Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 03 No. 01 (December 2. 71 Ae 86 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Pengajaran Rasul Paulus Tentang Memilih Pasangan Hidup Berdasarkan 2 Korintus 6:11-18 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni. Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta. Indonesia, johnbanamtuan21@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni. AuPengajaran Rasul Paulus Tentang Memilih Pasangan Hidup Berdasarkan 2 Korintus 6:11-18. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 3, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2023, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/114 American Psychological Association 7th edition (Banamtuan, 2023, p. Received: 10 October 2022 Accepted: 6 December 2022 Published: 22 December 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni Abstract In general, researchers who discuss the Apostle Paul's teaching about spouses only base it on one verse, namely 2 Corinthians 6:14 and ignore the text of the title in this verse. The verses before and after, namely 2 Corinthians 6:11-18 have not been studied, that's why researchers are interested in discussing them. Even though this verse is very fundamental for young Christians to know, not all Christian youths read or hear this topic preached intensely in church or in various other Christian services. Likewise. Christian parents don't all read this verse or hear it preached, so parents don't teach their children the principles and standards of God's word for their children in finding a life partner. As a result, it often happens that there are believers who leave their faith in the Lord Jesus because of mistakes in choosing a life partner. The purpose of this research is to find the basic principles of the Apostle Paul's teaching about choosing a life partner based on 2 Corinthians 6:11-18, so that both Christian youths and Christian parents can make this teaching of the Apostle Paul the basic principle and standard. in choosing a life partner according to God's Word. The method used in this research is qualitative with a literature study approach. The results of research on the teachings of the Apostle Paul about life partners based on 2 Corinthians 6:11-18 are life partners that God wants are balanced, namely having faith and maintaining holiness until the holy wedding day. Keywords: Spouse. Partner. Dating Abstrak Pada umumnya para peneliti yang membahas pengajaran Rasul Paulus tentang pasangan hidup hanya mendasarkannya dari satu ayat saja yaitu 2 Korintus 6:14 dan mengabaikan teks dari judul pada ayat ini. Ayat-ayat sebelum dan sesudahnya yaitu 2 Korintus 6:11-18 belum diteliti, itu sebabnya peneliti tertarik untuk memahasnya. walaupun ayat ini sangat fundamental untuk diketahui kaum muda Kristen namun belum semua pemuda Kristen membaca ataupun mendengar topik ini dikhotbahkan dengan intens di gereja ataupun di berbagai pelayanan Kristen lainnya. Demikian juga para orangtua Kristen tidak semua membaca ayat ini atau mendengar dikhotbahkan sehingga orangtuapun tidak mengajarkan kepada anak-anak mereka prinsip dan standar firman Tuhan ini bagi anak-anak mereka dalam mencari pasangan hidup. Akibatnya seringkali terjadi bahwa ada orang-orang percaya yang sampai meninggalkan imannya pada Tuhan Yesus karena kesalahan dalam memilih pasangan Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip-prinsip dasar pengajaran Rasul Paulus tentang memilih pasangan hidup berdasarkan 2 Korintus 6:11-18, sehingga baik para pemuda-pemudi Kristen dan juga para orangtua Kristen dapat menjadikan pengajaran Rasul Paulus ini sebagai prinsip dasar dan standar dalam memilih pasangan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Hasil dari penelitian tentang pengajaran Rasul Paulus tentang pasangan hidup berdasarakan 2 Korintus 6:11-18 adalah pasangan hidup yang yang dikehendaki Tuhan adalah yang seimbang yaitu seiman dan menjaga kekudusan hingga hari pernikahan kudus. Kata kunci: Pasangan Hidup. Jodoh. Pacaran PENDAHULUAN Rasul Paulus menjelaskan bahwa jemaat di Korintus tidak kekurangan dalam suatu karuniapun, namun atas keadaan inilah, jemaat di Korintus menjadi sangat bergembira. Sikap Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni ini juga yang membuat jemaat di Korintus menjadi congkak, puas diri, sehingga keadaan jemaat menjadi kacau. Akibat kekacauan ini, jemaat Korintus mengalami kegembiraan yang meluap-luap tapi bukan lagi kepada Kristus, melainkan terhadap perempuan-perempuan yang dapat memenuhi hasrat mereka sehingga terjadi berbagai macam penyimpangan moral di jemaat Korintus yang awalnya timbul dari komunitas Yahudi Gnostik (Douglas, 2. Paham Gnostik yang dianut para komunitas Yahudi ini merujuk pada bermacam-macam gerakan keagamaan yang beraliran sinkretisme pada zaman dahulu kala. Gerakan ini mencampurkan berbagai ajaran agama, yang dipengaruhi oleh filosofi Yunani. Yudaisme, dan Kekristenan (Koch, 1. Hal ini diperburuk oleh berbagai praktek penyembahan berhala di kuil-kuil berhala di kota Korintus yang disertai dengan berbagai aktivitas pelacuran Berdasarkan latar belakang di atas kita dapat memahami dasar nasehat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus tentang pemilihan pasangan hidup seperti yang dinyatakan dalam 2 Korintus 6:11-18. Hal ini sangat mempengaruhi mereka dalam bergaul dan dalam memilih pasangan hidup sehingga rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus melalui suratnya yang kedua agar mereka jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Dan juga harus menjaga kekudusan hidup mereka di dalam pergaulan supaya tidak terkontaminasi dengan atmosfir kota yang penuh dengan praktek penyembahan berhala dan kemesuman yang begitu kuat. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Sasaran dari penelitian ini untuk menemukan prinsip-prinsip dasar pengajaran Rasul Paulus tentang memilih pasangan hidup berdasarkan 2 Korintus 6:11-18. Penemuan akan dijelaskan secara deskriptif melalui Bahasa yang lugas dan mudah dimengerti oleh para akademisi maupun non HASIL DAN PEMBAHASAN Memilih Pasangan Yang Seimbang Adapun pengajaran Rasul Paulus tentang memilih pasangan hidup dapat kita lihat di dalam 2 Korintus 6:11-18 yang menjadi ayat dasar pembahasan jurnal ini, khususnya dalam ayat 1415 di sana secara spesifik menggunakan istilah pasangan seimbang: AuJanganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang takpercaya?Ay Dengan demikian kita dapat melihat bahwa prinsip memilih pasangan hidup yang seimbang itu sudah ditekan oleh Allah sendiri sejak jaman Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Melalui Rasul Paulus Allah sendiri kembali mengajarkan umatNya bahwa pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Alla adalah pasangan yang harus seimbang secara seiman. Di dalam KBBI kata AseimbangA yang berasal dari kata AimbangA mengandung arti setimbang, sebanding, sama . erat, derajat, ukuran dan sebagainy. Namun demikian yang dimaksud dengan pasangan yang seimbang di sini bukan setimbang, sebanding atau sama dalam hal jenis kelamin. Alkitab sendiri sangat melarang pernikahan sejenis seperti yang dinyatakan di dalam Perjanjian Lama khususnya kitab Imamat 18:22. 20:13. Kejadian 18. 19:1-29. Kisah ini menandakan betapa murkanya Allah terhadap pernikahan sejenis, sehingga tidaklah mungkin pasangan yang seimbang yang dimaksud dalam 2 Korintus 6:14 adalah menyangkut hal ini. Menurut David Atkinson . sebagaimana dikutip oleh John Scott, menegaskan bahwa Alkitab menganggap perkawinan itu sebagai suatu perjanjian yang suci di mana melibatkan Aperjanjian AllahA seperti yang terdapat dalam Amsal 2:17 yaitu Ayang meninggalkan teman hidup masa mudanya, dan melupakan perjanjian AllahnyaA. Berdasarkan penjelasan ini maka pernikahan bukanlah sekedar karena faktor ketertarikan secara fisik atau biologis belaka, pernikahan kudus itu melibatkan Allah dalam perjanjian itu. Allah sendiri yang merencanakan pernikahan itu bagi manusia, bahkan Allah sendiri yang membentuk institusi pernikahan itu sendiri sebagai institusi pertama di dunia ini dan Dia menjadi saksi dari perjanjian yang dilakukan kedua mempelai (Makalew, 2. Orang percaya yang membangun hubungan percintaan dengan pasangan beda iman akan perlahan meninggalkan persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan menjauhkan diri dari pertemuan-peretemuan ibadah dengan saudara seiman. Pengambilan jarak dari gereja dan kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya merupakan petunjuk bahwa seseorang sudah mulai menjauhi hidup persekutuan dengan Tuhan (Makalew, 2. Lalu, seperti apa pasangan yang seimbang yang dimaksudkan oleh rasul Paulus dalam ayat ini harus ditelaah dari kata-kata kunci dalam ayat kunci dalam 2 Korintus 6:14 ini karena dalam ayat ini rasul Paulus seolah membuat suatu garis lurus atau standar yang membedakan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni antara orang yang percaya dan tidak percaya yang harus diperhatikan dan diikuti oleh jemaat di Korintus dalam memilih pasangan hidup. Sama-sama Orang Percaya Prinsip pasangan hidup yang seimbang ditekankan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Frasa AyJanganlah kamu merupakanAy dalam bahasa aslinya memakai kata AEA dari kata dasar AEA dalam bentuk kasus kata kerja imperative present bentuk kata ganti orang ke-2 jamak sekarang yang memiliki arti, sekali-kali tidak boleh, jangan menerima, menikah dengan (Susanto, 2. Arti dari frasa ini mengandung kata atau kalimat larangan yang artinya bahwa setiap orang yang sudah percaya kepada Kristus sangat dilarang oleh Tuhan untuk menjalani hubungan khusus dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, tidak boleh mencoba-coba, tidak boleh berkompromi, tidak boleh juga dengan alasan untuk penginjilan ataupun memenangkan jiwa bagi Kristus. Frasa AuPasangan yang tidak seimbangAy dalam bahasa Yunani adalah Ea AEA dalam bentuk kasus verb present imperative active nominative, jenis kelamin maskulin jamak, kasus ini menjelaskan kata kerja yang menjadi perintah selain mempertegas agar tidak boleh coba-coba juga untuk menjelaskan bahwa hal Apasangan yang tidak seimbangA ini bukan berbicara tentang ketidak seimbangan dalam hal fisik ataru materi seperti tinggi badan, berat badan, kaya miskin dan lain sebagainya tetapi tentang ketidak seimbangan dalam hal yang sangat prinsip dan fundamental yaitu iman. Dalam New Internasional Version menggunakan kata be yoked together with unbelievers yang artinya adalah janganlah memikul beban bersama-sama dengan orang-orang yang tak beriman. Frasa berikut dalam ayat ini mengatakan Adengan orang-orang yang tak percayaA dalam ayat 14 ini menggunakan kata Yunani ypistos, apistos yang berarti tidak beriman atau tidak setia (Hutabarat 2. Dalam Alkitab King James Version (KJV) memakai kata unbelievers artinya orang-orang yang tak percaya atau tak Sedangkan dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari memakai istilah Abukan orang KristenA. Jadi sangat jelas bahwa yang dimaksud Paulus dalam frasa Aorang-orang yang tak percayaA ini adalah orang-orang bukan Kristen, orang-orang yang tidak percaya atau tidak beriman kepada Tuhan Yesus apalagi setia kepada Yesus, mereka adalah orang-orang di luar Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni kekristenan yang menyembah allah-allah lain. Frasa Aorang percayaA . dalam bahasa Yunani adalah AEEsC, pistoys yang memiliki arti orang benar, orang percaya, orang beriman dan orang yang setia (Sarwono, 2. Dalam Alkitab King James Version (KJV) memakai kata believth yang berarti orang yang percaya. Sedangkan dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari memakai kata orang Kristen. Jadi yang dimaksud orang percaya di sini adalah orang yang memiliki iman kepada Tuhan Yesus dan hidup dalam kebenaran serta tetap setia kepada Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya. Dengan demikian memilih pasangan hidup yang seimbang artinya memilih pasangan hidup yang seiman, yang sama-sama percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus dan yang setia kepada Tuhan Yesus. Seorang percaya yang sungguh-sungguh beriman kepada Kristus sudah seharusnya menolak untuk berpasangan dengan orang-orang yang tidak beriman kepada Kristus dan yang menyembah allah-allah lain. Demikian juga terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Samuel T. Gunawan mengatakan bahwa pasangan yang dipilih itu haruslah di antara yang seiman, yaitu menyembah dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan bertekad untuk mengikat perjanjian kahwin di hadapan Tuhan dan benar-benar faham bahwa Tuhan menjadi saksi atas perkawinan mereka kelak (Gunawan, 2. Sebaliknya, apabila hubungan beda iman dilakukan oleh seorang percaya dan kemudian bersatu dalam satu keluarga atau rumahtangga, maka orang percaya ini dengan perlahan-lahan akan mengabaikan ajaran firman Tuhan sehingga menjadi durhaka kepada Tuhan (Marisi 2. Mengenal Kebenaran Dalam penjelasan selanjutnya dalam ayat 2 Korintus 6:14 ini yang berbunyi: 2 Korintus 6:14: AuJanganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?Ay Kata kunci berikutnya yaitu Akebenaran dan kedurhakaan. Kata AkebenaranA dalam bahasa Yunani adalah Es, dikaiosyni, yang dapat diartikan keadilan atau kebenaran (Hutabarat, 2. Dalam bahasa Inggris righteousness (KJV) yang berarti mengandung kebenaran atau yang dibenarkan Allah. Dengan demikian kebenaran yang dimaksud di sini adalah kebenaran yang berasal dari Allah yang bersumber dari firman Tuhan yang tertulis yang diilhamkan oleh Roh Kudus Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni yang diberikan kepada orang percaya yang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran . TImotius 3:. Dalam ayat 14 ini AkebenaranA diperbandingkan dengan AkedurhakaanA, artinya lawan dari kebenaran adalah kedurhakaan. Kedurhakaan dalam bahasa Yunani , anomia atau transgressthe law (Inggri. yang berarti melanggar hukum, pelanggaran terhadap hukum Allah, kejahatan serta mental yang tidak mengindahkan hukum (Hutabarat, 2. Kata AdurhakaA dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti ingkar terhadap perintah Tuhan, orangtua, dsb. Itulah sebabnya ayat ini mengatakan bahwa kebenaran dan kedurhakaan tidak dapat dipersamakan, tidak dapat disandingkan secara bersama-sama. Alkitab sering mengidentikkan orang berdosa dengan orang durhaka, artinya yang dimaksud dalam frasa ini tentang kedurhakaan adalah tentang orang-orang berdosa. Sementara bagi orang-orang sudah lahir baru dan hidup di dalam Tuhan mereka disebut orang-orang benar, bukan karena kebenaran mereka sendiri melainkan telah dibenarkan oleh kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Mengenal kebenaran yang dimaksud di sini juga artinya memiliki keyakinan yang benar agar dapat memegang doktrin yang Alkitabiah . Yohanes 4:1-. sehingga keluarga yang akan dibangun kelak memiliki komitmen untuk bergereja karena Allah merencanakan supaya keluarga tetap di dalam persekutuan dengan Allah sehingga dapat menikmati berkat-berkat yang disediakanNya (Marisi, 2. Pasangan yang sepadan artinya pasangan yang saling melengkapi dengan tepat, bukan pasangan yang pasti sama dalam segala hal. Yang penting adalah satu tujuan, yaitu menggenapi rancangan Tuhan (Ministries, 2. Dalam pengertian ini maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam nasihatnya kepada jemaat di Korintus bahwa orangorang benar dan orang-orang fasik atau orang-orang durhaka tidak dapat dipersatukan di dalam pernikahan Kristen, keduanya tidak seimbang di mata Tuhan. Hidup Dalam Terang Frasa berikutnya adalah AterangA tidak dapat bersatu dengan AgelapA dari ayat 2 Korintus 6:14: AuJanganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?Ay Kata AuterangAy dalam bahasa Yunani adalah IOE dari kata dasar fw/j dalam bentuk kasus noun nominative singular datif yang merupakan kata benda ganti orang pertama tunggal yang menjadi pelengkap secara tidak langsung yang memiliki arti suluh, terang dan cahaya. Dalam New Internasional Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni Version memakai kata light artinya cahaya. Dalam Bahasa Indonesia sehari-hari memakai kata terang. Terang adalah suatu simbol yang sangat kuat untuk kebaikan dan kebenaran yang disebut pada awal (Kej. dan pada akhir (Why. Dengan demikian, dalam kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup yang seimbang, maka memilih pasangan dan kemudian menikah bukanlah sekedar tuntutan secara psikologis karena faktor usia, atau sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis, atau untuk sekedar memiliki keturunan, melainkan dalam semua proses itu sebagai anak-anak Kerajaan Allah maka ada satu misi yang Tuhan berikan yaitu misi untuk menjadi terang bagi semua orang melalui seluruh aspek kehidupan termasuk pemilihan pasangan hidup. Kata AygelapAy dalam bahasa aslinya memakai kata EUEC dalam bentuk kasus noun accusative neuter singular common yang memiliki arti kekelaman, gelap dan kegelapan (Hutabarat, 2. Dalam New Internasional Version memakai kata darkness artinya Dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari memakai kata gelap. Jadi kegelapan yang dimaksud di sini ialah orang yang masih hidup dalam hal-hal yang buruk atau jahat. Pasangan yang seimbang bukan hanya sekedar sudah percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus tapi juga yang mengenal kebenaran, mencintai firman Tuhan, membaca. Tuhan memanifestasikan buah-buah kebenaran, buah-buah pertobatan, buah roh dalam hidupnya. Memiliki Karakter Kristus Rasul Paulus memperbandingkan antara Kristus dan Belial bahwa di antara keduanya tidak dapat dipersamakan seperti dinyatakan dalam 2 Korintus 6:15: AuPersamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?Ay Kristus dalam bahasa Yunani Koine: AEEUC. Khristys, berarti 'yang diurapi') adalah terjemahan untuk bahasa Ibrani (MAya. Mesias, dan dipakai sebagai gelar untuk Yesus di dalam Perjanjian Baru (Zanzig 1. Sedangkan Belial dalam bahasa Ibrani: A( ) cu ouAjuga Belhor. Baalial. Beliar. Beliall. Beliel. Beliya'a. yang adalah sebuah istilah yang muncul dalam Alkitab Ibrani. Kata tersebut kemudian menjadi personifikasi dari iblis dalam teks-teks Yahudi dan Kristen (Floyd, 2. Kekristenan adalah agama Abrahamik monoteistik berasaskan riwayat hidup dan ajaran Yesus Kristus. Umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat umat manusia yang datang sebagai Mesis sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab Perjanjian Lama (Woodhead, 2. Para pengikut Kristus disebut Kristen (KPR 11:. yang artinya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni pengikut-pengkut Kristus, yaitu orang-orang yang berperilaku seperti Kristus dan yang mencerminkan karakter Kristus dalam perkataan dan perbuatan. Karakter Kristus harus termanifestasi dalam seluruh aspek kehidupan baik pikiran, perkataan dan perbuatan. Karakterlah yang membuat sebuah hubungan bisa bertahan atau langgeng sampai maut memisahkan, sementara fisik atau apa yang terlihat dari luar baik penampilan, kecantikan, ketampanan, gaya busana dan pakaian serta kekayaan merupakan hal-hal yang sementara dan bukan jaminan kekuatan dan daya tahan sebuah hubungan. Definisi karakter secara umum menurut W. Sauders . adalah sifat nyata yang ditunjukkan sang individu yang menandai cara memfokuskan dan mengaplikasikan nilai kebenaran dalam bentuk tindakan. Sementara karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Berdasarkan penjelasan tentang karater di atas maka karakter Krisuts artinya sifat-sifat kejiwaan, akhlak, budi pekerti, tabiat, watak yang lahir dari hasil perjumpaan dengan Kristus dan buah dari persekutuan dengan Roh Kudus seperti yang disebutkan dalam Galatia 5:22-23 yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 3:3-6 menjelaskan dengan sangat baik karakter ilahi dari seorang perempuan digambarkan seperti perhiasan yakni bahwa perhiasan bagi seorang wanita bukan sekedar penampilan luar atau perhiasan yang dikenakan melainkan karakternya diukur dari manusia batiniah atau kecantikan batiniah . nner beaut. yang adalah karakter yang terpancar dari dalam yang nampak dari roh yang lemah lembut dan tentram, beriman kepada Allah dan tunduk pada suaminya. Ini karakter Kristus yang dapat membuat sebuah hubungan bertahan sampai pernikahan kudus dan bahkan sampai maut memisahkan. Sedangkan karakter Kristus bagi seorang pria dijelaskan dalam ayat beriktunya dalam 1 Petrus 3:7 yang menasihati kaum pria atau para suami untuk memancarkan karakter Kristus yaitu bijaksana terhadap isteri, menghargai isteri dan memperlakukan isteri sebagai teman atau mitra pewaris kasih karunia dan kehidupan supaya doa seorang suami tidak terhalang. Ketika rasul Paulus memperbandingkan Kristus dengan Belial yang merupakan personifikasi dari iblis dalam konteks pemilihan pasangan hidup yang seimbang. Paulus ingin mengingatkan jemaat di Korintus bahwa Kristus sang Mesias yang diurapi yang disembah oleh orang percaya, yang tinggal dalam kehidupan setiap orang percaya,tidak mungkin Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni disandingkan dengan Belial yang disembah oleh orang-orang yang tidak percaya hanya karena suatu kesalahan dalam memilih pasangan hidup yang tidak seimbang. Hidup Dalam Kekudusan Kekudusan adalah unsur yang sangat penting dalam prinsip memilih pasangan hidup yang seimbang sesuai dengan standar firman Tuhan. Kekudusan yang dimaksud di sini adalah kekudusan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan sebab firman Tuhan dalam 1 Petrus 1:16 mengatakan: Ausebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Ay Hidup Sebagai Bait Allah Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam menjalani hubungan dengan pasangan hidup yang seimbang adalah hidup dalam kekudusan. Di dalam ayat 2 Korintus 6:16 dalam konteks nasihat Paulus kepada jemaat di Korintus untuk tidak menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya, rasul Paulus memperbandingkan Bait Allah dengan berhala. Di dalam Perjanjian Lama Bait Allah adalah tempat yang sangat suci dan dihormati oleh orang Israel karena Allah menyatakan bahwa di sanalah Dia berdiam. Namun di dalam Perjanjian Baru, rasul Paulus menjelaskan bahwa bait Allah bukan lagi bangunan atau gedung seperti yang terdapat dalam Perjanjian Lama melainkan tubuh orang percaya itulah Bait Allah atau Bait Roh Kudus . Korintus 6:19-. dan Bait Allah itu adalah kudus . Korintus 3:17. Dengan demikian ada dua hal yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu pertama, tubuh seorang percaya yang adalah bait Roh Kudus tidak dapat disandingkan atau dipersatukan dalam hubungan percintaan atau pernikahan dengan orang-orang yang belum percaya dan menyembah berhala, kedua, bagi pasangan Kristen yang menjalani hubungan pra-nikah harus menjalaninya dengan menjaga kekudusan hingga hari pernikahan kudus. Eliyansen . dalam jurnalnya mengatakan hal yang sangat penting tentang prinsip kekudusan dalam menjalani hubungan pasangan hidup sebagai orang percaya sebagai beriktu: AuDi sisi yang lain bagi mereka yang sedang menjalani hubungan pra nikah haruslah menjalaninya dalam kasih yang murni dan di dalam kekudusan di mana tidak mengutamakan hubungan fisik melainkan kesatuan tekad atau komitmen untuk mempertahankan hubungan itu dalam pertumbuhan iman yang benar hingga sampai pada tahap pernikahan kudus. Ay Dalam kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup yang seimbang maka pernikahan yang diberkati adalah pernikahan yang dibangun di atas prinsip-prinsip firman Tuhan yaitu menjaga kekudusan hidup supaya menerima berkat yang sudah sudah sediakan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni bagi mereka yang taat. Hubungan pra-nikah yang dijalani haruslah dijalani dalam kasih yang murni dan menjalaninya di dalam kekudusan di mana tidak mengutamakan hubungan fisik melainkan kesatuan tekad atau komitmen mempertahankan hubungan itu dalam pertumbuhan iman yang benar hingga sampai pada tahap pernikahan kudus. Prinsip menjaga kekudusan dalam hubungan pasangan hidup bahkan sudah diajarkan oleh Tuhan sejak semula ketika Adam dan Hawa masih di taman Eden. Di dalam Kejadian 1:28 terkandung formula dalam menjalani hubungan pasangan hidup dan Kejadian 1:28: AuAllah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: AuBeranakcuculah dan berambah banyak. penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikanikan di laut dan burung-burung di udaran dan atas segala binatang yang merayap di Ay Formula pertama adalah sebuah pasangan Kristen harus terlebih dahulu diberkati di gereja dalam pemberkatan pernikahan kudus. Tahap pertama ini sangat mutlak bagi orang percaya sebelum bernjak kepada formula kedua. Kedua, seks atau beranak cucu bertambah Seks baru akan menjadi sah dan berkenan serta diberkati oleh Tuhan bila dilakukan setelah melewati tahap pertama yaitu diberkati di dalam gereja. Ketiga, berkuasa dan Keluarga atau rumah tangga yang diberkati, berkuasa, berotoritas, berdampak, menjadi berkat hanya akan terwujud bila mengikut dengan baik urutan formula di atas. Keluar dari antara kumpulan orang berdosa Ayat selanjutnya dari penjelasan konteks 2 Korintus 6:11-18, yaitu ayat yang ke 17a: AuSebab itu: keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman TuhanAAy Hal ini senada denga firman Tuhan yang tertulis di dalam 1 Korintus 15:33 yang mengatakan: AuJanganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang Ay Dalam hukum pergaulan hanya ada dua hal yang pasti terjadi yaitu AdipengaruhiA atau AmempengaruhiA. Secara psikologis dikatakan bahwa ketika seseorang sedang jatuh cinta, otak akan melepaskan zat kimia yang disebut dengan dopamin yang memberika perasaan senang. Selain itu ketika seseorang jatuh cinta, konteks frontal otak yang bertugas untuk menilai seseorang menjadi tidak berfungsi, sehingga seseorang seringkali kehilangan akal sehatnya saat sedang mabuk cinta. Itu sebabnya firman Tuhan memperingatkan bahwa pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan yang baik. Jatuh cinta sampai kehilangan akal sehat karena mengabaikan filter ilahi yaitu firman Tuhan bukan hanya akan merusak kebiasaan baik tetapi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni juga bisa membuat seseorang meninggalkan imannya dan menjual Tuhan Yesus, menjadi yudas-yudas modern. Yudas telah menjual Yesus demi uang, orang percaya hari ini bisa menjual Yesus demi cinta. Menjauhkan diri dari kenajisan Frasa berikut adalah Ajanganlah menjamah apa yang najisA seperti tertulis dalam 2 Korintus 6:17b: AuAdan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima Ay Ayat ini dikutip oleh Rasul Paulus dari Yesaya 52:11: AuMenjauhlah! Menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengahtengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN. Ay Di dalam KBBI kata AnajisA berarti kotor yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, kotoran, jijik. Jadi najis adalah apa saja yang tidak kudus, yang kotor atau yang jijik di mata Tuhan yang dapat menghalangi seseorang untuk beribadah atau berkenan kepadaNya, misalnya makan dengan tangan AnajisA karena tidak membasuh tangan (Markus 7:. , demikian juga dengan mengkonsumsi makanan haram . dalam peraturan hukum Taurat ataupun bergaul dengan orang-orang non-Yahudipun dianggap AnajisA dalam aturan Taurat (KPR 10:. Di dalam Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru AnajisA memiliki dua pengertian. Pertama, di dalam Yesaya 64:6 mengatakan demikian bahwa orang-orang berdosa adalah orang-orang yang najis, kotor dan tidak layak bagi Tuhan sehingga apapun kebaikan atau kesalehan yang mereka lakukan, di mata Tuhan semua itu seperti kain kotor maka tidaklah pantas seorang percaya yang sudah ditebus dengan bukan dengan emas ataupun perak melainkan dengan darah yang mahal yaitu darah Tuhan Yesus Kristus . Petrus 1:. untuk disandingkan dalam pernikahan dengan seorang yang AnajisA yang belum bertobat dan menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus. Kedua. AnajisA dalam arti perbuatan-perbuatan. Seperti yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam Matius 7:20-23 Yesus menjelaskan bahwa bukan makanan . yang menajiskan orang, karena makanan apapun akan berakhir di jamban, tapi apa yang keluar dari mulut seseorang itulah yang dapat menajiskan orang, seperti pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombogan, kebebalan. Dalam kaitan dengan memilih pasangan hidup, ketika Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus agar jangan menjamah apa yang najis, itu artinya jangan melakukan apa yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni dilakukan oleh-orang yang belum bertobat. Terlebih lagi sebagai orang percaya dalam menjalani hubungan percintaan dengan pasangan hidup, maka jangan menjamah apa yang najis artinya jangan melakukan percabulan, perzinahan, hawa nafsu dan berbagai kejahatan lainnya melainkan harus menjalaninya dalam kekudusan. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada gereja-gereja, lembaga-lembaga pendidikan Kristen, para hamba Tuhan dan para pengajar di sekolah maupun universitas tentang prinsip-prinsip memilih pasangan hidup yang sesuai dengan standar firman Tuhan. Harapan peneliti agar penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan oleh para peneliti yang sedang dan akan meneliti tentang prinsip-prinsip Alkitabiah dalam memilih pasangan hidup. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas maka terdapat dua prinsip dasar pengajaran Rasul Paulus tentang memilih pasangan hidup berdasarkan 2 Korintus 6:11-18. Pertama, memilih pasangan yang seimbang, di mana yang dimaksud dengan seimbang di sini adalah sama-sama orang percaya, mengenal kebenaran, hidup dalam terang dan memiliki karakter Kristus. Kedua. Hidup dalam kekudusan yakni hidup sebagai Bait Allah, keluar dari antara kumpulan orang berdosa, dan menjauhkan diri dari kenajisan. Dengan demikian peneliti inign memberikan saran bagi setiap orang Kristen dalam memilih pasangan hidup maka dua hal ini harus menjadi standar utama yang tidak boleh diabaikan yakni pasangan hidup wajib hukumnya harus seiman, dan menjalani hubungan itu dalam kekudusan hingga hari pernikahan kudus, sehingga kelak aka menjalani rumah tangga yang diberkati oleh Tuhan Yesus dan berkenan kepada-Nya. Karena itu sangat penting untuk bertindak dengan bijaksana, tidak terburu-buru, berdoa dan mencari kehendak Tuhan serta mampu menahan diri supaya tidak meninggalkan iman hanya karena kesalahan dalam memilih pasangan hidup sebaliknya biarlah melalui hubungan dan pernikahan yang diberkati nama Tuhan boleh Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni BIODATA Yohanis Banamtuan adalah Pendeta di Gereja Kristen Kemah Daud Pontianak. Dosen Agama Kristen di Universitas Tanjungpura Pontianak Fakultas Pertanian, dan Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP). Dia juga merupakan lulusan magister pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Agama Kristen. Melalui tulisannya kiranya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Yohanis Banamtuan Surel: johnbanamtuan21@gmail. Dr. Sri Wahyuni adalah Waket 1 bidang akademik di Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Kegigihannya dalam melakukan segala sesuatu membuat ia dipercakan untuk mengajar PAK Majemuk. Tafsir PB, dan Metodologi. Tulisantulisan yang ia buat lebih banyak menekankan konsep Kepemimpinan Hamba yang menurutnya konsep ini sangat relevan untuk diterapkan sepanjang jaman. Sri Wahyuni Surel: sriwahyuni@sttkadesiyogyakarta. Dr. Paulus Sentot Purwoko adalah Waket i di Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Dia mengajar homeletika dan hemeneutika. Tulisan-tulisan yang ia buat seringkali bersentuhan dengan pandangan teologi injili. Menurutnya, didalam teologi injili terdapat mutiara-mutiara yang sangat bernilai, yang sulit ditemukan di tempat lain. Paulus Sentot Purwoko Surel: paulussentotpurwoko@sttkadesiyogyakarta. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Yohanis Banamtuan. Paulus Sentot Purwoko. Sri Wahyuni REFERENSI