Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/eshavh73 Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas Ptiq Jakarta Muhsin Salim,1 Wildan Alwi,2 M. Misbah 3 Universita PTIQ Jakarta1,2,3 wildanalwi@ptiq. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Al-QurAoan . ahsin tilawa. khusus dalam QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas PTIQ Jakarta angkatan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu: wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Al-QurAoan: qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy-Syathibiyyah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan mahasiswa Univeristas PTIQ Jakarta khususnya mahasiswa prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan angkatan 2019 tergolong efektif, tercermin dari banyaknya mahasiswa yang dapat menyelesaikan studi di akhir semester, di mana kemampuan membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar ini menjadi salah satu syarat kelulusan di Universitas PTIQ Jakarta sesuai dengan Surat Keputusan Rektor. Demikian itu diuji dengan adanya ujian tahsin yang di mana bacaan yang digunakan adalah sesuai dengan qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asySyathibiyyah. Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta Kata Kunci: efektivitas pembelajaran, qiraAoat, tahsin, tajwid, riwayat Hafsh, thariq asySyathibiyyah Abstract: This study aims to determine the effectiveness of learning the Qur'an . ahsin tilawa. specifically in Qira'at 'Ashim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah to improve students' ability to read the Qur'an. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this study were students of the Islamic Religious Education (PAI) study program. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. PTIQ University. Jakarta, class of 2019. Data collection techniques in this study were: interviews and documentation. The results of the study showed that learning the Qur'an: qira'at 'Ashim sejarah Hafsh thariq asy-Syathibiyyah to improve the ability to read the Qur'an of PTIQ University Jakarta students, especially students of the PAI study program. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, class of 2019, was classified as effective, reflected in the number of students who were able to complete their studies at the end of the semester, where the ability to read the Qur'an properly and correctly is one of the requirements for graduation at PTIQ University. Jakarta, in accordance with the Rector's Decree. This is tested with a tahsin exam in which the reading used is in accordance with the qira'at 'Ashim narrated by Hafsh Tariq asy-Syathibiyyah. Keywords: effectiveness of learning, qira'at, tahsin, tajwid, history of Hafsh, thariq asySyathibiyyah Pendahuluan QiraAoah atau bacaan Al-QurAoan yang benar adalah bacaan yang sesuai dengan qiraAoah Nabi Muhammad Saw. yang kemudian beliau ajarkan kepada para sahabat beliau, para sahabat mengajarakan kepada para tabiAoin, para tabiAoin mengajarkan kepada para tabiAout tabiAoin, begitu seterusnya sampai kepada murid- murid mereka hingga sampailah kepada kita di masa sekarang ini. Inilah yang disebut dengan AuSanadAy, yakni mata rantai keilmuan yang bersambung sampai dengan Nabi Muhammad Saw sehingga ketepatan atau kebenaran cara membaca Al-QurAoan akan senantiasa terjaga sepanjang hidup. Beberapa tahun lalu beredar video seseorang menemukan mushaf Al- QurAoan sesat. Setelah diperiksa lebih lanjut oleh para ahli, ternyata bukanlah mushaf Al-QurAoan sesat . melainkan Mushaf Al-QurAoan yang ditulis berdasarkan qiraAoat Imam NafiAo riwayat Warsy yang penulisannya terdapat perbedaan dengan mushaf Al-QurAoan pada umumnya . iraAoat AoAshim IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Muhsin Salim. Wildan Alwi. Misbah riwayat Hafs. Penulisan Al-QurAoan lebih mengarah kepada ilmu rasm, akan tetapi antara ilmu qiraAoat dengan ilmu rasm adalah dua disiplin ilmu yang saling berkaitan. Al-QurAoan dapat dilihat dalam tiga dimensi: . dimensi pertama, pembacaan kedua, penulisan teks. ketiga, pemahaman teks. Dimensi pembacaan teks, yaitu dimensi pembacaan teks-teks Al-QurAoan, dipelopori oleh para ulama qiraAoat. Merekalah yang paling berjasa dalam menjaga keutuhan teks dari segi cara membacanya. Nabi Muhammad Saw pada prakteknya ketika membaca Al-QurAoan, tidaklah membaca hanya dengan satu cara atau gaya bacaan saja, melainkan dengan beberapa gaya bacaan Al-QurAoan. Perlu diketahui bahwa semua ragam gaya bacaan itu adalah Al-QurAoanul Karim semuanya telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Disiplin ilmu yang mempelajari perbedaan cara membaca antara satu qiraAoah dengan qiraAoah yang lain, baik yang dibaca sama ataupun berbeda oleh para imam qiraAoat ini dikenal dengan ilmu QiraAoat. Muhsin Salim menyatakan bahwa Ilmu QiraAoat adalah suatu pengetahuan yang dengannya orang dapat mengetahui tata cara membaca kata atau kalimat Al-QurAoan, baik yang dibaca dengan cara yang sama maupun yang dibaca berbeda . leh para qurraA. yang disandarkan kepada orang yang menyampaikannya kepada. Berkenaan dengan ragam qiraAoat, terdapat beberapa kategori, antara lain: QiraAoat asSabAo (QiraAoat Tuju. QiraAoat al-AoAsyr (QiraAoat Sepulu. QiraAoat ArbaAo AoAsyar (QiraAoat Empat Bela. QiraAoat as-SabAo termasuk ke dalam qiraAoat mutawatir. QiraAoat al-AoAsyr termasuk ke dalam qiraAoat masyhur, dan QiraAoat ArbaAo AoAsyar termasuk kedalam qiraAoat Perlu diketahui bahwa di zaman Nabi, belum ada pengklasifikasian ragam bacaan sebagaimana disebutkan di atas. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa Nabi membaca dengan qiraAoat A atau qiraAoat B. sekali lagi karena pada waktu, di zaman Nabi belum ada pengklasifikasian qiraAoat sebagaimana yang kita kenal sekarang ini. Ahmad bin Musa bin Al-AoAbbas bin Mujahid at-Tamimi al- Baghdadi yang lebih dikenal dengan Imam Ibnu Mujahid. Beliaulah yang mengumpulkan qiraAoat berdasarkan tujuh imam yang ditulis dalam AuAs-SabAoah fil QiraAoatAy. Beliau dilahirkan pada tahun 245 H di daerah Suq alAoAthasy. Baghdad, dan wafat pada bulan SyaAoban 324 H. Ahsin Sakho Muhammad. Membumikan Ulumul QurAoan, h. Muhsin Salim. Ilmu QiraAoat Tujuh, (Jakarta: Yayasan Tadris Al-QurAoan Jakarta, 2. , h. 172 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta Dalam membaca Al-QurAoan, ada empat hal yang harus menjadi grand perhatian dan dipahami dengan baik oleh para pembaca Al-QurAoan agar dapat memberikan hak-hak AlQurAoan. Empat hal tersebut adalah qiraAoat, riwayat, thariq, dan wajh. Masyarakat Indonesia dan sebagian besar negeri Islam membaca Al-QurAoan dengan bacaan qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy- Syathibiyyah. Sedikit sekali negara-negara yang saat ini membaca AlQurAoan dengan qiraAoat selain itu. QiraAoat NafiAo riwayat Qalun masih diterapkan di Tunisia. QiraAoat NafiAo riwayat Warsy masih diterapkan di Maroko, dan lain-lain. Dalam setiap qiraAoat, riwayat, khususnya thariq ada aturan-aturan atau kaidah-kaidah tertentu yang harus diterapakan dalam membaca agar bacaan menjadi benar, agar tehindar dari Autarkib ath-thuruqiAy, yakni tumpang tindih thariq. Artinya mencampur antara satu thariq dengan thariq yang lain, di mana para ulama mengatakan hal ini merupakan cara baca yang aib, makruh bahkan dalam kitab-kitab qiraAoat disebutkan haram. PTIQ Jakarta adalah salah satu di antara sedikitnya institusi pendidikan yang mengajarkan ilmu qiraAoat. Karena institusi pendidikan yang mengajar ilmu qiraAoat masih sangat terbatas, maka pastinya perkembangan ilmu ini pun belum seluas ilmu lainn, seperti tafsir, fiqih, dan lain-lain. Berangkat dari hal itu, peneliti merasa perlu untuk meneliti tentang efektifitas pembelajaran Al-QurAoan di Universitas PTIQ Jakarta, di mana kampus ini sebagai salah satu di antara sedikitnya institusi yang mengkaji ilmu ini dengan judul AuEfektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq AsySyathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ JakartaAy. Metode Penelitian Penelitian ini adalah termasuk ke dalam penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantifikasi lainnya. bisa diterapkan untuk meneliti Penelitian kualitatif laku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial, atau hubungan kekerabatan. Creswell seperti dikutip Eko Murdiyanto mendefinisikan pendekatan kualitatif yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial. Adapun tempat yang dijadikan objek untuk penelitian ini adalah Abdur Rokhim Hasan. Kaidah Tahsin Tilawah Al-QurAoan, (Jakarta: Yayasan Bina Ummah QurAoaniyah: 2. , h. Eko Murdiyanto. Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: UPNYK Press, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Muhsin Salim. Wildan Alwi. Misbah Hasil Penelitian dan Pembahasan Pembelajaran Al-QurAoan Al-QurAoan adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada kekasih Allah, yakni Rasulullah Saw yang sekaligus menjadi mukjizat terbesar bagi beliau. Jika nabi atau rasul yang lainnya kehebatan mukjizatnya hanya bisa dirasakan atau disaksikan pada masanya saja, maka berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad berupa Al-QurAoan ini, ia kekal, tidak berlaku hanya pada zaman ketika Nabi Muhammad masih hidup saja, namun sampai sekarang pada zaman kita ini. Al-QurAoan masih kita AurasakanAy. 5 Pada awalnya. Al-QurAoan sebenarnya hanya diturunkan dengan satu dialek saja, yakni dialek Quraisy yang merupakan dialek bagi orang- orang Makkah tempat bermulanya risalah dakwah Nabi dan Al-QurAoan Namun Rasul memiliki keyakinan bahwa pada masanya nanti Islam ini akan berkembang luas, tidak hanya kepada orang Quriasy saja, karena di bangsa Arab ada begitu banyak suku, dialek mereka satu sama lain pun berbeda-beda, maka hal inilah yang kemudian melatarbelakangi adanya fenomena imalah, takhfif hamzah, idgham dan lainnya dalam membaca Al-QurAoan. Inilah yang menjadi bagian pembahasan dari Ilmu QiraAoat. Tajwid dan yang serumpun dengannya. Di Universitas PTIQ Jakarta, pembelajaran Al-QurAoan dalam hal ini ilmu QiraAoat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Ilmu QiraAoat Tujuh untuk mahasiswa S-1 semua jurusan dan Ilmu QiraAoat Sepuluh untuk mahasiswa Program Pascasarjana S-2 jurusan Magister Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Terkait dengan tahsin Al-QurAoan, semua mahasiswa wajib mengikuti pembinaan dan ujian tahsin, baik dari jenjang S-1 sampai jenjang S-3. Lulus ujian tahsin ini menjadi syarat bagi mahasiswa untuk bisa mengikuti ujian sidang, baik penelitian, tesis atau Materi Tahsin (Tajwi. yang dipelajari di Universitas PTIQ Jakarta adalah merupakan bagian dari ilmu QiraAoat. Jika di mata kuliah ilmu QiraAoat yang dipelajari adalah QiraAoat Tujuh dan QiraAoat Sepuluh, maka program Tahsin yang dijalankan atas pengaturan LTTQ tersebut adalah satu di antara sekian qiraAoat itu, yakni qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy-Syathibiyyah. Meski secara nama program hanya program tahsin saja, namun pada Abu Ammar dan Abu Fatiah Al-Adnani. Negeri-Negeri Penghafal Al-QurAoan, (Sukoharjo: Al-Wafi Publishing, 2. , h. Tsaqifa Taqqiya Ulfah, et. AuImplementasi Metode IqroAo dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoanAy, (Yogyakarta: Jurnal TaAodibuna Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 174 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta hakikatnya isi materi yang dipelajari dalam program tahsin itu adalah sesuai dengan riwayat bacaan tersebut. Berkaitan dengan efektif atau tidaknya suatu pembelajaran, maka tidak akan terlepas bahkan tidak boleh terlepas dari perbincangan unsur utama pembelajaran, yakni pengajar dan Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mencaritahu tingkat keefektifan pembelajaran Al-QurAoan di Universitas PTIQ Jakarta, yakni sebuah perguruan tinggi yang secara khusus mempunyai misi menelurkan sarjana yang QurAoani. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada para mahasiswa/i Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan program studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2019, secara umum para mahasiswa memahami dan menyadari bahwa pembelajaran Al-QurAoan terlebih ilmu Tajwid ataupun QiraAoat adalah pelajaran yang sangat penting. Itu didasarkan dengan keyakinan bahwa pada bidang inilah PTIQ mengungguli kampus lain. Itu menjadi icon kampus PTIQ. Selain itu, dapat membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku adalah menjadi keharusan bagi mahasiswa Prodi PAI, karena sebagai mahasiswa yang disiapkan menjadi sang guru, baik di sekolah atau lingkungan masyarakat, terkait bacaan Al-QurAoan pasti akan sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya masyarakat yang masih buta huruf dan yang sudah bisa membacapun belum tentu bisa membaca dengan baik dan benar. Untuk mencaritahu akan hal itu, peneliti mengumpulkan data dengan beberapa cara, di antaranya dengan menganalasis data dari dokumentasi berupa hasil nilai ujian tahsin dan wawancara kepada beberapa dosen dan mahasiswa. Berikut peneliti paparkan hasil dari pengumpulan data tersebut berikut dengan analisisny Pembelajaran Ilmu QiraAoat QiraAoat adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tata cara melafazkan beberapa kosa kata Al-QurAoan dan perbedaan pelafazannya dengan menisbatkan kepada orang orang Menurut Ibnul Jazari Ilmu yang membahas tata cara mengucapkan kata-kata Al- QurAoan dan perbedaannya, dengan menisbahkan bacaan-bacaan tersebut kepada 7 Abdul Fattah al-Qadhi mengemukakan bahawa Qiraat pada dasarnya Ilmu yang membahas cara-cara mengucapkan dan melafazkan kata-kata Al-QurAoan, baik yang Ibnul Jazari. Munjid al-MuqriAoin wa Mursyid ath-Thalibin, . t: t. p, t. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Muhsin Salim. Wildan Alwi. Misbah disepakati . leh ahli qiraAoa. atau yang diperselisihkan, dengan selalu menisbahkan semua bacaan tersebut kepada para perawinya masing-masing. Bacaan yang diajarkan pada pembelajaran ilmu QiraAoat untuk S-1 adalah QiraAoat Imam Tujuh atau QiraAoat as-SabAo. 4 Dimulai dengan mengenal mabadiAo asyarah . epuluh pijakan dasa. dari ilmu QiraAoat itu sendiri, dilanjutkan dengan mengenal nama-nama para imam qiraAoat berikut rawinya, mempelajari kaidah ushuliyyah, serta farsyul huruf. Adapun untuk qiraAoat yang dipelajari pada pembelajaran ilmu Tajwid adalah QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah yang merupakan qiraAoat yang paling masyhur di antara qiraAoah-qiraAoah lainnya di seluruh dunia. Ciri-ciri umum dari ragam bacaan ini adalah mad jaiz munfashil boleh dibaca dengan empat atau lima harakat, tidak boleh dibaca qashr . ua haraka. Setiap dosen yang mengampu mata kuliah ilmu Tajwid dan QiraAoat mengajar dengan diktat berbeda-beda, umumnya menggunakan buku yang disusun oleh dosen bersangkutan masing-masing, seperti Dr. Muhsin Salim mengajar ilmu QiraAoat menggunakan buku yang beliau tulis, yakni dengan judul Ilmu QiraAoat Tujuh. Dr. Abdur Rokhim Hasan mengajar ilmu Tajwid menggunakan buku yang beliau tulis, yakni dengan judul Kaidah Tahsin Tilawah Al-QurAoan Metode Tuntas. Agus Nur Qowim. Pd. mengajar ilmu Tajwid menggunakan buku yang beliau tulis, yakni dengan judul Shafwatut Tajwid, dan dosen beserta diktat yang mereka gunakan lainnya. Efektifitas dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan Dari hasil wawancara kepada para mahasiswa/i Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan program studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2019, secara umum para mahasiswa memahami dan menyadari bahwa pembelajaran Al-QurAoan terlebih ilmu Tajwid ataupun QiraAoat adalah pelajaran yang sangat penting. Itu didasarkan bahwa pada bidang inilah PTIQ mengungguli kampus lain. Sebagian merasa bahwa pembelajaran ilmu Tajwid dan QiraAoat dirasa lumayan dan sebagian lagi merasa sulit, karena memang yang dipelajari tidak hanya tentang praktik bacaan Abdul Fattah al-Qadhi. Al-Budurruz Zahirah, (Makkah: Maktabah Insan bin Malik, 2. , h. Di Universitas PTIQ Jakarta, untuk jenjang S-1, materi ilmu QiraAoat yang dipelajari adalah QiraAoat Tujuh (QiraAoat as-SabA. dalam Thariq Asy-Syathibiyyah. Adapun untuk QiraAoat Sepuluh (QiraAoat al-Asy. dipelajari jenjang pada Program Pasacsarjana S-2 khusus pada program studi Magister Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Sedangkan QiraAoat Empat Belas di PTIQ tidak dipelajari secara khusus dan mendalam, melainkan hanya sebatas pengenalan saj di sela-sela pembelajaran ilmu qiraAoat yang ada 176 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta saja, namun juga pemahaman akan teori-teori yang kompleks. Namun itu tentunya menjadi pendorong untuk terus lebih serius lagi dalam mempelejari disiplin ilmu ini. Dari wawancara tersebut juga peneliti mendapatkan hasil dengan beberapa pertanyaan terkait pemahaman akan qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy-Syathibiyyah bahwa sebagian besar telah mengetahui bahwa riwayat yang umumnya diterapkan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk juga kita di Indonesia, yakni riwayat Hafsh. Namun yang umumnya diketahui adalah qiraAoat dan riwayat saja, belum sampai pada pengetahuan tentang thariq apa yang digunakan. Jika seseorang thariq belum memahami satu thariq dengan pasti, maka ada dugaan bahwa seseorang itu bisa jadi terjatuh pada at-Tarkib. Kemudian terkait dengan mad jaiz munfashil, ini biasanya dijadikan pembeda antara thariq asy-Syathibiyyah dengan thariq lainnya. Thariq asy-Syathibiyyah murni membaca dengan kadar panjang empat harakat, namun boleh juga dengan lima harakat yang disebut min ziyadatin nazhmi atau min ziyadatil qashid, karena cara lima harakat tertera pada rujukan utama kitab Matn Syathibiyyah karya imam Syathibi, yakni kitab an- Nasyr. Dan dari wawancara dilakukan, ditemukan bahwa sebagian sudah memahami hal itu, namun sebagian lainnya belum memahami dengan mengatakan bahwa mad jaiz munfashil boleh dibaca dengan dua harakat dalam thariq ini. Terkait dengan cara membaca huruf Aoain pada pembuka surah Maryam dan asy-Syura, sebagian besar masih belum memahami bahwa khusus Aoain pada dua ayat tersebut boleh dibaca dengan empat harakat dan enam harakat. Namun mereka benar ketika menjawab enam harakat, karena enam harakat adalah cara yang dikedepankan dibanding dengan empat harakat. Masukan untuk pihak kampus terkait dengan pembelajaran Tajwid dan QiraAoat, mahasiswa menyampaikan bahwa PTIQ harus membuat inovasi yang menarik agar bagaimana pembelajaran disiplin ilmu bersangkutan bisa lebih efektif dan Selain itu, mereka merasa jam kuliah untuk dua mata kuliah tersebut masih kurang atau sangatlah terbatas, sehingga diharapkan bisa diperbanyak untuk jam kuliah di dalam Kemudian dari sisi keketatan lebih diperketat lagi. Terakhir, harapannya untuk PTIQ, berharap semoga kedepannya PTIQ terus berjaya dalam menelurkan para sarjana yang ahli QurAoan yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat sosial, maupun yang berkecimpung di dunia sekolah, akademisi, maupun per-MTQan. Upaya Peningkatan Kualitas Al-QurAoan Bacaan Mahasiswa Melihat dari hasil data yang telah dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara s, ditemukan beberapa kendala dalam proses belajar bacaan Al-QurAoan khususnya qiraAoat IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Muhsin Salim. Wildan Alwi. Misbah AoAshim riwayat Hafsh thariq asy-Syathibiyyah, maka solusi yang sekiranya dapat diberikan kepada mahasiswa antara lain adalah: Kepada seluruh mahasiswa perlu diwajibkan untuk menguasai bacaan Al-QurAoan, khususnya qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy- Syathibiyyah, baik secara praktik maupun teori. Mengingat di Universitas PTIQ Jakarta juga mempelajari qiraAoat yang lain (QiraAoat as-SabA. , jika bacaan qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asy- Syathibiyyah saja belum dipahami dengan baik, bisa terkecoh dan rentan akan mengalami kesulitan ketika mempelajari qiraAoat yang lain. Perlu adanya pelatihan tahsin secara intensif bagi mahasiswa yang masih kurang dalam dalam hal bacaan Al-QurAoan. Perlu adanya ruang khusus bagi mahasiswa yang memiliki kelebihan atau penguasaan yang baik serta memiliki minat yang tinggi, guna sebagai upaya pengkaderan bagi mereka yang serius mendalami terkait dengan tajwid ataupun qiraAoat. Perlu diadakan seminar motivasi yang dapat memicu/mendorong semangat mahasiswa agar senantiasa berupaya terus menerus menjadi khadim Al-QurAoan, terutama dengan narasumber oleh para alumni yang telah melanglang-buana dalam dunia keal-QurAoanan, baik itu dalam kajian ilmiah, hafalan Al-QurAoan, penafsiran, atau bahkan event MTQ dan lain Kesimpulan Sejauh ini, pembelajaran Al-QurAoan: qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asySyathibiyyah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan mahasiswa Univeristas PTIQ Jakarta khususnya mahasiswa prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan angkatan 2019 tergolong efektif, tercermin dari banyaknya mahasiswa yang dapat menyelesaikan studi di akhir semester, di mana kemampuan membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar ini menjadi salah satu syarat kelulusan di Universitas PTIQ Jakarta sesuai dengan Surat Keputusan Rektor. Demikian itu diuji dengan adanya ujian tahsin yang di mana bacaan yang digunakan adalah sesuai dengan qiraAoat AoAshim riwayat Hafsh thariq asySyathibiyyah. Saran Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, namun peneliti sangat bersyukur akan hal ini dan namun merasa perlu juga untuk merekomendasikan 178 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Efektivitas Pembelajaran Al-QurAoan: QiraAoat AoAshim Riwayat Hafsh Thariq Asy-Syathibiyyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta beberapa saran yang sekiranya dapat meningkatkan kemampuan bacaan Al-QurAoan mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta berdasarkan dari hasil penelitian ini, antara lain. Agar diadakannya penelitian lebih lanjut terkait ilmu Tajwid dan QiraAoat yang dipelajari di Universitas PTIQ Jakarta, seperti metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan lainnya. Perlunya sosialisasi seperti seminar tentang pentingnya ilmu Tajwid dan QiraAoat ini guna untuk menumbuhkan motivasi dan kesadaran mahasiswa bahwa dengan mempelajari ilmu Tajwid dan QiraAoat merupakan salah satu upaya untuk menjaga orisinilitas Al-QurAoan. Setelah kesadaran dan minat itu terbangun maka perlu adanya terobosan yang inovatif dalam mengajarkan ilmu Tajwid dan QiraAoat agar lebih menarik dan tersampaikan dengan efektif dan efisien. Kiranya perlu dibentuk halaqah-halaqah kecil untuk mahasiswa di luar jam kuliah untuk bisa saling suport antara mahasiswa yang sudah lebih paham dengan mahasiswa yang masih mengejar keterlambatannya. Daftar Pustaka