Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN OSTEOARTRITIS DI PUSKESMAS Rian Martha 1. Tuti Elyta 2 Program Studi Di Keperawatan. STIKES Pembina Palembang1,2 Email: rian. martha@yahoo. tata@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Osteoartritis adalah penyakit rematik akibat kerusakan tulang rawan,melibatkan kartilago, lapisan sendi, ligament dan tulang sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi. Tujuan: Memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara nyata serta dapat mendokumentasikan dalam pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada asuhan keperawatan osteoartritis. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus asuhan keperawatan menggunakan format pengkajian, pemeriksaan fisik head to toe, lembar observasi tingkat nyeri Wong Baker, penentuan diagnosa SDKI, serta SIKI dan SLKI, pemberian kompres hangat. Sampel penelitian berjumlah 2 pasien dilaksanakan tanggal 25-27 Juli 2023 di Puskesmas Penanggoan Duren. Hasil: Asuhan Keperawatan Ny AoAAo dan Ny AoSAo dengan nyeri kronis, setelah dilakukan pemberian kompres hangat kedua pasien mengalami penurunan skala nyeri. Skala nyeri Ny AoAAosebelum dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 6 setelah dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 0. Sedangkan skala nyeri Ny AoSAo sebelum dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 5 setelah dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 1. Saran: Tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi kompres hangat sebagai intervensi non-farmakologis menurunkan intensitas nyeri kronis pada pasien osteoartritis diawali skrining skala nyeri objektif kepada pasien dan keluarga agar terapi dapat diterapkan secara aman dan mandiri di rumah. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan Osteoartritis. Kompres Hangat. Nyeri. ABSTRACT Background: Osteoarthritis is a rheumatic disease caused by cartilage damage, involving cartilage, joint lining, ligaments, and bones, causing pain and stiffness in the joints. Objective: To gain real-world experience and knowledge and to be able to document the effectiveness of warm compresses on pain intensity in nursing care. Method: Using a case study approach using the Descriptive Analytical method using an assessment format, physical examination head to toe, pain level observation sheet Wong Baker, determining the diagnosis of SDKI, as well as SIKI and SLKI, then administering warm compresses according to the PPNI SOP. Results: Nursing care for Ms. 'A' and Ms. 'S' with chronic pain, after the application of warm compresses, both patients experienced a decrease in pain scale. Ms. 'A's pain scale before the application of warm compresses was 6, and after the application, it was 0. Meanwhile. Ms. 'S's pain scale before the application of warm compresses was 5, and after the application, it was 1. Suggestion: Healthcare professionals should integrate warm compress therapy as a non-pharmacological intervention to reduce chronic pain intensity in osteoarthritis patients, starting with objective pain scale screening for patients and families so that the therapy can be safely and independently applied at home. Keywords : Osteoarthritis Nursing Care. Warm Compress. Pain | 13 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN (Kemenkes RI, 2. Osteoartritis merupakan penyakit Berdasarkan Puskesmas rematik yang paling sering mengenai lansia. Penanggoan Duren Kecamatan Tulung akibat gangguan metabolisme yang diikuti Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir oleh beberapa perubahan pada sistem Tahun 2020, terdapat 381 orang warga muskuloskeletal pada lansia, selain itu dengan usia rata-rata 60 tahun keatas yang osteoartritis juga merupakan penyakit penyakit Osteoartritis , yang terdiri dari 172 orang perempuan, dan 209 orang laki-laki, sedangkan pada tahun 2021 berjumlah menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sebanyak 379 orang, yang terdiri dari 179 orang perempuan, dan 200 orang laki-laki. Menurut Organization World Health lalu pada tahun 2022 berjumlah sebanyak (WHO) 386 orang, yang terdiri dari 198 orang diperkirakan penderita Osteoartritis di perempuan, dan 188 orang laki-laki. dunia mencapai 9,6% pada laki-laki dan Gejala utama yang paling umum 18% pada perempuan. Secara global, dirasakan penderita Osteoartritis adalah penderita Osteoartritis (OA) mencapai 303 nyeri dan kekakuan pada sendi. Nyeri sendi juta jiwa pada tahun 2017. Di Asia, prevalensi Osteoartritis memiliki rentang 5%-68%. Prevalensi Osteoartritis dikarenakan tidak adanya pergerakan atau berbeda-beda bergantung pada etnis, jenis aktifitas pada presendian, umumnya timbul kelamin dan usia. di pagi hari ketika baru bangun tidur atau Kekakuan Usia dan jenis kelamin adalah faktor setelah beristirahat di siang hari. Sendi juga risiko yang tidak dapat dihindari, oleh dapat mengalami kemerahan hangat disertai karena itu dibutuhkan pencegahan sejak dengan nyeri tekan kemudian terdapat rasa dini terhadap faktor risiko lain yang dapat kaku, imobilitas dan deformitas. Apabila menyebabkan Osteoartritis (Wahyuni et al. terjainya pembentukan osteofit pada sendi tangan atau sendi kaki bisa menyebabkan Indonesia tahun 2019 terdapat sekitar 25,9 pembengkakan atau deformitas sendi yang juta jiwa yang mengalami OA dan akan dapat membatasi ruang gerak penderita, dapat mengganggu dan mempengaruhi Adapun Penduduk | 14 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Selain Osteoartritis juga telah menyebabkan beban pelaksanaan, dan evaluasi pada pasien Osteoartritis dengan masalah Nyeri Kronis. Populasi sampel penelitian ini adalah (Prahmawati et al. , 2. pasien Osteoartritis yang berjumlah dua Nyeri sendi merupakan keluhan Penelitian Puskesmas Penanggoan Duren. Kecamatan yang paling sering di jumpai pada lansia. Tulung Salah satu penanganan nyeri sendi yaitu Komering Ilir (OKI). Provinsi Sumatera menggunakan terapi kompres hangat . Selatan, dimulai dari kegiatan penyusunan sebagai salah satu pilihan terapi non proposal, pengumpulan data, di lanjutkan farmakologi dalam menangani nyeri sendi. dengan pengolahan hasil serta penulisan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian laporan penelitian dari bulan Februari s/d Hanna . , memberikan perlakuan Juli 2023. sedangkan proses pengambilan terapi kompres hangat pada lanjut usia asuhan keperawatan dari tanggal 25 s/d 27 Juli 2023. penurunan intensitas skala nyeri, ini Kabupaten Ogan Adapun Tahap penelitian ini di lakukan Puskesmas menghilangkan rasa sakit atau nyeri, dan memberikan ketenangan serta kenyamanan. nformed consen. kepada kedua subjek Berdasarkan dari uraian diatas maka dengan memperhatikan prinsip etika yang peneliti tertarik untuk melakukan penelitian meliputi self determination. hak terhadap pemberian kompres air hangat terhadap Intensitas Nyeri pada pasien Osteoartritis di anonymity dan confidentiality. Lalu di Puskesmas Penanggoan Duren Tahun 2023. Selapan. Penanggoan Desain penelitian ini adalah deskriptif Duren METODE PENELITIAN pengkajian pada kedua pasien terlebih dahulu, kemudian di lanjutkan denga analitik dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah rencana keperawatan yang akan dilakukan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, | 15 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 keperawatan dari tindakan yang di terapkan perkusi, auskultasi ) lalu studi dokumentasi dengan format SOAP. asil dari pemeriksaan diagnosti. Alat atau instrumen pengumpulan studi kasus ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan pemeriksaan fisik head yang disajikan secara tekstular/narasi. to toe, lembar observasi tingkat nyeri Analisa data dilakukan sejak peneliti mengunakan skala peringkat Wong Baker FACES Pain Rating Scale . kala wajah mencatumkan skala angka dalam setiap membandingkan dengan teori yang ada ekpresi nyeri sehingga intensitas nyeri dilanjutkan opini pembahasan. Teknik dapat didokumentasi oleh perawa. dengan analisis yang digunakan dengan cara penentuan diagnosa dengan SDKI, serta menarasikan jawaban dari penulisan yang format penentuan rencana SIKI dan SLKI, diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab Analisa data yang digunakan dalam disesuaikan dengan SOP PPNI. rumusan masalah penulisan. Teknik analisis Metode pengumpulan data studi digunakan dengan cara observasi oleh kasus ini menggunakan teknik wawancara, penulis dan studi dokumentasi untuk IPPA memberikan rekomendasi dalam intervensi (Inspeksi. Tabel 1. SOP Intervensi Kompres Hangat Pengertian Melakukan stimulasi kulit dan jaringan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kenyamanan dan mendapatkan efek terapetik lainnya melalui paparan hangat/panas (Tim Pokja Pedoman SPO PPNI, 2. Tujuan Mengurangi kaku . otot bila dilakukan selama 30 menit atau hingga kompres hangat mengering, membuka pori kulit mengeluarkan keringat, memberikan kenyamanan . , dapat memperbaiki jaringan yang rusak pada lokasi yang diberikan terapi kompres hangat (Fazalina. A &Widyastuti. D, 2. Prosedur : Persiapan Preinteraksi Tahap . Orientasi. Jam detik Buku, alat tulis, informed consent Cek catatan keperawatan dan catatan medis, cuci tangan, persiapan alat Cuci tangan, salam dan memperkenalkan diri Identifikasi pasien. Sampaikan maksud dan tujuan | 16 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tahap kerja Jelaskan langkah prosedur, dan kontrak waktu Tanyakan kesiapan dan jaga privasi pasien. A Identifikasi pasien. Jelaskan tujuan dan langkah prosedur A Persiapan alat, periksa suhu kompres. A Cuci tangan, pasang sarung tangan bersih A Pilih lokasi kompres, hindari area terpapar radiasi A Rapikan pasien dan alat. Lepaskan sarung tangan A Cuci tangan, dokumentasi. Terminasi . Berikan reinforcement positif, kontrak waktu selanjutnya Dokumentasi. Bereskan alat. Cuci tangan HASIL PENELITIAN farmakologi dengan memberikan kompres Pengkajian hangat untuk mengurangi intensitas nyeri. Pengkajian Ny. A umur 65 tahun. Prosedur melakukan pemberian kompres mengeluh nyeri pergelangan kaki seperti di hangat dengan cara mengompres pada tusuk dan di tekan, terasa pegal-pegal. bagian pergelangan kaki yang nyeri. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit terdahulu dan riwayat penyakit keturunan Pengkajian Ny. S umur 57 tahun. Implemetasi Keperawatan Sebelum melakukan tindakan terapi pada Ny. A dan Ny. S, perlu penjelasan tampak kemerahan serta edema pada ba lebih dulu kepada klien terkait tindakan gian kaki yang nyeri. Pasien mengalami terapi yang akan diberikan dan dilakukan Osteoartritis Pasien memiliki riwayat penyakit gastritis dan dilakukan, setelah mengidentifikasi pasien tidak memiliki riwayat penyakit keturunan. minimal dengan 2 identitas, menjelaskan tujuan dan langkah prosedur, menyiapkan Diagnosis Keperawatan Diagnosis Ny. alat dan bahan, memilih kompres yang Keperawatan Ny. Nyeri kronis b. memilih lokasi kompres dan mengompres kondisi muskuloskeletal kronis. area nyeri dilakukan selama 30 menit. Intervensi Keperawatan Evaluasi Keperawatan Intervensi keperawatan pada Ny. A dan Ny. Evaluasi yang didapat kedua pasien mengatakan nyeri sudah berkurang. | 17 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2 Hasil Ukur Intensitas Nyeri Pasien 1 dan Pasien 2 Waktu 25- 07-2023 26- 07-2023 27- 07-2023 Berdasarkan Skala Nyeri Pasien 1 Sebelum Sesudah Skala Nyeri Pasien 2 Sebelum Sesudah dilakukan pemberian kompres hangat skala dimana pada Pasien 1 skala nyeri hari 1 Sedangkan skala nyeri Ny. adalah 6 dan hari ke 3 turun menjadi skala sebelum dilakukan pemberian kompres nyeri 0, sedangkan pada pasien 2 skala nyeri hangat skala nyeri 5 setelah dilakukan 5 dihari 1 dan menurun di hari 3 skala nyeri Pemberian Kompres hangat skala nyeri 1. Nyeri adalah mekanisme protektif untuk PEMBAHASAN Setelah kenyataan bahwa sedang atau akan terjadi Asuhan kerusakan jaringan. Dengan Keperawatan pada pasien Osteoartritis pada Ny. A dan Ny. S yang dilakukan mulai penanganan Non-Farmakologi bertujuan dari 25 - 27 Juli 2023. Proses keperawatan untuk mengurangi nyeri pada pasien Pemberian kompres keperawatan, perencanaan, pada daerah tubuh akan memberikan sinyal implementasi dan evaluasi. Pengkajian ke hipotalamus melalui susmsum tulang yang di peroleh dari pasien didapatkan Ketika reseptor yang peka pergelangan kaki seperti di tusuk dan di dirangsang, sistem efektor mengeluarkan tekan terasa pegal-pegal, dan adanya sinyal yang memulai berkeringat dan kemerahan serta edema pada bagian kaki vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran yang nyeri. Setelah dilakukan intervensi pemberian kompres hangat pada kedua vasomotor pada medulla oblongata dari pasien selama 3 hari, kedua pasien mengalami penurunan skala nyeri. Skala nyeri Ny. A sebelum dilakukan pemberian terjadi vasodilatasi. Dibawah kompres hangat skala nyeri 6 setelah 3 hari | 18 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Hal ini sesuai dengan penelitian yang tubuh yaitu meningkatkan aliran darah, dilakukan oleh Fazalina,A &Widyastuti. D relaksasi otot, mengurangi . dimana kompres hangat yang spasme atau kekakuan. nyeri akibat dilakukan selama 30 menit atau hingga KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN darah sehingga kejang pada otot berkurang Pengkajian karena relaksasi akibat suhu hangat yang Pengkajian pergelangan kaki seperti di tusuk dan di jaringan yang rusak pada lokasi yang tekan terasa pegal-pegal. Pasien tidak diberikan terapi kompres hangat. Kompres memiliki riwayat penyakit terdahulu Ny. modalitas dalam intervensi keperawatan Sedangkan Ny. S, didapatkan yang dapat digunakan untuk meningkatkan keluhan nyeri pergelangan kaki dan rasa nyaman pada lansia dengan nyeri pegal-pegal Pengobatan non farmakologi sangat edema pada bagian kaki yang nyeri. efektif dilakukan untuk mengurangi rasa Pasien memiliki riwayat penyakit nyeri yang timbul. Hal ini sejalan dengan gastritis dan tidak memiliki riwayat hasil penelitian Italia . , memberikan penyakit keturunan perlakuan terapi kompres hangat pada Diagnosa Keperawatan ada kemerahan serta lanjut usia penderita osteoarthritis terlihat Diagnosa utama Ny AoAAo dan Ny. AoSAo terjadi penurunan intensitas skala nyeri. Nyeri kronis b. Adapun asumsi peneliti dimana musculoskeletal kronis. dalam penerapan terapi kompres hangat ini Intervensi Keperawatan sebagai salah satu pilihan terapi non Pemberian terapi non farmakologi kompres air hangat. menangani nyeri sendi. Implementasi Keperawatan sirkulasi darah, menghilangkan rasa sakit Memberikan kompres air hangat untuk atau nyeri, dan memberikan ketenangan mengurangi intensitas nyeri selama 30 serta kenyamanan. Pemberian kompres menit yang dilakukan secara berkala hangat yang dilakukan secara berkala, dalam 3 hari. menimbulkan terjadinya respon fisiologi Evaluasi keperawatan | 19 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Dilakukan pemberian kompres hangat SARAN pada pasien Osteoartritis selama 3 hari. Tenaga kesehatan di Puskesmas untuk kedua pasien mengalami penurunan mengintegrasikan terapi kompres hangat skala nyeri. Skala nyeri Ny AoAAo Pemberian standar menurunkan intensitas nyeri kronis Kompres hangat skala nyeri 6 setelah pada pasien osteoartritis diawali dengan dilakukan pemberian kompres hangat skrining skala nyeri objektif serta edukasi skala nyeri 0. Sedangkan skala nyeri terstruktur kepada pasien dan keluarga agar Ny AoSAo sebelum dilakukan pemberian terapi ini dapat diterapkan secara aman dan kompres hangat skala nyeri 5 setelah mandiri di rumah. non-farmakologis dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 1. Intervensi berhasil. DAFTAR PUSTAKA