BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 1. Juni 2025. Hal 41 - 54 Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth Dan Leverage terhadap Financial Distress pada Perusahaan Sub Sektor Kosmetik Tahun 20182023 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Oleh : Info Artikle : Haniza Tarama Dhanti1 Universitas Baturaja. Baturaja. Sumatera Selatan. Indonesia hanizatarama@gmail. Diterima : 20 Februari 2025 Direview : 28 Maret 2025 Disetujui : 24 April 2025 Yulitiawati2 Universitas Baturaja. Baturaja. Sumatera Selatan. Indonesia yulitiawati0707@gmail. Eka Meiliya Dona3 Universitas Baturaja. Baturaja. Sumatera Selatan. Indonesia meliyadona@gmail. Co Author *hanizatarama@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the effect of Profitability. Liquidity. Sales Growth and Leverage on Financial Distress in cosmetic sub-sector companies in 2018-2023 listed on the Indonesia Stock Exchange. The research sample consisted of five companies obtained through purposive sampling. Data analysis used descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing and coefficient of determination (Adjusted R Squar. The results of the study showed that partially profitability and liquidity have a positive effect on financial distress, meaning they can reduce the risk of financial Sales Growth and Leverage have no effect on Financial Distress. The high or low value of Sales Growth and Leverage owned by the company does not directly affect the company experiencing financial distress. Simultaneously Profitability. Liquidity. Sales Growth and Leverage have a positive effect on Financial Distress. This study adds information for companies to manage profitability and liquidity optimally and adds to the understanding of the factors causing financial distress. Keywords: Financial Distress. Leverage. Likuidity. Profitability. Sales Growth ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor kosmetik tahun 2018-2023 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari lima perusahaan yang didapat melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi (Adjusted R Squar. Hasil penelitian menunjukan secara parsial profitabilitas dan likuiditas berpengaruh positif terhadap financial distress, artinya dapat mengurangi risiko terjadinya financial distress. Sales Growth dan Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Tinggi ataupun rendahnya nilai Sales Growth dan Leverage yang dimiliki perusahaan tidak langsung mempengaruhi perusahaan mengalami kondisi financial distress. Secara simultan Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Penelitian ini menambahkan informasi bagi perusahaan untuk mengelola profitabilitas dan likuiditas secara optimal serta menambah pemahaman tentang faktor penyebab financial distress. Kata Kunci: Financial Dsitress. Leverage. Likuiditas. Profitabilitas. Sales Growth *Corresponding AuthorAos Email : balance. aktfeb@gmail. ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 http://jurnal. um-palembang. id/balance Haniza. Yulitiawati. Eka PENDAHULUAN Persaingan antara perusahaan pada saat ini semakin ketat dan kuat, khususnya pada perusahaan sub sektor kosmetik yang disebabkan semakin maraknya brand-brand kosmetik di pasaran dan tren kebutuhan masyarakat terhadap produk kecantikan semakin meningkat. Sehingga perusahaan diharuskan untuk terus berinovasi dan meningkatkan pemasaran, terutama perusahaan kosmetik lokal. Perusahaan kosmetik lokal memiliki tantangan yang cukup sulit karena mereka harus terus berinovasi agar dapat bersaing dengan produk kosmetik luar yang semakin marak beredar di pasar Indonesia. Perkembangan yang semakin ketat dapat mengakibatkan terjadinya financial distress bahkan perusahaan yang di akibatkan kalah persaingan antar perusahaan. Pasar kosmetik Indonesia sendiri diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahunnya sebesar 5,35% hingga lima tahun kedepan (Https://w. com, 2. Financial distress . esulitan keuanga. merupakan keadaan ketika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya. Banyak indikator yang bisa digunakan untuk melihat dan menganalisa apakah suatu perusahaan mengalami financial distress atau tidak salah satu contohnya adalah menggunakan indikator laba (Kristianti, 2021:. Financial distress atau kesulitan keuangan adalah indikasi ketidak mampuan atau ketidak cukupan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan ketika salah satu peristiwa berikut terjadi: hasil operasi negatif selama beberapa tahun seperti laba yang diperoleh perusahaan selalu negatif . erusahaan mengalami kerugian secara berturut-turu. , penangguhan pembayaran dividen atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal (Aryati et al. , 2. Menurut Oktaviani & Lisiantara . perusahaan dalam keadaan kondisi financial distress dapat terjadi ketika perusahaan mengalami penurunan kondisi keuangan sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan. Sangat penting untuk melakukan analisis agar dapat mengantisipasi terjadinya financial distress salah satunya adalah menggunakan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan salah satu metode analisis keuangan untuk memperoleh informasi dari laporan keuangan sebagai pedoman dalam mengevaluasi perkembangan suatu perusahaan (Oktaviani & Lisiantara, 2. Terdapat banyak rasio keuangan dan dalam penelitian ini rasio yang akan digunakan adalah rasio Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage. Rasio keuangan profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan (Kasmir, 2008:. Menurut (Maryanti & Susilo, 2. apabila perusahaan dapat menaikkan profitabilitasnya maka perusahaan tersebut diakui mampu mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien sehingga laba yang diperoleh tinggi. Sebaliknya apabila perusahaan memperoleh tingkat profitabilitas rendah maka perusahaan tersebut dianggap tidak mampu mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga laba yang diperoleh rendah dan perusahaan akan lebih rentan mengalami financial distress jika laba yang diperoleh rendah. Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo, rasio ini diperlukan untuk kepentingan analisis kredit atau analisis resiko keuangan (Hery, 2016:. Pengendalian yang cukup diperlukan untuk menghindari adanya Tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan oleh karyawan perusahaan (Sutra & Mais, 2. Jika perusahaan dapat mendanai hutang jangka pendek dengan baik maka perusahaan tersebut dalam keadaan likuid dan perusahaan dapat menghindari potensi kesulitan keuangan . inancial distres. (Oktaviani & Lisiantara, 2. Sales Growth atau pertumbuhan penjualan adalah rasio yang digunakan untuk memprediksi pertumbuhan pendapatan yang dihasilkan dari produk dan layanan serta penjualan perusahaan, menunjukkan bahwa manajemen telah mengelola kegiatan operasional serta menjalankan strategi penjualan dengan baik (Oktaviani & Lisiantara. Perusahaan mempertahankan kelangsungan usahanya serta menurunkan potensi terjadinya financial distress dibandingkan perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang rendah (Wibowo & Susetyo, 2. Leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan utang atau seberapa besar utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya, dengan leverage perusahaan dapat mengetahui terkait penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman (Kasmir, 2008:151-. Semakin Haniza. Yulitiawati. Eka perusahaan maka semakin tinggi resiko perusahaan tidak dapat membayar hutangnya. Menurut Aryati et al. , . perusahaan dapat dikatakan mengalami financial distress . esulitan keuanga. ketika hasil operasi negatif selama beberapa tahun seperti laba yang diperoleh perusahaan selalu negatif. Berikut adalah laba/rugi dari PT. Martina Berto (MBTO). PT. Kino Indonesia (KINO). PT. Mustika Ratu (MRAT). PT. Victoria Care Indonesia (VICI). PT. Unilever Indonesia (UNVR) dan PT. Mandom (TCID) Indonesia yang merupakan perusahaan sub sektor kosmetik yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 20182023: Tabel 1. Laba/Rugi Perusahaan Sub Sektor Kosmetik Tahun 2018-2023 Perusahaan MBTO KINO MRAT VICI UNVR TCID Laba/Rugi . 113,055. Sumber: Data diolah . Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa laba yang didapat perusahaan kosmetik dari tahun ketahun mengalami ketidak stabilan. Bahkan PT. Martina Berto (MBTO) mengalami kerugian secara berturut-turut dari tahun 2018-2023, pada tahun 2020 dan 2021 merupakan kerugian paling besar yang dialami oleh perusahaan. Tingkat penjualan MBTO pada 2020 mengalami penurunan yaitu hanya sebesar Rp. 297,21 miliar lebih rendah dibandingkan penjualan di tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 537,56 miliar (Https://w. Bahkan pada 2021 MBTO tidak membagikan deviden karena masih mengalami kerugian (Https://w. com, 2. Sedangkan PT. KINO mengalami kerugian besar pada tahun 2022 yang disebabkan oleh penjualan perusahaan yang menurun akan tetapi beban perusahaan terus meningkat (Https://investasi. id, 2. PT. Mustika Ratu (MRAT) sejak tahun 2016 mencatatkan penurunan laba hingga kerugian yang terus berlanjut hingga tahun 2020. MRAT kembali mengalami kerugian di tahun 2023, penurunan laba hingga kerugian yang dialami perusahaan berasal dari penurunan pendapatan, kenaikan biaya transportasi dan logistrik serta kenaikan harga bahan baku (Https://cnbcindonesia. com, 2. PT. Mandom Indonesia (TCID) mengalami kerugian pada tahun 2020-2021 disebabkan oleh penjualan perusahaan yang mengalami penurunan dampak dari pandemi (Https://w. id, 2. Sementara PT. Victoria Care Indonesia (VICI) baru terdaftar menjadi bagian Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020 sehingga informasi untuk keuangan perusahaan tahun 2018 tidak diketahui (Https://market. selama periode 2019-2023 VICI tidak mengalami kerugian walaupun laba yang didapat tidak stabil dan PT. Unilever Indonesia (UNVR) selama periode 2019-2023 tidak mengalami kerugian walaupun laba yang didapat tidak stabil dan semakin Apabila kondisi-kondisi di atas tidak segera di atasi maka perusahaan dapat mengalami financial distress bahkan kebangkrutan. Variabel profitabilitas, likuiditas, sales growth dan leverage menarik untuk diteliti pengaruhnya terhadap financial distress karena terdapat inkonsistensi . hasil penelitian terdahulu. Dimana pada penlitian (Maryanti & Susilo, 2. profitabilitas berpengaruh positif terhadap financial distress namun berbeda dengan penelitian (Wibowo & Susetyo, 2. menyatakan bahwa pofitabilitas berpengaruh negatif terhadap financial distress. Maryanti & Susilo . dalam penelitiannya rasio likuiditas berpengaruh positif terhadap financial distress namun berbeda dengan penelitian (Indrawan & Sudarsi, 2. menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial Okrisnesia et al. , . dalam penelitiannya rasio sales growth berpengaruh positif terhadap financial distres sedangkan dalam penelitian (Wangsih et al. , 2. menyatakan bahwa sales growth berpengaruh negatif terhadap financial distress. Azalia & Rahayu . dalam penelitiannya rasio leverage berpengaruh terhadap financial distress, artinya apabila suatu perusahaan memiliki nilai leverage yang rendah maka akan membantu perusahaan terhindar dari kondisi financial distress. Namun berbeda dengan penelitian (Erayanti, 2. yang menayatakan bahwa rasio leverage tidak berpengaruh terhadap financial distress, pihak eksternal terutaman investor tidak memandang penting penggunaan Haniza. Yulitiawati. Eka Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini hanya dilakukan pada perusahaan sub sektor kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta menyediakan semua informasi yang dibutuhkan untuk penelitian. Berdasarkan fenomena diatas dapat disimpulkam bahwa meskipun tren dan kebutuhan akan kosmetik meningkat, akan tetapi perusahaan kosmetik lokal malah mengalami ketidak stabilan bahkan terdapat perusahaan yang mengalami Berdasarkan uraian latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari variabel profitabilitas, likuiditas dan sales growth terhadap financial distress baik secara parsial maupun Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor kosmetik tahun 2018-2023 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara parsial dan simultan. KAJIAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori sinyal . ignaling teor. adalah teori seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pemiliki atau pihak yang berkepentingan Sinyal ini berupa informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemiliki atau pihak yang berkepentingan lainnya. Sinyal yang diberikan dapat melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan (Saleh 2012 dalam Sudarsono et al. , 2022:. Menurut (Bintari & Rahayu, 2. signaling teory merupakan teori yang memberikan dorongan dalam menjelaskan informasi terkait keadaan keuangan perusahaan dengan memberikan sinyal baik ataupun buruk kepada pengguna laporan keuangan perusahaan. Teori sinyal dalam lingkup financial distress adalah informasi yang diberikan perusahaan yang ditujukan kepada pihak yang berkepentingan apakah kondisi keuangan dan prospek perusahaan dalam keadaan atau buruk. Perusahaan dapat dikatakan baik apabila perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang tinggi sehingga yang dilaporkan oleh perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan tersebut karena dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Informasi seperti ini dapat menjadi sinyal positif untuk mengetahui kondisi perusahaan yang baik. Sebaliknya jika mengalami kondisi yang buruk maka perusahaan akan mengalami kerugian sehingga informasi tersebut dapat dianggap sebagai sinyal negatif (Bintari & Rahayu, 2. Profitabilitas Rasio profitabilitas adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan . Menurut Hery . rasio profitabilitas menggambarkan menghasilkan laba. Rasio ini bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu rasio tingkat pengembalian atas investasi dan rasio kinerja operasi. Berikut merupakan rumus yang diguakan untuk menghitung ROA (Febrianty et al. , 2022:. x 100% Likuditas Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial dalam jangka pendek (Febrianty et al. , 2022:. Menurut Toto . rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk menghitung current ratio (Febrianty et al. , 2022:. x 100% Sales Growth Menurut Pattinasarany dan Christanty dalam sales growth atau pertumbuhan penjualan adalah prediksi untuk pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang dan mencerminkan tentang keberhasilan investasi perusahaan pada masa lalu. Sales growth ini juga dapat digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keadaan ekonominya yang ditandai dengan tingginya pertumbuhan penjualan. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penjualan pada suatu periode dapat dihitung dengan mengurangi sales periode sekarang dengan periode sebelumnya kemudian dibagi dengan sales periode sebelumnya (Bintari & Rahayu, 2. Berikut rumus yang digunakan untuk menghitung sales growth (Oktaviani & Lisiantara, 2. Haniza. Yulitiawati. Eka Leverage Leverage atau biasa disebut juga solvabilitas merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang, artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan Dengan rasio leverage perusahaan dapat menegtahui beberapa hal terkait dengan penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman serta menegtahui rasio kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Berikut rumus yang akan digunakan untuk menghitung leverage perusahaan (Kasmir, 2008:151-. Financial Distress Financial distress atau kesulitan keuangan adalah kondisi ketika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya. Banyak indikator yang dapat digunakan untuk melihat dan menganalisa apakah perusahaan tersebut mengalami financial distress atau tidak salah satunya adalah menggunakan indikator laba (Kristanti, 2. Menurut Bintari & Rahayu . financial distress adalah sebuah konsep yang memberitahukan keadaan dimana suatu perusahaan sedang menghadapi masalah keuangan dengan resiko terburuknya yaitu mengalami kebangkrutan, kegagalan dalam mengelola kinerja keuangan perusahaan dan ketidak mampuan perusahaan dalam melunasi hutang serta melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan kreditur dapat mengakibatkan perusahaan menerima sebuah penalti sebagai hukumannya. Rumus yang digunakan untuk mengukur financial distress dalam penelitian ini adalah model Altman ZAy-Score . pdel Altman modifikas. karena dapat digunakan untuk memprediksi financial distress pada perusahaan manufaktur dan non manufaktur baik yang go public maupun yang tidak go public (Prihadi, 2019:. Tabel 2. Formula Z-Score Modifikasi Keterangan Formula X1 = Net Working Capital to Total Assets (WCTA) X2 = Retained Earnings to Total Assets (RET A) X3 = Earnings Before Interest and Tax to Total Assets (EBITTA) X4 = Book Value of Equity to Book Value of Liabilities Sumber: (Prihadi, 2019:. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial Distress Rasio profitabilitas adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan . Dengan menggunakan rasio ini dapat diketahui kelangsungan hidup perusahaan . oing concer. (Febrianty et al. , 2020:. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi maka akan menjadi sinyal yang baik bagi pihak yang berkepentingan karena menginterpretasikan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan baik sehingga perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat terhindar dari kondisi financial distress. H1: Profitabilitas berpengaruh terhadap Financial Distress Pengaruh Likuiditas Terhadap Financial Distress Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka pendek (Febrianty et al. , 2022:. Perusahaan dengan likuiditas yang tinggi maka akan menjadi sinyal yang baik bagi pihak yang berkepentingan karena dengan tingginya likuiditas dapat dikatakan perusahaan dalam keadaan baik terutama dari segi Haniza. Yulitiawati. Eka keuangannya karena masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga akan kecil kemungkinan perusahaan mengalami kondisi financial distress . esulitan keuanga. H2: Likuiditas berpengaruh terhadap Financial Distress Pengaruh Sales Growth Terhadap Financial Distress Menurut Pattinasarany dan Christanty dalam Bintari & Rahayu . sales growth atau pertumbuhan penjualan merupakan prediksi untuk pertumbuhan perusahaan di masa depan dan juga mencerminkan tentang keberhasilan investasi perusahaan pada masa lalu. Semakin tinggi sales growth sebuah perusahaan maka perusahaan bisa dikatakan semakin berkembang dengan baik, hal tersebut akan menjadi sinyal yang baik sehingga apabila perusahaan berhasil dalam meningkatkan sales growth kecil kemungkinan perusahaan mengalami kondisi financial distress . esulitan H3: Sales Growth berpengaruh terhadap Financial Distress Pengaruh Leverage Terhadap Financial Dsitress Leverage atau solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dengan rasio leverage perusahaan akan mengetahui beberapa hal terkait dengan penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman serta mengetahui rasio kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya (Kasmir, 2008:151. Perusahaan yang memiliki tingkat leverage tinggi memiliki risiko yang lebih besar untuk tidak membayar hutang, tingkat leverage akan memberikan sinyal kepada pengguna informasi untuk menilai bagaimana keadaan perusahaan apakah masih dalam keadaan baik atau tidak dan apakah masih dapat dipercaya untuk diberikan pinjaman atau tidak. H4: Leverage berpengaruh terhadap Financial Dsitress METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan pada kajian literatur dan reserch gap maka kerangka pemikiran penelitian dapat disusun sebagai berikut: Profitabilitas (X. Likuiditas (X. Financial Distress (Y) Sales Growth (X. Leverage (X. Sumber: Penulis . Gambar 1. Kerangka Pemikiran Peneltiian ini berfokus pada populasi yang berjumlah 6 perusahaan sub sektor kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2018-2023. Sebanyak 5 perusahaan dipilih sebagai sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini berasal dari laporan tahunan yang dapat diakses melalui web resmi perusahaan sampel penelitian dan website Bursa Efek Indonesia . Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dan mengguanakan data sekunder yang berasal dari annual report perusahaan sub sektor kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesisa tahun 2018-2023. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif statistik, pengujian asumsi klasik, pengujian hipotesis dan uji koefisien determinasi (Adjusted R Squar. menggunakan alat SPSS versi 21. Analisis regresi dari penelitian ini adalah: = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 Keterangan: = koefisien konstanta atau intercept Haniza. Yulitiawati. Eka = koefisien arah atau slope = Profitabilitas = Likuiditas = Sales Growth = Leverage Teknik Sampling Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penentuan subjek untuk dijadikan sampel dilakukan secara purposive sampling (Sudaryana & Agusiandy, 2022:. Menurut (Sudaryana & Agusiandy, 2022:. purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan Tabel 3. Sampel Penelitian Nomor Nama Perusahaan PT. Martina Berto PT. Kino Indonesia PT. Mustika Ratu PT. Unilever Indonesia PT. Mandom Indonesia Kode Saham MBTO KINO MRAT UNVR TCID Sumber: Data diolah . PROFITABILITAS LIKUIDITAS SALES GROWTH LEVERAGE FINANCIAL DISTRESS Valid N . Sumber: Data diolah . Tabel 4. Descriptive Statistics Minimum Maximum HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Statistik Deskriptif Berdasarkan table 4. Variabel Financial Distress (Y) memiliki nilai minimum sebesar 0,11 yang terdapat pada PT. Martina Berto pada tahun 2023 sedangkan nilai maksimum sebesar 11,58 pada PT. Mandom Indonesia tahun 2019, nilai mean sebesar 6,4450 dan standar deviasi sebesar 3,57886. Variabel Profitabilitas (X. memliki nilai minimum sebesar -20,99 yang terdapat pada PT. Martina Berto tahun 2021 sedangkan nilai maksimum sebesar 46,30 pada PT. Unilever Indonesia tahun 2018, nilai mean sebesar 4,5133 dan standar deviasi sebesar 17,23787. Variabel Likuiditas (X. memliki nilai minimum sebesar 0,83 yang terdapat pada PT. Kino Indonesia pada tahun 2023 sedangkan nilai maksimum sebesar 935,20 pada PT. Mandom Indonesia tahun 2023, nilai mean sebesar 235,3423 dan standar deviasi sebesar 287,99055. Variabel Sales Growth (X. memliki nilai minimum sebesar - Mean Std. Deviation 44,71 yang terdapat pada PT. Martina Berto tahun 2020 sedangkan nilai maksimum sebesar 71,08 pada PT. Martina Berto tahun 2022, nilai mean sebesar -0,4867 dan standar deviasi sebesar 20,73920. Variabel Leverage (X. memiliki nilai minimum sebesar 0,06 yang terdapat pad PT. Kino Indonesia tahun 2019 sedangkan nilai maksimum sebesar 392,80 pada PT. Unilever Indonesia tahun 2023 nilai rata-rata sebesar 97,7673 dan standar deviasi sebesar 118,82366. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan untuk menguji hipotesis merupakan data empirik yang memenuhi hakikat naturalistik (Riswan & Dunan, 2019:. Cara yang digunakan untuk mendeteksinya adalah dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik P-P Plot of regression Jika tiktik-titik menyebar sekitar garis Haniza. Yulitiawati. Eka dan mengikuti garis diagonal maka model regresi tersebut berdistribusi normal. Sumber: Data diolah . Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas pada Gambar 1 menunjukan bahwa titik-titik data residual menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual pada model regresi berdistribusi normal. Kriteria yang digunakan adalah jika nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,10 maka terjadi persoalan multikolinearitas antar variabel bebas dalam model Jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,10 maka tidak ada persoalan multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi (Gani & Amalia, 2018: . Uji Multikolinearitas Pendeteksian problem multikollinearitas dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. PROFITABILITAS LIKUIDITAS SALES GROWTH LEVERAGE Dependent Variable: FINANCIAL DISTRESS Sumber: Data diolah . Nilai Variance Inflation Factor (VIF) pada variabel Profitabilitas (X. sebesar 2,133 artinya < 10 dan nilai tolerance sebesar 0,469 artinya > 10, nilai VIF pada variabel Likuiditas (X. sebesar 1,166 artinya 1,166 < 10 dan nilai tolerance sebesar 0,858 artinya > 10, nilai VIF pada variabel Sales Growth (X. sebesar 1,154 artinya 1,154 < 10 dan nilai tolerance sebesar 0,866 artinya > 0,10 dan nilai VIF pada variabel Leverage (X. sebesar 2,250 artinya < 10 dan nilai tolerance sebesar 0,444 artinya > 0,10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas. Haniza. Yulitiawati. Eka Uji Heteroskedastisitas Regresi yang baik adalah regresi yang berada bukan dalam kondisi heteroskedastisitas. Metode yang akan digunakan untuk pengujian heteroskedastisitas adalah metode grafik scatter plot, jika titik-titik residual membentuk suatu pola tertentu maka terjadi heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Gani & Amalia, 2018: . Sumber: Data diolah . Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedatisitas Pada gambar scatterplot terlihat tidak ada pola yang jelas serta titik-titik residual menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi berkaitan dengan pengaruh observer atau data dalam satu variabel yang saling berhubungan satu sama lain. Besaran nilai sebuah data dapat saja dipengaruhi atau berhubungan dengan data lainnya. Metode yang akan digunakan untuk uji autokorelasi yaitu metode Runs Test, karena uji run test relative sederhana dan mudah Jika Nilai Asymp. Sig . lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 maka model regresi terbebas dari gejala autokorelasi (Gani & Amalia, 2018:. Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada Table 5 dapat diketahui bahwa nilai Asymp Sig . sebesar 0,557 > 0,05 yang merupakan taraf signifikansi penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi. Haniza. Yulitiawati. Eka Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. PROFITABILITAS LIKUIDITAS SALES GROWTH LEVERAGE Dependent Variable: FINANCIAL DISTRESS Sumber: Data diolah . Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: = 4,398 0,134X1 0, 009X2 - 0,021X3 Ae 0,008X4 Dengan Y (Financial Distress merupakan variabel terikat yang diramalkan dengan adalah konstanta, 1 koefisien regresi dari X1 (Profitabilita. , 2 koefisien regresi dari X2 (Likuidita. , 3 koefesien regresi dari X3 (Sales Growt. dan 4 koefisien regresi X4 (Leverag. Berdasarkan persamaan hasil uji regresi linier berganda diatas maka dapat diinterpretasikan beberapa hal. Nilai konstanta yang didapat adalah sebesar 4,398 artinya apabila seluruh variabel independen dalam kondisi konstan . maka tingkat Financial Distress adalah sebesar 4, 398%. Variabel Profitabilitas (X. memiliki nilai koefisien sebasar 0,134 menunjukan kearah positif, artinya terdapat hubungan searah antara profitabilitas dengan Financial Distress, sehingga setiap penambahan satuan pada Profitabilitas dengan asumsi variabel lain bernilai konstan maka Financial Distress akan mengalami peningkatan sebesar 0, 134%. Variabel Likuiditas (X. memiliki nilai koefisien sebasar 0,009 menunjukan kearah positif, artinya terdapat hubungan searah antara likuiditas dengan Financial Distress, sehingga setiap penambahan satuan pada Likuiditas dengan asumsi variabel lain bernilai konstan maka Financial Distress akan mengalami peningkatan sebesar 0,009%. Variabel Sales Growth (X. memiliki nilai koefisien sebasar 0,021 menunjukan kearah negatif, artinya terdapat hubungan tidak searah antara Sales Growth dengan Financial Distress, sehingga setiap penambahan satuan pada variabel Sales Growth dengan asumsi variabel lain bernilai konstan maka Financial Distress akan mengalami penurunan sebesar 0,021%. Sig. Variabel Leverage (X. memiliki nilai koefisien sebasar -0,008 menunjukan kearah negatif, artinya tidak terdapat hubungan searah antara likuiditas dengan Financial Distress, sehingga setiap penambahan satuan pada Likuiditas dengan asumsi variabel lain bernilai konstan maka Financial Distress akan mengalami penurunan sebesar 0,008%. Uji Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Dari tabel 7 dapat diketahui bahwa, diperoleh nilai t hitung untuk Profitabilitas sebesar 4,807 sedangkan nilai t tabel sebesar 2,05. Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka t hitung > t tabel 4,807 > 2,05 maka dapat diketahui bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kondisi ini menunjukan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Nilai t hitung untuk Likuiditas sebesar 7,539 sedangkan nilai t tabel sebesar 2,05. Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka t hitung > t tabel 7,539 > 2,05 maka dapat diketahui bahwa Ho ditolak dan Ha Kondisi ini menunjukan bahwa Likuiditas berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Diperoleh nilai t hitung untuk Sales Growth sebesar -1,244 sedangkan nilai t tabel sebesar 2,05. Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka -t hitung > -t tabel -1,244 > -2,05 maka dapat diketahui bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Kondisi ini menunjukan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Nilai t hitung untuk Leverage sebesar -1,853 sedangkan nilai t tabel sebesar -2,05. Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka -t hitung > -t tabel -1,853 > -2,05 maka dapat diketahui bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Kondisi ini menunjukan bahwa Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Haniza. Yulitiawati. Eka Uji F Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan . terhadap variabel dependen. Tabel 9. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: FINANCIAL DISTRESS Predictors: (Constan. LEVERAGE. SALES GROWTH. LIKUIDITAS. PROFITABILITAS Sumber: Data diolah . Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha Artinya secara simultan Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage berpengaruh positif terhadap Financia Distress. Uji Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu, nilai yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Sedangkan nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel Banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan Adjusted R Square pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik, karena Adjusted R Square dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambah (Riswan & Dunan, 2019:. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. LEVERAGE. SALES GROWTH. LIKUIDITAS. PROFITABILITAS Dependent Variable: FINANCIAL DISTRESS Sumber: Data diolah . Diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,756 . ,6%), sehingga dapat diketahui bahwa besarnya kontribusi pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage secara bersama-sama terhadap naik turunya Financial Distress adalah sebesar 75,6% sedangkan sisanya 21,4% disebabkan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti ukuran perusahaan dan arus kas operasi. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial Distress Hasil penelitian menunjukan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Financial Distress, artinya Financial Distress dapat dipengaruhi oleh profitabilitas. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingginya profitabilitas yang dimiliki perusahaan dapat memberikan sinyal positif yang berarti perusahaan masih dapat menghasilkan laba maksimal dan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi segala pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan sehingga perusahaan terhindar dari Financial Distress. Rasio profitabilitas adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan . Dengan menggunakan rasio ini dapat diketahui kelangsungan hidup perusahaan . oing concer. (Febrianty et al. , 2022:. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi maka akan menjadi sinyal yang baik bagi pihak yang berkepentingan karena menginterpretasikan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan baik sehingga perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi akan terhindar dari kondisi financial distress . esulitan Haniza. Yulitiawati. Eka Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Maryanti & Susilo, 2. yang menunjukan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Pengaruh Likuiditas Terhadap Financial Distress Hasil penelitian menunjukan bahwa Likuiditas berpengaruh positif terhadap Financial Distress, artinya Financial Distress dapat dipengaruhi oleh Likuiditas. Semakin tinggi rasio likuiditas sebuah perusahaan maka semakin kecil kemungkinan perusahaan mengalami financial Tingginya nilai likuiditas perusahaan dapat memberikan sinyal positif dan menggambarkan keadaan perusahaan dalam keadaan liquid . karena perusahaan dianggap mampu untuk membayar kewajiban jangka pendeknya sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Sebaliknya perusahaan dengan nilai likuditas rendah menunjukan bahwa kondisi perusahaan sedang tidak baik karena tidak dapat membayar kewajiban jangka pendek sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Apabila kondisi tersebut dialami terus-menerus perusahaan dapat mengalami financial distress. Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka pendek (Febrianty et al. , 2022:. Perusahaan dengan likuiditas yang tinggi maka akan menjadi sinyal yang baik bagi pihak yang berkepentingan karena dengan tingginya likuiditas dapat dikatakan perusahaan dalam keadaan baik terutama dari segi keuangannya karena masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga akan kecil kemungkinan perusahaan mengalami kondisi financial distress . esulitan keuanga. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Maryanti & Susilo, 2. yang menunjukan bahwa Liabilitas berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Pengaruh Sales Growth Terhadap Financial Distress Hasil penelitian menunjukan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Artinya tinggi ataupun rendahnya tingkat pertumbuhan penjualan . ales growt. perusahaan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap financial distress yang dapat dialami perusahaan. Pertumbuhan penjualan tidak dapat dijadikan acuan dalam memprediksi financial distress perusahaan karena apabila pernjualan perusahaan menurun pada tahun tertentu hasil tersebut tidak akan berdampak pada saat itu juga akan tetapi perusahaan hanya akan mengalami penurunan laba (Wangsih et al. , 2. Menurut Pattinasarany dan Christanty dalam Bintari & Rahayu . sales growth atau pertumbuhan penjualan merupakan prediksi untuk pertumbuhan perusahaan di masa depan dan juga mencerminkan tentang keberhasilan investasi perusahaan pada masa lalu. Semakin tinggi sales growth sebuah perusahaan maka perusahaan bisa dikatakan semakin berkembang dengan baik, hal tersebut akan menjadi sinyal yang positif sehingga apabila perusahaan berhasil dalam meningkatkan sales growth kecil kemungkinan perusahaan mengalami kondisi financial distress . esulitan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wangsih et al. , 2. yang menunjukan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Pengaruh Leverage Terhadap Financial Distress Hasil penelitian menunjukan bahwa Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Leverage mencerminkan seberapa besar perusahaan menggunakan utang dalam struktur keuangnanya, akan tetapi pihak eksternal seperti investor sering kali tidak memandang penting penggunaan hutang ataupun pengembalian bunganya melainkan mereka akan lebih mempertimbangankan capital gain yang dihasilkan Leverage atau solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. (Kasmir, 2008:151-. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Erayanti, 2. yang menunjukan bahwa Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dan likuiditas berpengaruh positif terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor kosmetik tahun 2018-2023 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga peluang perusahaan mengalami financial distress akan semakin kecil dan akan membantu perusahaan untuk terhindar dari financial distress. Sales Growth dan Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor kosmetik tahun 2018-2023 yang terdaftar di Bursa Efek Haniza. Yulitiawati. Eka Indonesia. Ketika perusahaan dengan nilai Sales Growth yang rendah, perusahaan tidak akan langsung mengalami Financial Distress. Tinggi ataupun rendahnya Leverage yang dimiliki perusahaan tidak akan mempengaruhi perusahaan untuk mengalami kondisi financial distress atau Secara simultan Profitabilitas. Likuiditas. Sales Growth dan Leverage berpengaruh terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor kosmetik tahun 2018-2023 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka peluang untuk terjadinya Financial Distress akan semakin kecil. Penelitian perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia perlu memperhatikan tingkat profitabilitas dan likuiditas untuk mengurangi resiko terjadinya financial distress. Walaupun sales growth dan leverage tidak berpengaruh langsung perusahaan harus tetap mengelolanya dengan hati-hati agar dapat menjaga kestabilan perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi baru mengenai financial distress yang dominan dipengaruhi oleh faktor internal seperti profitabilitas dan likuiditas. Leverage. Likuiditas. Profitabilitas. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 86Ae101. Bintari. , & Rahayu. Pengaruh Profitabilitas . Likuiditas . Dan Sales Growth Terhadap Financial Distress Pada Sektor Teknologi. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntan, 11, 1Ae16. Erayanti. Pengaruh Likuiditas. Profitabilitas dan Leverage terhadap Prediksi Financial Distress. Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP), 6. , 38Ae51. https://doi. org/10. 35838/jrap. Febrianty. Annisa. Hamzah. , & Amalia, . Panduan Analisis Laporan Keuangan. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia. https://w. id/books/edition/Pandu an_Analisis_Laporan_Keuangan/dRJ4EaQ BAJ?hl=en&gbpv=0 Rekomendasi Diharapkan perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat penyebab Financial Distress seperti Profitabilitas. Likuiditas dan lainnya agar dapat menghindarkan perusahaan dari keadaan Financial Distress dan dapat terus mempertahankan perusahaan tetap beroperasi serta menghasilkan laba yang cukup. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan jumlah sampel yang diteliti tidak hanya pada perusahaan sub sektor kosmetik, menambah tahun penelitian dan menambahkan variabel lain seperti Leverage. Ukuran Perusahaan. Arus Kas Operasi atau menambahkan variabel moderasi. Seperti pada penelitian ini Sales Growth tidak dapat langsung mempengaruhi Financial Distress secara langsung akan tetapi akan mempengaruhi laba rugi yang didapat perusahaan sehingga variabel profitabilitas dapat digunakan untuk variabrel Gani. , & Amalia. Alat Analisis Data. CV. Andi Offset. Yogyakarta. Pernerbit Andi (Anggota IKAPI). DAFTAR PUSTAKA