JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 14. No. Tahun 2026 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Rasio CAMEL Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2021-2023 Sukma Ali Akbara1*. Aga Arye Perdanaa2. Syarifah Zuhraa3 Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Indonesia 1 sukmaaliakbar07@gmail. *Sukma Ali Akbar1 Received: 28 Januari 2026. Revised: 19 Februari 2026. Accepted: 3 Maret 2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio CAMEL terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2023. Rasio CAMEL dalam penelitian ini diproksikan melalui Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan harga saham penutupan . losing pric. yang diperoleh dari situs resmi BEI dan Investing. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama periode 2021Ae2023 sebanyak 45 perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria bank konvensional yang terdaftar secara konsisten, tidak mengalami delisting, serta memiliki laporan keuangan lengkap selama periode penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 13 perusahaan sebagai sampel dengan total 39 unit observasi selama tiga tahun Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan, sedangkan NPM dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor lebih menitikberatkan efisiensi pengelolaan aset sebagai dasar penilaian saham perbankan dibandingkan rasio profitabilitas dan likuiditas lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor dan manajemen perbankan dalam pengambilan keputusan investasi serta pengelolaan kinerja keuangan. Kata kunci - CAMEL. harga saham. ROA. NPM. LDR Abstract This study aims to analyze the effect of CAMEL ratios on the stock prices of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021Ae2023 period. In this research, the CAMEL ratios are proxied by Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), and Loan to Deposit Ratio (LDR). The study employs a quantitative approach with an explanatory research design. The data used are secondary data in the form of annual financial statements and closing stock prices obtained from the official IDX website and Investing. The population of this study consists of all banking companies listed on the IDX during the 2021Ae2023 period, totaling 45 companies. The sample was determined using a purposive sampling technique with the criteria that the banks were conventional banks consistently listed during the research period, did not experience delisting, and had complete financial reports throughout the study period. Based on these criteria, 13 companies were selected as the sample, resulting in a total of 39 observation units over three years. Data were collected through documentation techniques, and data analysis was conducted using multiple linear regression with classical assumption tests as The results show that partially. ROA has a positive and significant effect on banking stock prices. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 12 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra while NPM and LDR do not have a significant effect on stock prices. These findings indicate that investors place greater emphasis on asset management efficiency as a basis for valuing banking stocks compared to other profitability and liquidity ratios. This study is expected to serve as a reference for investors and bank management in making investment decisions and managing financial performance. Keywords - CAMEL. stock price. ROA. NPM. LDR How to Cite : Akbar. Perdana. , & Zuhra. Pengaruh Rasio CAMEL Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2021-2023. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 14. , 12Ae21. https://doi. org/10. 21067/jrma. PENDAHULUAN Kinerja keuangan merupakan indikator utama dalam menilai Tingkat Kesehatan dan keberlangsungan operasional perusahaan perbankan. Analisis rasio keuangan, yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, adalah metode yang umum digunakan untuk menilai kinerja keuangan bank (P. Weraman, 2. Rasio keuangan digunakan untuk mengukur kondisi keuangan, efektivitas operasi, dan kemampuan bank untuk menghasilkan laba dan memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Metode CAMEL (Capital. Asset Quality. Management. Earnings, and Liquidit. umumnya digunakan untuk menilai kinerja perbankan (Setiyaji & Pardistya, 2. Ini didasarkan pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank serta Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan sangat penting untuk mengevaluasi stabilitas dan kesehatan bank. Perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia karena merupakan salah satu pilar utama sistem keuangan nasional (Naftali et al. , 2. Bank mengumpulkan uang dari orang-orang dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada orang-orang yang membutuhkan uang dengan kredit atau instrumen keuangan lainnya (Alfian, 2. Ini adalah peran mereka sebagai lembaga intermediasi keuangan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah perusahaan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat (Wiratno & Yustrianthe, 2. Selain itu, perbankan berperan dalam mendorong pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, serta menjaga stabilitas nasional (Triandaru & Budisantoso, 2. Kepercayaan nasabah menjadi landasan utama dalam kegiatan usaha perbankan (Barus, 2. Oleh karena itu, bank dituntut untuk menjaga keseimbangan antara pemeliharaan likuiditas dan pemenuhan modal yang memadai guna menjamin keberlangsungan usaha dan stabilitas sistem keuangan (Listyorini, 2. Rentabilitas, bersama dengan faktor permodalan dan likuiditas, adalah komponen penting dalam menilai kinerja perbankan. Rentabilitas menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dari aset dan modal yang dikelola, sementara likuiditas menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban finansial dan permintaan kreditnya tanpa mengalami masalah keuangan. Persepsi investor dan nilai perusahaan akan meningkat sebagai hasil dari kinerja keuangan yang baik. Semakin baik kinerja keuangan suatu bank, semakin besar laba yang dihasilkan dan semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh pemegang saham (Nurazizah et al. , 2. Pasar modal biasanya akan menanggapi kondisi ini dengan kenaikan harga saham. Saham adalah alat keuangan yang dapat diperdagangkan di pasar modal, terutama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal berfungsi sebagai tempat di mana investor yang memiliki uang ekstra dan emiten yang membutuhkan dana berkumpul(Kasmir, 2014. Saham mencerminkan kepemilikan investor terhadap suatu perusahaan, sehingga harga saham yang tinggi dan terus meningkat dapat mencerminkan kondisi dan prospek perusahaan yang baik (Margaretha, 2007. Vilia & Colline, 2. Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjadi perhatian utama Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 13 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra investor karena kinerja keuangan mereka sangat memengaruhi keputusan investasi. Laporan keuangan perbankan dianggap sebagai sumber informasi utama yang mencerminkan kesehatan dan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Laporan keuangan yang transparan, andal, dan akurat tidak hanya mencerminkan kondisi finansial perusahaan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan investor. Salah satu alat analisis yang banyak digunakan untuk menilai laporan keuangan perbankan adalah rasio CAMEL. Kinerja keuangan yang baik akan meningkatkan persepsi investor dan nilai perusahaan (Fadilah, 2024. Manuwati, 2013. Weraman, 2. Semakin baik kinerja keuangan suatu bank, semakin besar laba yang dihasilkan dan semakin tinggi potensi keuntungan bagi pemegang saham. Kondisi tersebut umumnya direspons positif oleh pasar modal melalui kenaikan harga saham. Saham merupakan instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal, khususnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana (Kasmir, 2. Harga saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa mendatang (Margaretha, 2007. Vilia & Colline, 2. Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham perusahaan perbankan. Namun demikian, hasil penelitian tersebut menunjukkan temuan yang belum Sebagian penelitian menemukan bahwa rasio profitabilitas dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sementara penelitian lainnya menunjukkan hasil yang berbeda, baik dari segi arah maupun tingkat signifikansinya. Selain itu, sebagian besar penelitian sebelumnya masih menggunakan periode pengamatan sebelum tahun-tahun terkini, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi perbankan setelah dinamika ekonomi global dan perubahan kondisi pasar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, masih terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. terkait konsistensi pengaruh indikator-indikator dalam rasio CAMEL terhadap harga saham, khususnya dengan menggunakan data yang lebih mutakhir. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio CAMEL terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan mempertimbangkan keterbatasan data, penelitian ini memfokuskan pada beberapa indikator rasio CAMEL, yaitu Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya literatur mengenai hubungan antara kinerja keuangan dan harga saham perbankan, serta memberikan informasi yang relevan dan aktual bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, penggunaan data laporan keuangan dan harga saham periode terbaru diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih representatif mengenai kondisi perbankan saat ini. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menganalisis pengaruh rasio CAMEL terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan dan data harga saham penutupan . losing pric. selama periode 2021Ae2023 yang bersumber dari situs resmi BEI dan Investing. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemilihan populasi tersebut didasarkan pada relevansinya dengan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh data yang representatif dan sesuai dengan karakteristik industri perbankan yang telah memenuhi kewajiban pelaporan kepada publik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama periode 2021Ae2023 sebanyak 45 perusahaan. Sementara itu, metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria atau karakteristik tertentu yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Adapun kriteria sampel yang digunakan meliputi: . perusahaan telah menerbitkan laporan keuangan selama tiga tahun berturutturut, yaitu tahun 2021, 2022, dan 2023. perusahaan memiliki laporan tahunan yang berakhir pada Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 14 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra tanggal 31 Desember selama periode 2021 hingga 2023. perusahaan tidak mengalami delisting maupun baru melakukan penawaran umum perdana (IPO) selama tahun 2021 sampai dengan 2023. perusahaan tetap menjalankan kegiatan operasional bisnis secara berturut-turut selama periode 2021Ae2023 (Vilia & Colline, 2. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria bank konvensional yang terdaftar secara konsisten, tidak mengalami delisting, serta memiliki laporan keuangan lengkap selama periode penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 13 perusahaan sebagai sampel dengan total 39 unit observasi selama tiga tahun penelitian Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio CAMEL yang diproksikan melalui Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), dan Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan variabel dependen adalah harga saham. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda dengan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model analisis (Ghozali, 2. PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Koefisien Determinasi (Nilai Adjusted Squar. Koefisien determinasi (RA) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variable-variabel independent dalam menjelaskan variasi-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi dependen. Tabel 1 Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Loan to Deposit Ratio. Net Profit Margin. Return On Asset Dalam penelitian ini, uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen, yaitu Net Profit Margin (X. Return on Asset (X. , dan Loan to Deposit Ratio (X. , dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen, yaitu harga saham (Y). Hasil analisis menunjukkan nilai adjusted R square sebesar 0,706. Artinya, sekitar 70,6% variasi harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023 dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut secara simultan. Sementara itu, sisanya sebesar 29,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti kondisi makroekonomi, kebijakan pemerintah, sentimen pasar, atau faktor internal perusahaan lainnya. Nilai adjusted R square yang tinggi ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki tingkat penjelasan yang sangat baik terhadap variabel dependen. Menurut Ghozali . , semakin mendekati angka satu, maka semakin besar pula kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai adjusted R square mendekati nol, maka kemampuan prediksi model sangat Dalam konteks penelitian ini, adjusted R square sebesar 0,706 termasuk dalam kategori kuat, sehingga model dapat diandalkan untuk menjelaskan pengaruh Net Profit Margin. Return on Asset, dan Loan to Deposit Ratio terhadap harga saham. Selain itu, penggunaan adjusted R square lebih disarankan dibandingkan R square biasa, terutama ketika model regresi melibatkan lebih dari satu variabel independen. Adjusted R square Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 15 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra telah memperhitungkan jumlah variabel dalam model, sehingga memberikan estimasi yang lebih akurat terhadap kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen pada populasi yang lebih luas. Dengan demikian, hasil ini memperkuat validitas model regresi yang digunakan dalam penelitian dan memberikan gambaran bahwa faktor-faktor keuangan yang diukur melalui rasio CAMEL memang berperan signifikan dalam menentukan harga saham perbankan di Indonesia. Secara keseluruhan, temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang juga menemukan bahwa rasio-rasio keuangan seperti profitabilitas dan efisiensi operasional bank memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Namun, tetap perlu diingat bahwa masih terdapat hampir sepertiga variasi harga saham yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, sehingga analisis lanjutan atau penambahan variabel lain dapat dipertimbangkan untuk penelitian selanjutnya. Uji F Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk menguji signifikansi model regresi secara simultan, yaitu untuk mengetahui apakah variabel independen Net Profit Margin (X. Return on Asset (X. , dan Loan to Deposit Ratio (X. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu harga saham (Y). Uji F merupakan salah satu tahapan penting dalam analisis regresi linier berganda karena dapat menunjukkan apakah model yang dibangun layak digunakan untuk prediksi dan pengambilan keputusan. Tabel 2 Uji ANOVA ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. Loan to Deposit Ratio. Net Profit Margin. Return On Asset Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan hasil pengujian menggunakan SPSS, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000. Nilai ini jauh lebih kecil dari batas signifikansi yang telah ditetapkan, yaitu 0,05. Dengan demikian, sesuai dengan kriteria pengambilan keputusan dalam uji F, jika nilai signifikansi < 0,05 maka hipotesis nol (H. yang menyatakan bahwa seluruh variabel independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen ditolak, dan hipotesis alternatif (H. Artinya, secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari Net Profit Margin. Return on Asset, dan Loan to Deposit Ratio terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Temuan ini memperkuat validitas model regresi yang digunakan, karena model terbukti mampu menjelaskan variasi harga saham berdasarkan ketiga rasio keuangan tersebut. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa rasio keuangan seperti Net Profit Margin. Return on Asset, dan Loan to Deposit Ratio secara bersama-sama dapat mempengaruhi harga saham, meskipun secara parsial pengaruh masing-masing variabel bisa berbeda-beda. Dengan demikian, model regresi yang dihasilkan dalam penelitian ini layak digunakan untuk analisis lebih lanjut dan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan investasi maupun kebijakan manajemen perusahaan. Secara metodologis, penggunaan uji F dalam regresi linier berganda sangat dianjurkan karena mampu menguji signifikansi model secara keseluruhan, bukan hanya pengaruh parsial masing-masing variabel. Hal ini penting untuk memastikan bahwa model yang dibangun benarCopyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 16 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra benar relevan dan dapat diandalkan dalam menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang Uji T (Uji Hipotesi. Hasil Uji T (Uji Hipotesi. pengaruh Variabel Independen terhadap Harga Saham dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 3 Uji T (Uji Hipotesi. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Net Profit Margin Return On Asset Loan to Deposit Ratio Standardized Coefficients Sig. Beta Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan hasil uji t, variabel Net Profit Margin (NPM) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,138 dan koefisien beta positif sebesar 0,351. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 ini menandakan bahwa secara statistik. NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan pada periode penelitian. Return on Asset (ROA) dalam penelitian ini terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perbankan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,033 yang lebih kecil dari ambang batas 0,05, serta koefisien beta positif sebesar 0,514. Berdasarkan hasil pengujian statistik, variabel Loan to Deposit Ratio (LDR) memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,649 yang jauh di atas ambang batas 0,05 dan koefisien beta positif sebesar 0,042. Secara statistik, hal ini menunjukkan bahwa LDR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan pada periode pengamatan dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Hasil pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara parsial rasio CAMEL memberikan pengaruh yang berbeda terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Berdasarkan uji statistik t. Return on Assets (ROA) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi . -valu. sebesar 0,033 dan koefisien beta sebesar 0,514. Sebaliknya. Net Profit Margin (NPM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap harga saham, masingmasing dengan nilai signifikansi sebesar 0,138 dan 0,649, meskipun keduanya memiliki arah koefisien Temuan ini menunjukkan bahwa tidak seluruh indikator CAMEL secara langsung memengaruhi penilaian pasar terhadap saham perbankan . Tabel 1 Nama Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Emiten Nama Bank Status di BEI BBCA Bank Central Asia (BCA) Utama BDMN Bank Danamon Indonesia Utama BMRI Bank Mandiri Utama Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 17 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra BNGA Bank CIMB Niaga Utama BNII Bank Maybank Indonesia Utama BNLI Bank Permata Utama BSIM Bank Sinarmas Utama MAYA Bank Mayapada Internasional Utama MEGA Bank Mega Utama NISP Bank OCBC NISP Utama BBNI Bank Negara Indonesia (BNI) Utama BBRI Bank Rakyat Indonesia (BRI) Utama BBTN Bank Tabungan Negara (BTN) Sumber: Data Olahan Peneliti . Utama Pengaruh signifikan ROA terhadap harga saham mengindikasikan bahwa efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba menjadi faktor utama yang diperhatikan investor dalam menilai kinerja perbankan. ROA mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengelola seluruh aset secara produktif, sehingga peningkatan ROA memberikan sinyal positif terhadap prospek Hasil ini sejalan dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa kinerja keuangan yang baik akan direspons positif oleh pasar melalui kenaikan harga saham. Temuan penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian (Dewi, 2. serta (Ernawati et al. , 2. yang menyimpulkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham sektor perbankan . Berbeda dengan ROA. Net Profit Margin (NPM) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga saham meskipun memiliki koefisien positif. Nilai signifikansi NPM sebesar 0,138 menunjukkan bahwa margin laba bersih tidak menjadi pertimbangan utama investor dalam menentukan nilai saham bank. Hal ini dapat dijelaskan oleh karakteristik industri perbankan yang memiliki struktur pendapatan dan beban operasional yang kompleks, sehingga laba bersih belum sepenuhnya mencerminkan kinerja operasional secara menyeluruh. Temuan ini mendukung penelitian (Naftali et al. , 2. yang menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan, karena investor cenderung lebih fokus pada indikator efisiensi aset dan stabilitas keuangan jangka panjang . Hasil pengujian terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan bahwa rasio likuiditas ini tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi sebesar 0,649 dan koefisien beta sebesar 0,042. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun LDR menggambarkan fungsi intermediasi bank, rasio tersebut tidak secara langsung mencerminkan potensi keuntungan yang menjadi perhatian utama investor. Investor cenderung memandang LDR sebagai indikator risiko likuiditas, di mana nilai yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan risiko kredit. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Martanorika. N & Mustikawati. R, 2. serta (Efriyanto & Azali, 2. yang menyatakan bahwa LDR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan . Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ROA yang berperan signifikan dalam memengaruhi harga saham perusahaan perbankan, sedangkan NPM dan LDR tidak memberikan pengaruh yang berarti secara statistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan data terbaru periode 2021Ae2023 yang mencerminkan kondisi pascapandemi, di mana investor semakin selektif dan lebih menekankan efisiensi pengelolaan aset dibandingkan rasio profitabilitas konvensional dan likuiditas. Hasil ini memperkuat bukti empiris bahwa dalam konteks pasar modal Indonesia, kinerja aset yang produktif merupakan sinyal utama yang memengaruhi persepsi investor terhadap nilai saham sektor perbankan Pembahasan hasil penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh rasio CAMEL terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Penggunaan periode tersebut menjadi relevan karena mencerminkan kondisi perbankan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 18 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra pascapandemi COVID-19, di mana stabilitas dan kinerja keuangan perbankan mengalami dinamika yang signifikan. Hasil pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa tidak seluruh indikator CAMEL memiliki pengaruh yang sama terhadap harga saham, sehingga mengindikasikan adanya perbedaan persepsi investor dalam menilai kinerja keuangan perbankan. Berdasarkan hasil uji statistik t. Return on Assets (ROA) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba menjadi indikator utama yang diperhatikan oleh investor. ROA mencerminkan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya perusahaan secara keseluruhan, sehingga peningkatan rasio ini memberikan sinyal positif mengenai prospek kinerja dan keberlanjutan usaha bank di masa depan. Signifikansi pengaruh ROA terhadap harga saham dapat dijelaskan melalui teori sinyal . ignaling theor. , yang menyatakan bahwa informasi keuangan yang mencerminkan kinerja baik akan direspons positif oleh pasar. Dalam konteks ini. ROA berfungsi sebagai sinyal kuat bagi investor bahwa perusahaan perbankan mampu mengelola aset secara produktif dan efisien. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai ROA, semakin besar kepercayaan investor terhadap kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan, yang pada akhirnya tercermin dalam peningkatan harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Dewi . serta Ernawati et al. yang menyimpulkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perbankan. Konsistensi hasil ini menunjukkan bahwa ROA merupakan indikator keuangan yang stabil dan relevan dalam menilai kinerja perbankan, baik pada kondisi ekonomi normal maupun dalam periode pemulihan pascapandemi. Dengan demikian. ROA dapat dijadikan salah satu rasio utama dalam analisis fundamental saham sektor perbankan. Berbeda dengan ROA. Net Profit Margin (NPM) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga saham meskipun memiliki arah koefisien positif. Nilai signifikansi NPM yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan menunjukkan bahwa margin laba bersih bukan faktor dominan dalam pengambilan keputusan investasi di sektor perbankan. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tidak semata-mata berfokus pada besarnya laba bersih yang dihasilkan, tetapi lebih memperhatikan bagaimana laba tersebut diperoleh melalui pengelolaan aset secara efisien. Ketidaksignifikanan pengaruh NPM dapat dijelaskan oleh karakteristik industri perbankan yang memiliki struktur pendapatan dan beban operasional yang kompleks. Pendapatan bank tidak hanya berasal dari aktivitas utama, tetapi juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, provisi kredit bermasalah, serta biaya operasional lainnya. Kondisi ini menyebabkan NPM kurang mampu merepresentasikan kinerja operasional bank secara komprehensif, sehingga kurang dijadikan acuan utama oleh investor. Temuan ini mendukung hasil penelitian Naftali et al. yang menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan. Hasil pengujian Loan to Deposit Ratio (LDR) juga menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan terhadap harga saham. LDR sebagai indikator likuiditas menggambarkan kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga ke dalam bentuk kredit. Namun, rasio ini lebih merefleksikan tingkat risiko likuiditas dibandingkan potensi keuntungan. Investor cenderung memandang LDR secara hati-hati, karena nilai yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan meningkatnya risiko kredit dan potensi ketidakmampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Ketidaksignifikanan LDR terhadap harga saham sejalan dengan penelitian Martanorika dan Mustikawati . serta Efriyanto dan Azali . , yang menyatakan bahwa rasio likuiditas tidak secara langsung memengaruhi keputusan investasi di sektor perbankan. Dalam konteks pasar modal, investor lebih fokus pada indikator yang berhubungan langsung dengan profitabilitas dan efisiensi, dibandingkan rasio likuiditas yang sifatnya lebih preventif terhadap risiko. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa indikator CAMEL yang diuji, hanya ROA yang berperan signifikan dalam memengaruhi harga saham perusahaan Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan data terbaru periode 2021Ae2023 yang mencerminkan kondisi pascapandemi, di mana investor menjadi semakin selektif dan lebih Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 19 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Akbar. Perdana,Zuhra menekankan efisiensi pengelolaan aset dibandingkan rasio profitabilitas konvensional dan likuiditas. Temuan ini memperkuat bukti empiris bahwa dalam konteks pasar modal Indonesia, kinerja aset yang produktif merupakan sinyal utama yang membentuk persepsi investor terhadap nilai saham sektor KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja keuangan perbankan yang diukur melalui rasio CAMEL memiliki peran yang berbeda dalam memengaruhi harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) merupakan indikator yang paling relevan dan berkontribusi nyata dalam membentuk persepsi investor terhadap nilai saham bank, karena mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dalam menghasilkan laba. Sebaliknya. Net Profit Margin (NPM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) belum menjadi pertimbangan utama pasar dalam menentukan harga saham, meskipun tetap mencerminkan aspek profitabilitas dan likuiditas bank. Secara teoretis, hasil ini memperkuat teori sinyal dengan menegaskan bahwa investor lebih merespons sinyal efisiensi aset dibandingkan rasio keuangan lainnya dalam konteks industri perbankan. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen perbankan untuk memprioritaskan peningkatan kinerja aset sebagai strategi peningkatan nilai perusahaan, serta bagi investor untuk menggunakan ROA sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi pada sektor perbankan . Daftar Pustaka