Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 Manajemen Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 14 Surakarta Endang Puji Rahayu Kepala SMP N 27 Surakarta Jl Transito No . 32 Laweyan Surakarta epsuherman@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: . perencanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta, . pelaksanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta, dan . pengendalian kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan Teknik analisa data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: . Perencanaan kedisplinan siswa dilakukan melalui identifikasi permasalahan menunjukkan siswa sering terlambat sekolah. Penentuan ide dan gagasan ditunjukkan dengan rapat kepala sekolah dengan semua jajaran guru yang menetapkan program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy yang bersifat suka rela dan tidak mengeksploitasi siswa. Koordinasi dan pembuatan kebijakan dengan menerbitkan Surat Keputusan Tim, membuat desain, menyiapkan sarana prasarana, dan sosialisasi. Pelaksanaan kedisplinan siswa dilakukan dengan menata kehidupan bersama melalui sosialisasi program, guru memberikan contoh taat tata tertib sekolah dan menjaga hubungan baik dengan siswa. Penanaman rasa keikhlasan bagi siswa, penyadaran kepada siswa untuk lebih disiplin, guru memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami masalah dan membantu mengatasinya, komunikasi dengan orang tua siswa, memberikan hukuman bagi pelanggar kedisiplinan secara tegas berdasarkan waktu keterlambatan dan mengandung unsur pembelajaran. Menciptakan lingkungan yang kondusif dengan mengajak semua guru menjadi teladan bagi siswa. Pengendalian kedisplinan siswa dilakukan melalui disiplin kelas, mengajak siswa menjaga kebersihan dan membuat jadwal piket harian, melakukan tindakan pencegahan dengan upaya saling mengingatkan, sosialisasi dengan memasang tata tertib sekolah, mengajak semua komponen sekolah taat tata tertib sekolah sebagai kebiasaan harian, menjalin hubungan dengan siswa dan kerjasama dengan keluarga siswa. Kata Kunci: Pengelolaan. Perencanaan. Pelaksanaan. Pengendalian. Kedisiplinan. Management of Students Discipline at SMP Negeri 14 Surakarta Abstract This study aims to describe: . student discipline planning at SMP Negeri 14 Surakarta, . student discipline implementation at SMP Negeri 14 Surakarta, and . student discipline control at SMP Negeri 14 Surakarta. This type of research is a qualitative research with a case study Data collection techniques using the method of observation, interviews, and Data validity uses triangulation of sources and techniques. Data analysis techniques using interactive model analysis. The results of the study shows: . Student discipline planning is done through the identification of problems showing students are often late for The determination of ideas and ideas was demonstrated by the principal's meeting with all the teachers who set the innovation program "Palaska Breakfast Menu" who are voluntary and do not exploit students. Coordination and policy making by issuing Team Decrees, making designs, preparing infrastructure, and socializing. Implementation of student discipline is done by arranging a life together through program socialization. The teacher gives an example of obeying school rules and maintaining good relations with students. Planting a sense of sincerity for students, awareness of students to be more disciplined, the teacher pays attention to students who are experiencing problems and helps overcome them, communication with students' parents, provides strict punishment for disciplinary offenders based on time delays and contains Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 elements of learning. Creating a conducive environment by inviting all teachers to be role models for students. Control of student discipline is done through classroom discipline, inviting students to maintain cleanliness and make a daily picket schedule, take preventive measures by reminding each other, socializing by installing school rules, invite all components of the school to obey the school rules as daily habits, establishing relationships with students and collaboration with students' families. Keywords: Management. Planning. Implementation. Controlling. Discipline. -------------------------------PENDAHULUAN Kedisiplinan sebagai alat pendidikan diterapkan dalam rangka proses pembentukan, pembinaan, dan pengembangan sikap dan tingkah laku yang baik. Kedisiplinan juga berfungsi sebagai alat menyesuaikan diri dalam lingkungan yang ada. Dalam hal ini kedisiplinan dapat mengarahkan seseorang untuk menyesuaikan diri terutama dalam menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku. Pendekatan kedisiplinan yang akan diteliti merupakan inovasi pendekatan dalam menangani pelanggaran kedisiplinan yang dilakukan oleh siswa. Pendekatan tersebut dikenal dengan istilah program breakfast. Sebagaimana istilah, pemahaman breakfast akan langsung diartikan sebagai program pemberian makan kepada siswa, sementara konten yang dimaksud dalam program tersebut tidak lebih berupa sangsi yang disajikan oleh sekolah kepada siswa yang melakukan tata tertib sekolah. Keterlambatan masuk sekolah selalu mengiringi setiap pagi di SMP N 14 Surakarta dengan berbagai alasan, salah satunya karena siswa kecanduan bermain smartphone sampai larut malam. Data hasil pemantauan pagi hari selama lima bulan (Februari sd. Juni 2. ternyata siswa yang terlambat rata-rata 10 siswa setiap hari atau 1,71 persen. Penelitian mengenai pendekatan kedisiplinan, sebelumnya pernah dilakukan oleh Wara dan Marlina . dimana salah satu program yang diagendakan dalam menanamkan kedisiplinan adalah pemberian makan siang. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam bentuk rutinitas hidup sehari-hari anak yang mana dirancang dengan tersusun dan dilakukan dalam teratur hingga terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari penerapan activity schedule yang mempengaruhi sikap disiplin pada anak hingga anak mandiri. Anak melakukan kegiatan terjadwal secara rutin dengan metode pembiasaan seperti makan siang, tidur siang, sholat berjamaah, snack time, dan toileting dengan waktu yang telah dirancang. Berbagai usaha untuk menekan keterlambatan siswa SMP N 14 Surakarta sudah banyak dilakukan baik teguran, tindakan ringan atau tindakan agak berat dengan sifat yang mendidik bahkan siswa diminta membuat surat pernyataan. Sekolah kemudian membuat program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy agar keterlambatan peserta didik mengalami penurunan bahkan hilang dan tidak ada yang terlambat. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Perencanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta. Pelaksanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta. Pengendalian kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena-fenomena, peristiwa, aktivitas sosial secara alamiah (Sutama, 2019: . dengan desain studi kasus. Tempat penelitian di SMP Negeri 14 Surakarta yang dilakukan mulai bulan September 2019 sampai bulan April Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan analisis model interaktif. Proses kegiatan penelitian tersebut terdiri dari 3 komponen analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles. Huberman. Saldana, 2019: . HASIL PENELITIAN Perencanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta Identifikasi permasalahan. Masalah kedisiplinan siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah. Hasil pemantauan selama Februari sampai Juni 2018, rata-rata siswa SMP Negeri 14 Surakarta yang terlambat sebanyak 10 siswa setiap hari atau 1,71 persen. Peraturan dianggap efektif apabila setiap pelanggaran atas peraturan itu mendapat konsekuensi yang setimpal. Namun, dalam penelitian ini, adanya peraturan untuk tidak terlambat ke sekolah menjadi salah satu bentuk pelanggaran yang sudah wajar dilakukan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Tshibangu & Mulei . bahwa masalah disiplin siswa yang paling umum ditemukan dalam penelitiannya adalah terlambat datang ke sekolah. Permasalahan keterlambatan siswa ini menjadi bukti pelanggaran siswa yang cukup memprihatinkan bagi sekolah. Keterlambatan siswa ini menjadi permasalahan yang harus diselesaikan oleh guru SMP Negeri 14 Surakarta. Sekolah menerapkan hukuman bagi siswa yang datang terlambat ke sekolah. Hukuman sebagai upaya dalam menangani keterlambatan siswa datang ke sekolah tidak boleh ada kekerasan, melainkan tetap mengedepankan pada pendidikan, perhatian, dan memberikan efek jera kepada siswa. Hal ini juga merupakan harapan siswa terkait hukuman yang diberikan, seperti yang disampaikan oleh Sadik . dalam penelitiannya yang menyimpulkan bahwa hukuman tidak boleh melibatkan kekerasan fisik dan harus masuk akal. Temuan ini juga diperkuat dengan hasil penelitian dari Amoah, dkk. yang menyatakan guru menggunakan penghakiman dengan memastikan ukuran hukuman yang tepat tanpa rasa sakit fisik menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang harmonis. Penentuan ide dan gagasan. Hasil rapat yang telah dihadiri seluruh jajaran guru ini menyepakati bahwa perlu inovasi dengan membuat program agar dapat mengurangi keterlambatan siswa datang ke sekolah. Program inovasi kedisiplinan ini bersifat tidak mengeksploitasi siswa dan bersifat suka rela. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Prima . metode pemberian disiplin dengan menggunakan kekerasan secara fisik, verbal, maupun mental tidak selalu berdampak positif dalam mengubah sikap, perilaku, dan hasil belajar siswa. Olah karena itu. SMP Negeri 14 Surakarta memilih menggunakan hukuman yang bersifat tidak mengeksploitasi siswa dan bersifat sukarela dengan cara memilih sendiri hukuman yang akan dilaksanakan karena menggunakan hukuman kekerasan fisik pada siswa akan berdampak tidak baik bagi siswa. SMP Negeri 14 Surakarta memutuskan membuat program inovasi kedisiplinan yang diberi nama AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Putri, . bahwa salah satu upaya membentuk sikap disiplin siswa adalah melalui program sekolah. Rancangan program inovasi kedisiplinan tersebut dilakukan dengan pemberian menu bagi siswa yang datang terlambat dengan cara siswa diberikan pilihan dalam bentuk menu sebagaimana layaknya memberikan pilihan menu makanan. Menu yang disajikan ada empat pilihan, yaitu: menu biasa, menu komplit, menu khusus dan menu istimewa. Menu pilihan berupa tindakan yang harus dilakukan siswa berdasarkan pilihannya dengan memperhatikan durasi waktu keterlambatannya. Menu pilihan ini dapat dilihat di papan Menu Sarapan Pagi yang tertempel di dinding sekolah. Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 Koordinasi dan pembuatan kebijakan. Setelah menemukan ide program inovasi kedisiplinan, langkah selanjutnya adalah menerbitkan Surat Keputusan terkait program inovasi tersebut. Kepala sekolah menerbitkan Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 14 Surakarta tentang Pembagian Tugas Breakfast Kegiatan Inovasi Palaska Tahun Pelajaran 2018/2019 Nomor: 800/345. a/2018. Dalam dokumen tersebut dijelaskan tim Breakfast (Menu Sarapan Pag. Palaska yang terdiri dari penanggung jawab, koordinator, ketua, wakil ketua, sekretaris, dan anggota. Penerbitan surat keputusan tersebut selanjutnya dijadikan pijakan untuk melakukan pengorganisasian. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Putri, dkk. yang menyatakan penyusunan peraturan sebagai salah satu bentuk pengorganisasian dalam upaya membentuk kedisiplinan siswa. Pengorganisasian program inovasi kedisiplinan tersebut dilakukan dalam empat tahap, yaitu Membuat SK tim yang menangani Inovasi Menu Sarapan Pagi Palaska . otocopy SK). Membuat desain Menu Sarapan Pagi Palaska yang diterapkan di dinding, menu yang berupa lembaran kertas, nota menu, stempel lunas menu palaska, selempang kasir, dan catatan kasir menu palaska. Menyiapkan atau pengadaan meja kasir, meja untuk menulis nota, tulisan kasir, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan menyiram tanaman. Sosialisasi kepada siswa, guru/ karyawan dan orang tua siswa. Pelaksanaan Kedisplinan Siswa di SMP Negeri 14 Surakarta Menata kehidupan bersama. Upaya menata kehidupan bersama dilakukan dengan melaksanakan program kedisiplinan dengan langkah pertama melakukan sosialisasi program Menu Sarapan Pagi Palaska. Kegiatan sosialisasi ini penting untuk dilakukan agar seluruh warga sekolah dapat memahami program inovasi tersebut. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Sadik . bahwa para siswa mengharapkan sekolah menginformasikan semua warga sekolah Tentang aturan yang telah dibuat. Sosialisasi Program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy ini dilakukan dengan menempelkan menu sarapan pagi di dinding sekolah. Kegiatan sosialisasi ini seperti hasil penelitian dari MaAoruf . bahwa membangun kedisiplinan para siswanya dirancang secara sistematis dengan bimbingan dan pemberian informasi. Dari pemberian informasi menu sarapan pagi yang ditempelkan di dinding sekolah tersebut diharapkan siswa dapat membaca dan memahami konsekuensi dari siswa yang datang terlambat ke sekolah. Siswa akan diberikan pilihan menu yang berisi hukuman-hukuman sesuai dengan durasi keterlambatan yang dilakukan oleh siswa. Program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy ini diterapkan oleh siswa kelas 7, 8, 9 setiap pagi. Selanjutnya wakasek bidang kesiswaan dan guru piket melayani siswa yang terlambat dan memilih Menu Sarapan Pagi Palaska. Guru SMP Negeri 14 Surakarta memiliki peran dalam memberikan teladanan kedisiplinan bagi siswa. Jadi, segala gerak gerik guru di sekolah dijadikan teladan bagi Temuan penelitian ini diperkuat dengan penelitian dari Rosesti . yang menyimpulkan pembinaan disiplin siswa dapat dilakukan melalui pemberian Pemberian keteladanan ini dapat dilakukan dengan mengajarkan siswanya untuk berperilaku sopan dan santun. Perilaku ini terlihat dalam observasi yang dilakukan peneliti ketika salah satu siswa menukarkan nota AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy kepada guru piket. Setelah siswa tersebut menukarkan nota, siswa menyalami guru piket tersebut dengan santun. Hal tersebut menjadi salah satu contoh teladan yang harus diikuti oleh siswa lainnya. Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus dapat menjaga dan membawa dirinya untuk berbuat baik dengan menaati tata tertib di sekolah karena hal tersebut akan dilihat oleh siswa dan menjadi contoh yang baik bagi siswa. Membangun kepribadian. Program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy juga dilakukan untuk membangun kepribadian berkaitan dengan adanya program kedisiplinan yang menjadi kebiasaan bagi siswa. Pembiasaan ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 Purnama, dkk. yang menyatakan pelaksanaan kegiatan pembiasaan dapat meningkatkan kedisiplinan anak. Cara ini dilakukan dengan menanamkan rasa keikhlasan bagi siswa dalam melaksanakan hal-hal yang baik dari setiap perbuatan/ tindakan yang telah diperbuat dan penyadaran kepada siswa untuk lebih disiplin dan tidak terlambat lagi. Dalam hal ini, pelaksanaan kedisiplinan untuk membangun kepribadian siswa tersebut dilakukan melalui program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy yang dapat menanamkan keikhlasan dan menyadarkan siswa untuk lebih disiplin dan tidak terlambat lagi datang ke sekolah. Guru SMP Negeri 14 Surakarta berperan dalam melakukan komunikasi dengan siswa dan orang tua siswa terkait kedisiplinan anaknya. Komunikasi ini diberikan kepada guru dalam bentuk perhatian kepada siswa yang mengalami masalah dan membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa, dan guru melakukan komunikasi dengan orang tua siswa. Perhatian guru terhadap siswa yang mengalami permasalahan kedisiplinan ini sejalan dengan hasil penelitian dari Salgong, dkk. bahwa ada kebutuhan untuk merangkul dialog dalam penyelesaian konflik dengan membangun hubungan yang kuat antara siswa dan guru. Sementara komunikasi guru dengan orang tua ini terkait kedisiplinan anaknya sejalan dengan penelitian dari Putri, dkk. yang menyatakan faktor pendukung upaya untuk membentuk sikap disiplin siswa adalah orang tua, kepala sekolah, guru, dan kemauan siswa. Pemaksaan. Pemaksaan atau intervensi pelaksanaan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan dengan memberikan hukuman bagi pelaku pelanggar kedisiplinan sekolah, menerapkan hukuman kepada semua pelaku pelanggar kedisiplinan tanpa kecuali, hukuman ditegakkan secara tegas dan tidak ada alasan apapun, dan semua anggota sekolah harus berpartisipasi dan mendukung kebijakan sekolah. Hal ini dikarenakan permasalahan kedisiplinan sekolah menjadi tanggung jawab seluruh warga Sebagaimana temuan penelitian dari Jinot . bahwa semua stakeholder komunitas sekolah bertanggung jawab atas kemunduran disiplin siswa di sekolah Jadi, mulai dari kepala sekolah, guru, pegawai, sampai pada siswa turut memainkan peran penting dalam mewujudkan kedisiplinan di sekolah. Hukuman. Pemberian hukuman dalam program kedisiplinan di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan dengan menerapkan desain hukuman yang telah ditetapkan oleh Hukuman diberikan sesuai waktu keterlambatan dan tetap mengandung unsur Hal ini terlihat dari hasil pengamatan peneliti di lapangan, dimana ada salah satu siswa sedang menjalankan hukuman. Siswa tersebut menerima hukuman membersihkan sampah dan menyirami tanaman. Diharapkan dengan adanya hukuman tersebut siswa mendapatkan pembelajaran untuk dapat menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Temuan penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian dari Sadik . yang menunjukkan guru cenderung menggunakan peringatan, berteriak/ memarahi dan menghukum. Sementara penelitian dari Asare, dkk. menyatakan guru lebih suka mendorong atau memotivasi siswa yang tidak berminat dalam kegiatan kelas daripada memberikan hukuman. Menciptakan lingkungan yang kondusif. Berkaitan dengan adanya program kedisiplinan di SMP Negeri 14 Surakarta perlu adanya penciptaan lingkungan yang Penciptaan lingkungan yang kondusif ini sejalan dengan penelitian dari Humphries, dkk. yang menyatakan karena meningkatnya tekanan menjaga lingkungan yang aman, sekolah dengan tingkat disiplin siswa yang tinggi sedang mencari cara untuk meningkatkan pengaturan pendidikan. Hubungan siswa dan guru dan tindakan aktif merupakan strategi dalam menangani disiplin. Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 Pengendalian Kedisplinan Siswa di SMP Negeri 14 Surakarta Disiplin kelas. Pengendalian kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan dengan menciptakan disiplin kelas berkaitan dengan adanya program kedisiplinan di SMP Negeri 14 Surakarta. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sadik . dalam hasil penelitiannya bahwa disiplin diberikan melalui aturan kelas. Program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy adalah cara untuk menciptakan disiplin kelas. Penciptaan disiplin kelas dilakukan dengan menjaga siswa agar selalu dapat hadir mengikuti pembelajaran, memberikan pekerjaan rumah untuk kegiatan di rumah, dan melakukan pemeriksaan pekerjaan rumah. Oleh karena itu, dengan adanya program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy ini akan dapat mendorong penciptaan disiplin kelas karena siswa tidak akan mau datang terlambat jika tidak ingin menerima hukuman AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy tersebut. Mengembangkan disiplin di kelas. Pengembangan disiplin kelas berkaitan dengan adanya program kedisiplinan di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan mengajak siswa menjaga kebersihan, membuat jadwal piket harian, dan saling mengingatkan tidak melanggar kedisiplinan. Segala kegiatan yang diupayakan guru untuk mengembangkan disiplin kelas ini harus menjadi sebuah kebiasaan bagi siswa. Sejalan dengan penelitian dari Purnama, dkk. bahwa pelaksanaan kegiatan pembiasaan dapat meningkatkan kedisiplinan anak. Bagi guru agar dapat mengajarkan pembiasaan yang membuat anak tertarik dan menyenangkan, sehingga anak terbiasa dan senang melakukan kedisiplinan sedini mungkin pada dirinya, sehingga kedisiplinan anak pun meningkat. Penanggulangan pelanggaran disiplin. Penganggulangan pelanggaran disiplin di SMP Negeri 14 Surakarta dilaksanakan tindakan pencegahan yaitu saling mengingatkan. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Wahyuni . yang menyatakan guru selalu menyampaikan peraturan kedisiplinan secara berulang agar anak tidak lupa. Selain upaya saling mengingatkan, dilakukan juga sosialisasi program kedisiplinan dengan memasang tata tertib sekolah di tempat yang strategis dan memberikan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran. Perlunya sanksi ini sejalan dengan hasil penelitian dari Sadik . bahwa hukuman diperlukan untuk kedisiplinan namun tidak boleh melibatkan kekerasan fisik dan harus masuk akal. Jadi, pemberian sanksi atau hukuman perlu untuk membuat efek jera bagi siswa agar tidak melanggar peraturan lagi, namun hukuman tersebut harus tetap mengandung unsur edukasi. Membentuk disiplin sekolah. Upaya membentuk disiplin kelas di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan kepala sekolah dengan mengajak semua komponen sekolah taat tata tertib sekolah. Semua komponen sekolah saling mendukung terlaksananya kebijakan sekolah, kepala sekolah dan guru berusaha untuk menjalin hubungan dengan siswa, serta sekolah juga minta kerjasama dengan keluarga siswa agar siswa sadar terhadap pentingnya perilaku disiplin. Kerja sama seluruh komponen sekolah tersebut dimulai dari penyusunan program kedisiplinan. Hal ini seperti yang disampaikan Jinot . dalam penelitiannya bahwa semua stakeholder komunitas sekolah bertanggung jawab atas kemunduran disiplin siswa di sekolah menengah. Jadi, seluruh komponen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah, dan siswa menjadi orang yang bertanggung jawab dalam upaya membentuk disiplin sekolah. KESIMPULAN Perencanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan melalui: . identifikasi permasalahan, . penentuan ide dan gagasan, dan . koordinasi dan pembuatan kebijakan. Identifikasi permasalahan yang menunjukkan siswa sering terlambat sekolah karena kecanduan bermain smartphone sampai larut malam walaupun sekolah sudah banyak melakukan teguran. Penentuan ide dan gagasan yang ditunjukkan Journal of Profession Education. Volume 1 No. 2, 2021, 15-23 e-ISSN: 2798-6527, p-ISSN 2808-9693 dengan rapat antara kepala sekolah dengan semua jajaran guru yang menetapkan program inovasi AuMenu Sarapan Pagi PalaskaAy, yaitu menu pilihan berupa tindakan yang harus dilakukan siswa berdasarkan pilihannya dengan memperhatikan durasi waktu Program inovasi ini bersifat suka rela dan tidak mengeksploitasi siswa. Koordinasi dan pembuatan kebijakan dengan menerbitkan Surat Keputusan Tim yang menangani program inovasi Menu Sarapan Pagi Palaska, membuat desain Menu Sarapan Pagi Palaska, menyiapkan sarana prasarananya, dan sosialisasi kepada siswa, guru/ karyawan dan orang tua siswa. Pelaksanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan dengan: . menata kehidupan bersama, . membangun kepribadian, . pemaksaan, . hukuman, dan . menciptakan lingkungan yang kondusif. Menata kehidupan bersama melalui sosialisasi program Menu Sarapan Pagi Palaska yang dilaksanakan oleh seluruh siswa setiap pagi. Wakasek kesiswaan dan guru piket melayani siswa yang terlambat dan memilih Menu Sarapan Pagi Palaska. Guru memberikan contoh taat tata tertib sekolah dan menjaga hubungan baik dengan siswa. Membangun kepribadian melalui penanaman rasa keikhlasan bagi siswa dalam melaksanakan perbuatan baik, penyadaran kepada siswa untuk lebih disiplin dan tidak terlambat lagi, guru memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami masalah dan mencari permasalahan yang menyebabkan siswa melanggar tata tertib sekolah, membantu mengatasi kesulitan siswa, dan komunikasi dengan orang tua siswa. Pemaksaan memberikan hukuman bagi pelaku pelanggar kedisiplinan sekolah secara tegas dan tidak ada alasan apapun. Semua anggota sekolah harus berpartisipasi dan mendukung kebijakan sekolah tersebut. Hukuman diterapkan sesuai desain hukuman yang telah ditetapkan berdasarkan waktu keterlambatan dan tetap mengandung unsur pembelajaran. Menciptakan lingkungan yang kondusif dengan melakukan upaya pembentukan kesadaran menjaga dan melaksanakan kedisiplinan, mengajak semua guru menjadi teladan bagi siswa, dan memberikan himbauan kepada siswa untuk membatasi penggunaan media sosial secara berlebihan. Pengendalian kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan melalui . disiplin kelas, . mengembangkan disiplin di kelas, . penanggulangan pelanggaran disiplin, dan . membentuk disiplin sekolah. Disiplin kelas dengan cara menjaga siswa selalu hadir mengikuti pembelajaran, memberikan pekerjaan rumah dan memeriksanya. Mengembangkan disiplin di kelas dengan cara mengajak siswa menjaga kebersihan, membuat jadwal piket harian, dan mengajak untuk saling mengingatkan agar tidak terjadi pelanggaran kedisplinan. Penanggulangan pelanggaran disiplin dengan melakukan tindakan pencegahan dengan upaya saling mengingatkan, sosialisasi dengan memasang tata tertib sekolah di tempat yang strategis, dan memberikan sanksi bagi yang melakukan Membentuk disiplin sekolah dengan cara kepala sekolah mengajak semua komponen sekolah taat tata tertib sekolah sebagai kebiasaan harian dan saling mendukung terlaksananya kebijakan sekolah tersebut, serta kepala sekolah dan guru menjalin hubungan dengan siswa dan kerjasama dengan keluarga siswa agar siswa sadar terhadap pentingnya perilaku disiplin. Daftar Pustaka