Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume. Nomor. 3 Agustus 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 278-287 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Available online at: https://journal. id/index. php/jepi Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan Shinta Putri Marvina1*. Muhammad Yasin2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Indonesia Email: Shintashintaa136@gmail. com1*, yasin@untag-sby. Alamat: Jl. Semolowaru No. Menur Pumpungan. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur Korespondensi penulis: shintashintaa136@gmail. Abstract. Regional development strategies are one of the important steps to improve the economy and distribution of development in various regions. An industry approach that focuses on leading sectors has proven to be an efficient way to maximize the local potential found in each region. This research aims to discuss regional development strategies with emphasis on the use of leading sectors as the main driver of industrialization. This study uses a qualitative approach with the literature review method to explore various studies, reports, and related secondary data. It is known that selecting the appropriate leading sectors, supported by flexible policies and cooperation between the government, industry players, and the community, can increase economic value, create jobs, and strengthen regional competitiveness in a sustainable manner. With a focused and local potential-based approach, industrialization not only accelerates economic growth, but also strengthens the region's economic structure for the long term. Keywords: Regional Development. Industrialization. Leading Sectors. Abstrak. Strategi pengembangan wilayah adalah salah satu langkah penting untuk meningkatkan ekonomi dan distribusi pembangunan di berbagai daerah. Pendekatan industri yang fokus pada sektor unggulan terbukti menjadi cara yang efisien untuk memaksimalkan potensi lokal yang terdapat di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi pengembangan wilayah dengan menekankan pada pemanfaatan sektor-sektor unggulan sebagai penggerak utama industrialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review untuk mengeksplorasi berbagai studi, laporan, dan data sekunder terkait. Diketahui bahwa memilih sektor unggulan yang sesuai, ditunjang oleh kebijakan yang fleksibel dan kerjasama antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat, dapat meningkatkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing wilayah secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terfokus dan berbasis potensi lokal, industrialisasi tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkokoh struktur ekonomi daerah untuk jangka panjang. Kata kunci: Pengembangan Wilayah. Industrialisasi. Sektor Unggulan. LATAR BELAKANG Pembangunan wilayah merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda nasional yang ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Ketimpangan perkembangan antara wilayah masih menjadi masalah besar di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan berbagai strategi yang menyeluruh dan berfokus pada potensi lokal untuk mempercepat pertumbuhan di daerah. Salah satu metode yang umum diterapkan adalah pengembangan wilayah melalui industrialisasi berdasarkan sektor unggulan. Sektor unggulan didefinisikan sebagai sektor yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, serta berpotensi besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Sektor ini biasanya memberikan kontribusi yang signifikan Received: April 16, 2025. Revised: Mei 18, 2025. Accepted: Juni 30, 2025. Online Available: Juli 02,2025 Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menyerap banyak tenaga kerja, serta memiliki peluang untuk pengembangan lebih lanjut baik dari aspek teknologi, pasar, maupun Strategi industrialisasi yang berfokus pada sektor unggulan memungkinkan pemerintah daerah untuk lebih terfokus dalam mengelola sumber daya, membangun infrastruktur yang diperlukan, serta menjalin kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Sebagai contoh, penelitian yang di lakukan mengindikasikan bahwa subsektor kayu, karet, dan kertas di Provinsi Jambi memiliki dua keunggulan utama, yaitu kontribusi yang besar terhadap PDRB dan pertumbuhan yang signifikan, sehingga menjadi fokus dalam strategi pengembangan daerah (Wibisono et al. Di Provinsi Kalimantan Selatan menemukan bahwa sektor pertambangan, jasa pendidikan, dan pengelolaan air limbah adalah sektor unggulan yang patut mendapat perhatian lebih lanjut dalam konteks industrialisasi wilayah (Lestiyana et al. , 2. Identifikasi terhadap sektor unggulan memerlukan metode yang tepat. Berbagai metode analisis kuantitatif seperti Location Quotient (LQ). Shift-Share Analysis. Tipologi Klassen, dan Model Perencanaan Regional (MRP) sering diterapkan untuk menentukan sektor-sektor yang secara ekonomi layak diprioritaskan dalam pengembangan. Misalnya, penelitian oleh Andri et al. di Kabupaten Mandailing Natal menggabungkan keempat metode tersebut untuk merumuskan strategi pengembangan yang berfokus pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan dukungan kebijakan yang sesuai dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sektor-sektor ini memiliki potensi yang cerah untuk menjadi pendorong ekonomi lokal (Mandailing et al. , 2. Strategi pengembangan wilayah melalui industrialisasi tidak hanya bergantung pada pemilihan sektor unggulan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur, suasana investasi, dan kapasitas kelembagaan di daerah. Pengembangan kawasan industri, pembangunan jalan, dan pelabuhan serta pemberdayaan pelaku usaha lokal adalah bagian penting dalam membangun ekosistem industrialisasi yang kuat. Penelitian oleh Azmiral . di Kota Tanjungbalai menekankan pentingnya kerja sama antar sektor, di mana strategi pengembangan subsektor unggulan seperti perikanan dan perdagangan didukung oleh intervensi kebijakan pemerintah serta kolaborasi multi pihak untuk meningkatkan nilai tambah lokal (Azmiral, 2. Dengan cara demikian, industrialisasi yang berbasis pada sektor unggulan adalah pendekatan strategis untuk memperkuat struktur ekonomi wilayah, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong transformasi ekonomi yang inklusif. Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap ketidakmerataan pembangunan, tetapi juga menciptakan peluang Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 278-287 bagi inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing produk lokal di pasar Oleh karena itu, analisis mendalam mengenai strategi pengembangan wilayah melalui industrialisasi yang fokus pada sektor unggulan sangat penting untuk memberikan arahan kebijakan yang tepat, terutama di tengah persaingan ekonomi yang semakin rumit. KAJIAN TEORITIS Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theor. Teori Basis Ekonomi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu daerah sangat tergantung pada sektor-sektor basis, yaitu sektor yang menghasilkan ekspor atau jasa untuk dijual keluar daerah tersebut. Aktivitas ekonomi dari sektor utama ini mendorong munculnya permintaan di sektor lokal, seperti ritel, layanan, dan jasa publik, yang menyerap pendapatan serta tenaga kerja dari sektor utama melalui dampak penggandaan (Tello, 2. Sebagai contoh, suatu daerah yang unggul dalam bidang pertanian atau industri pengolahan pertanian akan mengekspor produknya, sehingga pendapatan dari ekspor tersebut akan diinvestasikan kembali secara lokal untuk konsumsi, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan Ini semua mendorong berkembangnya bisnis dan layanan lokal, serta memperkuat keadaan ekonomi daerah secara keseluruhan. Metode kuantitatif seperti rasio lokasi juga diterapkan untuk menemukan sektor-sektor yang menjadi pendorong utama serta menghitung perbandingan antara sektor lokal dan sektor ekspor sebagai dasar untuk perencanaan regional (Saragih et al. , 2. Kajian mengenai Keunggulan Regional yang Dibentuk di Uni Eropa juga menggabungkan teori ekonomi dengan pendekatan berbasis pengetahuan, yang menjelaskan bagaimana pengetahuan industri yang berkembang di sektor dasar dapat meningkatkan inovasi dan daya saing wilayah melalui sistem inovasi setempat. Hal ini menunjukkan bahwa sektor basis tidak hanya berkaitan dengan ekspor barang secara fisik, tetapi juga dengan penyebaran pengetahuan dan kapasitas teknologi melalui klaster industri dan jaringan lokal. Secara teoritis, pendekatan Ekonomi Dasar masih menjadi elemen penting dalam perencanaan pengembangan daerah karena dapat menjelaskan dari mana pertumbuhan ekonomi lokal berasal dan bagaimana manfaatnya menyebar. Namun, keterbatasanketerbatasan yang ada seperti anggapan bahwa sektor dasar adalah satu-satunya pendorong pertumbuhan dan mengabaikan peranan modal, pemerintah, serta konsumsi dalam negeri menegaskan perlunya kolaborasi dengan teori-teori lain seperti Teori Perdagangan Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan Baru, kluster, dan basis pengetahuan agar strategi pengembangan daerah menjadi lebih komprehensif dan responsif. Strategi Penentuan dan Pengembangan Sektor Unggulan Penentuan sektor yang memiliki keunggulan dimulai dengan mengenali potensi dasar daerah melalui metode kuantitatif seperti Location Quotient (LQ). Shift-Share, dan Tipologi Klassen. LQ mengukur seberapa spesifik suatu sektor di suatu daerah dibandingkan dengan rata-rata nasional. sektor yang memiliki LQ lebih dari 1 menunjukkan bahwa ada potensi keunggulan komparatif setempat . ontohnya, dalam analisis di Kota Medan dan Kabupaten Sidenreng Rappang, sektor konstruksi, real estate, jasa perusahaan, pertanian, dan industri pengolahan menunjukkan LQ lebih dari 1 sehingga dianggap sebagai sektor dasa. (Kia & Ichsan, 2. (SURIYADI, 2. Selanjutnya. Shift-Share menganalisis pertumbuhan sektor berdasarkan faktor nasional, komposisi industri, dan keunggulan lokal. kehadiran nilai local share yang positif menunjukkan sektor yang memiliki daya saing yang kuat di wilayah Sementara itu. Tipologi Klassen mengelompokkan sektor ke dalam kuadran seperti Aumaju dan tumbuh cepatAy. AuberpotensiAy, atau AuketinggalanAy berdasarkan kombinasi antara pertumbuhan dan kontribusi terhadap PDRB. misalnya, sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi seringkali termasuk dalam kuadran Aumaju dan tumbuhAy dalam berbagai kajian daerah seperti Nganjuk. Medan, dan Malang (Andayani et al. , 2. Setelah melakukan identifikasi, langkah pengembangan sektor unggulan direncanakan melalui metode bertahap. Pertama-tama, daerah harus mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah dari sektor dasarAiseperti pengolahan hasil pertanian atau manufaktur ringan. Hal ini didukung oleh pengembangan kluster produksi yang menciptakan konsentrasi kegiatan industri, jaringan supply-chain yang efisien, dan transfer teknologi lokal. Dalam banyak penelitian, kluster terbukti dapat meningkatkan daya saing daerah serta menciptakan efek multiplikasi seperti peningkatan investasi dan penyediaan lapangan kerja. Strategi ini juga harus dilengkapi dengan kebijakan yang mendukung keunggulan seperti kemudahan dalam perizinan, insentif pajak, dukungan infrastruktur, serta program pengembangan SDM yang khusus untuk sektor Sebagai contoh, pemerintah daerah di Medan disarankan untuk menyederhanakan aturan dan memberikan akses modal yang lebih mudah bagi usaha di sektor unggulan. Demikian pula, di Kalimantan Selatan, pergeseran dari ketergantungan pada tambang menuju sektor pengelolaan air, transportasi, dan pendidikan didukung oleh kebijakan yang berbasis pada hasil analisis Shift-Share dan LQ. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 278-287 Mekanisme Kebijakan dan Aksi Strategis Pengembangan wilayah melalui industrialisasi sektor unggulan memerlukan dukungan kebijakan publik yang tepat dan tindakan strategis yang konsisten. Peran pemerintah daerah sangat penting sebagai penghubung dan pengatur pengembangan, mulai dari pembuatan regulasi yang mendukung investasi, pemberian insentif fiskal, hingga pengembangan infrastruktur pendukung seperti kawasan industri dan pusat pelatihan tenaga kerja. Porter . menyatakan bahwa peningkatan struktur klaster melalui regulasi, insentif, dan keterlibatan aktif pemerintah akan menghasilkan iklim bisnis yang kompetitif dan inovatif Selain itu, tindakan strategis juga melibatkan kerja sama antara berbagai aktor . riple heli. yang terdiri dari pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem industri unggulan. Penelitian di Provinsi Riau menunjukkan bahwa kebijakan klaster melalui penetapan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) berhasil mendorong kolaborasi antara pelaku usaha serta memperkuat jaringan produksi di daerah (Tampubolon. Di Kabupaten Semarang, upaya pemerintah dalam mengembangkan klaster enceng gondok telah meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru (Wijayanti & Darwanto, 2. Oleh karena itu, mekanisme kebijakan dan tindakan strategis mencakup pembuatan regulasi yang berorientasi pada potensi lokal, pemberian insentif bagi pelaku usaha, pembangunan infrastruktur industri, penguatan institusi klaster, dan pemantauan berkelanjutan, yang semuanya merupakan dasar penting dalam mendukung proses industrialisasi wilayah yang berkelanjutan dan inklusif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Penelitian kualitatif adalah metode di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dan mempelajari subjek dalam kondisi alamiah. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan temuan lebih menekankan makna daripada generalisasi. Studi literatur merupakan proses penelitian yang melibatkan tinjauan dan evaluasi kritis terhadap sumber-sumber pustaka yang ada. Tujuan utamanya adalah untuk memahami dan menjelaskan keadaan penelitian terkini di bidang yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan penelitian-penelitian terdahulu sebagai acuan Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan dalam mewujudkan tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami secara mendalam strategi pengembangan wilayah melalui industrialisasi yang berbasis pada sektor unggulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan wilayah yang terfokus pada industrialisasi dengan mengandalkan sektor unggulan mampu menghasilkan dampak pengganda yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi setempat. Temuan ini terlihat dari beberapa indikator, seperti peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor unggulan, pertumbuhan dalam industri pengolahan yang bersangkutan, penambahan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing di daerah tersebut. Industrialisasi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor unggulan di daerah terbukti menjadi alat penting dalam mendukung transformasi struktur ekonomi dari sektor primer menuju sektor sekunder dan tersier yang lebih produktif. Sebagai ilustrasi, di daerah yang bergantung pada pertanian seperti Kabupaten Sragen di Jawa Tengah, penerapan industrialisasi dilakukan melalui pengembangan agroindustri yang menggunakan komoditas unggul lokal seperti padi, jagung, dan kedelai. Pengolahan hasil pertanian melalui industri kecil dan menengah memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan sekadar menjual bahan mentah. Penelitian oleh (Wibisono et al. menunjukkan bahwa pengembangan kluster agroindustri dapat menghubungkan sektor pertanian dan industri pengolahan serta meningkatkan efisiensi dalam rantai pasokan dari hulu ke hilir. Di samping itu, pendekatan ini juga membuka kesempatan pasar baru baik di tingkat lokal maupun nasional. Studi oleh (Ferdyansyah dan Santoso 2. mengungkapkan bahwa koridor SurabayaAeMalang menunjukkan konsentrasi industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki, di mana sektor-sektor ini terpusat secara intensif dan memiliki spesialisasi yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa pengembangan infrastruktur dan penataan zona wilayah sebaiknya difokuskan untuk membangun kluster industri yang unggul. Dalam konteks yang berbeda, penelitian (Herdhiansyah et al. di Kolaka. Sulawesi Tenggara, menunjukkan pengembangan agroindustri kakao dan kelapa melalui kemitraan antara petani dan industri, yang didukung oleh analisis SWOT dan metode Delphi, serta terbukti meningkatkan nilai tambah dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Beragam sektor unggulan juga terlihat di berbagai daerah lainnya. Penelitian (Basuki dan Gayatri 2. di Kabupaten Tanjungbalai menunjukkan bahwa sektor pertanian, pengolahan pangan, dan ekstraksi memiliki peranan penting dalam perekonomian lokal. (Adawiah dan Wardhana 2. mencatat bahwa sektor industri pengolahan, pertambangan, serta jasa transportasi di Kotabaru menunjukkan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 278-287 keunggulan kompetitif dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Pangandaran menyatakan bahwa sektor perdagangan, jasa, dan transportasi saling terkaitAi backward dan forward linkageAiyang menghasilkan efek berganda dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat secara keseluruhan (Hendriany et al. Pelaksanaan strategi pengembangan wilayah melalui sektor unggulan tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif pemerintah daerah. Pemerintah bertanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang mendukung, termasuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, penyediaan listrik dan air, serta fasilitas digital, serta menciptakan kawasan industri atau pusat produksi yang memadai. Kesuksesan pengembangan Kawasan Industri Halal Modern di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya bergantung pada potensi sektoral, tetapi juga pada sinergi antara berbagai instansi dan dukungan dari kebijakan regulatif yang memberikan insentif bagi para investor dan kemudahan dalam berbisnis (Lestari & Pramudito 2. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan strategi ini, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi industri, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, dan rendahnya kapasitas inovasi di tingkat lokal. Pendekatan pembangunan yang datang dari atas cenderung menghasilkan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat (Fitriani et al. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas lokal menjadi aspek krusial dalam menentukan arah dan prioritas pengembangan sektor unggulan. Pendekatan yang bersifat bottom-up melalui musyawarah pembangunan desa serta penguatan lembaga lokal dapat meningkatkan efektivitas penerapan strategi dan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program-program tersebut. Proses penentuan sektor unggulan harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan potensi sumber daya alam, kondisi geografis, kesiapan sumber daya manusia, serta peluang pasar yang ada. Pendekatan ini sejalan dengan teori dasar ekonomi yang mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu wilayah didorong oleh sektor-sektor yang mampu menghasilkan nilai tambah dan permintaan dari luar (Tarigan, 2. Dalam konteks ini, sektor unggulan tidak hanya harus berlandaskan pada keunggulan komparatif semata, tetapi juga perlu didorong untuk memiliki keunggulan kompetitif melalui inovasi dan peningkatan efisiensi produksi. Sebagai kesimpulan dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan wilayah dengan pendekatan industrialisasi yang berfokus pada sektor unggulan merupakan metode yang efektif untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada tiga faktor utama: . ketepatan dalam memilih sektor unggulan yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. penguatan infrastruktur serta Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan kebijakan pendukung yang memadai. partisipasi aktif masyarakat serta pelaku usaha Dengan demikian, kerja sama lintas sektor dan pendekatan yang menyeluruh merupakan kunci untuk mencapai pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan adil. KESIMPULAN DAN SARAN Strategi peningkatan wilayah melalui proses industri yang menekankan pada sektor utama telah terbukti efektif dalam mempercepat perkembangan ekonomi setempat. Industrialisasi yang berfokus pada potensi daerah tidak hanya berdampak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing wilayah, serta menguatkan struktur ekonomi dalam jangka panjang. Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada pemilihan sektor utama yang tepat, adanya dukungan infrastruktur dan regulasi yang sesuai, serta partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Oleh karena itu, pendekatan yang menyeluruh dan kerja sama menjadi faktor utama untuk mencapai pembangunan daerah yang inklusif, kompetitif, dan Untuk mendukung keberhasilan strategi pengembangan wilayah yang berbasis pada sektor unggulan, sangat dianjurkan bagi pemerintah daerah untuk melakukan identifikasi potensi secara tepat menggunakan metode yang sesuai seperti LQ dan Shift-Share. Pembangunan sarana dan prasarana pendukung serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang relevan juga harus menjadi prioritas. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan program perlu dikuatkan agar sesuai dengan kebutuhan setempat. Kerjasama antara pemerintah, sektor bisnis, dan lembaga pendidikan melalui pendekatan triple helix sangat penting untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan kompetitif. DAFTAR REFERENSI Adawiah. , & Wardhana. Analisis kompetitif sektor unggulan di Kotabaru. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. Andayani. Muljaningsih. , & Asmara. Analisis struktur ekonomi dan identifikasi sektor unggulan Kabupaten Tuban. Al-Buhuts, 17. , 52Ae64. https://doi. org/10. 30603/ab. Arina. Analisis penentuan sektor unggulan dan struktur ekonomi wilayah Kabupaten Padangpariaman Provinsi Sumatera Barat. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah Indonesia, 11. , 217Ae230. https://doi. org/10. 54783/jv. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 278-287 Azmiral. Strategi pengembangan sub sektor unggulan wilayah Kota Tanjungbalai Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 12. , 167Ae188. Basuki. , & Gayatri. Sektor unggulan OKI. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan. Fitriani. Kurniawan. , & Hadi. Strategi pengembangan wilayah inklusif melalui partisipasi komunitas lokal. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 14. , 102Ae116. Gustian Putri. , & Huda. Analisis sektor basis dan non basis terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Raya dengan metode Location Quotient. Dynamic LQ. Shift Share, dan Tipologi Klassen. JEMSI (Jurnal Ekonomi. Manajemen, dan Akuntans. , 9. , 2086Ae2100. Herdhiansyah. , et al. Pengembangan agroindustri kakao di Kolaka. Jurnal Teknik Industri UMM. Irza. Analisis penentuan sektor ekonomi unggulan Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Pembangunan Nagari, 6. , 24Ae37. Kia. , & Ichsan. Analisis sektor unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan (Pendekatan Location Quotient. Shift Share dan Tipologi Klasse. E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 24. , 162Ae171. Lestari. , & Pramudito. Kawasan industri dan pengembangan wilayah: Studi kasus kawasan industri halal modern. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 17. , 235Ae248. Lestiyana. Larasati. , & Manik. Analisis pergeseran struktur ekonomi dan penentuan sektor unggulan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018Ae2022. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19. , 141Ae156. https://doi. org/10. 47441/jkp. Mandailing. Sumatera. Andri. Negara. Siddik. Regency. , & Sumatera. Analisis dan strategi pengembangan wilayah berbasis sektor unggulan di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara. JASc (Journal of Agribusiness Science. , 7. , 66Ae74. https://doi. org/10. 30596/jasc. Saragih. Purwoko. , & Asaad. Classifying economic sectors to improve regional development priorities in Indonesia. International Journal of Sustainable Development Planning, 19. , 1773Ae1783. https://doi. org/10. 18280/ijsdp. Suriyadi. Analisis sektor unggulan dalam menunjang pembangunan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang. DECISION: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 1. , 28Ae39. https://doi. org/10. 31850/decision. Tampubolon. Kebijakan klaster industri sebagai strategi pembangunan ekonomi Jurnal Kebijakan Pembangunan, 55Ae64. https://doi. org/10. 33578/jkp. %p Strategi Pengembangan Wilayah melalui Industrialisasi Berbasis Sektor Unggulan Tello. From national to local economic development: Theoretical issues. Cepal Review, 102, 49Ae65. https://doi. org/10. 18356/bf5d1be2-en Wibisono. Hidayat. , & Nurcahyo. Strategi pengembangan agroindustri berbasis komoditas unggulan daerah. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 31. , 15Ae28. Wibisono. Amir. , & Zulfanetti. Keunggulan komparatif dan kompetitif sektor industri pengolahan di Provinsi Jambi. Journal of Regional and Rural Development Planning, 3. , 105Ae116. https://doi. org/10. 29244/jp2wd. Wijayanti. , & Darwanto. Implementasi pengembangan ekonomi lokal melalui pembentukan klaster di Kabupaten Semarang. EcceS (Economics. Social, and Development Studie. , 4. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025