P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 RESILIENSI IBU PENDERITA POSTPARTUM SYNDROME DI DESA LAUT DENDANG RESILIENCE OF MOTHERS WITH POSTPARTUM SYNDROME IN LAUT DENDANG VILLAGE Husna Nafilah1. Cut Metia2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jl. William Iskandar Ps. Medan Estate. Kec. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara, 20371. Indonesia e-mail: husna0102202035@uinsu. ABSTRACT This study aims to analyze the phenomenon related to the analysis of resilience in mothers with postpartum syndrome in Dusun V Cempaka Laut Dendang. In this study, data were taken from interviews with informants totaling 5 people and had varying levels of education starting from S-1. SMA, and SMK. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data obtained was then analyzed by data reduction, data display, and determining conclusions. The results showed that the five informants interviewed had experienced Postpartum syndrome that occurred after giving birth. Postpartum syndrome occurs due to the inability to manage emotional control and lack of knowledge when giving birth in the first child phase. The resilience built by mothers in Dusun V Cempaka Laut Dendang are: . acceptance of conditions and self-education. self-acceptance and awareness of the natural postpartum process. emotional support from husband. full support from husband and family. support from husband and in-laws. The results of this study as a reference for information in dealing with postpartumsyndrome that occurs in mothers who have just given birth. Keywords: Resilience. Mother. Postpartum Syndrome ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena terkait analisis resiliensi pada ibu penderita Postpartum syndrome di Dusun V Cempaka Laut Dendang. Dalam penelitian ini data diambil dari wawancara terhadap informan yang berjumlah 5 orang dan memiliki tingkat pendidikan bervariasi dimulai dari S-1. SMA, dan SMK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan tenik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, display data, dan menentukan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lima informan yang diwawancarai pernah mengalami Postpartum syndrome yang terjadi pasca melahirkan. Postpartum syndrome tersebut terjadi karena adanya ketidakmampuan dalam mengelola kontrol emosi dan minimnya pengetahuan saat melahirkan di fase anak pertama. Resiliensi yang dibangun oleh Ibu di Dusun V Cempaka Laut Dendang adalah: . penerimaan kondisi dan edukasi mandiri. penerimaan diri dan kesadaran akan proses alami postpartum. dukungan emosional dari suami. dukungan penuh dari suami dan keluarga. dukungan dari suami dan mertua . Hasil penelitian ini sebagai rujukan informasi dalam menangani Postpartumsyndrome yang terjadi pada Ibu-ibu yang baru Kata Kunci: Resliensi. Ibu. Postpartum Syndrome FIRST RECEIVED: 13 September 2024 REVISED: 17 October 2024 ACCEPTED: 18 October 2024 PUBLISHED: 31 October 2024 depan tentu sudah dimiliki oleh setiap wanita yang telah memilih untuk menikah. Hal ini senada dengan hasil penelitian Istiqomah, . peran dan tanggung jawab baru sebagai istri, serta sebagai ibu bagi anak-anak PENDAHULUAN Kesiapan untuk membangun sebuah keluarga baru dan menghadapi segala tantangan serta hal-hal yang akan datang dalam kehidupan berumah tangga di masa Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 di masa depan cenderung lebih dituntut dari Kehamilan dan juga melahirkan merupakan status yang dialami oleh setiap wanita yang akan mengarahkan pada peran seorang ibu. Proses ini merupakan bagian dari Pada beberapa wanita,fase peralihan memunculkan berbagai pandangan negatif seperti perasaan risau dan khawatir. Bahkan, beberapa wanita mungkin mengalami gangguan saat menghadapi kehidupan baru yang berbeda dari sebelumnya. Salah satu perubahan signifikan terhadap wanita yang menikah adalah kehamilan dan melahirkan (Chairunnisa & Fourianalistyawati, 2. Selama masa kehamilan dan setelah melahirkan atau Postpartum, gangguan akan muncul, termasuk berbagai gejala fisik dan Sebagian perempuan mampu mengatasi berbagai pergejolakan dari situasi tersebut dan hal ini diistilahkan dengan resiliensi. Menurut Azzahra . , resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan baik dalam menghadapi tragedi, trauma, atau situasi penuh tekanan. Resiliensi membantu individu menghadapi berbagai tingkat kesulitan atau penderitaan dalam hidup. Masalah dan tantangan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dalam menjalani kehidupan pasti akan dihadapi oleh setiap orang, namun resiliensi menjadi fondasi bagi sifat-sifat positif seperti keberanian dan ketekunan dalam menghadapi situasi tersebut. Resiliensi juga disebut sebagai upaya untuk seseorang bangkit dari keadaan terpuruk atau keadaan yang belum pernah dialaminya sebelumnya melalui dukungan orang-orang terdekat seperti suami, orang tua maupun keluarga lainnya hal ini perlu dilakukan oleh penderita post patrum syndrome pasca melahirkan (Mala, 2. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Pada masa nifas masalah yang terjadi yakni gangguan mood. Tiga jenis gangguan dapat terjadi selama ini, antara lain postpartum syndrome, gangguan pasca melahirkan dan psikosis pasca persalinan. Kebingungan, kecemasan, dan kesulitan merawat bayi dengan baik seringkali dialami oleh wanita yang mengalami postpartum Kecemasan berlebihan dan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan bayi juga sering dirasakan (Saraswati, 2. Perkembangan Postpartum syndrome dipengaruhi oleh faktor internal. Faktor internal seperti akibat perubahan hormonal setelah melahirkan, riwayat gangguan, riwayat komplikasi saat hamil dan melahirkan, faktor akibat kehamilan tidak direncanakan, sulit menyusui dan rendahnya produksi ASI. Dari kajian (Imansari, 2. bahwa di Indonesia baik di perkotaan maupun pedesaan yang berada di seluruh wilayah pada prevalensi depresi mencapai di angka 6,1 %. Berdasarkan data Riskesdas 2018, ditemukan 8. 769 ibu dengan bayi berusia 2 hingga 24 minggu, dan sekitar 000 ibu dengan bayi dalam rentang usia Postpartum syndrome. Ibu yang mengalami kurang minat atau kenikmatan saat beraktivitas, suasana hati yang buruk, gangguan tidur, kurangnya fokus, adanya keinginan bunuh diri hingga mengalami agitasi fisik atau terhambatnya perkembangan tanda-tanda mengalami gangguan Postpartum syndrome (Rauf et al. , 2. Sejalan dengan itu dipertegas lagi riset yang dilakukan Sloane. Benedict & Mintzer, . yang menyebutkan tandatanda terjadinya sindrom pascapersalinan ditandai dengan adanya gangguan fisik dan Aspek fisik terlihat kurus, lelah. Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 kurang tidur dan penurunan nafsu makan. Aspek psikologis perasaan murung atau sedih, mudah tersinggung dan rasa tidak berharga, stress mengalami anoreksia dan bahkan Rauf et al. mengatakan bahwa aspek yang mempengaruhi Postpartum syndrome meliputi paritas, pengetahuan, dukungan dan pekerjaan dari pasangan. Beberapa mengungkapkan bahwa terdapat korelasi antara usia Ibu Postpartum dengan tingkat Postpartum (Febriyanti, 2021. Pebryatie et al. , 2022. Saleh & Harisa, 2. Wanita Postpartum menurut Dibaba et al. dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: usia, usia ibu saat melahirkan yang terlalu muda atau terlalu tua. paritas, juga menjadi faktor risiko, di mana ibu primipara . elahiran dibandingkan ibu multipara . elahiran kedua atau lebi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelahiran pertama memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya Postpartum Berdasarkan hal penelitian ini penting dilakukan untuk dapat berkontribusi memberikan informasi, ilmu dan pengetahuan bahwa pentingnya dukungan dari suami dan keluarga bagi Ibu pasca melahirkan agar terhindari dari gangguan mental yang dapat menganggu dirinya dan bayinya. Penelitian tentang resiliensi pada ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan telah dilakukan oleh Julianti . Saraswati . Penelitian ini menyoroti bagaimana resiliensi dapat dibangun oleh ibu yang mengalami gangguan setelah melahirkan melalui berbagai faktor. Berbagai factor pemicu sindrom postpartum seperti usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Hal ini sejalan dengan fenomena yag ditemukan di desa Beberapa diantaranya terjadi karena pernikahan di usia muda, kurangnya edukasi dari keluarga maupun diri sendiri yang belum mempelajari sebelum menjadi seorang ibu. Menurut Gunawan, . berpendapat bahwa proses kehamilan, pengalaman yang mudah dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi perempuan. Betapa beratnya beban yang harus ditanggung perempuan selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui pun diakui oleh Al-QurAoan surah Luqman ayat 14 bahwa perjuangan seorang ibu telah lama disadari dan dihargai dalam berbagai konteks, termasuk dalam ajaran ACAoEa CEACiACEA EAEAIaOAA EaAECEACOEaACaEaA AACACAeAsa aoECOCCa CeEsA ECsEAECAA EOa EOeAACAuAE CeEaE CEAEACAEAEaEa AAEa ACeaE ENEOEsEO ECaCsEIEaOEa CuCeAAEaA AAECEACOEaACaEa Artinya: Makna ayat diatasbahwa perintah Allah kepada manusia untuk berbuat baik kepada orang tua, terhadap ibu yang telah mengandung dan menyusui hingga usia dua tahun dalam keadaan lemah. Dan perintah bersyukur kepada Allah juga kepada Menurut Fahrezi Yusron Huda et al . memaknai ayat tersebut dengan mengatakan bahwa Luqman menyandingkan wasiat anaknya untuk hanya menyembah Allah dengan berbakti kepada orang tuanya. Sesungguhnya Allah menjelaskan bahwa perjuangan seorang ibu, dengan segala kelelahan dan kesulitannya dalam merawat anak siang dan malam, dimaksudkan agar anak selalu mengenang dan menghargai kebaikan yang diberikan oleh ibunya. Berbakti kepada orang tua, seperti yang dinyatakan oleh Ahlamtul Khasanah, . Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 dalam Surat Luqman ayat 14, berarti berbuat baik kepada keduanya, mematuhi semua perintahnya selagi tidak bersalah, tidak menyusahkan keduanya baik dengan ucapan menyayangi keduanya, menjaga perasaan keduanya, dan selalu mendoakan keduanya. Keterkaitan ayat dengan penelitian yang diangkat oleh penulis tentang resiliensi pada penderita Postpartum syndrome, bahwa seorang ibu banyak mengalami pergejolakan pasca melahirkan mulai dari terganggunya mental dan juga berkurangnya waktu istirahat sebelum menjadi seorang ibu. Sehingga dalam hal ini dijelaskan bahwa hendaknya manusia itu berbuat baik kepada orang tuanya karena menjadi seorang ibu menghadapi kondisi yang sulit. Dengan demikian, tujuan penelitian ini guna mengetahui bagaimana resiliensi ibu penderita postpartum syndrome dan apa saja hal yang dilakukan oleh calon ibu dan orang disekitar untuk mencegah terjadinya keadaan postpartum syndrome. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Berdomisili di Dusun V Cempaka Laut Dendang. Datayang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Data merupakan data yang dikumpulkan dari informan sesuai dengan tujuan penelitian. alat yang digunakan dalam pengumpulan data primer menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara secara Data sekunder dari Lembaga terkait dan sumber pustaka seperti buku dan jurnal menjadi data sekunder penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Miles dan Huberman yang dilakukan dengan mereduksi data, display data, dan menentukan kesimpulan (Miles & Huberman, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman ibu yang mengalami postpartum syndrome dan bagaimana mereka mempertahankan diri setelah melahirkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi informan, peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis dengan melakukan wawancara dan observasi. Subjek penelitian mengenai resiliensi pada wanita di Desa Laut Dendang yang mengalami Postpartum syndrome terdiri dari 5 Ibu Baru yaitu: No Inisal Usia Pendidikan SMA SMK SMA SMK METODE PENELITIAN Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 yang berlokasi di Dusun V Cempaka Laut Dendang. Kabupaten Deli Serdang. Informan penelitian terdiri dari 5 ibu-ibu penderita postpartum syndrome. Teknik sampling, dimana mengumpulkan informasi menggunakan metode purposive dengan mempertimbangkan bahwa sampel/informan yang diambil harus sesuai dengan tujuan beberapa kriteria informan penting Bersedia diajak untuk melakukan Ibu yang telah memiliki anak dan terkena postpartum syndrome. Pada (SH), berdasarkan hasil wawancara dan observasi, menunjukan bahwasanya informan tersebut mengalami kondisi Postpartum syndrome, seperti ketika memiliki anak jarak rapat. Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 merasa kewalahan dan capek saat anak-anak sakit bersamaan,yang mana hal ini mengakibatkan kelelahan dan kurangnya Temuan juga mengungkapkan bahwa resiliensi yang digunakan oleh SH adalah dengan membiasakan dirinya untuk menerima kedaan yang berbeda dari keadaan yang sebelumnya dengan cara belajar melalui edukasi pasca melahirkan melalui media sosial ataupun buku-buku panduan lainnya. Informan SH mengatakan: "Kesulitan dalam mengurus anak sudah pasti ada apalagi saat saya pertama kali lahir mungkin saya butuh sekalih bimbingan dari orang tua ataupun belajar dari edukasi Terus setelah mereka ini sudah besar mungkin kesulitannya yaitu ketika mereka sakit secara bersamaan ya gitulah capek kadang" (Wawancara,10 Juni 2. Resiliensi SH adalah kemampuan untuk beradaptasi dan menerima perubahan melalui pendidikan dan penelitian. Namun, akan lebih baik jika WA mendapat dukungan sosial dari keluarga atau masyarakat sekitarnya. Ini karena dukungan sosial tetap menjadi faktor utama dalam mengurangi kesulitan yang dirasakan seorang ibu setelah melahirkan. Informan kedua (WA), hasil wawancara menunjkkan bahwa WA mengalami kondisi Postpartum syndrome yang diperlihatkan dengan mengalami stres dan kelelahan karena mengurus anak saat suami bekerja di luar malam hari, terutama saat pandemi. Kondisi ini diperburuk dengan proses menyusui yang berat, sehingga WA harus diinfus selama 3 minggu ditambah saat itu WA pasca melahirkan 5 bulan. Hasil dari observasi dan wawancara menunjukkan bahwa lingkungan yang sehat sangat membantu WA mengatasi bebas piskologis. Hal ini juga yang menjadi resiliensi WA dengan menerima dan menyadari bahwa fase ini adalah fase yang P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 harus dijalani oleh setiap wanita pasca Informan WA mengatakan : "Kesulitan-kesulitan dalam mengurus anak itu ya terkadang waktu dia sakit aja sih itu yang menurut saya sulit gitu karena pastinya kita bingung gitu kan. Apalagi kalau anak ini masih kecil kali pasti dia belum bisa menjelaskan bagian mana tubuhnya yang sakit apa yang dirasakan dia belum pandai jadi kita sebagai seorang ibu pastinya harus peka gitu kan harus mencari tahu jadi tanpa harus kita yang tanya ke dia gitu kan" (Wawancara,10 Juni 2. Menerima diri dan menyadari proses alami postpartum adalah kunci untuk membangun resiliensi yang ditunjukkan oleh WA. Mendapatkan dukungan dari lingkungan yang sehat merupakan faktor utama yang membantu WA mengatasi psikologinya yang Bantuan dari pasangan atau mertua sangat penting untuk membangun ketahanan meskipun WA menghadapi tantangan fisik seperti kelelahan dan kurangnya istirahat. Berdasarkan hasil wawancara bersama informan ketiga (SH) juga menunjukan bahwa ia mengalami kondisi Postpartum syndrome, terutama karena SH harus menjalani proses menjadi ibu dari sejak melahirkan tanpa bantuan orang tua. SH juga menyebutkan bahwa perjuangannya menjadi seorang ibu semakin rumit dan berat ketika harus bangun tengah untuk merawat anak seperti menyusui atau mengganti popok. Observasi yang peneliti dapatkan bahwa dukungan utama dari suami menjadi faktor utama SH dalam Informan SHmengatakan : "Kalau kesulitan dalam mengurus anak sih gak ada cuman kayak manapun seorang anak tetap di perjuangkan gimanapun susahnya si ibu ini ya tetap ujung-ujungnya anak diperjuangkan gitu" (Wawancara, 13 Juni Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Sebagaimana yang disebutkan bahwa resiliensi yang dibangun oleh SH adalah dukungan emosional dari suami yang menjadi sumber kekuatannya untuk bertahan dalam menghadapi Postpartum syndrome. Meskipun demikian, dukungan sosial dari keluarga atau lingkungan sekitar juga diperlukan untuk meringankan beban fisik yang dialami oleh seorang ibu pasca melahirkan, termasuk SH. Pada (DA), berdasarkan wawancara dan observasi. DA menunjukan kondisi Postpartum syndrome yang ditunjukkan dengan perasaan kaget hingga bingung karena memiliki aktifitas Menurut DA, ia mengalami perubahan drastis dalam waktu tidur, sering begadang di malam hari untuk mengurus anak. Kondisi ini membuatnya terkadang jadi menangis sendiri. Hasil wawancara juga mengungkapkan bahwa pada awalnya DA dibantu oleh mertua untuk mengurus bayi, namun setelah dua bulan, semua tanggung jawab diberikan kepada DA. Adapun resiliensi yang digunakan oleh keempat informan ini seperti mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan juga Informan DA mengatakan : "Selama menjadi ibu ya awalnya kaget karena kan setiap hari anak nih klau baru lahir tuh begadang aja, jadi jam tidur kayak Dulunya teratur gitu sekarang gak teratur" (Wawancara, 13 Juni 2. Sebagaimana hasil wawancara dan observasi tersebut. DA membangun resiliensi melalui dukungan penuh dari suami dan menghadapiPostpartum syndrome pasca melahirkan. Hal ini membuat DA mendapakan kekuatan untuk mengatasi perubahan besar dalam hidupnya. Namun, dukungan fisik yang berkelanjutan juga mendapatkan istirahat, hingga hal ini P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Berdasarkan observasi dan wawancara, informan kelima (A) menunjukkan pola tidur yang sangat berubah dan sering begadang setiap malam sebagai gejala postpartum A juga mengatakan bahwa suami dan mertua membantu menjaga anak, jadi A tidak terlalu terbebani. Dukungan dari suami dan orang tua yang didapatkan dalam mengasuh anak digunakan sebagai resiliensi oleh A. Informan Amengatakam : "Pengalaman kesulitan yang dialami yaitu 2 bulan awal kelahiran tuh sering begadang bukan waktu gadis tidur-tiduran gitu kan sekarang jamnya udah berubah gitu bayikan jarang tidur" (Wawancara 13 juni 2. Hasil di atas menunjukkan bahwa A mendapatkan dukungan dari suami dan mertua, yang siap membantunya mengatasi tantangan fisik dan emosional yang dihadapinya setelah melahirkan. Dukungan ini membantu A menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai ibu. Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental seorang ibu pasca kerjasama dalam pengasuhan anak ini. Kerjasama ini akan membantu ibu menghadapi kesulitan di masa depan. Kondisi Postpartum Syndrome pada Ibu di Dusun V Cempaka Laut Dendang Dari hasil penelitian, beberapa wanita di desa Laut Dendang mengalami Postpartum syndrome pasca melahirkan maupun pada saat Namun setiap dari informan dalam kontrol diri dan emosi mampu dikelola dengan baik. Hal ini tidak terjadi pada hanya anak pertama saja tetapi juga pada anak Namun yang sering terjadi adalah pada anak pertama di mana informan masih belajar dalam mengelola emosi dan juga merawat anak. Belum lagi peran seorang suami dan keluarga sangat dibutuhkan dalam mendampingi seorang ibu menjaga anaknya pasca melahirkan. Sering kalih stres yang Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 dialami oleh ibu pasca melahirkan membuat informan jarang tidur, mudah menangis dan juga mudah marah. Kajian relevan dari Anggraini dalam Muary & Sembiring, . menjelaskan bahwa masa nifas ini adalah keadaan keluar darah dari rahim sebagai respons saat atau setelah melahirkan sehingga mempengaruhi keadaan hormon dalam tubuh. Pada wanita pasca melahirkan di Dusun V Cempaka Laut Dendang sejatinya banyak dari informan berpandanganbahwa segala kondisi yang terjadi memang harus diterima sebagai sebuah fase hidup dalam pernikahan yaitu menjadi seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Informan dapat menghadapi mengalami hal menyakitkan dengan bertahan hingga berusaha bangkit untuk menemukan solusi atas kesulitan yang menghampirinya (Resiliens. Sebagian dari informan mampu mengelola resiliensinya karena mendapatkan suami yang memahaminya dan membantunya dalam menjaga seorang anak. Namun di beberapa contoh kasus lainnya informan atau subjek tidak mendapatkan hal tersebut sehingga lebih menimbulkan efek red dan rasa lelah yang berlebihan. Sehingga, untuk membangun resiliensi diri diperlukan Penerimaan diri ini terhadap kesulitan yang Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan Postpartum adalah masalah kesehatan fisik yang umum terjadi pada ibu Postpartum. Kelelahan ini dapat berlangsung beberapa minggu setelah melahirkan dan biasanya muncul satu minggu atau satu bulan pasca melahirkan, tetapi dapat membaik (Chairunnisa Fourianalistyawati, 2. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 melahirkan dengan memberikan persepsi positif dan juga dukungan. Persepsi positif terjadi apabila orang lain memandang suatu keadaan tersebut mampu diterimasecara emosional, rasional dan penuh penghayatan (Detta & Abdullah, 2017. Muary & Sembiring, 2022. Ruswahyuningsih & Afiatin, 2. Melalui keterangan informan bahwa Postpartum syndrome yang dialami bukanlah stres pada umumnya melainkan hanya bentuk kesiapan yang belum matang dalam menghadapi anak pertama dan juga metode dalam mengurus anak. Sehingga Informan cenderung mudah lelah dan merasa istirahat informan berkurang sejak pasca melahirkan. Kemungkinan keadaan tersebut tidak hanya terjadi di Dusun V Cempaka Laut Dendang saja, tetapi juga di daerah lainnya wanita pasti akan mengalami keadaan Postpartum Namun mampu meresiliensinya melalui pengetahuan dan persiapan baik dari diri sendiri maupun dukungan dari lingkungan Selain itu faktor yang dapat mengontrol resiliensi seorang ibu pasca kesedihan dan stres psikologis karena pada dasarnya menjadi seorang ibu adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Allah (Aqila & Muthia Dinni, 2. Oleh sebab itu informan berpersepsi bahwa menjadi seorang ibu memanglah memiliki suka dan duka dalam menghadapi berbagai pergejolakan dan juga karakter dari si anak. Kemampuan kognitif, rasa dicintai, penghargaan terhadap diri kemampuan memecahkan masalah, serta pemanfaatan sumber daya resiliensi seperti dukungan sosial dan nilai-nilai budaya, dipengaruhi oleh masing-masing individu dan mempengaruhi sikap dan perilaku resiliensi Resiliensi Pada Penderita Postpartum Syndrome Berdasarkan hasil wawancara dukungan keluarga ternyata sangat diperlukan dalam mengontrol emosi seorang ibu pasca Husna Nafilah. Cut Metia: Resiliensi Ibu Penderita Postpartum Syndrome di Desa Laut Dendang Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 perempuan di Dusun V Cempaka Laut Dendang. Melalui beberapa sikap yang diambil hal tersebut merupakan sumber resiliensi yang dilakukan oleh wanita di Dusun V Cempaka Laut Dendang. Melalui ketangguhan yang dijalani, informan mampu pulih dari keterpurukan dan rasa tidak berdaya akibat masalah keluarga. Informan juga tetap produktif dan optimis dalam menghadapi masa depan, sehingga bisa menghindari tindakan negatif yang berdampak merugikan pada diri sendiri maupun orang lain. Keseimbangan diri dan kondisi psikologis yang terancam dapat diatasi oleh resiliensi, yaitu kemampuan tersembunyi yang muncul dalam diri seseorang untuk mencapai kebahagiaan (Martinez-Schallmoser et al. Senada dengan teori yang disampaikan oleh Mc Cubbin ( dalam Azzahra, 2. yang menjelaskan bahwa resiliensi adalah proses adaptasiterhadapsituasi stress seperti trauma, tragedi, atau factor lainnya yang dikelola dengan baik. Hasil penelitian pula sejalan dengan teori oleh Saraswati, . bahwa gejala Postpartum syndrome atau sindrom seperti kecemasan berlebihan, kebingungan, dan rasa ketidakmampuan merawat bayi dengan baik. Wanita dengan sindromini juga sering lebih peka terhadap berbagai masalah yang terkait dengan bayimereka. Penelitian di Dusun Cempaka Laut Dendang menunjukkan bahwa beberapa wanita mengalami postpartum syndrome pasca melahiran, ditandai dengan gejala seperti stres yang dialami oleh ibu pasca melahirkan, mudah menangis, dan mudah marah. Namun, beberapa informan mampu mengelola emosi positif dan kontrol diri yang baik dalam menghadapi permasalahan tersebut. Hal ini sependapat dengan teori yang disampaikan sebelumnya oleh Dibaba, dkk . yang P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 memaparkanbahwausia yang terlalu muda atau tua pada saat melahirkandapatmenjadi factor penyebab terjadinya postpartum SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap ibu yang mengalami Postpartum syndrome di Dusun V Cempaka Laut Dendang membangun resiliensi dengan berbagai cara yang sesuai dengan pengalaman masing-masing. Resiliensi yang dibangun oleh Ibu di Dusun V Cempaka Laut Dendang adalah: . penerimaan kondisi dan edukasi . penerimaan diri dan kesadaran akan proses alami Postpartum. dukungan emosional dari suami. dukungan penuh dari suami dan keluarga. dukungan dari suami dan mertua. Situasi sulit dan ketidakberdayaan akibat masalah keluarga dapat diatasi oleh Produktivitas dan optimisme tetap menghindari perilaku negatif. Potensi resiliensi yang terpendam dalam diri individu telah muncul ketika menghadapi tekanan yang mengganggu keseimbangan mental dan emosional, yang kemudian mengarah pada pencapaian kebahagiaan. Kebahagiaan dalam konteks ini dicapai melalui kemampuan mengelola dan menyeimbangkan tujuan hidup, khususnya dalam konteks keberhasilan sebagai seorang ibu, yaitu pencapaian kebahagiaan fisik dan emosional, peningkatan semangat, serta perencanaan masa depan yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA