Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Pengaruh Demografi Peternak terhadap Keikutsertaan Program Asuransi Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Polewali Mandar (The Effect of Farmers Demographics on Participation in the Cattle Business Insurance Programme in Polewali Mandar Distric. Nita Adillah Pratiwi1*. Adli Putra Ermanda1. Abdul Rizal2 Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat Program Studi Agrobisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Musamus *Corresponding author: nita. adillahpratiwi@unsulbar. ABSTRACT The Cattle Business Insurance Program is a promising initiative to enhance farmers' welfare. However, overall participation in this program remains low. Farmer participation is influenced by several internal factors, such as demographic characteristics . ge, education, farming experience, and technology adoptio. This study aims to analyze the effect of farmer demographics on participation in the Cattle Business Insurance Program. Conducted in July 2023 in Polewali Mandar Regency, the study involved a sample of 44 farmers registered as participants of the AUTS program in 2022. The research utilized a quantitative descriptive analysis approach, where collected quantitative data were analyzed descriptively. The results revealed variations in demographic characteristics influencing participation levels. These include gender . % mal. , age . % aged 45 Ae 55 year. , farming experience . % with 16 Ae 18 years of experienc. , education . % with elementary school as the highest leve. , and income . % earning IDR 7,500,000 Ae 10,000,000 per yea. These factors significantly affected the participation rates of farmers in the Cattle Business Insurance Program. Keywords: Cattle business insurance. Demographics. Participation ABSTRAK Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dapat dianggap sebagai upaya yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak. Namun, partisipasi peternak dalam program asuransi ini masih rendah secara keseluruhan. Tingkat partisipasi peternak dipengaruhi oleh beberapa faktor internal misalnya karakteristik peternak . mur, pendidikan, pengalaman beternak, dan adopsi teknolog. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh demografi peternak terhadap keikutsertaan dalam AUTS. Penelitian dilakukan di bulan Juli 2023 di Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang peternak yaitu jumlah peternak yang terdaftar sebagai peserta AUTS pada Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif yang telah dikumpulkan akan dianlisis dengan analisi deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik demografi seperti jenis kelamin laki-laki sebanyak 37 orang . %), umur 45 Ae 55 tahun sebanyak 18 orang . %), lama beternak selama 16 Ae 18 tahun . %), pendidikan terakhir peternak SD sebanyak 14 orang . %) dan pendapatan tertinggi pertahun sebesar 7. 000 Ae 000 sebanyak 18 orang . %) yang mempengaruhi tingkat partisipasi peternak ikut serta dalam program AUTS. Kata Kunci: Asuransi usaha ternak sapi. Demografi. Keikusertaan AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Pratiwi & Ermanda | Seminar Nasional PKP I . : 110 Ae 115 Pendahuluan karakteristik peternak . mur, pendidikan, pengalaman beternak, dan adopsi teknolog. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakteristik demografis peternak, seperti usia, pekerjaan, pendidikan, lama beternak, status kepemilikan ternak, dan jumlah ternak yang dimiliki erbedaan karakteristik peternak . Tujuan dari penelitian untuk mengevaluasi pengaruh demografi peternak terhadap keikutsertaan dalam AUTS. Usaha peternakan menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi, dimana para peternak selama ini menanggung sendiri berbagai risiko tersebut. Risiko ini mencakup kematian akibat kecelakaan, kehilangan ternak, wabah penyakit, dan bencana alam . Risiko-risiko yang mengancam ini perlu diminimalisir untuk mengurangi kerugian yang mungkin terjadi. Jika peternak tidak mampu mengelola risiko dengan baik, maka hal ini dapat menyebabkan kegagalan produksi atau bahkan kebangkrutan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi ketersediaan daging sapi . Lima faktor risiko utama dalam usaha peternakan, yaitu: pertama, risiko produksi seperti kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi dan penyakit,. Kedua, risiko keuangan, yang mencakup kemampuan peternak untuk membayar premi. Ketiga, risiko pemasaran, yang melibatkan fluktuasi harga input dan produk peternakan. Keempat, risiko hukum dan lingkungan. Kelima, risiko sumber daya manusia, yaitu kekurangan anggota keluarga untuk berperan dalam tenaga kerja dan manajemen pertanian . Asuransi Peternakan adalah perjanjian antara peternak dan perusahaan asuransi untuk melindungi usaha dari risiko. Hal ini sangat penting bagi peternak agar usaha mereka dapat terus berjalan dengan baik. Program AUTS dapat dianggap sebagai upaya yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak. Hingga saat ini, pemerintah masih memberikan subsidi terhadap premi asuransi tersebut. Namun, partisipasi peternak dalam program asuransi ini masih rendah secara keseluruhan. Di banyak wilayah, jumlah peternak yang mengikuti asuransi ini masih berada di bawah target yang telah ditetapkan oleh pemerintah . Keberlangsungan program asuransi usaha ternak sapi sangat bergantung pada jumlah peternak yang berpartisipasi. Jika hanya sedikit peternak yang ikut serta, maka tingkat partisipasi dan minatnya dianggap rendah . Beberapa peternak dapat menerima inovasi terbaru, sementara yang lain dapat ditolak karena beberapa faktor . Cepat lambatnya ditentukan oleh faktor internal maupun faKtor Faktor Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan di bulan Juli 2023 di Kabupaten Polewali Mandar terhadap peternak yang terdaftar sebagai peserta AUTS. Populasi dan Sampling Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 orang peternak yaitu jumlah peternak yang terdaftar sebagai peserta AUTS pada tahun Teknik pengambilan sampel responden dengan menggunakan teknik purposive pertimbangan tujuan khusus pada sampel berjumlah 44 orang. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan mencoba menganalisis faktor-faktor dominan menjadi pertimbangan peternak ikut program AUTS Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data promer yang dihumpun dari peternak telah mengikuti program AUTS dengan menggunakan kuesioner sabagai acuan. Variabel yang Diamati Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi: jenis kelamin, umur, lama beternak, pendidikan terakhir, dan pendapatan peternak yang telah mengikuti program AUTS. Prosedur Penelitian Penelitian dilakukan dengan teknik survei dan wawancara menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada peternak. Semua peternak yang yang telah mengikuti program AUTS diobservasi dan diwawancarai terkait Pratiwi & Ermanda | Seminar Nasional PKP I . : 110 Ae 115 demografi yang meliputi: jenis kelamin, umur, lama beternak, pendidikan terakhir, dan pendapatannya yang selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif kuantitati. Hasil dan Pembahasan Jenis Kelamin Karakteristik meliputi antara lain jenis kelamin, umur, lama beternak, pendidikan terakhir dan pendapatan. Klasifikasi karakteristik jenis kelamin demografi dapat dilihat pada Tabel 1. Analisis Data Semua data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif yang telah dikumpulkan akan dianlisis dengan analisi deskriptif. Tabel 1. Karakteristik demografi jenis kelamin peternak yang ikut dalam program AUTS Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Persentase (%) Keterangan: Data primer yang diolah . Jenis kelamin peternak yang didominasi oleh laki-laki sebanyak 37 orang atau 84 % dari total responden karena yang banyak menjalankan usaha sapi potong kebanyak laki-laki. Menurut Andaruisworo . dalam menjalankan usaha peternakan, umumnya kegiatan ini lebih sering dilakukan oleh laki-laki, termasuk dalam usaha beternak sapi potong. Hal ini disebabkan karena laki-laki dianggap lebih cekatan dibandingkan perempuan. menerima inovasi. Berdasarkan demografi umur peternak yang ikut AUTS dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2, responden peternak sebanyak 18 orang . %) berumur sekitar 45 Ae 55 tahun dimana umur ini masih tergolong umur produktif untuk menjalankan usaha sapi potong dan ikut dalam program asuransi usaha ternak sapi potong. Usia produktif biasanya dimulai pada rentang tertentu, sementara mereka yang berusia di bawah 20 tahun dianggap belum produktif dan umumnya masih berada dalam kategori usia sekolah. Sebaliknya, mereka yang berusia di atas 59 tahun cenderung telah melewati puncak produktivitas, yang kemudian akan menurun seiring bertambahnya usia . Umur Umur merupakan salah satu faktor penting dalam penerimaan inovasi. Semakin muda umur seseorang semakin muda Tabel 2. Karakteristik demografi umur peternak yang ikut dalam program AUTS Umur (Tahu. <35 >65 Total Jumlah Persentase (%) Keterangan: Data primer yang diolah . pengalaman beternak yang ikut AUTS dapat dilihat pada Tabel 3. Semakin lama pengalaman beternak seseorang semakin tinggi tingkat kesadaran dalam meminimalisir risiko dalam suatu usaha Lama beternak responden 16 Ae 18 tahun sebanyak 23 orang atau 52 %. Hal ini sesuai dengan pendapat Riana et al. bahwa pengalaman dalam beternak sangat Pengalaman Beternak Pengalaman beternak berperan penting dalam penerimaan AUTS pada peternak. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki oleh peternak semakin mudah menerima halhal baru yang dapat menjamin usaha ternak Berdasarkan Pratiwi & Ermanda | Seminar Nasional PKP I . : 110 Ae 115 berpengaruh pada tingkat keberhasilan peternak dalam mengelola usahanya. Semakin lama peternak menjalankan usaha ternaknya, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh dalam hal-hal terkait peternakan sapi potong, khususnya dalam aspek pemeliharaan, pencegahan dan pengobatan terhadap Tabel 3. Karakteristik demografi pengalaman yang ikut dalam program AUTS Pengalaman beternak (Tahu. >24 Total Jumlah Persentase (%) Keterangan: Data primer yang diolah . memiliki pemahaman yang tinggi mengenai informasi tentang AUTS. Berdasarkan demografi pendidikan yang ikut AUTS dapat dilihat pada Tabel 4. Pendidikan Peternak yang memiliki tingkat pendidikan formal yang tinggi cenderung Tabel 4. Karakteristik demografi pendidikan yang ikut dalam program AUTS Pengalaman beternak (Tahu. Tidak Sekolah SMP SMA Total Jumlah Persentase (%) Keterangan: Data primer yang diolah . Tingkat pendidikan peternak yang hanya sampai dijenjang Sekolah Dasar (SD) tidak mempengaruhi peternak ikut dalam program AUTS karena dalam beternak sapi lebih banyak dibutuhkan pendidikan informal seperti penyuluhan dan pelatihan. Dalam menerapkan teknologi pada usahatani, petani tidak harus memiliki pendidikan formal yang Setiap petani memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bervariasi, di mana petani dengan pendidikan tinggi tidak selalu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan petani yang pendidikannya lebih rendah . Tingkat Pendapatan Tinggi dan rendahnya pendapatan peternak dapat mempengaruhi keinginan untuk membayarkan premi dalam AUTS. Berdasarkan demografi pendidikan yang ikut AUTS dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Karakteristik demografi tingkat pendapatan yang ikut dalam program AUTS Pendapatan peternak (R. >2. 001 Ae 5. Total Jumlah Persentase (%) Keterangan: Data primer yang diolah . Pendapatan peternak juga mempengaruhi dalam ikut program AUTS karena adanya premi asuransi yang harus dibayarkan oleh Kemampuan untuk membayarkan premi asuransi tergantung dari pendapatan peternak walaupun telah diberikan subsidi premi oleh pemerintah. Semakin tinggi kemampuan peternak untuk membayarkan premi asuransi semakin tingkat kesadarannya untuk meminimalisir risiko seperti kecelakaan, kehilangan ternak, dan kematian . Pratiwi & Ermanda | Seminar Nasional PKP I . : 110 Ae 115 Kesimpulan (AUTS). Tarjih : Agribusiness Development Journal. 1, 01 . , 18Ae DOI: https://doi. org/10. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa demografi yang memiliki pengaruh terhadap keikusertaan peternak dalam AUTS adalah jenis kelamin dan umur yang didominasi oleh laki-laki dan masih berada pada umur produktif untuk menjalankan usaha ternak sapi. Jones. Muhammed. Ali. Homewood. dan Pfeiffer. Pastoralist knowledge of sheep and goat disease and implications for peste des petits ruminants virus control in the Afar Region of Ethiopia. Preventive Veterinary Medicine. October 2019 . DOI: https://doi. org/10. 1016/j. Daftar Pustaka