Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) ANALISIS PEMBERIAN TEKNIK DEEP BREATHING DAN AROMA TERAPI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SC DI RUANG BUDAGA RSUD KLUNGKUNG Ketut Darma Supar Gemini Arsa. Ni Putu Diah Ayu Rusmeni. Putu Indah Sintya Dewi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng gemini90@gmail. ABSTRAK Sectio Caesarea (SC) merupakan proses persalinan melalui tindakan pembedahan dengan membuat sayatan pada dinding perut ibu dan dinding rahim untuk mengeluarkan bayi. Indikasi dipilihnya tindakan sectio caesarea salah satunya adalah keadaan bayi dalam posisi sungsang. Tujuan umum dari Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan aroma terapi pada Pasien Post SC di Ruang Budaga RSUD Klungkung. Metode pengambilan data melalui wawancara, pengkajian dan analisis Rekam Medis Pasien. Berdasarkan pengkajian dan analisa data pada Ny. PS didapatkan diagnosa keperawatan utama Nyeri Akut. Intervensi dan implementasi yang diberikan kepada pasien yaitu tehnik deep breathing dan aroma terapi yang berpedoman pada Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) , dan evaluasi masalah keperawatan pada Ny. PS sudah teratasi dengan hasil data subjektif yang ditemukan pada Ny. PS yaitu di hari pertama tingkat nyeri yang dirasakan Ny. PS berskala 6 lalu pada hari ketiga skala nyari yang dirasakan Ny. PS turun menjadi skala 1. Dapat disimpulkan bahwa tehnik deep breathing dana roma terapi efektif untuk mengatasi masalah keperawatan Nyeri Akut pada pasien post SC. Kata kunci : Nyeri. Deep Breathing. Aroma Terapi. ABSTRACT Sectio Caesarea (SC) is a birthing process through surgery by making an incision in the mother's abdominal wall and uterine wall to remove the baby. One of the indications for choosing a sectio caesarea procedure is the baby's condition in the breech position. The general objective of this Final Scientific Paper for Nurses is to analyze nursing care by providing deep breathing relaxation techniques and aromatherapy for Post-SC Patients in the Budaga Room of Klungkung Hospital. The method of data collection is through interviews, assessment and analysis of Patient Medical Records. Based on the assessment and analysis of data on Mrs. PS, the main nursing diagnosis was Acute Pain. The interventions and implementations given to the patient were deep breathing techniques and aromatherapy based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI), and the evaluation of nursing problems in Mrs. PS had been resolved with the results of subjective data found in Mrs. PS, namely on the first day the level of pain felt by Mrs. PS was on a scale of 6 then on the third day the pain scale felt by Mrs. PS decreased to a scale of 1. It can be concluded that deep breathing techniques and aromatherapy are effective in overcoming nursing problems of Acute Pain in post-SC patients. Keywords : Pain. Deep Breathing. Aroma Therapy Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan . -42 mingg. , lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Pratiwi et al. , 2. Persalinan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu persalinan normal . pontan melalui vagin. dan persalinan dengan bantuan alat atau dengan bantuan prosedur pembedahan seperti sectio caesarea (Harriya Novidha. Donna. Friyandini, 2. Sectio Caesarea (SC) merupakan proses persalinan melalui tindakan pembedahan dengan membuat sayatan pada dinding perut ibu dan dinding rahim untuk mengeluarkan bayi (Izzah et al. Indikasi dipilihnya tindakan sectio caesarea adalah adanya gawat janin, mal presentasi, prolapsus tali pusat, disproporsi sefalo pelvic, kelainan letak, riwayat persalinan yang buruk, plasenta previa, pre-eklamsia atau eklamsia, kehamilan dengan penyakit penyerta dan adanya gangguan dalam perjalanan persalinan normal (Izzah et al. , 2. Prevalensi persalinan dengan operasi caesar (SC) di Bali pada tahun 2022 adalah 30,2%. Angka ini termasuk tinggi di Indonesia, di mana kasus SC tertinggi berada di Jakarta (Metasari & Sianipar, 2. Prevalensi melahirkan secara Sectio Caesarea (SC) di Bali pada tahun 2021 mencapai 12. 860 kasus. Angka ini menunjukkan bahwa proses persalinan melalui SC lebih banyak daripada proses Vol. 10 No. 1 Juni 2025 persalinan normal di Bali (Sena Putra Ida Bagus Giri et al. , 2. Tindakan persalinan dengan sectio caesarea mengakibatkan terjadinya nyeri pada bekas luka operasi karena terjadinya perubahan kontinuitas jaringan oleh tindakan pembedahan. Pada saat operasi digunakan anestesi agar pasien tidak merasa nyeri, namun setelah operasi selesai dan pasien mulai sadar, pasien akan merasakan nyeri di daerah sayatan (Fristika, 2. Nyeri didefinisikan sebagai suatu bentuk pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan atau cenderung akan terjadi kerusakan jaringan (Komarijah et , 2. Faktor yang mempengaruhi nyeri adalah usia, jenis kelamin, kebudayaan, makna nyeri, perhatian, sebelumnya, gaya koping dan dukungan (Harriya Novidha. Donna. Friyandini. G3P3A0 diuraikan dengan arti : G3 adalah Gravida 3 artinya wanita yang sedang hamil ketiga. P3 adalah Para 3 yang artinya wanita sudah pernah melahirkan sebanyak 3x. A0 adalah Abortus 0 artinya wanita belum pernah mengalami keguguran. Jadi SC (G3P3A. dapat diartikan sebagai seorang wanita yang sedang hamil untuk ketiga kalinya (G. , melahirkan yang ketiga kali (P. , belum pernah mengalami keguguran (A. , dan melahirkan melalui operasi caesar (SC) (Sena Putra Ida Bagus Giri et al. Nyeri yang dirasakan pada pasien yang pertama kali mengalami SC berbeda dengan rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu yang sudah pernah melahirkan secara SC. Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) pasien akan merasakan nyeri pada perut. Machmudah, 2. Manajemen nyeri punggung, atau kram yang intensitasnya secara non farmakologis dapat berupa lebih tinggi dibandingkan ibu yang sudah terapi deep breathing dan aroma terapi. pernah merasakan Sc sebelumnya. Nyeri Terapi deep breathing atau relaksasi napas ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dalam dapat membantu mengatasi seperti cemas, kontraksi rahim pertama Terapi kali, tekanan pada otot, sendi, dan dengan mengatur pernapasan secara dalam pembuluh darah, serta perubahan hormon dan lambat. Aromaterapi dapat digunakan (Fristika, 2. untuk meredakan nyeri dengan cara Cara untuk menangani nyeri yang menghirup minyak esensial melalui dialami pasien adalah dengan manajemen Diffuser akan menyebarkan Secara garis besar ada dua minyak esensial ke udara dalam bentuk manajemen untuk mengatasi nyeri yaitu kabut halus (Susilawati et al. , 2. manajemen farmakologi dan manajemen (Tirtawati et al. , 2. (Rahmayani Penelitian yang dilakukan oleh Machmudah. Manajemen Susilawati, dkk 2023 menyatakan sebagian farmakologi merupakan suatu tindakan besar tingkat nyeri sebelum diberikan kolaborasi antara dokter dengan perawat teknik relaksasi napas dalam adalah skala 6 untuk mengatasi nyeri dengan memberikan atau nyeri sedang dan setelah diberikan obat analgetik. Sedangkan manajemen non teknik relaksasi napas dalam turun menjadi farmakologi boleh diberikan oleh perawat skala 3 atau nyeri ringan (Susilawati et al. secara mandiri melalui teknik distraksi Penelitian oleh Tirtawati 2020 maupun relaksasi dan kombinasi teknik menunjukkan ada pengaruh antara lainnya (SyafaAoaiti, 2. Nyeri tersebut akan menimbulkan penurunan intensitas nyeri pada ibu post berbagai masalah yaitu mengalami sectio sesarea (Tirtawati et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi di Ruang melakukan aktivitas, dan kesulitan dalam Budaga RSUD Klungkung penggunaan menyusui sehingga menyebabkan ibu teknik relaksasi nafas dalam dan aroma merasa tidak nyaman dan melakukan terapi untuk menurunkan nyeri belum penundaan pemberian ASI (Marsilia & sepenuhnya dilakukan. Karena apabila Trenayanti, 2. Selain itu dampak nyeri pasien mengeluh nyeri, manajemen yang diberikan adalah manajemen farmakologi pengaruhnya terhadap pola tidur, pola dengan memberikan obat analgesik. makan, energi, dan aktifitas sehari-hari Sehingga belum diketahui secara pasti (SyafaAoaiti, 2. Apabila tidak segera apakah memang benar teknik relaksasi ditangani nyeri dapat memicu respon stress nafas dalam dan aroma terapi dapat yang menimbulkan peningkatan laju menurunkan intensitas nyeri pada pasien metabolisme dan curah jantung, kerusakan sesuai dengan teori dan referensi yang ada. respon insulin, peningkatan produksi kortisol dan retensi cairan (Rahmayani & 2. METODE PENELITIAN Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian studi kasus merupakan penelitian yang mengeksplorasi suatu permasalahan air dengan batasan yang rinci, memiliki pengumpulan data yang mendalam dan mencakup berbagai sumber Penelitian studi kasus dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang diteliti adalah kejadian, kegiatan atau Untuk menganalisis pemberian teknik deep breathing dan aroma terapi untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien Post SC di Ruang Budaga RSUD Klungkung HASIL identifikasi skala nyeri, identifikasi respon nyeri non verbal, identifikasi faktor yang memperberat dan memeringan rasa nyeri, berikan teknik nonfarmakologis, fasilitasi istirahat dan tidur, jelaskan strategi meredakan nyeri, ajarkan menggunakan pemberian analgetik. Pelaksanaan keperawatan yang telah diimplementasikan pada pasien sesuai kondisi pasien yang dilakukan sejak tanggal 25 November 2024 Ae 27 November 2024. Implementasi untuk menurunkan nyeri adalah dengan mengkaji karakteristik nyeri (P. T), nonfarmakologi relaksasi napas dalam dan aroma terapi untuk mengurangi nyeri, memberikan terapi analgetik. Hasil Evaluasi ahir pada tanggal 27 November 2024 pukul 14. 00, dengan masalah keperawatan nyeri akut S : pasien mengatakan sudah tidak terlalu nyeri pada luka post Op. SC. O : P : Nyeri karena luka post OP. SC. Q : nyeri seperti di tusuktusuk. R : Nyeri di rasakan di sekitar area luka operasi. S : Skala nyeri 1. T : Nyeri hilang timbul . TD : 120/90mmHg. N : 82x/menit. Rr : 19x/menit. Pasien sudah bisa melakukan teknik nafas dalam disaat adanya nyeri. Pasien tampak nyaman saat diberikan aroma terapi. Pasien tampak Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. PS diketahui bahwa pasien masuk Rumah Sakit pada Minggu, 24 November 2024 dengan rencana akan dilakukan tindakan SC pada 25 November Ny. PS sudah pernah melahirkan 2x dengan spontan dan saat ini adalah (G3P3A. disarankan untuk SC karena posisi bayi Bayi sungsang umumnya dilahirkan secara caesar karena berisiko tinggi bagi ibu dan bayi. Operasi caesar dinilai lebih aman daripada melahirkan secara normal. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik . rosedur operas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam dengan tujuan nyeri berkurang 4. PEMBAHASAN Teknik relaksasi napas dalam dapat dengan kriteria hasil : keluhan nyeri menurunkan nyeri pada pasien pasca menurun, meringis menurun, gelisah operasi caesar (SC). Teknik ini dapat menurun, sikap protektif menurun. dilakukan secara mandiri dan tidak Beberapa perencanaan untuk mencapai menimbulkan efek samping. Mekanisme tujuan yaitu dengan identifikasi lokasi, kerja : Relaksasi napas dalam dapat karakteristik, frekuensi, kualitas nyeri. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) mengendalikan nyeri dengan mengurangi aktivitas simpatik dalam sistem saraf otonom. Relaksasi napas dalam dapat membuat rileks tubuh dan menghentikan produksi hormon adrenalin dan hormon yang diperlukan saat stres. Hormon adrenalin dan hormon yang diperlukan saat stres digantikan dengan hormon endorfin, yang dapat menekan terjadinya nyeri (Amita et al. , 2. Sejalan dengan penelitian intensitas nyeri pada pasien pasca operasi SC sebelum dilakukan intervensi lebih banyak pada kriteria nyeri sedang. Setelah dilakukan intervensi, intensitas nyeri pada pasien pasca operasi SC lebih banyak pada kriteria nyeri ringan (Arumsari et al. Penelitian oleh Richta . juga menyatakan bahwa pemberian aroma terapi terbukti menurunkan tingkat nyeri pada pasien Post Op. SC, di hari pertama pasien mengalami tingkat nyeri dengan skala 6, hari kedua skala 4 dan hari ketiga skala nyeri klien menjadi 1 (Richta & Armen, 2019. Sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Jumatrin . , mengenai penerapan setelah pemberian efek aromaterapi lavender inhalasi terhadap intensitas nyeri pasca sectio Hasil menunjukkan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi lavender intensitas nyeri mengalami penurunan yaitu rerata skala 4,31 . isaran 1Ae. sehingga dapat dijelaskan bahwa efek aromaterapi pada levender sangatlah penting untu meredahkan nyeri pasca sectio caesarea (Jumatrin et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Anastasya . mengenai pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas Vol. 10 No. 1 Juni 2025 nyeri post sectio caesaria di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala nyeri pada ibu yang post sectio caesaria sesudah diberikan penurunan yaitu dengan skala 1-3 . yeri Intensitas nyeri 52 sesudah diberikan aroma terapi lavender yaitu megalami perubahan yang signifikan yaitu sebagian besar kategori nyeri ringan 10 orang . ,5%) (Anastasia Puri Damayanti & Anjar Nurrohmah, 2. Aromaterapi adalah salah satu terapi nyeri dengan pendekatan nonfarmakologi. Aromaterapi penyembuhan yang melibatkan pemakaian minyak atsiri murni. Terapi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam metode seperti pijat, semprotan, inhalasi, mandi, kumur, kompres dan juga pengharum Akses aromaterapi melalui hidung . adalah rute yang jauh lebih cepat dibanding cara lain. Terdapat berbagai macam aromaterapi antara lain seperti cendana, kemangi, kayu manis, kenanga, citrus, melati, cengkih, mint, lavender, rose, jasmine dan lain-lain (Ramadhan. Ricky & Zettira, 2. Aromaterapi mempengaruhi system kerja limbic, system limbic merupakan pusat nyeri, senang, marah, takut, depresi, dan berbagai emosi Hipotalamus yang berperan sebagai relay dan regulator, memunculkan pesan-pesan ke bagian otak serta bagian tubuh yang lain. Pesan yang diterima kemudian diubah menjadi tindakan berupa pelepasan hormone melatonin dan serotonin yang menyebabkan euporia, rileks atau sedatif (Tirtawati et al. Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Aromaterapi lavender terbukti Penulis mampu mendeskripsikan sangat efektif dan bermanfaat saat dihirup perencanaan, implementasi, dan evaluasi atau digunakan pada bagian luar karena dari asuhan keperawatan selama 3 hari indera penciuman berhubungan dengan pada Ny. PS. dalam pelaksanaan emosi manusia dan tubuh memberikan implementasi keperawatan yang telah respon psikologis seperti merasa lebih direncanakan dapat terlaksana karena klien nyaman dan rileks (Rosselini, 2. dan keluarga sangat kooperatif. Pencapaian Penulis berasumsi bahwa sebagian tujuan untuk diagnosa nyeri akut dapat besar responden mengalami penurunan teratasi di hari ketiga, diagnosa defisit intensitas nyeri dikarenakan pasien sudah nutrisi dapat teratasi di hari ketiga dan diberikan aromaterapi lavender. Pemberian diagnosa risiko infeksi sudah teratasi dihari aromaterapi lavender dapat membantu penurunan nyeri pasca sectio 53 caesarea Pengimplementasian teknik relaksasi yang diukur pada hari ke-1, hari ke-2, harinapas dalam dan pemberian aroma terapi 3 responden mengalami penurunan tingkat dapat menurunkan tingkat nyeri pasien nyeri yang signifikan dari rata-rata 6 post op. SC dilihat dari hasil pengkajian skala nyeri di hari pertama yaitu klien Penurunan nyeri dengan tehnik mengalami skala nyeri 6, hari kedua skala relaksasi napas dalam yang dikombinasi nyeri 4, dan hari ketiga skala nyeri menjadi dengan pemberian aromaterapi mengacu pada konsep gate control yang terletak Diharapkan perawat dapat melakukan pada fisiologi mekanisme penghantaran asuhan keperawatan post partum SC impuls nyeri yang terjadi saat sistem khususnya penerapan teknik relaksasi pertahanan terbuka, dan sebaliknya napas dalam dan pemberian aroma terapi. penghantaran impuls nyeri dapat dihambat Serta mampu mengedukasi keluarga saat sistem pertahanan ditutup. Selain itu, meningkatkan pengetahuan tentang teknik relaksasi napas dalam dan aromaterapi relaksasi napas dalam dan aroma terapi dapat melancarkan peredaran darah untuk menurunkan tingkat nyeri sehingga suplai nutrisi ke jaringan luka tercukupi dan proses penyembuhan akan REFERENSI