PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Oleh : Ni Kadek Ani Agustini1 dan I Nyoman Sukraaliawan2 Abstraksi Kepala Sekolah merupakan seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala Sekolah yang baik diharapkan akan membentuk pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru juga akan menjadi baik. Jika pembelajaran di sekolah baik tentunya akan menghasilkan prestasi siswa dan gurunya yang baik. Penelitian ini memfokuskan pada pokok permasalahan 1. Bagaimanakah Peran Kepala Sekolah Dalam Miningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit?. Bagaimanakah Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit? Hasil penelitian ditemukan bahwa: . Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja Guru di SD Negeri 1 Gitgit, secara umum dapat dapat berjalan dengan baik dimana kepala sekolah SDN 1 Gitgit berberan sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri 1 Gitgit sudah baik dilihat dari segi proses perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, proses evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi dengan Kata Kunci : Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kinerja Guru. Staf Administrasi SDN 1 Gitgit Sukasada Staf Pengajar FISIP UNIPAS Singaraja Pendahuluan Kepala Sekolah merupakan seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dengan ini Kepala Sekolah bisa dikatakan sebagai pemimpin di satuan pendidikan yang tugasnya menjalankan manajemen satuan pendidikan yang dipimpin. Pada tingkat operasional. Kepala Sekolah adalah orang yang berada di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 55 bermutu. Kepala Sekolah diangkat untuk menduduki jabatan bertanggung jawab mengkoordinasikan upaya bersama mencapai tujuan pendidikan pada level sekolah yang dipimpin. Tentu saja Kepala Sekolah bukan satu-satunya yang bertanggung jawab penuh terhadap suatu sekolah, karena masih banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan seperti: guru, peserta didik, dan lingkungan yang mempengaruhi proses pembelajaran namun Kepala Sekolah memiliki peran yang sangat mempengaruhi jalannya sistem yang ada dalam sekolah (Wahjosumidjo. Agar sekolah dapat mencapai tujuannya secara etektif dan efesien, maka kepala sekolah mestinya melaksanakan fungsi-fungsi manajerial perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemberian motivasi, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan inovasi. Kepala Sekolah yang baik diharapkan akan membentuk pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru juga akan menjadi Jika pembelajaran di sekolah baik tentunya akan menghasilkan prestasi siswa dan gurunya yang baik . Dalam kepemimpinan dikenal gaya kepemimpinan yang biasanya digunakan pemimpin dalam mempengaruhi bawahan. Merurut Thoha . 0: . gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. Jadi dengan gaya kepemimpinan yang tepat Kepala sekolah dapat mempengaruhi dan memotivasi guru agar mencapai tujuan tertentu. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan ( Sardiman, 2011 : 125 ). Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Secara khusus guru adalah seorang pendidik sekaligus sebagai pengganti orang tua di sekolah. Guru mempunyai peranan, tanggung jawab dan hak dalam proses belajar mengajar pada seluruh mata pelajaran dalam kelas tertentu (Swandewi. Sardana : 2. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 56 Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah sangat berpengaruh pada arah dan tujuan sekolah yang direncanakan sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah bagaimana mengoptimalkan guru agar dapat bekerja dengan baik dalam satuan pendidikan tersebut. Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah seharusnya dapat memberi motivasi kepada para guru. Motivasi dari Kepala Sekolah ini berupa dorongan yang bersifat membangun sehingga guru menjadi lebih semangat lagi dalam menjalankan tugasnya. Motivasi dari Kepala Sekolah bisa dilakukan saat guru sedang melakukan aktivitas mengajar, saat mengerjakan adminstrasi sekolah, saat menjalankan tugas di luar mewaliki sekolah, atau saat guru sedang santai di luar jam kerja. Setiap motivasi dari Kepala Sekolah terhadap guru-gurunya akan menumbuhkan semangat bagi guru-guru tersebut. (Thoha, 2. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, motivasi dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah agar guru dalam melakukan pembelajaran yang profesional sesuai kode etik guru sehingga guru dapat bekerja secara maksimal. Namun masih terdapat guru yang belum profesional dalam menjalankan tugasnya, seperti salah satu guru SD di Kabupaten Kediri yang memukul siswanya hingga hidungnya berdarah karena guru tersebut jengkel dengan kelompok belajar itu, karena saat diperiksa tidak segera mengerjakan tugas kelompok. Sehingga pelaku memukul bagian muka korban dengan punggung tangan kanan. (Suryamalang, 2. Selain itu salah satu Kepala Sekolah mengalami luka di bagian kepala akibat dipukul oleh orang tua murid. Kepala Sekolah memanggil orang tua atau pelaku karena anak pelaku masuk pembinaan sekolah, kemudian korban meminta pelaku menandatangani surat perjanjian pembinaan karena anaknya telah mengunggah video salah salah satu siswi ke media sosial. Kemudian Pelaku marah karena yang mengunggah itu bukan hanya anak dia. Kemudian pelaku menendang meja kaca, sehingga pecahan kaca itu langsung mengenai wajah pelaku. Lalu pelaku mengangkat meja tersebut dan menghantamkanya ke kepala sang kepala sekolah dan mengalami luka pada tangan kanan, luka pada hidung dan bengkak pada (Fajar, 2. Bertitik tolak dari fenomena tersebut maka penulis tertarik untuk mengkaji dalam penelitian, yang berjudul AuPeran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 57 Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri 1 Gitgit. Kecamatan Sukasada. Kabupaten BulelengAy Dengan rumusan masalah sebagai berikut: . Bagaimanakah Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri 1 Gitgit. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng? . Bagaimana Kinerja Guru di SD Negeri 1 Gitgit. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng? Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang hanya menggambarkan, mendeskripsikan, dan meringkas berbagai kondisi dan situasi tentang jawaban atas masalah penelitian (Moleong, 2. Dalam hal ini peneliti tidak melakukan pengujian hipotesis, memahami, menjelaskan gejala, serta kaitan hubungan antara segala sesuatu yang Metode penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah . atural settin. yang lebih menekankan makna dari pada generalisasi hasil penelitian (Sugiyono, 2. Lokasi penelitian adalah di SDN 1 Gitgit. Kecamatan. Sukasada. Kabupaten Buleleng. Adapun yang menjadi informan penelitian ini adalah adalah Kepala Sekolah. Komite Sekolah. Guru, dan Tenaga Kependidikan. Siswa dan Orang Tua Siswa di SD Negeri 1 Gitgit. Oleh karena itu, dalam memilih dan menentukan informan, peneliti mengacu pada teknik Aupurposive samplingAy. Pilihan diberikan pada informan yang dianggap memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang peran perbekel dan dikaitkan dengan permasalahan penelitian. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: 1. Peran Kepala Sekolah meliputi: a. Kepala Sekolah Sebagai Edukator. Manajer. Administrator. Supervisor. Leader. Inovator, dan Motivator. Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit meliputi : perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi dengan siswanya. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 58 Hasil Penelitian dan Pembahasan 1 Profil SD Negeri 1 Gitgit. Sekolah Dasar Negeri 1 Gitgit terletak di Banjar Dinas Pumahan. Desa Gitgit. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Provinsi Bali. SD Negeri 1 Gitgit berdiri pada 01 Agustus 1926. Secara gografis SD Negeri 1 Gitgit terletak di daerah yang mudah untuk menjangkau. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran cukup kondusif karena tidak terlalu bising dari lalu lintas jalan raya yang dapat mengganggu kegiatan pembelajaran. SD Negeri 1 Gitgit termasuk dalam kategori sekolah standar, yang mendapatkan nilai akreditasi B. Pada saat ini. SD Negeri 1 Gitgit dikepalai oleh I Putu Jaya Saputra. Pd. SD. Sekolah Dasar Negeri 1 Gitgit merupakan Sekolah Standar Nasional (SSN) sejak tahun 2010. Adapun jumlah siswa SD Negeri 1 Gitgit dalam empat tahun ajar 2018/2019 yaitu berjumlah 86 orang siswa yang terdiri dari Kelas I : 10 orang. Kelas II : 14 orang. Kelas i : 12 orang. Kelas IV : 17 orang. Kelas V :12 orang, dan Kelas VI : 21 orang. Serta SDN 1 Gigit memiliki 10 orang tenaga pendidik yang memiliki jenjang pendidikan akhir rata-rata S-1 dan 1 orang tenaga tata usaha. Adapun Struktur Organisasi SD Negeri 1 Gitgit Tahun 2018/2019 seperti bagan dibawah ini : Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 59 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri 1 Gitgit. Sebagai Edukator Kepala Sekolah mentransformasi pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didiknya, guna mengarahkannya mencapai sesuatu yang bermakna. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagai seorang edukator kepala sekolah di SD Negeri 1 Gitgit bersama guru - guru senantiasa berupaya untuk mengarahkan peserta didik untuk lebih mengeksplorasi aspek afektifnya. Pembinaan mental dan sikap siswa sebagai peserta didik benar Ae benar disadari oleh kepala sekolah dan merupakan peran utama seorang edukator yang harus benar-benar berfungsi dengan baik. Salah satu hal yang dilakukan oleh kepala sekolah terkait dengan perannya sebagai edukator adalah dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreatifitas dan menunjukan kemampuan terbaiknya. Kepala sekolah menyadari Jika hal ini dapat Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 60 diterapkan secara berkelanjutan maka dampak positif akan nampak pada kreatifitas siswa yang makin berkembang. Kepala Edukator mentransformasi pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didiknya, guna mengarahkannya mencapai sesuatu yang bermakna. Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala Sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. Sebagai Manajer Tugas manajer pendidikan adalah merencanakan sesuatu atau mencari strategi yang terbaik, mengorganisasi dan mengkoordinasi sumber-sumber pendidikan yang masih berserakan agar menyatu dalam pelaksanaan pendidikan, dan mengadakan kontrol terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan. Dalam hal ini Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama yang kooparatif, memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Seperti apa yang disampaikan Mulyasa . Kepala Sekolah Sebagai Manajer yaitu Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini, kepala sekolah seyogyanya dapat memfasiltasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 61 kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah, seperti: MGMP/MGP tingkat sekolah, atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah, seperti kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain . (Mulyasa, 2003:. Sebagai Administrator. Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah secara spesifik. Kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, administrasi personalia, administrasi kearsipan dan administrasi Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan cara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktifitas sekolah. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya sebagai administrator, kepala sekolah tidak memandang guru sebagai bawahan, melainkan sebagai teman sejawatnya. Sikap dan perilaku ini nyatanya bisa guru-guru lebih merasa dihargai dan dihormati Sehingga guru-guru tidak segan menanyakan dan mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya kepada administrator. Komunikasi antar guru dan administrator selama ini menjadi lancar. AuHubungan yang harmonis dan komunikasi yang intensif antara guru dengan guru dan antara guru dengan Kepala Sekolah berdampak pada perubahan sikap (Swandewi & Ardana, 2017: . Situasi ini jelas mempermudah administrator memberi dorongan kepada guruguru untuk meningkatkan prestasi kerja mereka. Seperti apa yang disampaikan Mulyasa . Kepala Sekolah Sebagai Administrator yaitu khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para Oleh karena itu kepala sekolah seyogyanya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 62 d. Sebagai Supervisor Supervisi merupakan kegiatan membina dengan tujuan agar setiap orang mengalami peningkatan pribadi dan profesinya utamanya dalam usaha memperbaiki pengajaran dengan tujuan memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan melaksanakan supervisor, kepala sekalah dapat mengetahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tingkat lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Seperti yang disampaikan Mulyasa ( 2003 ) Kepala Sekolah sebagai Supervisor, untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala Kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses Dari hasil supervisi ini, dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tetentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Sebagai Leader. Sebagai Sekolah menggerakkan seluruh sumberdaya yang ada di sekolah sehingga melahirkan etos kerja dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan. Dari hasil penelitian dapat digambarkan bahwa kemampuan Kepala Sekolah sebagai leader tentu sangat mempengaruhi kinerjanya dalam pelaksanaan tugas setiap hari. Sebagai leader kepala sekolah juga harus memiliki visi yang jelas. Visi kepala sekolah akan sangat menentukan kearah mana lembaga pendidikan itu dibawa. Kepala sekolah yang tidak mempunyai visi jauh ke depan hanya akan bertugas sesuai Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 63 dengan rutinitas dan tugas sehari-harinya tanpa tahu kemajuan apa yang harus ia capai dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja kepala sekolah dalam fungsinya sebagai leader sudah cukup baik, hal ini nampak dari apa yang dicerminkan oleh bawahannya . maupun mitra kerjanya . omite sekola. Seperti apa yang disampaikan Mulyasa . Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apakah yang dapat menumbuh-suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadap peningkatan kompetensi guru? Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Mulyasa menyebutkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian, dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin sifatsifat sebagai barikut: jujur. percaya diri. tanggung jawab. berani mengambil resiko dan berjiwa besar. emosi yang stabil, dan teladan. Sebagai Inovator dan Motivator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Sedangkan selain sebagai Inovator, kepala sekolah juga motivator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan yang tumbuh melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar. Sedangkan bagi siswa. Kepala sekolah harus mampu menumbuhkan motivasi belajar bagi seluruh peserta didik. Motivasi belajar adalah kondisi Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 64 psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang, dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya. Dalam Mulyasa . menjelaskan Kepala Sekolah Sebagai Inovator menjelaskan sebagai berikut dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model model pembelajaran yang Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional, objektif, pragmatis, keteladanan Sedangkan Kepala Sekolah Sebagai Motivator dijelaskan bahwa Sebagai motivator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB) (Mulyasa. 3 Kinerja Guru SD Negeri 1 Gitgit. Kinerja guru merupakan hasil pekerjaan atau prestasi kerja yang dilakukan oleh seorang guru berdasarkan kemampuan mengelola kegiatan belajar mengajar yang meliputi : Perencanaan Pembelajaran. Melakukan perencanaan pembelajaran adalah merupakan sebuah tugas yang harus dijalankan guru sebelum proses pembelajaran dilaksanakan dengan harapan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam setiap mata pelajaran, perencanaan harus selalu dibuat oleh guru dalam arti lain suatu rencana pembelajaran yang harus dikuasai guru sebelum perencanaan dimulai atau dilaksanakan. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 65 Hasil pembelajaran sudah baik, hal tersebut dilihat dari keaktipan para guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester. RPP dan lain-lain disetiap awal semester. Selain itu guru-guru juga melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, sesama guru baik dalam KKG maupun guruguru diluar gugus untuk bisa merancang atau membuat perencanaan pembelajaran yang matang sesuai dengan tuntunan kurikulum yang berlaku. Seperti apa yang disampaikan (Mahmoed Syams. Perencanaan merupakan proses pendefinisian tujuan dan bagaimana untuk mencapainya sedangkan perencanaan dalam pembelajaran berarti menentukan tujuan, aktifitas dan hasil yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilaksanakan. Fungsi perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya, berapa lama waktu yang akan dibutuhkan dan berapa orang yang akan dibutuhkan. Pelaksanaan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di kelas adalah inti penyelenggaraan pendidikan yang ditandai oleh adanya kegiatan pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, dan penggunaan metode serta strategi pembelajaran. Tugas-tugas tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab guru yang secara optimal dalam Dari hasil penelitian dianalisis kinerja guru SDN 1 Gitgit dalam proses pelaksanaan pembelajaran sudah baik, hal tersebut dilihat dari guru-guru sudah mampu melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan yang dirancang Serta para guru mempergunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik. Para peserta didik berpeluang untuk melakukan eksplorasi serta dimana meningkatnya kemampuan murid dalam hal bertanya, mencoba, mengamati, menganalisis, dan mampu berkomunikasi dengan teman sebayau maupun dengan gurunya. Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah Ae langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 66 diharapkan (Nana Sudjana, 2010 : 136 ). Menurut Syaiful Bahri dan Aswan Zain ( 2010 : . pelaksanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Evaluasi Pembelajaran. Untuk melakukan penilaian terhadap kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, komponen yang diteliti meliputi . penilaian hasil belajar siswa, dokumen penilaian hasil belajar, serta kegiatan remedial dan tindak lanjut Dari hasil penelitian dapat dianalisis kinerja guru SDN 1 Gitgit dalam proses evaluasi pembelajaran sudah baik, dengan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikum terbaru yakni kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013 terdapat penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dilaksanakan disetiap akhir pembelajaran, akkhir tema, akhir sub tema, penilaian akhir tahun dan penilaian akhir semester. Evaluasi hasil belajar diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai keberhasilan belajar seseorang setelah ia mengalami proses belajar selama satu periode tertentu (Purwanto. Terdapat perbedaan antara penilaian dan pengukuran, namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Bila evaluasi menunjuk pada suatu tindakan proses untuk menentukan nilai sesuatu, maka pengukuran merupakan suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari sesuatu. Membina Hubungan Antar Pribadi Dengan Siswanya. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru, guru harus membina hunbungan antar pribadi dengan siswa, hal tersebut sangat diperlukan agar adanya komunikasi belajar yang baik antara peserta didik dengan para guru dikelas sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Hasil penelitan menunjukan bahwa kinerja guru dalam membina hubungan antar pribadi dengan siswa sudah baik. Guru-Guru SDN 1 Gitgit ketika berhadapan dengan siswa mengedepankan senyum sapa dan salam berdasarkan kasih sayang dan cinta Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 67 yang tulus kepada mereka. Selalu menganggap bahwa semua siswa adalah anakanak sendiri atau bagian dari keluarga mereka sendiri. Guru sudah dapat mengidentifikasi karakter setiap peserta didik khusunya dikelasnya masing-masing. Disamping itu guru mampu memperhatikan bahwa semua peserta didik harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisifasi aktif dalam proses pembelajaran di sekolah maupun dikelas. Guru juga dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan keahlian dan kelainan fisik maupun kemampuan belajar yang berbeda. Dan tidak kalah penting juga guru harus mengetahui penyebab penyimpangan, jika terjadi perilaku menyimpang oleh peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebgai berikut: . Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit, secara umum dapat dapat berjalan dengan baik dimana kepala sekolah SDN 1 Gitgit berberan sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit sudah baik dilihat dari segi proses perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, proses evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi dengan siswanya. Saran yang dapat disampaikan adalah : . Institusi pendidikan dalam hal ini SDN 1 Gitgit perlu mengadakan audit kinerja guru secara berkelanjutan yang mengacu pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru di sekolah, sehingga mampu meningkatkan motivasi kerja guru bersertifikat pendidik dan dapat memberikan masukan untuk perencanaan sumber daya manusia guru di SDN 1 Gitgit. Guru-guru harus memahami tugas pokok dan fungsinya, dan meningkatkan kinerjanya. Kinerja guru itu akan nampak pada situasi dan kondisi kerja sehari-hari dalam melaksanakan pembelajaran. Kinerja guru dalam pembelajaran difokuskan kepada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 68 Daftar Pustaka