Journal Genta Mulia Volume 16. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PERAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Yeni Rosnasari1. Lilis Kholisoh N2. Asep Saepul Hidayat3. Awang Kustiawan4 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana Universitas Galuh Corresponding Author: asepsaepulhidayat@unigal. Abstrak Penelitian ini berfokus pada permasalahan tentang peran supervisi pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, yang dilatarbelakangi oleh permasalahan tentang beberapa hambatan yang dihadapi guru dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Berdasarkan kajian, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : . Permasalahan tentang mutu pembelajaran, bertumpu pada rendahnya upaya dan kreativitas guru dalam menangulangi kelemahan aspek eksternal personal guru. Peran supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, pada hakekatnya adalah peran pengawas dalam membina, membimbing, mengarahkan, mengendalikan, mendampingi bekerjasama dalam proses penanggulangan beberapa hambatan yang dihadapi, serta upaya melakukan inovasi dan pegembangan kearah yang lebih efektif dan produktif. Pengembangan peran supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, layaknya pengembangan pada upaya: . membangun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. membantu guru dalam membangun strategi inovasi dalam pembelajaran. mendukung dan memfasilitas pengembangan pembelajaran melalui penggunaan media ICT. membangun model pembelajaran melalui penerapan manajemen sistem informasi. membangun model pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lainnya. Kata Kunci : Supervisi Pengawas. Kinerja guru. Mutu pembelajaran. Abstrak This study focuses on the problem of the role of school supervisor supervision in improving the quality of learning, which is based on the problem of several obstacles faced by teachers in efforts to improve the quality of learning. This study uses a descriptive method and a qualitative approach. Based on the study, the following conclusions were drawn: . Problems regarding the quality of learning are based on the low efforts and creativity of teachers in overcoming the weaknesses of external aspects of teacher . The role of supervisor supervision in improving the quality of learning is essentially the role of supervisors in fostering, guiding, directing, controlling, assisting, cooperating in the process of overcoming several obstacles faced, as well as efforts to innovate and develop towards a more effective and productive direction. Development of the role of supervisor supervision in improving the quality of learning, like development in efforts: . building learning strategies that are in accordance with needs and conditions. assisting teachers in building innovation strategies in learning. supporting and facilitating the development of learning through the use of ICT media. building learning models through the application of information system management. building learning models in accordance with the development of science and technology, and others. Keywords: Supervisory Supervision. Teacher Performance. Learning Quality PENDAHULUAN Mewujudkan mutu pendidikan di sekolah adalah sebuah perjalanan kompleks yang penuh tantangan. Tantangan ini bisa datang dari berbagai arah, baik dari dalam lingkungan sekolah itu sendiri . maupun dari luar . Memahami tantangan-tantangan ini adalah langkah pertama untuk merancang strategi yang efektif dalam meningkatkan Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . kualitas pendidikan. Mengatasi tantangan-tantangan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat, hingga dunia usaha. Sekolah tidak bisa berjuang sendiri. dukungan dari semua pihak sangat krusial untuk mewujudkan mutu pendidikan yang diharapkan. Peran mutu proses pembelajaran sangat fundamental dan sentral dalam peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Ibarat sebuah bangunan, mutu proses pembelajaran adalah fondasi dan struktur utama yang menentukan kekuatan dan kualitas bangunan Tanpa proses pembelajaran yang bermutu, sulit untuk mencapai hasil pendidikan yang berkualitas. Mutu pendidikan mengacu pada kualitas atau ukuran baik atau buruknya proses pendidikan dalam mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu menghasilkan individu yang berkualitas, baik secara intelektual maupun moral. Mutu pendidikan mencakup berbagai aspek, mulai dari input . umber daya manusia, fasilita. , proses . embelajaran, kurikulu. , hingga output . asil belajar sisw. (Asep Saepul Hidayat,Ilma Sripa. Upaya perwujudkan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran, terdapat peran sektor pengawas sekolah, sebagai supervisor persekolah yang sangat penting. Dimana peran pengawas pembina sekolah sangat vital dalam peningkatan mutu pembelajaran. Mereka bertindak sebagai jembatan antara kebijakan pendidikan dengan praktik di lapangan, sekaligus sebagai supervisor, fasilitator dan motivator bagi kepala sekolah dan guru. Tanpa peran aktif pengawas pembina, upaya peningkatan mutu pembelajaran bisa terfragmentasi atau kurang terarah. Pentingnya supervisi pengawas sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran tidak bisa diabaikan. Pengawas sekolah memiliki peran strategis sebagai "mata dan telinga" dinas pendidikan di lapangan, sekaligus sebagai pembimbing dan motivator bagi guru. Pengawas sekolah memegang peran krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaannya, mereka kerap menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dinas pendidikan, sekolah, dan individu pengawas serta guru. Peningkatan kompetensi pengawas, alokasi sumber daya yang memadai, serta perubahan pola pikir dan budaya kerja ke arah supervisi yang kolaboratif dan suportif menjadi kunci untuk mencapai tujuan peningkatan mutu pembelajaran. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tentang pengembangan peran supervisi pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian ini merupakan kajian penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Maleong . , dimana langkah-langkah pengembangan yang dimaksud dilakukan secara terbatas mulai dari langkah pertama sampai dengan langkah desain hasil analisis kajian. Sedangkan sumber data dapat didapatkan dari sumber primer maupun sumber sekunder. Pendekatan penelitian ini dikenal sebagai Auqualitative reseachAy Menurut Creswell . alam Satori, 2009: . bahwa yang dimaksud dengan qualitative reseach : is an inquiry process of understanding based on distinct, metodelogical tradision of inquiry that exsplore social or human problem. The reseacher building complex. Holistic picture, analizes word, report detailed view of informants, an conduct the study in a natural setting. Penelitian kualitatif adalah suatu proses inquiry tentang pemahaman berdasar pada tradisi-tradisi metodelogis terpisah. Peneliti membangun suatu komplek, gambaran holistik, meneliti fakta-fakta, laporan-laporan, pandangan-pandangan dari penutur asli dan melakukan studi di suatu pengaturan yang alami. Selanjutnya menurut Sugiyono . 5: . : Aydalam penelitian kualitatif pengumpulan data biasanya dilakukan pada P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 245 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . kondisi alamiah . atural settin. , sumber datanya adalah data primer, dan teknik pengumpulan datanya lebih banyak menggunakan observasi peran . HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian Permasalahan Mutu Proses Pembelajaran Kualitas proses pembelajaran adalah inti dari pendidikan yang efektif, namun seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Permasalahan ini dapat muncul dari berbagai aspek, mulai dari metode pengajaran, keterlibatan siswa, hingga lingkungan belajar. Berikut adalah beberapa permasalahan umum yang sering terjadi: Metode Pengajaran yang Kurang Bervariasi dan Inovatif Banyak proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah satu arah. Hal ini dapat menyebabkan: . siswa menjadi pasif, siswa hanya menerima informasi tanpa didorong untuk berpikir kritis, berdiskusi, atau berkreasi. materi kurang menarik: metode yang monoton membuat materi terasa membosankan dan sulit diserap, terutama untuk topik yang kompleks atau abstrak. gaya belajar yang tidak terakomodasi: setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda . isual, auditori, metode yang tidak bervariasi gagal mengakomodasi keragaman ini. Kurangnya Keterlibatan dan Motivasi Siswa Salah satu indikator utama mutu pembelajaran adalah sejauh mana siswa terlibat aktif dan termotivasi. Permasalahan yang sering muncul adalah: . Siswa cepat bosan: jika pembelajaran tidak relevan atau tidak menantang, siswa cenderung mudah bosan dan kehilangan fokus. minimnya interaksi: kurangnya kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, atau bekerja sama dengan teman sebaya dapat mengurangi keterlibatan. motivasi intrinsik rendah: siswa mungkin belajar hanya karena tuntutan nilai atau ujian, bukan karena keinginan internal untuk memahami atau menguasai materi. Keterbatasan Media dan Sumber Belajar Ketersediaan dan pemanfaatan media serta sumber belajar yang memadai sangat berpengaruh pada mutu pembelajaran. Permasalahan yang sering ditemukan: . Kurangnya fasilitas: sekolah atau institusi mungkin tidak memiliki akses ke media pembelajaran modern seperti proyektor, komputer, atau akses internet yang stabil. pemanfaatan media yang belum optimal: meskipun tersedia, guru mungkin belum terampil dalam mengintegrasikan teknologi atau media lain secara efektif dalam . sumber belajar terbatas: buku teks yang sudah usang atau kurangnya variasi sumber bacaan lain dapat membatasi eksplorasi dan pemahaman siswa. Kompetensi dan Profesionalisme Guru Guru adalah ujung tombak dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang berkaitan dengan guru antara lain: . kurangnya pelatihan berkelanjutan: guru mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang memadai tentang metode pengajaran terbaru, teknologi pendidikan, atau strategi manajemen kelas. beban kerja yang berlebihan: guru seringkali memiliki beban administrasi yang tinggi, mengurangi waktu dan energi untuk mempersiapkan pembelajaran yang berkualitas. kurangnya inovasi dalam rpp . encana pelaksanaan pembelajara. : rpp yang tidak dinamis atau tidak disesuaikan dengan kebutuhan siswa dapat menghambat proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan Belajar yang Kurang Kondusif Lingkungan fisik dan psikologis di sekitar siswa juga berperan penting: . kelas yang padat: jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas dapat mengurangi interaksi personal antara guru dan siswa, serta menyulitkan guru untuk memantau perkembangan setiap individu. fasilitas yang tidak memadai: ruang kelas yang tidak nyaman. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 246 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . penerangan yang buruk, atau kurangnya ventilasi dapat mengganggu konsentrasi siswa. suasana kelas yang kurang mendukung: lingkungan yang tidak aman, intimidasi, atau kurangnya rasa saling menghargai antara siswa dan guru dapat menghambat proses Evaluasi Pembelajaran yang Kurang Komprehensif Evaluasi tidak hanya bertujuan untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga untuk memantau prosesnya. Permasalahan yang ada: . evaluasi hanya berfokus pada ranah kognitif: penilaian seringkali hanya menguji pemahaman teori, mengabaikan aspek keterampilan, sikap, atau kreativitas siswa. kurangnya umpan balik konstruktif: siswa seringkali hanya menerima nilai tanpa penjelasan yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga sulit bagi mereka untuk memperbaiki diri. tidak adanya evaluasi terhadap proses pembelajaran itu sendiri: institusi atau guru jarang mengevaluasi efektivitas metode atau strategi pembelajaran yang digunakan. Memahami permasalahan-permasalahan ini adalah langkah awal untuk merumuskan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh. Peningkatan mutu pembelajaran adalah tujuan utama dalam dunia pendidikan, namun perjalanannya tidak selalu mulus. Ada berbagai hambatan yang bisa menghambat tercapainya mutu pembelajaran yang optimal. Hambatan ini seringkali saling terkait dan memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk mengatasinya, diantaramya Keterbatasan sumber daya, diantaranya: . finansial: anggaran pendidikan yang terbatas menjadi hambatan klasik. ini memengaruhi ketersediaan fasilitas, media pembelajaran, gaji guru, dan program pelatihan. sarana dan prasarana: banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, masih kekurangan fasilitas dasar seperti gedung yang layak, perpustakaan yang lengkap, laboratorium, dan akses internet yang stabil. hal ini tentu membatasi metode pembelajaran yang bisa diterapkan. bahan ajar: kurangnya variasi dan relevansi bahan ajar, serta kesulitan akses terhadap sumber belajar modern, bisa membuat pembelajaran menjadi monoton dan kurang menarik. Kualitas dan kompetensi guru, diantaranya profesionalisme yang belum memadai, misalnya: . banyak guru, terutama yang sudah lama mengajar, mungkin belum mendapatkan pelatihan yang memadai tentang metode pengajaran inovatif, pemanfaatan teknologi, atau pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. beban kerja yang berlebihan: guru seringkali terbebani oleh tugas administrasi yang menumpuk, sehingga mengurangi waktu dan energi mereka untuk mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. kurangnya motivasi dan kesejahteraan: gaji yang rendah dan minimnya kesempatan pengembangan karir dapat menurunkan motivasi guru, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pengajaran. penempatan guru yang tidak sesuai: masih banyak kasus di mana guru mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan atau keahlian mereka, menghambat optimalisasi potensi guru dan mutu pembelajaran. Kurikulum dan implementasinya, diantaranya : . kurikulum kurang relevan: terkadang kurikulum yang ada belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan dunia kerja atau perkembangan zaman. ini bisa menyebabkan lulusan tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah. perubahan kurikulum yang sering dan kurang terencana: perubahan kurikulum yang terlalu sering dan tanpa persiapan matang dapat membingungkan guru dan siswa, serta menyulitkan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif. penerapan kurikulum: meskipun kurikulum sudah baik, implementasinya di lapangan bisa menjadi P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 247 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . guru mungkin belum sepenuhnya memahami konsep dan tujuan kurikulum baru, atau menghadapi kesulitan dalam menerapkannya di kelas. Keterlibatan pihak terkait, diantaranya : . rendahnya partisipasi orang tua: kurangnya pemahaman atau partisipasi orang tua dalam proses pendidikan anak dapat menghambat dukungan belajar di rumah. minimnya dukungan komunitas: keterlibatan komunitas setempat, baik dalam bentuk dukungan moral maupun partisipasi langsung dalam kegiatan pendidikan, seringkali belum optimal. kurangnya kolaborasi antar stakeholder: kurangnya kerjasama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat menyulitkan upaya peningkatan mutu secara terpadu. Lingkungan belajar, diantaranya: . kelas yang padat: jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas dapat mengurangi interaksi personal antara guru dan siswa, serta menyulitkan guru untuk memantau perkembangan setiap individu. suasana kelas yang kurang kondusif: lingkungan yang tidak aman, adanya bullying, atau kurangnya rasa saling menghargai dapat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan siswa dalam Pemanfaatan teknologi, diantaraya: . keterbatasan akses dan infrastruktur: banyak sekolah belum memiliki akses yang memadai ke perangkat teknologi seperti komputer, internet, atau perangkat pembelajaran digital. kurangnya kompetensi digital guru dan siswa: meskipun teknologi tersedia, guru dan siswa mungkin belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengintegrasikan dan memanfaatkannya secara optimal dalam proses pembelajaran. Mengatasi hambatan-hambatan ini memerlukan komitmen dari semua pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat. Dengan identifikasi masalah yang tepat dan strategi yang terencana, peningkatan mutu pembelajaran dapat diwujudkan secara berkelanjutan. Peran Supervisi Pengawas dalam Peningkatan Proses Pembelajaran Pentingnya supervisi pengawas sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran tidak bisa diabaikan. Pengawas sekolah memiliki peran strategis sebagai "mata dan telinga" dinas pendidikan di lapangan, sekaligus sebagai pembimbing dan motivator bagi kepala sekolah dan guru. Berikut adalah beberapa alasan mengapa supervisi pengawas sekolah sangat Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Salah satu peran utama pengawas sekolah adalah melakukan supervisi akademik dan manajerial: . Supervisi Akademik: Pengawas membantu guru meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Ini meliputi bimbingan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang relevan, memilih metode pembelajaran yang inovatif dan bervariasi, mengelola kelas secara efektif, hingga melakukan evaluasi hasil belajar siswa yang komprehensif. Melalui observasi langsung di kelas, diskusi, dan pemberian umpan balik konstruktif, pengawas dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memberikan saran praktis. Supervisi Manajerial: Pengawas juga membimbing kepala sekolah dalam mengelola sekolah secara keseluruhan. Ini termasuk perencanaan program sekolah, manajemen sumber daya, pengembangan kurikulum lokal, hingga penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan demikian, pengawas membantu memastikan bahwa sistem dan tata kelola sekolah mendukung proses pembelajaran yang Penjaminan Kualitas Standar Pendidikan P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 248 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . Pengawas sekolah bertanggung jawab untuk memantau dan memastikan implementasi standar nasional pendidikan, seperti standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian. Dengan supervisi yang terencana dan berkelanjutan, pengawas dapat mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik di Jika ditemukan penyimpangan, pengawas dapat memberikan arahan dan rekomendasi untuk perbaikan, sehingga kualitas pendidikan sesuai dengan standar yang Pendorong Inovasi dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan Melalui supervisi, pengawas dapat mendorong guru dan kepala sekolah untuk berinovasi dalam praktik pembelajaran dan manajemen sekolah. Mereka dapat memperkenalkan metode-metode baru, pemanfaatan teknologi pendidikan, atau strategi pemecahan masalah yang efektif. Pengawas juga berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan pelatihan guru dan kepala sekolah, kemudian memfasilitasi program pengembangan profesional seperti Kelompok Kerja Guru (KKG). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), atau pelatihan internal sekolah. Ini memastikan bahwa pendidik selalu up-todate dengan perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan. Pemberian Umpan Balik yang Objektif dan Konstruktif Pengawas sekolah menyediakan umpan balik yang objektif mengenai kinerja guru dan kepala sekolah. Umpan balik ini tidak hanya bersifat korektif . encari kesalaha. , tetapi juga konstruktif . emberikan solusi dan saran perbaika. Hubungan yang kolegial dan setara antara pengawas dan guru/kepala sekolah penting untuk menciptakan suasana di mana pendidik merasa nyaman untuk berdiskusi, mengakui kelemahan, dan mencari solusi bersama. Jembatan Komunikasi antara Sekolah dan Dinas Pendidikan Pengawas sekolah juga berfungsi sebagai penghubung antara sekolah dan dinas Mereka melaporkan kondisi riil di sekolah, tantangan yang dihadapi, serta keberhasilan yang dicapai. Laporan ini menjadi dasar bagi dinas pendidikan untuk merumuskan kebijakan yang relevan, mengalokasikan sumber daya secara tepat, dan merancang program-program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi Supervisi pengawas sekolah membantu meningkatkan akuntabilitas sekolah dan para pendidik terhadap mutu pendidikan. Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, sekolah didorong untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas layanan pendidikan yang mereka berikan. Ini juga berkontribusi pada transparansi proses pendidikan kepada masyarakat. Secara keseluruhan, supervisi pengawas sekolah adalah mekanisme penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran di sekolah berjalan efektif, efisien, dan berkualitas. Tanpa peran aktif pengawas, potensi permasalahan dalam pembelajaran bisa luput dari perhatian dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan nasional. Pengawas sekolah memegang peran krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi Namun, dalam pelaksanaannya, mereka kerap menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan. Berikut adalah beberapa isu utama yang sering muncul: Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya . Beban Administrasi dan Jangkauan Luas: Pengawas sekolah seringkali memiliki wilayah binaan yang sangat luas dengan jumlah sekolah dan guru yang banyak. Ditambah lagi, mereka dibebani dengan tugas administrasi yang cukup besar, sehingga waktu untuk melakukan supervisi secara mendalam dan berkelanjutan P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 249 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . menjadi sangat terbatas. supervisi bisa jadi hanya sekadar formalitas untuk memenuhi . Kurangnya dana dan sarana prasarana: anggaran yang minim untuk kegiatan supervisi dapat menghambat pelaksanaan observasi kelas, pelatihan, atau konferensi Keterbatasan sarana dan prasarana . isalnya, akses ke teknologi, transportas. juga bisa menjadi kendala. Kompetensi dan Kualitas Pengawas . Kompetensi yang bervariasi: kualitas dan kompetensi pengawas sekolah dapat ada pengawas yang belum sepenuhnya menguasai konsep, prinsip, dan teknik supervisi yang efektif, atau bahkan kurang relevan dengan bidang . Kurangnya kemampuan menyusun program supervisi: beberapa pengawas mungkin belum mampu menyusun program supervisi yang terencana, terarah, dan berkelanjutan, sehingga kegiatan supervisi tidak optimal dalam meningkatkan profesionalisme guru. Kurang pemanfaatan teknologi: di era digital ini, pengawas dituntut untuk melek namun, masih ada pengawas yang kurang menguasai literasi media it, sehingga sulit memanfaatkan teknologi untuk supervisi yang lebih efisien dan Hubungan Antara Pengawas dan Guru . Persepsi supervisi sebagai pencarian kesalahan: beberapa guru masih menganggap supervisi sebagai kegiatan untuk mencari-cari kesalahan, bukan sebagai ajang pembinaan dan pengembangan. Hal ini dapat menimbulkan sikap tertutup dan defensif dari guru saat disupervisi. Motivasi guru dan kepala sekolah untuk disupervisi rendah: guru dan kepala sekolah terkadang memiliki motivasi yang rendah untuk disupervisi, atau kurang siap sepenuhnya meskipun sudah diberitahu jadwalnya. Ketimpangan gaya kepemimpinan dan kesenjangan komunikasi: pendekatan supervisi yang otoriter dan satu arah dapat memicu resistensi. Penting untuk membangun komunikasi yang intensif dan dialogis antara pengawas, kepala sekolah, dan guru untuk menciptakan suasana yang lebih partisipatif. Isu Lainnya . Subjektivitas Penilaian: Penilaian dalam supervisi bisa jadi masih bersifat subjektif, tergantung pada sudut pandang supervisor, yang dapat menghambat efektivitas dan . Pergantian Kepala Sekolah yang Sering: Seringnya pergantian kepala sekolah dapat mengganggu program supervisi yang sudah berjalan dan menghambat kesinambungan pembinaan. Guru Mengajar Tidak Sesuai Bidangnya: Ada kasus di mana pendidik mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang kemampuannya, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan menjadi tantangan bagi pengawas. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dinas pendidikan, sekolah, dan individu pengawas serta guru. Peningkatan kompetensi pengawas, alokasi sumber daya yang memadai, serta perubahan pola pikir dan budaya kerja ke arah supervisi yang kolaboratif dan suportif menjadi kunci untuk mencapai tujuan peningkatan mutu pembelajaran. Pengembangan Strategi Supervisi Pengawas sebagai Supervisor dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 250 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . Mengembangkan strategi pelaksanaan supervisi yang efektif adalah kunci bagi pengawas sekolah untuk benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran. Ini bukan hanya tentang memeriksa, tetapi tentang memberdayakan guru dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Berikut adalah beberapa strategi utama yang bisa diterapkan: Supervisi berbasis kebutuhan dan data, diantaranya: . pemetaan kebutuhan guru: mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik guru. ini bisa dilakukan melalui angket, wawancara awal, atau analisis hasil belajar siswa. fokuslah pada area di mana guru membutuhkan dukungan paling besar, seperti pengembangan kurikulum, metode pengajaran inovatif, atau pemanfaatan teknologi. penggunaan data untuk pengambilan keputusan: manfaatkan data hasil belajar siswa, data evaluasi diri sekolah, atau data absensi guru/siswa untuk mengidentifikasi tren dan area yang memerlukan supervisi akan lebih terarah jika didasarkan pada bukti konkret. penyusunan program supervisi berjenjang: buat program supervisi yang berjenjang, mulai dari supervisi klinis yang mendalam untuk guru yang membutuhkan dukungan intensif, hingga supervisi kelompok atau peer coaching untuk pengembangan umum. Pendekatan supervisi yang kolaboratif dan konstruktif, diantaranya: . supervisi sebagai kemitraan: ubah paradigma supervisi dari "pemeriksaan" menjadi "kemitraan. " pengawas bertindak sebagai fasilitator dan mentor, bukan sekadar penilai. ciptakan suasana yang aman dan saling percaya agar guru merasa nyaman untuk berbagi tantangan dan mencari solusi bersama. fokus pada kekuatan dan potensi guru: saat observasi, fokuslah pada kekuatan dan praktik baik yang sudah dimiliki guru. berikan umpan balik yang konstruktif, spesifik, dan dapat ditindaklanjuti, menyoroti area yang perlu ditingkatkan tanpa merendahkan. dialog reflektif dan pemberian opsi: dorong guru untuk merefleksikan praktik mengajarnya. setelah observasi, adakan sesi diskusi di mana guru didorong untuk mengidentifikasi sendiri area yang perlu diperbaiki. pengawas dapat memberikan beberapa opsi atau sumber daya untuk membantu guru mengembangkan solusinya sendiri. supervisi sebaya . eer coachin. : fasilitasi program di mana guru dapat mengamati dan memberikan umpan balik satu sama lain. ini mendorong kolaborasi, berbagi praktik terbaik, dan mengurangi beban pengawas. Pemanfaatan teknologi dan inovasi, diantaranya : platform digital untuk pendataan dan pemantauan: gunakan aplikasi atau platform digital untuk mencatat hasil supervisi, memantau kemajuan guru, dan berbagi sumber daya. ini akan mempermudah analisis data dan penyusunan laporan. webinar dan pelatihan daring: manfaatkan webinar atau kursus online untuk memberikan pelatihan atau workshop kepada guru secara daring, terutama jika ada kendala geografis atau waktu. video self-reflection: dorong guru untuk merekam sesi mengajar mereka sendiri untuk kemudian dianalisis dan direfleksikan bersama pengawas. ini bisa menjadi alat yang sangat ampuh untuk pengembangan profesional. pemanfaatan sumber belajar digital: perkenalkan dan dorong guru untuk menggunakan sumber belajar digital yang relevan dan inovatif dalam proses pembelajaran. Peningkatan kompetensi pengawas secara berkelanjutan, diantaranya: . pelatihan dan pengembangan profesional: pengawas sendiri harus terus-menerus meningkatkan kompetensi mereka, baik dalam substansi materi pelajaran, metode supervisi terbaru, maupun pemanfaatan teknologi. ikuti pelatihan, seminar, atau workshop yang relevan. kolaborasi antar pengawas: bentuk forum atau komunitas belajar antar pengawas untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. Tindak lanjut dan monitoring berkesinambungan, diantaranya : . rencana tindak lanjut yang jelas: setiap sesi supervisi harus diakhiri dengan rencana tindak lanjut yang jelas. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 251 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . berisi langkah-langkah spesifik, target waktu, dan indikator keberhasilan. monitoring dan evaluasi berkala: lakukan monitoring secara berkala untuk melihat implementasi rencana tindak lanjut dan dampaknya terhadap pembelajaran. evaluasi efektivitas program supervisi secara menyeluruh. dukungan paska-supervisi: berikan dukungan berkelanjutan kepada guru setelah supervisi, misalnya melalui komunikasi reguler, penyediaan sumber daya tambahan, atau kesempatan untuk berpartisipasi dalam komunitas belajar. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, pengawas sekolah dapat bertransformasi dari sekadar "pemeriksa" menjadi agen perubahan yang memberdayakan guru, pada akhirnya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Pembahasan Pendidikan yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan untuk menciptakan proses pendidikan atau manajemen sekolah yang efektif dan efisien, yang profesionalismeyangtinggi (Rahmawati, 2. Sebagaimana menurut (Adilah & Suryana, 2. untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, maka sangat diperlukan serta pengembangan pada kurikulum, sistem evaluasi, fasilitas pendidikan, kualitas guru, dan tenaga kependidikanlainnya. Dimana pengertian pembelajaran adalah tindakan yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai kemampuan yangdiharapkan (Fahmi, 2. Mutu pembelajaran menunjukkan seberapa baik sekolah menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi persaingan di dunia pendidikan. Untuk mencapainya, diperlukan kondisi yang dapat mengubah dan mendorong semua karyawan sekolah untuk melakukanlebih banyak untuk mencapai tujuan Pendidikan (Mulyani, 2. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki lingkungan yang dapat mengubah dan mendorong siswa untuk melakukan pekerjaan dengan tujuan pembelajaran yang sama. Supervisi pengawas sekolah adalah kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah terhadap guru dan tenaga kependidikan di sekolah, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Pengawas sekolah berperan dalam memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan agar guru dapat melaksanakan tugasnya secara optimal. Supervisi pengawas sekolah merupakan elemen penting dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Menurut Glickman . , supervisi merupakan upaya memberikan dukungan kepada guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. Dalam konteks ini, supervisi pengawas sekolah bertujuan untuk memberikan umpan balik yang membangun kepada guru dalam upaya meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Strategi supervisi pengawas sekolah bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kinerja guru. Ini melibatkan berbagai pendekatan dan teknik yang berfokus pada pengembangan profesional guru dan peningkatan efektivitas proses belajar Pengawas bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran disekolah (Taba heriyanto et al. , 2. Sebagai pengembang peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran disekolah tidaklah mudah sebagaimana diamanahkan Permendiknas No. tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah maka pengawas berkewajiban melaksanakan kepengawasan sesuai dengan peraturan-peraturan tersebut (Masliah, 2. , khususnya layanan supervisi sebagai salah satu kompetensinya (Ramadhan, 2. , dalam rangka mengembangkan kerjasama antar personal agar secara serempak seluruhnya P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 252 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif (Bowo, 2. Pengawas sekolah perlu memiliki sifat kepemimpinan atau kecakapan memandu agar sekolah binaan yang dipandu dapat berjalan dengan lancar (Piaw et al. , 2. Kelancaran jalannya pendidikan itu dapat dicapai dengan baik berkat adanya kegembiraan bekerja dalam kehidupan sebuah sekolah (Perdana, 2. Pengawas sekolah harus memiliki kesanggupan (Rahmayanti, 2. atau kecakapan selaku pengembang atau pemandu pendidikan dalam mewujudkan pemberdayagunaan setiap personel secara tepat (Perdana, 2. dan dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal untuk memperoleh hasil dan pencapaian tujuan dalam sekolah tersebut (Widyastuti et al. Sebagai pengembang pendidikan pengawas sekolah mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah (Rahmah, 2. Pengembangan strategi supervisi pengawas sekolah perlu dilakukan secara sistematis dan terarah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Strategi ini melibatkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan mutu pembelajaran. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan strategi supervisi antara lain: perencanaan yang matang, penggunaan teknik supervisi yang tepat . ndividual maupun kelompo. , serta kolaborasi yang baik antara pengawas, kepala sekolah, dan guru. KESIMPULAN Permasalahan tentang mutu pembelajaran, bertumpu pada kualitas kinerja guru, yang sebagian besarnya disebabkan rendahnya upaya dan kreativitas guru dalam menangulangi kelemahan aspek eksternal personal guru, seperti: keterbatasan daya dukung fasilitas pembelajaran, keterbatasan sumber belajar, daya dukung motivasi belajar peserta didik dan daya dukung lingkungan dan lainnya, secara rasional dibutuhkannya pengambangan peran supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu Peran supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, pada hakekatnya adalah peran pengawas dalam membina, membimbing, mengarahkan, mengendalikan, mendampingi bekerjasama dalam proses penanggulangan beberapa hambatan yang dihadapi, serta upaya melakukan inovasi dan pegembangan kearah yang lebih efektif dan Pengembangan peran supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, yang memungkinkan, diantaranya: . membangun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. membantu gru dalam membangun strategi inovasi dalam pembelajaran. mendukung dan memfasilitas pengembangan pembelajaran melalui penggunaan media ICT. membangun model pembelajaran melalui penerapan manajemen sistem informasi. membangun model pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lainnya. DAFTAR PUSTAKA