p-ISSN: 2089-2551 e-ISSN: 2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 4. November 2025 EFEKTIVITAS PENERAPAN ISLAMIC ART THERAPY TERHADAP DISFUNGSI KOGNITIF DAN SPIRITUAL WELL-BEING PADA PASIEN PASCA STROKE Haerul Patahang1*. Arnianti2 Program Profesi Ners. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Program Studi S1 Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Alamat Korespondensi: haerul. patahang86@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kecacatan di seluruh dunia adalah stroke, yang berdampak parah tidak hanya pada aspek fisik tetapi juga pada kesehatan mental dan sosial, salah satu yang paling umum adalah gangguan kognitif. Tujuan: Menilai efektifitas islamic art therapy terhadap disfungsi kognitif dan spiritual well-being. Metode: Penelitian yaitu Randomized Control Trial (RCT), sampel penelitian ini berjumlah 54 Hasil: Setelah pemberian intervensi Islamic Art Therapy, hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai kelompok intervensi p<0. 001 dan kelompok kontrol p<0. 045, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan fungsi kognitif secara bermakna pada dua kelompok. Hasil Uji Mann Whitney U didapatkan nilai p<0. 015, berarti peningkatan fungsi kognitif pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, hasil Uji Wilcoxon didapatkan nilai pada kelompok perlakuan p<0. 001 menunjukkan peningkatan spiritual well-being secara bermakna, sedangkan pada kelompok kontrol p>0. 637 menunjukkan tidak terjadi peningkatan spiritual well-being secara bermakna. Hasil Uji Mann Whitney U didapatkan nilai p<0. 002 yang berarti bahwa peningkatan spiritual well-being kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok control. Kesimpulan: Ada pengaruh penerapan intervensi keperawatan Islamic Art Therapy dengan Kaligrafi AlQurAoan terhadap fungsi kognitif spiritual well-being pada pasien pasca stroke. Kata Kunci: Islamic Art Therapy. Disfungsi Kognitif. Spiritual Well-being. Pasien Pasca stroke PENDAHULUAN Stroke adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian karena pada saat seseorang terserang stroke, maka sekitar 1,9 juta sel otak dapat mati. Di antara penyakit tidak menular (PTM), stroke menjadi penyebab kematian terbanyak kedua dan penyebab kematian serta kecacatan (Feigin et al. , 2. Hasil dari data Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023, didapatkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1. Stroke juga merupakan salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, yaitu mencapai Rp5,2 triliun pada Di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, dengan persentase 11,2% untuk total kecacatan dan 18,5% untuk total kematian (Kemenkes RI. Berbagai masalah akibat penyakit stroke dapat terjadi pada pasien, tetapi salah satu yang paling umum adalah gangguan kognitif. Gangguan ini harus segera ditangani dengan tepat, karena secara umum dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderita stroke. Selanjutnya pada hasil rehabilitasi fungsi kognitif di Indonesia didapatkan bahwa presentase penderita stroke yang mengalami gangguan kognitif sebanyak 37,5%. Gangguan kognitif meliputi atensi, visuospasial, bahasa, fungsi eksekutif, dan memori. Gejala awal pada gangguan kognitif adalah gangguan memori sederhana, seperti mudah lupa yang akan Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 bertambah parah dalam beberapa tahun ke depan jika tidak segera ditangani (Widjaja & Putri, 2. Berbagai faktor yang dapat berpengaruh terhadap memori kognitif diantaranya yaitu jenis kelamin, usia, stres, latihan rutin fisik dan memori, kondisi fisik dan lingkungan (Masika. Yu & Li, 2. Seseorang yang menderita stroke akan mengganggu berbagai elemen seperti kesehatan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Akibat dari stroke tidak serta merta menyangkut aspek neurologis saja, akan tetapi bisa berdampak luas pada krisis kepercayaan terhadap Tuhan (Styana. Nurkhasanah & Hidayanti, 2. Selain masalah fisik dan psikologis, pasien stroke juga cenderung memiliki masalah pada Masalah spiritual yang dialami oleh pasien stroke adalah masalah yang perlu diperhatikan sama seperti dengan masalah fisik (Setya et al. , 2. Agama sangat berpengaruh terhadap spiritual well-being karena agama yang dianut apapun akan mmengajarkan untuk selalu menyukuri serta yakin bahwa Tuhan yang menjaga dan memmembantu umata dalam ssetiap perjalananhidupnya (Musa, 2. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan fungsi kognitif baik dengan metode farmakologi ataupun non farmakologi. Pemberian intervensi non farmakologi memiliki peran penting pada kategori usia dewasa tua, dimana intervensi yang dapat diberikan seperti latihan atau permainan yang prosedur kerjanya membutuhkan konsentrasi atau perhatian penuh, orientasi tempat, waktu, situasi serta memori (Bulu. Ka'arayeno & Adi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan sebagai program stimulasi pada lansia yaitu pemberian terapi seni atau art therapy yang telah tercatat di Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan nomor intervensi keperawatan 1. Art therapy adalah terapi yang bermuatan ekspresif dengan melibatkan materi seni, diantaranya lukisan, kapur, alat tulis, dan alat penunjang lainnya (Maulida et al, 2. Salah satu bentuk art therapy atau terapi seni yang bisa diterapkan dengan nuansa islami adalah membuat kaligrafi Al-QurAoan dasar atau dikenal sebagai khat Naskhi. Kaligrafi merupakan khasanah kebudayaan Islam. Berdasarkan hal tersebut diatas maka rumusan masalah dapat dikemukakan sebagai berikut: AuApakah pemberian intervensi islamic art therapy efektif pada perbaikan disfungsi kognitif serta terpenuhinya spiritual well-being pada pasien pasca stroke? METODE Metode digunakan dalam penelitian ini adalah randomized controlled trial (RCT) , yaitu sebuah desain yang berguna untuk melakukan evaluasi terhadap intervensi yang digunakan untuk menilai bahwa intervensi yang diberikan benar-benar bermanfaat (Nursalam. Subjek dalam penelitian ini dipasangkan berdasarkan hasil tes Mini Mental State Examination (MMSE) dan hasil Spiritual WellBeing Scale (SWBS). Selanjutnya dilakukan random assignment untuk ditetapkan dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Adapun pemberian perlakuan islamic art therapy pada kelompok eksperimen dan terapi seni menggambar pada kelompok kontrol yaitu diberikan intervensi 8 sesi selama 8 minggu dengan estimas dalam waktu seminggu 5 kali daqn satu sesi berlangsung selama 60 menit. Setelah perlakuan, kedua kelompok akan melakukan posttest dengan mengisi MMSE dan SWBS. Posttest ini kemudian menjadi eksperimen untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen dan sebagai pembanding posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. (Patahang et al. , 2. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pasca stroke yang dirawat jalan di RSU Yapika Gowa. Sampel Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 dalam penelitian ini sebanyak 54 responden yang berhasil mengikuti sampai akhir Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Beda Wilcoxon dan Uji Mann Whitney U. HASIL Analisis Univariat Berdasarkan tabel 1. diketahui rata-rata usia responden pada kelompok perlakuan berada direntang usia 62. 4 dan kelompok kontrol berada direntang usia 63. Jenis kelamin pada kelompok perlakuan dan kontrol lebih dominan pada jenis kelamin perempuan. Status pernikahan pada kelompok perlakuan sebanyak 27 responden . 4%) dan kelompok kontrol sebanyak 24 responden . 3%) dengan kategori menikah. Jenjang tingkat pendidikan pada dua kelompok terdapat 12 responden . 8%) pada kelompok perlakuan dan 13 responden . 1%) kelompok kontrol dengan kategori pendidikan SMP, kemudian untuk kategori pekerjaan pada masing-masing kelompok, bekerja sebagai IRT adalah yang terbanyak dengan masing-masing sebaran kelompok perlakuan 11 responden . 3%) dan kelompok kontrol sebanyak 10 responden . 5%). Berdasarkan tabel 4. 2 diketahui nilai median fungsi kognitif responden pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pemberian intervensi adalah 24, nilai minimal adalah 19 dan nilai maksimal adalah 27 dan nilai median fungsi kognitif responden pada kelompok perlakuan setelah dilakukan pemberian intervensi adalah 27, nilai minimal adalah 22 dan nilai maksimal adalah 30. Selanjutnya nilai median fungsi kognitif responden pada kelompok kontrol sebelum dilakukan pemberian intervensi adalah 24, nilai minimal adalah 20 dan nilai maksimal adalah 27 dan nilai median fungsi kognitif responden pada kelompok kontrol setelah dilakukan pemberian intervensi adalah 26, nilai minimal adalah 22 dan nilai maksimal adalah 29. Dari tabel 4. 3 diatas diketahui nilai median spiritual well-being responden pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pemberian intervensi adalah 73, nilai minimal adalah 41 dan nilai maksimal adalah 102 dan nilai median spiritual well-being responden pada kelompok perlakuan setelah dilakukan pemberian intervensi adalah 100, nilai minimal adalah 58 dan nilai maksimal adalah 117. Selanjutnya nilai median spiritual well-being responden pada kelompok kontrol sebelum dilakukan pemberian intervensi adalah 72, nilai minimal adalah 42 dan nilai maksimal adalah 94 dan nilai median spiritual well-being responden pada kelompok kontrol setelah dilakukan pemberian intervensi adalah 96, nilai minimal adalah 56 dan nilai maksimal adalah Analisis Bivariat Berdasarkan tabel 4 menunjukkan hasil bahwa sebelum penerapan modul keperawatan Islamic Art Therapy dengan kaligrafi AlQurAoan terhadap fungsi kognitif pada pada dua kelompok berdasarkan hasil uji Mann Whitney U didapatkan tidak terdapat perbedaan fungsi kognitif dengan nilai p>0. 897 dan setelah pemberian intervensi didapatkan hasil yaitu peningkatan nilai fungsi kognitif sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan nilai fungsi kognitif. Pada kelompok intervensi nilai median pre-test sebesar 24 sementara nilai median post-test meningkat menjadi 27. Pada kelompok kontrol nilai median pre-test sebesar 24. Sementara nilai median post-test meningkat menjadi 26. Nilai median peningkatan pada kelompok intervensi sebesar 3. Sementara nilai median pada kelompok kontrol sebesar 1. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi p<0. 001 dan kelompok kontrol p<0. 045 yang menunjukkan bahwa Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 terjadi peningkatan fungsi kognitif secara bermakna pada dua kelompok. Hasil Uji Mann Whitney U didapatkan nilai signifikansi p<0. 015 yang berarti bahwa peningkatan fungsi kognitif pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, atau keperawatan Islamic Art Therapy dengan Kaligrafi Al-QurAoan terhadap fungsi kognitif pasien pasca stroke. Tabel 5 menunjukkan hasil bahwa sebelum penerapan modul keperawatan Islamic Art Therapy dengan kaligrafi Al-QurAoan terhadap skor spiritual well-being pada dua kelompok berdasarkan hasil Uji Mann Whitney U didapatkan tidak terdapat perbedaan skor dengan nilai p>0. 716 dan setelah pemberian intervensi didapatkan hasil yaitu pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan spiritual well-being sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan spiritual well-being. Pada kelompok perlakuan nilai median pre-test sebesar 73, sementara nilai median post-test meningkat menjadi 100. Pada kelompok kontrol nilai median pre-test sebesar Sementara nilai median post-test meningkat Nilai median peningkatan pada kelompok perlakuan sebesar 26. Sementara nilai median pada kelompok kontrol sebesar 20 ng/ml. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi pada kelompok perlakuan p<0. 001 menunjukkan terjadi peningkatan well-being sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan p>0. 637 yang menunjukkan tidak terjadi peningkatan spiritual well-being secara Hasil Uji Mann Whitney U didapatkan nilai signifikansi p<0. 002 yang berarti bahwa peningkatan spiritual well-being kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, atau ada pengaruh penerapan intervensi keperawatan Islamic Art Therapy dengan Kaligrafi Al-QurAoan terhadap spiritual well-being pada pasien pasca stroke. PEMBAHASAN Untuk mengoptimalkan kembali fungsi kognitif pada pasien pasca stroke tidak hanya farmakologis akan tetapi bisa dilakukan pengobatan non farmakologi. Kegiatan stimulasi otak yang terprogram sebagai pengobatan non farmakologi merupakan salah satu media untuk upaya peningkatan fungsi kognitif pada penderita stroke dan lansia. Dengan pemberian terapi yang baik, otak akan terstimulus kembali untuk bekerja. Sehingga, makin sering otak diberikan stimulasi, maka otak akan semakin maksimal dalam kinerjanya (Ingold et al,. Pemberian sebuah terapi atau stimulasi merupakan kegiatan yang pola kerjanya memberikan stimulus kepada individu sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dari individu tersebut. Sebuah stimulus bisa saja berasal dari sebuah lingkungan, yang dapat menyebabkan adanya respons tersendiri terhadap perilaku pada individu. Stimulus yang diterima direspons melalui alat reseptor berupa indera penciuman, peraba, pendengar, pengecap, dan perasa. Alat indera ini sangat erat berkaitan dengan pemberian stimulasi, hal ini disebabkan karena alat indera manusia adalah penghubung dengan hal-hal di luar dari dirinya yang dapat menimbulkan adanya sebuah rangsangan (Patahang et al. , 2. Pemberian stimulasi kepada pasien dengan gangguan neurologis dapat diberikan baik aktivitas fisik maupun nonfisik. Aktivitas fisik meliputi kegiatan olahraga serta kegiatan dengan memanfaatkan fungsi sebuah gerak tubuh untuk membantu pasien bisa senantiasa lebih aktif dalam bergerak dan memicu fungsi otak untuk kembali bekerja. Sedangkan, aktivitas nonfisik dapat berupa kegiatan yang tidak terlalu melibatkan fungsi gerak tubuh namun tetap memberikan esensi yang sama seperti dengan sebuah aktivitas fisik (Wibowo. Felisitas & Sakti 2. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 Penerapan modul keperawatan Islamic Art Therapy dengan Kaligrafi Al-QurAoan adalah salah satu metode pemberian stimulus otak yang dikembangkan dengan tekhnik Delphi. Adapun hasil yang diperoleh setelah pemberian intervensi keperawatan Islamic Art Therapy dengan kaligrafi Al-QurAoan selama 8 sesi dalam menilai fungsi kognitif pada pasien pasca stroke yaitu, pada kelompok perlakuan senantiasa mengalami peningkatan setelah dilakukan pemberian intervensi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chan et al. , . bahwa terdapat peningkatan fungsi kognitif pada lansia yang diberikan terapi kaligrafi cina selama 8 minggu. Penelitian oleh Chu et al. Chinese Calligraphy Therapy secara signifikan mengurangi gejala psikosis, kecemasan, depresi, gejala negatif skizofrenia dan meningkatkan fungsi kognitif. Pemberian intervensi spiritual dalam pendokumentasian Asuhan Keperawatan telah berkembang dari tahun ke tahun, bahkan terapi Murotal Al-QurAoan telah tercatat sebagai salah satu intervensi standar dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Berbagai penelitian terdahulu telah dilakukan dengan pendekatan media Al-QurAoan dalam upaya perbaikan terhadap apa yang menjadi keluhan yang dirasakan oleh pasien baik yang dirawat di rumah sakit maupun di puskesmas. Terapi spiritual merupakan sebuah intervensi dengan empat domain utama yakni pendekatan religius yang menjadi keunggulan, eksistensi untuk mencari makna dan tujuan, emosional sebagai relaksasi dan sosial menjadi media komunikasi dengan strategi meliputi negosiasi interaktif, saling berinterkasi dalam tanya jawab, pemutaraan klip audio atau video pendek, pengenalan sebuah buku, serta pengungkapan pengalaman pribadi terkait keempat domain tersebut (Afrasiabifar et al. , 2. Kemampuan seseorang dapat dilihat dari kualitas dalam memaknai peluang yang didapatkan dalam kehidupannya, sebagai hasil sebuah interaksi dengan lingkungan sekitar dan pencapaian dalam keselarasan hidup. Salah satunya yaitu keselarasan meyakini adanya Tuhan, sebagai kebutuhan dalam mendalami kebutuhan spiritual (Jufri. Masriadi, & 2. Spiritual well-being pada pasien stroke menjelaskann sejauh mana pasien hidup berkaitan dengan makna, tujuan dan memahami nilai-nilai kehidupan. Semuanya dapat diindikasikan dalam kesejahteraan psikologis seperti kualitas hidup, setiap pasien pada umumnya memiliki kesejahteraan psikologis yang berbeda-beda tergantung bagaimana seorang pasien sepenuhnya dalam bersikap terhadap sebuah permasalahan yang dirasakan dalam hidup nya. Apabila dihadapi dengan positif maka dapat dinyatakan, bahwa pasien tersebut memiliki kesejahteraan spiritual, kesejahteraan psikologis serta kualitas hidup yang tinggi (Jufri, 2. Adapun hasil yang diperoleh setelah pemberian intervensi keperawatan Islamic Art Therapy dengan kaligrafi Al-QurAoan selama 8 sesi dalam menilai spiritual well-being pada pasien pasca stroke yaitu, pada kelompok perlakuan didapatkan hasil terjadi peningkatan setelah pemberian Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Alrukban et al. , . bahwa sebuah intervensi spiritual menghasilkan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan spiritual, dimana kualitas hidup pasien kanker dapat meningkat dan intervensi dengan pendekatan terapi seni penting dalam memberikan makna kehidupan (Laranjeira & Querido, 2. Sangat penting untuk menerapkan sebuah intervensi dengan meningkatkan makna dan tujuan kehidupan, serta mendapatkan sebuah kedamaian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam biopsikososial-spiritual untuk perawatan pasien demi meningkatnya kesejahteraan spiritual (Rabitti et al. , 2. Penerapan intervensi spiritual yang efektif memiliki tujuan utama Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 yaitu meningkatkan kesejahteraan spiritual, dimana kesejahteraan spiritual berkaitan dengan kepuasan akan hidup, hubungan baik langsung dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi, menemukan kenyamanan dan kekuatan dalam iman dan keyakinan, sehingga memandang sebuah penyakit yang dirasakan menjadi sebagai penguatan iman dan pada akhirnya mampu menjalankan praktik spiritual meskipun dalam keadaan sakit sebagai wujud sebuah keyakinan akan kebesaran Tuhan (Caringal et al. , 2. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan intervensi keperawatan Islamic Art Therapy dengan Kaligrafi Al-QurAoan terhadap fungsi kognitif dan spiritual well-being pada pasien pasca Untuk peneliti selanjutnya diharapkan tersebut pada jumlah sampel yang lebih besar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan yang telah memberikan dana penelitian dosen pemula tahun pelaksanaan 2025, serta ucapan terima kasih tak terhingga kepada seluruh responden, tim peneliti yang turut serta dalam penelitian ini dari awal penelitian sampai dengan berakakhirnya penelitian. DAFTAR PUSTAKA