Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Penyuluhan Deteksi Dini Penyakit Ginjal Pada Lansia di Panti Sosial Penyuluhan Deteksi Dini Penyakit Ginjal Pada Lansia di Panti Sosial Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Patwa Amani*1. Mustika Anggiane Putri1. Donna Adriani1. Dewi Hastuty2 1Departemen Fisiologi. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Jakarta Barat. Indonesia 2Departemen Neurologi, . Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Jakarta Barat. Indonesia *e-mail: patwa. amani@trisakti. Abstract Abstract Thekidneys very vital vital organs organs inin the the human human body. The The main main function function of of the the kidneys The kidneys is is to substances through through urine. The The kidneys kidneys also also function function in fluids,acid-base acid-base in thematopoiesis of forming in the of forming red blood The importance of kidney and what the early of kidney The importance of kidney and what are the of kidney are are not understood the general Understanding early detection is very important, by the by Understanding early detection of kidneyofdisease very important, the often who oftenprimary primary or due to other the elderly or secondary health kidney due problems to other diseases. This This condition will be more severe in the elderly who live in public facilities such in nursing home who home who have access to health, and food. Kidneyisdysfunction is often chronic, thus to health, and food. Kidney often chronic, thus disrupting The quality of life of patients, especially in the elderly population. The occurrence of chronic kidney disease kidney end in which to to have to undergo This end infailure to undergo This can be a health, can be aand economic and but alsofamily. for theThe The not only for the patient's is by conducting health checks, health checks, on early of early disease of in kidney the elderly in in elderly in and and health The results of the service are The results of the service are that general health condition and there is an increase in participant knowledge about early detection of kidney disease. kidney disease. Keywords: elderly, kidney health, nursing home Keywords: elderly, kidney health, nursing home Abstrak Ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam tubuh manusia. Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring darah secara terus-menerus dan mengeluarkan zat sisa dan zat berbahaya melalui urine. Ginjal juga berfungsi dalam pengaturan cairan tubuh, keseimbangan asam basa dan elektrolit tubuh, juga dalam proses hematopoesis pembentukan sel daram merah. Pentingnya fungsi ginjal dan apa saja gejala dini penyakit ginjal sering kali belum dipahami masyarakat luas. Pemahaman mengenai deteksi dini penyakit ginjal sangat penting terutama bagi lansia yang seringkali mengalami gangguan kesehatan ginjal baik primer maupun sekunder karena penyakit lain. Kondisi ini akan lebih berat pada lansia yang tinggal di fasilitas umum seperti Panti Sosial yang memiliki akses kesehatan, sandang, papan dan pangan yang kurang adekuat. Gangguan fungsi ginjal seringkali bersifat kronis sehingga mengganggu kualitas hidup pasien, terutama pada populasi lansia. Kejadian gagal penyakit ginjal kronis dapat berakhir pada gagal ginjal yang menyebabkan penderita harus melakukan hemodialisa rutin. Hal ini dapat menjadi beban kesehatan, ekonomi dan psikologis bukan saja bagi pasien namun juga bagi keluarga pasien. Metode pengabdian dengan melakukan pemeriksan kesehatan umum, penyuluhan deteksi dini penyakit ginjal pada lansia di panti sosial serta konsultasi kesehatan. Hasil pengabdian berupa peserta mengetahui kondisi kesehatan umum nya dan terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai deteksi dini penyakit ginjal. Kata kunci: lansia, kesehatan ginjal, panti sosial PENDAHULUAN Kesehatan ginjal merupakan aspek vital yang seringkali terabaikan dalam perawatan lansia, khususnya bagi mereka yang tinggal di panti sosial. Ginjal berperan sebagai organ penyaring yang bekerja tanpa henti untuk membersihkan darah dari toksin dan limbah metabolisme tubuh (Liyanage et , 2. Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal mengalami penurunan alami sekitar 1 mL/menit setiap tahunnya setelah usia 40 tahun (Denic et al. , 2. Kondisi ini menjadikan lansia sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap penyakit ginjal kronik. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Patwa Amani. Mustika Anggiane Putri. Donna Adriani. Dewi Hastuty ISSN: 1978-1520 Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di panti sosial tentang kesehatan ginjal masih sangat memprihatinkan. Sebagian besar lansia tidak memahami fungsi dasar ginjal dan bagaimana cara menjaga kesehatannya (Kazemi et al. , 2. Banyak yang menganggap gejala-gejala gangguan ginjal seperti pembengkakan kaki, perubahan warna urine, atau kelelahan berlebihan sebagai bagian normal dari proses penuaan yang tidak perlu dikhawatirkan. Kesalahpahaman ini berbahaya karena menunda diagnosis dan penanganan yang seharusnya dilakukan sedini mungkin (Plantinga et al. , 2. Pengetahuan tentang pentingnya hidrasi yang cukup juga masih rendah di kalangan lansia. Banyak yang tidak menyadari bahwa konsumsi air putih minimal 1,5-2 liter per hari sangat penting untuk membantu ginjal membuang racun dari tubuh (Clark et al. , 2. Justru terdapat mitos yang salah bahwa lansia sebaiknya mengurangi konsumsi air untuk menghindari sering buang air kecil. Padahal, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penumpukan toksin dalam darah, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, dan mempercepat penurunan fungsi ginjal (Strippoli et al. , 2. Aspek diet juga menjadi tantangan tersendiri. Lansia di panti sosial cenderung mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi, baik dari makanan yang diawetkan, makanan instan, maupun bumbu penyedap berlebihan. Mereka tidak memahami bahwa konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja ginjal secara signifikan (He & MacGregor, 2. Kurangnya pengetahuan tentang pemilihan makanan yang ramah ginjal, seperti sayuran segar, buahbuahan, dan protein dalam jumlah tepat, membuat pola makan mereka tidak optimal untuk kesehatan ginjal (Kalantar-Zadeh et al. , 2. Minimnya akses informasi kesehatan menjadi faktor utama rendahnya pengetahuan ini. Lansia di panti sosial jarang mendapatkan edukasi kesehatan yang terstruktur dan mudah dipahami (Wright et , 2. Keterbatasan pendidikan formal yang dimiliki sebagian besar lansia, ditambah dengan penurunan fungsi kognitif ringan yang lazim terjadi pada usia lanjut, membuat mereka memerlukan metode penyampaian informasi yang khusus dan disesuaikan dengan kondisi mereka (Ephraim et al. Deteksi dini penyakit ginjal juga menjadi kendala karena kurangnya pemahaman lansia tentang gejala-gejala awal yang harus diwaspadai. Mereka tidak tahu bahwa urine berbusa, perubahan frekuensi buang air kecil, atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol merupakan tanda peringatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut (Tuot et al. , 2. Keterlambatan deteksi ini dapat berakibat fatal karena penyakit ginjal yang sudah pada stadium lanjut memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis yang tidak hanya mahal tetapi juga sangat membebani kualitas hidup lansia (Brown et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan literasi kesehatan ginjal di kalangan lansia melalui program edukasi yang terencana dan berkelanjutan. Pendekatan yang tepat dengan mempertimbangkan karakteristik lansia dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka di masa senja (Schatell et al. , 2003. Panagioti et al. , 2. Untuk mencegah hal tersebut diatas kami bermaksud memberikan solusi dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai deteksi dini gejala penyakit ginjal serta pembagian obat gratis terutama untuk pasien hipertensi sehingga membantu meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia Cabang Jakarta Lansia yang tinggal di panti sosial merupakan populasi yang rentan terjadi masalah kesehatan. Keterbatasan tempat tinggal, sanitasi, personal hygine, serta pola makan masih menjadi permasalahan. Ditambah lagi dengan kondisi fisik lansia yang memang secara alami mengalami penurunan dan meningkatnya komorbiditas seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kedua penyakit di atas dapat menimbulkan komplikasi penyakit ginjal kronis bila tidak ditatalaksana dengan baik. Untuk mencegah hal tersebut diatas kami bermaksud memberikan solusi dengan melakukan kegiatan P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 x. July201x : first_pageAeend_page Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. penyuluhan kesehatan mengenai deteksi dini gejala penyakit ginjal serta pembagian obat gratis terutama untuk pasien hipertensi dan DM METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang bermitra dengan Ikatan Ahli Ilmu Faal cabang Jakarta. Mitra pada kegiatan PKM ini adalah Ikatan Akhi Ilmu Faal Indoseia cabang Jakarta. Dalam hal ini mitra membantu pelaksanan dengan melakukan pemetaan populasi yang berisiko tinggi masalah kesehatan dan memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan Kegiaatan ini dilakukan bersama-sama dengan tim PKM dari FK Lain di Jakarta, dengan mempertibangkan berbagai permasalahan mitra. Kegiatan PKM akan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 2 Jelambar. Jakarta Barat. Responden adalah penghuni Panti sebanyak 30 orang baik pria dan wanita. Tahapan kegiatan PKM dibagi menjadi tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Tahap persiapan C Tahap pelaksanaan C Survey tempat untuk melihat kondisi lokasi dan berdiskusi dengan pengelola untuk mengetahui permasalahan mitra Mengurus perizinan dan koordinasi utk melakukan kegiatan PKM Persiapan perlengkapan dan BHP yang diperlukan untuk kegiatan PKM Kegiatan penyuluhan Deteksi Dini Penyakit Ginjal Diskusi Pemeriksaan kesehatan bagi peserta . ekanan darah dan gula sewakt. Pemberian obat bagi penderita hipertensi dan DM Penyusunan laporan kegiatan Publikasi Luaran C Manuskrip jurnal nasional terindeks E-poster dengan HKI Hak Cipta P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Patwa Amani. Mustika Anggiane Putri. Donna Adriani. Dewi Hastuty ISSN: 1978-1520 Gambar 1. Pelaksanaan Penyuluhan Kepada Lansia di Panti Sosial Gambar 2. Dokumentasi kegiatan PkM di Panti Sosial HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan kesehatan ginjal bagi lansia di panti sosial telah dilaksanakan dengan baik dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Kegiatan dihadiri oleh 35 lansia dengan rentang usia 60-82 tahun. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan ginjal. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 28,6% peserta . memiliki pemahaman baik tentang fungsi ginjal dan cara menjaganya, sedangkan 71,4% peserta . memiliki pengetahuan yang masih kurang. Setelah penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dimana 82,9% peserta . memiliki pemahaman baik, dan hanya 17,1% . yang masih memerlukan pemahaman tambahan. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan yang digunakan, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 54,3%. Selama sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait pola makan sehat untuk ginjal, konsumsi air putih yang tepat, dan gejala awal penyakit ginjal. Antusiasme peserta juga terlihat dari partisipasi aktif dalam demonstrasi pemeriksaan tekanan darah dan simulasi pemilihan makanan yang ramah ginjal. Sebanyak 31 peserta . ,6%) menyatakan sangat puas dengan materi yang disampaikan dan merasa termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta menunjukkan bahwa penyuluhan merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lansia tentang kesehatan ginjal. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku kelompok rentan, termasuk lansia. Lansia di panti sosial merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus karena memiliki risiko tinggi mengalami penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan dan komorbiditas yang sering Tingginya antusiasme peserta menunjukkan adanya kebutuhan nyata akan informasi kesehatan yang praktis dan mudah dipahami. Penggunaan media visual seperti poster, leaflet, dan demonstrasi langsung terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kepada lansia yang mungkin mengalami penurunan fungsi kognitif ringan. Metode interaktif dengan sesi tanya jawab juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 July201x : first_pageAeend_page Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Salah satu temuan penting adalah masih rendahnya pengetahuan awal lansia tentang pentingnya konsumsi air putih yang cukup dan pembatasan asupan garam. Hal ini mengindikasikan perlunya edukasi berkelanjutan dan pendampingan dalam penerapan pola hidup sehat. Kerjasama dengan pihak pengelola panti sangat diperlukan untuk memastikan implementasi pola makan yang sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Keterbatasan kegiatan ini adalah durasi penyuluhan yang singkat sehingga perubahan perilaku jangka panjang belum dapat dievaluasi. Disarankan adanya program follow-up dan monitoring berkala untuk memastikan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara periodik dengan melibatkan tenaga kesehatan profesional untuk memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi kesehatan lansia di panti sosial. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan penyuluhan kesehatan ginjal bagi lansia di panti sosial telah berhasil dilaksanakan dengan capaian yang memuaskan. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa: Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai kesehatan ginjal pada peserta, dari hanya 28,6% peserta dengan pemahaman baik pada pre-test menjadi 82,9% pada post-test, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 54,3%. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan yang diterapkan. Metode penyuluhan dengan pendekatan interaktif menggunakan media visual, demonstrasi langsung, dan sesi tanya jawab terbukti efektif untuk kelompok lansia. Tingkat kepuasan peserta mencapai 88,6% yang menunjukkan materi dan metode penyampaian sesuai dengan kebutuhan target sasaran. Kegiatan ini membuka kesadaran lansia dan pengelola panti tentang pentingnya upaya preventif dan deteksi dini penyakit ginjal sebagai bagian dari program kesehatan lansia yang komprehensif. Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, beberapa saran yang dapat diberikan adalah: Mengimplementasikan modifikasi menu makanan dengan mengurangi kandungan natrium dan meningkatkan asupan sayuran, buah-buahan, serta memastikan ketersediaan air minum yang cukup untuk seluruh penghuni panti. Menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan berkala minimal setiap 3 bulan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal sederhana . rinalisis dan kreatinin seru. terutama bagi lansia dengan faktor risiko tinggi. Menempelkan poster edukasi kesehatan ginjal di area strategis panti sebagai pengingat visual bagi lansia dan petugas untuk menerapkan pola hidup sehat. Membentuk kader kesehatan dari kalangan petugas panti yang dapat memantau penerapan perilaku hidup sehat dan memberikan edukasi berkelanjutan kepada lansia. DAFTAR PUSTAKA