https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. Received: 23 Juli 2023. Revised: 18 September 2023. Publish: 28 September 2023 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Analisis Tingkat Pendidikan. Kemiskinan dan Pengangguran Terhadap Kriminalitas di Bekasi Raihan Saputra Fakultas Psikologi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia, email: raihansaputra0502@gmail. *Corresponding Author: Raihan Saputra Abstract: This research aims to analyze the relationship between education level, poverty and unemployment on crime rates. Where this research examines previous research to support the problem formulation. A qualitative research approach was applied. Data was obtained from internet sources such as Google Scholar. Mendeley. DOAJ, and EBSCO. The results of this research include: . Education level. There is a significant correlation between education level and crime rate. A person with a gradually increasing level of education is less likely to engage in criminal activity. Poverty, the relationship between poverty and crime has a negative People living in difficult economic conditions are more likely to be victims of criminal . Unemployment has a positive correlation between the unemployment rate and the crime rate. When the unemployment rate increases, the crime rate tends to increase as well. However, this relationship is not always causal. Keyword: Education Level. Poverty. Unemployment. Crime Rates Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran terhadap tingkat kriminalitas. Dimana penelitian ini mengkaji penelitian terdahulu untuk mendukung rumusan masalah. Pendekatan penelitian kualitatif Data diperoleh dari sumber internet seperti Google Scholar. Mendeley. DOAJ, dan EBSCO. Hasil penelitian ini meliputi: . Tingkat Pendidikan terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan dan tingkat kriminalitas. Seseorang dengan tingkat pendidikan yang meningkat secara bertahap cenderung tidak terlibat dalam kegiatan kriminal. Kemiskinan, hubungan antara kemiskinan dan kriminalitas mempunyai dampak negatif. Orang-orang yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit lebih besar kemungkinan untuk menjadi korban kegiatan kriminalitas. Pengangguran memiliki korelasi yang positif antara tingkat pengangguran dan tingkat kriminalitas. Ketika tingkat pengangguran meningkat, maka tingkat kriminalitas cenderung naik juga. Namun, hubungan ini tidak selalu bersifat kausal. Kata Kunci: Tingkat Pendidikan. Kemiskinan. Pengangguran. Kriminalitas 159 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. PENDAHULUAN Di era disrupsi saat ini ditambah era revolusi 4. 0 menuntut setiap individu atau suatu kelompok harus mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi secara masif. Para individu diharapkan mampu bersaing dalam era modern seperti saat ini. Untuk itu, dibutuhkan individu yang memiliki daya saing tinggi, kemampuan yang cukup dan pengetahuan yang luas guna dapat bersaing menghadapi era globalisasi yang kian kuat. Kemajuan zaman dan cepatnya perubahan yang terjadi secara masif membuat sebagian individu atau kelompok sulit untuk menyesuaikan diri, kemampuan dan pengetahuannya. Di samping itu, lapangan kerja yang sulit menyebabkan banyaknya unemployment. Kelompok angkatan kerja yang ingin bekerja, tetapi belum beruntung mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Desakan ekonomi, keluarga, dan kemiskinan membuat banyak dari unemployment yang mencari jalan pintas yang negatif yaitu melakukan tindak kriminalitas (Soesanto et al. , 2. Berdasarkan konteks di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: . Bagaimana Tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap kriminalitas?. Bagaimana Kemiskinan dapat berpengaruh signifikan terhadap kriminalitas?. Apakah pengangguran memiliki kaitan yang signifikan terhadap kriminalitas?. METODE Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif, berfokus terhadap analisis tingkat pendidikan, kemiskinan dan pengangguran terhadap kriminalitas. Peneliti melakukan kajian terhadap penelitian terdahulu yang membahas mengenai tingkat pendidikan, kemiskinan dan pengangguran terhadap kriminalitas di Bekasi. Sumber data diperoleh dari media online seperti Google Scholar. Mendeley. DOAJ dan EBSCO. Penelitian terdahulu diperlukan untuk mendukung rumusan masalah agar tidak timbul pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pembaca (Ali. , & Limakrisna, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Terdahulu Author (Nuraeni et al. (RS & Syahputri, 2. (Adri et al. (Mardinsyah & Sukartini, 2. Tabel 1. Penelitian Terdahulu Judul Hasil Penelitian Pengaruh Kualitas Secara bersama-sama terdapat Sumber Daya Manusia pengaruh yang signifikan Terhadap antara indeks pembangunan Tingkat Kriminalitas manusia, pengangguran dan Di Indonesia kepadatan penduduk terhadap kriminalitas di Indonesia. Analis Ketimpangan Berdasarkan hasil estimasi Ekonomi dan bahwa ketimpangan ekonomi Pengaruhnya Terhadap (GR) berpengaruh positif dan Tingkat Kriminalitas di signifikan terhadap tingkat Propinsi Sumatera kriminalitas di Provinsi Utara Sumatera Utara. Pengaruh Faktor Sosial Faktor Sosial Ekonomi Ekonomi Terhadap berpengaruh terhadap perilaku Perilaku Kriminalitas ( kriminalitas Tinjauan Literatu. Ketimpangan Terjadi peningkatan yang Ekonomi. Kemiskinan cukup signifikan terhadap dan Akses Informasi angka kriminalitas di Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kriminalitas? Perbedaan/ Novelty Perbedaan pada variabel kualitas sumber daya manusia Perbedaan pada Ketimpangan Ekonomi Perbedaan pada variabel faktor sosial Perbedaan pada variabel ketimpangan 160 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. (Edwart & Azhar, 2. Pengaruh Tingkat Pendidikan. Kepadatan Penduduk Dan Ketimpangan Pendapatan Terhadap Kriminalitas Di Indonesia Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kejahatan di Indonesia. Kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kejahatan di Indonesia. Ketimpangan pendapatan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kejahatan di indonesia Urbanisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kriminalitas di jawa timur. (Fachrurrozi et , 2. (Silvia & Ikhsan, 2. (Maftuhin & Kusumawardani. Pengaruh urbanisasi, tingkat kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan terhadap kriminalitas di Provinsi Jawa Timur Pengaruh Pertumbuhan Pertumbuhan ekonomi Ekonomi. Kemiskinan berpengaruh positif dan dan Kepadatan signifikan terhadap kejahatan Penduduk terhadap di indonesia Kriminalitas di Indonesia Pengaruh Perubahan Suhu minimum, polusi air dan Iklim dan Bencana polusi udara berpengaruh Alam terhadap positif dan signifikan terhadap Kriminalitas di peningkatan konflik yang Indonesia terjadi di desa/kelurahan. Sumber: Penelitian Terdahulu Perbedaan pada variabel kepadatan penduduk dan Pebedaan pada variabel urbanisasi Perbedaan pada variabel pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk Perbedaan pada variabel perubahan iklim dan bencana Rerangka Pemikiran Gambar 1. Rerangka Pemikiran Pembahasan Berikut uraian penelitian ini berdasarkan konteks dan rumusan masalah yang dibahas di atas: Tingkat Pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kriminalitas Tingkat Pendidikan seseorang sering kali terkait dengan risiko terlibat dalam aktivitas kriminal (Saputra & Sumantyo, 2. Individu dengan pendidikan yang rendah mungkin 161 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. memiliki lebih sedikit peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat mengalami kesulitan dalam memahami konsekuensi hukum. Oleh karena itu, rendahnya tingkat pendidikan dapat meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindak kriminal (Saputra. Khaira, et , 2. Kemiskinan dapat berpengaruh signifikan terhadap kriminalitas Kemiskinan dapat menjadi salah satu faktor yang signifikan dalam hubungan dengan kriminalitas (Widjanarko et al. , 2. Individu atau keluarga yang hidup dalam kemiskinan mungkin mengalami tekanan ekonomi yang tinggi, yang dapat mendorong mereka untuk mencari cara yang ilegal untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka (Saputra. Masyruroh, et al. Kemiskinan juga dapat menciptakan lingkungan yang kurang stabil, yang dapat meningkatkan risiko terlibat kriminalitas . erampok, membega. (Ali et al. , 2. Pengangguran memiliki kaitan yang signifikan terhadap kriminalitas Tingkat Pengangguran dalam suatu wilayah atau komunitas dapat mempengaruhi tingkat kriminalitas (Jumawan et al. , 2. Ketidakmampuan untuk mendapatkan pekerjaan atau kehilangan pekerjaan dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi dan sosial. Orang yang menganggur mungkin memiliki lebih banyak waktu luang, yang mungkin saja bisa digunakan dalam melakukan tindak kriminalitas (Saputra & Sumantyo, 2. KESIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah, penelitian terdahulu, maka hasil dari penelitian ini meliputi: . Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi kriminalitas: dimana tingkat pendidikan akan menjadi faktor yang dapat mempengaruhi, dikarenakan kompetensi, jenjang pendidikan, kesesuaian jurusan menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kriminalitas. Kemiskinan dapat mempengaruhi kriminalitas karena yang terjadi di dalam indikator kemiskinan adalah pendidikan rendah, ketidaksetaraan ekonomi, pendapatan rendah, dan siklus kemiskinan. Pengangguran: dimana sumber daya manusia yang belum mampu secara maksimal. Selain itu, diperlukan pelatihan oleh perusahaan. Di dalam indikator pengangguran terhadap diskriminasi pekerjaan, kurangnya keterampilan. Pertumbuhan ekonomi rendah, tidak tidak tsbalian politik. REFERENSI