Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 610- 616 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match Di Sekolah Dasar Dhara Atika Putri1. Taufina2 Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia E-mail : dharaatikaputri28@gmail. com1 , taufina@fip. Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui berpengaruh atau tidak model Make A Match terhadap keaktifan siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan Dengan sampelnya siswa kelas V SDN 198/I Pasar Baru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keakrifan belajar menggunakan model Make A Match dalam pembelajaran IPS, kegiatan pembelajaran dilakuakan dalam 2 siklus. Siklus 1, pertemuan 1 dan 2 keaktifan belajar rendah 51,51% dan 59,46%. Peneliti melakukan perbaikan di siklus 2, pertemuan 1 mengalami peningkatan 68,17%, peneliti melakukan penyempurnaan pembelajaran di pertemuan 2 sebesar 77,14%. Kata Kunci: keaktifan, model Make A Match. IPS Abstract The study purposes to examine the improvement on studentsAo activeness in social science learning through the implementation of Make A Match model on the fifth grade students in. This is a classroom action research with two cycles. The subject of the research is the fifth grade students of SDN 198/1 Pasar Baru. The result of the analysis showed the improvement on the studentsAo activeness in learning process. In cycle I, the studentsAo activeness in the first meeting was 51. 51% and improved at 59. 46% in the second meeting. It was improved at 17 in the first meeting, and 77. 14% in the second meeting of cycle II. Keywords: Activeness. Make A Match Model. Social Sciences Copyright . 2020 Dhara Atika Putri. Taufina A Corresponding author : Address : Pulai. Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Email : dharaatikaputri28@gmail. Phone : 0853848584 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. perkataan guru, tidak adanya keinginan untuk PENDAHULUAN Belajar adalah proses yang dilalui setiap anak, dalam belajar guru merupakan fasilitator. adanya diskusi dengan teman. Sehingga, sebagian Menurut (Majid, bahwasanya guru dikatakan sebagai fasilitator pembelajaran IPS. (Hidayati dalam Rifanty, 2. ciriAeciri IPS pemahaman siswa sendiri. (Winataputra dalam memfokuskan pada pengajaran yang melibatkan Marlina, pengetahuan dengan membaca dan menggunkan pengalaman untuk pedoman dimasa yang akan (Maharani & Kristin dalam Widyastuti. Pembelajaran yang dilakukan disekolah 2. menyatakan bahwa keaktifan di dalam kelas mengharapkan anak aktif. (Hollingsworth dalam Pratiwi, 2. belajar aktif dikatakan apabila merupakan suatu respon positif antara guru dan terlibat, baik fisik maupun mental. Aktif disetiap Menurut Aries dan Haryono . proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran keaktifan adalah aktivitas yang dilaksanakan IPS karena pembelajaran IPS mengelompokkan secara fisik maupun non-fisik. Keaktifan dikatakan tentang manusia dan semua aspek kehidupan kegiatan bersifat mental maupun fisik, untuk dipikirkan sebagaiihal yang tidak akan pernah Pendidikan IPS sangat penting diajarkan IPS Keaktifan Sedangkan menurut (Rusman, 2. disetiap dasar/konsep terpisahkan (Sardiman dalam Monica, 2. bersosialisasi dalam masyarakat. (Susanto, 2. lingkungan, untuk menanamkan rasa tanggung keterampilan, membaca dan sebagainya keakrifan jawab terhadap bangsa dan negara. Menurut pisikis pemecahan persoalan dengan kemampuan/ (Mulyarsih, 2. Auilmu sosial bertujuanuuntuk: pengetahuan, membandingkan suatu konsep, dll. mengajarkan konsep-konsep tentang sosial, . (Sudjana, 2. sebagai berikut: . terlibat dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen kepada tugas, . ikut serta untuk memecahkan masalah, . nilai sosial, . berkompetensi dan bekerja sama bertanya apabila tidak memahami, . mencari dengan baik di dalam masyarakat. informasi yang diperlukan, . diskusi sesuai . Beradasarkan Indikator intruksi, . mengoreksi hasil dan kemapuan yang permasalahan di kelas tersebut adalah kurangnya diperoleh, . berlatih untuk menyelesaikan soal, . keaktifan yang ditunjukkan oleh siswa dalam pembelajaran IPS, ditunjukan ketika siswa merasa malas dan bosan, mengabaikan penjelasan dan Jadi dapat disimpulkan keaktifan juga Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. merupakan respon yang diberikan oleh siswa yang tepat dalam meningkatkan keaktifan belajar apabila ketertarikan atau rasa suka terhadap pembelajaran IPS. Dari permasalahan di atas, peneliti tertarik Kurangnya keaktifan ditunjukkan ketika AuMeningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui menggunakan cara yang monoton, hal ini diatasi Model Make A Match Pada Mata Pelajaran IPS Di oleh guru dengan menciptakan permainan sambil Kelas V SDN 198/I Pasar BaruAy. IPS belajar dengan bantuan berbagai model. (Joyce dalam Al-Tabany, 2. model pembelajaran METODE PENELITIAN dikatakan sebagai perencanaan yang dijadikan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan acuan atau pedoman di dalam kelas yang meliputi kelas (PTK), dilaksanakan di kelas melalui berbagai perangkat-perangkat baik itu buku, refleksi, untuk memperbaiki kinerja guru. Jenis kurikulum, komputer, media, dll. metode ini adalah metode penelitian kualitatif dan Model yang membuat keaktifan siswa Prosedur penelitian menerapkan 2 terlihat adalah model Make A Match, ini bagus siklus,smasing-masing terdapat 2 kali pertemuan. digunakan pada tingkat usia dalamssemua mata Apabila kriteria keaktifan siswa sudah mencapai pelajaran (Suhartati, 2. Sedangkan (Tarmizi maka siklus akan diberhentikan. Rofiqoh. Pada masing-maing siklus akan melewati 4 tahap:pperencanaan, pelaksanaan, observasi, dan dengan berpikir cepat serta mencari kartu yang (Arikunto dalam Hikmah et al, 2. cocok sesuai kartunya. Sedangkan menurut (Uno dan Muhamad, 2. Aulangkah-langkah model Make A Match ini adalah: . mempersiapkan kartu yang berisi topik, satu bagian kartu soal dan satu kartu jawaban, . masing-masing siswa menerima satu kartu, . siswa memikirkan soal/jawaban kartu, . Setelah itu mencari pasangan yang mempunyai kartu yang sama dengan kartunya, . yang bisa mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Kelebihan Maka Match (Kasminah, 2. melatih kemampuan, ketelitian, kedisiplinan, dan keberanian menyampaikan hasil di depan kelas serta menciptakan suasana baru dan Gambar 1. Spiral Penelitian Tindakan Kelas . odel Kemia dan Mc. Tggar. menyenangkan bagi siswa. Ini merupakan cara Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tempat pelaksanan penelitian di SDN 198/I dilihat ketika permainan dimulai anak yang Pasar Baru Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi. Dengan dilaksanakan pada semester ganjil pada tanggal 24 keaktifan berinteraksi sudah mulai menonjol November sampai tanggal 16 Desember 2017, dilihat pada saat anak yang belum mengerti atau siswa berjumlah 28 orang siswa. Selanjutnya. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan menyampaikan hasil kerjanya dan membuat untuk mengamati pembelajaran, yang diamati kesimpulan materi dengan semangat. Persentase rata-rata keaktifan yang diraih Dokumentasi berupa foto-foto pada oleh siswa siklus I masih rendah dipertemuan I dan kegiatan pembelajaran untuk menunjang sebuah pertemuan II, 51,51% dan 59,46%. Sedangkan hasil keterlaksanaan RPP kegiatan pembelaja- Teknik analisis data diperoleh melalui rannpada siklus I pertemuannI, skor maksimum lembar observasi, data yang diperoleh melalui adalah 72 dan skor yang diperoleh 46. Persentase analisis kualitatif berupa deskriptif dan kuantitatif skornya adalah 63% dikategorikan cukup baik, yang berbentuk angka. Data yang dimaksud pada siklussI pertemuannII, skor maksimum tentang nilai keaktifan belajar dan keterlaksanaan adalah 72 dan skor yang diperoleh 73%. RPP Persentase skornya termasuk kategori baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Table 1. Rekapitulasi Desripsi Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SD Peneliti mempersiapakan segala sesuatu Nilai Tuntas Tidak Jumlah pembuatan instrumen lembar observasi kinerja guru dan lembar keaktifan. Setelah itu meracang RPP pada setiap pertemuan terdiri dari 2 siklus. Selanjutnya, penyusunan materi pembelajaran tentang jenis-jenissusaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Materi KurikulummTingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal langkah-langkah. Siklus 1 51,51% 48,49% Siklus 2 59,46% 40,54% Hasil peneliti yang dilakukan pada siklus II Peningkatan merespon perkatan atau intruksi guru, pada saat memulai pembelajaran siswa tidak sabar ingin membuat kelompok dan memiliki kartu soal atau Hasil penelitian pada pembelajaran siklus I bisa digambarkan sudah mulai terlihat. Dapat kartu jawaban. Ketika sudah dimulai siswa bekerja sama dengan kelomok untuk mencari jawaban Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. yang cocok sehingga terjadi komunikasi antar melaksanakan tugas belajarnya . Diakhir kegiatan siswa antusias untuk dan melaksanakan diskusi sesuai petunjuk menyampaikan argument yang dimilikinya, siswa guru . Pemberian kartu secara lamgsung dan menyelesaikan soal. Terkadang siswa masih kebingungan menyelesaikan soal Rata-rata keaktifan di siklussII pertemuan I 68,17%, pertemuan II mencapai kriteria keaktifan belajar memberikan semangat berupa motivasi. Guru memberikan intruksi untuk siswa siswa yaitu 77,41% dikategorikan baik. Hasil memikirkan jawaban dan soal yang telah keterlaksanaan RPP dalam proses kegiatan siklus II pertemuan I, skor maksimum adalah 72 dan skor melaksanakanndiskusi sesuai dengan petunjuk Persentase skornya adalah 84% guru . , bertanya apabila tidak termasuk kategori baik. Pertemuan II, skor yang mengerti persoalan yang dihadapi . ndikator diperoleh 69 dan skor maksimum adalah 72 dan . , berupaya mencari berbagai informasi yang persentasi yang diperoleh 95% yang berarti selama proses pembelajaran digolongkan kategori sangat . Siswa memperhatikan dan mendengarkan intruksi guru. Siswa mencari pasangan kartu yang cocok Table II rekapitulasi desripsi keaktifan belajar siswa Kelas V SD untuk membantu kegiatan terlibat dalam Nilai Tuntas Tidak Jumlah memecahkan masalah . Siklus 2 68,17% 31,83% Siklus 2 77,41% 22,59% berbegai informasii yang diperlukan untuk menyelesaikannya dibantu oleh guru dengan memecahkan masalah . dan menilai kemampuannya dan hasil indikator penelitian keaktifan dengan langkah- meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan llangkah-langkah Make A Mach diperoleh . Apabila siswa takut langkah model Make A Match. Adapun cara Guru membagikan kartu kepada setiap siswa Guru menyuruh siswa menyampaikan hasil kerjanya untuk memdukung kegiatan siswa guru untuk meningkatkan keaktifan siswa sesuai soal/masalah memberikan penjelasan. Berdasarkan penelitian dari setiap siklus . Sebagain yang tidak bisa mengalami peningkatan. Upaya yang dilakukan Guru dan siswa membuat kesimpilan tentang pembelajaran untuk menunjang keaktifan. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. diperolehnya dalam menyelesaikan tugastugas . Berdasarkan penggunakannmodel Make A Match pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan keaktifan belajar digolongkan berhasil dan meningkat. SIMPULAN Berdasarkan analisis, model Make A Match meningkatkannkeaktifan belajar IPS siswa. Hal ini dibuktikan dikegiatan pembelajaan siklus I, keaktifan siswa pertemuan I 51,51% dan pada pertemuan II 59,46%, setelah dilakukan perbaikan pertemuan I mencapai 68,17%, penyempurnaan Marlina. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Dalam Peningkatan Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SD Negeri Mudal. 66, 37Ae39. Majid. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Monica. Penerapan Model Pembelajaran Make a Match Untuk Meningkatkan Keaktifan. Motivasi. Dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas Xi Ips 1 Sma Negeri 1 Depok Sleman Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi, 53. , 1689Ae1699. https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415324. Mulyarsih. Peningkatan Prestasi Belajar IPS Model Pembelajaran Kooperative Tipe Make A Match pada Siswa Kelas IV SDN Harjowinangun 01 Tersono Batang. Jurnal Pendidikan Dasar, 1. , 97Ae DAFTAR RUJUKAN Pratiwi. Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas IV Menggunakan Media Gambar di SD N Banyuraden Gamping Tahun Ajaran 2012/1013. Diakses tanggal 11 Agustus 2017. Al-tabany. Badar. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif, dan Kontekstual : Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum 2013. Jakarta : Kencana. Rifanty. Peningkatan Keaktifan Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Peserta Didik Kelas Vb Sd Muhammadiyah Condongcatur Aries. F & Haryono. Penelitian Tindakan Kelas Teori dan Aplikasinya. Malang: Aditya Media Pubblishing. Rusman. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta. meningkatt sebesar 77,14%. Hikmah. Handayani. , & Ikhsan. Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Jenis-jenis Pekerjaan Melalui Model Pembelajaran Make A-Match pada Siswa Kelas i SD Muhammadiyah 2 Samarinda. Kasminah. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn. Jurnal Pajar (Pendidikan Dan Pengajara. , 3. , https://doi. org/10. 33578/pjr. Rofiqoh. Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Model Make A Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips (Penelitian Tindakan Kelas Di Smp Islam Al Syukro Ciputa. Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suhartati. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Siswa Kelas V Sdn 010 Tiban Lama Kec. Sekupang Kota Batam. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Ae Dhara Atika Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Susanto. Teori belajar dan Pembelajaran Di sekolah Dasar. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama Uno. B & Muhamad. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM: Pembelajaran Aktif. Inovatif. Lingkungan. Kreatif. Efektif. Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara. Widyastuti. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning. Prosiding Seminar Nasional, 9. , 33Ae40. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147