Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 PUSAT KESENIAN MINAHASA (MINAHASA ART CENTER) DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Devstinky D. Supit,1 Program Studi Arsitektur,Fakultas Teknik. Universitas Negeri Manado E-mail : devsupit08@gmail. Freike E. Kawatu,A Program Studi Arsitektur,Fakultas Teknik. Universitas Negeri Manado E-mail : eugenekawatu@unima. Rulyanto. M Lasut,3 Program Studi Arsitektur,Fakultas Teknik. Universitas Negeri Manado E-mail : lrio@unima. ABTRAK Tujuan Perancangan ini merupakan sebuah wadah atau tempat penuaian segala jenis kegiatan seniseni, mulai dari seni tari, seni musik, seni lukis, dll. Untuk itu terciptanya Pusat Kesenian Minahasa atau disebut Minahasa Art Center dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular. Dengan cara mengkombinasikan antara bangunan fisik dengan ornament-ornament yang ada pada daerah minahasa. Sebagai kelengkapan sarana dan prasarana. Pusat Kesenian ini juga mempunyai beberapa fasilitas-fasilitas pendukung agar dapat menciptakan suasana yang kreatif, seperti ruang panggung pertunjukkan, ruang workshop untuk segala kesenian, serta fasilitas penunjang, foodcourt dan cafy/bar. Dengan melihat potensi lokasi yang sangat memadahi di Tondano Barat yang memiliki pemandangan yang alami dan cukup untuk mengimplementasikan ide dan gagasan tersebut. Melalui Arsitektur Neo-Vernakular dimana Neo itu sebagai fisik dari bangunan, dan Vernakuar sebagai Ornament-ornament yang berisi, pola pikir, adat istiadat, dan material. Untuk itu dengan tema ini dapat mengembangkan serta meningkatkan kualitas kesenian yang ada di kota minahasa dan dapat menjadi tempat edukasi bagi parat wisatawan yang ada dari berbagai daerah. Kata kunci: Pusat Kesenian Minahasa . Neo-Vernakular . Tondano Barat PENDAHULUAN Seni khususnya di Minahasa sudah cukup meningkat, mulai dari seni musik, seni tarian hingga seni kerajinan tangan yang terdiri dari tarian maengket, tarian kabasaran, seni musik kolintang, seni musik bamboo dan kerajinan tangan dari bamboo. Seiring meningkatnya para seniman dan aktivitas-aktivitas seni yang ada di Minahasa saat ini belum ada wadah untuk melakukan aktivitas tersebut, oleh karena itu dibuat Perancangan Pusat Kesenian Kota Minahasa agar dapat menampung semua kegiatan-kegiatan tahunan yang ada di Minahasa Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Ada salah satu refrensi mengenai Pusat Kesenian Menurut Ivan Tingogoy beliau juga membuat desain ini Tapi berbeda dengan Tema yang dimana beliau menggunakan Tema Modern yang bentuk bangunan mengikuti zaman serta isi bangunan berbeda Tema arsitektur neo-vernakular digunakan sebagai pendekatan perancangan dimana arsitektur Neo-Vernakular adalah arsitektur Vernakular masa kini yang menggunakan bentuk bangunan di masa sekarang namun menambahkan elemen-elemen Vernakular setempat seperti budaya adat, budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain (Leon Krie. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis tertarik untuk membuat AuPusat Kesenian di Minahasa (Art Center Minahas. Ay dengan tema Arsitektur Neo-Vernakluar, bukan cuman sebagai hasil Perancangan tetapi juga sebagai refrensi untuk pembuat dalam Di karenakan Pusat Kesenian ini yang beralokasi di Minahasa sangat cocok karena di Minahasa belum ada Pusat Kesenian yang dapat menampung seluruh kegiatan kesenian yang ada pada daerah minahasa. KAJIAN LITERATUR Arsitektur Neo-Vernakular adalah salah satu gaya arsitektur yang muncul di era Post Modern, yang menggabungkan arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Penerapannya banyak digunakan pada bangunan tetapi ada beberapa prinsip-prinsip yang berbeda tiap tema yang hampir berdekatan dengan Tema Arsitektur Neo-Vernakular. Arsitektur Neo-Vernakular tidak hanya menyangkut elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern seperti badan bangunan tapi juga elemen non-fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain. Bangunan adalah sebuah kebudayaan seni yang terdiri dalam pengulangan dari jumlah tipe-tipe yang terbatas dan dalam penyesuaiannya terhadap iklim lokal, material dan adat istiadat 2. Dari pernyataan Charles Jencks dalam bukunya Aolanguange of Post-Modern Architecture . Ay mengatakan arsitektur neo-vernakular adalah arsitektur yang menggunakan batu bata untuk model fisik bangunan, keramik dan material tradisional yang tidak mengganggu fisik bangunan lainnya dan juga bentuk vernacular adalah sebuah reaksi untuk melawan arsitektur internasional modern pada 1960-an dan 1970-an. (Wuisang, n. Dan maka dapat dipaparkan ciri-ciri Arsitektur Neo-Vernakular sebagai berikut 4 : Paling Sering menggnakan atap bumbungan. Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Penggunaan Material Lokal . alam daerah sendir. Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional . entuk non fisi. Kesatuan Antara Interior dan Lingkungan. Warna-warna yang kuat dan kontras . arna yang disesuaikan dengan tem. Pusat Kesenian adalah sebuah wadah untuk melakukan kegiatan agenda tahunan. Pusat Kesenian juga sebagai tempat pemajangan benda-benda seni atau benda-benda kebudayaan lainnya . ermasuk benda sejara. yang diseleksi secara ketat oleh suatu tim atau seorang ahli yang memang memiliki kualitas dalam arti barang-barang yang bersejarah agar mendapatkan harga beserta kualitas yang bagus hal ini diperlukan sebagai jaminan kualitas. METODE Proses perancangan yang akan digunakan sini yaitu proses desain dari John Ziesel yaitu Cycial/Spiral , adapun metode perancangan menurut John Ziesel3. Proses desain terdiri atas tiga aktivitas elementer : imajinasi,presentasi . asil dari seorang perencan. ,dan test. Informasi dalam proses desain berguna dalam dua konteks : katalisator imajinasidan refrensi test/evaluasi. Perancangan akan secara kontinyu merubah prediksi tentang hasil final sebagai respon terhadap informasi-informasi yang baru atau sebelumnya. Seorang perancang akan tertuju pada satu solusi responsive tertentu di antar sejumlah solusi alternative. Perubahan konseptual dan pengembangan solusi rancangan terjadi sebagai bukti akibat dari pergerakan yang berulah dalam hal tiga aktivitas elementer di atas. Gambar 1 : Metode Perancangan Sumber : John Ziesel . Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Lokasi Telapak Perancangan ini berlokasi di Kota Minahasa terletak di Provinsi Sulawesi Utara, dan kabupaten ini meiliki luas daerah sebesar 1. 025,85 km persegi atau setara dengan 5 Ha, yang terletak lebih tepat di tondano barat. Lokasi perancangan sesuai dengan peraturan daerah. Gambar 2 : Lokasi Telapak Sumber : RTRW Minahasa Site berada di dataran datar, sedikit berawah dan tidak berkontur. Akses untuk pusat kota sangat dekat, dan lokasi site di area PKW (Pusat Kegiatan Wilaya. Dekat dengan tempat wisata Benteng Morayah. Lokasi Site terbuka dengan pemandangan persawhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Area lokasi tempat perancangan memiliki luas lahan yang cukup besar dan memiliki akses-akses yang sangat terpenuhi sehingga cocok untuk di jadikan tempat Pusat Kesenian. Gambar 3 : Ukuran dan Luas Site Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Ukuran Luas Site adalah 23. 371,39 meter persegi atau setara dengan 2. 337139 Ha. Gambar 4 : Analisis Matahari Sumber : Analisa Penulis Dari hasil analisis diatas, diarea terbuka semua fasilitas-fasilitas terkena pancaran sinar matahari, dan sebagian bangunan akan menggunakan pencahayaan alami seperti bukaan yang besar, pada pagi hari dan siang hari. Dan matahari mengikuti garis katulistiwa antara bulan mei ke September. Zoning adalah sebuah pembagian bangunanbangunan yang berdasarkan fungsi dan karakteristik. Gambar 5 : Peletakan Zoning dan Bentuk Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Warna Merah : Zona Private (Area Pengelola. Pegawa. Warna Hijau : Zona Public (Ruang Pertunjukkan. Toko Souvenir. Area Pameran. Area Servic. A Warna Orange : Zona Semi Public (Kelas Seni Musik. Tarian. Luki. A Warna Kuning : (Area Terbuka Pementasan Kegiata. Maksud dari studi bentuk agar mempermudah perancang memperoleh bentuk bangunan yang sesuai, misalnya dari Ornamen-ornamen atau bentuk lainnya dan dianalisis sehingga mendapatkan bentuk yang cocok untuk didesain. Kemudian digabungkan dari bentuk segitiga sebagai bagian penutup bangunan dan persegi panjang sebagai badan bangunan. Dan jika disimpulkan menjadi simpulkan menjadi seperti bentuk dasar dari rumah adat Sulawesi Utara. Penjelasan Tentang Bentuk : A Bentuk yang pertama menggunakan sisi segitiga sebagai dasar bagian atas atau penutup, segitiga di artikan juga sebagai konsep dari Trinitas yang mendasarkan tiga unsur yaitu Tuhan. Alam dan Manusia dan segitiga juga bisa disebut sebagai arah atau puncak keberhasilan. A Bentuk yang kedua menggunakan bentuk persegi yang mengartikan keseuaian, kedamaian dan solidaritas. Analisis Sirkulasi , dikarenakan semakin padat penduduk yang melintas di area lokasi sehingga dibutuhkan analisis ini agar dapat membantu perancang untuk mendesain. Gambar 6 : Sirkulasi kendaraan dan Pedesterian Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Site Plan berisi tentang Lokasi Site dan pembanding-pembanding atau bangunanbangunan yang berada di sekitar lokasi. Sedangkan layout hanya memperlihatkan site dan model bangunan yang ada dalam site. Gambar 7 : Site Plan & Layout Sumber : Analisa Penulis Denah Desain Gambar 8 : Denah Lantai 1-4 Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Gambar 9 : Tampak Bangunan Sumber : Analisa Penulis Gambar 10 : Potongan Memanjang & Melintang Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 Gambar 11 : Perspektif Bangunan Sumber : Analisa Penulis Gambar 12 : Interior Bangunan Sumber : Analisa Penulis Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Art Cente. Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan AuSegala Proses Perancangan Pusat Kesenian Minahasa (Minahasa Arc Cente. ini menggunakan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular, yang dimana pendekatan ini menekankan dengan penggunaan bahan yang ada dari sumber alam , bahan bakar atau energy listrik. Ay Saran Agar dapat memberikan kenyamana bagi wisatawan, maka dari itu perlu direncanakan Pusat Kesenian yang dapat memuat segala semua kegiatan agenda tahunan, dan para seniman dapat menampilkan karya-karya mereka pada wisatawan serta taritarian dan alat musik tradisional, dan dapat meningkatkan Kota Minahasa. DAFTAR PUSTAKA