TEMA TEMA 23, 01 SUBMIT April 2022 REVISI Mei 2022 DITERIMA Mei 2022 Tera Ilmu Akuntansi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN RASIO SOLVABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG DIMODERASI OLEH AUDIT DELAY Luh Gede Kusuma Dewi Department of Accounting. Faculty of Economics and Business. Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia Ni Luh Putu Sandrya Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mahasarawati Denpasar. Indonesia Nyoman Trisna Herawati Fakultas Ekonomi. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia Abstract: This research aims to identify the effect of profitability ratio (Return on Assets-ROA) and solvency ratio (Debt to Equity Ratio-DER) on the value of a company, and to identify audit delay expertise in moderating the effect of ROA and DER on firm value. The population in this research is a variety of industries listed on the IDX in 2015-2019 totaling 44 listed on the IDX in 2015-2019. The data sampling used is a purposive side method. The dependent variable of this research is the value of the company as measured by Tobins'q. The independent variables of this research are return on assets and debt to equity ratio. The moderating variable for this research is audit delay. The research results show . ROA does not affect firm value, . DER affects firm value, . Audit delay strengthens ROA's effect on firm value, and . Audit delay weakens DER's effect on firm value. Keywords: Return on Assets. Debt to Equity Ratio. Firm Value. Audit Delay. Various Industry Sector INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Luh Gede Kusuma Dewi Email: kusumadewi5758@gmail. Abstrak: Study ini bertujuan guna mengenali pengaruh dari rasio profitabilitas (Return on Assets-ROA) serta rasio solvabilitas (Debt to Equity RatioDER) terhadap nilai suatu perusahaan, dan guna mengenali keahlian audit delay dalam memoderasi pengaruh ROA dan DER tersebut terhadap nilai peru-sahaan. Populasi dalam riset ini merupakan Aneka Industri yang terdaftar di BEI tahun 2015- 2019 berjumlah 44 yang terdaftar di BEI Tahun Sampling data yang digunakan merupakan metode purposive Variabel dependen riset ini merupakan nilai dari perusahaan yang diukur dengan TobinsAoq. Variabel independen riset ini merupakan return on assets serta debt to equity ratio. Variabel pemoderasi riset ini ialah audit delay. Hasil riset menampilkan . ROA tidak mempengaruhi terhadap nilai perusahaan, . DER mempengaruhi nilai perusahaan, . Audit delay menguatkan pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan, serta . Audit delay memperlemah pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Return on Assets. Debt to Equity Ratio. Nilai Perusahaan. Audit Delay. Sektor Aneka Industri Cite: Dewi. Luh Gede Kusuma. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Nilai Perusahaan yang Dimoderasi oleh Audit Delay. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 23 No. 1, 24-34. Luh Gede Kusuma Dewi TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Perusahaan yang bergabung dalam Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan terbuka (Go Publi. yang menawarkan saham secara terbuka berdasarkan tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan memberikan informasi lengkap mengenai perusahaan. Informasi yang relevan mengenai perusahaan harus terpublikasi dan dapat diakses oleh semua pihak pengguna informasi tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa tiap perusahan yang telah go public diharuskan membuat serta mempublikasikan laporan keuangan yang sudah diaudit oleh akuntan publik. Otoritas Jasa Keuangan . menghasilkan peraturan POJK No 29/ POJK. 04/ 2016 tentang Laporan Tahunan Emiten ataupun Industri Publik. BAB i Pasal 7 . mengatakan emiten ataupun Industri publik harus mengantarkan laporan tahunan sebagaimana diartikan dalam Pasal 1 kepada OJK paling lama 4 bulan sehabis tahun buku Nilai perusahaan merupakan salah satu tujuan perusahaan yang sangat penting untuk ditingkatkan. Menurut Suharli dalam Indrayani et al. , . nilai perusahaan disebut sangat penting karena merupakan cerminan dari kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan. Perusahaan dengan nilai perusahaan yang tinggi dianggap dapat memberikan kemakmuran bagi stakeholder termasuk di dalamnya para pemegang saham. Pada perusahaan go public, nilai perusahaan dapat diukur dari harga pasar saham perusahaan (Wijoyo, 2. Tinggi rendahnya harga saham dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran harga saham itu sendiri (Surgawi, 2. Ketika permintaan terhadap suatu saham lebih besar dibandingkan dengan penawarannya maka harga saham akan meningkat. Semakin tinggi harga pasar saham suatu perusahaan maka semakin meningkat pula kemakmuran para pemegang saham. Sehingga apabila harga pasar saham perusahaan tinggi maka nilai perusahaan juga akan tinggi (Irawan dan Kusuma, 2. Dengan Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 nilai perusahaan yang tinggi mampu meyakinkan pasar bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan. Hal inilah yang menjadi fokus perhatian calon investor saat ini dalam memilih alternatif investasi. Nilai perusahaan merupakan ukuran keberhasilan perusahaan di masa lalu maupun di masa depan yang tidak hanya dilihat dari harga saham perusahaan tetapi juga dalam bentuk pengelolaan aset dan kewajiban perusahaan (Rusmana dan Purnaman, 2. Pengelolaan aset yang baik akan memudahkan perusahaan dalam memperoleh sumber dana sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Begitu pula dengan pengelolaan hutang, karena semakin tinggi likuiditas perusahaan maka semakin tinggi kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan. Atas penilaian publik ini berpengaruh terhadap harga saham, sehingga perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaannya (Wijoyo, 2. Laporan keuangan dipergunakan sebagai sinyal bagi investor terhadap kinerja dari perusahaan sebagaimana yang dikatakan dalam teori signal. Dalam memilih perusahaan, investor cenderung memilih perusahaan yang profitable dibandingkan perusahaan yang memiliki besaran keuntungan yang kecil. Return on Asset (ROA) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya (Magia dan Widayani. Penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi dan Pratama . Priyadi . Ulfa dan Asyik, . Pradita dan Suryono . melaporkan jika ROA mempengaruhi terhadap nilai industri. Ini disebabkan investor memilah investasi bersumber pada pada tingkatan pengembalian dari investasi yang Daya tarik investor terhadap tingkatan pengembalian investasi yang mana semakin tinggi tingkat pengembalian investasi maka semakin besar pula permintaan terhadap saham emiten dipasar modal yang menimbulkan harga saham emiten bertambah. Tetapi penelitian dari DP dan Monika . Hermawan dan MafAoulah . Thaharah TEMA Tera Ilmu Akuntansi dan Asyik . menunjukkan ROA tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Riset gap yang terjadi membuat penelitian ini menarik untuk dikaji ulang mengenai pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan. DER adalah salah satu dari rasio solvabilitas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang yang dimilikinya (Kayobi dan Anggraeni, 2. DER salah satu yang diperhitungkan oleh investor untuk menunjukkan risiko yang ditanggung oleh perusahaan. Penelitian Prasetia et al. Sandrawati . Ventamy . Amalia et al. Rahmawati et al. Ulfa & Riharjo . mengungkapkan bahwa DER mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin tinggi DER suatu perusahaan, menunjukkan kecilnya risiko yang ditanggungnya. Akan tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan tidak adanya pengaruh DER terhadap nilai perusahaan, yaitu penelitian dari Ogolmagai . Nurminda et al. Sondakh et al. Mahayati et al. Susanti . Wulandari et al. Riset gap tersebut membuat penelitian ini menarik untuk dikaji ulang mengenai pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Nilai ROA dan Nilai DER dapat dianalisis dari data yang tersaji dalam laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh emiten. Terkait dengan relevansinya, informasi yang terkandung pada laporan keuangan dapat dikatakan berguna jika disajikan secara akurat serta tepat waktu. Tepat waktu memiliki arti bahwa informasi yang tersedia untuk pengambilan keputusan dalam waktu yang mampu mempengaruhi keputusan mereka. Audit delay ialah waktu yang diperlukan oleh auditor agar dapat merampungkan pekerjaan audit, waktu dihitung dari saat tutup buku tahunan hingga penerbitan annual report yang selesai di audit (Lawrence dan Bryan, 1. Perusahaan yang mengalami audit delay disebut sebagai perusahaan yang terlambat mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit yang diakibatkan Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 oleh beberapa faktor, yang salah satunya adalah terjadinya permasalahan yang terjadi dalam laporan keuangan tersebut yang mengakibatkan tertundanya informasi tersebut disampaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa jika perusahaan semakin cepat mempublikasikan laporan keuangan maka pengaruh dari ROA akan semakin kuat terhadap nilai perusahaan, karena perusahaan tersebut dinilai tidak mengalami kendala dalam proses auditnya. Yang terjadi di lapangan, perusahaan membutuhkan waktu untuk mengaudit serta mempublikasikan laporan keuangan perusahaan. Rentang waktu yang diperlukan oleh perusahaan disebut dengan audit delay. Investor juga memerlukan informasi untuk mengambil keputusan yang tepat terkait investasi yang dilakukan. Apabila waktu yang diperlukan oleh perusahaan semakin singkat, maka investor akan memperoleh informasi dengan cepat. Begitupula sebaliknya, jika perusahaan membutuhkan waktu yang lebih lama, maka investor akan memperoleh informasi yang dibutuhkan semakin lama. Sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Sektor aneka industri merupakan salah satu bagian dari sektor industri manufaktur yang terdapat di Indonesia yang terdiri dari sebagian subsektor ialah, subsektor otomotif serta komponen, subsektor tekstil serta garmen, subsektor kabel serta subsektor elektronika. Tahun 2019 menjadi sejarah bagi perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, dampak pandemic yang terjadi pada akhir tahun 2019 menyebabkan terjadinya audit delay sehingga nilai perusahaan pada sector yang terdampak mendapat perhatian serius. Sektor aneka industry terutama sub sektor otomotif dianggap paling terdampak setelah covid (Sidik, 2. Disamping itu. Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Desember 2019 mencatat bahwa sebanyak 64 emiten mengalami keterlambatan dalam penyampain informasi laporan keuangan auditan. BEI menyikapi hal ini dengan memberikan waktu kepada emiten yang mengalami audit delay . TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 TINJAUAN TEORITIS Return On Assets (ROA) Signalling Theory ROA adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya (Magia dan Widayani, 2. ROA bisa dicari dengan membagi laba bersih sehabis pajak dengan total aset, setelah itu dikali dengan 100%. Semakin besar nilai ROA membuktikan semakin baik kinerja emiten dalam mendapatkan laba, sebaliknya semakin kecil nilai ROA membuktikan semakin kurang baik kinerja emiten dalam mendapatkan laba. Teori sinyal menyatakan mengenai manajemen suatu perusahaan dapat menginformasikan sinyal dalam bentuk pengungkapan laporan keuangan yang telah dipublikasikan kepada pihak yang berkepentingan guna mengambil suatu keputusan. Misalnya, suatu informasi dari perusahaan yang merupakan informasi good news, hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan karena investor akan segera mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut karena perusahaan dipandang memiliki kinerja yang bagus. Begitupula sebaliknya, jika informasi dari perusahaan bersifat bad news maka hal tersebut akan berdampak negatif bagi perusahaan, karena investor akan sesegera mungkin mengambil tindakan berdasar pada informasi yang diterima karena perusahaan dipandang memiliki kinerja yang buruk. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan ukuran bagi pasar dalam menilai perusahaan secara keseluruhan. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan digambarkan oleh harga pasar dari saham yang merupakan representasi dari keputusan investasi, pendanaan, serta manajemen aset. Semakin tinggi harga saham maka nilai perusahaan juga semakin tinggi. Nilai perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan TobinAos Q. Rasio TobinAos Q adalah rasio yang menggunakan unsur saham, hutang, dan aset dalam menentukan nilai perusahaan (Danial et al. , 2. TobinAo s Q diukur dengan menjumlahkan hasil kali harga penutupan saham serta jumlah saham dengan total hutang emiten setelah itu, hasil penjumlahan tersebut dipecah dengan total aset emiten. Bila nilai Q<1 dikatakan manajemen sudah gagal dalam mengelola aset emiten. sedangkan bila nilai Q=1 sehingga manajemen emiten stagnan dalam mengelola aset emiten, serta Q>1 sehingga manajemen emiten sukses mengelola asetnya. Luh Gede Kusuma Dewi Debt to Equity Ratio (DER) DER adalah salah satu dari rasio solvabilitas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang yang dimilikinya (Kayobi & Anggraeni, 2. Rasio ini dapat menggambarkan kesehatan perusahaan dari sisi jaminan terhadap utangnya. Menurut Kasmir . rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. DER dapat diketahui dengan membagi jumlah hutang yang dimiki perusahaan dengan jumlah ekuitas perusahaan. Hasil pembagian akan menunjukan setiap rupiah modal sendiri perusahaan yang menjadi jaminan hutangnya. Semakin tinggi nilai rasio DER menunjukan semakin besar perusahaan menggunakan hutang dibandingkan dengan modalnya. Audit Delay Audit delay ialah waktu yang diperlukan oleh auditor agar dapat merampungkan pekerjaan audit, waktu dihitung dari saat tutup buku tahunan hingga penerbitan annual report yang selesai di audit (Lawrence dan Bryan, 1. Semakin lama rentang waktu audit delay, maka semakin lama pula penyelesaian audit laporan keuangan dan akan mengakibatkan tertundanya masa publikasi laporan. Ketidaktepatan waktu dalam publikasi laporan keuangan dapat memicu masalah dalam laporan keuangan. Lambannya publikasi laporan keuangan akan menurunkan integritas perusahaan sehingga para investor akan memberikan sinyal yang buruk pada TEMA Tera Ilmu Akuntansi perusahaan, dan hal itu tentunya akan menurunkan tingkat ketertarikan pelaku pasar modal pada perusahaan tersebut (Ahmad, 2. Pengembangan Hipotesis ROA berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Teori signaling menyatakan jika laporan keuangan dipergunakan sebagai sinyal bagi investor terhadap kinerja dari perusahaan. Dalam memilih perusahaan, investor cenderung memilih perusahaan yang profitable dibandingkan perusahaan yang memiliki besaran keuntungan yang kecil. ROA dapat digunakan untuk mengukur besaran keuntungan yang diterima perusahaan berdasarkan seluruh aset yang dimiliki perusahaan. Besarnya tingkat ROA yang dimiliki perusahaan, akan menjadi berita baik bagi investor. Thaharah dan Asyik . yang menyatakan bahwa variabel Return on asset secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal yang berbeda disampaikan Priyadi . serta Pradita dan Suryono . menyatakan bahwa ROA berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Yang mendasari adalah keputusan investor dalam memilih investasi sesuai tingkat pengembalian dari investasi yang dilakukan. Minat investor terhadap return investasi yang semakin tinggi menyebabkan semakin tinggi pula permintaan terhadap suatu saham dipasar modal yang menyebabkan harga saham perusahaan tersebut Berdasarkan paparan diatas, hipotesis yang disimpulkan yakni ROA berpengaruh terhadap nilai perusahan (H. DER berpengaruh terhadap nilai perusahaan DER ialah rasio yang dipergunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas perusahaan. DER diperhitungkan oleh investor karena DER dapat menunjukkan risiko yang ditanggung oleh perusahaan. Menurut Sandrawati . serta Ventamy . menyatakan jika DER mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Tingginya DER yang dimiliki perusahaan, menunjukkan kecilnya risiko yang ditanggung perusahaan. Hal ini tentu menjadi berita baik bagi investor, karena kecenderungan Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 investor menghindari perusahaan-perusahaan yang mempunyai risiko yang besar, sehingga risiko tersebut dapat berpengaruh terhadap investasi yang sedang dijalankan. Akibat kecenderungan pula permintaan serta penawaran saham di pasar modal menjadi fluktuatif, sehingga menyebabkan harga saham sebagai cerminan nilai perusahaan juga berubah. Berdasarkan pemaparan diatas, hipotesis yang dirumuskan yakni DER berpengaruh terhadap nilai perusahaan (H. Audit delay memperkuat pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan. ROA merupakan suatu proksi yang dipergunakan untuk menilai profitabilitas perusahaan sebagai pijakan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Teori signaling menyebutkan jika ROA dipergunakan sebagai sinyal bagi investor untuk melakukan tindakan terhadap investasi yang dilakukan perusahaan. Informasi mengenai ROA dapat diketahui melalui laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. ROA yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk mengelola perusahaan dengan baik sehingga menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik bagi investor karena permintaan akan saham perusahaan tersebut meningkat yang berpengaruh pada meningkatnya harga saham dari perusahaan. Guna memperoleh informasi terkait dengan ROA maka dibutuhkan laporan keuangan perusahaan. Informasi akan berguna bila informasi tersebut dipergunakan tepat pada waktunya. Namun terkadang laporan keuangan dipublikasikan terlambat atau tidak tepat pada waktunya atau disebut dengan audit delay. Perusahaan yang mengalami audit delay disebut sebagai perusahaan yang terlambat mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yang salah satunya adalah terjadinya permasalahan yang terjadi dalam laporan keuangan tersebut yang mengakibatkan tertundanya informasi tersebut Hal ini mengindikasikan bahwa jika perusahaan semakin cepat mempublikasikan laporan keuangan maka pengaruh TEMA Tera Ilmu Akuntansi dari ROA akan semakin kuat terhadap nilai perusahaan, karena perusahaan tersebut dinilai tidak mengalami kendala dalam proses Berdasarkan pemaparan diatas maka hipotesis yang dirumuskan yakni Audit delay memperkuat pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan (H. Audit delay memperkuat pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. DER merupakan suatu proksi kebijakan pendanaan atau kebijakan hutang perusahaan yang memberikan terhadap nilai perusahaan. Tingkatan DER yang besar menampilkan komposisi total hutang . utang jangka pendek serta hutang jangka panjan. semakin besar dibandingkan dengan total modal Perihal ini berakibat pada semakin besar beban perusahaan terhadap pihak eksternal . Tingginya DER yang dimiliki perusahaan, menunjukkan kecilnya risiko yang ditanggung perusahaan. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi investor karena perusahaan yang memiliki nilai DER yang kecil mengindikasikan risiko yang diperoleh oleh investor juga kecil. Maka investor akan menilai perusahaan dengan baik apabila risiko yang dihadapi relative kecil. Informasi mengenai DER diperoleh dari laporan keuangan. Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengaudit serta mempublikasikan laporan keuangan perusahaan. Rentang waktu yang diperlukan oleh perusahaan disebut dengan audit delay. Investor juga memerlukan informasi untuk mengambil keputusan yang tepat terkait investasi yang Apabila waktu yang diperlukan oleh perusahaan semakin singkat, maka investor akan memperoleh informasi dengan Begitupula sebaliknya, jika perusahaan membutuhkan waktu yang lebih lama, maka investor akan memperoleh informasi yang dibutuhkan semakin lama. Sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan pemaparan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis yakni Audit delay memperkuat pengaruh DER terhadap nilai perusahaan (H. Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder berupa annual report perusahaan yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019. Pemilihan sampelnya dengan purposive sampling dan menghasilkan 16 perusahaan yang menjadi sampel. Guna menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian, data yang telah ditabulasi kemudian dianalisis regresi berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS versi 25 for Windows untuk. Sebelum melakukan analisis regresi berganda, terlebih dahulu harus memenuhi uji asumsi klasik diantaranya uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, dan uji autokorelasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan, variabel independen adalah ROA dan DER, serta variabel moderasi adalah Audit delay. Nilai perusahaan diukur dengan menggunakan TobinAos Q yakni dengan menjumlahkan hasil kali harga penutupan saham dan jumlah saham dengan total hutang perusahaan, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan total aset perusahaan. ROA diukur dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan total aset perusahaan dan hasilnya dibagi 100. DER diukur dengan membagi jumlah hutang yang dimiki perusahaan dengan jumlah ekuitas perusahaan. Sementara audit delay diukur dengan menghitung kurun waktu dari tanggal tutup buku dengan publikasi laporan keuangan yang telah diaudit. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linear Berganda Analisis linier berganda bertujuan untuk mengenali arah ikatan antara variabel independen . dengan variabel dependen apakah variabel independen berhubungan positif atau negatif serta untuk mera- TEMA Tera Ilmu Akuntansi malkan nilai variabel dependen jika nilai variabel independen mengalami peningkatan ataupun penurunan. Analisis linier berganda menggunakan data berskala atau rasio. Adapun persamaan dari analisis linier berganda YAo = a b1X1 b2X2 b3X3 AA bnXn Tabel 1. Analisis Regresi Linear Berganda Sig (Constan. Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 Sesuai tabel diatas, hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa interaksi antara ROA dan audit delay (X1*Z) memiliki signifikansi uji t sebesar 0,045, dimana nilai tersebut <0,05 sehingga H3 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Audit delay dapat memperkuat hubungan antara ROA dan nilai Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa interaksi antara DER dan audit delay ((X2*Z) memiliki signifikansi uji t sebesar 0,076, dimana nilai tersebut >0,05 sehingga H4 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Audit delay memperlemah pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Sumber: Data Diolah, 2022 Pembahasan Sesuai tabel diatas, hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa ROA memiliki nilai signifikansi uji t sebesar 0,910 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga H1 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh ROA Terhadap Nilai Perusahaan. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa DER memiliki nilai signifikansi uji t sebesar 0,033 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga H2 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa DER berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Analisis Regresi Moderasi Tabel 2. Moderated Regression Analysis Sig. (Constan. ROA AUDIT DELAY ROA*AD (Constan. DER AUDIT DELAY DER*AD Sumber: Data Diolah, 2022 Luh Gede Kusuma Dewi Hipotesis pertama menyebutkan bahwa nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh ROA. Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai koefisien sebesar -0,006 dan nilai signifikansi 0,910 lebih besar dari 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, maka dapat dinyatakan hipotesis pertama yang menyebutkan return on assets dapat mempengaruhi nilai perusahaan ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Thaharah & Asyik . yang menyatakan bahwa variabel ROA secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Menurut Kasmir . menyatakan bahwa perusahaan menggunakan asetnya secara efisien ketika level ROA berada diatas 30%. Hasil statistik deskriptif dari perusahaan yang terdaftar di BEI yang diteliti menunjukan bahwa ratarata ROA sebesar 6,8783%. ROA tidak dapat mempengaruhi nilai perusahaan dikarenakan ROA pada perusahaan sampel masih ROA mengukur tingkat profitabilitas berdasarkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset. Kenaikan laba bersih perusahaan sampel cenderung juga diikuti dengan kenaikan jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan sehingga rasio ROA cenderung stagnan pada periode penelitian. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Hal ini menyebabkan kurangnya minat investor dalam menanamkan modalnya pada Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian Azzahra . mengenai ROA yang tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena kenaikan laba bersih perusahaan sampel cenderung juga diikuti dengan kenaikan jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan sehingga rasio ROA cenderung stagnan pada periode penelitian. Pengaruh DER Terhadap Nilai Perusahaan Hipotesis kedua menyebutkan bahwa nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh DER. Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai koefisien sebesar 0,010 dan nilai signifikansi 0,033 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis kedua yang menyebutkan DER dapat mempengaruhi nilai perusahaan diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ventamy . dan Sandrawati . yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya semakin besar rasio DER bagi perusahaan maka semakin menguntungkan karena akan menambah modal perusahaan dalam mendanai proyeknya untuk mendapatkan laba yang nantinya meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan bagi kreditur hal ini kurang menguntungkan karena perusahaan lebih berisiko dan melunasi hutang serta dapat mengalami kegagalan dalam membiayai hutang jangka panjangnya. Jadi semakin tinggi rasio DER maka perusahaan mempunyai prospek pertumbuhan yang tinggi. Hutang jangka panjang yang tinggi mencerminkan perusahaan sedang melakukan kegiatan bisnis yang besar dan hal ini dinilai baik oleh investor karena perusahaan dianggap mempunyai prospek yang baik di masa depan. Selain itu penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ventamy . yang menyatakan bahwa DER berpengruh terhadap nilai perusahaan. Penggunaan hutang dimaksimalkan sampai ke titik optimal agar terjadi keseimbangan antara biaya bunga dari hutang dengan keuntungan yang diperoleh. Jika melebihi titik optimal maka akan menurunkan Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 nilai perusahaan karena tidak seimbang antara biaya dengan keuntungan. Audit Delay Memoderasi Pengaruh ROA Terhadap Nilai Perusahaan Hipotesis ketiga menyebutkan bahwa audit delay memperkuat pengaruh return on assets terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil uji MRA diperoleh nilai koefisien positif sebesar 0,011 dan nilai signifikansi 0,045 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa audit delay memperkuat pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan, maka dapat dinyatakan hipotesis ketiga yang menyebutkan audit delay memperkuat pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan diterima. ROA sebagai suatu proksi dari profitabilitas perusahaan akan mampu meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi profit yang dihasilkan suatu perusahaan, maka semakin tinggi juga nilai suatu perusahaan dimata investor maupun kreditur. Menurut Sakinah & Karjono . dalam penelitiannya bahwa keberadaan ROA yang semakin tinggi tidak dapat menambah maupun mengurangi price earning ratio yang dihasilkan suatu perusahaan. Dapat dilihat dari fungsinya bahwa ROA yang tinggi dapat meningkatkan price earning ratio karena profit yang tinggi dapat memberikan indikasi prospek perusahaan yng baik sehingga dapat memicu invetor untuk meningkatkan saham. Selain itu, dengan adanya audit delay dapat memberikan informasi terkait profitabilitas perusahaan. Dimana perusahaan yang mendapatkan profitabilitas yang besar kemungkinan tidak akan menunda penerbitan laporan keuangan karena informasi tersebut merupakan prestasi yang dicapai suatu perusahaan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas yang dihasilkan suatu perusahaan semakin pendek pula audit delay yang dilakukan oleh auditor (Kartika, 2. Audit Delay Memoderasi Pengaruh DER Terhadap Nilai Perusahaan. Hipotesis keempat menyebutkan bahwa audit delay memperkuat pengaruh DER terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil uji TEMA Tera Ilmu Akuntansi MRA diperoleh nilai koefisien positif sebesar -0,001 dan nilai signifikansi 0,076 lebih besar dari 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa audit delay memperlemah pengaruh DER terhadap nilai perusahaan, maka dapat dinyatakan hipotesis keempat yang menyebutkan audit delay memperkuat pengaruh DER terhadap nilai perusahaan ditolak. DER merupakan suatu proksi kebijakan pendanaan atau kebijakan hutang perusahaan yang memberikan terhadap nilai perusahaan. Tingkat DER yang tinggi menunjukkan komposisi total hutang . utang jangka pendek dan hutang jangka panjan. semakin besar apabila dibandingkan dengan total modal sendiri, sehingga hal ini berdampak pada semakin besar pula beban perusahaan terhadap pihak eksternal. Peningkatan beban terhadap kreditur menunjukkan sumber modal perusahaan sangat tergantung dari pihak eksternal, sehingga mengurangi minat investor dalam menanamkan dananya di perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, adanya audit delay akan memperpanjang waktu audit karena DER yang terlalu tinggi. Hal ini disebabkan karena tingginya tingkat hutang yang dimiliki kepada pihak ketiga dibandingkan modal sendiri. Sehingga itu menjadi alasan suatu perusahaan untuk menunda penerbitan laporan keuangan. Jadi, semakin tinggi DER yang dihasilkan suatu perusahaan maka semakin lama pula seorang audit melakukan audit delay. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulan bahwa . ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, . DER berpengaruh terhadap nilai perusahaan, . Audit delay memperkuat pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan, dan . Audit delay memperlemah pengaruh DER terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Penelitian ini mampu memperikan manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut . Bagi Luh Gede Kusuma Dewi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20152019 bahwa ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan yang telah diaudit penting untuk diperhatikan guna memperkuat kepercayaan investor terhadap setiap informasi yang disampaikan oleh perusahaan melalui laporan keuangan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan . Bagi investor, ketepatan waktu menjadi salah satu dasar pertimbangan untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam perusahaan, . bagi perusahaanperusahaan sejenis hasil penelitian sektor aneka industri yang tercatat di BEI dapat digunakan sebagai pembanding, sehingga dapat dilakukan evaluasi secara individu agar dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu . masyarakat harus mampu memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya tepat waktu serta mampu mempertimbangkan aspek hutang memilih investasi. Perusahaan harus lebih mampu meningkatkan efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan audit serta publikasi laporan keuangan yang telah diaudit. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan periode waktu yang terbaru serta mempergunakan populasi dari sektor lain atau seluruh sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut . penelitian ini hanya menggunakan sektor aneka industri, sehingga hasil penelitian ini tidak kurang relevan jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Referensi mengenai audit delay sebagai variabel pemoderasi terbatas. hanya menggunakan 1 rasio untuk memproksikan profitabilitas serta 1 rasio untuk memproksikan solvabilitas. DAFTAR PUSTAKA