JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025. Hal: 1-6 Implementasi Program Senandung Negeri Mahasiswa KKN Unmuh Jember untuk melestarikan Seni Budaya Desa Sumberejo Intan Nur Aini1. Fauzan Nafazi Zul Hilmi1. Irfan Amiluddin1. Syahla Putri Ardelia1, dan Lintang Setyo Kurniawati1* Universitas Muhammadiyah Jember. lintang@unmuhjember. Abstrak: Program Senandung Negeri merupakan inisiatif mahasiswa KKN Tematik kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Sumberejo. Kecamatan Ambulu, sebagai upaya melestarikan seni budaya lokal yang mulai terpinggirkan akibat arus globalisasi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan kurangnya ruang pertunjukan, minimnya keterlibatan generasi muda, dan terbatasnya promosi seni budaya desa. Metode pelaksanaan Copyright: A 2025 by the authors. meliputi tahap persiapan, berupa koordinasi, pemilihan karya seni, dan Submitted for possible open access pelatihan, serta tahap pementasan yang menampilkan musik, tari, seni rupa, publication under the terms and dan sastra tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari conditions of the Creative Commons masyarakat, baik pelaku seni maupun penonton. Program ini mampu menjadi Attribution (CC BY) ruang apresiasi seni, memperkuat identitas budaya desa, serta membuka . ttp://creativecommons. org/licenses/by/ peluang promosi wisata budaya. Senandung Negeri juga memberi pengalaman 0/). nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun sinergi dengan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelestarian seni budaya melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu memperkuat kebersamaan, menonjolkan kebanggaan lokal, mendukung pembangunan desa berbasis seni dan budaya kreatif, serta guna keberlanjutan program, mengintegrasikan Senandung Negeri ke dalam agenda rutin desa dapat meningkatkan keterlibatan pemuda pemudi Desa Sumberejo. *Corresponding: Lintang Setyo Kurniawati Email: lintang@unmuhjember. Kata Kunci: pengabdian masyarakat. seni budaya. KKN. Desa Sumberejo Abstract: Senandung Negeri program is an initiative of the Group 14 Community Service Program (KKN) students from Universitas Muhammadiyah Jember in Sumberejo Village. Ambulu District, aimed at preserving local arts and culture that are increasingly pushed aside by globalization. This program addresses issues such as the lack of performance spaces, low youth involvement, and limited cultural promotion. The implementation method consisted of two stages which is preparation, including coordination, screening, and rehearsals. the last stage is performance, which included the staging of traditional music, dance, visual arts, and literature. The results indicated high enthusiasm from villagers, both the performers and audiences. This program successfully created a space for cultural art appreciation, strengthening the villageAos cultural identity, and opening opportunities for cultural tourism promotion. Furthermore. Senandung Negeri provided valuable experiences for students to apply their academic knowledge while fostering collaboration with the whole village community. In conclusion, cultural preservation through studentAevillage community collaboration can enhance social cohesion, highlight local pride, support village development based on creative arts and culture, also for the programAos sustainability, integrating Senandung Negeri into the village routine agenda can increase Sumberejo VillageAos youth involvement. Keywords: community service. cultural arts. KKN. Sumberejo Village http://jurnal. id/index. php/jiwakerta JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 2 of 6 Pendahuluan Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas diri dan sumber daya manusia (SDM), seperti melalui peningkatan kapasitas intelektual, pengembangan keterampilan diri, dan pengabdian melalui implementasi terhadap ilmu pengetahuan atau teori yang telah didapat selama pembelajaran di ruang perkuliahan. tengah persaingan global dan kemajuan teknologi yang makin pesat, maka dibutuhkan adanya suatu kegiatan terencana dan aplikatif untuk melatih dan mendidik mahasiswa agar menjadi intelektual muda yang memiliki kualitas dan tanggap terhadap kompleksnya masalah yang timbul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan mampu mencari Oleh karena itu, dalam rangka merealisasikan dan mencapai tujuan tersebut, diperlukan adanya suatu kegiatan yang menunjang hal tersebut, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan mahasiswa terhadap masyarakat setempat dengan mengimplementasikan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melaksanakan pembangunan yang semakin meningkat, serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara kurikulum yang dipelajari di kampus dengan realita pembangunan dalam masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) haruslah dilaksanakan sebagai pemahaman belajar yang baru dan yang tidak akan pernah diperoleh di dalam kelas. Setelah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa harus memiliki pengetahuan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang masyarakat, bangsa, dan tanah airnya maupun tentang dirinya sendiri, yang akan sangat berguna sebagai bekal dalam menjalani kehidupan pasca-kampus nanti. Salah satu permasalahan yang cukup mendesak yang kami temukan di wilayah Desa Sumberejo. Kecamatan Ambulu, adalah melemahnya pelestarian seni budaya lokal di tengah arus globalisasi. Gempuran budaya populer membuat generasi muda lebih akrab dengan tren modern dibandingkan tradisi yang diwariskan leluhur. Akibatnya, berbagai kesenian tradisional seperti musik, tari, seni rupa, dan sastra mulai jarang ditampilkan dan kurang diminati. Di Desa Sumberejo. Kecamatan Ambulu, meskipun memiliki kekayaan seni budaya yang beragam, potensi tersebut belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk Tidak adanya agenda pertunjukan yang rutin, minimnya keterlibatan pemuda, serta terbatasnya regenerasi seniman menyebabkan seni tradisi terpinggirkan. Promosi yang masih terbatas juga menjadikan seni budaya desa kurang dikenal di luar wilayah Sumberejo, sehingga peluangnya sebagai daya tarik wisata maupun sumber ekonomi kreatif belum dimanfaatkan secara optimal. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan membangun kebersamaan masyarakat. Sidiq . menegaskan bahwa kegiatan seni berbasis masyarakat mampu menjadi wadah efektif untuk menumbuhkan nasionalisme sekaligus melestarikan budaya lokal. Penelitian JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 3 of 6 di Desa Ngamplang Kulon memperlihatkan bahwa kolaborasi mahasiswa KKN dengan seniman lokal melalui pertunjukan seni berhasil menjaga eksistensi tradisi dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga nilai-nilai lokal, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi kreatif dan mendukung pengembangan desa wisata. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Jember merancang program Senandung Negeri sebagai bentuk implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat. Program ini diwujudkan dalam bentuk pementasan seni dan pameran budaya dengan melibatkan masyarakat, seniman lokal, dan mahasiswa. Selain menjadi acara penutup kegiatan KKN. Senandung Negeri bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi, menghidupkan kembali tradisi yang mulai terpinggirkan, serta memperkuat identitas budaya Desa Sumberejo di tengah tantangan Besar juga harapan kami bahwa program ini dapat terus berlangsung dibawah arahan pemuda pemudi Desa Sumberejo, seperti Karang Taruna. Metode Program Senandung Negeri dilaksanakan melalui dua tahapan utama, yaitu tahap persiapan dan tahap pementasan. Persiapan Tahap persiapan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKN dengan perangkat desa, seniman lokal, dan masyarakat untuk menentukan konsep kegiatan. Pada tahap ini diputuskan bentuk kegiatan berupa pertunjukan seni dan pameran karya budaya sebagai acara penutup KKN Tematik. Selanjutnya dilakukan pemilihan karya seni yang akan ditampilkan, meliputi musik, tarian, seni rupa, dan sastra tradisional yang sesuai dengan potensi Desa Sumberejo. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dengan mempersiapkan kebutuhan teknis seperti panggung, pencahayaan, tata suara, dan dokumentasi. Sementara itu, masyarakat dan seniman lokal berpartisipasi aktif dalam proses latihan dan penyusunan pertunjukan. Pementasan Tahap pementasan dilaksanakan sebagai puncak kegiatan Senandung Negeri. Acara ini diselenggarakan secara terbuka di Desa Sumberejo dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pertunjukan menampilkan berbagai karya seni tradisional dan modern yang dipadukan untuk memberi ruang apresiasi seluas-luasnya bagi pelaku seni desa. Selain pertunjukan, pameran karya seni rupa juga disajikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas masyarakat. Pementasan ini tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Metode pelaksanaan yang sederhana namun partisipatif ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat desa agar dapat mengekspresikan diri sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Melalui persiapan yang matang dan pelaksanaan yang melibatkan berbagai pihak, program Senandung Negeri berhasil menciptakan wadah kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan perangkat desa dalam melestarikan seni budaya di Desa Sumberejo. JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 4 of 6 Hasil dan Pembahasan Program Senandung Negeri yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Sumberejo berhasil diwujudkan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini ditandai dengan adanya persiapan yang matang, keterlibatan aktif masyarakat, dan pelaksanaan pementasan yang berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat tampak dari tingginya partisipasi warga, baik sebagai pengisi acara, penonton, maupun pendukung teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Senandung Negeri mampu menjadi wadah bagi masyarakat Desa Sumberejo untuk mengekspresikan kreativitas seni. Pertunjukan musik, tarian, seni rupa, dan sastra tradisional berhasil menarik perhatian dan menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi pelaku seni lokal. Pameran seni rupa yang ditampilkan juga memberi ruang apresiasi terhadap karya warga desa yang sebelumnya jarang terekspos. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda. Kehadiran Senandung Negeri menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan ruang sosial yang produktif bagi kelestarian seni. Hal ini juga mendukung temuan Sidiq . yang menegaskan bahwa kegiatan seni berbasis komunitas dapat memperkuat identitas lokal dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Lebih lanjut, pementasan seni ini berfungsi sebagai sarana integrasi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Penelitian di Desa Ngamplang Kulon membuktikan bahwa pertunjukan seni tradisional dalam konteks KKN dapat menjaga eksistensi budaya sekaligus meningkatkan partisipasi Masyarakat (Julianto et al. , 2. Hal serupa tercermin di Sumberejo, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan juga berkontribusi dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Selain aspek budaya, program ini juga memiliki nilai strategis bagi pembangunan Pertunjukan Senandung Negeri membuka peluang untuk mempromosikan Desa Sumberejo sebagai desa yang memiliki potensi seni dan budaya. Sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian lain. Ramdhani et al . pelestarian seni budaya tidak hanya menjaga warisan tradisi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang berimplikasi pada peningkatan ekonomi lokal. Dengan demikian. Senandung Negeri dapat dipandang sebagai langkah awal untuk memperkuat posisi Desa Sumberejo sebagai desa yang adaptif terhadap perubahan global, namun tetap berakar pada kearifan budaya lokal. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya melalui pementasan seni mampu memberikan dampak positif, baik dalam aspek sosial, pendidikan, maupun pembangunan desa. Simpulan Program Senandung Negeri yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Sumberejo. Kecamatan Ambulu, telah terlaksana dengan baik melalui tahapan persiapan dan pementasan. Kegiatan ini mampu memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai karya seni, mulai dari musik, tari, seni rupa, hingga sastra tradisional. JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 5 of 6 Selain sebagai acara penutup KKN. Senandung Negeri juga menjadi sarana pelestarian budaya yang mendorong keterlibatan masyarakat, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap seni lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, seni budaya dapat dihidupkan kembali dan dijadikan sebagai identitas yang memperkuat Desa Sumberejo di tengah arus globalisasi. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, karena secara langsung dapat berinteraksi dengan masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. Melalui Senandung Negeri, mahasiswa belajar bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab masyarakat lokal, melainkan juga bagian dari pengabdian akademisi dalam mendukung pembangunan desa yang Senandung Negeri juga dapat dijadikan program kegiatan yang berkelanjutan di Desa Sumberejo. Jika diintegrasikan ke dalam agenda rutin desa, dan diserahkan rancangan acaranya kepada para pemuda desa maka dapat meningkatkan aspek keterlibatan generasi muda, serta pementasan seni ini berpotensi menjadi sarana promosi wisata budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup KKN, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun desa berbasis seni budaya kreatif. Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan arahan selama pelaksanaan program. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh mahasiswa KKN Tematik Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Jember yang telah bekerja sama dalam setiap tahapan kegiatan. Penghargaan yang setinggi-tingginya diberikan kepada Kepala Desa Sumberejo. Bapak Riono Hadi, beserta jajaran perangkat desa yang telah memberikan dukungan Tidak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat Desa Sumberejo. Kecamatan Ambulu, atas partisipasi aktif dan kerjasamanya dalam menyukseskan program Senandung Negeri di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu. Daftar Pustaka