P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Penggunaan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada Materi Tata Cara Pengurusan Jenazah Sukaedah A Guru PAI dan BP SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon. Inonesia, sukaedahsukses@gmail. Diterima 12 Juni 2020, disetujui 20 Oktober 2021, diterbitkan 31 Oktober 2021 Pengutipan: Sukaedah A. Penggunaan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada Materi Tata Cara Pengurusan Jenazah. Gema Wiralodra, 12. , 436-442 ABSTRAK Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik menggunakan metode demonstrasi pada peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon. Jawa Barat Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini, yaitu prestasi belajar Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di mana guru sebagai pelaksana pembelajaran sedangkan peneliti sebagai pengamat. Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022, yaitu pada bulan Maret. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon, yang terdiri dari 37 peserta didik. Objek penelitian adalah hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan. Rata-rata nila peserta didik meningkat dari siklus I sebesar 66,1 menjadi 77,2 pada siklus II. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa peserta didik yang telah lolos KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. pada siklus I sebanyak 17 peserta didik dari seluruh jumlah peserta didik dengan persentase 45,9%. Pada siklus II terjadi peningkatan mencapai 81,1% yang terdiri dari 30 peserta didik yang telah lulus KKM. Pencapaian hasil belajar klasikal pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan karena peserta didik mengalami ketuntasan belajar individual Ou 70. Dengan demikian penggunaan metode demonstrasi dalam mata pelajaran PAI dan BP dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon Kata kunci: Pengurusan Jenazah dan Teknik Diskusi ABSTRACT This study was structured with the aim of improving student learning outcomes using the demonstration method for class XI students at SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon. West Java for the 2021/2022 academic year. The learning outcomes referred to in this study, namely student This type of research is Classroom Action Research (CAR), where the teacher is the implementer of learning while the researcher is the observer. The design of this study uses the Kemmis and Mc. Taggart. This research was conducted in the even semester of the 2021/2022 academic year, namely in March. The subjects of this study were students of class XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon, which consisted of 37 students. The object of research is the learning outcomes of students. Data collection techniques using observation and interviews. Data were analyzed descriptively and presented in the form of tables and graphs. Based on the results of research that has been carried out, it is known that the learning outcomes of students in PAI learning through the application of the demonstration method have increased. The average score of students increased from the first cycle of 66. 1 to 77. 2 in the second cycle. Based on these data, it is known that the students who have passed the KKM (Minimum Completeness Criteri. in the first cycle are 17 students from the total number of students with a percentage of 45. In the second cycle there was an increase of 81. 1% consisting of 30 students who had passed the KKM. The achievement of classical learning outcomes in cycle II has reached the indicator of success because students Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 experience individual learning mastery 70. Thus the use of demonstration methods in PAI and BP subjects can improve student learning outcomes in class XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon Keywords: Body Management and Discussion Techniques PENDAHULUAN Pada pembelajaran PAI, pemahaman terhadap konsep-konsep esensial sangat Pemahaman terhadap konsep-konsep esensial yang baik akan membuat peserta didik menempatkan konsep-konsep tersebut dalam sistem memori jangka panjang . ong term memor. dan dapat menggunakannya untuk berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi . igher level thinkin. seperti pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Pemahaman konsep-konsep esensial yang baik semestinya akan mempermudah mereka dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah. Kenyataan saat ini di kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon masih jauh dari kondisi ideal tersebut. Pemahaman terhadap konsep-konsep esensial pada mata pelajaran PAI untuk kompetensi dasar atau materi tata cara pengurusan jenazah dalam kehidupan sehari-hari masih rendah . ata-rata kelas 63,. Selain itu jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM kurang dari 75%. KKM mata pelajaran PAI pada Tahun Pelajaran 2010/2011 yang lalu adalah Ou 61. Jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM yang kurang dari 75% ini menyebabkan guru harus melakukan pembelajaran remedial secara klasikal. Kemudian. KKM mata pelajaran PAI pada Tahun Pelajaran 2011/2012 ini telah ditingkatkan menjadi Ou 65, hal ini juga berarti bahwa kemungkinan persentase peserta didik yang tidak dapat mencapai KKM yang dinaikkan tersebut semakin besar. Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya pemahaman peserta didik tentang kompetensi dasar atau materi tata cara pengurusan jenazah sehingga berakibat pada rendahnya nilai rata-rata kelas. Ketuntasan klasikal yang tidak tercapai adalah: . materi tata cara pengurusan jenazah merupakan materi yang sangat banyak mengandung konsepkonsep ajaran agama Islam dengan istilah-istilah yang sulit diingat dan dipahami. strategi pembelajaran yang digunakan masih belum cukup untuk memfasilitasi pemerolehan pemahaman bagi peserta didik. Kondisi demikian apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pembelajaran mata pelajaran PAI di Kelas XI tersebut khususnya, dan di SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon secara keseluruhan. Padahal, materi tata cara pengurusan jenazah Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 merupakan salah satu materi esensial dalam kurikulum. Hal ini tercermin dari selalu termuatnya materi ini dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Ujian Nasional (UN) pada 3 tahun terakhir ini. Salah satu alternatif pemecahan masalah di atas yang mungkin untuk dilaksanakan oleh guru adalah melaksanakan pembelajaran PAI dengan menggunakan metode Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik (Ismail, 2021. Wati, 2. Kegiatan demonstrasi yang dilakukan guru dapat meningkatkan pemahaman anak melalui penglihatan dan pendengaran (Purba & Larosa, 2016. Syarofah & Syukri, 2. Peserta didik diminta untuk melihat dan mendengarkan baik-baik semua keterangan guru (Lase, 2. Sehingga ia lebih paham tentang cara mengajarkan sesuatu. Dengan demikian selanjutnya anak dapat meniru bagaimana caranya melakukan hal tersebut seperti yang dicontohkan oleh guru (Ismail. Perbedaan penelitian ini dengan yang lainnya yaitu penelitian ini lokasi penelitiannya di SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon yang merupakan tempat peneliti mengajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, selain itu juga yang menjadi pembeda penelitian ini dari segi Berdasarkan masalah yang disebutkan, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bahwa metode demonstrasi yang digunakan di kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon dapat meningkatkan kompetensi dasar siswa tentang tata cara pengurusan jenazah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pelaksanaan tindakan selama 2 siklus yang dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, diperoleh data bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar diketahui dengan menerapkan metode demonstrasi. Hasil observasi terhadap penerapan model Demonstrasi dapat dilihat pada diagram berikut: Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Tabel 1. Perbandingan Hasil Observasi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Demonstrasi siklus I dan siklus II. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Demonstrasi Siklus I Siklus II 67,71% Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel di atas persentase hasil observasi peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode demonstrasi pada siklus I masih 60% dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II mencapai 67,71% dengan kategori sangat baik. hasil observasi peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode demonstrasi meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 6,77%. Peningkatan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi siswa pada siklus I dan II sebagai berikut: Tabel 2. Data Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus I dan II Nilai Keterangan Siklus Siklus Jumlah Rata-rata Nilai Tertinggi Tuntas KKM Belum Tuntas KKM 45,9% 81,1% Persentase KKM Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI melalui penerapan metode demonstrasi mengalami Rata-rata nila peserta didik meningkat dari siklus I sebesar 66,1 menjadi 77,2 pada siklus II. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa peserta didik yang telah lolos Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. pada siklus I sebanyak 17 peserta didik dari seluruh jumlah peserta didik dengan persentase 45,9%. Pada siklus II terjadi peningkatan mencapai 81,1% yang terdiri dari 30 peserta didik yang telah lulus KKM. Pencapaian hasil belajar klasikal pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan karena peserta didik mengalami ketuntasan belajar individual Ou 70. Hasil observasi aktivitas guru menggunakan metode demonstrasi pada siklus I dan siklus II disajikan dalam tabel 3 berikut. Tabel 3. Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Guru Menggunakan Metode Demonstrasi siklus I dan siklus II Aktivitas Guru Menggunakan Metode Demonstrasi Siklus I Siklus II Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan 81,25% 87,50% Hasil observasi keterampilan guru siklus I pertemuan I memperoleh persentase 81,25% dengan kriteria baik. Siklus I pertemuan II terjadi peningkatan skor menjadi 87,50% dengan kriteria sangat baik. Siklus II pertemuan I memperoleh persentase 100% dengan kriteria sangat baik baik. Pada siklus II pertemuan II memperoleh hasil kriteria sangat baik. Keterampilan guru siklus I pertemuan I ke siklus I pertemuan II mengalami kenaikan persentase dikarenakan pada menutup pelajaran guru telah mengalami ketuntasan dalam semua deskriptornya. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran PAI membuat pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan memunculkan keaktifan peserta didik karena metode demonstrasi melibatkan peserta didik berperan aktif untuk menemukan jawaban suatu permasalahan melalui proses berpikir dan diskusi. Metode demonstrasi menitikberatkan siswa aktif secara mental maupun fisik. Aktivitas mental yang dilakukan dalam metode demonstrasi dapat membuat pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan sehingga mudah diingat peserta didik (Yanti & Yusmin, 2. Metode demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan peserta didik, hal ini didukung oleh pendapat Huda . 3: . yang menyatakan bahwa kelebihan dari metode demonstrasi yaitu dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik. Dalam model Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 pembelajaran ini karena terdapat unsur permainan membuat pembelajaran menjadi Hal tersebut juga sejalan dengan pendapat Lie . 2: . yang mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, pembelajaran demonstrasi mempunyai kelebihan mampu memunculkan suasana kegembiraan tumbuh dalam proses pembelajaran . et them mov. Dengan adanya suasana tersebut, peserta didik dapat lebih termotivasi untuk belajar karena lebih antusias dan tertarik dalam kegiatan pembelajaran (Muammar & Suhartina, 2. Bila ditinjau dari hasil observasi, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPS melalui metode demonstrasi dengan mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I pertemuan I dan II persentase rata-rata keaktifan peserta didik 70,96% dan 76,98% yang termasuk dalam kategori baik. Pada siklus II pertemuan I dan II persentase rata-rata aktivitas keaktifan peserta didik 81,02% dan 86,20% termasuk dalam kategori baik dan sangat baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran PAI di kelas XI SMK Negeri 1 Kapetakan Cirebon dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pelaksanaan metode demonstrasi mengalami peningkatan. Rata-rata persentase hasil belajar pada pra siklus sebesar 13,5% . ategori kuran. meningkat menjadi 45,9% . ategori cuku. pada siklus I. Penerapan metode demonstrasi pada siklus I terdapat beberapa kekurangan sehingga perlu dilakukan perbaikan pada siklus II. Adapun perbaikan yang dilakukan berupa pemberian penguatan kepada siswa agar berani dalam menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan, mendorong siswa untuk memerhatikan dengan seksama siapa pun yang sedang menyampaikan pendapat, memotivasi siswa untuk aktif dengan cara memberikan pujian ataupun penghargaan kepada siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara bebas mengungkapkan pendapatnya. Guru lebih intensif dalam membimbing siswa. Peneliti dan guru melakukan diskusi mengenai langkah pembelajaran yang belum terlaksana. Setelah dilaksanakan perbaikan, terjadi peningkatan pada siklus II berupa rata-rata persentase keaktifan siswa meningkat menjadi 81,1% . ategori sangat bai. Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: . bagi pihak sekolah, hendaknya melakukan pembinaan kepada para guru untuk menggunakan model pembelajaran yang bervariasi misalnya metode demonstrasi, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, . bagi guru, hendaknya metode demonstrasi dapat digunakan guru sebagai variasi model pembelajaran sekaligus untuk meningkatkan keaktifan belajar Guru hendaknya rajin memberikan motivasi dan semangat kepada peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran, . bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan kajian yang lebih mendalam tentang penerapan metode demonstrasi serta mengembangkannya lebih lanjut agar dapat lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. DAFTAR PUSTAKA