Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 DAMPAK PENGEMBANGAN AGROWISATA KOPI TERHADAP SOSIAL EKONOMI PETANI DI DESA COLOL KECAMATAN LAMBA LEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR (The Impact of Coffee Agrotourism Development towards FarmersAo Socio-Economic at Desa Colol. Kecamatan Lamba Leda Timur. Kabupaten Manggarai Timu. Oleh: Katarina Nalo. Damianus Adar. Yacobus Cornelis Werik Siubelan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi: katarinanalo99@gmail. Diterima : 12 Mei 2023 Disetujui : 21 Mei 2023 ABSTRACT This research was conducted in Colol Village. East Lamba Leda District. East Manggarai Regency in February This study aims to determine: . the activities carried out by coffee agrotourism farmers in Colol Village . the impact of developing coffee agrotourism on the socio-economic conditions of farmers . Differences in income of coffee agro-farmer farmers before and after Colol Coffee Agro-tourism was established . contribution of coffee farming income to coffee farmer household income. The analytical tool used is the Paired Sample T-test and Revenue Contribution analysis. The results showed that . the activities carried out by Colol Coffee Agrotourism farmers in tourist attraction areas such as: land clearing, promoting and selling coffee, making agrotourism facilities, a guide caffee shop and home stay . the impact of Colol Coffee Agrotourism development brought socioeconomic changes to the people in Colol Village such as: Increasing job opportunities and training people to be more creative and innovative . the income of farmers after the inauguration of agro-tourism is higher than the income of farmers before the inauguration of agro-tourism, which is shown by the results of the Paired Sample Ttest which has a value of 0. 015 (<0. The amount of contribution from coffee farming to the total farmer household income that is equal to 79,55%. Keywords: coffe agrotourism, income, contribution ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur pada bulan Febuari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : . kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh petani agrowisata kopi di Desa Colol . dampak pengembangan agrowisata kopi terhadapn sosial ekonomi petani . perbedaan pendapatan petani agrowisata kopi sebelum dan sesudah diremikan Agrowisata Kopi Colol . kontribusi pendapatan usahatani kopi terhadap pendapatan rumah tangga petani kopi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode servey. Alat analisis yang digunakan adalah paired Sample T-test dan analisis Kontribusi Pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . kegiatan yang dilakukan petani Agrowisata Kopi Colol di kawasan objek wisata meliputi : pembersihan lahan, promosi dan pemasaran kopi, pembuatan sarana agrowisata, tour guide. Kedai Kopi, dan home stay . dampak pengembangan Agrowisata Kopi Colol membawa perubahan sosial ekonomi masyarakat di Desa Colol seperti : Meningkatkan peluang lapangan pekerjaan dan Melatih masyarakat untuk lebih kreatif serta berinovasi . pendapatan petani sesudah diresmikan Agrowisata Kopi Colol lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani sebelum diresmikan agrowisata tersebut yang ditunjukkn pada hasil uji Paired Sample T-test yang memiliki nilai sebesar 0,015(<0,. Besarnya kontribusi dar usahatani kopi terhadap total pendapatan rumah tangga petani yaitu sebesar 79,55 %. Kata Kunci : agrowisata kopi, pendapatan, kontribusi Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 112 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 PENDAHULUAN Pariwisata terus mengalami perkembangan yang dinamis mulai dari jenis aktivitas wisata yang ditawarkan kepada wisatawan sampai berbagai bentuk produk wisata. Industri pariwisata sebagai suatu industri yang kompleks memang membutuhkan berbagai aspek untuk dapat terus berkembang dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar pariwisata. Pembangunan suatu kawasan agrowisata dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan pengentasan kemiskinan (Andini, 2. Dampak positif yang sangat mudah terlihat adalah adanya Pembangunan pariwisata disesuaikan dengan keunikan serta potensi yang dimiliki dapat lebih ramah lingkungan. Keberhasilan pembangunan pariwisata dapat dilihat dari proses pariwisata yang berkelanjutan dengan memberikan dampak positif baik dari sisi lingkungan, sosial dan budaya. Dampak yang diberikan berupa sumber daya alam yang dapat terjaga dengan baik dan dapat memberikan keuntungan dari sisi ekonomi secara berkesinambungan (Aryani et al,2. Agrowisata sebagai wisata yang berbasis pertanian sangat bagus untuk dikembangkan karena selain digunakan sebagai tempat wisata juga dapat berfungsi sebagai lahan pertanian. Wisata berbasis pertanian ini dapat sebagai media untuk melestarikan alam dan banyak digunakan sebagai tempat untuk belajar . isata Wisatawan yang berkunjung dapat belajar untuk mengenal berbagai macam tanaman sekaligus cara membudidayakannya. Pengembangan agrowisata dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan selain melakukan aktivitas pertanian. Eksistensi agrowisata didukung oleh keunikan yang dimiliki serta memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh obyek wisata lainnya. Ciri khas tersebut dapat berupa kearifan lokal serta kegiatan-kegiatan wisata yang memberikan pengalaman yang berkesan terhadap wisatawan (Fatchiya, 2. Salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki peluang dalam pengembangan pariwisata adalah NTT (Osin dkk, 2. Pariwisata NTT selama ini dikenal memiliki potensi yang p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 sangat besar, baik dari sisi alam maupun Desa Colol merupakan salah satu desa di Kecamatan Lamba Leda Timur dengan luas wilayah 6,84 km2. Desa Colol memiliki topografi yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan ratarata kemiringan tanah 500-700 dan memiliki ketinggian 1100 km sampai 1300 km dari permukaan laut. Iklimnya yang sangat sejuk sehingga sangat sesuai untuk tanaman kopi, terutama kopi Juria dan Yellow jenis Arabika maupun tanaman pertanian lainnya, jumlah kelompok tani di desa ini berjumah 11 kelompok tani. Agrowisata Lembah Colol merupakan salah satu destinasi wisata berbasis pertanian yang terletak di Desa Colol. Kecamatan Lamba Leda Timur. Kabupaten Manggarai Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agrowisata Lembah Colol pertama kali diresmikan oleh Gubernur NTT. Viktor Bungtilu Laiskodat, pada 22 Mei 2021. Adanya pengembangan objek wisata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, mensejahterahkan ekonomi masyarakat serta memperluas lapangan pekerjaan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar secara Pola pengembangan Agrowisata Colol dilakukan dengan mengikutsertakan peran atau partisipasi masyarakat di wilayah objek wisata setempat dalam menunjang usaha wisata tersebut. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan pengembangan usaha wisata diharapkan mampu mengembangkan interaksi positif dalam berbagai kegiatan untuk menjaga eksistensi objek wisata (Nisa et al, 2. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti ingin mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh petani agrowisata kopi di Desa Colol, mengetahui dampak pengembangan agrowisata kopi terhadap sosial ekonomi petani di Desa Colol, mengetahui perbedaan pendapatan petani agrowisata kopi sebelum dan sesudah diresmikan Agrowisata Colol dan mengetahui kontribusi pendapatan usahatani kopi terhadap pendapatan rumah tangga petani kopi di Desa Colol METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Febuari 2023 di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Tumur Kabupaten Mabggarai Timur. Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 113 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Metode Penentuan Lokasi Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur dengan mempertimbangkan bahwa di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur adalah tempat agrowisata. Metode Penelitian Metode yang digunaka dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode survey merupakan pengeumpulan data . dengan cara pertanyaa-pertanyaan responden dengan menggunakan bantuan kuesioner ( Dantes,2. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria Responedn dalam penelitian ini adalah masyarakata Desa Colol, sehingga responden dalam penelitian ini berjumlah81 orang. Metode Pengumpulan Data Pengeumpulan data dilakukan dengan cara wawancara yang dibantu menggunkan kuesioner wawancara dilakukan pada masyarakat Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Tumur Kabupaten Manggarai Timur. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara secara langsung pada responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Metode Analisis Data Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunkan Analisis Pendapatan. Uji Paired Sample T-test dan analisis kontribusi pendapatan. Analisis pendapatan Analsis mengetahui pendapatan dari setiap petani Dengan rumus menurut (Nuraini, 2. sebagai berikut: Penerimaan = TR = P x Q Pendapatan bersih = = TR Ae TC Dimana : TR = Total Revenue/penerimaan (R. dari usahatani kopi P = Harga per kilogram (Rp/K. Q = Jumlah produksi yang mampu dihasilkan (K. = Profit/pendapatan bersih TC = Total Cost/keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan petani (R. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Uji Paired Sample T-test Uji Paired Sample T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani sebelum dan sesudah diresmikan agrowisata. Uji Paired Sample T-test bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara dua data dari sampel yang sama (Santoso, 2. Hipotesis yang digunakan adalah: Terima H0 Jika t-hitung O t-tabel atau pvalue > alpha Tolak H0 jika t-hitung > t-tabel atau pvalue- O alpha Analisis Kontribusi Pendapatan Analisis mengetahui kontribusi usahatani kopi terhadap pendapatan total rumah tangga petani dalam satuan Kontribusi adalah sumbangan yang dapat diberikan oleh suatu hal terhadap terhadap hal lain. Data yang diperoleh dari suatu kegiatan usahatani kopi dan pendapatan total rumah tangga petani dikali seratus persen ( Suratiyah, 2. X = . Keterangan: X = Kontribusi pendapatan usahatani kopi terhadap pendapatan total rumah tangga petani (R. Y= Pendapatan yang berasal dari usahatani kopi (R. Z= Pendapatan total rumah tangga petani (R. A Usahatani kopi A Luar usahatani kopi = Berdagang. PNS. Karyawan swasta, dan lain-lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Colol merupakan salah satu desa di Kecamatan Lamba Leda Timur dengan luas wilayah 6,84 km2. Desa Colol memiliki topografi yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan rata-rata kemiringan tanah 500-700 dan memiliki ketinggian 1100 km sampai 1300 km dari permukaan laut. Agrowisata Lembah Colol merupakan salah satu destinasi wisata berbasis pertanian yang terletak di Desa Colol. Kecamatan Lamba Leda Timur. Kabupaten Manggarai Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agrowisata Lembah Colol pertama kali diresmikan Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 114 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 oleh Gubernur NTT. Viktor Bungtilu Laiskodat, pada 22 Mei 2021. Kegiatan-Kegiatan yang Dilakukan Petani Agrowisata Kopi di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur Agrowisata sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai tempat wisata yang ramah lingkungan karena memanfaatkan budidaya Hal ini didukung dengan kunjungan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani kopi Di Desa Colol berikut ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: Pembersihan Lahan Dalam pembersihan lahan yang dilakuan oleh petani masih menggunakan alat-alat sederhana seperti sabit, parang, tofa, skop dan sebagainya. Lahan harus dibersihkan dan diperhatikan setiap minggunya agar tetap terawat dan jika ada yang berkunjung akan terlihat bersih, indah dan nyaman. Panen Kopi Colol Pemanenan buah kopi yang sering dilakukan oleh masyarakatat colol dilakukan dengan cara memetik buah yang telah masak pada tanaman kopi adalah berusia mulai sekitar/15 Ae 25 tahun keatas. Buah matang ditandai dengan oleh perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua adalah buah yang masih muda, berwarna kuning adalah setengah masak dan jika berwarna merah maka buah kopi sudah masak penuh dan menjadi kehitamhitaman penuh terlampaui( over rip. Starfarm. Untuk mendapatkan hasil yang mutu tinggi, buah kopi harus dipetik dalam keadaan masak Kopi robusta memerlukan waktu 8-10 bulan sejak dari kuncup sampai matang, sedangkan kopi arabika 6-8 bulan. Pascapanen Kopi Colol Pengolahan cara basah dan semi basah. Tahapan pengolahan kopi cara basah yaitu: Pengolahan cara basah dan semi basah. Tahapan pengolahan kopi cara basah adalah sebagai berikut : Panen Pilih -> Pengupasan kulit kopi -> Sortasi Biji Kering -> Pengeringan -> Pencucian -> Fermentasi -> Pengupasan kulit buah merah -> Sortasi Buah -> Pengemasan dan penyimpanan. Tahapan pengolahan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 kopi cara semi basah adalah sebagai berikut : Panen Pilih -> Sortasi Buah -> Pengupasan kulit buah merah -> Fermentasi pencucian lendir -> Penjemuran 1-2 hari. KA A 40 % -> Pengupasan kulit cangkang -> Penjemuran biji sampai KA 11 13 % -> Sortasi dan pengemasan -> Penyimpanan dan penggudangan. Sortasi kopi Pengupasan kulit kopi. Fermentasi biji kopi. Pencucian Pengeringan kopi Penggilingan kopi Penggudangan Mempromosikan dan Menjual Kopi Kopi yang setelah dipanen akan diolah terlebih dahulu menjadi kopi biji dan bubuk kemudian dijual kepada pengunjung yang berkunjung ke tempat agrowisata dan bekerjasama dengan hotel-hotel bintang 5 seperti di Labuan Bajo dan di Kota Kupang. Kopi yang biasa dijual sudah diolah menjadi kopi bubuk yang sudah di packing dalam kemasan yang berlabel. Kopi yang dihasilkan juga dipromosikan melalui berbagai media sosial. Selain mempromosikan kopi petani juga mempromosikan tempat agrowisata tersebut agar dikenal banyak orang yang biasanya petani dan anak-anak muda memotret dan dibagikan di media sosial. Pembuatan Sarana Agrowisata Kopi Colol Petani Kopi di Desa Colol bekerjasama dengan kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan lingkungan Hidup, guna mengembangkan Agrowisata Colol dengan cara membangun berbagai sarana untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung dan menunjang pengembangan Colol sebagai Desa berbasis Agrowisata. Adapun sarana yang dibuat yaitu: lahan parkir, gazebo. MCK, jalan setapak, jalur tracking, gapura identitas dan kios Sebagai Pemandu Wisata Petani di Desa Colol juga menjadi pemandu wisata . jika ada wisatawan yang berkunjung. Biasanya petani memperkenalkan berbagai macam jenis kopi yang ada kawasan Agrowisata Colol seperti robusta, arabika . uria dan yello. dan red Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 115 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 memperkenalkan berbagai fasilitas unik disekitar Kawasan Agrowisata Kopi Colol, selain itu para petani juga memperkenalkan makanan khas daerah Colol seperti nasi kaget. Kedai kopi Setelah wisatawan berkeliling di sekitar tempat Agrowisata Kopi Colol mereka dapat menikmati kopi yang tersedia di kedai kopi yang berada di sekitar tempat agrowisata. Home Stay Wisatawan yang berkunjung juga dapat menyewa home stay yang berada di tempat agrowisata dan home stay ters ebut rumah masyarakat set empat yang disewakan. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Di Desa Colol Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Meningkatkan Peluang Lapangan Pekerjaan Objek Agrowisata Kopi Colol membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat untuk membuka lapangan pekerjaan. Semenjak dibukanya objek Agr owisata Kopi Colol banyak masyarakat setempat memutuskan untuk ikut ambil bagian dari pemanfaatan objek Agrowisata Kopi Colol. Dengan dibukanya tempat wisata tersebut masyarakat dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga angka pengangguran akan semakin berkurang. Wisata memberikan pengaruh tersendiri bagi perkembangan perekonomian masyarakat Desa Colol. Dengan adanya objek Agrowisata Kopi di Desa Colol memberikan manfaat positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Objek agrowisata tersebut ikut berkontribusi meningkatakan kemampuan kerja dan usaha. Dengan adanya pengembangan Agrowisata Kopi Colol secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan kesempatan kerja dan usaha. Pengembangan objek Agrowisata Kopi Colol meningkatkan kesempatan kerja misalnya dilihat masyarakat atau pemilik usaha di sekitar desa Agrowisata. Dengan cara menjual kopi secara Adanya Agrowisata Kopi Colol menambahkan penghasilan tambahan seperti, p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 membuat stan, home stay, bengkel, warkop dan warung makan. Perubahan Sosial Masyarakat Desa Colol Semenjak dibukanya objek Agrowisata Kopi Colol tidak begitu mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat di Desa Colol. Perubahan sosial yang dibawah wisatawan atau pengunjung Agrowisata Kopi Colol lebih membawa perubahan yang positif. Terbukanya pemikiran masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik seperti: . melatih masyarakat untuk lebih kreatif dan berinovasi agar bisa menarik wisatawan yang datang ke Desa Colol ,. masyarakat Desa Colol lebih mengenal banyak orang dari berbagai daerah yang datang berkunjung ke tempat Agrowisata Kopi Colol, . masyarakat desa Colol juga bersosialisai dengan masyarakat luar daerah bahkan wisatawan luar negeri. P e r b e d a a n P e nd ap a t an Petani Agrowisata Kopi Sebelum dan Sesudah Resmikan Agrowisata Colol Analisis Perbedaan Pendapatan Uji Paired Sample T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani sebelum dan sesudah diresmikan Agrowisata Kopi Colol. Uji Paired Sample T-test bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara dua data dari sampel yang sama (Santoso, 2. Kriteria Penerimaan Uji Hipotesis : Terima H0 jika t-hitung O t-tabel atau p-value > Tolak H0 jika t-hitung > t-tabel atau p-value O Tabel 1 t-Test: Paired Two Sample for Means Mean Variance Observations Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t Stat P(T<=. one-tail t Critical one-tail P(T<=. two-tail t Critical two-tail Pendapatan sebelum Agrowisata Kopi Tahun 2020 15462037,16 71355563742858,10 Pendapatan sesudah Agrowisata Kopi Tahun 2022 28987592,47 164870814262094,00 0,113462324 -8,368087727 0,0000000000008 1,6641245785897 0,0000000000015 1,9900634212545 Sumber: Analisis Data Primer, 2023 Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 116 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Berdasarkan uji Paired Sample T-test menggunakan aplikasi Microsoft excel plus 2016 dapat diketahui bahwa nilai Sig. 2 tailed uji perbedaan pendapatan petani sebelum diresmikan Agrowisata Kopi Colol dengan pendapatan petani sesudah diresmikannya Agrowisata Kopi Colol hasilnya t-tabel yaitu 1,99 dengan p-value sebesar 0,015, oleh karena p-value lebih kecil dari alfa 5% atau dengan melihat . -hitun. >t-tabel(|-8,. >1,. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 maka keputusannya tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani kopi sebelum dan sesudah diresmikannya Agrowisata Kopi Colol. Perbedaan pendapatan tersebut dapat timbul karena setelah diresmikanya Agrowisata Kopi Colol, peningkatan harga kopi mulai terjadi di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur. Kontribusi PendapatanUsahatani Kopi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Kopi Tabel 2 Kontribusi Usahatani Kopi dan Di Luar Usahatani Kopi Keterangan Usahatani Kopi Di luar usahatani kopi Agrowisata Total pendapatan rumah tangga petani Rata-rata Pendapatan ( R. 592,47 543,47 Kontribusi (%) 79,55 1,64 Sumber Analisis Data Primer, 2023 Tabel 2 di atas menunjukan bahwa rata-rata pendapatan petani kopi pada tahun 2022 sebesar Rp 592,47 dan rata-rata pendapatan untuk di luar usahatani kopi sebesar Rp 6. 654 dan rata-rata pedapatan dari adanya agrowisat sebesar Rp 596. sehingga total pendapatan rumah tangga petani di Desa Colol. Kecamatan Lamba Leda Timur sebesar Rp 36. 543,47 dengan kontribusi usahatani kopi terhadap pendapatan total rumah tangga yaitu sebesar 79,55%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai kontribusi usahatani kopi terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Colol. Kecamatan Lamba Leda Timur. Kabupaten Manggarai Timur di peroleh keterangan bahwa pendapatan dari usahatani kopi di gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti biaya makan sehari-hari, biaya sekolah anak maupun biaya lainnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan simpulkan bahwa: Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh petani Agrowisata Kopi Colol di kawasan objek wisata di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur seperti : Pembersiahan lahan, mempromosikan dan menjual kopi, pembuatan sarana agrowisata, sebagai pemandu wisat ( guid. Dampak pengembangan Agrowisata Kopi Colol sebagai objek agrowisata telah membawa dampak terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat di Desa Colol yakni meningkatnya peluang lapangan pekerjaann dan perubahan sosial yang membawa perubahan yang positif yakni terbukanya pemikiran masyarakat Desa Colol untuk lebih kreatif dan berinovasi. Perbedaan pendapatan para petani sesudah diresmikannya Agrowisata Kopi Colol sangat signifikan dimana harga jual kopi tiap tahunnya Terdapat perbedaan pendapatan diresmikannya agrowisata. Pendapatan petani sesudah diresmikannya agrowisata lebih tinggi Berdirinya Agrowisata Kopi Colol berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani kopi di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur yang ditunjukkan oleh hasil Uji Paired Sample T-test yang memiliki nilai sebesar 0,015 (<0,. Kontribusi Usahatani Kopi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur. Besarnya kontribusi dari usahatani kopi terhadap total pendapatan rumah tangga yaitu sebesar 79,55%. Hal ini berarti bahwa usahatani kopi yang di usahakan para petani cukup berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga petani Nalo,et al. Dampak Pengembangan Agrowisata Kopi Terhadap. Page 117 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Saran Untuk menjaga dan melestarikan kawasan Agrowisata Kopi Colol sebagai salah satu destinasi pariwisata di Kecamatan Lamba Leda Timur maka dalam penelitian ini ada saran-saran yang diberikan antara lain sebagai berikut: Untuk pemerintah daerah agar tetap mengembangkan kawasan wisata ini dengan Pihak pemerintah juga harus terus memberikan wawasan mengenai dunia wisata kepada masyarakat di sekitar agrowisata yang merupakan petani. Untuk masyarakat Desa Colol agar berpartisipasi di dalam kegiatan wisata ini dan mendukung segala bentuk program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan kawasan Agrowisata Kopi Colol. DAFTAR PUSTAKA