Artikel Penelitian Gambaran Testis Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida dan Diberi Infusa Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. Josephine Angela . Erma Mexcorry Sumbayak Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrid. Staf Pengajar Bagian Histologi. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Jakarta. Indonesia Alamat Korespondensi : summexco@yahoo. Abstrak Telah diketahui bahwa 40% dari semua kasus pasangan infertil disebabkan oleh pihak pria. dalam tubuh, karbon tetraklorida (CCl. berfungsi sebagai radikal bebas dan dapat berpotensi toksik pada kualitas dan fungsi sperma, serta dapat menyebabkan kerusakan DNA spermatozoa. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr. ) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi Umbinya dapat dimanfaatkan dan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, dan steroid yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dimana mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi perlakuan apa pun. Kelompok I (P. diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut dan tidak menerima infusa umbi bawang dayak. Kelompok perlakuan II, i, dan IV (P2. P3, dan P. diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan masing-masing volume 0,06 mL. 0,12 mL. dan 0,24 mL pada hari ke 1120 secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa umbi bawang dayak dapat memerbaiki gambaran testis mencit jantan yang diinduksi CCl4. Kata Kunci: karbon tetraklorida (CCl. , umbi bawang dayak, tubulus seminiferus Testicular Mice Profile Induced by Carbon Tetrachloride and Treated by Bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. Infusion Abstract It is known that 40% of all cases of infertility are caused by male. Carbon tetrachloride (CCl. acts as a free radical and can be potentially toxic to the quality and function of sperm, and can cause damage to sperm DNA. Dayak onion or bawang dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr. ) is a plant that is beneficial for health. The roots can be utilized because it contain alkaloids, glycosides, flavonoids, phenolic and steroids which act as antioxidants. This study is a laboratory experiment and the mice were divided into five groups. The control group (K) were not given any treatment. Group I (P. was given CCl4 0. 007 mL/20 gram bw for 10 consecutive days and not receive any treatment with dayak onion infusion. Group II, i and IV (P2. P3 and P. was given CCl4 0. 007 mL/20 gram bw for 10 consecutive days and then given with infusion of 10% dayak onion infusion with a volume of 06 mL. 12 mL. 24 mL respectively on day 11-20 orally. The result showed that the administration of dayak onion infusion can improve the testicular histology of CCl 4 induced male Keywords: carbon tetrachloride (CCl. , dayak onion, seminiferous tubules Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Pendahuluan Masalah kesuburan atau fertilitas merupakan hal yang penting dalam menentukan kelangsungan hidup manusia beserta keragaman genetiknya. Infertilitas sepasang suami-istri untuk mendapatkan keturunan setelah satu tahun menikah dengan hubungan seks normal, tanpa menggunakan metode kontrasepsi apa pun atau setelah enam bulan menikah bila usia istri di atas 35 tahun. Telah diketahui bahwa 40% dari semua kasus pasangan infertil disebabkan oleh pihak pria . Kerusakan testis bukan satu-satunya penyebab utama infertilitas pria, rendahnya jumlah produksi sperma, buruknya kualitas sperma, tidak mampunya spermatozoa yang dapat membuahi ovum juga memegang Karbon tetraklorida adalah senyawa kimia dengan rumus molekul CCl4. Banyak digunakan untuk pendingin, pengasapan di pertanian dan pemadam kebakaran, cairan pembersih, penghilang noda, bahan pelarut untuk lemak, minyak, lilin, karet, serta bahan awal untuk pembuatan senyawa organik. Pemberian CCl4 secara oral dengan mudah diabsorbsi dari saluran cerna, berlangsung lambat dan tidak mudah diramalkan. Absorbsi ini mengalami peningkatan jika bersamaan dengan pemberian lemak dan alkohol. Setelah diserap, zat tersebut secara luas didistribusikan pada jaringan tubuh, khususnya bagi manusia dengan kandungan lipid yang tinggi, dan mencapai konsentrasi puncak dalam waktu 1-6 jam, tergantung dari dosis atau konsentrasi Efek reproduktif pada hewan uji yang dilaporkan antara lain infertilitas, embriotoksisitas, fetotoksisitas, dan degenerasi epitel germinal testikuler. Karbon tetraklorida merupakan salah satu contoh bahan kimia yang bersifat radikal Ada dua bentuk umum dari radikal bebas yaitu. Reactive Oxygen Species (ROS) dan Reactive Nitrogenes Species (RNS). Senyawa-senyawa reaktif tersebut dapat dihasilkan ketika sel berada dalam kondisi tidak stres, yaitu terjadi keseimbangan antara proses pembentukan dan pemusnahan ROS. Spermatozoa menghasilkan sejumlah kecil ROS yang memainkan peran penting dalam banyak proses fisiologis sperma seperti kapasitasi dan hiperaktivasi sperma, reaksi akrosom . crosome reactio. , serta penyatuan sperma-oosit. Sementara pada kondisi stres oksidatif atau Oxidative Stress (OS), pembentukan ROS lebih tinggi dibandingkan Kondisi stres oksidatif dapat mengakibatkan gangguan pada organ tubuh, termasuk organ reproduksi. Spermatozoa sangat rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh ROS yang spermatozoa mengandung asam lemak tak (Polyunsaturated Fatty Acid/PUFA) dalam jumlah besar, yang mudah (Lipid Peroxidation/LPO) oleh ROS, sehingga Ketika tingkat ROS pada sperma berlebihan, dapat berpotensi toksik pada kualitas dan fungsi sperma, seperti penurunan motilitas sperma, merusak reaksi akrosom, hilangnya kesuburan, dan memengaruhi fluiditas sperma membran plasma. DNA dalam inti sperma rentan terhadap kerusakan oksidatif, mengakibatkan terjadinya kerusakan DNA dalam bentuk modifikasi pada semua kromatin, dan perubahan kromosom. ROS juga dapat menyebabkan berbagai jenis mutasi gen seperti mutasi titik dan polimorfisme, yang dapat memengaruhi kualitas sel germinal dan menurunnya kualitas semen yang Tingkat kerusakan yang diinduksi oleh stress oksidatif tidak hanya tergantung pada sifat dan jumlah ROS yang terlibat, tetapi juga pada durasi paparan ROS dan pada faktor-faktor ekstraseluler seperti suhu, tekanan oksigen, serta konsentrasi komponen molekul sekitarnya seperti ion, protein, dan Bawang dayak (Eleutherine palmifolia . Merr. ) merupakan tanaman perdu dan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Penduduk lokal di daerah tersebut sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Hasil skrining umbi bawang dayak dengan menggunakan pelarut petroleum eter dan etanol menunjukkan bahwa umbi tanaman ini mengandung senyawa alkaloid, steroid, flavonoid, glikosida, tannin, dan fenolik. Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Senyawa flavonoid memiliki sifat antioksidan sebagai penangkap radikal bebas, karena mengandung gugus hidroksil yang bersifat sebagai reduktor dan dapat bertindak sebagai donor hidrogen terhadap radikal Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C . eningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari 10,11 mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Alkaloid merupakan senyawa kimia yang banyak ditemukan pada tanaman. Alkaloid bermanfaat sebagai salah satu zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan 12,13 sel-sel kanker, juga sebagai antimikroba. Tannin dapat berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam menstabilkan fraksi lipid dan keaktifannya dalam penghambatan lipoksigenase. Senyawa fenolik telah diketahui memiliki berbagai efek biologis seperti aktivitas antioksidan melalui mekanisme sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, pengkelat logam, peredam terbentuknya singlet oksigen, serta pendonor Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian umbi bawang dayak secara oral terhadap struktur mikroanatomi testis mencit jantan, yang diinduksi karbon tetraklorida, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah infertilitas pada pria, terutama yang disebabkan karena pengaruh radikal bebas. Penentuan Dosis CCl4 Dosis CCl4 yang dapat menimbulkan efek toksik pada mencit adalah 0,007 mL/20 gramBB yang dilarutkan dalam 0,1 mL minyak kelapa. Pemberian CCl4 ini dilakukan menggunakan sonde lambung dan dilakukan selama 10 hari. Minyak kelapa berfungsi sebagai pelarut, karena CCl4 merupakan senyawa kimia yang mudah larut dalam Berdasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya, pemberian jangka pendek dari CCl4 secara oral menyebabkan terjadinya degenerasi pada tubulus seminiferus, yaitu kerusakan pada membran basal, penurunan jumlah sel-sel spermatogenik dan sel sertoli, tidak tampak adanya sperma pada lumen tubulus seminiferus sehingga lumen menjadi lebih luas, serta ditemukannya sel radang di tubulus seminiferus. Pembuatan Infusa Simplisia Bawang Dayak Metode Penelitian Infusa umbi bawang dayak dengan dosis 10% dibuat dengan cara memasukkan 10 gram simplisia umbi bawang dayak ke dalam gelas kimia 500 mL, kemudian ditambahkan akuades 100 mL. Larutan dipanaskan pada suhu 90AC selama 15 menit. Setelah itu penyaringan dilakukan dengan menggunakan kertas saring dan kemudian ampas bawang dayak dibuang. Infusa simplisia umbi bawang dayak 10% dapat disimpan pada suhu 4AC. Kemudian hasil infusa yang telah didapat dilarutkan atau diencerkan dengan mengambil 1 mL infusa umbi bawang dayak dalam 10 mL Bahan Penentuan Dosis Bawang Dayak Umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr. ), 25 ekor mencit jantan berumur sekitar dua bulan dengan berat 20-30 gram, makanan hewan uji berupa pakan berbentuk pelet, minuman hewan uji berupa air minuman kemasan, asam pikrat, larutan CCl4, minyak kelapa, akuades, eter 70%. formalin 10%. Pemberian infusa umbi bawang dayak dengan dosis 10% diberikan dengan tiga volume berbeda, yaitu 0,06 mL. 0,12 mL, dan 0,24 mL. Pemberian infusa umbi bawang dayak ini dilakukan menggunakan sonde lambung dan dilakukan selama sepuluh hari. Dosis ini diberikan berdasarkan pengalaman masyarakat yang memakai lima siung umbi bawang dayak per hari. Kemudian dikonversi ke dalam dosis mencit disesuaikan dengan kapasitas lambung mencit. Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Pengelompokan dan Perlakuan Subjek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik, dimana 25 ekor Kelompok kontrol (K): kelompok tanpa Kelompok perlakuan I (P. kelompok perlakuan yang hanya diberi CCl4 0,007 mL/20gramBB secara oral selama hari sepuluh hari. Kelompok perlakuan II (P. kelompok perlakuan yang diberi CCl4 0,007 mL/20gramBB secara oral selama sepuluh hari . ari ke 1-. serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,06 mL secara oral pada hari ke 11-20. Kelompok perlakuan i (P. kelompok perlakuan yang diberi CCl4 0,007 mL/20gramBB secara oral selama sepuluh hari . ari ke 1-. , serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,12 mL secara oral pada hari ke 11-20. Kelompok perlakuan IV (P. : kelompok perlakuan yang diberi CCl4 0,007 mL/20gramBB secara oral selama sepuluh hari . ari ke 1-. , serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,24 mL secara oral pada hari ke 11-20. Pada hari ke-21, semua mencit diterminasi dan diambil testisnya untuk dibuat sediaan mikroanatomi tubulus seminiferus testis dengan metode parafin dan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Pengamatan Pengamatan struktur mikroanatomi meliputi lapisan sel-sel spermatogenik yaitu spermatogonium, spermatosit, spermatid, dan spermatozoa dari lamina basalis ke arah lumen tubulus seminiferus, dengan melihat keadaan sel-sel spermatogenik di dalam tubulus Pengamatan dilakukan pada tubulus seminiferus yang terpotong bundar dan diambil secara acak dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Kemudian dilakukan pengamatan pada banyaknya tubulus seminiferus yang lumennya terisi penuh oleh sel spermatozoa. Pembacaan preparat dilakukan dengan cara mengamati preparat testis kiri dan kanan. Masing-masing testis dibagi menjadi empat kuadran sama besar dan dihitung jumlah tubulus seminiferus yang penuh dengan sel spermatozoa di tiap seminiferus kontrol (K) sebagai pembanding. Penilaian dan pengamatan jumlah sel spermatozoa dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran okuler 40x dan Jumlah tubulus seminiferus di tiap kuadran testis kiri dan kanan dijumlahkan sehingga didapatkan jumlah untuk masingmasing mencit, lalu digabungkan untuk menjadi rerata jumlah kelompok. Analisis Data Data yang telah diperoleh merupakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data mikroanatomi tubulus seminiferus yang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Data kualitatif ini disajikan dan dianalisis secara Data kuantitatif berupa jumlah tubulus seminiferus yang dipenuhi sel spermatozoa. Data ini dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 16. 0, dengan langkah uji pertama yaitu dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov Test untuk mengetahui distribusi data . istribusi normal. p > 0,. , dan analisis varian (Uji LeveneAo. untuk mengetahui homogenitas varian antar kelompok hewan uji . arians homogen. p > 0,. Jika data terdistribusi normal dan homogen maka analisis data dilanjutkan dengan analisis variansi pola searah (One Way Anov. dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan kelompok. Selanjutnya dilakukan uji Post Hoc Turkey untuk melihat perbedaan antar kelompok, berbeda bermakna . < 0,. atau berbeda tidak bermakna . > 0,. Hasil dan Pembahasan Pengamatan pada gambaran histologis testis kontrol (K) menunjukkan sebagian besar tubulus seminiferus yang dilapisi oleh sel-sel spermatogenik serta sel sertoli, dengan membran basal sebagai pembatas antara Struktur mikroanatomi tubulus seminiferus testis kontrol (K) menunjukkan sel-sel spermatogenik yang tersusun berlapis, sesuai dengan tingkat perkembangannya dari membran basalis menuju ke arah lumen spermatogonia, spermatosit, spermatid, dan Lumen tampak terisi oleh spermatozoa (Gambar . Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Dibandingkan dengan kontrol (K), gambaran testis pada kelompok yang diberi CCl4 0,007 mL/20 gramBB (P. menunjukkan adanya degenerasi tubulus seminiferus dan selsel spermatogenik tersusun dalam lapisan yang tidak teratur (Gambar . Perubahan degeneratif pada tubulus seminiferus dapat terlihat dari adanya penurunan jumlah spermatogonium, spermatosit, dan bahkan tidak tampak adanya spermatid dan spermatozoa yang mengisi lumen tubulus seminiferus, sehingga lumen tampak lebih luas pada sebagian besar tubulus seminiferus. Susunan sel-sel spermatogenik tidak lagi tersusun berlapis, sesuai dengan tingkat perkembangannya dari membran basalis menuju ke arah lumen tubulus seminiferus, melainkan sel-sel spermatogenik tersebut tersusun tidak rapat dan tersebar secara acak. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Kamal M. M dan Omran O. M pada tahun 2013, bahwa terjadinya perubahan degeneratif dari tubulus seminiferus dan apoptosis testis dengan sel-sel spermatogenik yang tidak teratur merupakan akibat dari kerusakan karena radikal bebas dan penekanan kadar Terlihat juga adanya penurunan jumlah sel sertoli dan adanya gambaran vakuolisasi dari sel sertoli. Vakuolisasi umumnya merupakan indikator awal adanya perubahan morfologi pada sel sertoli. Vakuola yang terbentuk tersebut mencerminkan adanya gangguan dalam keseimbangan cairan sel Mikrovakuolisasi dari basal sitoplasma sel sertoli terjadi karena adanya bahan toksik pada sel sertoli, dan karena beberapa bahan Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 fosfolipidosis yaitu peningkatan akumulasi fosfolipid di jaringan. Pengamatan gambaran testis pada kelompok yang diberi CCl4 0,007 mL/20 gramBB dan infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,06 mL (P. menunjukkan adanya pemulihan sel-sel spermatogenik. (Gambar . Gambaran sel-sel spermatogenik normal sudah terlihat kembali, terdiri atas spermatogonium, spermatosit, spermatid, dan Sel-sel spermatogenik tersusun dalam lapisan yang teratur sesuai dengan susunannya masih belum terlalu rapat dan Sudah tampak adanya spermatid dan spermatozoa yang mengisi lumen tubulus memenuhi tubulus. Terlihat adanya gambaran sel sertoli yang normal. Pengamatan gambaran testis pada kelompok yang diberi CCl4 0,007 mL/20 gramBB dan infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,12 mL (P. (Gambar . dan 0,24 mL (P. (Gambar . menunjukkan adanya pemulihan sel-sel spermatogenik di sebagian besar tubulus seminiferus. Terlihat gambaran sel-sel spermatogenik normal yang terdiri atas spermatogonium, spermatosit. Sel-sel spermatogenik tersusun dalam lapisan yang teratur dengan susunan yang rapat dan kompak, dengan gambaran sel sertoli normal terlihat kembali. Lumen tubulus seminiferus tampak terisi penuh oleh spermatid dan Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Gambar 1 Kelompok kontrol Gambar 2 Kelompok yang diberi CCl4 Gambar 3 Kelompok CCl4 infusa bawang Gambar 4 Kelompok CCl4 infusa bawang 12 ml 06 ml Gambar 5 Kelompok CCl4 infusa bawang 24 ml Keterangan: . Membran basalis. Spermatogonia. Spermatosit. Spermatid. Spermatozoa. Sel sertoli. Sel leydig. Lumen tubulus seminiferus. Vakuolisasi sel sertoli. Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Berdasarkan grafik hasil pengamatan nilai rerata jumlah tubulus seminiferus yang dipenuhi sel spermatozoa (Gambar . terlihat adanya penurunan yang sangat signifikan pada rerata jumlah tubulus seminiferus kelompok mencit yang diinduksi CCl4 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol jumlah rerata tubulus seminiferous yang dipenuhi sel spermatozoa yaitu 27. pada P1 14. P2 23. P3 28. 2, dan pada P4 Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya gangguan dari radikal bebas terhadap proses spermatogenesis di dalam tubulus seminiferus yang menghambat pembelahan sel, ataupun kemampuan sel untuk berdiferensiasi sehingga berpengaruh pada jumlah sel spermatozoa di dalam tubulus seminiferus testis. Nilai Rerata Jumlah Tubulus Seminiferus yang Dipenuhi Sel Spermatozoa Perlakuan Gambar 6. Grafik Hasil Pengamatan Nilai Rerata Jumlah Tubulus Seminiferus yang Dipenuhi Sel Spermatozoa (%) Keterangan : K = Kontrol = CCl4 0,007 mL/20gramBB = CCl4 0,007 mL/20gramBB infusa umbi bawang dayak 10% 0,06 mL = CCl4 0,007 mL/20gramBB infusa umbi bawang dayak 10% 0,12 mL = CCl4 0,007 mL/20gramBB infusa umbi bawang dayak 10% 0,24 mL CCl4 telah banyak digunakan untuk menginduksi terjadinya stres oksidatif dan kerusakan pada hati, ginjal, dan testis akibat radikal bebas. Testis memiliki afinitas yang besar untuk CCl4. Permulaan toksisitas testis CCl4 biotransformasi oleh sitokrom P450 menjadi (CCl. , selanjutnya berubah menjadi trichloromethyl peroxyl radikal (CCl3O. Metabolit CCl4 Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 bereaksi dengan asam lemak tak jenuh ganda dan membentuk ikatan kovalen dengan lipid dan protein. Peristiwa ini menyebabkan pembentukan lipid peroksida dan kerusakan membran sel yang menyebabkan kerusakan pada testis. Penurunan berat badan pada tikus yang diinduksi CCl4 mungkin dapat timbul sebagai efek toksik dari CCl4 yang menekan nafsu makan, sehingga asupan makanan 17,20 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida Tabel 1. One Way Anova Pengaruh Pemberian Infusa Umbi Bawang Dayak terhadap Jumlah Tubulus Seminiferus yang Dipenuhi Sel Spermatozoa Sum of Squares Mean Square Sig. Perlakuan Galat 975,040 929,200 243,760 46,460 0,005 Total 1904,240 Keterangan : * berbeda bermakna . < 0,. Tabel 2. Uji Post Hoc Turkey Pengaruh Pemberian Infusa Umbi Bawang Dayak terhadap Jumlah Tubulus Seminiferus yang Dipenuhi Sel Spermatozoa Kelompok 12,800* Pada hasil perhitungan One Way Anova (Tabel . jumlah tubulus seminiferus yang dipenuhi sel spermatozoa pada testis mencit yang diinduksi CCl4 menunjukkan bahwa p < 0,05, dan hasil uji Post Hoc Turkey (Tabel . didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara setiap perlakuan dengan jumlah tubulus seminiferus yang dipenuhi sel spermatozoa . anda *), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian meningkatkan jumlah tubulus seminiferus yang dipenuhi sel spermatozoa pada testis mencit yang diinduksi CCl4, dan dosis yang paling baik adalah pada kelompok perlakuan IV (P. dengan volume infusa umbi bawang dayak 0,24 mL/mencit/hari. Hal ini dapat terjadi karena adanya efek antioksidan yang dimiliki umbi bawang dayak dapat melindungi testis terhadap kerusakan lebih lanjut yang disebabkan karena radikal bebas. Pengamatan gambaran testis pada kelompok yang diberi CCl4 0,007 mL/20 gramBB dan infusa umbi bawang dayak 10% dengan volume 0,12 mL (P. dan 0,24 mL (P. menunjukkan adanya pemulihan sel-sel spermatogenik di sebagian besar tubulus 3,600 9,200* 13,600* 4,400 18,800* 9,600* 5,200 seminiferus (Gambar . Pada perhitungan jumlah tubulus seminiferus yang penuh dengan spermatozoa, didapatkan juga adanya peningkatan jumlah spermatozoa pada tubulus seminiferus mencit yang diberikan infusa umbi bawang dayak 10%. Terlihat dari adanya peningkatan yang sangat bermakna pada rerata jumlah tubulus seminiferus yang diberikan infusa umbi bawang dayak 10%. Bahkan pada volume 0,12 mL dan 0,24 mL, rerata jumlah tubulus seminiferus yang penuh dengan spermatozoa melebihi rata-rata dari kelompok Penelitian ini membuktikan bahwa umbi bawang dayak memiliki peran sebagai antioksidan dalam melindungi membran testis dari kerusakan akibat radikal bebas. Aktivitas antioksidan dari infusa umbi bawang dayak kemungkinan disebabkan karena mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam umbi bawang dayak telah terbukti memunyai efek biologis yang kuat. Sebagai antioksidan, flavonoid dapat menghambat penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan . pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker. Infusa umbi bawang dayak mengandung senyawa Kedokt Meditek Volume 23. No. 62 April - Juni 2017 Gambaran testis mencit yang diinduksi karbon tetraklorida flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dengan cara menghambat terbentuknya radikal bebas, menghambat peroksidasi lemak dan mengubah struktur membran sel. Aktivitas sebagai antioksidan yang dimiliki oleh sebagian besar flavonoid disebabkan oleh adanya gugus hidroksi fenolik dalam struktur molekulnya, juga melalui kemampuan antioksidan untuk menangkap ion OH dan O2 serta aktivitasnya sebagai pengkelasi logam, serta memiliki efek sinergis dengan metabolit antioksidan lainnya. Sesuai dengan mekanisme kerjanya, antioksidan memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pemberi atom hidrogen dan menghambat terbentuknya radikal lipid. Dengan memberikan atom hidrogen pada radikal lipid maka radikal lipid tersebut akan berubah menjadi bentuk lebih stabil dan tidak 20,21 Kesimpulan Pemberian infusa umbi bawang dayak secara oral dengan konsentrasi 10% selama 10 hari berturut-turut dapat memerbaiki struktur mikroanatomi testis jantan, dan meningkatkan jumlah sel spermatozoa mencit jantan yang telah diinduksi CCl4 hingga mendekati normal, bahkan melenihi rata-rata dari kelompok kontrol, dan dosis yang paling baik adalah pada kelompok perlakuan IV (P. dengan volume infusa umbi bawang dayak 0,24 mL. Daftar Pustaka