Membangun SDM unggul melalui internalisasi nilai-nilai keagamaan di Desa Koto Dua Lama Kabuaten Kerinci Iril Admizal Institut Agama Islam Negeri Kerinci E-mail : Iriladmizal7@gmail.com Submitted : April Reviewed : Juni Accepted : Juni ABSTRAK ABSTRACT Ada tiga kelompok pengajian rutin: pertama, Majlis Ta’lim PKK, dua, Majlis Ta’lim Permata, tiga, kelompok pengajian laki-laki al-Rijalul Huda yang cara pelaksanaanya berbeda. Pengajian majlis ta’lim ini, dalam kegiatannya hanya melakukan pembacaan yasin, sehingga anggota dari dua majlis ta’lim pemahaman agama anggota sangat minim sekali karena tidak adanya kegiatan pemahaman terhadap sari’at-syari’at agama, baik itu dengan mendengar ceramah dari buya atau ustaz atau diskusi dengan anggota lain yang mempunyai kemampuan lebih di bidang agama. Adapun Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman agama kepada masyarakat khususnya majlis ta’lim Desa Koto Dua Lama. Metode dalam penulisan penelitian pengabdian ini adalah dengan pelatihan, praktek dan melaksanak evaluasi pada pertemuan terakhir. Hasil dari pengabdian terlaksananya program kegiatan pelatiahan dengan dua materi pokok yaitu: pertama, keimanan; kedua, taharah dan shalat. Kesimpulan dimana masih banyaknya anggota majlis ta’lim yang tidak paham terhadap agama terutama masalah pokok sehari-hari seperti perkara iman, bersuci dan shalat dengan di adakan pelatihan onggota majlis ta’lim bisa paham dan kesadaran terhadap kegiatan keagaman menjadi meningkat. There are three routine study groups: first, Majlis Ta'lim PKK, second, Majlis Ta'lim Permata, third, the male study group alRijalul Huda which is implemented differently. The study of this majlis ta'lim, in its activities only reads the yasin, so that the members of the two majlis ta'lim members' understanding of religion is very minimal because there are no activities to understand the essence of religious law, either by listening to lectures from buya or ustaz or discussions with other members who have more abilities in the field of religion. The purpose of this community service is to provide an understanding of religion to the community, especially the majlis ta'lim of Koto Dua Lama Village. The method in writing this community service research is through training, practice and carrying out evaluations at the last meeting. The results of the community service are the implementation of the training program with two main materials, namely: first, faith; second, taharah and prayer. The conclusion is that there are still many members of the Islamic study group who do not understand religion, especially basic daily issues such as matters of faith, purification and prayer. By holding training, members of the Islamic study group can understand and be aware of the activities. 27 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 Kata Kunci: SDM, Unggul, Agama, Koto Keywords: Human Resource, Excellence, Religion, Koto Dua Lama, Kerinci Dua Lama, Kerinci PENDAHULUAN Manusia dikaruniai oleh Allah kemampuan untuk berfikir, sehingga tidak bisa telepas dari aktivitas berfikir. Setiap waktu pasti ada saja yang dipikirkan, kecuali dalam keadaan tidak sadar. Inilah sifat dasar dari manusia, kaingin tahuan kepada sesuatu yang baru sangatlah besar. Dari kebiasaan ini timbul ilmu-ilmu baru yang kemudian dimanfaatkan dalam menjalani kehidupan dunia. ilmu bagi manusia mempunai mempunyai peranan yang sangat besar, karnea setiap sisi kehidupan manusia hanya bisa dilakukan dengan ilmu, sehingga ilmu adalah suatu pilar kehidupan dalam diri manusia (Rosnawati et al., 2021). Untuk medapatkan ilmu maka seseorang harus menempuh Pendidikan baik itu Pendidikan formal maupun non formal. Pedidikan adalah sebuah interaksi yang terjadi anatara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai visi Pendidikan yang ada disebuah Lembaga Pendidikan. Baik itu berbentuk Pendidikan nonformal maupun Pendidikan formal. Pada dasarnya Pendidikan disemua tempat mempunyai kesamaan, yaitu kegiatan mentransfer ilmu kepada peserta didik bertujuan agar peserta didik mandiri sehingga dapat melestarikan dan melanjutkan tradisi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat(Rifa’i et al., 2023). Menugutip pendapat dari Ibn Qoyyim ada beberapa ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, diantaranya: a. Ilmu yang berkaitan dengan keimanan b. Ilmu yang berkaitan dengan syariat-syariat Islam c. Ilmu yang berkaitan dengan interaksi atau hubungan anara manusia Dari pendapat Ibn Qoyyim tersebut dapat kita Tarik sebuah kesimpulan bahwa ilmu yang wajib bagi seorang muslim adalah ilmu yang berkaitan dengan agama (Manik, 2020). Pendapat ini juga di jelaskan dalam al-Qur’an surah al-Taubah:122 َ ‫الدي ِْنَ فِى ِليَتَفَقَّ ُه ْوا‬ ‫ن كَانََ َو َما‬ َ ‫ط ۤا ِٕىفَ َة ِم ْن ُه ْمَ ف ِْرقَ َة ك ُِلَ مِ نَْ نَفَ َر فَلَ ْو ََل ك َۤافَّةَ ِليَ ْن ِف ُر ْوا ا ْل ُمؤْ مِ نُ ْو‬ ِ ‫اِلَي ِْه َْم َر َجعُ ْٓوَا اِذََا قَ ْو َم ُه ْمَ َو ِليُ ْن ِذ ُر ْوا‬ َ‫يَحْ ذَ ُر ْونََ لَعَلَّ ُه ْم‬ Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya? Dari temuan penelitian di Desa Koto Dua lama, Kec. Air Hangat, Kab. Kerinci-Jambi ada tiga kelompok pengajian rutin: pertama, Majlis Ta’lim PKK, dua, Majlis Ta’lim Permata, tiga, kelompok pengajian laki-laki al-Rijalul Huda. Kelompok-kelompok pengajian ini melakukan pengajian rutin hampir setiap minggu. Kelompok majlis ta’lim PKK dan Permata. Kegiatan pengajian rutin dilakukan setiap Sabtu di rumah anggota secara bergilir. Adapun 28 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 kegitan dari pengajian adalah pembacaan yasin. Ada perbedaan dengan pengjian kaum laki-laki , di mana kaum laki-laki mengadakan pengajian ketika ada panggilan dari warga yang melakukan hajatan anak akikah dan hajatan ketika ada yang meninggal, dalam pengjian laki-laki ini ada beberapa kegiatan, pembacaan yasin, khatam al-qur’an, barzanji marhaban dan ceramah agama. Pengajian majlis ta’lim, dalam kegiatannya hanya melakukan pembacaan yasin, sehingga anggota dari dua majlis ta’lim ketika peneliti lakukan wawancara pemahaman agama anggota sangat minim sekali karena tidak adanya kegiatan pemahaman terhadap sari’at-syari’at agama, baik itu dengan mendengar ceramah dari buya atau ustaz atau diskusi dengan anggota lain yang mempunyai kemampuan lebih di bidang agama. Berdasarkan dari permasalahan inilah penulis terimpirasi untuk meningkatkan pemahaman kelompok majlis ta’lim dalam bidang agama baik itu keimanan dan pemahaman terhadap syari’at agama. Karena ini sangat penting, hokum-hukum agama akan dipraktekkan sehari-hari seperti cara wudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hokum lain yang dianggap penting bagi kehiupan sehari-hari. BAHAN DAN METODE Kegiatan pendampingan majlis ta’lim dalam peningkatan pemahaman agama bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama kepada majlis ta’lim melalu pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masarakat ini adalah: pertama, pelatihan anggota dan pengurus ;majlis ta’lim PKK dan Permata dengan memberikan materi dalam bentuk seminar untuk menjelaskan tentang pendalaman terhadap agama. Dalam memberikan materi penulis selaku pendamping menggunakan media yaitu leptop dan projector sebagai media pendukung; kedua, praktek ibdah sehari-hari, dengan melaksanakan praktek langsung para peserta akan lebih mamahami tata cara ibadah yang benar; tiga, evaluasi dan monitoring pelaksanaan program, dalam evaluasi dan moniotoring penulis selaku pendamping program akan menanyakakan kembali tentang materi pelatihan yang dilakukan dengan metode tanya jawab kepada anggota majlis ta’lim HASIL DAN PEMBAHASAN I. Pemahaman agama anggota majlis ta'lim Majlis ta’lim adalah suatu organisasi keagaman yang tersebar di setiap desa kecamatan dan kabupaten. Peranan majlis ta’lim dalam Pendidikan non formal sangat berperan penting. Dalam bidang keagamaan Pendidikan non formal memberikan kontribusi yang sangat besar bagi anggota kelompok karena tujuan utama dari majelis ta’lim itu sendiri adalah untuk membentuk anggota menjadi seorang muslimah yang utuh(Munawaro & Zaman, 2020). Dalam 29 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 al-Qur’an Allah berfirman ُ ‫يٰٓاَيُّ َها الَّ ِذيْنَ ا َمنُوا ا ْد ُخلُ ْوا فِى الس ِْل ِم ك َۤافَّة َّو َل تَتَّبِعُ ْوا ُخ‬ َّ ‫ت ال‬ ‫عدُو ُّمبِيْن‬ ِ ‫طو‬ َ ‫شيْط ِن اِنَّه لَ ُك ْم‬ Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu. Islam kaffah adalah artinya seseorang telah menyerahkan dirinya pada Islam dan seluruh kegiatan yang dilakukan harus berlandaskan Islam, bukan saja menyangkut hubungan manusia kepada Tuhan, seperti puasa, zakat, shalat dan lain-lain, tetapi juga menyangkut masalah hubungan antar manusia dan hubungan dengan lingkungan sekitar (Ratna Sari, 2019). Dalam Islam ada dua aspek tatanan nilai yang wajib di ikuti yaitu aspek keimanan dan aspek syari’at. Iman dan syari’at adalah kekuatan yang harus dipunyai seorang muslim dalam rangka menjalankan Islam yang komprehensif. Untuk menanamkan pemahaman agama yang baik, sebagaimana yang telah penulis paparkan diatas ada dua apspek yang harus ditekankan kepada majlis ta’lim yaitu:pertama, penanaman iman kepada anggota majlis ta’lim karena iman adalah landasan yang paling utama yang merupakan pondasi dari agama. Untuk menambah keimanan, maka landasan awal adalah mengenalkan akidah yang benar. Karen kalu akidahnya lemah ibadah yang dikerjakan akan mudah goyah. Ketika ibadah sudah goyah secara otomatis keimanan akan goyah juga. Dengan adanya pendampingan dan materi berkaitan dengan keimanan berdampak pada kehidupan anggota majlis ta’lim dimana terjadinya pemahaman agama yang baik yang berimbas kepada psikologis para jamaah seprti ketentraman jiwa, terjalinnya hubungan yang harmonis antar sesama anggota. Dasar utama dalam mengokohkan keimanan adalah berpegang teguh keapada al-Qur’an. Seperti dipahami bahwa al-Qur’an adalah mempunyai fungsi sebgai petunjuk hidup manusia(Soha Andrian Sakban et al., 2019). Dengan berpegang teguh kepada petunjuk al-Qur’an, maka kehidupan akan lebih terarah. Metode dalam penyampaian materi yaitu dengan ceramah. Materi yang disampikan adalah; 1. Pengertian iman Asal kata iman adalah dari kata amana-yu’minu yang ketika diartikan kedalam Bahasa Indonesia adalah percaya. Dalam kamus Bahasa Indonesia dijelaskan yang dikatakan percaya akni bahwa sesuatu itu memang ada atau nyata adanya(Saepudin et al., 2007). Dalam al- Qur’an penggunaan kata iman sering digambarkan mengenai membenarkan berita yang datang dari Allah tampa keraguan. Untuk mencapai iman yang sempurna dilakukan kecuali dengan ikut tentu tidak dapat jejak Rasulullah sumber agar bisa mencontoh Rasul tentu harus merujuk kepada al-Qur’an dan Hadis(Halimah, 2022). 2. Sifat-sifat Allah Inti dari ajaran Islam adalah keyakinan akan keesaan Allah, ini merupakan pondasi dasar dalam kehidupan seorang muslim. Memahami sifat-sifat Allah adalah sesuatu yang penting 30 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 dalam teologis karena dapat memberikan pengaruh terhadap pandangan hidup seseorang. Nama, sifat dan perbuatan Allah adalah gambaran utama tentang kekuasaan Allah. Sifat Allah adalah karakteristik atribut yang melekat pada-nya, diantaranya Maha pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui dan lain-lain (Nawawi et al., 2024). 3. Kewajiban beriman Al-Qur’an adalah pedoman hidup seorang muslim, ketundukan dan ketaatan kepada sang pencipta adalah bukti dari penyerahan diri manusia kepada sang khaliqnya. Manusia diciptakan di dunia ini mempunyai kewajiban seperti yang di katakan Allah dalam al-Qur’an surah al-dzariat; 56 ‫س ا َِّل ِليَ ْعبُد ُْو ِن‬ ِ ْ ‫َو َما َخلَ ْقتُ ْال ِج َّن َو‬ َ ‫ال ْن‬ Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Diciptakan oleh Allah makhluk yang bernama jin dan manusia untuk satu manfaat , agar manusia mempunyai tujuan dan akhri dari aktivitas meraka adalah beribadah kepada Allah. Hakikat dari ibadah yaitu mengakui kekuasaan Allah dengan tunduk kepada-nya(Widiantri, 2016). 4. Pengeruh keimanan dalam kehidupan. Keimanan bukan saja sekedar kepercayaan yang bersemayam dalam hati manusia, tetapi bisa menjadi sesuatu kekuatan yang membentuk dan mendorong perilaku dan sikap Islami. Sehingga pengaruh dari keimanan sangat signifikan terhadap kehidupan seseorang salah satunya adalah menjadikan hatinya tentram dan sejuk tatkala ia bisa mempercayai keuatan iman(Subhi, 2020). Setelah penyampaian materi, sesi terakhir tentang keiman adalah tanya jawab sehingga anggota majlis ta’lim lebih meresap lagi dalam jiwa mereka. Kedua menjelaskan syari’at, syari’at kata dalam bentuk jamak dari kata syar’ah mempunyai arti jalan yang lurus. Kata syari’ah sangat erat kaitannya dengan agama, karena dengan jalan agamalah bisa membawa manusia kepada jalan yang lurus dan bahagia bukan saja di akhirat tetapi juga di dunia. Dalam mencapai jalan yang lurus ada aturan-aturan yang harus dijalni sesuai dengan petunjuk agama(Rifa’i et al., 2023)ke. Ketika berbicara masalah syari’at Islam, maka materi sangat luas, sehingga dibatasi dalam kontek fiqh ibadah alas an dalam memilih materi ini adalah karena keseharian para jamaah akan bergelut dengan ibadah terutama ibadah wajib. Karena latar belakang para oanggota jamaah majlis ta’lim sebagian besar adalah petani dan berlatar belakang Pendidikan umum, maka dalam memberikan materi tentang fiqh ibadah adalah yang paling relepan. Materinya adalah berkaitan dengan ibadah yang dilakukan sehari-hari. A. Materi tentang taharah 1. Taharah 31 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 a) Pengertian taharah b) Dalil tentang taharah c) Macam-macam taharah 2. Cara bersuci a) Whudu’ b) Mandi wajib c) Tayamum 3. Jenis air untuk bersuci a) Air suci menyucikan b) Air suci tapi tidak menyucikan c) Air najis 4. Najis dan cara menyucikannya a) Najis mukhaffafah (ringan) b) Najis mutwassitah (sedang) c) Najis mughallazah (berat) B. Materi tentang shalat 1. Pengertian shalat 2. Hokum shalat 3. Dalil tentang kewajiban shalat 4. Syarat sah shalat 5. Rukun shalat 6. Waktu shalat 7. Tingkatan shalat Materi ini diberikan dengan dua metode yaitu penjelasan dan praktek langsung sehingga bisa membekas pada jamaah majelis ta’lim ketika ada yang kurang jelas tentang materi wudhu dan shalat jamaah dikasih waktu untuk bertanya seluas-luasnya sampai mereka memahami dengan baik dari materi yang diberikan. II. Factor penunjang tercapainya kegiatan A. Dukungan sarana dan prasarana Sarana dan prasarana yang memadai merupakan factor pendukung dalam suatu kegiatan yang dilakukan. Dalam kegiatan ta’lim memberikan pemahaman agama kepada anggota majelis masjid tempat kegiatan sangat baik. Dan dari segi ketersediaan perangkat yang dibutuhkan untuk penunjang kegiatan memadai mulai dari kelistrikan, soud system, alat peraga seperti smart tv dengan layer yang besar. Ini menjadi daya tari tersendiri bagi majlis ta’lim dalam menerima materi yang diberikan. Karena, ini merupakan hal baru bagi mereka, selama ini mereka hanya kegiatan yasinan dan pada program ini di ajarkan bimbingan ibadah 32 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 dengan praktek langsung dan dengan media yang canggih. B. Keterlibatan tokoh masarakat dan pemangku kepentingan Selain saran dan prasaran yang baik paktor pendukung yang sangat diperlukan adalah keterlibatan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Karena dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan seperti apparat pemerintahan desa, kegiatan program ini berjaan dengan lancer bahkan dari segala macam pendanaan dari kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintahan desa. C. Metode penyampaian yang relevan Faktor pendukung yang paling penting dari semuanya adalah ketika menyampaikan materi harus bisa memahami situasi dan kondisi. Karena dengan memahami situasi dan kondisi, dalam penyampaian materi bisa tersampaikan dan diterima oleh jamaah penguasaan panggung itu sangat perlu dalam memberikan materi. Dengan menguasai panggung suasana kegiatan akan menjadi asyik dan tidak membosankan. III. Pelaksanaan program dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan Kesadaran beragama adalah proses pematangan dari pemahaman ajaran agama yang terjadi dan berkembang dari hasil perkembangan dan renungan watak keberagamaan. Peran majlis ta’lim dalam gerakan yang bertajuk dakwah dalam bentuk komunitas pengajian sangatlah penting. Partisipasi dan keterlibatan secara aktif, dalam suatu organisasi majlis ta’lim memberikan wawasan baru kepada anggota kelompok tentang agama. Pemahaman agama yang baik akan menimbulkan kesadaran beragama, ketika telah timbul kesadaran beragama, maka secara otomatis akan menimbulkan kesadaran dalam kegiatan keagamaan, karena mereka akan memandang setiap kegiatan yang dilakukan akan mendapatkan nilai positif pada dirinya (Hasanah, 2013). . KESIMPULAN Di Desa Koto Dua Lama, Kab. Kerinci terdapat tiga kelompok pengajian dua majilis ta’lim yaitu: kelompok majlis ta’lim Permata dan majlis ta’lim PKK dan satu pengajian laki-laki yang bernama al-Rijalul Huda. Pengajian permata dan PKK setelah dilakukan surpei pemahaman agama anggota masih minim dengan adanya pendampingan anggota kelompok majlista’lim bertambah pengetahuan agama terutama tentang ibadah sehari-hari dan juga setelah dilakukan pendampingan para anggota menjadi antusias terhadap agama karena mereka merasa dekat denga agama dan rasa simpati mereka terhadap agama menjadi lebih tinggi. 33 Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Volume 5, No 1, Tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA Halimah, S. (2022). Isi atau Materi Pendidikan: (Iman, Islam, Ihsan, Din, Amal Saleh). Journal of Islamic Education El Madani, 1(1). https://doi.org/10.55438/jiee.v1i1.12 Hasanah, H. (2013). Peran strategis aktivis perempuan Nurul Jannah Al Firdaus dalam membentuk kesadaran beragama perempuan miskin kota. inferensi, 7(2), 473. https://doi.org/10.18326/infsl3.v7i2.473-492 Manik, W. (2020). Kewajiban menuntut ilmu. WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(2), 17. https://doi.org/10.51590/waraqat.v2i2.63 Munawaro, & Zaman, B. (2020). Peran majelis taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Jurnal Penelitian, 12(2). Nawawi, M., Lubis, N. H., & Juliati. (2024). Memahami dan membuktikan bahwa Allah SWT Esa dan Kekal (Sifat, Nama, Perbuatan). Mesada, 1(2). Ratna Sari, R. (2019). Islam Kaffah menurut pandangan Ibnu Katsir. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(2), 132–151. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i2.46 Rifa’i, A., Muzakki, A., & Nasir, M. (2023). Peran Majelis Ta’lim Inayatut Thalibin dalam Meningkatkan wawasan dan pemahaman keagamaan masyarakat desa Sungai Sandung. Al-Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 95. https://doi.org/10.35931/ak.v3i2.993 Rosnawati, R., Ahmad Syukri, A. S., Badarussyamsi, B., & Ahmad Fadhil Rizki, A. F. R. (2021). Aksiologi Ilmu pengetahuan dan manfaatnya bagi manusia. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 186–194. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i2.35975 Saepudin, D. M., Solahudin, M., & Khairani, I. F. S. R. (2007). Iman dan amal saleh dalam alquran (studi kajian semantik). Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 10–20. https://doi.org/10.15575/al-bayan.v2i1.1805 Soha Andrian Sakban, Rahendra Maya, & Muhamad Priyatna. (2019). Peran mudarris tahfizh alquran dalam meningkatkan motivasi santri menghafal alquran di Pesantren Tahfizh Husnul Khotimah Cipanas tahun 2019. Prosa PAI: Proseding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2(1). Subhi, D. (2020). Keimanan dalam Prsefektif Islam. https://doi.org/10.31219/osf.io/ukbs4 Widiantri, D. (2016). Implikasi tugas dan kewajiban hidup manusia dalam konteks pendidikan. Misykah, 1(2). 34