JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. Received 21 Nov 2023, revision 5th Dec 2023, accepted 20th Dec 2023, published 31st Dec 2023 Pengembangan Bisnis Lokal Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) Desa Slorok Kecamatan Garum Blitar Eka Kusumawati 1. Retno Murni Sari 2. Nunuk Latifah 3 1,2Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesuma Negara Blitar,AKN Blitar e-mail : kusumaeka412@gmail. retno@stieken. id2, nunuklatifah76@akb. Retno Murni Sari. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesuma Negara Blitar e-mail : retno@stieken. A B S T R A K Objektif. BUMDesa Karya Madani Sejahtera memiliki kendala dalam pengelolaan programnya, serta kurang aktifnya organisasi dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pengembangan yang dilakukan BUMDesa di Desa Slorok Kabupaten Blitar. Sehingga dapat memberikan masukan bagi pemerintah desa dan mengetahui strategi yang diterapkan khususnya pengelolaan BUMDesa Karya Madani Sejahtera. Material and Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan fenomenologi yaitu hasil interaksi antara subjek dengan fenomena yang sedang berjalan atau dialami dan menggunakan analisis SWOT. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil. Hasil penelitian dari 3 dimensi yaitu strategi organisasi visi dan misi telah memenuhi kriteria. Strategi pendukung sumber daya seperti menghadirkan berupa alat pencacah pupuk dan pasar, pengelolaan pupuk dari alam, sumber daya manusia yang masih belum maksimal, sumber daya finansial yang tepat. Kesimpulan. Strategi program terhadap organisasi memberikan dampak besar dan terhadap masyarakat pun terbantu dengan adanya program dari BUMDesa. dalam aspek strategi organisasi telah melakukan pengembangan usaha ekonomi. Dalam aspek pendukung sumber daya telah menyediakan mesin pencacah dan pasar, pelatihan desa yang masih dalam pengembangan, dan finansial desa dari pertama hingga sekarang sudah membaik walaupun terkena imbas pandemi COVID-19. Dalam aspek strategi program, bagi organisasi sudah memberikan dampak besar bagi BUMDesa, sedangkan bagi masyarakat memberikan dampak langsung bagi Kata kunci : Pengembangan. Bisnis Lokal. BUMDesa A B S T R A C T Objective. BUMDesa Karya Madani Sejahtera has problems in managing its programs, as well as the organization being less active in carrying out its duties. The aim of this research is to determine the development strategy carried out by BUMDesa in Slorok Village. Blitar Regency. So that it can provide input to the village government and find out the strategies implemented, especially the management of BUMDesa Karya Madani Sejahtera. Materials and Methods. The method used in the research is a phenomenological approach, which is the result of interactions between subjects and ongoing or experienced phenomena and uses SWOT analysis. Data collection techniques use interviews and documentation. Result. The results of research from 3 dimensions, namely strategy, organization, vision, and mission have met the criteria. Resource support strategies such as presenting fertilizer counters and markets, fertilizer management from nature, human resources that are still not optimal, appropriate financial resources. Conclusion. The program strategy for the organization has a big impact and on the community is also helped by the program from BUMDesa. In the aspect of strategy, the organization has carried out economic business In the aspect of supporting resources, it has provided shredding machines and markets, village training that is still under development, and village finances from the first until now have improved despite being affected by the COVID-19 pandemic. In the aspect of program strategy, for organizations it has had a major impact on BUMDesa, while for the community it has a direct impact on the community. Keywords : Development. Local Business. BUMDesa 208 | Doi : 10. 46510/jami. 280 | ISSN 2722-4406 . /2722-4414. | https://journal. 209 | 10. 46510/jami. PENDAHULUAN Berdasarkan pasal 1 angka 6 (UU, 2. tentang Desa, menyatakan bahwa BUMDesa merupakan badan usaha yang kepemilikan modal seutuhnya atau sebagian besar dimiliki oleh desa melalui ikut sertaan secara langsung. Sumber kekayaannya berasal dari desa yang terpisah sehingga dapat mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat di desa. Pembentukan BUMDesa diharapkan mampu menjadi ujung tombak perekonomian desa yang dikelola langsung oleh masyarakat desa. BUMDesa Karya Madani Sejahtera adalah badan usaha desa Slorok. Garum. Lembaga ini perkembangannya sulit diprediksi. Hasil dari pengamatan diketahui bahwa perkembangannya terlihat kurang aktif karena kurangnya ketersediaan sumber daya manusia. Hasil penelitian (Tsani et al. , n. ), menunjukkan pengetahuan sebagai penyebab utama keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan BUMDesa. Kondisi ini memunculkan permasalahan yang bervariatif sehingga perlu rancangan strategis dalam pengembangan organisasi agar tetap eksis dan mampu bersaing dengan BUMDesa desa lain. Upaya untuk meningkatan kualitas BUMDesa Slorok terus dilakukan agar lebih mandiri dan berdaya guna dalam beraktivitas sehingga mampu bersaing dengan desa Selama ini, program-program yang dilaksanakan oleh BUMDesa Karya Madani Sejahtera belum memberikan dampak yang signifikan kepada BUMDesa sendiri maupun masyarakat. Dari hasil penelitian sebelumnya, pembobotan dan penentuan rating menggunakan metode SWOT, posisi BUMDesa di Kebumen berada diposisi Sel V. Hal ini artinya strategi pengembangan BUMDesa dapat dilakukan dengan cara mempertahankan dan memelihara . old and maintenanc. Dengan demikian, maka secara konsep strategi yang cocok untuk digunakan adalah diversifikasi produk dan penetrasi pasar. Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian ini diangkat dengan judul "Stategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes. Karya Madani Sejahtera Di Desa Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ". MATERIAL DAN METODE Penelitian ini dilakukan di BUMDesa Karya Madani Sejahtera yang ada di wilayah Desa Slorok Kecamatan Garum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan analisis swot dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. (Sunarni, 2. menyatakan bahwa penelitian kualitatif berupaya menggali dan mengamati gejala dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada. Responden diperoleh dari anggota BUMDesa dan masyarakat Desa Slorok. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh dari responden langsung dan data sekunder yaitu berupa dokumentasi dan jurnal. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan analisis swot. Lokasi penelitian dilakukan di BUMDesa Karya Madani Sejahtera Desa Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Pengumpulan data melalui wawancara dan 210 | 10. 46510/jami. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menjalankan tugasnya. BUMDesa Karya Madani Sejahtera diharapkan mampu memberikan keuntungan pendapatan yang signifikan bagi masyarakat di Desa Slorok. Tujuan terbentuknya BUMDesa adalah cara untuk meningkatkan pendapatan asli desa Slorok melalui peningkatan potensi yang ada di Desa Slorok. Kedua, meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat secara keseluruhan. Ketiga, budaya lokal dapat lebih dikenal sehingga memberikan dampak positif dalam perekonomian Desa Slorok khususnya di bidang perdagangan dan peningkatkan usaha pertanian melalui bibit dan pupuk yang dikelola petani untuk memenuhi kebutuhan local para petani. Untuk mencapai tujuan diatas. BUMDesa Karya Madani Sejahtera melaksanakan program sebagai berikut : Unit usaha perdagangan ATK dan pupuk. Unit usaha pengelolaan pasar. Unit usaha pengolahan pupuk organik. Unit usaha jasa sewa gedung dan Unit usaha bersama pihak ketiga . antor po. Indikator-indikator untuk mengukur pengembangan BUMDesa menggunakan 3 strategi yaitu strategi organisasi, strategi sumber daya, dan strategi program. Untuk melihat strategi organisasi, dua dimensi yaitu visi dan misi BUMDesa Karya Madani Sejahtera, dinyatakan bahwa visi yang ingin dicapai ialah mewujudkan masyarakat Desa Slorok melalui pengembangan usaha ekonomi dan pelayanan sosial melalui pengembangan usaha ekonomi dan pelayanan sosial. Upaya ini telah diwujudkan dengan adanya program usaha lokal dengan limbah ternak untuk pupuk organik guna membantu petani desa untuk mengembangkan pertaniannya dengan harga terjangkau. Penjabaran dari sebuah visi yang lebih khusus dilakukan untuk mewujudkan perekonomian masyarakat yang tangguh dan berdaya saing berbasis potensi lokal, khususnya perkebunan dan budidaya ikan. BUMDesa juga memberikan bibit alpukat dan pupuk organik di setiap RT. Sedangkan budidaya ikan selama ini masih maksimal. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup melalui pemanfaatkan sampah organik untuk kompos dan magot. Pengembangan jaringan kerja sama saat ini masih dilakukan dengan kantor pos, kelompok di bidang perikanan dan peternakan sebagai upaya memasarkan magot yang diproduksi oleh pasar. Serta, pengelolaan dana untuk pengentasan kemiskinan dengan cara perekrutan Masyarakat yang belum bekerja/pengangguran dan pendidikan di bawah rata-rata. Pengelolaan keuangan sesuai aturan yang berlaku dan melakukan pengimbangan usaha seperti pengelolaan pupuk dan bibit, perdagangan, dan pasar yang dapat meningkatkan ekonomi Desa Slorok meskipun belum dapat mengentaskan kemiskinan. Menurut (J Baingan et al. , 2. , peran pemerintah dan BUMDesa melalui penyertaan modal bagi masyarakat yang memiliki usaha, belum memberikan pengaruh yang besar dan keterbatasan kemampuan SDM menjadi kendala sehingga sering kali BUMDesa tersebut tidak beraktivitas. Pemerintah dapat menjadi motor penggerak dalam memajukan potensi-potensi yang desa miliki. Karena pemerintah dapat memberikan dampak yang positif dalam mengembangkan dan memperbaiki objek wisata (Ramdhani & Andriana, 2. Pelatihan bagi bendahara mengenai pengelolaan keuangan dan laporan pertanggung jawaban keuangan menjadi keterkaitan pengelolaan sumber daya 211 | 10. 46510/jami. manusia di BUMDesa Karya Madani Sejahtera dengan pemaparan Wongkar. Selain itu pemanfaatan sarana dan prasarana berupa mesin pencacah yang digunakan untuk mengelola pupuk organik telah dilakukan meskipun belum maksimal. Sarana berupa alat transportasi, alat pesta atau hajatan, mesin pompa air, dan sarana produksi pertanian serta gedung pertemuan, rumah toko, pasar desa dapat lebih dioptimalkan sebagai peningkatan program BUMDesa (Sopanah et al. , 2. Pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan oleh BUMDesa Karya Madani Sejahtera sudah dilakukan melalui pengolahan limbah yang berasal dari alam yang dicacah menggunakan mesin pencacah dan diproduksi, kemudian dikemas dan dijual ke masyarakat. Berlimpahnya sumber daya alam yang ada, jika dikelola dengan baik dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar (Purnama, 2. Pengelolaan pupuk organik kemudian dipasarkan ke masyarakat juga telah dilakukan oleh pengelola BUMDesa Karya Madani Sejahtera. Sumber daya finansial BUMDesa Karya Madani Sejahtera berasal dari Dana Desa (DD). APBN, dan juga hasil usaha yang dilakukan oleh BUMDesa sendiri. Penerimaan dana selama 4 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai berikut : Rp60. Rp50. Rp40. Rp30. Rp20. Rp10. Rp2019 Sumber data: Diolah, 2023 Gambar 1. Peroleh Dana dari Pemerintah Selama 4 tahun terakhir penerimaan dana hanya diberikan pada tahun 2019 dan Nilai dana tahun 2019, sebesar 30 juta rupiah dan ada peningkatan pada tahun Pada tahun 2020 dan tahun 2021 tidak mendapatkan modal dari pemerintah desa karena adanya pandemi COVID-19. Hasil usaha yang dilakukan tersebut kemudian dilakukan pembagian sesuai proporsinya berdasarkan anggaran dasar BUMDesa. Pengelolaan dana ini diamanatkan untuk dikelola sendiri melalui pengembangan program sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 (Sopanah et al. , 2. Untuk mengidentifikasi strategi program BUMDesa Karya Madani Sejahtera digunakan indikator implikasi program terhadap organisasi dan masyarakat. Implikasi program terhadap masyarakat berupa program di pasar, pengelolaan pupuk dan gedung yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat Desa Slorok. Analisa SWOT digunakan untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal suatu entitas. Pengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi individu dapat meningkatkan kontribusi terhadap organisasi, sehingga tantangan dan kelemahan dapat diminimalkan (Sunarni, 2. (Muhtarom et al. , 2. Analisa lingkungan 212 | 10. 46510/jami. dilakukan untuk pengamatan kondisi, pemilihan, aktivitas dan evaluasi dari internal maupun ekternal. Untuk melihat bagaimana efektifitas dan kesuksesan dari organisasi ditentukan oleh pondasi kekuatan dan kelemahan. Kekuatan menjadi syarat pokok bagi keberadaan organisasi. Kekuatan yang dimiliki badan usaha ini adalah kepemilikan gedung atau kantor yang multifungsi. Selain digunakan dalam bentuk kegiatan rutin juga disewakan untuk kegiatan masyarakat lainnya. Kekuatan kedua adalah pasar yang dikelola untuk kepentingan Pasar BUMDes berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi desa dan membuka peluang usaha untuk masyarakat yang memiliki produk atau usaha lainnya. Bentuk inovasi yang dimunculkan oleh BUMDes adalah pengolahan kompos organik menjadi pupuk yang kemudian dapat dipasarkan dengan biaya yang terjangkau. Pemberdayaan atau pelatihan SDM, mesin pencacah dan inovasi pengolahan sampah organik, pemanfaatan SDA, dan Insentif SDF yang berasal dari Dana Desa. APBN, dan hasil usaha BUMDes menjadi logistik yang menunjang keberlanjutan organisasi dan memberikan manfaat dalam perbaikan kehidupan desa melalui inovasi yang dilakukan. Produk inovasi pengolahan sampah organik adalah produk yang diunggulkan karena ramah lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat. Jaringan kemitraan dengan beberapa kantor pos dan ekspedisi lainnya berdampak pada eskalasi atau penyebaran hasil dari unit usaha yang dijalankan. Sedangkan dari segi Weakness . , keanggotan BUMDes tidak terkoordinir dengan baik sehingga aktivitas diluar kegiatan badan usaha ini menjadi tidak terkontrol seperti aturan penjualan dilakukan diluar dari ketentuan BUMDes. Untuk lingkungan dari luar organisasi berupa ancaman dan peluang yang mungkin terjadi diantaranya jaringan Pasar dan Eskalasi perdangan. Peluang ini dapat memperluas jangkauan perdagangan tidak hanya lokal dan domestik namun juga memungkinkan pada skala internasional. Sirkulasi ekonomi dan pendapatan desa berpeluang memberikan keuntungan karena memiliki pasar desa satu-satunya yang ada di kecamatan Garum. Pembangunan desa menjadi indikator ketiga peluang untuk peningkatan layanan publik dan dukungan masyarakat setempat serta dukungan financial dari pemerintah. Threats (Ancama. berasal dari propaganda orang luar . ihak ketig. terhadap BUMDes Karya Madani Sejahtera. Ancaman ini melihat dari keberadaan BUMDes hanya satu-satunya di satu kecamatan dan lemahnya kepatuhan anggota kelompok BUMDes menjadi salah satu ancaman dari internal. Hambatan progresifitas berasal dari pengendalian pasar yang tidak optimal. Ketika sumber daya manusia tidak mencapai harapan maka timbul hambatan organisasi. Adanya persaingan unit usaha lainnya juga termasuk ancaman besar dan berakibat pula terhadap lini sektor BUMDes Karya Madani Sejahtera. Faktor keterbatasan modal, kesadaran masyarakat dan sumber daya manusia yang kurang mempuni dalam pengelolaan program yang dijalankan harus segera diatasi agar pengelolaan BUMDesa lebih optimal (Rohim. Selanjutnya dirumuskan strategi dari hasil analisa SWOT melalui Strategi S-O. W-O. S-T dan W-T. Strategi SO Strategi ini memakai potensi kekuatan dan memanfaatkan peluang. Upaya yang dilakukan yaitu: Mengoptimalkan logistic termasuk gedung dan fasilitas didalamnya. 213 | 10. 46510/jami. Pemanfaatan mesin pencacah untuk pengelolaan pupuk organik dan menyusun analisa produksi. Peningkatan kualitas kerjasama atau kemitraan yang menunjang perdagangan domestic ataupun luar negeri. Dan pengendalian pasar yang dapat dikondisikan dengan perluasan bahan produksi atau jangkauan sosialisasi dengan grand design yang menarik. Dengan beberapa strategi sebelumnya bisa meningkatkan eksistensi daerah dan meningkatkan ekonomi kreatif yang kemudian akan lebih diperhitungkan oleh pemerintah dengan mengembangkan infrastruktur. Sehingga Masyarakat ikut berkembang diaspek ekonomi kreatifnya. Hasil penelitian (Dewi et , 2. , menunjukkan bahwa strategi SO (Strenght Opportunit. perlu dijalankan terlebih dahulu dengan memaksimalkan seluruh kekuatan dan atau memanfaatkan peluang yang ada. Strategi W-O Strategi ini untuk meminimalisir kelemahan dengan memanfaatkan peluang. Cara yang dilakukan dengan pemberdayakan SDM dan memberikan kesadaran untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi desa. Hal ini dilakukan melalui sosialisasi dan penertiban terkait aturan. Strategi S-T Strategi ST memakai kekuatan dan mengatasi ancaman, diantaranya mengembangkan eksistensi usaha dan menerbitkan aturan yang berkaitan dengan pasar yang dikelola apabila tidak ada. Peningkatan peran pemerintah diaspek Merancang strategi ekonomi politik dalam menguasai pasar. Dan memperketat keanggotaan organisasi. Strategi W-T Strategi WT ialah strategi yang mempertimbangkan kelemahan dan meminimalisir kelemahan, melalui pamantauan dan kontroling rutin serta penertiban anggota. Mengembangkan SDM melalui pengetahuan dan pelatihan, komunikasi sosial dan lainnya. Jika digambarkan dalam grafik kuadran, posisi BUMDes Karya Madani Sejahtera ditunjukkan sebagai berikut: 214 | 10. 46510/jami. Sumber data: Diolah, 2023 Gambar 2. Peta Strategi SWOT (Dewi et al. , 2. menyatakan komponen strategi dapat di atas ditulis dalam diagram analisis SWOT alternatif yang terdiri dari . Strategi (StrengthOpportunitie. atau strategi SO, . Strategi (Strengths-Threat. atau strategi ST, . Strategi (Weaknesses-Opportunitie. atau strategi dan . Strategi (WeaknessesThreat. atau strategi WT. Dari hasil pemetaan, posisi BUMDes dikategorikan baik sebab akumulasi dari analisa lebih banyak kekuatan dari pada kelemahan disektor internal, begitu pula ancaman dan peluang diposisi eksternal yang masih tergolong Selanjutnya digunakan matrik SWOT. Melalui matriks ini dapat ditetapkan dengan tepat strategi pengembangan yang harus dilakukan. Matriks ini menghasilkan empat sel kemungkinan alternative strategis yang dapat dilakukan oleh BUMDes. Tabel 1. Matriks SWOT Faktor interal Factor eksternal Peluang (O) : Kekuatan (S) : Memiliki gedung atau Pasar yang dimiliki dan dikelola oleh BUMDes Karya Madani Sejahtera Konsep program kerja Mesin Pencacah dan Kompos sarana dan prasarana Pendanaan organisasi yang didukung oleh Pendanaan organisasi yang didukung oleh Kelemahan (W) : SDM Anggota dibawah BUMDes terkoordinir dengan baik ketentuan maupun aturan BUMDes Strategi (SO): Strategi (WO): 215 | 10. 46510/jami. Jaringan Pasar dan 1. Mengoptimalkan Memberdayakan Eskalasi perdangan segala logistic atau Sumber Daya Manusia Sirkulasi ekonomi dan sarana dan prasarana, pendapatan desa seperti gedung yang Pembangunan desa diperluas akses dan peluang ekonomi dan Adanya dukungan dari masyarakat setempat serta balance dengan ataupun dampak yang dan pemerintah akan terjadi. Mesin pencacah atau 2. Mengadakan yang diperhatikan dan dimanfaatkan dengan baik misalnya analisa ataupun masyarakat Kerjasama perdagangan domestic ataupun luar negeri dapat dikembangkan dengan kerjasama lain dengan peningkatan maupun institusi mulai daerah, nasional dan Pengendalian pasar yang dengan perluasan bahan produksi atau jangkauan sosialisasi serta tampilan dengan grand design yang lebih menarik. Meningkatkan eksistensi meningkatkan ekonomi kreatif yang kemudian 216 | 10. 46510/jami. Ancaman (T) : Strategi (ST) : Strategi (WT) : Propaganda Mengembangkan Melakukan luar . ihak ketig. eksistensi usaha dan BUMDes kontroling rutin serta Karya Madani yang berkaitan dengan penertiban anggota Sejahtera pasar yang dikelola 2. Mengembangkan Hambatan apabila tidak ada. sumber daya manusia Bekerjasama dengan diaspek pengetahuan dan pelatihan, atau pengendalian pasar diaspek keamanan. yang tidak optimal Merancang sosial lainnya Adanya ekonomi politik dalam unit usaha lainnya. menguasai pasar. Dan (BUMDes Karya Madani Sejahter. KESIMPULAN Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aspek strategi organisasi dalam pengembangan BUMDesa Karya Madani Sejahtera di Desa Slorok, dilihat dari visi dan misi BUMDesa Karya Madani Sejahtera. Pengembangan usaha ekonomi lokal telah dilakukan dengan cara pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Untuk mendukung sumber dayanya dilihat dari dimensi sarana dan prasarana. Penyediaan alat berupa mesin pencacah untuk mengelola pupuk organik kemudian dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau. Sedangkan dari sisi SDM masih dibawah pengawasan langsung BUMDesa. Pendanaan berasal dari pemerintah, dimana selama 4 tahun terakhir, mengalami peningkatan sebesar 20 juta, meski selama 2 tahun pandemi Covid tidak ada pengucuran dana pengelolaan. Aspek strategi program dalam pengembangan BUMDesa Karya Madani Sejahtera di Desa Slorok berdasarkan implikasi bagi organisasi memberikan dampak bagi usaha, terutama program di pasar, pengolahan pupuk dan gedung. Akan tetapi ada beberapa program yang masih belum berjalan dengan maksimal, karena sumber daya belum terpenuhi secara maksimal. Berdasarkan analisis SWOT, terlihat bahwa BUMDes memiliki sejumlah kekuatan seperti memiliki gedung multifungsi, pasar yang dikelola, konsep program 217 | 10. 46510/jami. kerja inovatif, sarana dan prasarana yang mendukung, kolaborasi jaringan dengan pihak terkait, serta dukungan pendanaan dari pemerintah. Namun, organisasi juga memiliki beberapa kelemahan, terkait kurangnya koordinasi dan kesadaran anggota BUMDes. Di sisi lingkungan eksternal, terdapat peluang besar untuk mengembangkan pasar, mendorong sirkulasi ekonomi desa, berkontribusi pada pembangunan desa karena adanya dari masyarakat dan pemerintah. Namun, dari peluang yang ada terdapat ancaman berupa propaganda dari pihak luar yang dapat merusak citra organisasi, hambatan progresifitas usaha dan pengendalian pasar, serta persaingan dari unit usaha lainnya. Sedangkan dilihat dari peta konsep posisi BUMDesa sangat kuat dan mempunyai peluang besar meski ada kemungkinan ancaman dan kelemahan yang bisa diatasi dan tergolong aman. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada Pimpinan BUMDesa Karya Madani Sejahtera Desa Garum Kecamatan Garum. Bapak Susanto dan Ketua STIE Kesuma Negara Blitar. DAFTAR PUSTAKA