Al Abyadh Volume 5. No 2. Desember 2022 . ANALISIS MEDIA BERBAHAN DASAR RAMBUT JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN BILANGAN ANAK USIA DINI Annisa Ayu Sarah Shafura 1. Dwi Nurhayati Adhani 2 Prodi PG PAUD. Universitas Trunojoyo Madura ayu@gmail. com, dwi. adhani@trunojoyo. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui media pembelajaran berbahan dasar jagung dalam meningkatkan pengenalan bilangan di usia 4-5 tahun. Media pembelajaran yang sering ditemui pada lembaga PAUD menggunakan media yang berupa gambar, poster, flashcard, dan sejenisnya untuk mengenalkan bilangan pada anak. Pemanfaatan bahan alam pun kurang terlihat pada lembaga PAUD. Dengan adanya masalah tersebut peneliti ingin mengetahui secara lebih dalam mengenai media pembelajaran berbahan alam yang digunakan untuk pengenalan bilangan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para pendidik kelas TK A di PAUD Anna Husada Bangkalan. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan studi pendahuluan dengan melakukan observasi, melakukan wawancara kepada guru kelas, dan menganalisis data yang diperoleh. Kata kunci: Media Pembelajaran. Anak Usia Dini. Berbahan Dasar Alam. Pengenalan Bilangan ANALYSIS OF CORNHAIR-BASED MEDIA TO IMPROVE EARLY CHILD NUMBER RECOGNITION Annisa Ayu Sarah Shafura 1. Dwi Nurhayati Adhani 2 Prodi PG PAUD. Universitas Trunojoyo Madura ayu@gmail. com, dwi. adhani@trunojoyo. Abstract This research was conducted to find out corn-based learning media in improving number recognition at the age of 4-5 years. Learning media that are often found in kindergarten institutions use media in the form of pictures, posters, flashcards, and the like to introduce numbers to children. Utilization of natural materials is also less visible in kindergarten With this problem, the researcher wants to know more deeply about learning media made from natural materials that are used for number recognition in early childhood. This type of research is qualitative. The subjects of this research were educators of Kindergarten class A at Anna Husada Bangkalan. The stages of this research began with conducting a preliminary study by observing, conducting interviews with class teachers, and analyzing the data obtained. Keywords: Learning Media. Early Childhood. Natural Based. Number Recognition. Al Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Analisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung A- 98 Annisa Ayu Sarah Shafura. Dwi Nurhayati Adhani Pendahuluan Pendidikan sangat penting diberikan kepada anak sejak usia dini. Pada usia nol sampai enam tahun terdapat jenjang pendidikan yang dapat diberikan. Jenjang pendidikan tersebut biasa disebut sebagai PAUD yang merupakan singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Dalam jenjang pendidikan ini pertumbuhan dan perkembangan anak akan diamati secara maksimal oleh para pendidik. Segala aspek perkembangan anak yang meliputi perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, motorik kasar dan motorik halus, bahasa, sosial emosional, dan seni juga akan diberikan perhatian secara mendalam. Pembelajaran yang dilakukan dilaksanakan melalui kegiatan bermain supaya anak tidak merasa bosan. Salah satu aspek yang dikembangkan di PAUD adalah aspek kognitif. Aspek ini dikembangkan karena merupakan dasar dari perkembangan kemampuan kognitif anak. Anak-anak di PAUD perkembangannya masih dalam tahap pra-operasional. Ide bagus yang dapat dilakukan untuk mengajarkan berhitung kepada anak dengan melibatkan benda nyata (Asmawati, 2014: Dengan menggunakan benda konkret anak-anak akan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna. Selain itu, mengajarkan anak dengan menggunakan benda-benda nyata akan memberikan anak dibandingkan dengan hanya menggunakan Perkembangan kepekaan terhadap bilangan adalah satu konsep matematika yang paling penting untuk anak usia tiga. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 empat, dan lima tahun (A. Wasik, 2. Saat kemampuan anak-anak untuk peka terhadap bilangan berkembang, maka akan mulai memahami bahwa konsep dari kata AusatuAy memiliki arti gambaran dari satu benda tunggal, sedangkan kata AuduaAy memiliki arti gambaran dari jumlah dua benda, dan begitu pula selanjutnya. Dengan anak-anak mengartikan jumlah suatu benda dengan Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik meningkatkan kemampuan a penggunaan media yang menyenangkan. Namun pada kenyataannya masih banyak lembaga dan pendidik PAUD yang masih menggunakan cara-cara yang kurang Beberapa yang dapat ditemui bentuk media yang sering digunakan oleh pendidik PAUD berupa poster atau Penggunaan serta pemanfaatan bahan alam pun jarang sekali terlihat di lembaga PAUD yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Oleh karena permasalahan ini, maka peneliti ingin menganalisis penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan untuk anak usia dini menggunakan bahan dasar alam, yaitu rambut jagung. Pemilihan bahan dasar alam rambut jagung dalam penelitian ini didasarkan pada potensi yang dimiliki oleh daerah Bangkalan. Hal ini membuat peneliti ingin menganalisis pemanfaatan rambut jagung dalam media pembelajaran di Berdasarkan pemaparan di atas, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul AuAnalisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Bilangan Anak Usia DiniAy. Metode. Penelitian Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah kegiatan mengumpulkan data kepada suatu latar Analisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung A- 99 Annisa Ayu Sarah Shafura. Dwi Nurhayati Adhani tertentu dengan tujuan mengartikan fenomena yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media berbahan dasar rambut jagung untuk pengenalan bilangan anak usia 4-5 tahun di PAUD Anna Husada Bangkalan. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan studi pendahuluan dengan melakukan observasi, melakukan wawancara kepada guru kelas, dan menganalisis data yang Hasil. Penelitian. dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti bersama Bunda Maulidah sebagai guru kelas A4 TK Anna Husada, berikut media pembelajaran yang digunakan untuk pengenalan bilangan pada anak usia dini: AuDalam mengenalkan bilangan pada anak itu pada angka 1 sampai 10 kita bisa menggunakan pada kegiatan jurnal itu menggunakan jepitan baju, jepitan baju dan juga medianya itu menggunakan Di piring itu sudah ada angkanya, misalkan 1, 2, 3, 4, 5 nanti anak-anak tinggal menjepit sesuai dengan lambang Kalo dia mendapat lambang bilangan angka 3 berarti jepitannya yang dijepit harus tiga biji gitu. Ay Bunda Lilik Ratnawati sebagai guru kelas A2 TK Anna Husada mengatakan AuIya sebelumnya ada media piring, ada tutup botol. Di piring itu kita menuliskan lambang bilangannya. Seumpama ada angka 1, angka 2, dan Nah disitu anak mengambil tutup botol itu sesuai jumlah bilangan yang ada di piring tersebut gitu. Ay Begitu pula dengan yang dipaparkan oleh Bunda MuAoayati sebagai berikut: AuYang sifatnya kontekstual, maksudnya yang konkrit yang dapat dilihat, dirasa, diraba anak secara nyata karena anak-anak ini masih tahapan pra operasional jadi kalau kita mengenalkan bilangan yang paling simple mungkin dengan jari, jari 1 dengan benda jumlahnya yang sama dengan dengan jari begitu, atau dengan simbol, gambar, dan yang lainlainnyaAy. Ketika peneliti melakukan Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 kegiatan observasi secara langsung di TK Anna Husada, peneliti menemui kegiatan yang berkaitan dengan pengenalan bilangan yang dilakukan pendidik di dalam kelas. Temuan pertama yang didapat oleh peneliti dapat terlihat pada kelas A4 yang mana anak sedang melakukan kegiatan menjepit jepitan baju pada piring sesuai angka yang Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan Bunda Maulidah. Media pengenalan bilangan lain yang dapat ditemui oleh peneliti selama observasi yaitu penggunaan Lembar Kerja Anak. Hasil wawancara peneliti bersama Bunda Maulidah AuKemudian yang kedua kita menggunakan buku tema, di buku tema itu mengenalkan tentang bilangan, menebalkan, kemudian menarik garis, menarik garis misalkan ada gambar 2 benda itu dihubungkan dengan Ay Ketika peneliti melakukan observasi di lembaga TK Anna Husada, peneliti melihat secara langsung anak-anak mengerjakan buku Lembar Kerja Anak (LKA) yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Pada kegiatan tersebut anak diminta untuk mengerjakan LKA yang di dalamnya terdapat banyak kegiatan untuk mengenalkan bilangan pada Contohnya terdapat beberapa lingkaran kosong dan beberapa berisi Anak diminta untuk mengisi bagian lingkaran yang kosong sesuai dengan urutan bilangan yang sesuai. Kegiatan lainnya yaitu menghitung jumlah jari, menebalkan angkanya, dan menarik garis antara jumlah jari dengan angka yang Hasil yang diperoleh setelah melakukan wawancara kepada pendidik di TK Anna Husada mengenai pemanfaatan limbah jagung sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut yang dipaparkan oleh Bunda Lilik Ratnawati AuPernah. Itu bijinya, biji jagung. Sama seperti yang ini, yang pertama tadi kita mengenalkan medianya dulu, terus cara pengerjaannya. Analisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung A- 100 Annisa Ayu Sarah Shafura. Dwi Nurhayati Adhani proses pengerjaannya seperti itu. Ay Cara bermain yang dimaksud pada pemaparan tersebut yaitu sama dengan kegiatan untuk pengenalan bilangan menggunakan piring dan tutup botol. Anak diminta untuk meletakkan biji jagung sesuai dengan angka yang tertera pada piring. Kegiatan ini juga memiliki kemiripan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Bunda MuAoayati seperti yang telah dipaparkan selama wawancara, sebagai berikut: AuAnak-anak ini memipil jagung itu, tadi seperti yang dijelaskan jadi disitu ada konsep mengelompokkan, jumlah warnanya yang sama, bentuknya, ukuran, dengan begitu sudah mengenalkan bilangan secara langsung, secara menyenangkan juga jadi tidak langsung berbentuk angka jadi anak-anak menyebutkan dulu jagungnya ada berapa begituAy. Lalu pertanyaan yang lebih mendalam mengenai media berbahan dasar rambut jagung untuk pengenalan bilangan anak dan memperoleh hasil wawancara dengan Bunda Maulidah, yaitu belum pernah menggunakan media berbahan dasar jagung untuk pengenalan bilangan anak. Hasil wawancara lain antara peneliti dengan sumber kedua, yaitu Bunda Lilik Ratnawati, sebagai berikut: AuTidak karena itu media yang susah untuk dipegang anak dan rapuh. Ay Jawaban lain yang juga diberikan oleh Bunda MuAoayati, sebagai berikut: AuKalau berbahan rambut jagung untuk pengenalan bilangan bunda belum pernah melakukan karena dari satu rangkaian yang bunda hadirkan di kelas tu bunda menghadirkan pohon jagung, akar sampai ke buahnya. Jadi untuk bunda pengenalan spesifik untuk bilangan dengan media bahan rambut jagung bunda belum. Tapi untuk mengenalkan tumbuhan jagung dari biji, akar, batang, daun, bentuknya bagaimana, rasanya bagaimana sudah sampai ke rambutnya itu dibuka apa ada rambut ternyata disitu. Tapi untuk membuat media sendiri dengan media rambut jagung dibuat untuk apa bunda belum. Karena bunda waktu itu memakai ini apa sentra Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 alam menanam jagungnya, jadi pengenalan ke tanamannya. Ay Setelah observasi dan wawancara sebagai langkah pengumpulan data di lapangan, temuan yang didapat oleh peneliti dapat dipaparkan sebagai berikut: Pertama, media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik di TK Anna Husada Bangkalan. Dari hasil wawancara dan pemaparan yang telah dijelaskan dalam sub bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik untuk pengenalan bilangan anak usia dini bervariasi sesuai dengan kreativitas guru. Adapun media-media yang digunakan oleh pendidik di TK Anna Husada Bangkalan untuk pengenalan bilangan anak usia dini, meliputi gambar di dinding, piring bertuliskan angka dan penjepit baju, piring bertuliskan angka dan tutup botol, buku tema, benda-benda di sekitar anak seperti kursi dan teman. Media gambar di dinding dilaksanakan dengan kegiatan pendidik meminta anak menunjuk angka yang diperintahkan lalu menghitung gambar benda yang ada pada angka Media lain dengan menggunakan piring bertuliskan angka dan penjepit baju atau tutup botol dikreasikan dengan mengambil piring dan meletakkan benda atau menjepitkan benda pada piring tersebut sesuai dengan angka yang tertera. Buku tema dimanfaatkan dengan anak diminta untuk mengikuti instruksi sesuai dengan yang tertera pada buku, misalnya menghubungkan jumlah benda pada lambang bilangannya, menebalkan angka, mengisi bagian angka yang kosong, dan lain sebagainya. Pelaksanaan menggunakan media-media yang sudah dipaparkan di atas, beberapa sudah menerapkan pembelajaran yang melibatkan benda nyatanya langsung, sehingga akan mempermudah anak dalam memahami materi yang diberikan dengan baik. Hal ini Analisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung A- 101 Annisa Ayu Sarah Shafura. Dwi Nurhayati Adhani selaras dengan pendapat Asmawati . mengenai penggunaan benda nyata dalam proses pembelajaran yang merupakan Kegiatan pembelajaran menggunakan benda nyata di sini maksudnya adalah anak dapat merasakan, meraba, dan melihat secara langsung benda yang dimaksud tanpa perlu membayangkan bentuk aslinya. Oleh karena demikian, penggunaan media pembelajaran sangatlah penting untuk dilakukan oleh para pendidik untuk menyampaikan materi atau informasi yang ingin disampaikan, termasuk juga pada proses pengenalan bilangan untuk anak usia dini yang mana dengan penggunaan benda nyata ini dapat mempermudah anak untuk memproses informasi yang diberikan oleh pendidik sehingga dapat diingat dengan lebih mudah dan cepat. Kedua, penggunaan media berbahan dasar jagung dalam pengenalan bilangan dimanfaatkan oleh pendidik di TK Anna Husada Bangkalan. Penggunaan media berbahan dasar jagung hanya pernah dimanfaatkan dengan satu macam kegiatan, yaitu dengan meminta anak untuk meletakkan biji jagung sejumlah angka yang ada pada piring. Jagung juga pernah dimanfaatkan pada tema tanaman untuk mengenalkan bagian-bagian tumbuhan jagung yang mana tidak termasuk pada kegiatan untuk pengenalan bilangan pada Lebih dalam peneliti menggali mengenai pemanfaatan rambut jagung untuk media pengenalan bilangan pada anak usia dini. namun para pendidik ternyata belum pernah memanfaatkannya. Alasan rambut jagung belum dimanfaatkan oleh guru, di antaranya selain karena bentuk kegiatan yang belum terbayang atau belum pernah dipikirkan sebelumnya, rambut jagung juga dikatakan merupakan media yang sulit untuk digunakan anak untuk pengenalan bilangan. Rambut jagung yang mudah rapuh dan bentuknya yang tipis akan sulit untuk digenggam ataupun dijumput Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 oleh anak usia dini jika dimanfaatkan untuk pengenalan bilangan tutur pendidik. Dengan dilaksanakannya penelitian ini, maka dapat diketahui bentuk media dan pengenalan bilangan pada anak usia dini. Pemanfaatan bahan alam jagung yang belum maksimal menunjukkan bahwa peneliti selanjutnya dapat menggali dan menemukan ide baru dalam penggunaan bahan alam khususnya rambut jagung pengenalan bilangan anak usia dini. Peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan referensi mengenai penggunaan media berbahan alam untuk peneliti lainnya. Simpulan dan Saran Berdasarkan dari pemaparan data dan pembahasan hasil penelitian mengenai penggunaan media berbahan dasar alam untuk pengenalan bilangan anak usia dini, berikut kesimpulan yang dapat peneliti tarik setelah melakukan observasi, wawancara, dan mencermati dari hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti: Media pembelajaran yang digunakan pendidik untuk pengenalan bilangan anak usia dini beragam. Para pendidik di TK Anna Husada menggunakan masing-masing pemanfaatan media yang ada untuk pengenalan bilangan anak usia dini. Media pengenalan bilangan untuk anak usia dini yang digunakan oleh pendidik, di antaranya: Gambar yang ada di dinding kelas, pada dinding kelas terdapat gambar angka dengan benda sejumlah angka. Contohnya angka 1 dengan gambar 1 matahari, dan Piring dengan angka yang tertulis di atasnya yang digunakan dengan penjepit baju, biji-bijian, tutup botol, dan sebagainya Analisis Media Berbahan Dasar Rambut Jagung A- 102 Annisa Ayu Sarah Shafura. Dwi Nurhayati Adhani Pemanfaatan benda di sekitar anak, salah satunya teman sebaya, kursi, dan lain-lain. Buku tema yang berkaitan dengan pengenalan bilangan. Media pembelajaran berbahan dasar jagung khususnya rambut jagung belum dimanfaatkan untuk pengenalan bilangan Pendidik memanfaatkan biji jagung menggunakan piring bertuliskan angka di atasnya, namun belum untuk rambut jagung. Tanaman jagung juga pernah dimanfaatkan untuk pengenalan bagian tanaman pada tema tanaman, namun belum untuk pengenalan bilangan anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA