AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Evaluasi Kinerja Biaya dan Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Metode Erned Value Management (Studi Kasus : Pembangunan Rusun Polda Kaltim Kabupaten Penajamn Paser Utar. * Bernardo Sandrini Salasa1. Anung Sudibyo Sudirman2. Dhinar Yoga Hanggung Legowo3. Sakila Herfiana Silmy Adani4. Sudirman5 1Teknik Sipil. Politeknik Negeri Samarinda. Samarinda *)Bernardosalasa@polnes. Abstract This research aims to analyze the cost and time performance of the construction project of the East Kalimantan Regional Police Dormitory (Rusun Polda Kalti. in North Penajam Paser Regency using the Earned Value Management (EVM) method. The study utilizes project management concepts, the Earned Value Management method, and key performance indicators such as Schedule Variance (SV). Cost Variance (CV). Schedule Performance Index (SPI), and Cost Performance Index (CPI). The research methodology employs a quantitative approach involving the collection of secondary data, including the Budget Plan (RAB), project schedule, actual costs, and project progress reports, which are subsequently analyzed using the EVM method. The results indicate that the project experienced schedule delays, evidenced by negative SV values during the majority of the observation period, as well as cost overruns indicated by negative CV values throughout the execution. The Schedule Performance Index (SPI) and Cost Performance Index (CPI) were also found to be below one, signaling inefficient project The Estimate at Complete (EAC), which is the estimated cost to finish the project, was calculated to be Rp. 15,458,703,603. 00, and the estimated time of completion was 31 weeks, representing a one-week delay from the initial plan. The study concludes that periodic monitoring and control of project performance using the EVM method are vital for preventing delays and cost overruns. Recommendations are provided to the supervising party and the contractor to implement strict acceleration and cost management to ensure project targets are met according to schedule and budget. This study is expected to serve as a reference in similar project management efforts to enhance the effectiveness of cost and time control. Keywords: Earned Value Management. Project Performance. Cost Variance. Schedule Performance Index Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim Kabupaten Penajam Paser Utara menggunakan metode Earned Value Management (EVM). Konsep manajemen proyek, metode Earned Value Management, serta indikator kinerja seperti Schedule Variance (SV). Cost Variance (CV). Schedule Performance Index (SPI), dan Cost Performance Index (CPI). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), jadwal pelaksanaan proyek, biaya aktual, dan laporan kemajuan proyek yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode EVM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SV negatif pada mayoritas periode pengamatan, serta pemborosan biaya yang terlihat dari nilai CV negatif selama pelaksanaan. Indeks kinerja jadwal (SPI) dan indeks kinerja biaya (CPI) juga menunjukkan nilai di bawah satu, mengindikasikan kinerja proyek yang kurang efisien. Perkiraan biaya penyelesaian proyek (Estimate at Complete/EAC) sebesar Rp. 603,00 dan estimasi waktu penyelesaian proyek selama 31 minggu, terlambat satu minggu dari rencana awal. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa pemantauan dan pengendalian kinerja proyek secara berkala menggunakan metode EVM sangat penting untuk mencegah keterlambatan dan pembengkakan biaya. Rekomendasi diberikan kepada pihak pengawas dan kontraktor untuk melakukan percepatan dan pengelolaan biaya secara ketat agar target proyek tercapai sesuai jadwal dan anggaran. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam manajemen proyek serupa untuk meningkatkan efektivitas pengendalian biaya dan waktu. Kata Kunci: Earned Value Management. Kinerja Proyek. Varians Biaya. Indeks Kinerja Jadwal PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat telah mendorong peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur dari sektor pemerintah maupun swasta. Pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks menuntut adanya manajemen konstruksi yang efektif untuk memastikan proyek dapat selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar mutu. Namun, dalam praktiknya, banyak proyek konstruksi masih menghadapi persoalan keterlambatan penyelesaian dan pembengkakan biaya, sehingga diperlukan suatu pendekatan evaluasi dan pengendalian yang lebih komprehensif. Dari penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa keterlambatan proyek dapat timbul akibat faktor internal maupun eksternal, mulai dari perencanaan yang SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 kurang tepat, perubahan desain, hingga kendala lapangan. Upaya pengendalian biaya dan waktu biasanya dilakukan dengan metode manajemen biaya tradisional yang hanya membandingkan biaya aktual dengan biaya rencana. Namun, pendekatan tersebut dinilai kurang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja proyek, khususnya dalam hal keterpaduan aspek biaya dan Beberapa studi terdahulu yang menerapkan metode Earned Value Management (EVM) pada proyek jalan maupun jembatan membuktikan bahwa metode ini lebih efektif dalam mendeteksi deviasi biaya dan jadwal dibandingkan metode konvensional. Meskipun demikian, penerapan EVM dalam proyek pembangunan gedung, khususnya proyek hunian vertikal pemerintah, masih relatif terbatas. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada infrastruktur transportasi, sehingga kajian penerapan EVM pada AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 proyek bangunan gedung masih perlu diperluas. Kekosongan inilah yang menjadi celah bagi penelitian ini untuk memberikan kontribusi baru dalam evaluasi kinerja biaya dan waktu proyek konstruksi bangunan. Untuk itu, penelitian ini menawarkan pendekatan menggunakan metode Earned Value Management dalam mengevaluasi kinerja biaya dan waktu proyek Pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan menganalisis indikator Planned Value (PV). Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC), penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai deviasi biaya dan jadwal, serta estimasi biaya akhir (Estimate at Completio. dan waktu penyelesaian proyek (Time Estimat. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh nilai indeks kinerja jadwal dan biaya proyek, sekaligus memperkirakan durasi dan biaya akhir penyelesaian Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi kontraktor maupun pihak terkait dalam meningkatkan efektivitas pengendalian proyek serupa di masa mendatang. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fokus pada evaluasi kinerja biaya dan waktu proyek pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim Kabupaten Penajam Paser Utara. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. PT. Berau Mandiri Indonesia, meliputi Rencana Anggaran Biaya (RAB), jadwal pelaksanaan proyek . ime schedul. , biaya aktual proyek, serta laporan progres Data tersebut digunakan untuk menghitung parameter utama dalam metode Earned Value Management (EVM), yaitu Planned Value (PV). Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC). Prosedur penelitian dimulai dengan identifikasi masalah keterlambatan dan pembengkakan biaya pada Selanjutnya dilakukan pengumpulan data sekunder yang relevan, termasuk dokumen kontrak. CCO (Change Contract Orde. , dan laporan realisasi fisik pekerjaan. Data kemudian diolah dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel 2021 untuk menghitung indikator kinerja proyek. ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. penyelesaian proyek. Hasil analisis tersebut selanjutnya dibandingkan dengan rencana awal guna memberikan pembengkakan biaya yang terjadi. Metode ini dipilih karena EVM mampu mengintegrasikan pengendalian biaya dan waktu dalam satu kerangka analisis, berbeda dengan metode tradisional yang hanya menilai hubungan antara biaya rencana dan biaya Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kinerja proyek sekaligus menjadi acuan praktis bagi pengendalian proyek konstruksi sejenis di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Rencana anggaran biaya pada pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim sebesar Rp. 647,- atau setelah di potong PPN 11% 168,-. Namun pada saat berjalannya proyek terjadi dua kali change contract order (CCO-. dan (CCO-Fina. Selama terjadinya CCO ada terjadinya perubahan anggaran biaya pada pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim sebesar Rp. 000,- atau setelah di potong PPN 11% menjadi 603,-. Selisi rencana anggaran pada change contract order (CCO-. dan (CCO-Fina. Gedung Rusun Polda Kaltim sebesar Rp. 353,- dan sesuai harga Nilai pada CCO final yakni sebesar Rp. 603,- kemudian digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisi dengan Metode Earned Value Method. Berikut analisis data perencanaan proyek dengan menggunakan metode earned value management dari minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30. Planned Value (PV) merupakan anggaran biaya yang direncanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan untuk suatu periode Planned Value diperoleh dari rencana anggaran pelaksanaan proyek (Budget At Complection/BAC) setelah (CCO Fina. yang didapat dari jumlah harga pekerjaan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dikali dengan persentase bobot rencana pelaksanaan pekerjaan yang terdapat dalam Time Schedule. Adapun rekapitulasi hasil perhitungan PV dapat dilihat pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Rekapitulasi PV Analisis dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, dilakukan perhitungan Planned Value (PV). Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC) berdasarkan bobot pekerjaan dan jadwal pelaksanaan. Kedua, dihitung deviasi proyek melalui analisis varians, yaitu Schedule Variance (SV) dan Cost Variance (CV), untuk mengetahui sejauh mana realisasi proyek berbeda dari rencana. Ketiga, dihitung indeks kinerja berupa Schedule Performance Index (SPI) dan Cost Performance Index (CPI) sebagai ukuran efisiensi biaya dan waktu. Tahap berikutnya adalah estimasi kinerja akhir proyek dengan menghitung Estimate at Completion (EAC) untuk mengetahui perkiraan total biaya penyelesaian. Budget Estimate to Complete (BETC) untuk biaya tersisa, serta Time Estimate (TE) untuk memperkirakan durasi SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 Periode Minggu ke - 1 Minggu ke - 2 Minggu ke - 3 Minggu ke - 4 Minggu ke - 5 Minggu ke - 6 Minggu ke - 7 Minggu ke - 8 Rp 15. 603,00 Bobot Rencana Komulatif CCOFINAL (%) 0,037 720,33 Rp 15. 603,00 0,075 027,70 Rp 15. 603,00 0,560 740,18 Rp 15. 603,00 1,046 039,69 Rp 15. 603,00 3,814 955,42 Rp 15. 603,00 6,582 871,15 Rp 15. 603,00 9,350 786,88 Rp 15. 603,00 11,670 710,47 Rencana Anggaran CCO FINAL PV = % Bobot Rencana Kumulatif x Rencana Anggaran AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Periode Minggu ke - 9 Minggu ke - 10 Minggu ke - 11 Minggu ke - 12 Minggu ke - 13 Minggu ke - 14 Minggu ke - 15 Minggu ke - 16 Minggu ke - 17 Minggu ke - 18 Minggu ke - 19 Minggu ke - 20 Minggu ke - 21 Minggu ke - 22 Minggu ke - 23 Minggu ke - 24 Minggu ke - 25 Minggu ke - 26 Minggu ke - 27 Minggu ke - 28 Minggu ke - 29 Minggu ke - 30 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Rp 15. 603,00 Bobot Rencana Komulatif CCOFINAL (%) 14,136 341,32 Rp 15. 603,00 16,602 972,17 Rp 15. 603,00 19,501 789,62 Rp 15. 603,00 22,465 764,41 Rp 15. 603,00 25,799 942,54 Rp 15. 603,00 29,354 855,62 Rp 15. 603,00 31,917 428,97 Rp 15. 603,00 34,909 840,77 Rp 15. 603,00 38,280 739,23 Rp 15. 603,00 42,884 453,11 Rp 15. 603,00 47,489 754,03 Rp 15. 603,00 52,094 054,95 Rp 15. 603,00 57,169 262,80 Rp 15. 603,00 62,445 464,89 Rp 15. 603,00 67,721 666,99 Rp 15. 603,00 73,050 981,99 Rp 15. 603,00 78,425 300,65 Rp 15. 603,00 83,682 349,06 Rp 15. 603,00 89,011 664,07 Rp 15. 603,00 94,340 979,07 Rp 15. 603,00 98,495 113,77 Rp 15. 603,00 100,000 603,00 Total 100,000 Rencana Anggaran CCO FINAL PV = % Bobot Rencana Kumulatif x Rencana Anggaran 603,00 Sumber : Hasil Penilitian, 2025 Earned Value (EV) merupakan biaya yang dianggarkan untuk pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan, diperoleh dengan mengalikan antara persentase progress yang telah dilaksanakan dengan anggaran setelah (CCO fina. Adapun rekapitulasi hasil perhitungan EV dapat dilihat pada tabel 2 Minggu ke Ae 1 Minggu ke Ae 2 Minggu ke Ae 3 Minggu ke Ae 4 Minggu ke Ae 5 Rencana Anggaran CCO FINAL Minggu ke Ae 6 Minggu ke Ae 7 Minggu ke Ae 8 Minggu ke Ae 9 Minggu ke Ae 10 Minggu ke Ae 11 Minggu ke Ae 12 Minggu ke Ae 13 Minggu ke Ae 14 Minggu ke Ae 15 Minggu ke Ae 16 Minggu ke Ae 17 Minggu ke Ae 18 Minggu ke Ae 19 Minggu ke Ae 20 Minggu ke Ae 21 Minggu ke Ae 22 Minggu ke Ae 23 Minggu ke Ae 24 Minggu ke Ae 25 Minggu ke Ae 26 Minggu ke Ae 27 Minggu ke Ae 28 Minggu ke Ae 29 Minggu ke Ae 30 Bobot Rencana Komulatif CCOFINAL (%) EV = % Bobot Rencana Kumulatif x Rencana Anggaran Rp 15. 603,00 2,710 Rp 418. 867,64 Rp 15. 603,00 4,559 Rp 704. 297,26 Rp 15. 603,00 6,331 Rp 978. 525,11 Rp 15. 603,00 9,758 Rp 1. 297,58 Rp 15. 603,00 11,718 Rp 1. 888,20 Rp 15. 603,00 13,672 Rp 2. 956,60 Rp 15. 603,00 21,455 Rp 3. 858,02 Rp 15. 603,00 23,180 Rp 3. 495,18 Rp 15. 603,00 26,700 Rp 4. 862,00 Rp 15. 603,00 29,747 Rp 4. 560,78 Rp 15. 603,00 32,589 Rp 5. 917,18 Rp 15. 603,00 34,456 Rp 5. 913,45 Rp 15. 603,00 38,802 Rp 5. 172,04 Rp 15. 603,00 45,579 Rp 7. 515,21 Rp 15. 603,00 50,206 Rp 7. 730,92 Rp 15. 603,00 52,592 Rp 8. 398,89 Rp 15. 603,00 57,389 Rp 8. 410,73 Rp 15. 603,00 58,881 Rp 9. 268,48 Rp 15. 603,00 68,629 Rp 10. 695,70 Rp 15. 603,00 75,159 Rp 11. 040,98 Rp 15. 603,00 79,180 Rp 12. 512,86 Rp 15. 603,00 84,504 Rp 13. 892,68 Rp 15. 603,00 89,761 Rp 13. 941,09 Rp 15. 603,00 93,814 Rp 14. 198,12 Rp 15. 603,00 97,235 Rp 15. 448,38 97,235 Rp 15. 448,38 Total Tabel 2. Rekapitulasi EV Periode Periode Rencana Anggaran CCO FINAL Bobot Rencana Komulatif CCOFINAL (%) 0,073 Rp 15. 603,00 Sumber : Hasil Penilitian, 2025 EV = % Bobot Rencana Kumulatif x Rencana Anggaran Rp 11. 853,63 Rp 15. 603,00 0,212 Rp 32. 451,64 Rp 15. 603,00 0,398 Rp 61. 640,34 Rp 15. 603,00 1,514 Rp 234. 772,55 Rp 15. 603,00 2,018 Rp 311. 638,71 SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 Biaya Aktual (Actual Cost/AC) merupakan biaya aktual yang telah dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan selama periode waktu tertentu. Biaya ini diperoleh dari dataAedata bidang keuangan proyek pada masa pelaporan. Rekapitulasi perhitungan biaya aktual (Actual Cost/AC) merupakan total dari seluruh pengeluaran anggaran proyek yang digabungkan dari hasil pengeluaran biaya langsung dan biaya tidak langsung pengeluaran proyek. Adapun rekapitulasi hasil perhitungan AC dapat dilihat pada tabel 3 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Adapun rekapitulasi hasil perhitungan SV dapat dilihat pada tabel 4 berikut : Tabel 3. Rekapitulasi AC Periode Minggu ke Ae 1 Minggu ke Ae 2 Minggu ke Ae 3 Minggu ke Ae 4 Minggu ke Ae 5 Minggu ke Ae 6 Minggu ke Ae 7 Minggu ke Ae 8 Minggu ke Ae 9 Minggu ke Ae 10 Minggu ke Ae 11 Minggu ke Ae 12 Minggu ke Ae 13 Minggu ke Ae 14 Minggu ke Ae 15 Minggu ke Ae 16 Minggu ke Ae 17 Minggu ke Ae 18 Minggu ke Ae 19 Minggu ke Ae 20 Minggu ke Ae 21 Minggu ke Ae 22 Minggu ke Ae 23 Minggu ke Ae 24 Minggu ke Ae 25 Minggu ke Ae 26 Minggu ke Ae 27 Minggu ke Ae 28 Minggu ke Ae 29 Minggu ke Ae 30 Pengeluaran 28 Mei - 03 Juni 2024 04 Juni - 10 Juni 2024 11 Juni - 17 Juni 2024 18 Juni - 24 Juni 2024 25 Juni - 01 Juli 2024 02 Juli - 08 Juli 2024 09 Juli - 15 Juli 2024 16 Juli - 22 Juli 2024 23 Juli - 29 Juli 2024 30 Juli - 05 Agts 2024 06 Agsts 12Agts 2024 13 Agsts 19Agts 2024 20 Agsts -26 Agts 2024 27 Agsts -02 Sptr 2024 03 Sptr - 09 Sptr 2024 10 Sptr - 16 Sptr 2024 17 Sptr - 23 Sptr 2024 24 Sptr - 30 Sptr 2024 01 Okt - 07 Okt 2024 08 Okt - 14 Okt 2024 15 Okt - 21 Okt 2024 22 Okt - 28 Okt 2024 29 Okt - 04 Nov 2024 05 Nov - 11 Nov 2024 12 Nov - 18 Nov 2024 19 Nov - 25 Nov 2024 26 Nov - 02 Des 2024 03 Des - 09 Des 2024 10 Des - 16 Des 2024 17 Des - 23 Des 2024 Komulatif Tabel 4. Schedule Variance (SV) 000,00 000,00 Periode 451,64 451,64 Minggu ke - 1 720,33 640,34 091,98 772,55 864,53 Minggu ke - 2 027,70 638,71 503,24 867,64 370,88 Minggu ke - 3 740,18 941,09 311,97 525,11 837,08 Minggu ke - 4 039,33 297,58 134,66 Minggu ke - 5 955,42 888,20 022,86 822,68 845,54 Minggu ke - 6 871,15 858,12 703,66 495,58 199,24 Minggu ke - 7 786,88 532,86 732,10 Minggu ke - 8 710,47 560,58 292,68 198,12 490,80 913,45 404,25 472,04 876,29 340,29 Rp 10. 216,58 695,70 Rp 11. 912,28 040,97 Rp 11. 953,25 420,73 Rp 12. 373,98 268,45 Rp 12. 642,43 750,92 Rp 13. 393,35 398,89 Rp 13. 792,24 956,40 Rp 13. 748,64 917,18 Rp 14. 665,82 297,26 Rp 14. 963,08 515,21 Rp 14. 478,29 862,00 Rp 14. 340,29 Total Rp 14. 340,29 Sumber : Hasil Penelitian, 2025 Berikut penilaian kinerja proyek yang dilakukan dengan menghitung Varians Jadwal (SV). Varians Biaya (CV) dimulai dari minggu keAe1 sampai dengan minggu keAe30. Perhitungan SV merupakan hasil pengurangan dari EV dengan PV. Perhitungan SV ini menunjukkan tentang pelaksanaan pekerjaan proyek. Angka positif menunjukkan pekerjaan terlaksana lebih cepat dari jadwal, angka nol menunjukkan pekerjaan terlaksana sesuai dengan jadwal, dan angka negatif menunjukkan pelaksanaan pekerjaan SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 Minggu ke - 9 Minggu ke - 10 Minggu ke - 11 Minggu ke - 12 Minggu ke - 13 Minggu ke - 14 Minggu ke - 15 Minggu ke - 16 Minggu ke - 17 Minggu ke - 18 Minggu ke - 19 Minggu ke - 20 Minggu ke - 21 Minggu ke - 22 341,32 972,17 789,62 764,41 942,54 855,62 428,97 840,77 739,23 453,11 754,03 054,95 262,80 464,89 SV = EV Ae 133,30 -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp -Rp Ket. Pelaksana Lebih Cepat Lebih Cepat Terlambat Lebih Cepat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Periode Minggu ke - 23 Minggu ke - 24 Minggu ke - 25 Minggu ke - 26 Minggu ke - 27 Minggu ke - 28 Minggu ke - 29 Minggu ke - 30 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Ket. Pelaksana SV = EV Ae Rp1. 666,99 398,51 -Rp 981,99 -Rp 300,65 -Rp 349,06 -Rp 664,07 -Rp 979,07 -Rp 113,77 -Rp 603,00 Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Tabel 5. Rekapitulasi Cost Variance (CV) CV = EV - AC Minggu ke - 1 853,63 000,00 853,63 Minggu -Rp ke - 2 451,64 451,64 000,00 Minggu -Rp ke - 3 640,34 091,98 451,64 Minggu -Rp ke - 4 772,55 864,53 091,98 Minggu -Rp ke - 5 638,71 503,24 864,53 Minggu -Rp ke - 6 867,64 370,88 503,24 Minggu -Rp ke - 7 297,26 311,97 014,71 Minggu -Rp ke - 8 525,11 837,08 311,97 Minggu -Rp ke - 9 297,58 134,66 837,08 Minggu -Rp ke - 10 888,20 022,86 134,66 Minggu -Rp ke - 11 956,60 845,54 888,94 SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 -Rp 858,02 703,66 845,64 Minggu -Rp ke - 13 495,18 199,24 704,06 Minggu -Rp ke - 14 862,00 732,10 870,10 Minggu -Rp ke - 15 560,78 292,68 731,90 Minggu -Rp ke - 16 917,18 490,80 573,62 Minggu -Rp ke - 17 913,45 404,25 490,80 Minggu -Rp ke - 18 172,04 876,29 704,25 Minggu -Rp ke - 19 515,21 Boros Boros Boros Boros Boros Boros Boros 701,37 Minggu -Rp ke - 20 730,92 181,36 Minggu -Rp ke - 21 398,89 554,36 Minggu -Rp ke - 22 410,73 963,25 Boros Boros Minggu -Rp ke - 23 268,48 373,95 Minggu -Rp ke - 24 697,65 Minggu -Rp ke - 25 751,26 Minggu -Rp ke - 26 235,78 Minggu -Rp ke - 27 773,14 Minggu -Rp ke - 28 021,99 Minggu ke - 29 719,83 Minggu ke - 30 108,09 Boros Boros Boros Boros Boros Boros Hemat Boros Boros Keteta Boros Terlambat Perhitungan CV merupakan selisih antara biaya setelah menyelesaikan pekerjaan dengan biaya aktual yang terjadi selama pelaksanaan proyek. Angka positif menunjukkan biaya yang dikeluarkan selama pelaksanaan lebih kecil dari anggaran, angka nol menunjukkan pekerjaan terlaksana sesuai anggaran, angka negatif menunjukkan biaya di atas Adapun rekapitulasi hasil perhitungan CV dapat dilihat pada tabel 5 berikut : ke - 12 Sumber : Penelitian, 2025 Periode Minggu Boros Boros Boros Boros Boros Boros Hemat Hemat Sumber : Hasil Penelitian, 2025 Boros Boros Boros EAC (Estimate at Cos. merupakan estimasi besar biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek Sebelum menghitung EAC maka terlebih dahulu perlu mengetahui nilai anggaran tersisa atau yang bisa disebut BETC (Budget Estimate to Completio. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung BETC AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 menggunakan berikut. Adapun perhitungan pada minggu akhir pelaksanaan proyek yaitu sebagai berikut. BETC = (BAC cco final Oe EV Tota. CPI minggu Oe 30 Time Estimate (TE) merupakan waktu perkiraan penyelesaian proyek. TE dapat dihitung menggunakan Rumus Persamaan 2. Dari hasil analisa pada Tabel 11 diperoleh Indeks Kinerja Jadwal (SPI) minggu terakhir sebesar 0,97. Analisa untuk memperkirakan waktu akhir (TE) jika diketahui: Waktu Rencana (OD) = 30 minggu Waktu yang telah ditempuh (ATE) = 30 minggu Indeks Kinerja Jadwal (SPI) minggu - 30 = 0,972 Maka : ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Perbandingan PV. EV dan AC 20,000,000,000. 10,000,000,000. 1 3 5 7 9 11131517192123252729 Gambar 1. Grafik Perbandingan AC. PV, dan EV BETC (Rp 15. 603,00 Oe Rp 15. 1,032 BETC = Rp 893. 060,00 Selanjutnya EAC dapat dihitung menggunakan rumus per-hitungan EAC (Estimate at Complet. minggu terakhir EAC = Total Actual Cost BETC = ycIycE. 340,29 ycIycE. 060,00 = ycIycE. 400,29 TE = ATE TE = 30 (OD Oe (ATE y SPI minggu Oe . ) SPI minggu Oe 30 . Oe . y 0,. ) 0,972 TE = 30,864 minggu 31 minggu Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa estimasi waktu penyelesaian proyek (TE) adalah 31 minggu. Waktu ini lebih lama 1 minggu dari waktu rencana total penyelesaian proyek yaitu 30 minggu. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan terhadap biaya pelaksanaan pekerjaan proyek Gedung Rusun Polda Kaltim menunjukan biaya pekerjaan sisa proyek masih mampu dipenuhi oleh anggaran proyek. Sedangkan analisa terhadap waktu pada awal proyek lebih banyak terjadi keterlambatan pekerjaan proyek dan hanya sedikit yang dapat mengalami keterlambatan. Berikut hasil perbandingan nilai AC. PV, dan EV yang dapat dilihat pada gambar 1 : SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 Gambar 2. Kurva S AC. PV, dan EV Dari perbandingan gambar 1 dan 2 menunjukan bahwa nilai EV dan PV dari minggu ke- 1 hingga minggu ke- 4 mengalami kenaikan yang stabil hal ini menandakan pelaksanaan proyek tepat waktu. Namun dari minggu ke- 4 hingga minggu ke- 27 nilai AC selalu berada diatas nilai EV dan PV hal ini menandakan dalam pelaksanaan proyek mengalami kelebihan biaya dan kinerja proyek berada di bawah espektasi. Namun dari minggu ke Ae 28 hingga minggu ke Ae 30 nilai AC berada di bawah nilai PV dan EV hal ini proyek mengalami keterlambatan hal biaya dan kemajuan pekerjaan. Dan nilai PV dari minggu ke- 4 hingga minggu ke- 30 selalu berada diatas nilai EV hal ini menandakan bahwa progres yang dicapai EV lebih rendah daripada yang direncanakan PV. Dan nilai EV dari minggu ke Ae 4 hingga minggu ke Ae 28 berada di bawah nila AC dan PV hal ini mengalami keterlambatan dan kemungkinan biaya yang lebih tinggi dari yang direncanakan. Ini mengindikasikan bahwa proyek tidak berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu maupun biaya dilapangan. Variasi jadwal merupakan selisih dari besarnya biaya pekerjaan rencana dengan biaya yang terealisasi. Pada perhitungan nilai variasi jadwal menunjukan kondisi proyek pada setiap minggunya. Nilai variasi jadwal sama dengan nol merupakan indikator bahwa pekerjaan terlaksana telah sesuai dengan jadwal rencana. Sementar nilai positif menunjukan jadwal pekerjaan lebih cepat dari jadwal Dan nilai variasi jadwal negatif menunjukan pekerjaan lebih lambat dari jadwal rencana. Nilai variasi jadwal (SV) dapat dilihat pada Gambar 2 berikut: AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Variasi Jadwal (SV) 500,000,000. Biaya ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. kinerja pekerjaan terealisasi sama dengan jadwal rencana. Nilai Schedule Performance Index (SPI) dapat dilihat pada Gambar 4 berikut: 1 3 5 7 9 11131517192123252729 ,000,000. Schedule Performance Index (SPI) Indeks Produktivitas . ,000,000,000. ,500,000,000. Minggu Gambar 3. Grafik Variasi Jadwal (SV) Biaya Dari gambar 2 hasil analisis variasi jadwal menunjukan nilai SV dari minggu ke-1 hingga minggu ke- 2 berada di nilai 0 yang berarti pelaksanaan pekerjaan di lapangan tepat waktu dan berlanjut dari minggu ke- 3 mengalami 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Minggu penurunan hingga melewati nilai 0. Namun pada minggu ke- 4 mengalami kenaikan hal ini pelaksanaan proyek lebih Gambar 5. Grafik Scedule Performance Index (SPI) cepat dari yang direncanakan. Kemudian dari minggu ke- 5 Pada Gambar 4 Indeks Produktifitas Jadwal minggu kehingga minggu ke- 30 nilai SV mengalami penurunan dan 1 hingga minggu ke- 2 menunjukan nilai SPI berada diatas terus menurun melewati nilai 0 hal ini membuat angka 1 yang berarti indeks produktifitas pekerjaan pelaksanaan pekerjaan di lapangan menjadi terlambat. terealisasi dikerjakan lebih cepat dari jadwal rencana. Kemudian pada minggu ke- 3 nilai SPI mengalami Vasiasi biaya merupakan selisih dari besarnya biaya penurunan tajam hal ini indeks produktifitas pekerjaan pekerjaan rencana dengan biaya yang aktual. Pada terealisasi dikerjakan lebih lambat dari jadwal rencana. perhitungan nilai variasi biaya menunjukan kondisi proyek Namun nilai SPI naik menjadi 1,45 pada minggu ke- 4 hal pada setiap minggunya. Nilai variasi biaya sama dengan nol ini menunjukkan indeks produktifitas pekerjaan terealisasi merupakan indikator bahwa pekerjaan terlaksana telah lebih cepat dari rencana kemudian pada minggu ke- 5 sesuai dengan biaya rencana. Sementar nilai positif hingga minggu ke- 30 nilai SPI turun dibawah angka 1 hal menunjukan biaya pekerjaan lebih hemat dari biaya ini menunjukkan indeks produktifitas jadwal pekerjaan Dan nilai variasi biaya negatif menunjukan menjadi terlambat. pekerjaan lebih boros dari jadwal rencana. Nilai variasi Indeks prestasi kinerja biaya (CPI) merupakan indikator jadwal (CV) dapat dilihat pada Gambar 3 berikut : yang digunakan untuk mengetahui indeks produktifitas biaya pada pekerjaan terealisasi apakah sesuai dengan Variasi Jadwal (CV) anggaran rencana atau tidak. Nilai CPI kurang dari satu 2,000,000,000. menunjukan keterlambatan jadwal dan nilai CPI lebih dari satu menunjukan pekerjaan terealisasi lebih hemat dari anggaran proyek. Sementara nilai CPI sama dengan 1 1 3 5 7 9 11131517192123252729 menunjukan kinerja biaya dengan anggaran proyek. Nilai Cost Performance Index (CPI) dapat dilihat pada Gambar 5 . ,000,000,000. ,000,000,000. Dari Gambar 3 hasil analisis variasi biaya menunjukan terjadi kenaikan dan penurunan nilai CV seiring berjalannya Hanya terdapat beberapa minggu yang mengalami penurunan yaitu di minggu ke- 7 hingga minggu ke- 27. Selain beberapa minggu tersebut di minggu yang lain Indikator CV menunjukan nilai positif. Hal ini menunjukan mayoritas pekerjaan pada minggu ke-1 hingga minggu ke30 mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari biaya rencana. Indeks produktifitas jadwal (SPI) merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui indeks produktifitas jadwal pada pekerjaan terealisasi apakah sesuai dengan jadwal rencana atau tidak. Nilai SPI kurang dari satu menunjukan keterlambatan jadwal dan nilai SPI lebih dari satu menunjukan pekerjaan terealisasi lebih cepat dari jadwal Sementara nilai SPI sama dengan 1 menunjukan SALASA/EVALUASI A. /1444 - 1451 Cost Performance Index (CPI) Indeks Produktivitas Minggu Gambar 4. Gravik Variasi Biaya (CV) 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Minggu Gambar 6. Grafik Cost Performance Index (CPI) Pada Gambar 5 Indeks produktifitas biaya minggu ke-2 hingga minggu ke-28 rata-rata menunjukan nilai CPI dibawah angka satu yang berarti indeks produktifitas biaya mengalami pemborosan biaya pekerjaan dari anggaran Nilai CPI terdapat beberapa minggu yang AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 mengalami penurunan yaitu di minggu ke- 2 hingga minggu ke- 28. Selain beberapa minggu tersebut di minggu ke - 30 Indikator CPI menunjukan nilai CPI diatas angka satu. Dari hasil perhitungan yang sudah dilakukan. BETC atau Estimasi Biaya Sisa Pelaksanaan yaitu sebesar Rp. 060,00 dan EAC atau perkiraan biaya akhir proyek yaitu sebesar Rp. 400,29. Dari hasil perhitungan yang sudah dilakukan hasil estimasi waktu penyelesaian proyek (TE) adalah 31 minggu. Waktu ini lebih lama 1 minggu dari waktu rencana total penyelesaian proyek yaitu 30 minggu. ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Hilir, vol. 6, no. 2, p. 109, 2020, doi: 47521/selodangmayang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada Proyek Pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim Kabupaten Penajam Paser Utara dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : A Indeks kinerja Jadwal minggu ke-1 hingga minggu ke- 2 menunjukan nilai SPI =1 hal ini menunjukkan kinerja jadwal tepat waktu, pada minggu ke- 3 nilai SPI < 1 hal ini menunjukkan kinerja jadwal terlambat dari yang direncanakan, pada minggu ke- 4 nilai SPI > 1 hal ini menunjukkan kinerja jadwal lebih cepat dari yang direncanakan, pada minggu ke- 5 sampai minggu ke-30 nilai SPI < 1 hal ini menunjukkan kinerja jadwal terlambat dari yang direncanakan. Indeks kinerja biaya minggu ke2 hingga minggu ke-28 rata-rata menunjukan nilai CPI < 1 yang berarti indeks produktifitas biaya mengalami pemborosan biaya pekerjaan dari anggaran proyek. Dan nilai CPI terdapat beberapa minggu yang mengalami penurunan CPI < 1 yaitu di minggu ke- 2 hingga minggu ke- 28. Selain beberapa minggu tersebut di minggu ke- 30 Indikator CPI menunjukan nilai CPI > 1. Perkiraan biaya dari pekerjaan tersisa (Budget Estimate To Complete/BETC) untuk proyek Pembangunan Gedung Rusun Polda Kaltim Kabupaten Penajam Paser Utara adalah Rp. 060,00 dan Perkiraan Biaya Akhir Proyek (Estimate At Complete/EAC) total adalah Rp. 400,29. Sedangkan, penyelesaian proyek (Time Estimate/TE) berdasarkan peninjauan selama 30 minggu proyek mengalami keterlambatan sebesar -4,765% dengan menggunakan metode Konsep Nilai Hasil didapatkan perkiraan waktu penyelesaian proyek selama 31 minggu, waktu ini lebih lama 1 minggu dari rencana total penyelesaian proyek yaitu 30 minggu, namun lebih cepat 1 minggu dari realisasi penyelesaian yaitu 31 minggu DAFTAR PUSTAKA