Gambar 3. Dokumentasi Proses Diskusi Tim Pengembang dan Kader Posyandu Desa Curug Sangereng Selanjutnya, pada bulan Agustus dilakukan tahap perancangan sistem dan software, yang mencakup desain arsitektur sistem, perancangan database, serta pembuatan rancangan antarmuka aplikasi. Mengingat EAaPosyandu dirancang menjadi dua modul berbeda yaitu website dan aplikasi mobile, maka proses perancangan sistem dan software dibagi menjadi dua bagian. Validasi rancangan dilakukan melalui diskusi dengan pemangku kepentingan guna memastikan bahwa desain yang disusun sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir. Selain itu, aspek usability, aksesibilitas, dan responsivitas tampilan turut diperhatikan agar aplikasi dapat digunakan secara optimal oleh kader dengan tingkat literasi digital yang beragam(Cahill et al. , 2025. Paton et al. , 2. Integrasi antara modul website dan mobile juga menjadi pertimbangan utama, dengan berfokus pada penggunaan satu basis data terpusat guna menghindari redundansi dan memastikan konsistensi informasi. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 70 Gambar 4. Alur Proses Pengembangan Website Gambar 4 memperlihatkan proses perancangan dan pengembangan website eAaposyandu. Proses diawali dengan pengembangan frontend, yang mencakup pembuatan halaman login, tampilan data Posyandu. Riwayat Posyandu, dan form input data. Selanjutnya, dilakukan pengembangan backend, meliputi perancangan database, pengembangan iturAa itur website, perancangan alur website, serta proses deployment awal. Setelah backend selesai, dilakukan input data berupa pengisian data dummy sebanyak 20 orang untuk tahap pengujian sistem. Tahap terakhir adalah hosting website, yaitu mengunggah proyek website eAaPosyandu ke domain hosting resmi, yakni id, sehingga dapat diakses oleh pengguna secara online. Gambar 5. Alur Proses Pengembangan Aplikasi Mobile Gambar 5 merupakan alur perancangan aplikasi mobile berbasis android. Alur pada proses ini serupa dengan alur pada proses perancangan website, namun terdapat beberapa perbedaan penting. Pada tahap pengembangan backend, selain mencakup itur, alur website, dan input deployment, juga terdapat proses tambahan berupa hybrid implementation yang mengintegrasikan fungsi aplikasi dengan website. Pada tahap akhir dilakukan proses ekspor aplikasi eAaPosyandu dalam bentuk Android Package Kit (APK) menggunakan Android Studio. Tahap implementasi dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2024, yang difokuskan pada proses pengembangan kode program, integrasi basis data, serta penyempurnaan modul website dan aplikasi mobile eAaPosyandu. Seluruh itur utama yang telah dirancang sebelumnya, seperti pencatatan data kesehatan, riwayat data, serta penyajian laporan, direalisasikan pada tahap ini. Pada akhir Agustus sampai dengan September dilakukan tahap pengujian yang dilakukan secara paralel dengan proses implementasi. Tahap pengujian mencakup unit testing dan integration testing untuk memastikan setiap komponen berjalan sesuai fungsinya. Setelah aplikasi dipastikan berfungsi dengan baik, dilaksanakan tahap deployment yang meliputi hosting website serta distribusi aplikasi mobile berbasis Android. Sebagai bagian dari proses ini, dilakukan pula workshop dan pelatihan kader pada akhir Oktober 2024 untuk memperkenalkan iturAa itur utama aplikasi serta memberikan pendampingan praktis kepada kader dalam penggunaannya. Uji coba juga dilakukan dengan User Acceptance Testing (UAT), yang melibatkan kader posyandu sebagai pengguna akhir untuk menilai kemudahan penggunaan dan kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan lapangan. Tahap terakhir adalah pemeliharaan, yang berlangsung sepanjang Desember 2024, berfokus pada pemantauan kinerja aplikasi, perbaikan bug yang ditemukan pascadeployment, serta dukungan teknis lanjutan bagi kader. Melalui rangkaian kegiatan ini, aplikasi eAaPosyandu diharapkan tidak hanya dapat dioperasikan dengan optimal, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan dalam peningkatan efektivitas pencatatan dan monitoring kesehatan masyarakat. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 71 HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Website dan Aplikasi Mobile EAaPosyandu terbagi menjadi dua model yang dapat saling terintegrasi yaitu website dan aplikasi mobile. Website eAaPosyandu dapat diakses melalui https://posyandu. Domain ini merupakan subdomain dari website utama Desa Curug Sangereng dengan domain https://curugsangereng. Pada website utama Desa Curug Sangereng, ditambahkan Posyandu pada Navigation Bar website tersebut seperti pada Gambar 6, sehingga pengunjung website baru juga dapat mengakses website EAaPosyandu dengan lebih mudah. Gambar 6. Penambahan Page Posyandu pada Navigation Bar https://curugsangereng. EAaPosyandu memiliki tiga halaman utama yaitu Beranda. Data Posyandu, dan Riwayat. Saat pengguna pertama kali mengakses website EAaPosyandu, pengunjung akan diarahkan pada beranda website eAaposyandu dimana pada beranda tersebut terdapat dashboard yang berisikan beberapa informasi data mengenai posyandu seperti total pengunjung posyandu serta data informasi mengenai data pengunjung posyandu seperti ratarata berat badan, ratarata tinggi badan, ratarata lingkar kepala dan sebagainya seperti pada Gambar 7. Gambar 7. Beranda Website eAaPosyandu Desa Curug Sangereng Dalam proses input data, pengguna yang dapat melakukan proses tersebut dibatasi hanya pada kader posyandu. Kader posyandu perlu melakukan proses login dengan memasukkan username dan password yang telah diberikan untuk masingAamasing puskemas. Adapun tampilan login pada website digambarkan pada Gambar 8. Pada halaman input data, terdapat dua itur utama yaitu AuInput Data BaruAy dan AuInput Data Lanjutan. Input Data Baru digunakan untuk mencatat data pengunjung posyandu belum pernah melakukan kunjungan ke posyandu Desa Curug Sangereng. Sedangkan Input Data Lanjutan diperuntukkan sebagai formular data pasien yang sebelumnya sudah pernah melakukan kunjungan dan memiliki data yang terekam pada basis data eAaposyandu. Gambar 9 memperlihatkan jenis kategori pasien posyandu Desa Curug Sangereng. Terdapat empat kategori pasien yaitu Balita. Ibu Hamil. Lansia, dan Remaja. Setelah memilih kategori pasien yang datanya akan dimasukkan pada website. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 72 selanjutnya kader posyandu diharuskan untuk memasukkan data diri pasien tersebut. Gambar 10 menampilkan halaman input data pasien kategori Balita. Pada bagian kiri, terdapat kolom informasi Posyandu yang mencakup tanggal input data dan pilihan Posyandu yang relevan. Di bagian kanan, terdapat beberapa kolom tambahan informasi pasien, seperti nama lengkap, jenis kelamin. NIK orang tua, nomor HP. RT/RW, nomor BPJS, dan alamat Setiap kolom dirancang untuk memastikan informasi pasien tercatat dengan akurat dan lengkap. Dengan tampilan antarmuka yang intuitif, halaman ini mempermudah petugas dalam melakukan pencatatan data secara digital, sehingga meningkatkan e isiensi pengelolaan data Posyandu. Gambar 8. Tampilan Login Gambar 9. Kategori Pasien pada Fitur Input Data WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 73 Gambar 10. Kolom Informasi Data Diri Pasien Setelah mengisi data diri pasien, kader posyandu selanjutnya mengisikan datadata yang diperlukan untuk monitoring Kesehatan pasien. Setiap kategori pengunjung memiliki formulir berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan parameter monitoring masingAamasing kategori. Pada kategori Balita, terdapat kolom pengisian data Berat Badan. Lingkar Lengan. Tinggi Badan. Panjang Badan Lahir. Berat Badan Lahir, dan Lingkar Kepala, serta keterangan ASI Eksklusif. Untuk kategori Remaja, kolom pengisian data kesehatan terdiri dari Berat Badan. Tinggi Badan. Kadar Gula Darah. Lingkar Lengan Atas, dan Tekanan Darah. Kategori Ibu Hamil memiliki kolom pengisian data Berat Badan. Tinggi Badan. LILA. Tinggi Fundus Uterus (TFU). Gravida Para Abortus (GPA). Hemoglobin Darah. Detak Jantung Janin. Tanggal Haid Pertama. Tanggal Haid Terakhir. Tekanan Darah. Umur Kehamilan, dan Taksiran Berat Janin (TBJ). Pada kategori Lansia terdapat kolom pengisian data Berat Badan. Tinggi Badan. Tekanan Darah. Cholesterol. Gula. Asam Urat, dan Lingkar perut. Tampilan kolom pengisian data kesehatan untuk masingAamasing kategori diperlihatkan pada Gambar 11. Gambar 11. Form Input Data Pasien: . Balita, . Lansia, . Ibu Hamil, dan . Remaja Selain Input Data Baru, terdapat itur Input Data Lanjutan dimana itur ini dipakai saat akan memasukkan data WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 74 pasien yang sudah memiliki Riwayat kunjungan ke posyandu sebelumnya. Pada itur ini, kader posyandu tidak perlu melakukan proses input data diri seperti nama, tanggal lahir. Alamat, dan sebagainya. Kader hanya perlu mengisikan tanggal input data kemudian mengetikkan nama pasien. Jika pasien tersebut mempunyai Riwayat kunjungan, maka data informasi diri akan otomatis terisi pada masingAamasing kolom. Setelah itu, proses dilakukan dengan pengisian data kesehatan yang diperlukan sesuai dengan masingAamasing kategori seperti Berat Badan. Tinggi Badan. Kadar Gula Darah. LILA. Tekanan Darah, dan seterusnya. Tampilan itur Input Data Lanjutan disajikan seperti pada Gambar 12. Gambar 12. Tampilan Fitur Input Data Lanjutan Data yang telah dimasukkan melalui kolom form pada itur Input Data, selanjutnya akan disajikan dalam bentuk tabel. Tabel tersebut memberikan rincian informasi terkait data kesehatan individu yang telah terdaftar. KolomAakolom dalam tabel mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama posyandu asal, kategori kelompok pasien, nama pasien, umur, berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan sebagainya seperti yang tertera pada Gambar 13. Gambar 13. Tabel Hasil Input Data Tabel riwayat input data posyandu tidak hanya ditampilkan secara langsung pada aplikasi eAaPosyandu, tetapi juga dapat diunduh dalam tiga format ile, yaitu CommaSeparated Values (CSV). Excel, dan Portable Document Format (PDF). Fitur ini memberikan kemudahan bagi kader posyandu dalam menyusun laporan kesehatan bulanan yang wajib disampaikan kepada pemerintah desa maupun dinas kesehatan. Selain itu, data dalam format CSV dan Excel memungkinkan pengolahan lebih lanjut menggunakan perangkat lunak statistik atau integrasi dengan sistem informasi kesehatan lain, sedangkan format PDF memfasilitasi penyajian laporan resmi secara cepat dan Dengan itur unduh data ini, proses rekapitulasi menjadi lebih e isien, risiko kesalahan pencatatan berkurang, dan arsip data kesehatan masyarakat dapat tersimpan secara lebih terstruktur. Gambar 14 memperlihatkan contoh data yang diunduh dalam format PDF, yang siap digunakan sebagai bahan pelaporan maupun evaluasi program kesehatan masyarakat. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 75 Gambar 14. Data Posyandu dalam Format File PDF Setelah melakukan Input Data, maka itur selanjutnya yang dapat dimanfaatkan setelah proses tersebut yaitu itur Riwayat Data, dimana itur tersebut dirancang untuk membantu kader posyandu serta perangkat Desa Curug Sangereng memonitor data kesehatan Masyarakat dengan fokus pada masingAamasing kategori yaitu Bayi Balita. Remaja. Ibu Hamil, dan Lansia. Fitur Riwayat posyandu menampilkan beberapa informasi seperti total pengunjung yang tercatat, ratarata berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, dan sebagainya pada masingAamasing posyandu seperti pada Gambar 15. Dashboard ini menyediakan data kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses, sehingga kader posyandu dapat dengan mudah melihat statistic kesehatan Masyarakat tanpa harus memeriksa catatan manual. Dengan informasi yang tersaji secara realAatime, kader dapat mempersiapkan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan kelompok pengunjung posyandu. Tidak hanya bermanfaat bagi kader posyandu, dengan dashboard yang dirancang, perangkat desa dapat menggunakan data yang tersedia untuk menyusun program kesehatan, seperti edukasi gizi untuk remaja atau pemeriksaan kesehatan rutin untuk ibu Dashboard ini menjadi salah satu langkah dalam transformasi digital untuk mendukung transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Gambar 15. Riwayat Data Posyandu Selain website, eAaPosyandu Desa Curug Sangereng juga tersedia dalam format platform Mobile Application Android. Versi aplikasi android dibangun untuk mempermudah proses input data terutama pada saat keadaan WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 76 dimana kader posyandu diharuskan untuk mendatangi pasien di rumah masingAamasing. Database dari aplikasi android diintegrasikan dengan database website sehingga proses update data dapat dilakukan secara realAatime. Aplikasi android dirancang sedemikian rupa agar memiliki itur dan tampilan yang sama dengan website sehingga memudahkan kader posyandu dalam proses penggunaan. Gambar 16 memperlihatkan itur Input Data. Riwayat Posyandu. Tabel Data dalam versi platform aplikasi android. Gambar 16 Aplikasi Mobile eAaPosyandu Desa Curug Sangereng Sosialisasi dan Pelatihan Untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi eAaPosyandu oleh kader posyandu serta perangkat Desa Curug Sangereng, pengenalan dan pelatihan aplikasi dilaksanakan pada 21 Oktober 2024. Pelatihan tersebut berfokus pada pemberian materi mengenai panduan penggunaan aplikasi website dan mobile android aplikasi eAaPosyandu. Panduan yang diberikan meliputi pengenalan iturAa itur yang tersedia, panduan penggunaan masingAamasing itur dan panduan format data masukan pada aplikasi. Di akhir sesi pelatihan, seluruh kader posyandu melakukan praktik penggunaan aplikasi secara langsung dipandu oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Gambar 17. Sosialisasi dan Pelatihan eAaPosyandu Desa Curug Sangereng User Acceptance Testing User Acceptance Testing (UAT) dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang telah dikembangkan memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengguna akhir sistem yaitu kader posyandu dan perangkat Desa Curug Sangereng. UAT yang dilakukan untuk aplikasi eAaPosyandu Desa Curug Sangereng berfokus untuk memvalidasi bahwa sistem dapat berjalan dengan benar sesuai dengan skenario penggunaan sehariAahari serta mudah digunakan dan mendukung alur kerja kader posyandu Desa Curug Sangereng. Dalam melakukan pengujian UAT, pengguna diberikan kesempatan untuk menggunakan sistem pada sesi pelatihan kemudian menjawab pertanyaan dari kuisioner yang diberikan. Terdapat dua kuisioner yang diberikan yaitu kuisioner UAT website dan kuisioner UAT aplikasi mobile. Adapun pertanyaan yang digunakan dalam kuisioner UAT website dan aplikasi mobile sebagai berikut: WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 77 Tabel 1. Pertanyaan Kuisioner User Acceptance Testing untuk Aplikasi Website Pertanyaan Seberapa mudah aplikasi web digunakan? Seberapa lengkap itur yang disediakan di aplikasi web? Apakah Anda mengalami kesulitan memahami tampilan aplikasi web? Apakah aplikasi web berjalan dengan lancar tanpa bug? Apakah data di aplikasi web mudah disimpan dan diakses kembali? Seberapa responsif aplikasi web saat digunakan? Seberapa puas Anda dengan tampilan desain aplikasi web? Tabel 2. Pertanyaan Kuisioner User Acceptance Testing untuk Aplikasi Mobile Pertanyaan Seberapa mudah aplikasi mobile digunakan? Seberapa lengkap itur yang disediakan di aplikasi mobile? Apakah Anda mengalami kesulitan memahami tampilan aplikasi mobile? Apakah aplikasi mobile berjalan dengan lancar tanpa bug? Apakah data di aplikasi mobile mudah disimpan dan diakses Kembali? Seberapa responsive aplikasi mobile saat digunakan? Seberapa puas Anda dengan tampilan desain aplikasi mobile? Kuisioner terbagi menjasi beberapa pertanyaan dengan respon penilaian AuYa/TidakAy dan respon penilaian skala Kriteria penilaian untuk beberapa pertanyaan kuisioner dengan skala likert pada Tabel 1 dan 2 tertera sebagai berikut: Tabel 3. Bobot Penilaian Pertanyaan Bobot Nilai Keterangan Sangat Tidak Mudah/Lengkap/Responsif/Puas Tidak Mudah/Lengkap/Responsif/Puas Cukup Mudah/Lengkap/Responsif/Puas Mudah/Lengkap/Responsif/Puas Sangat Mudah/Lengkap/Responsif/Puas Berdasarkan pengisian kuisioner yang dilakukan oleh pengguna aplikasi eAaPosyandu Desa Curug Sangereng, maka didapatkan hasil penialaian sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Penilaian Pertanyaan dengan Skala Likert Pertanyaan RataRata Penilaian Website RataRata Penilaian Aplikasi Mobile Tabel 4 menyajikan hasil penilaian terhadap beberapa pertanyaan dalam kuisioner yang menggunakan skala likert dimana skala 1 menunjukkan Ausangat tidak mudah/lengkap/responsif/puasAy dan skala 5 menunjukkan Ausangat mudah/lengkap/responsive/puas seperti pada Tabel 3. Dari tabel, dapat dilihat bahwa seluruh nilai ratarata berada dalam rentang 4. 39 hingga 4. 88, yang menunjukkan bahwa responden secara umum setuju hingga sangat setuju dengan pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan 1 yaitu mengenai kemudahan dalam menggunakan aplikasi memiliki nilai ratarata 4. 61 untuk website dan 4. 53 untuk aplikasi mobile, menunjukkan bahwa aplikasi memiliki nilai ratarata 4. 61 untuk website dan 4. 53 untuk aplikasi mobile, menunjukkan bahwa aplikasi website lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan aplikasi mobile. Pertanyaan 2 merupakan pertanyaan mengenai kelengkapan itur pada masingAamasing platform. Pertanyaan tersebut memperoleh nilai ratarata 4. 55 untuk website dan 4. 39 untuk aplikasi mobile. Kemudian untuk pertanyaan 6 mengenai responsivitas masingAamasing platform mendapatkan penilaian 4. 85 untuk website dan 4. 78 untuk aplikasi mobile, menunjukkan bahwa responden memberi tingkat persetujuan yang cukup tinggi mengenai responsivitas di kedua platform. Pertanyaan 7 mengenai kepuasan pengguna pada tampilan yang disajikan pada masingAamasing platform, memiliki nilai ratarata 88 untuk website dan 4. 75 untuk aplikasi mobile. Pertanyaan 7 memiliki skor tertinggi dalam table yang mengindikasikan bahwa responden sangat puas terhadap tampilan yang disajikan pada aplikasi. Secara umum. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 78 hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi mobole pada setiap pertanyaan, yang dapat mengindikasikan preferensi atau pengalaman pengguna yang lebih baik pada aplikasi website. Namun, perbedaan yang terlihat tidak signi ikan, menunjukkan bahwa kedua platform memiliki tingkat kepuasan yang relatif tinggi. Gambar 18. Gra ik Hasil Penilaian Pertanyaan nomor 3: . versi website, . versi aplikasi mobile Gambar 18 merupakan hasil penilaian untu pertanyaan kuisioner nomor 3 mengenai tingkat kesulitan responden dalam memahami tampilan aplikasi eAaposyandu Desa Curug Sangereng versi website dan versi mobile. Untuk aplikasi versi website, hanya 2 pengguna yang menyatakan mengalami kesulitan dalam memahami tampilan aplikasi, sementara 33 pengguna menyatakan tidak mengalami kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna dapat memahami dan tampilan aplikasi dengan mudah. Untuk aplikasi versi mobile, sebanyak 4 pengguna mengalami kesulitan dalam memahami tampilan aplikasi mobile, sedangkan 31 pengguna menyatakan tidak mengalami kesulitan. Meskipun terdapat sedikit peningkatan jumlah pengguna yang mengalami kesulitan dibandingkan versi website, hasil ini tetap menunjukkan bahwa mayoritas pengguna merasa tampilan aplikasi mobile cukup intuitif dan mudah digunakan. Gambar 19. Gra ik Hasil Penilaian Pertanyaan nomor 4: . versi website, . versi aplikasi mobile Gambar 19 merupakan hasil dari penilaian pengguna terhadap kelancaran aplikasi eAaPosyandu Desa Curug Sangereng berdasarkan pertanyaan nomor 4 dalam kuisioner UAT. Gambar tersebut membandingkan pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi versi website dan mobile, khususnya terkait dengan kelancaran sistem tanpa adanya bug. Pada Gambar 19. , sebanyak 31 pengguna menyatakan aplikasi website berjalan dengan lancer, sementara 4 pengguna mengalami kendala atau gangguan saat menggunakan aplikasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna merasa performa aplikasi website cukup baik, meskipun masih ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan. Pada Gambar 19. , sebanyak 29 pengguna menilai bahwa aplikasi mobile berjalan dengan lancer tanpa bug, sedangkan 6 pengguna mengalami masalah. Dibandingkan dengan versi website, terdapat WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 79 sedikit lebih banyak pengguna yang menghadapi kendala pada aplikasi mobile, yang mengindikasikan adanya bug atau gangguan teknis yang lebih sering terjadi di versi ini. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa baik aplikasi website maupun mobile eAaPosyandu Desa Curug Sangereng telah berjalan dengan cukup baik dan dapat digunakan dengan lancer oleh sebagian pengguna. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperbaiki, terutama pada versi mobile, agar pengalaman pengguna semakin optimal. Gambar 20. Gra ik Hasil Penilaian Pertanyaan nomor 5: . versi website, . versi aplikasi mobile Gambar 20 merupakan hasil penilaian dari pertanyaan nomor 5 pada kuisioner UAT untuk aplikasi eAaPosyandu Desa Curug Sangereng. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengukur kemudahan penyimpanan dan akses kemali data pada aplikasi, baik dalam versi website maupun mobile. Hasil yang ditampilkan menunjukkan bahwa seluruh responden sebanyak 35 orang menyatakan bahwa data pada website maupun aplikasi mobile mudah disimpan dan diakses kembali. Tidak ada responden yang mengalami kesulitan dalam aspek ini. Dari hasil tersebut dapat diindikasikan bahwa itur penyimpanan dan akses data pada aplikasi eAaPosyandu telah berjalan dengan sangat baik dan memenuhi kebutuhan pengguna. Keandalan sistem dalam mengelola data menjadi salah satu keunggulan aplikasi ini, baik dalam versi website maupun mobile, yang dapat meningkatkan e isiensi proses digitalisasi data pada Posyandu Desa Curug Sangereng. Implikasi dan Keterbatasan Hasil User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan bahwa aplikasi eAaPosyandu, baik dalam versi website maupun mobile, memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi dari kader posyandu Desa Curug Sangereng. Nilai ratarata skala Likert yang berkisar antara 4,39 hingga 4,88 mengindikasikan bahwa mayoritas kader mampu memanfaatkan aplikasi secara efektif dalam kegiatan pencatatan dan monitoring kesehatan masyarakat. Temuan ini memiliki implikasi penting, yakni bahwa digitalisasi melalui eAaPosyandu dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi kendala pencatatan manual yang selama ini menyulitkan dalam proses rekapitulasi dan analisis data Selain itu, hasil UAT menunjukkan bahwa versi website cenderung lebih unggul dibandingkan versi mobile, baik dari sisi kemudahan penggunaan, kelengkapan itur, maupun stabilitas sistem. Hal ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan aplikasi website lebih optimal untuk mendukung proses administrasi dan pelaporan, sedangkan aplikasi mobile berperan sebagai sarana pendukung pencatatan data di lapangan. Meskipun demikian, penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Pertama, perbedaan penilaian antara aplikasi website dan mobile menunjukkan bahwa versi mobile masih memerlukan optimalisasi, khususnya dalam hal itur dan stabilitas sistem, mengingat sebagian pengguna melaporkan adanya bug atau gangguan teknis. Kedua. UAT yang dilakukan belum mengevaluasi secara mendalam aspek literasi digital kader, yang pada praktiknya dapat memengaruhi tingkat keberhasilan adopsi aplikasi dalam jangka panjang. Dengan mempertimbangkan implikasi dan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan perbaikan pada aplikasi mobile, serta mengintegrasikan analisis literasi digital kader sebagai faktor yang dapat memengaruhi efektivitas implementasi aplikasi eAaPosyandu. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 80 SIMPULAN Pengembangan aplikasi eAaPosyandu di Desa Curug Sangereng dilakukan untuk menjawab kebutuhan kader posyandu dalam pencatatan dan monitoring data kesehatan masyarakat yang sebelumnya masih berbasis manual. Aplikasi ini dikembangkan dalam dua versi, yaitu website dan mobile, dengan itur utama berupa input data, riwayat data, serta unduh data dalam berbagai format ile. Proses pengembangan mengikuti metode waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan deployment, dilanjutkan dengan sosialisasi serta pelatihan guna memastikan kader posyandu mampu memanfaatkan aplikasi secara optimal. Hasil User Acceptance Testing (UAT) terhadap 35 kader menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dengan skor ratarata 4,39 hingga 4,88 pada skala Likert, yang menandakan aplikasi dinilai mudah digunakan, itur memadai, stabil, dan mampu menyajikan data dengan baik. Namun demikian, versi website memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan versi mobile, sehingga diperlukan optimalisasi pada aplikasi mobile agar kinerjanya setara dengan versi website. Temuan tersebut memberikan kontribusi ilmiah berupa bukti empiris mengenai penerimaan teknologi kesehatan digital berbasis komunitas di tingkat desa, serta kontribusi praktis sebagai dasar strategi pemanfaatan aplikasi dalam mendukung digitalisasi layanan posyandu. Untuk pengembangan selanjutnya, aplikasi disarankan dilengkapi dengan itur tambahan, seperti integrasi dengan sistem informasi kesehatan daerah, noti ikasi kunjungan rumah, serta visualisasi data kesehatan yang lebih komprehensif. Optimalisasi pada versi mobile juga perlu diprioritaskan untuk meningkatkan leksibilitas pencatatan data di lapangan. Dengan demikian, eAaPosyandu berpotensi meningkatkan efektivitas kerja kader posyandu sekaligus memperkaya literatur mengenai implementasi sistem informasi kesehatan digital di tingkat desa. PERSANTUNAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Multimedia Nusantara atas dukungan dan pendanaan yang diberikan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Penulis juga berterima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi, termasuk Desa Curug Sangereng sebagai mitra, peserta, serta tim pelaksana yang telah bekerja sama dalam menyukseskan program ini. KONTRIBUSI PENULIS Konseptualisasi dan perancangan kegiatan: MP. Pengembangan sistem dan pengumpulan data: NHS. DAK. Analisis hasil dan penyusunan naskah: MP. NHS. MEJ. Revisi dan penyuntingan akhir: MP. MEJ Con lict of Interest Para penulis menyatakan bahwa tidak terdapat kon lik kepentingan dalam publikasi artikel ini. PENDANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan publikasi artikel ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Multimedia Nusantara melalui Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dengan nomor kontrak 2525/LPPM/VI/2024. Pendanaan ini mencakup seluruh tahapan kegiatan mulai dari perancangan, implementasi, hingga publikasi artikel ilmiah. REFERENSI