Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 Vol. Uji Coba Pedoman Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa Indro Moerdisuroso1*. Zaitun Y. Kherid2 Mudjiati3 Universitas Negeri Jakarta 1,2,3 Alamat Surel indromp@gmail. *Penulis Korespondensi Kata Kunci uji coba Abstrak Pedoman tugas akhir karya seni rupa Prodi Pendidikan Seni Rupa FBS-UNJ yang berlaku selama ini lebih menekankan kemampuan berkarya seni. Kemampuan penalaran ilmiah kurang diperhatikan. Nama dokumennya pun Laporan Penciptaan Karya Seni Rupa, sehingga menimbulkan pengertian tidak setara dengan Skripsi. Penelitian uji coba model ini bertujuan untuk mengaplikasikan standar isi, prosedur pelaksanaan, dan penilaian kepada sejumlah partisipan. Kontribusinya kepada Prodi sebagai masukan bagi peningkatan kualitas skripsi penciptaan karya seni rupa. Kepada ilmu pendidikan seni rupa berkontribusi dalam pengembangan kemampuan penalaran ilmiah, berkarya seni rupa, dan mengomunikasikannya secara tertulis, lisan, dan pameran. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian Model Penulisan Ilmiah Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa . Tujuannya difokuskan pada pembuktian kemampuan penalaran dan penulisan ilmiah mahasiswa penciptaan karya seni. Pendekatannya Riset dan Pengembangan, dengan metode gabungan kualitatifkuantitatif. Partisipannya tiga mahasiswa penciptaan, masing-masing peminat seni rupa murni, desain, dan kriya. Ketiga partisipan dapat disimpulkan mampu melaksanakan penelitian, penciptaan dan menulis sebagaimana lazimnya skripsi pengkajian. Kemudian dilanjutkan penelitian Pengembangan Model Penyelenggaraan Tugas Akhir Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS-UNJ . Penelitian kedua berupa pengembangkan model penulisan skripsi dengan memperluas lingkupnya menjadi standar isi, prosedur penyelenggaraan, dan penilaian yang relatif Rancangan model divalidasi tiga pakar masing-masing dari seni rupa murni, desain, dan kriya. Setelah direvisi berdasarkan hasil validasi, model ini diuji-cobakan pada partisipan tiga mahasiswa peserta Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa, masing-masing peminat seni rupa murni, desain, dan kriya. Sampai tahap seminar model ini dapat dinyatakan berhasil. Pendahuluan Pedoman tugas akhir karya seni rupa Prodi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) yang berlaku selama ini lebih menekankan kemampuan berkarya seni. Kemampuan penalaran ilmiah kurang diperhatikan. Nama dokumennya pun Laporan Penciptaan Karya Seni Rupa, sehingga menimbulkan pengertian tidak setara dengan Skripsi. Mahasiswa dalam menempuh tugas akhir jenjang S-1 selama ini dapat memilih satu dari dua jalur peminatan, yaitu: skripsi pengkajian, atau tugas akhir penciptaan karya seni rupa. Ruang lingkup jalur pertama meliputi pengkajian berbagai aspek pendidikan seni rupa, dan praktik seni rupa dalam perspektif pendidikan. Produknya berbentuk tulisan ilmiah atau skripsi. Adapun ruang lingkup jalur kedua mencakup kajian aspek konseptual, visual, operasional dan penciptaan karya seni rupa, desain, atau kriya. Hasil akhirnya berupa laporan penciptaan dan karya seni rupa. Baru dalam tiga tahun terakhir nama dokumen laporan penciptaan diganti skripsi, walaupun pedoman penulisannya belum disesuaikan. Objek kajian dalam penelitian ini dikhususkan pada jalur kedua. Penelitian untuk meningkatkan kualitas lulusan ini dilatari oleh tuntutan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 18 Ayat . menyebutkan bahwa Program Sarjana merupakan pendidikan akademik yang diperuntukkan bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui penalaran ilmiah. dan Pasal 18 Ayat . Program sarjana sebagaimana dimaksud pada ayat . menyiapkan mahasiswa menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya, mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja, serta mampu mengembangkan diri menjadi profesional. Ayat ini menegaskan hakikat lulusan tingkat sarjana yaitu penguasaan dan pengamalan cabang ilmu tertentu berdasarkan penalaran ilmiah, sehingga menjadi intelektual/ilmuwan. Ayat ini juga Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta 191 | I. Moerdisuroso. Kherid, & Mudjiati memastikan lulusan Prodi Pendidikan Seni Rupa, sungguhpun memilih jalur skripsi penciptaan, yang kapasitasnya identik dengan desainer atau produsen seni, tetap harus memiliki kapasitas sebagai Kapasitas ini ditandai dengan kemampuan melaksanakan penelitaian dan menyusun laporan tertulis berdasarkan sistem penulisan ilmiah. Latar lainnya ialah Pedoman Akademik UNJ halaman 30-32 tentang Tugas Akhir Penyelesaian Studi Program Sarjana, yang menyatakan bahwa mahasiswa dapat memilih salah satu dari dua jalur, yaitu jalur skripsi atau jalur makalah. Untuk Program Studi tertentu, mahasiswa dapat menulis penelitian dalam bentuk karya desain atau produk seni atau karya inovatif dengan persyaratan dan ketentuan sesuai dengan jalur skripsi (Luddin. Muchlis, dkk. , 2. Dengan kata lain sistematika dalam penulisan skripsi berperan sebagai acuan. Sebagaimana lazimnya dalam tradisi penulisan ilmiah, termasuk dalam skripsi, sistematikanya sedemikian rupa sehingga menjangkau tingkat penalaran tinggi. Sistematika tersebut umumnya dituangkan dalam suatu buku pedoman. Aturan pelaksanaan skripsi didasarkan pada Pedoman Ketentuan Penyelesaian Studi FBS-UNJ 2019 (Gugus Penjaminan Mutu FBS UNJ, 2. dan Pedoman Tugas Akhir Penciptaan Karya Seni Rupa Jurusan Seni Rupa FBS-UNJ 2011 (Wardhani. Cut Kamaril, dkk. , 2. dengan revisi minor pada Pedoman Fakultas berisi aturan-aturan umum penulisan skripsi dan standar serta prosedur penyelesaian tugas akhir. Adapun Pedoman Prodi lebih spesifik mengatur tata cara penyelesaian tugas akhir sesuai karakteristik keilmuan prodi. Pedoman Prodi menekankan aspek penciptaan karya seni rupa, dan kurang memberi ruang bagi penalaran ilmiah. Kelemahan ini telah dibahas dalam penelitian Model Penulisan Ilmiah Skripsi Penciptaan Karya Inovatif Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS-UNJ (Moerdisuroso dan Kherid, 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan Riset dan Pengembangan, dengan metode gabungan kualitatif-kuantitatif, dan tiga partisipan mahasiswa penciptaan seni rupa murni, desain, serta kriya. Kesimpulannya ketiga partisipan mampu melaksanakan penelitian penciptaan dan menulis sesuai proses penalaran ilmiah sebagaimana lazimnya dalam skripsi pengkajian. Berdasarkan kesimpulan ini telah dilaksanakan penelitian lanjutan berjudul Pengembangan Model Pedoman Penyelenggaraan Tugas Akhir Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS UNJ (Moerdisuroso dan Kherid. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan model pedoman memerlukan revisi yang secara umum tidak mengubah konstruksi rancangan. Hasil revisi model tersebut dalam penelitian ini diujicobakan pada tiga mahasiswa peserta mata kuliah Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa, masingmasing peminat seni rupa murni, desain, dan kriya. Pedoman tugas akhir umumnya diterbitkan setiap fakultas dan program studi. Berdasarkan penelitian terdahulu telah dicermati sejumlah pedoman yang diterbitkan program studi seni rupa perguruan tinggi lain, antara lain: ISI Yogyakarta. Universitas Brawijaya. Universitas Petra. ISI Surakarta. Walaupun mencerminkan adanya proses berpikir ilmiah, namun secara umum pedoman tersebut kurang memberi penekanan secara eksplisit pada aspek penalaran tingkat tinggi . igh order thinking Ae HOT). Selain itu juga terdapat kesamaan dalam tahapan tugas akhir kesenirupaan, yang mempersyaratkan kualitas hasil karya seni rupa, dan pamerannya. State of The Art atau kebaruan penelitian ini ialah model penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni rupa dengan penekanan pada aspek high order thinking, dan standarisasi serta penilaian tahapan pelaksanaannya. Penalaran tingkat tinggi dalam hal ini bukan saja merujuk pada pengembangan Taksonomi Bloom, tetapi juga merujuk pada aspek dari liberal arts yang paling menonjol, yang terdiri dari berpikir kritis, analitis, dan kreatif (Haryatmoko, 2. Permasalahan utama penelitian ini ialah apa saja aspek yang harus distandarisasi dalam penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan karya seni rupa yang menyeluruh? Bagaimana struktur pedoman penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan karya seni rupa yang menyeluruh? Bagaimana uji coba model pedoman penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan yang Masalah-masalah tersebut dibatasi dalam lingkup skripsi penciptaan karya seni rupa, dalam arti tidak termasuk skripsi pengkajian. Selain itu dalam masalah penelitian ini dibatasi dalam aspek tahapan, mulai tahap penyusunan proposal, seminar, sampai pada tahap sidang atau ujian akhir, dan kelengkapan dokumen yang diserahkan ke Prodi. Tujuan penelitian ini ialah: . terumuskan aspek-aspek yang harus distandarisasi dalam pedoman penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan yang menyeluruh. terstrukturkan model pedoman penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan yang menyeluruh. terujicobakan model pedoman penyelenggaraan tugas akhir skripsi penciptaan yang menyeluruh. Adapun manfaat penelitian bagi Prodi Pendidikan Seni Rupa untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas akhir yang sudah Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 192 seharusnya dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Selain itu penelitian ini bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesarjanaan lulusan Prodi Seni Rupa jalur skripsi penciptaan karya seni Makalah Christopher Fryling . telah membuka perdebatan tentang penelitian seni dalam pendidikan tinggi. Fryling mengategorikan penelitian seni menjadi tiga: penelitian di dalam seni . esearch into ar. , penelitian melalui seni . esearch through ar. , penelitian untuk seni . esearch for Istilah skripsi penciptaan karya seni rupa dalam penelitian ini, merujuk pada Fryling, dapat dimasukkan dalam research through art. Pada dasarnya kategorisasi research into art, dan research through art sudah jelas, dan lazim dipraktikkan di pendidikan tinggi. Perdebatan muncul terutama karena kategori ketiga dipaksa masuk ke kategori kedua, dan menghasilkan pemahaman yang tumpang tindih. Pendapat di satu sisi, misalnya, pernyataan Julian Klein . : "seni tanpa penelitian sama-sama mengeluarkan fondasi esensialnya seperti halnya sains tanpa penelitian". Di sisi lain, misalnya, pernyataan Rae Earnshaw . tentang jenis penelitian yang hasilnya adalah artefak: "bidang ini kurang mudah untuk dievaluasi dalam hal kemungkinan hasil akademik". Munculnya terminologi yang tumpang tindih, misalnya tentang perbedaan dalam penelitian untuk seni oleh Rubidge . yang dikutip oleh Mateus-Berr . menjadi tiga jenis: practice-based research, practice-led research, dan practice as research. Bagi Rubidge istilah pertama adalah penelitian yang menguji pertanyaanpertanyaan yang telah dirumuskan sebelumnya dan/atau hipotesis yang berasal dari praktik artistik . ypothesis-le. artis adalah peneliti. Istilah kedua ialah penelitian yang menggunakan praktik untuk meneliti praktik itu sendiri. artis menggunakan wawasan dan keterampilan pengalaman Istilah ini tampaknya disamakan dengan yang pertama, sering digunakan sebagai istilah umum untuk penelitian akademik yang memasukkan praktik artistik sebagai 'metodologi Tipologi Penelitian Teikmanis . telah memandu pemahaman berbagai istilah dalam penelitian terkait seni secara lebih jelas. Berdasarkan perdebatan antara penelitian dan praktik seni, ia menyusun tipologi penelitian seni yang terdiri dari enam model: penelitian akademis . cademic researc. , penelitian dipandu praktik . ractice-led researc. , praktik dipandu penelitian . esearch-led practic. , penelitian desain . esign researc. , penelitian berbasis seni . rt-based researc. , dan penelitian artistik . rtistic researc. Model ini dibedakan berdasarkan lima aspek, yaitu: hubungan antara penelitian dan praktik, hubungan subjektif, objek penelitian, jenis pengetahuan yang dihasilkan, dan hasil penelitian. Dengan membandingkan kelima aspek, ada kesamaan antara research-led practice dan design research. Keduanya hanya berbeda dalam bentuk karya seni dan objek desain, sehingga dalam penelitian ini design research diintegrasikan ke dalam research-led Adapun dalam aspek output penelitian, ada tiga model yang memiliki output berupa teks tertulis dan karya seni/desain, yaitu practice-led research, research-led practice, dan artistic research. Karena penelitian ini untuk mahasiswa yang outputnya karya seni/desain dan teks tertulis, maka ketiga model ini selanjutnya digunakan sebagai referensi. Jenis riset Practice-led Researchled practice Artistic Tabel 1. Jenis riset penciptaan karya seni rupa Hubungan Jenis Hubungan antara riset Objek riset dan praktik yang diproduksi Riset yang Praktik yang didasari riset Pembuat Karya seni yang Produksi karya seni dan Karya seni dan Praktik dan riset tidak Pembuat Praktik artistik Karya seni, ide, dan teori Solusi teknik, metode dan teori baru Sumber: diolah dari Teikmanis . Hasil riset Karya seni Karya seni Karya seni 193 | I. Moerdisuroso. Kherid, & Mudjiati Adapun tentang substansi penciptaan seni, dalam model pedoman digunakan istilah konsep penciptaan, yaitu aspek spesifik yang mendasari tahap berpikir dari keseluruhan proses berkarya dan menulis laporan, terdiri dari aspek konseptual, visual, dan operasional. Aspek konseptual berkaitan dengan ide atau gagasan yang diwacanakan dalam karya. Aspek visual berhubungan dengan struktur visual dan komposisi untuk menggambarkan ide. Aspek operasional merupakan pengolahan media dan teknik untuk mewujudkan karya seni. Ketiga aspek ini diadaptasi dari Maurice Barrett . tentang aspek-aspek yang dievaluasi dalam pendidikan seni rupa, mencakup aspek concept . de, impulse, feelin. , operation . edia, material, tekni. , dan syntesis . ersepsi bentuk visua. Metode Pendekatan penelitian ini ialah Riset dan Pengembangan (Research and Development. R and D). Karakteristik pendekatan R & D bertujuan menghasilkan suatu produk, dalam hal ini berupa model pedoman skripsi penciptaan karya seni rupa. Prosedurnya meliputi tahap penyusunan rancangan model, validasi, ujicoba, revisi. Dua tahap terakhir dapat diulang sesuai kebutuhan sebelum tahap akhir yaitu implementasi (Sugiyono, 2. Rancangan model dan validasi telah dilakukan pada penelitian terdahulu. Selanjutnya dalam penelitian ini model diuji-cobakan pada tiga partisipan peserta mata kuliah Perencanaan Skripsi Penciptaan. Ketiganya mahasiswa angkatan 2017, masingmasing merupakan peminat bidang seni rupa murni, desain, dan kriya dengan judul skripsi sebagai Partisipan Tabel 2. Daftar judul skripsi partisipan Bidang Judul Seni Rupa Murni Refleksi Despair dalam Seni Instalasi Desain Visualisasi Kegiatan Berkebun dalam Ilustrasi Digital pada Sweatshirt Kriya Motif Renda Prancis pada Cermin Hias melalui Pemanfaatan Serat Jute dengan Zat Pewarna Alam sebagai Ecofriendly Craft Data utama penelitian uji coba model ini pendapat partisipan. Penggalian pendapat partisipan dilakukan melalui wawancara dengan daftar pertanyaan sebagai berikut. Tabel. 3 Daftar pertanyaan Penyusunan praproposal sebagai syarat pendaftaran Perencanaan Skripsi Penetapan pembimbing Prosedur bimbingan penulisan Pengumpulan data magang. Ceritakan pengalaman magang dan kaitannya dengan jenis data magang Pengolahan data magang Pendaftaran seminar, proses mempersiapkan dokumen seminar sampai bisa mendaftar Pelaksanaan seminar Revisi dan Penyerahan Naskah Proposal Data uji coba model selain pendapat partisipan juga berupa peristiwa pelaksanaan seminar oleh Data diperoleh melalui observasi selama proses seminar yang telah dilaksanakan salah satu partisipan. Ketentuan pelaksanaan seminar ditekankan pada susunan acara dan durasi setiap Susunan acara seminar ditampilkan pada bagian hasil penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data utama berupa pendapat tiga partisipan dikumpulkan melalui wawancara, dan data observasi pelaksanaan seminar dari satu partisipan yang telah melaksanakan seminar. Data disajikan dalam bentuk tabel, yang dalam artikel ini disertakan sebagian sebagai berikut. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. No. Aspek Penyusunan Perencanaan Skripsi Penetapan Prosedur Pengumpula n data Tabel 4. Pendapatan Partisipan Partisipan 1 Partisipan 2 Partisipan 3 Sangat terbantu Penyusunan praproposal Tidak bermasalah karena pemahaman kerangka tidak bermasalah karena kerangkanya lebih simple penulisannya dari pemahaman kerangkanya dari pedoman lalu. Hanya materi kuliah dibantu pembimbing. awalnya saja bingung. Pengantar Penelitian. Model research-led, stelah dijelaskan dan konsultasi practice-led awalnya pembimbing jadi lebih langsung dengan bingung, namun akhirnya Penulisannya pembimbing/peneliti. dapat memahaminya. terhambat karena ikut Penulisannya kampus mengajar terhambat karena sambil bekerja Mudah sekali Mendapatkan pembimbing Mencari dosen prosesnya karena seni fashion-ilustrasi tidak terlalu pembimbing kriya sulit bermasalah, walaupun sekali, karena dosennya sedikit, dan awalnya ada penolakan usulannya langsung calon pembimbing karena mengutamakan kakak merasa sudah terlalu kelas dulu, sampai stres. Mahasiswa bisa milih banyak yg dibimbing. Dospem yang mengajar dosen pembimbing Seharusnya dospem studio tidak bersedia yang tepat bersedia membimbing membimbing karena mau semua mhs yang aktif. Mendapat karakteristik topiknya. bukan berdasarkan dospem lain yang Harus cepat mendapat angkatan. menguasai makram. dospem agar tidak Kalau dospem ditunjuk Lebih baik dosen dipilih dipilih mahasiswa lain. Prodi bisa lebih mudah mahasiwa, walaupun Kalau lambat milihnya yang didapat tidak sesuai harus menerima rencana, setidaknya dosen yang tersisa. sudah berusaha Lebih baik dospem dipilih mahasiswa, bukan ditunjuk prodi Selama ini langsung Proses bimbingan Bimbingan selama ini bimbingan isi tulisan penulisan sangat lancar masih ke dospem 1. dengan dospem 2, karena dospem 2 Bimbingan materi tidak sehingga belum memahami kerangka ada masalah. merasakan ada penulisannya, sehingga Untuk penulisan yang koreksi kerangka tidak ada masalah. membingungkan bagian Kerangka penulisan tidak metode, tetapi sudah Agak shock karena ada dampak bagi dospem mulai memahami stelah formatnya berubah bertanya kakak tingkat jadi alfabetis, bukan Di bagian metode agak bab seperti lama memahaminya. Metode lebih nyambung dari pada pedoman lama. Kerangka penulisan tidak menyebabkan proses studi lebih lama. Narasumber seniman Magang on-line 4x. Mencari Magang sekitar 14x, ilustrator susah, mencari di luring di Bogor. Informasi manager galeri, instagram. DM2 semua dari kakak tingkat. pemenang kompetisi yang ada, hanya 1 yang Narasumber senang UOB. Salihara, merespon, dan bersedia sekali ada yg magang. residensi Taiwan. jadi narasumber on-line. Belajar teknik makram Masukan narasumber Secara khusus belajar dengan bahan alam. sangat berbobot. ilustrasi di atas fashion yang Narasumbernya juga Wacananya sejalan, harus lebih nyata, tapi tidak memakai bahan alam. tentang memori masa boleh detail. Narasumbernya otodidak. Narasumber tinggal di lulusan SMA. Bandung, sebelumnya New mengembangkan | 194 195 | I. Moerdisuroso. Kherid, & Mudjiati No. Aspek Partisipan 1 Magang sangat penting, memberi banyak pengalaman Model penelitian seni artistic research Pengolahan data magang Tidak ada masalah, dapat mengikuti Partisipan 2 York. Alamat asli tidak Data konsep penciptaan narasumber bisa didapat dengan jelas. Model rearch-led Partisipan 3 ketrampilan masyarakat di sekitar tempat Penekanan bimbingan narasumber dalam aspek Data konsep penciptaan bisa didapat dengan jelas Model research-led Kesulitan mengubah teknik Kesulitan dlm gambar agar simpel dan menyimpulkan hasil Penuangan data ke dalam tulisan tidak mengalami kesulitan yang berarti Pengamatan Proses Seminar Partisipan yang telah mencapai tahap seminar ialah Lulu Kamilah. Seminar dilaksanakan secara daring pada Kamis 15 Juli 2021 pukul 09. 00 - 10. Sebelum pelaksanaan seminar mahasiswa presenter wajib menginformasikannya kepada mahasiswa lain dalam bentuk poster rancangan sendiri sebagai berikut. Gambar 1. Poster Seminar Hasil pengamatan proses seminar disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5. Susunan Acara Seminar No. Susunan Acara Pengantar oleh koordinator seminar Pembukaan oleh Presentasi oleh penyaji Hasil Pengamatan Pengantar disampaikan oleh koordinator seminar selama 5 Pesan utamanya presenter merupakan mahasiswa pertama dari Angkatan 2017 yang berhasil maju seminar. Mahasiswa yang berperan sebagai moderator ialah Sheba Emanuel. Moderator menjelaskan susunan acara dan peraturan dalam mengikuti seminar. Pembukaan berlangsung selama 6 Partisipan memutar video rekaman presentasi durasi 20 menit. Dosen penguji dan pembimbing selesai mencermati video dalam 15 menit. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. No. Susunan Acara Laporan bimbingan oleh dosen pembimbing I dan Sesi tanya jawab I oleh mahasiswa audiens Sesi tanya jawab II oleh dosen penguji I Sesi tanya jawab i oleh dosen penguji II Rapat penentuan kelulusan dan berita acara seminar Pengumuman hasil seminar oleh koordinator | 196 Hasil Pengamatan Pembimbing I menyampaikan laporan bimbingan selama 5 Dilaporkan bahwa bimbingan karya berjalan sangat baik karena partisipan proaktif dan antusias dalam menjalankan Pembimbing II Mudjiati melaporkan bimbingan penulisan berjalan lancar sesuai model kerangka penulisan. Laporan Pembimbing II berlangsung selama 4 menit. Sesi ini diisi tiga pertanyaan audiens. Pertanyaan pertama tentang hambatan dalam melaksanakan eksplorasi dan pertanyaan kedua tentang alasan memilih judul dan pertanyaan ketiga tentang kelanjutan berkarya setelah selesai skripsi. Partisipan menjawab ketiga pertanyaan secara umum. Sesi ini berlangsung selama 15 menit. Dosen Penguji I mengembangkan pertanyaan terkait aspek karya, dan partisipan menjawab sesuai pengalaman Sesi ini berlangsung selama 25 menit. Sebagian waktu tersita oleh partisipan dalam menjawab pertanyaan. Dosen Penguji II menyampaikan pertanyaan terkait penulisan, dan partisipan menjawab sesuai model kerangka penulisan Sesi ini berlangsung selama 27 menit. Rapat berlangsung secara tertutup, dilaksanakan oleh kedua dosen pembimbing, kedua dosen penguji, dan administrator Prodi. Rekomendasi perbaikan terfokus pada revisi tata cara penulisan ilmiah. Disepakati partisipan mendapat nilai A. Rapat berlangsung selama 8 menit Administrator Prodi membacakan berita acara hasil seminar selama 3 menit. Seluruh proses seminar berlangsung selama 96 menit. Pembahasan Data hasil penelitian berupa pendapat partisipan dan pengamatan proses seminar dibahas agar diperoleh status hasil uji coba. Pembahasan pendapat partisipan menghasilkan status uji coba sebagai berikut. Perihal penyusunan praproposal sebagai syarat pendaftaran Perencanaan Skripsi, partisipan 1, 2 dan 3 berturut-turut menyatakan pendapat sebagai berikut . c,d,. "Sangat terbantu pemahaman kerangka penulisannya dari materi kuliah Pengantar Penelitian, dan konsultasi langsung dengan pembimbing/ peneliti. "Penyusunan praproposal tidak bermasalah karena pemahaman kerangkanya dibantu Model penelitian seni . esearch-led, practice-le. awalnya bingung, namun akhirnya dapat memahaminya. "Tidak bermasalah karena kerangkanya lebih simple dari pedoman lalu. Hanya awalnya saja bingung, stelah dijelaskan pembimbing jadi lebih paham. Pendapat ketiga partisipan menunjukkan proses penyusunan praproposal berdasarkan model kerangka penulisan tidak mengalami kendala signifikan. Dengan demikian uji coba model kerangka penulisan praproposal dapat dinyatakan berhasil. Untuk penetapan pembimbing, dalam model prosedur penentuan pembimbing dipilih Mengenai hal ini ketiga partisipan berbeda pendapat. Dua partisipan mengharapkan dosen pembimbing dipilih mahasiswa. Adapun satu partisipan lebih cocok dosen pembimbing ditetapkan Prodi seperti tercakup dalam pernyataan berikut . "Mendapatkan pembimbing fashion-ilustrasi tidak terlalu bermasalah, walaupun awalnya ada penolakan calon pembimbing karena merasa sudah terlalu banyak yang dibimbing. Seharusnya dospem bersedia membimbing semua mahasiswa yang aktif, bukan berdasarkan angkatan. Kalau dospem ditunjuk Prodi bisa lebih mudah. 197 | I. Moerdisuroso. Kherid, & Mudjiati Berdasarkan perbedaan pendapat ketiga partisipan tersebut terlihat kecenderungan penetapan pembimbing dipilih mahasiswa. Adapun dalam pelaksanaannya pilihan mahasiswa tidak bersifat Koordinator memiliki wewenang mengubah pilihan mahasiswa berdasarkan berbagai Untuk itu uji coba prosedur penentuan pembimbing dapat dinyatakan berhasil. Tentang prosedur bimbingan penulisan, ketiga partisipan berpendapat relatif sama, yaitu prosedur dan proses bimbingan dapat terlaksana dengan baik. Dua partisipan merasakan sedikit terkendala pada bagian metode penciptaan yang memerlukan waktu untuk memahaminya, seperti terbaca dalam salah satu pendapat partisipan berikut . : "Proses bimbingan penulisan sangat lancar karena dospem 2 memahami kerangka penulisannya, sehingga tidak ada masalah. bagian metode agak lama memahaminya. Metode lebih nyambung dari pada pedoman lama. Berdasarkan pendapat tersebut uji coba prosedur bimbingan dapat dinyatakan berhasil dengan catatan kerangka penulisan bagian metode direvisi agar lebih komunikatif. Mengenai pengumpulan data magang, ketiga partisipan berpendapat mampu menjalani sesuai petunjuk dalam model kerangka proposal. Ketiga partisipan mampu mengumpulkan, menyeleksi, dan mengolah data magang yang terdiri dari data pendapat narasumber, data pengamatan karya, dan catatan kegiatan eksplorasi . Untuk itu uji coba pengumpulan data magang dapat dinyatakan berhasil. Tentang pendaftaran seminar, yaitu proses mempersiapkan semua dokumen seminar sebagai syarat mendaftar, dan tenggat waktunya. Mengenai hal ini partisipan berpendapat dapat memenuhi semua persyaratan seminar walaupun jumlah berkasnya beraneka ragam. Pengaturan waktu persiapan yang baik dapat mengatasi beban dalam memenuhi seluruh berkas persyaratan seminar. Menurutnya semua berkas yang dipersyaratkan sangat berguna dalam seminar. Adapun kendalanya dituturkan partisipan sebagai berikut . : "kendalanya dalam mendapatkan penguji. Dosen penguji mencari sendiri memakan waktu dan menyulitkan, karena kebanyakan dosen menolak. Sebaiknya penguji ditunjuk prodi. " Dua partisipan lain belum sampai pada tahap seminar. Satu partisipan mengaku terkendala waktu karena harus menyelesaikan proyek komersil, dan lainnya terkendala karena mengikuti kegiatan Kampus Mengajar. Uji coba model tentang persyaratan seminar dari satu partisipan dapat dinyatakan berhasil. Perihal pelaksanaan seminar, partisipan yang telah melaksanakannya berpendapat sudah sesuai Menurut partisipan, dalam pelaksanaan seminar harus menguasai penulisan dan karya, dan berkonsultasi ke pembimbing dengan baik. Harus siap dengan pertanyaan yang tidak ada di Mengenai susunan acara seminar, waktu tanya jawab terlalu singkat, karena butuh waktu untuk berpikir . Pendapat partisipan tersebut memberi perhatian khusus pada perlunya tambahan waktu dalam sesi tanya jawab dengan Penguji I dan II. Hal ini menjadi bahan evaluasi. Selebihnya uji coba pelaksanaan seminar dapat dinyatakan berhasil. Adapun tentang rekomendasi dan tenggat waktu penyerahan revisi proposal sesuai hasil seminar, partisipan berpendapat rekomendasi perbaikan dapat diatasi. Selain itu menurut partisipan cukup waktu untuk memperbaiki dan menyerahkan revisi proposal selama sekitar dua Dengan demikian uji coba rekomendasi dan tenggat waktu penyerahan revisi proposal hasil seminar dapat dinyatakan berhasil. Data pengamatan proses peristiwa seminar sebagaimana dinyatakan dalam Tabel 5 menunjukkan secara umum setiap mata acara dapat berjalan sesuai model. Terjadi ketidaksesuaian durasi pada sesi tanya-jawab dengan Penguji I dan II. Durasi waktu untuk dua sesi tersebut berjalan lebih lama 10 menit dari waktu yang dialokasikan. Menurut partisipan, dalam tanya-jawab mahasiswa memerlukan waktu untuk memikirkan jawabannya. Alokasi waktu 20 menit untuk setiap sesi menurut partisipan kurang lama. Mengenai alokasi waktu tanya-jawab menjadi bahan evaluasi. Namun secara umum pengataman peristiwa pelaksanaan seminar dapat dinyatakan lancar dan berhasil. Penelitian ini mengujicobakan model penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni rupa yang terdiri dari rangkaian kegiatan dan standar penulisan proposal, bimbingan, pengumpulan data, pelaksanaan seminar, penulisan laporan, pameran, sidang, sampai dengan penyerahan berkas kelulusan, dan prosedur pelaksanaannya. Setelah tahap uji coba dinyatakan berhasil, model ini dievaluasi dan diusulkan sebagai masukan untuk merevisi pedoman tugas akhir penciptaan karya seni rupa. Bagian hasil temuan penelitian menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Auapa yang terjadi?Ay dan Auapa yang ditemukan?Ay Tidak ada interpretasi hasil, hanya menyatakan fakta. Gunakan data visual, misalnya tabel dan grafik untuk merangkum hasil dan membuatnya mudah dimengerti. Namun, jika data visual digunakan, harus merujuk dalam teks. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 198 Bagian diskusi . adalah menginterpretasikan hasil penelitian. Di sinilah temuan dijalin bersama, dan masalah/tema utama diidentifikasi dan didiskusikan. Bagian diskusi ini bertujuan untuk: . menyatakan/mengidentifikasi temuan/tema utama penelitian. menafsirkan sekaligus menghubungkan hasil penelitian untuk menunjukkan apa yang dimaksud dari hasil penelitian . menghubungkan hasil penelitian kita dengan penelitian lain. Identifikasi tema utama dalam hasil penelitian akan membantu menyusun diskusi . Simpulan Aspek yang distandarisasi dalam penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni rupa terdiri dari: . kerangka penulisan proposal dan laporan penelitian/skripsi, . prosedur bimbingan, . prosedur magang, . pelaksanaan seminar, . proses penciptaan, . proses penulisan skripsi, . pameran, . sidang/ujian skripsi. Sementara itu, model pedoman penyelenggaraan skripsi penciptaan yang menyeluruh merupakan tahapan dan rincian aspek skripsi penciptaan, yaitu tahap perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian, pameran, sidang, dan kelengkapan kelulusan. Tahap perencanaan terdiri dari: penulisan proposal penelitian, bimbingan, magang dan eksplorasi, studi pendahuluan, pelaksanaan seminar, dan penilaian. Tahap pelaksanaan penelitian dan penciptaan karya mencakup: pencatatan data proses penciptaan, bimbingan proses penciptaan, bimbingan proses penulisan skripsi dengan penekanan pada pelaporan hasil dan pembahasan. Tahap pameran meliputi kuratorial, penataan, acara pendukung, publikasi, dan manajemen. Tahap sidang terdiri dari materi presentasi, penguasaan materi, kemampuan berkomunikasi, dan penilaian. Tahap kelengkapan mencakup: karya pertinggal beserta kemasan dan posternya, sertifikat HAKI, dan skripsi dalam format artikel ilmiah. Model pedoman penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni rupa telah diujicobakan oleh tiga mahasiswa partisipan yang mewakili peminatan seni rupa murni, desain, dan kriya. Ketiga partisipan berpendapat seluruh standar dan prosedur pelaksanaan seminar sebagaimana ditetapkan dalam model dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan tidak ditemukan hambatan yang berarti. Ketiga partisipan mengakui kualitas topik yang diwacanakan lebih mendalam, pengumpulan data lebih sederhana dan terarah, serta pengalaman magang lebih efisien dan mendalam. Oleh karena itu, uji coba model penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni rupa sampai tahap seminar dapat dinyatakan berhasil. Bagi peneliti, hasil penelitian berupa uji coba model ini dapat dilanjutkan ke tahap penyusunan rancangan pedoman skripsi penciptaan karya seni rupa sebagai bahan untuk merevisi pedoman yang telah ada. Sementara itu, bagi Prodi Pendidikan Seni Rupa dapat menggunakan model penyelenggaraan skripsi penciptaan karya seni seni rupa sebagai rujukan utama untuk merevisi pedoman skripsi penciptaan karya seni rupa sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas skripsi Kemudian, bagi mahasiswa peminat jalur skripsi, penciptaan karya seni rupa dapat memedomani hasil penelitian ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengalaman estetik dan artistik, meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, serta mengomunikasikannya secara lisan maupun Daftar Rujukan Aderson. Lorin W. David R. Krathwohl, peter W. Airasian. Kathleen A. Cruikshank. Richard E. Mayer. Paul R. Pintrich. James Raths. Merlin C. Wittrock . A Taxonomy for Learning. Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Abridge Edition. United States: Addisson Wesley Longman. Borgdorff. A brief survey of current debates on the concepts and practices of research in the arts. In M. & S. van Ruiten (Eds. ) Handbook for artistic research education. SHARE. StepChange for Higher Arts Research and Education. Amsterdam: Elia. Diunduh dari http://w. eu/resources/share-handbook Earnshaw. Research and development in art, design, and creativity. UK: Springer Fryling. Research in art and design. Royal Collage of Art Research Paper, 1. Diunduh dari http://researchonline. uk/384/3/frayling_research_in_art_and_design_1993. Gugus Penjaminan Mutu (GPjM) FBS-UNJ. Pedoman Ketentuan Penyelesaian Tugas Akhir. Jakarta: Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Haryatmoko. Jalan baru kepemimpinan dan pendidikan: Jawaban atas tantangan disrupsiinovatif. Jakarta: Gramedia. 199 | I. Moerdisuroso. Kherid, & Mudjiati Klein. What is artistic research? Journal for Artistic Research. doi:10. 22501/jarnet. Luddin. , dkk. Pedoman Akademik 2015/206 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. Mateus-Berr. Ruth. AoHabitsAo within Arts-and Design- Based ResearchAo. In Mick Wilson and Schelte van Ruiten . ) Handbook for Artistic Research Education. SHARE. Step-Change for Higher Arts Research and Education. Amsterdam: Elia. ISBN 978-90-810357-0-5. Diunduh dari http://w. eu/resources/share-handbook Merriem Webster Dictionary. Accesed from https://w. merriam-webster. com/dictionary/research Moerdisuroso. Indro. Zaitun Y. Kherid. Model Penulisan Ilmiah Skripsi Penciptaan Karya Inovatif Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS-UNJ. Laporan Penelitian. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. _________ . Thesis Writing Model of Art Practice. IJCAS. International Journal of Creative and Arts Studies. Vol. 7 No. June 2020 pp. DOI: https://doi. org/10. 24821/ijcas. _________ . Pengembangan Model Penyelenggaraan Tugas Akhir Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa FBS UNJ. Laporan Penelitian. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Oxford English Dictionary. Diakses dari https://w. com/en/definition/research Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D. Cetakan ke-8. Bandung: Alfabeta. The Organisation for Economic Cooperation Development (OECD) Glossary of Statistical Terms. Diakses dari https://stats. org/glossary/search. Teikmanis. Andris. Typology of Research. In Mick Wilson and Schelte van Ruiten . Handbook for Artistic Research Education. SHARE. Step-Change for Higher Arts Research and Education. Amsterdam: Elia. ISBN 978-90-810357-0-5. Diunduh http://w. eu/resources/share-handbook Wardhani. Cut Kamaril, dkk. Pedoman Tugas Akhir Penciptaan Karya Seni Rupa. (Indro M. Purwodo. Ed. ) Jakarta. Indonesia: Jurusan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta.