Pengaruh Kompetensi dan Kepemimpinan Terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien yang Dimediasi Oleh Budaya Keselamatan Pasien (Studi pada Rumah Sakit Murni Teguh Jakart. Retno Sri Hartati1. Wani Devita Gunardi2. Melitina Tecualu3 Rumah Sakit Murni Teguh Jakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana1,2,3 retno_theo@yahoo. com , wani. gunardi@ukrida. id2, melitina@ukrida. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan kepemimpinan terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien yang dimediasi oleh budaya keselamatan Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Rumah Sakit Murni Teguh Jakarta. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah analisis validitas, analisis realibilitas, dan analisa bivariat. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa variable pengaruh kompetensi berpengaruh terhadap budaya keselamatan variabel kepemimpinan berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien. kompetensi berpengaruh terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. variabel kepemimpinan berpengaruh terhadap kesadaran melaporkan insiden. budaya keselamatan pasien berpengaruh terhadap kesadaran melaporkan keselamatan pasien. variabel budaya keselamatan pasien memediasi kompetensi terhadap kesadaran melaporkan insiden pasien. budaya keselamatan pasien memediasi kepemimpinan terhadap melaporkan insiden keselamatan pasien. Kata kunci: kompetensi, kepemimpinan, budaya keselamatan, pelaporan insiden Pendahuluan harus tetap mampu meningkatkan pelayanan Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyakarat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi- tingginya. Sebagai pemberi pelayanan, rumah sakit dituntut untuk paripurna kepada seluruh masyarakat mulai KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 1 dari pelayanan pencegahan . , penegakan diagnose . , pengobatan . serta pemulihan pasca pengobatan . Didalam penyelenggaraannya rumah sakit diatur oleh regulasi atau kebijakan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, pengaturan tersebut bertujuan antara lain mempermudah akses masyarakat untuk peningkatan mutu dan mempertahankan standar baku pelayanan rumah sakit serta memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia dan rumah sakit itu sendiri. (Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Saki. Menurut Sri Lestari . Provinsi DKI Jakarta menduduki urutan tertinggi sebesar 37,9% lebih besar dari delapan provinsi seperti Jawa Tengah . ,9%). Yogjakarta . ,8%). Jawa Timur . ,7%). Sumatera Selatan . ,9%). Jawa Barat . ,8%). Bali . ,4%). Aceh . ,7%) dan Sulawesi Selatan . ,7%). Jika dilihat jenis kejadian insiden, diketahui bahwa Kejadian Nyaris Cedera (KNC) memiliki prosentase lebih banyak . ebesar 47,6%) dibandingkan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) . ,2%). Salah satu faktor risiko yang berpengaruh terhadap munculnya insiden adalah penerapan budaya pelaporan yang kurang di lingkungan rumah sakit dimana dapat disebabkan karena belum terlaksannya pemberian edukasi kepada seluruh karyawan terhadap alur pelaporan insiden keselamatan pasien, pengetahuan karyawan tentang insiden keselamatan pasien di rumah sakit, ketersediaan fasilitas dan sarana prasaranal. Romi Beginta . mengatakan pelaporan insiden keselamatan digunakan sebagai pembelajaran bagi suatu organisasi dalam upaya untuk perbaikan sistem pelayanan, budaya pelaporan dapat berkembang dengan baik jika terciptanya suasana yang tidak memojokkan atau mempersalahkan karyawan dengan adanya hal tersebut dapat menciptakan perilaku keterbukaan dan sikap yang jujur yang dapat dimiliki oleh semua karyawan. Menurut Mahajan . Dalam upaya membangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit perlu diketahui karakteristik kepemipinan, pola komunikasi yang digunakan dalam keselamatan pasien, serta budaya keselamatan yang tercermin dari peran serta seluruh karyawan rumah sakit dalam pelaksanaan pelaporan kejadian nyaris cidera. Didalam dimensi Budaya Keselamatan Paasien kesalahan ataupun Kejadian Nyaris Cedera (Near Mis. , pelaporan digunakan sebagai proses pembelajaran bagi suatu organisasi untuk berupaya perbaikan system pemberian pelayanan kesehatan. Budaya keselamatan yang positif dan proaktif memerlukan komitmen dari pemimpin untuk belajar dari kesalahan dan memberikan penghargaan pada staf yang menjalankan program keselamatan. Untuk membangun budaya keselamatan pasien di suatu rumah sakit, perlu diketahui karakteristik melalui karakteristik kepemimpinan, pola komunikasi pasien, komitmen dari seluruh petugas, tingkat kemampuan, pengetahuan dan keterampilan. 2 | PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP. (Retno S. Wani D. Melitina T) Wibowo . mengatakan bahwa kompetensi dapat menunjukkan suatu keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu. Menurut Siagian . kepimpinan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yaitu berpengaruh terhadap bawahannya sehingga para bawahannya dapat melaksanakan apa yang telah di instruksikan oleh atasannya. Menurut Vincent . Keselamatan Pasien Aukualitas perawatanAy, namun kedua konsep tersebut tidak identik. Keselamatan merupakan bagian penting dari kualitas. Sampai saat ini, kegiatan untuk mengelola kualitas tidak terfokus secukupnya pada masalah keselamatan pasien. Stavropoulu. Doherty, dan Tosey . mengatakan sistem pelaporan insiden didesain guna diperolehnya informasi terkait dengan keselamatan pasien sehingga digunakan bagi pembelajaran organisasi dan Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk : Mengetahui pengaruh kompetensi terhadap budaya keselamatan pasien. Mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap budaya keselamatan pasien. Mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kesadaran melaporkan. Mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kesadaran melaporkan. Mengetahui budaya keselamatan pasien berperan dalam memediasi pengaruh sikap kompetensi terhadap kesadaran melaporkan. Mengetahui budaya keselamatan pasien dalam memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kesadaran Kompetensi Menurut Nursalam . kompetensi merupakan karakteristik dasar individu yang memiliki suatu hubungan sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan atau standar, efektif, atau berpenampilan superior di tempat kerja pada situasi tertentu. Dari pengertian di atas, maka kompetensi dapat disimpulkan bahwa kompetensi adalah karakteristik dari individu yang didalamnya terdiri dari motivasi, sifat, sikap, konsep diri, pengetahuan, perilaku, dan keterampilan yang dicirikan oleh profesionalisme serta diaplikasikan mempengaruhi kinerja dari individu tersebut. H1: Kompetensi (X. memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien (Z) H3: Kompetensi (X. memiliki pengaruh terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien (Y) Kepemimpinan Stephen dan Judge . mengatakan kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dalam mempengaruhi kelompok untuk mendapatkan visi ataupun tujuan dari apa yang telah ditetapkan. Dari kepemimpinan dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh seseorang dalam memimpin, mengelola anggota kelompok untuk mencapai visi atau tujuan dari KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 3 H2 : Kepemimpinan (X. memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien (Z) H4 : Kepemimpinan (X. memiliki pengaruh terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien (Y) Budaya keselamatan pasien Menurut Anggraeni . Budaya keselamatan pasien yang ada dirumah sakit memiliki hubungan langsung terhadap pelayanan rumah sakit yang diberikan dengan tujuan untuk menjamin keselamatan pasien dimana budaya tersebut secara keseluruhan mempengaruhi kinerja individu dalam mengimplementasikan nilai-nilai keselamatan pasien di rumah sakit H5: Budaya keselamatan pasien (Z) memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien (Y) H6: Budaya keselamatan pasien (Z) berperan memediasi pengaruh kompetensi (X. terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien (Y) H7: Budaya keselamatan pasien (Z) berperan memediasi pengaruh kepemimpinan (X. terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien (Y) Pelaporan insiden keselamatan pasien Gunawan. Widodo, dan Harijanto . mengatakan pelaporan insiden keselamatan pasien yang baik mampu mendukung upaya-upaya dalam melakukan identifikasi risiko dari insiden yang memiliki potensi dalam menyebabkan ancaman pada keselamatan pasien. Dalam Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien, terdapat . jenis insiden keselamatan pasien dibagi berdasarkan dampak yang diterima oleh Pasien atas insiden tersebut, yaitu : Kejadian Sentinel Kejadian Tidak Diharapkan Kejadian Tidak Cedera Kejadian Nyaris Cedera Kejadian Potensial Cedera Pada Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien . , dijelaskan bahwa pelaporan insiden penting bagi instansi untuk pembelajaran mencegah kejadian yang sama terulang kembali dimana semua kejadian baik yang telah terjadi, berpotensi terjadi, maupun nyaris terjadi harus dilaporkan. Kerangka konseptual penelitian ini disajikan pada gambar 1. Gambar 1. Kerangka Konspetual 4 | PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP. (Retno S. Wani D. Melitina T) Penelitian ini menggunakan 2 variabel independen, 1 variabel dependen dan 1 variabel mediasi dan 25 indikator. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey untuk pengambilan sampel data dari populasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sumber data primer adalah kuesioner dan sumber data sekunder adalah jurnal, literature, laporan komite peningkatan mutu dan keselamatan pasien, artikel, dan perundang-undangan. Populasi yang ditargetkan adalah h seluruh karyawan Rumah Sakit Murni Teguh Jakarta yang berdasarkan data Bidang Kepegawaian rumah sakit tahun 2021. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis validitas, analisis realibilitas, analisa bivariat dan analisa multivariat. Hasil dan Pembahasan Analisis Data Bivariat Pengaruh Kompetensi Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Budaya Keselamatan Pasien Kompetensi Rendah Tinggi Jumlah Rendah Tinggi Total CI) 476 188 100 8. Nilai P Tabel 1. Pengaruh Kompetensi terhadap Budaya Keselamatan Tabel 1. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi terhadap Budaya Keselamatan Pasien. Jadi, dapat dikatakan bahwa responden yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi berpeluang 4. 593 kali untuk memiliki tingkat budaya keselamatan pasien yang tinggi. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Budaya Keselamatan Pasien Kepemimpinan Rendah Tinggi Jumlah Rendah Tinggi Total Nilai P % CI) Tabel 2. Pengaruh Kepemimpinan terhadap Budaya Keselamatan Pasien KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 5 Tabel 2. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dengan Budaya Keselamatan Pasien. Jadi, dapat dikatakan bahwa tingkat kepemimpinan yang tinggi berpeluang 15. 076 kali untuk memiliki tingkat budaya keselamatan pasien yang tinggi. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien Kompetensi Rendah Tinggi Jumlah Kesadaran Melaporkan Rendah Tinggi . % Nilai P CI) 758 - 0. 188 100 10. Total Tabel 3. Pengaruh Kompetensi terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien Tabel 3. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Jadi, dapat dikatakan bahwa responden yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi berpeluang 257 kali untuk memiliki kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien yang tinggi. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien Kesadaran Melaporkan Total Kepemimpinan Rendah Tinggi Nilai P % CI) Rendah 28 99 52. Tinggi 72 89 47. 424 Jumlah 106 100 82 100 188 100 12. Tabel 4. Pengaruh Kepemimpinan terhadap Budaya Keselamatan Pasien Tabel 4. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan Jadi, dapat dikatakan bahwa tingkat kepemimpinan yang tinggi berpeluang 6. kali untuk memiliki kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien yang tinggi. 6 | PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP. (Retno S. Wani D. Melitina T) Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien Budaya Keselamatan Pasien Rendah Tinggi Jumlah Kesadaran Melaporkan Rendah Total Tinggi Nilai P % CI) Tabel 5. Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kesadaran Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien Tabel 5. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa bahwa ada pengaruh yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan Jadi, dapat dikatakan bahwa tingkat budaya keselamatan pasien yang tinggi 949 kali untuk memiliki kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien yang tinggi. Uji Validitas Pearson Correlation Sig. -tailed Pearson Correlation Sig. -tailed Pearson Correlation Sig. -tailed Pearson Correlation Sig. -tailed Tabel 6. CronbachAos Alpha & Compositer Reliability Berdasarkan table 3. hasil uji didapatkan bahwa nilai signifikansi (PValu. adalah nilai <0. 05 sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh variabel telah Uji Reabilitas Cronbach's Alpha N of Items Tabel 7. R-Square KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 7 Hasil pada uji reabilitas didapatkan bahwa nilai CronbachAs Alpha adalah 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa varibel dinyatakan reliabel dengan nilai CronbachAs Alpha 0. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -taile. Point Probability 0E-7 Tabel 8. Nilai Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji Tabel 8. bahwa nilai Kolmogorov Smirnov sebesar 753, yang artinya lebih besar dari nilai signifikan sebesar 0. 753>0. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai menyebar secara normal. Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Constant Koefis ien Regresi (B) T hitung Tabel 9. Hasil Uji Regresi Sig Berdasarkan pada tabel 38 terlihat bahwa nilai konstanta 0 sebesar -0. 117 dan koefisien regresi 1 sebesar -0. 014, 2 063 dan 3 sebesar 1. Nilai konstanta dan koefisien regresi . , 1, 2, linier berganda berikut ini: Y = 0 1X1 2X2 3Y Sehingga persamaan regresinya adalah sebagai berikut: ini dimasukkan dalam persamaan regresi 0. Y = -0. 117 - 0. 014X1 - 0. 063X2 1. 8 | PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP. (Retno S. Wani D. Melitina T) Uji Hipotesis Uji hipotesis pengaruh tingkat budaya keselamatan pasien terhadap tingkat pelaporan insiden Uji F Berdasarkan hasil regresi pada tabel 9. menunjukkan pengaruh variabel kompetensi (X. , kepemimpinan (X. , dan tingkat budaya keselamatan pasien (Y) terhadap tingkat pelaporan insiden (Z) dengan nilai F hitung sebesar 78. 081 dan signifikansi 00<0. Jadi dapat dikatatakan bahwa ada pengaruh secara simultan kompetensi (X. , kepemimpinan (X. , dan tingkat budaya keselamatan pasien (Y) terhadap tingkat pelaporan insiden. Uji T Uji hipotesis pengaruh kompetensi terhadap tingkat pelaporan insiden. Berdasarkan tabel 9. nilai signifikansi untuk variabel kompetensi (X. adalah 865 dinyatakan lebih besar dari taraf = 0,05 . 865< 0,. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel kompetensi (X. mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pelaporan insiden. Uji hipotesis pengaruh kepemimpinan terhadap tingkat pelaporan insiden. Berdasarkan tabel 9. nilai signifikansi untuk variabel kepemimpinan (X. 467dinyatakan lebih besar dari taraf = 0,05 . 465< 0,. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan (X. mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pelaporan Berdasarkan tabel 9. nilai signifikansi untuk variabel tingkat budaya keselamatan pasien (Y) adalah 0. 000 dinyatakan lebih kecil dari taraf = 0,05 . 000 > 0,. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat budaya keselamatan pasien (Y) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pelaporan Pembahasan Kompetensi berpengaruh budaya keselamatan pasien Hasil analisis pengaruh kompetensi dan budaya keselamatan pasien dengan menggunakan menggunakan analisa bivariat diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi terhadap Budaya Keselamatan Pasien. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Yarnita . , yang memberikan kesimpulan bahwa perawat yang memiliki nilai-nilai serta perilaku dan kompetensi rendah akan cenderung memiliki nilai serta perilaku negative terhadap keselamatan pasien. Kepemimpinan berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien. Hasil uji statistik untuk melihat pengaruh antara kepemimpinan terhadap tingkat budaya keselamatan pasien diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 9 yang signifikan antara kepemimpinan dengan Budaya Keselamatan Pasien. Hasil analisa tersebut sejalan dengan penelitian yang disampaikan Nauza. Lamri, dan Mustaming . yang menyatakan bahwa peran kepemimpinan secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan budaya keselamatan pasien dimana peningkatan peran dari pimpinan perlu ditingkatkan dalam meminimalisir angka insiden yang terjadi dan mendukung penerapan budaya keselamatan pasien sehingga program keselamatan pasien dapat tercapai dengan baik. Kompetensi keselamatan pasien Hasil analisis pengaruh kompetensi dan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien dengan menggunakan menggunakan analisa bivariat diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Hasil analisa tersebut sejalan dengan penelitian yang di sampaikan Herawati . Kesadaran pelaporan insiden keselamatan pasien kompetensi, namun faktor kompetensi diatas tidak dapat sepenuhnya mendorong kesadaran pelaporan insiden dimana terdapat banyak faktor penghambat dari kesadaran pelaporan insiden. Kepemimpinan berpengaruh terhadap keselamatan pasien. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Wanda. Nursalam, dan Wahyudi . dimana hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien dimana pada penelitian tersebut dinayatakan bahwa hampir setengah jumlah responden kepemimpinan berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien berpengaruh terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Hasil keselamatan pasien dan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien dengan menggunakan menggunakan analisa bivariat diperoleh nilai p = 0,00 ( < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Hasil penelitian tersebut didukung oleh yang dilakukan oleh Suryanto . dimana menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan pelaporan 10 | PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP. (Retno S. Wani D. Melitina T) insiden keselamatan pasien dimana budaya keselamatan pasien yang baik akan meningkatkan pelaporan kejadian keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien memediasi pengaruh kompetensi terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa faktor kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran pelaporan insiden didapatkan hasil pengaruh langsung sebesar 0. 0%) dan pengaruh tidak langsung sebesar 0. 5%) dengan total pengaruh adalah 075 . 5%). Secara tidak langsung variabel kompetensi yang melalui varibel budaya budaya keselamatan pasien memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kesadaran budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien memediasi keselamatan pasien. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa faktor kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran pelaporan insiden didapatkan hasil pengaruh langsung sebesar 0. 4%) dan pengaruh tidak langsung 068 . 87%) dengan total pengaruh adalah 0. 2%). Secara tidak langsung variabel kepemimpinan yang melalui varibel budaya budaya keselamatan pasien memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kesadaran budaya keselamatan pasien. Kesimpulan Berdasarkan tujuan penelitian yang dikemukakan dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil penelitian yang didapat dan disimpulkan bahwa: Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien berpengaruh signifikan terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien dapat memediasi pengaruh antara sikap melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien dapat terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Daftar Pustaka