Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 https://greenpub.org/JPMPT, DOI: https://doi.org/10.38035/jpmpt.v3i1 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ Pelatihan Kewirausahaan Dan Manajemen Bisnis Dengan Para Murid Anak Yatim di Mandiri Entrepreuner Center Jalan Utan Kayu Raya Untuk Praktek Berjualan Snack Makanan Ringan Kering dengan Menggunakan Motor di Pasar-Pasar Tradisional Abi Prasidi1, Rahmat Hidayat2 1 2 Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia, prasid390@gmail.com Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia, r.hidayat778899@gmail.com Corresponding Author: prasid390@gmail.com1 Abstract: Mandiri Entrepreneur Center (MEC) is a Lecture Education Institution (LPK) under the guidance of Yatim Mandiri at Utan Kayu Raya No. 64 which are based on Entrepreneurship and have 1 (one) Education Program namely: Digital Preneur. And there are Entrepreneurship and Business Management subjects which are part of the activities of the students to be skilled in selling independently during training and after graduating from orphans who have been selected to be given the entrepreneurship training. The learning activities are 25% theory and 75% practical both inside and outside the classroom when selling snacks or dry snacks in markets with training transported. Learning and training under the auspices of Yatim Mandiri, students use motorbikes. The concept of learning is the same as campuses where there are 14 (fourteen) training meetings plus 2 (two) meetings for UTS (semester exams and UAS).in understanding entrepreneurship and business management materials need to be supported by practicing in class making sales targets, time tables, MOU (memorandum of understanding) as well as the practice of selling on weekends for dry snacks such as cassava chips and semprong. With the training method in the form of 25% theory and 75% practice, I am one of the educators or lecturers at the Trisakti Institute of Transportation (ITL) to receive the mandate to share knowledge and insights on entrepreneurship and business management materials in the shelter of the orphans. The results of the training evaluation showed that the participants were able to increase their knowledge after participating in the training and were satisfied with the training activities. Keywords: Entrepreneurship, Business Management, Orphans, Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Utan Kayu Raya Abstrak: Mandiri Entrepreuner Center (MEC) adalah Lembaga Pendidikan Kurus (LPK) atas binaan Yatim Mandiri di Utan Kayu Raya No. 64 yang berbasis Kewirausahaan dan memiliki 1 (satu) Program Pendidikan yaitu : Digital Preneur. Dan terdapat mata pelajaran Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis yang merupakan bagian dari aktivitas para siswanya untuk trampil berjualan secara mandiri selama pelatihan maupun setelah lulus dari adalah anak yatim yang telah diseleksi untuk diberikan pelatihan kewirausahaan tersebut. Aktifitas 218 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 pembelajarannya 25% teori dan 75% praktek baik didalam kelas maupun diluar kelas saat berjualan snack-snack atau makanan kecil kering dipasar-pasar dengan diangkut pelatihan. Pembelajaran dan pelatihan dibawah naungan Yatim Mandiri, para siswa menggunakan motor. Konsep pembelajaran sama dengan kampus-kampus yang pelatihan sebanyak 14 (empat belas) kali pertemuan dengan ditambah 2 (dua) kali pertemuan untuk UTS (ujian tengan semester dan UAS (Ujian Akhir Semester). dalam memahami materi kewirausahaan dan manajemen bisnis perlu ditunjang dengan melakukan praktek didalam kelas membuat target sales, time table, MOU (memorandum of understading) serta praktek berjualan di akhir minggu untuk snack jenis makanan ringan kering seperti yang salah satunya kripik singkong dan semprong. Dengan metode pelatihan berupa teori sebesar 25% dan praktek 75%, saya salah satu tenaga pendidik atau dosen di Institut Transportasi (ITL) Trisakti mendapatkan amanah terpanggil berbagi ilmu dan wawasan untuk materi kewirausahaan dan manajemen bisnis di tempat naugan para yatim tersebut. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan para siswa mampu meningkatkan pengetahuannya setelah mengikuti pelatihan dan puas dengan kegiatan pelatihan ini. Kata kunci: Kewirausahaan, Manajemen Bisnis, Anak Yatim, Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Utan Kayu Raya PENDAHULUAN kesejahteraannya para anak yatim secara ekonomi dengan cara halal. Sekolah Menengah Kejuruan yang berbasis industri manajemen. Berdiri pada tahun 2007 dengan fokus pada lembaga pendidikan dan pelatihan kepada anak yatim lulusan SMA sederajat. Dalam hal ini juga MEC atau Mandiri Entrepreneur Center adalah program pemberdayaan Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri dengan visi misi memandirikan anak yatim dhuafa. Berdiri pada tahun 2007, generasi muda yatim dhuafa yang diberikan bekal skill, pengembangan mental mandiri dan akses untuk dunia kerja atau wirausaha, dengan langsung menerapkan lebih banyak praktek 75% dilapangan yang salahs atunya berjualan/snackmakanan ringan kering seperti kripik dan Mandiri Entrepreneur Center (MEC) adalah tempat atau wadah untuk pelatihan bagi para anak yatim sebagai siswa yang mendapatkan pelatihan dengan materi kewirausahaan dan manajemen bisnis dengan visi misi para anak yatim tersebut setelah lulus bisa mandiri dalam membangun semprong yang berkualitas dan enak. Para anak yatim ini juga diberikan keterampilan dalam bekerjasama dengan cara menjadi re-seller. Yang mana saya Abi Prasidi, sebagai penulis Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sejak tahun 2023 ini diberikan kesempatan untuk mengajar sebagai tenaga pendidik untuk materi kewirausahaan dan manajemen bisnis dan tertarik untuk menulis artikel PkM ini. Organisasi menurut (Hasibuan, 2019), merupakan sebuah proses tentang penentuan, pengaturan serta pengelompokan dan pengaturan dalam beberapa macam aktivitas yang dibutuhkan demi tercapainya tujuan utama. Sedangkan (Siagian, 2018) menyatakan bahwa organisasi merupakan bentuk perserikatan atau persekutuan yang dilakukan oleh dua orangatau lebih untuk saling melakukan kerjasama dalam sebuah ikatan yang formal. Kerjasama yang dilakukan dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam melakukan kerjasama tersebut beberapa orang disebut sebagai atasan dan beberapa lainnya merupakan bawahan. Organisasi membentuk fungsi-fungsi dalam tubuhnya agarfungsi-fungsi tersebut dapat bekerja dalam satu system sehingga dapat mencapai tujuan dimaksud.Maka organisasi tersebut melihat perkembangan dan fenomena yang terjadi, manajemen Yayasan Yatim Mandiri melakukan evaluasi, sehingga akhirnya terpikir untuk mendirikan MEC/Mandiri Entrepreneur Center untuk anak yatim purna asuh yang dilengkapi asrama. Mandiri Entrepreneur Center beralamat di jalan Jambangan No.70 Jambangan Surabaya. Mandiri Entrepreneur Center didirikan oleh Yayasan Yatim Mandiri, yang adalah 219 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 lembaga sosial yang fokus pada pendidikan dan kemandirian anak-anak yatim seluruh Indonesia. Dengan demikian, peserta Pusdiklat lebih mudah untuk dilakukan pengontrolan. Dari situlah pada akhirnya didirikanlah MEC pada 1 Juni 2077. Dengan susunan tim manajemen sebagai berikut : Direktur oleh Ir.Bimo Wahyu Wardojo, Manajer Akademik oleh Mochamad Syachudin,M.Pd, Humas oleh Hendy NurRokhmansyah, S.Sos, Admin dan HRD oleh Sari Anggraini,S.Pd, Keuangan oleh Nike Saridiana, S.Pd dan Kepala Asrama oleh Maksum Arif, S.Hi. Tujuan didirikannya MEC adalah agar para peserta didik mampu mandiri secara ibadah, mandiri secara belajar dan mandiri secara ekonominya. Pada tahun pertama jumlah peserta didik hanya 35 anak dari yang ditargetkan oleh Yayasan Yatim Mandiri adalah 100 anak. METODE Dalam program Entrepreneur Camp yang dijalankan MEC yaitu bertujuan sebagai pendidikan karakter peserta didik. Dimana program ini menitikberatkan untuk melatih mental dan keberanian peserta didik. Para peserta didik dibagi perkelompok dan dilepas radius 5 kilometer dari pusat MEC untuk menjalankan kegiatan kewirausahan dengan melihat potensi yang ada disekitar wilayah MEC. Peserta didik tidak dibekali modal ataupun ilmu kewirausahaan saat menjalankan kegiatan ini, peserta didik ditargetkan kembali ke MEC harus membawa uang dari hasil mereka berjualan atau melaksanakan kegiatan kewirausahaan dan kegiatan seperti ini berlangsung selama satu minggu. Dan sudah dijadwalkan untuk berjualan di hari sabtu dan minggu. Dari jam 07.00 sampai dengan jam 13.00 di pasar-pasar tradisional dengan membawa barang dagangannya yaitu makanan ringan kering dengan menggunakan motor yang di parkir di lapak yang telah di pilih. MEC, dengan adanya program Entrepreneur Camp ini peserta didik dapat menerapkan ilmu communication, negotiations, selling, team work atau team building, serta peserta didik mampu dan mempunyai karakter seorang wirausahawan. Dengan adanya program ini para peserta didik sedikit demi sedikit dibina agar mempunyai karakter seorang wirausahaan, peserta didik ditarget agar mampu menetapkan sasaran kerja serta strategi pencapaiannya.Program Entrepreneur Session merupakan kegiatan yang dilaksanakan diselasela pembelajaran, program ini diadakan setiap hari sabtu dan minggu, dimana program ini merupakan program terusan dari Entrepreneur Camp. Program Entrepreneur Session sangat mirip dengan program Entrepreneur Camp namun ada sedikit perbedaan yang terletak yaitu program Entrepreneur Session ini terdapat evaluasi disetiap kegiatannya. Selain itu diprogram ini para manajemen di MEC juga turut serta membantu para peserta didik dalam kelancaran kegiatan seperti membantu mencarikan atau menyediakan sebuah produk untuk dijual kembali contohnya madu, susu ataupun makanan ringan. Namun para peserta didik tidak terpatok terhadap produk yang disediakan mereka bebas mencari produk sesuai yang diinginkan. Program Entrepreneur Session tidak hanya sekedar terjun kelapangan diprogram ini para peserta didik dievaluasi dan juga dibimbing mengenai pengetahuan kewirausahaan atau Entrepreneur Skill. Dalam proses ini, peserta didik diberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memasarkan produk kepada konsumen, salah satu contoh dengan membekali peserta didik keterampilan teknisseperti mata pelajaran ilmu manajemen, marketing, ilmu kewirausahaan yang dipelajari di kelas selama pendidikan. Diprogram ini peserta didik juga lebih terarah dalam menjalakan wirausahanya, karena program ini memang diarahkan sedemikian rupa agar peserta didik mendapatkan hasil atau pendapatan yang maksimal. Dari hasil tersebut dikumpukan dan disimpan, yang bertujuan agar kelak setelah lulus dari MEC bekal yang didapat peserta didik bukan hanya sekedar sertifikat atau ijazah melainkan ilmu yang bermanfaat serta buku tabungan seisinya yang mereka kumpulkan sendiri selama program pendidikan dua semester. Dari hasil atau pendapatan yang diperoleh, peserta didik dapat 220 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 menggunakannya sebagai keperluan pribadi atau sebagai tambahan modal dalam membangun usaha mereka sendiri. Program Entrepreneur Motivation adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap jumat atau terkadang satu bulan dua kali, yang dimana program ini mengundang para praktisi atau pakar-pakar pengusaha dengan tujuan mengedukasi serta memotivasi dan menginspirasi para peserta didik agar dapat menjadi seorang wirausahawan. Program Entrepreneur Motivation ini sangat bertujuan sebagai wadah untuk memotivasi dan memberikan arahkan serta pembelajaran kepada peserta didik. Selain itu program ini sangat bermanfaat dalam menanamkan dan membawa peserta didik ke dalam mimpi besarnya. Mimpi besar inilah yang diharapkan bisa menjadi suntikan semangat peserta didik dan dapat menjadi sumber tenaga utama dalam melaksanakan atau menentukan target-target mereka di masa sekarang. Oleh karena itu dengan adanya program ini diharapkan peserta didik terinspirasi serta dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari para praktisi pengusaha selama program Entrepreneur Motivation berlangsung. Program Entrepreneur Challenge merupakan program yang didesain agar para peserta didik lebih tertantang serta bertujuan melatih kemandirian peserta didik. Dikarenakan program ini serupa dengan Entrepreneur Camp dan Entrepreneur Session namun perbedaannya terletak pada kegiatannya yang lebih jauh dari pusat MEC. Dalam program ini para peserta didik diberi tantangan untuk berjualan atau melaksanakan kegiatan kewirausahaan tetapi tidak berada di wilayah MEC. Biasanya dilakukan di pasar- pasar tradisional seperti pasar menteng pulo dan pasar kaget di Utan Kayu. Dengan makanan ringan kering tersebut dibawa dengan dibakul menggunakan motor sampai kepasar tradisional tersebut dengan memarkirkan motor melalui lapak yang dicari secara mandiri. Para peserta didik dilepas dan tidak dibekali apapun namun mereka ditargetkan untuk bisa melakukan transaksi atau berjualan dan ketika program Entrepreneur Challenge berakhir atau selesai para peserta didik harus membawa hasil yang ditargetkan oleh pihak manajemen MEC, bagi kelompok peserta didik yang memenuhi target biasanya mereka akan mendapatkan sebuah reward atau hadiah dari pihak manajemen MEC. Tujuan diadakan program seperti ini adalah agar peserta didik dapat lebih kreatif, inovatif, mampu percaya diri terhadap diri sendiri maupun lingkungannya serta lebih bersemangat dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh pihak MEC. Dari keempat program yang dijalankan Mandiri Entrepreneur Center di atas semua bertujuan untuk memotivasi, mengembangkan dan memberi bekal kepada peserta didik di MEC. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan pendidikan kewirausahaan yang diterapkan di MEC merupakan pendidikan dengan sistem teori beserta praktiknya langsung, yang dimaksud adalah pendidikan yang dimana para peserta didik diberikan teori-teori kewirausahaan, yang sesuai dengan jenis kewirausahaan jurusan masing-masing, misal jurusan Kuliner teori tentang aplikasi usaha kuliner atau makanan, misal jurusan TKJ teori tentang usaha berbasis online. Dari proses kegiatan kewirausahaan di MEC yang diimbangi teori beserta praktik dan juga didukung lingkungan yang memiliki atmosfer entrepreneurship. Dengan begitu diharapkan peserta didik kelak setelah keluar dari MEC mereka dapat menjadi seorang wirausahawan atau menjadi pribadi yang mandiri, baik mandiri secara ibadah, keilmuan ataupun mandiri financial. Sesuai dengan visi dari Yayasan Yatim Mandiri yaitu ‚menjadi lembaga terpercaya dalam membangun kemandirian yatim”. Saat sudah lulus atau saat sudah keluar dari MEC para alumni masih disupport dan dibantu oleh pihak manajemen jika ingin menjalakan sebuah usaha, seperti dibantu dalam hal relasi atau link, rasa kekeluargaan juga masih dirasakan para alumni walaupun setelah keluar dari MEC. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran yang dilakukan MEC dalam mencetak wirausahawan sangat beragam mulai 221 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 dari memberikan motivasi kepada para siswa hingga membuat program pendanaan lewat proposal bisnis. Di MEC juga dibentuk mentalnya dalam berwirausaha, yang awalnya mempunyai rasa malu dalam berwirausaha namun setelah masuk di MEC para siswa lebih berani dalam berwirausaha dan berkurangnya rasa malu. Sehingga menunjukkan bahwa ilmu kewirausahaan mampu dipelajari dan dipraktikan siapapun lewat sebuah pendidikan kewirausahaan, tanpa wirausahawan tersebut berasal dari keturunan seorang pengusaha. Dalam hal pendidikan kewirausahaan pasti tentunya ada beberapa hal atau faktor yang mendukung dan menghambat, dalam hal ini proses yang mendukung Mandiri Entrepreneur Center (MEC) dalam mencetak wirausahawan ada beberapa faktor antara lain : Fasilitas sarana dan prasarana Sarana dan prasarana di Mandiri Entrepreneur Center (MEC) sangat mendukung dalam pembentukan peserta didik menjadi wirausahawan. Seperti fasilitas dapur dimana bisa digunakan peserta didik untuk memproduksi sebuah produk, salah satu produk dari peserta didik yaitu Gotilla. Selain itu fasilitas keasramaannya juga tak kalah penting dalam mendidik spiritual peserta didik. Support dari manajemen, pengajar, warga sekitar dan relasi Dari manajemen, pengajar serta warga sekitar juga sangat berpengaruh dalam mendukung MEC mencetak seorang wirausahawan baru. Salah satu support dari warga sekitar yaitu peserta didik dalam mencari produk di sekitar MEC lebih mudah walaupun tidak memakai modal, karena MEC sudah 9 tahun berdiri dan sudah dikenal dengan begitu para peserta didik terbantu dalam mengerjakan tugas atau tantangan. Sedangkan support dari pihak manajemen dan pengajar adalah para peserta didik dibina, diedukasi dan dididik melalui program-program yang disediakan MEC. Dari dalam diri peserta didik serta orang tua. Faktor yang tidak kalah penting atau faktor utama yang mendukung MEC dalam prosesnya mencetak wirausahawan adalah faktor dari dalam diri seorang peserta didik.35 Faktor dari dalam diri merupakan faktor yang utama meskipun pihak MEC memberi peserta didik menjadi wirausawan. Selain faktor dari dalam diri peserta didik, faktor yang tidak kalah penting yaitu dukungan dari orang tua ataupun keluarga. Orang tua ataupun keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan semangat serta mempercepat seseorang menjadi wirausahawan.Selain proses yang mendukung seperti yang telah di depenelitiankan diatas, ada pula beberapa faktor yang menghambat Mandiri Entrepreneur Center (MEC) dalam mencetak wirausahawan antara lain : Karakter atau kemauan peserta didik Karakter peserta didik juga sangat berpengaruh dalam keinginan untuk berwirausaha. Karena tidak semua peserta didik passion dalam berjualan atau terjun didunia wirausaha, terkadang kurang percaya diri, rasa malu dan faktor mood juga termasuk yang menghambat peserta didik tidak maksimal dalam menjalankan aktivitas kewirausahaan. Faktor dari orang tua Faktor yang menghambat selain diri sendiri adalah faktor dukungan dari keluarga atau orang tua. Terkadang si anak atau peserta didik jago dalam berjualan dan berkeinginan menjadi seorang wirausahawan, namun jika orang tua tidak menghendaki atau mendukung itulah yang biasanya menjadi faktor penghambat.Dari analisis diatas bisa disimpulkan tentang faktor pendukung dan penghambat utama MEC dalam perannya mencetak peserta didik yatim menjadi seorang wirausahawan, yaitu sebagai berikut : 222 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Karakter dari dalam diri peserta didik serta orang tua bisa menjadi faktor pendukung dan penghambat utama Mandiri Entrepreneur Center (MEC) dalam mencetak peserta didik yatim menjadi wirausahawan. Dikarenakan jika peserta didik mempunyai kemauan kuat dan orang tua atau wali murid mendukung serta mengizinkan peserta didik menjadi wirausahawan hal tersebut bisa menjadi faktor pendukung utama MEC dalam mencetak wirausahawan, namun sebaliknya jika kemauan peserta didik kurang serta malas dalam melaksanakan kegiatan kewirausahaan hal ini dapat menjadi faktor penghambat MEC dalam mencetak wirausahawan. Selain itu jika kemauan peserta didik atau si anak kuat namun orang tua tidak mendukung hal ini dapat menjadi faktor penghambat pula. KESIMPULAN Peran yang dilakukan Mandiri Entrepreneur Center (MEC) dalam mencetak peserta didik yatim menjadi wirausahawan, diantaranya adalah menjalankan program pendidikan kewirausahaan seperti Entrepreneur Camp, Entrepreneur Session, Entrepreneur Motivation dan Entrepreneur Challenge. Pendidikan yang diterapkan di MEC merupakan pendidikan yang mengajarkan teori dan praktiknya langsung. Program-program yang dijalankan MEC juga sudah terlaksana dengan baik, pihak manajemen sangat totalitas dalam mendidik peserta didik untuk bisa menjadi wirausahawan. Walapun tidak semua para alumni menjadi wirausahawan namun paling tidak mereka dapat mandiri secara financial atau ekonomi. Proses-proses yang mendukung Mandiri Entrepreneur Center (MEC) dalam mencetak wirausahawan antara lain fasilitas sarana dan prasarana, support dari beberapa pihak seperti manajemen, pengajar dan warga sekitar. Sedangkan faktor pendukung utama yaitu karakter dari dalam diri peserta didik serta orang tua. Namun karakter dari dalam diri peserta didik dan juga orang tua bisa menjadi faktor penghambat pula. REFERENSI Abdullah, Ma’ruf. Wirausaha Berbasis Syariah, Banjarmasin: Antasari Press, 2011. Aripin,‚Strategi Dakwah H. Dasuki dalam Membangun Wirausaha Muslim di Wilayah Cakung Jakarta Timur‛. Penelitian—IAIN Walisongo, Semarang, 2011. Barnawi dan Mohammad Arifin. School Preneur: membangkitkan jiwa dan sikap kewirausahaan siswa, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012. Endraswara, Suwardi Metode Teori : Teknik Penelitian Kebudayaan, Ideologi, Epistemologi dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2006. Hendro. Dasar-Dasar Kewirausahaan. Jakarta: Erlangga, 2011. Kristanto, Heru. Kewirausahaan Entrepreneurship : Pendekatan Manajemen dan Praktik, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009. MEC Web, www.mec.or.id Raco , Metode Penelitian Kualitatif : Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya, Jakarta : Grasindo, 2007. Saroni, Mohammad. Mendidik & Melatih Entrepreneur Muda, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012. Sukidjo, ‚Peran Kewirausahaan dalam mengatasi Pengangguran di Indonesia‛, Jurnal Economia, No. 1, Vol 1, Agustus 2015. Suryana, Yuyus dan Kartib Bayu. Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahwan Sukses. Jakarta: Pusat Kurikulum, 2010. Sutopo, Ariesto Hadi & Adrianus Arief. Terampil Mengolah Data Kualitatif dengan Nvivo. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010. 223 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Wahyudiono, Bambang. Ranking 1st Bukan Segalanya, Jakarta: Penebar Swadaya Grup, 2012. Yatim Mandiri, ‚Yatim Mandiri‛, http://yatimmandiri.org/ page/tentang-yatimmandiri.html, diakses pada 03/09/16, 15:30. 224 | P a g e Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 https://greenpub.org/JPMPT, Webinar Nasional by Zoom Webinar Nasional by Zoom; Abi Prasidi, AM.TrU, M.M sebagai salah satu Narasumber Sertifikat Webinar Nasional by Zoom ; Abi Prasidi, AM.TrU, M.M sebagai salah satu Narasumber Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Jakarta, dengan tema Wirausaha. 225 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 226 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Surat Undangan Abi Prasidi, AM.TrU, M.M salah satu Dosen Kewirausahaan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Jakarta sebagai salah satu Narasumber Webinar Nasional dengan tema Wirausaha. 227 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Gambar 1. Suasana diskusi tentang Kewirausahaan Gambar 2. Suasana di dalam kelas 228 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Gambar 3. Diskusi tentang Kewirausahaan 229 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Gambar 4. Suasana di taman area MEC, Yatim Mandiri Utan Kayu Raya Jakarta Gambar 4. Suasana dalam bimbingan saat berjualan di pasar 230 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Gambar 5. Suasana makana ringan kering yang diangkut motor untuk dijual 231 | P a g e https://greenpub.org/JPMPT, Vol. 3, No. 1, Januari – Maret 2025 Gambar 6. Suasana saat berjualan di pasar kaget sekitar Utan Kayu 232 | P a g e