Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 FENOMENA UNDERPRICING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Rita Kusumawati kusumawatirita71@yahoo.com Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl.Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183 Telp. (0274) 387656 Azhar Fitriyani azharfitriyani26@gmail.com Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl.Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183 Telp. (0274) 387656 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, pengaruh, reputasi underwriter, rasio lancar dan ukuran perusahaan terhadap underpricing. Objek penelitian adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2012-2017. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel dengan total sampel yang digunakan yaitu 99 sampel atau 99 perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap underpricing, underwriter tidak berpengaruh signifikan pada underpricing, liqudity tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif signifikan pada underpricing. Keywords: Profitability; Leverage; Underwriter Reputation; Liquidity; Underpricing. ABTRACT This study aimed to analyze the effect of profitability, influence, underwriter reputation, current ratio, and company size on underpricing. The object of research was a publicly listed company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2012-2017 period. This study used a purposive sampling method as a sampling technique with a total sample used are 99 samples or 99 companies. The analytical tool used in this study is multiple linear regression analysis with the SPSS 23 program. The results of the study showed that profitability has a significant negative effect on underpricing, gaining a significant positive impact. It also found that the underwriter has no considerable impact on underpricing, and liability does not have a substantial effect on underpricing. Company size has a significant negative effect on underpricing. Keywords: Profitability; Leverage; Underwriter Reputation; Liquidity; Underpricing. PENDAHULUAN Underpricing merupakan hal menarik untuk diamati karena fenomena ini sering dijumpai dalam intial public offering (IPO). Fenomena underpricing terjadi di sebagian besar pasar modal di dunia termasuk Indonesia. Underpricing terjadi ketika harga penawaran di pasar Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 67 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 perdana lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan pada hari pertama di pasar sekunder (Hanafi M. ., 2008). Asimetri informasi antar partisipan terkait nilai perusahaan emiten disinyalir menjadi penyebab underpricing. Asimetri informasi bisa terjadi antara perusahaan emiten dengan underwriter atau antara informed investor dengan uninformed investor. Terkait dengan tujuan perusahaan emiten untuk menghimpun dana melalui IPO, maka perusahaan perlu meminimalisir kondisi underpricing, sehingga harga saham yang terjadi adalah harga yang wajar, dengan demikian perusahaan emiten dapat menghimpun dana yang cukup untuk membiayai kegiatan perusahaan (Rosyidah, 2014). Beberapa penelitian sebelumnya telah menguji faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing pada IPO namun hasilnya tidak selalu konsisten. Karena itu peneliti tertarik untuk menguji kembali faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing di Bursa Efek Indonesia. Variabel yang digunakan adalah profitabilitas, financial leverage, reputasi underwriter, likuiditas dan ukuran perusahaan. Profitabilitas merupakan salah satu indikator kinerja emiten yang menunjukkan kemampuan emiten dalam menghasilkan profit. Informasi tentang profitabilitas sangat penting bagi investor ketika akan melakukan investasi. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat menarik investor dan meningkatkan kepercayaannya untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Profitabilitas perusahaan yang tinggi akan mengurangi ketidakpastian IPO dan mengurangi tingkat underpricing. Penelitian yang dilakukan oleh Wulandari (2011), Arman (2012), Ratnaningsih & Hudawinarsih (2013), Riyadi (2014), Kurniawan (2014) dan Saputra (2016) yang menguji pengaruh variabel profitabilitas terhadap underpricing menyatakan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing, sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Sehartian (2017); Pahlevi (2014); Rosyidah (2014); Wahyusari (2013); Retnowati E. (2013); Kristiantari (2013); Putra (2013) serta Putra W. (2013) menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh tehadap underpricing. Financial leverage merupakan indikator yang menunjukkan seberapa besar perusahaan mampu membayar kewajiban dengan equity yang dimilikinya.. Financial leverage yang tinggi menunjukkan risiko perusahaan tersebut juga tinggi. Risiko yang tinggi berakibat pada tingginya ketidakpastian harga saham perdana, yang pada akhirnya akan mempengaruhi underpricing. Jadi semakin tinggi Debt to Equity Ratio (DER), underpricing yang terjadi dalam perusahaan semakin tinggi.. Penelitian terkait pengujian pengaruh variabel leverage terhadap underpricng telah dilakukan oleh Febrianty (2016) dan didukung oleh Linazah Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 68 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 (2015), Pahlevi (2014); dan Wahyusari (2013) yang menyatakan bahwa leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing, sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Sehartian (2017); Retnowati E. (2013); Kristiantari (2013); Putra M.A. (2013); Risqi (2013); Agustin (2013) serta Aini (2013) menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap underpricing. Underwriter merupakan pihak yang menjamin terjualnya saham yang diterbitkan emiten dan pihak yang bersama emiten menentukan harga saham di pasar perdana. Underwriter dengan reputasi tinggi lebih mempunyai kepercayaan diri terhadap kesuksesan penawaran saham yang diserap oleh pasar. Dengan demikian ada kecenderungan underwriter yang bereputasi tinggi lebih berani memberikan harga yang tinggi sebagai konsekuensi dari kualitas penjaminannya, sehingga tingkat underpricing pun rendah. Reputasi underwriter diyakini menjadi pertimbangan penting bagi investor untuk membeli saham suatu perusahaan. Semakin tinggi reputasi underwriter, initial return akan semakin rendah atau reputasi underwriter mempunyai pengaruh negatif pada underpricing.(Kristiantari, 2013). Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Sehartian (2017), Linazah (2015); Murtini (2015); Riyadi (2014); Kristiantari (2013); Risqi (2013); Agustin (2013), Ratnaningsih & Hudawinarsih (2013), Arman (2012); Yustisia (2012) menyatakan bahwa reputasi underwriter berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh hasil penelitian Rosyidah (2014); Wahyusari (2013) serta Aini (2013) yang menyatakan bahwa variabel reputasi underwriter tidak berpengaruh terhadap underpricing. Likuditas merupakan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya. Salah satu rasio likuiditas adalah current ratio. Perusahaan dengan current ratio yang tinggi memiliki resiko yang rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Febrianty (2016) yang menguji pengaruh variabel current ratio terhadap underpricing menyatakan bahwa current ratio berpengaruh negative signifikan terhadap underpricing dan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lautania (2016); Linazah (2015); serta Pahlevi (2014). Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh hasil penelitian Hermuningsih (2014); Nuryasinta (2017) serta Yuliana (2013) menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan current ratio terhadap underpricing. Variabel lainnya yang mempengaruhi underpricing adalah ukuran perusahaan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif ukuran perusahaan terhadap underpricing. Penelitian tersebut antara lain dilakukan Febrianty (2016) Linazah (2015); Murtini (2015); Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 69 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 Pahlevi (2014); Retnowati (2013); Kritiantari (2013), Putra M.A (2013); Aini (2013) serta Wulandari (2011). Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Kurniawan (2014); Rosyidah (2014); Aini (2013) serta Yustisia (2012) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel ukuran perusahaan terhadap underpricing. HIPOTESIS H1 = Profitabilitas berpengaruh negative signifikan terhadap underpricing. H2 = Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap underpricing. H3 = Reputasi Underwriter berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. H4 = Likuiditas berpengaruh negative signifikan terhadap underpricing. H5 = Ukuran Perusahan berpengaruh negative signifikan terhadap underpricing. H1 (-sig) Profitabilitas Leverage H2 (+sig) Reputasi Underwriter H3 (-sig) Underpricing H4 (-sig) Current Ratio H5 (-sig) Ukuran Perusahaan Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Obyek pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2012-2017. Sampel diseleksi menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan beberapa kriteria, yaitu: (1) Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan selama periode pengamatan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI); (2) Perusahaan yang menghasilkan laba dari periode 2012-2017; (3) Perusahaan yang mengalami underpricing dari periode 2012-2017; (4) Perusahaan yang menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangan dari periode 2012-2017. Berdasarkan beberapa kriteria tersebut diperoleh 99 sampel. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 70 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel 1. Underpricing Tingginya tingkat underpricing yang terjadi dalam penawaran harga saham pada pasar perdana yang diukur berdasarkan perhitungan initial return dari perusahaanperusahaan yang melakukan initial public offering. Tingkat underpricing diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Ratnasari&Hudiwinarsih,2013) : Und = Closing Price - Offering Price ________________________ Offering Price 2. Profitabilitas Rasio profitabilitas digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (profit) pada tingkat penjualan, aset dan modal saham tertentu (Hanafi M. m., 2008). Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan ROA yang rumusnya: πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž ROA = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑 3. Leverage Leverage merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi total hutangnya. Dalam penelitian ini leverage diukur dengan DER dengan rumus : π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” DER = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  4. Reputasi Underwriter Reputasi underweiter adalah skala kualitas underwriter dalam penawaran saham emiten. Reputasi underwriter diukur berdasarkan peringkat underwriter. Reputasi underwriter dihitung menggunakan variabel dummy, dengan nilai 1 untuk penjamin emisi yang masuk top 10 dan nilai 0 untuk digunakan untuk penjamin emisi yang tidak masuk top 10. 5. Likuiditas Rasio likuiditas menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya tepat pada waktunya. Rasio lancar (current ratio) adalah angka rasio yang diperoleh dengan cara membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancarnya (Sartono, 2010). Pengukuran variabel likuiditas diproksikan dengan current ratio dengan rumus: π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ Current Ratio = π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 71 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 6. Ukuran perusahaan Untuk mengukur besarnya skala atau ukuran dari perusahaan adalah dengan melihat total aktiva dari laporan keuangan perusahaan tahun terakhir sebelum perusahaan tersebut melakukan IPO di Bursa. Rumus ukuran perusahaan adalah : Size = 𝐿𝑛 (π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑) HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif N Minimum Maximum Mean .08007 2.4786 0 .43 2.1165 1 27.536 6 ROA DER 99 99 .000 .057 .457 14.126 RU CR 99 99 0 .252 1 24.367 SIZE 99 23.39 30.84 Std. Deviation .077559 2.466755 .498 3.2802063 1.24576 Valid N 99 (listwise) Sumber: Data sekunder yang diolah Berdasarkan hasil analisis deskriptif, tabel 1 menujukkan variabel profitabilitas (ROA) mempunyai nilai rata-rata 0.08007 dengan standar deviasi 0.077559. Variabel leverage (DER) mempunyai nilai rata-rata 2.47860 dengan standar deviasi 2.466755. .Variabel reputasi underwriter (RU) mempunyai nilai rata-rata 0.43 dengan standar deviasi 0.498. Variabel likuiditas (CR) mempunyai nilai rata-rata 2.11651 dengan standar deviasi 3.2802063 dan variabel ukuran perusahaan (SIZE) mempunyai nilai rata-rata 27.5366 dengan standar deviasi 1.24576. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Tabel 2. Uji Normalitas Komogorov Smirnov Unstandardized Residual Kolomogorov Smirnov 0,989 Asymp. Sig 0,282 Sumber: Data sekunder yang diolah. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 72 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 Berdasarkan pada tabel 2 Hasil dari pengujian tersebut diketahui bahwa nilai kolmogorov dengan tingkat signifikan 0,282 yang lebih besar dari 0,05, maka data yang digunakan tersebut berdistribusi normal. 2. Uji Multikoliniearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel VIF Tolerance Keterangan Profitabilitas 0,874 1,145 Tidak ada multikolinieritas Financial leverage 0,876 1,141 Tidak ada multikolinieritas Reputasi underwriter 0,837 1,195 Tidak ada multikolinieritas Current ratio 0,828 1,207 Tidak ada multikolinieritas Ukuran perusahaan 0,747 1,338 Tidak ada multikolinieritas Sumber: Data sekunder yang diolah Hasil uji menunjukan bahwa nilai derajat tolerance dari seluruh variabel independ yang digunakan dalam penelitian memliki nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikina dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikoinieritas dalam model regresi. 3. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data sekunder yang diolah. Pada gambar 2 menunjukkan tidak terjadi masalah heteroskedasititas. Dasar keputusan adalah tidak ada pola yang jelas, serta titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka model regresi bebas dari masalah heteroskedasitisitas. 4. Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi DW-test Pengaruh ROA, DER, Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 2,067 Du 4-Du Keterangan 1,7799 2,2201 Tidak ada 73 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 RU, CR, SIZE terhadap autokorelasi UNDP Sumber: Data sekunder yang diolah. Nilai DU pada tabel Durbin Watson (DW), dengan k= 5 dan n= 99 adalah 1,7799, maka nilai 4-du= 2,2201. Sehingga 1,7799 < 2,067 < 2,2201. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam regresi penelitian Uji Hipotesis 1. Pengujian Adjuted R squuare Tabel 5.Hasil Kofisien Determinasi R-square 0,207 Adjusted R-square 0,167 Sumber: Data sekunder yang diolah Berdasarkan tabel 5 nilai Adjusted R Square sebesar 0,207 mengidentifikasikan bahwa kemampuan dari variabel bebas yang diukur dengan menggunakan ROA, DER, RU, CR, dan SIZE dalam memprediksi variabel underpricing mampu dijelaskan sebesar 20,7%. Sisanya 79,3% dijelaskan oleh faktor lain diluar model dari variabel penelitian. 2. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk memberi jawaban pada rumusan masalah dalam penelitian. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini akan ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 6. Uji Hipotesis B Sig. Ha -3.165 .043 Diterima .247 .013 Diterima .323 .290 Ditolak .085 .552 Ditolak -.405 .000 Diterima 9.492 .001 Sumber : Data sekunder yang diolah. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis pada tabel 6 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 74 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 UP = 9,492 – 3,165 ROA + 0,247 DER + 0,323 RU+ 0,085 CR – 0,405 SIZE Hasil pengujian hipotesis satu menunjukkan bahwa profitabilitas yang diukur dengan ROA memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kondisi financial distress. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas perusahaan menunjukkan tingginya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba sehingga dapat dilihat investor sebagai perusahaan yang menguntungkan. Perusahaan yang memiliki rasio ROA yang baik akan menciptakan sinyal positif bagi calon investor untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga pelaksanaan IPO diharapkan dapat berhasil. Hal ini menjadikan pihak perusahaan dan juga underwriter cenderung untuk menentukan harga penawaran di pasar perdana dengan harga yang tinggi. Sehingga selisih antara harga perdana dan harga di pasar sekunder menjadi kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian penelitian yang dilakukan oleh Saputra (2016), Pahlevi (2014), Riyadi, (2014), Kurniawan (2014), Darlis (2013) serta Arman (2012). Namun penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh dilakukan Sehartian (2017), Putra (2013) dan Kritiantari (2013) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap underpricing. Hasil pengujian hipotesis tiga menunjukkan bahwa leverage yang diukur dengan DER memiliki pengaruh positif signifikan dalam memprediksi kondisi financial distress. Leverage menunjukkan besarnya nilai aktiva suatu perusahaan yang didanai oleh hutang-hutangnya. Semakin tinggi nilai pada rasio ini maka semakin tinggi pula resiko terjadinya underpricing. Hal ini dikarenakan perusahaan akan cenderung untuk menetapkan harga penawaran perdana dengan harga yang rendah untuk menarik investor membeli saham perusahaan. Penetapan harga penawaran perdana yang rendah mengakibatkan selisih antara harga perdana dan harga dipasar sekunder penawaran semakin besar sehingga meningkatkan tingkat underpricing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitan Saputra (2016), Pahlevi (2014), serta Linazah (2015). Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sehartian (2017), Aini, (2013), Risqi (2013), Maya (2013), Putra (2013), Kritiantari (2013) dan Agustin (2013) yang menyatakan bahwa variabel leverage tidak berpengaruh terhadap underpricing. Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa reputasi underwriter tidak memiliki pengaruh terhadap underpricing. Reputasi underwriter yang tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing menunjukkan bahwa pasar tidak terlalu memperhatikan reputasi underwriter dalam dalam menilai emiten untuk mengambil keputusan untuk membeli saham emiten tersebut. Atau Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 75 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 dengan kata lain pasar tidak menangkap sinyal apapun terkait dengan penggunaan jasa underwriter oleh emiten apakah underwriter itu termasuk big five ttau tidak. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Rosyidah, 2014), (Aini, 2013) dan (Wahyusari, 2013). Namun penelitian ini menolak penelitian yang dilakukan oleh (Riyadi, 2014), (Linazah, 2015), (Kritiantari, 2013), (Darlis, 2013), (Agustin, 2013), (Risqi, 2013) dan (Arman, 2012), yang menyatakan bahwa reputasi underwriter memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap underpricing. Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa likuiditas yang diukur dengan CR tidak memiliki pengaruh terhadap underpricing. Penggunaan hutang jangka pendek dianggap belum bisa meminimalkan underpricing, karena umumnya perusahaan lebih memilih dan berfokus kepada penggunaan hutang jangka panjang. Investor tidak menjadikan rasio lancar sebagai bahan pertimbangan untuk membeli saham perusahaan. Investor cenderung hanya memperhatikan rasio profitabilitas untuk melihat return yang akan diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Nuryasinta, 2017), (Yuliana, 2013) dan (Hermuningsih, 2014). Namun penelitian ini menolak penelitian yang dilakukan oleh (Febrianty, 2016), (Lautania, 2016), (Pahlevi, 2014), dan (Linazah, 2015) yang menyatakan bahwa likuiditas memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap financial distress pada suatu perusahaan. Hasil pengujian hipotesis lima menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan besar umumnya lebih dikenal oleh masyarakat daripada perusahaan kecil. Karena lebih dikenal maka informasi mengenai perusahaan besar lebih banyak dan lebih mudah diperoleh investor dibandingkan perusahaan kecil. Informasi yang memadai mengenai besarnya ukuran perusahaan akan bisa mengurangi tingkat ketidakpastian investor akan prospek perusahaan kedepan. Sehingga perusahaan dan underwriter yakin untuk menetapkan harga penawaran perdana dengan harga yang tinggi. Penertapan harga yang tinggi ini akan memperkecil selisih antara harga penawaran perdana dan harga di pasar sekunder sehingga tingkat underpricing semakin kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Saputra, 2016), (Pahlevi, 2014), (Linazah, 2015), (Putra, 2013), (Kritiantari, 2013) (Darlis, 2013) serta (Arman, 2012). Namun penelitian ini menolak penelitian (Riyadi, 2014), (Rosyidah, 2014), (Kurniawan, 2014), dan (Aini, 2013) yang menyatakan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap underpricing. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 76 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah di lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. (2) Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap underpricing. (3) Reputasi underwriter tidak berpengaruh terhadap underpricing (4) Curren Ratio tidak berpengaruh terhadap underpricing. (5) Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Saran Saran dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel-variabel lain diluar variabel pada penelitian ini yang kemungkinan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing. (2) Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah periode penelitian sehingga mampu menambah banyaknya sampel perusahaan yang akan diteliti. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami tujukan kepada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Manajemen dan segenap pimpinan serta dosen yang telah memberikan dukungan dan dorongan dalam proses penyelesaian penelitian kolaborasi ini DAFTAR PUSTAKA Agustin, I. J. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpring Saham Pada Perusahan Yang Melakukan Initial Public Offering Di BEI. Jurnal Ilmiah WIDYA Vol 1 No 1 Aini, S. N. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Pada Perusahaan IPO Di BEI Periode 2007-2011, Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 1 No 1, 88-102. Arman, A. (2012). Pengaruh Umur Dan Ukuran Perusahaan, Reputasi Underwriter Dan Return On Equity Terhadap Tingkat Underpricing Saham Di Bursa Efek Indonesia, Jurnal Bisnis dan Manajemen vol 1 nomer 1, 107-120. Darlis, Z. d. (2013). Penagruh Informasi Akuntansi Dan Non Akuntansi Terhadap Kecenderungan Underpricing. Febrianty, P. S. (2016). Pengaruh Asset Turnover, Current Ratio, Debt To Equity Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Terjadinya Underpricing Saham Pada Perusahaan Di Pasar Penawaran Saham Perdana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 77 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 Hanafi, M. . (2013), Manajemen Keuangan Edisi 1, BPFE, Yogyakarta.. Hermuningsih, S. (2014). Pengaruh Rasio Keungan Terhadap Initial Return Setelah Initial Public Offering (IPO) Pada Perusahaan Publik Di Indonesia. Kristiantari, I. D. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Pada Penawaran Saham Perdana. Jurnal Ilmiah Akuntansi . Kurniawan, L. (2014). Informasi Akuntansi Dan Non Akuntansi Pada Fenomena Underpricing Yang Terjadi Saat Penawarna Umum Saham Perdana Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi. Lautania, P. S. (2016). Pengaruh Asset Turnover, Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan ukuran perusahaan terhadap terjadinya underpricing saham pada perusahaan di Pasar Penawaran saham Perdana yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasisiwa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA). Linazah, N. L. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis . Maya, R. (2013). Pengaruh kondisi pasar, Presentase Saham yang ditawarkan, Financial Leverage dan profitabilitas terhdap Underpricing saham yang IPO. Murtini, U. (2015). Penagaruh Reputasi Underwriter, Size Dan Usia Perusahaan Pada Penentuan Harga IPO, JRAK Vol 11 No 2, 137-146. Nuryasinta, A. (2017). Analisis faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Initial return pada Perusahaan Non Keuangan Yang melakukan Initial Public Offering. Pahlevi, R. W. (2014). Analisis Fakto-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Pada Penawran Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia. Putra, M. A. (2013). Pengaruh Size, Return On Asset Dan Financial Leverage Pada Tingkat Underoricing Penawaran Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Uduyana. Putra, W. (2012). Pengaruh Umur Perusahaan, ROA, EPS Dan Persentase Saham Terhadap Underpricing Saham Di BEI Tahun 2006-2010, Jurnal Depok Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma. Ratnasari A, Hudiwinarsih G, (2013) Analisis Pengaruh Informasi Keuangan, Non Keuangan Serta Ekonomi Makro Terhadap Underpricing Pada Perusahaan Ketika IPO, Jurnal Buletin Studi Ekonomi vol 18 no 2, 85-97. Retnowati, E. (2013). Penyebab Underpricing Pada Penawaran Saham Perdana Di Indonesia. Accounting Analysis Jurnal. Risqi, I. A. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Ketika Initial Offering (IPO) Di Bursa Efek Indondesia. Diponegoro Journal off Accounting , 1-7. Riyadi, R. (2014). Pengaruh Reputasi Underwriter, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas Terhadap Underpricing Saham Pada Penawaran Umum Perdana (IPO) Di Bursa Efek Indonesia, Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universiras Riau. Rosyidah, L. (2014). Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Reputasi Underwriter Dan Reputasi Aunditor Terhadap Tingkat Underpricing. Jurnal Ilmu Manajemen. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 78 Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No.2 (2019) 67-79 Saputra, A. c. (2016). Pengaruh Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Return On Asset dan Financial Leverage pada underpricing penawaran umum perdana. E-Jurnal Akuntansi Universitas Uduyana. Sartono, A. (2001). Teori dan Aplikasi, Edisi 3. Yogyakarta: BBFE. Sehartian, T. A. (2017). Pengaruh Profitabiitas, Financial Leverage Dan Reputasi Uderwriter Terhadap Tingkat Underpricing Ketika Perusahaan Melakukan IPO. Wahyusari, A. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Saat IPO Di BEI. Jurnal Akuntansi. Wulandari, A. (2011). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana (IPO). Yuliana, V. (2013). Analisis Pengaruh Variabel Keuangan Dan Non Keuagan Terhdap Initial Return Dana Return Setelah IPO. Yustisia, N. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Saham Perdana Pada Perusahaan Non Keuangan Go Public. Rita Kusumawati dan Azhar Fitriyani 79