Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Eco Kreatif: Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Pot Bunga Gantung Di SDN 104233 Bandar Labuhan Khairiah Khairiah. Sutri Novika. Nadiah Azlila. Lesiana. Diya Ashar. Riska Handayani. Yulia Dewi. Nazwa Aulia Syahrani. Nurli Sagala. Rutmay Prina Br Sembiring Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia *Korespondensi: khairiah. umnaw@gmail. Abstrak Permasalahan limbah plastik yang semakin meningkat, terutama di lingkungan sekolah, memerlukan solusi kreatif dan edukatif untuk mengatasinya. Program Eco Kreatif bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa melalui kegiatan daur ulang botol plastik menjadi pot bunga gantung. Kegiatan ini menggunakan metode project-based learning, di mana siswa SDN 104233 Bandar Labuhan mengikuti tahapan sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam mendesain serta menghias pot bunga dari botol plastik bekas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 85% siswa memahami pentingnya daur ulang dan memiliki keterampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna. Selain itu, program ini membantu menumbuhkan kreativitas siswa dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Dengan demikian, program Eco Kreatif tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah plastik tetapi juga menjadi media edukasi lingkungan yang efektif sejak usia dini. Kata kunci: Daur-Ulang. Botol-Plastik. Edukasi-Lingkungan Abstract The increasing problem of plastic waste, especially in school environments, requires creative and educational solutions to address it. The Eco Kreatif program aims to raise students' environmental awareness through the activity of recycling plastic bottles into hanging flower pots. This program employs a project-based learning method, where students at SDN 104233 Bandar Labuhan participate in stages of socialization, demonstration, and hands-on practice in designing and decorating flower pots from used plastic bottles. The results show that more than 85% of students understand the importance of recycling and have acquired the skills to transform plastic waste into valuable products. Additionally, this program helps foster students' creativity and enhances their environmental awareness. Thus, the Eco Kreatif program not only contributes to reducing plastic waste but also serves as an effective environmental education tool from an early age. Keywords: Recycling. Plastic-Bottles. Environmental-Education Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 PENDAHULUAN Plastik merupakan salah satu jenis limbah yang sulit terurai dan menjadi Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dengan sebagian besar berakhir di lingkungan tanpa pengolahan yang tepat (KLHK. Putri, 2. Kondisi ini semakin sekolah, di mana botol plastik bekas sering kali tidak terkelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif dan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam pengelolaan sampah, salah satunya melalui kegiatan daur ulang botol plastik menjadi pot bunga gantung. Program Eco Kreatif bertujuan lingkungan siswa dengan metode project-based learning, yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam berbagai bidang (Hidayat. Santoso, 2. Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan sampah plastik, tetapi juga membentuk pola pikir siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan sejak usia dini. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2021. Yuliana, 2. edukasi berbasis praktik langsung dalam pengelolaan sampah dapat kepedulian siswa terhadap lingkungan sebesar 85%. Selain itu, penggunaan metode daur Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals SDG. , tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (UNDP, 2022. Wibowo, 2. Studi oleh (Rahmawati. Zamzami, 2. mengungkapkan bahwa program daur ulang berbasis sekolah mampu mengurangi volume sampah plastik hingga 40% serta meningkatkan kreativitas siswa dalam menciptakan produk ramah lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa SDN 104233 Bandar Labuhan pentingnya daur ulang, serta berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi model bagi lingkungan berbasis aksi nyata. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan program Eco Kreatif: Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Pot Bunga Gantung di SDN 104233 Bandar Labuhan dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu persiapan dan pelaksanaan, dengan praktik langsung oleh siswa. Pada tahap persiapan, dilakukan pengumpulan data yang diperlukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal, jumlah peserta, serta lokasi Selain pengadaan bahan dan alat seperti botol plastik bekas, gunting, cat, kuas, dan tali. Penyusunan materi edukasi juga pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya daur ulang sampah plastik dan manfaatnya bagi lingkungan. Tahap persiapan ini juga mencakup diskusi dengan guru dan siswa mengenai faktorfaktor Tahap pelaksanaan dimulai dengan sosialisasi dan diskusi bersama siswa mengenai dampak limbah plastik serta pentingnya mengolah sampah menjadi produk Setelah itu, dilakukan demonstrasi pembuatan pot bunga gantung dari botol plastik, mulai dari pemotongan, pengecatan, dekorasi, hingga pemasangan tali gantung. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Selanjutnya, siswa diberi kesempatan pembuatan pot bunga dengan bimbingan fasilitator dan guru. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi hasil karya untuk melihat kreativitas serta pemahaman siswa terhadap konsep daur ulang, diikuti dengan refleksi mengenai manfaat kegiatan ini bagi mereka. kegiatan, mereka mulai memahami pentingnya daur ulang. Tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik lebih menarik bagi mereka dibandingkan dengan metode konvensional. Pengembangan keterampilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat. Meskipun ada beberapa siswa yang masih memerlukan bimbingan, sebagian besar mampu membuat pot bunga dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi terhadap kegiatan Eco Kreatif: Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Pot Bunga Gantung di SDN 104233 Bandar Labuhan disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 1. Hasil Observasi Kegiatan Aspek Hasil Observasi Observasi 1 Pemahaman 80% siswa belum siswa tentang memahami dampak sampah plastik terhadap 2 Antusiasme Siswa siswa dalam antusias dan aktif 3 Keterampilan 100% siswa dalam mampu mengikuti membuat pot instruksi dengan ada beberapa yang Gambar 1. Proses Pelaksanaan Kegiatan KESIMPULAN Program Eco Kreatif: Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Pot Bunga Gantung di SDN 104233 Bandar Labuhan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan oleh mahasiswa magang Program ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam lingkungan berbasis aksi nyata dan Berdasarkan hasil observasi di atas, terdapat beberapa temuan penting sebagai berikut: Peningkatan pemahaman siswa terhadap dampak sampah plastik Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa tidak menyadari bahaya sampah plastik, tetapi setelah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 mendorong gerakan peduli lingkungan yang lebih luas. Yuliana. , & Hasanah. Penggunaan bahan daur ulang sebagai media pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9. , 25Ae34. Wibowo. , & Susanti. Integrasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran IPS untuk lingkungan siswa. Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 4. , 50Ae59. Zamzami. , & Fauziah. Peran menciptakan budaya ramah lingkungan melalui program Jurnal Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan, 3. , 88Ae97. REFERENSI