Original Research Paper Penelaahan Pemanfaatan Tagetes erecta L. (Marigol. secara Tradisional dalam Bidang Pertanian dan Obat-Obatan di Indonesia A Review on The Traditional Utilization of Tagetes erecta L. (Marigol. in The Fields of Agriculture and Medicine in Indonesia Reza Raihandhany1,2 *. Dini Siti Hanifah3 Program Studi Magister Biologi. Fakultas Biologi. Universitas Gadjah Mada. Jl. Teknika Selatan. Kabupaten Sleman. Yogyakarta. Yayasan Generasi Biologi Indonesia. Jl. Swadaya Barat No. Kabupaten Gresik. Jawa Timur. Program Studi Magister Biomanajemen. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha No. Kota Bandung. Jawa Barat *Corresponding Author: rezaraihan11@gmail. Abstrak: Tagetes erecta, yang juga dikenal sebagai marigold, adalah tanaman yang telah dibudidaya dan masih digunakan secara tradisional hingga saat ini, baik dalam sektor pertanian maupun kesehatan, dikarenakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di seluruh bagian tanamannya. Dalam sektor pertanian. erecta banyak digunakan sebagai agen pengendali hama dan penyakit dalam praktik pertanian terpadu. Sementara itu, dalam sektor kesehatan, tanaman ini secara luas dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama di beberapa daerah di Indonesia. Studi ini dilakukan untuk meninjau manfaat T. erecta, khususnya dalam sektor pertanian dan kesehatan, guna memperoleh informasi mendalam mengenai potensi besar yang telah maupun belum dimanfaatkan secara optimal. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui studi literatur pada jurnaljurnal terkait dengan mencari kesamaan, perbedaan, serta sudut pandang dari penelitian sebelumnya, serta prospek ke depan, baik dalam pemanfaatan lokal maupun global. Studi literatur juga dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Hasil penelitian ditemukan bahwa Tagetes erecta merupakan tanaman dengan manfaat yang sangat besar, mulai dari akar hingga bunga. Tanaman ini tidak hanya digunakan sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki manfaat berupa karakteristik senyawa aktif yang khas dibandingkan dengan spesies serupa lainnya. Pada bidang pertanian. erecta umumnya dimanfaatkan sebagai sebagai agen hayati sekaligus pengendali kualitas Sementara itu pada bidang kesehatan. erecta dimanfaatkan sebagai obat-obatan dalam mengatasi berbagai penyakit seperti sakit perut, batuk, masuk angin, tumor, dan lain sebagainya. Kata kunci: marigold. obat tradisional. Tagetes erecta Abstract: I Tagetes erecta also known as marigold is a domesticated plant which traditionally still in use today, both in agricultural and health aspects due to its usefulness and benefits that contains active compounds in the whole plant parts. In the agricultural sector. Tagetes erecta is widely used as a pest agent and disease control in integrated farming practices, while in the health sector, this plant is extensively used in traditional medicine, particularly in several regions in Indonesia. This study reviews the benefits related to Tagetes erecta, notably in agricultural and health sectors, in order to obtain in-depth information regarding their huge potential that has been and has not been optimally in use. Exploring data for this paper using literature studies on related journals by looking for the similarities, differences, point of view by previous research, as well as future prospects, both in local and global utilization. The literature study is also conducted to achieve study objectives. The results found that Tagetes erecta is a plant with enormous benefits, from the roots to flowers. This plan tis not only used as an ornamental plant, but also has benefits on that active compounds, where it has distinctive characteristics of active compounds compared to other similar species. In agriculture area. Tagetes erecta is generally used as a biological agent and plant quality controller. Meanwhile, in the field of health. erecta is regularly used as a medicine to treat various disesases such as stomachache, coughs, colds, tumors, and so on. A 2025 Raihandhany, . This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. Copyright: A 2025. Berkala Ilmiah Biologi (CC BY 4. Keywords: agriculture. Tagetes erecta. traditional medicine Dikumpulkan: 28 Februari 2025 Direvisi: 30 November 2025 Pendahuluan Tagetes erecta L. atau yang lebih dikenal sebagai marigold merupakan tanaman bunga yang berasal dari famili Asteraceae dengan lebih dari 50 jenis hasil budidaya dan liar. Secara historisnya, tanaman ini berasal dari benua Amerika, tepatnya Amerika Tengah dan Amerika Utara. Adapun beberapa jenis seperti French Marigold. African Marigold, dan Signet merupakan hasil naturalisasi marigold di Benua Afrika. Asia, dan Eropa (Cicevan et al. , 2. erecta menjadi populer karena memiliki warna bunga yang memikat dan penuh energi, mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan teknologi tinggi dalam proses budidayanya, serta memiliki kemampuan adaptasi yang unggul di berbagai kondisi iklim. Beberapa varietas bahkan unggul terhadap kondisi salinitas tanah yang tinggi dan kondisi kekeringan yang mencekam (Cicevan et , 2. Spektrum pemanfaatan T. erecta juga sangat luas di seluruh dunia seperti di bidang pertanian, keagamaan, sosial-budaya, kuliner, serta pengobatan tradisional, sehingga tidak heran jika banyak penelitian yang mengulas lebih dalam terkait manfaat tanaman ini. Penggunaan pada bidang pertanian contohnya. erecta umum dimanfaatkan sebagai agen dalam pengelolaan pertanian Beberapa kajian menyebutkan bahwa T. erecta dapat dimanfaatkan dalam budidaya polikultur, sebagai tanaman sela dalam rotasi tanaman (Tapia-Vyzquez et al. , 2. , menjadi tanaman pagar, atau sebagai tanaman pendamping . ompanion plantin. pada budidaya tanaman utama (Cicevan et al. , 2. Selain itu, tanaman ini memiliki aktivitas nematisida, fungisida, insektisida (Cicevan et al. , larvasida, atraktan, dan juga dimanfaatkan sebagai pupuk (Serrato-Cruz et al. , 2. Diterima: 8 Desember 2025 Dipublikasi: 31 Desember mengandung minyak atsiri (E)--farnesene pada bagian daun dan bunga sebagai feromon alami yang mampu menarik perhatian hama predator (Souza et al. , 2. eksudat akar mampu mencegah dan mengendalikan penyakit akar gada . akibat patogen Plasmodiophora brassicae (Zhang et al. , 2. Safitri et al. juga menyebutkan bahwa T. berperan sebagai hiperakumulator yang mampu menyerap logam berat di dalam tanah, seperti timbal (P. Tidak hanya itu, kandungan pigmen karotenoid di dalam bunga T. erecta juga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk bahan pangan maupun pakan (Kurniati, 2. Adapun kesehatan. erecta umumnya digunakan sebagai bahan terapi dalam pengobatan tradisional seperti di negara-negara Timur, termasuk di Indonesia. Hampir seluruh bagian tanaman dimanfaatkan sebagai obat herbal, baik dimanfaatkan secara individual maupun dikombinasikan dengan senyawa aktif dari bahan Nilai terapeutik yang terkandung di dalam T. erecta telah diakui, seperti: kandungan flavonoid pada bunga T. erecta memiliki efek bioaktif sebagai antivirus, antiinflamasi, antiaging, antioksidan, kardioprotektif, dan berpotensi mengobati kanker dan diabetes (Kurniati, 2. bagian akar dan daun digunakan sebagai obat untuk kulit bernanah. dapat mempercepat proses penyembuhan luka (Dasgupta et al. , 2. serta ekstrak daunnya digunakan sebagai antiseptik, mengobati masalah ginjal, nyeri otot, hingga wasir (Sing et , 2. Penelitian penelaahan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut terkait pemanfaatan T. erecta, khususnya di bidang pertanian dan obat-obatan secara tradisional. Potensi pemanfaatannya perlu dieksplorasi untuk A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. pengembangan di masa mendatang, khususnya dalam meningkatkan keberlanjutan pertanian serta pengobatan penyakit yang efektif dan lebih Sebagaimana diketahui bahwa pertanian dan obat-obatan merupakan dua aspek yang sangat penting bagi kelangsungan maupun kebutuhan hidup manusia. Saat ini, tren untuk hidup sehat dan kembali ke alam dengan memanfaatkan bahan alam, baik dalam bidang pertanian maupun obat-obatan, tengah menjadi sorotan dalam pengembangan lebih lanjut. Penelaahan pustaka ini dilakukan dengan pendekatan kajian etnobotani dan etnomedisin yang bersumber dari pengetahuan tradisional masyarakat di Indonesia serta data-data penelitian fitokimia. Bahan dan Metode Lokasi dan waktu Penelitian dilakukan pada Bulan MaretApril 2023 secara daring dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber artikel ilmiah mengenai pemanfaatan Tagetes erecta L. tradisional untuk bidang pertanian dan obatobatan. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah Tagetes erecta L. atau marigold yang pemanfaatannya lebih dikenal sebagai tanaman hias. Melalui penelitian penelaahan pustaka ini akan dikumpulkan berbagai pemanfaatan secara tradisional dalam bidang pertanian maupun obatobatan dari Tagetes erecta L. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelaahan atau studi literatur yang merujuk berbagai sumber artikel ilmiah meliputi jurnal penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan prosiding seminar yang dipublikasikan secara daring dan ditelusuri melalui situs scholar. Kata kunci yang diterapkan dalam com di antaranya: Aupemanfaatan Tagetes erectaAy. Aupemanfaatan marigoldAy. Auetnobotani Tagetes erectaAy. Auetnobotani marigoldAy. Auetnomedisin Tagetes erectaAy. Auetnomedisin marigoldAy. Aufitokimia Tagetes erectaAy. Aufitokimia marigoldAy. Aupertanian Tagetes erectaAy. Aupertanian marigoldAy. Aumarigold in soilAy. Aumarigold exudatesAy. AuTagetes erecta in agricultureAy. AuTagetes erecta phytochemicalsAy. Aucrop rotation marigoldAy. AuTagetes phytoremediationAy. Hingga pada akhirnya, didapatkan informasi yang relevan dengan topik dari penelaahan ini. Hasil yang didapat dari sumbersumber artikel ilmiah tersebut disusun kemudian dianalisis mengenai pemanfaatan tradisional untuk pertanian dan pengobatan dari T. atau marigold. Analisis Data Data-data yang telah terkumpul mengenai pemanfaatan Tagetes erecta L. tradisional dalam bidang pertanian maupun obatobatan dianalisis secara deskriptif kualitatif lalu ditampilkan dalam bentuk tabel dengan Microsoft Excel 2016. Selanjutnya khusus untuk aspek obat-obatan akan dianalisis secara kuantitatif berdasarkan cara pengolahan, penyakit yang diobati, dan bagian organ yang Hasil dan Pembahasan Gambar 1. Marigold (Tagetes erecta L. Tanaman Marigold (Tagetes erecta L. Perbungaan Marigold (Tagetes erecta L. Bentuk Daun Tanaman Marigold (Tagetes erecta L. Tahapan pelaksanaan penelitian Pemanfaatan Marigold dalam Aspek Pertanian Upaya pengendalian hama terpadu sangat diperlukan untuk mencapai hasil budidaya yang Rekayasa ekosistem dengan melibatkan agen hayati maupun agen biologi, aktivitas pengamatan serta pemantauan secara rutin menjadi kunci untuk menghasilkan tanaman yang sehat. Tagetes erecta L. atau marigold A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. dikenal sebagai tanaman dengan berbagai manfaat di bidang pertanian. Tidak hanya sebagai agen pengendali hayati, tetapi juga dapat berperan peningkatan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman budidaya (Huang et al. , 2022. Wang et al. , 2. Dalam kaitannya dengan peningkatan kesuburan tanah, diuraikan lebih lanjut bahwa rotasi tanaman budidaya dengan memanfaatkan marigold mampu meningkatkan keragaman dan struktur komunitas mikroba tanah, termasuk Actinobacteria. Acidobacteria, dan Ascomycota (Huang et al. , 2. Selain itu. lingkungan hidup yang kondusif bagi proses pertumbuhan tanaman, serta mendorong pertumbuhan akar yang lebih sehat dan kokoh (Wang et al. , 2. Penggunaan T. erecta pada bidang pertanian cukup beragam, mulai dari pemanfaatan utuh sebagai tanaman penutup . over cro. , ekstraksi senyawa aktif . , serta biofumigasi. Serrato-Cruz et . menjelaskan bahwa T. erecta memiliki aktivitas biosida yang terdapat pada seluruh bagian tanaman, mulai dari bagian bawah yaitu akar hingga bagian teratas yaitu bunga. Biosida diketahui sebagai zat aktif yang memiliki sifat racun untuk menghalangi pertumbuhan, membunuh, hingga mengendalikan aktivitas Sementara pengaturan aktivitas enzim tanah, memperbaiki komunitas mikroba tanah, serta merangsang pertahanan tanaman terhadap penyakit (Omirou et al. , 2. Temuan pemanfaatan langsung dari T. erecta pada bidang pertanian di Indonesia diantaranya penanaman di sekitar sawah yang mengantisipasi hama padi sebagaimana studi dari Alwi et al. di Kecamatan Leuwidamar. Kabupaten Lebak. Banten. Kemudian pemanfaatan T. erecta pada budidaya kedelai sebagai tanaman refugia (Lisdayani & Susanti. Pemanfaatan Marigold sebagai Obat Tradisional Pada umumnya, pemanfaatan T. yaitu sebagai tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah. Terlebih lagi, tanaman ini dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian untuk pupuk alami, pengendali hama, dan Selain itu, tanaman T. erecta juga tercatat digunakan sebagai tanaman obat tradisional oleh sejumlah masyarakat lokal pada sejumlah daerah di Indonesia (Krisnadewi et al. Kurniati, 2. Aceh merupakan salah satu daerah dengan pemanfaatan terbanyak T. erecta sebagai tanamanobat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Studi dari Hafnidar . di Kemukiman Pulo Nasi. Kabupaten Aceh Besar, masyarakat setempat memanfaatkan T. sebagai obat sakit perut. Cara pengolahannya yaitu dengan meremas daunnya hingga menjadi sedikit lebih halus, kemudian dioleskan pada bagian perut. Saudah et al. dalam studinya tentang eksplorasi tanaman obat berbasis pengetahuan lokal oleh masyarakat Kecamatan Tangse. Kabupaten Pidie mencatat bahwa T. erecta memiliki khasiat untuk mengobati masuk angin dengan memanfaatkan bagian bunga dan daun, kendati cara pengolahannya tidak dijelaskan lebih lanjut. Penelitian dari Wahyuni . mengenai kajian tanamanobat tradisional di Kecamatan Rikit Gaib. Kabupaten Gayo Lues, menemukan bahwa masyarakat setempat menggunakan T. erecta untuk mengobati luka luar dengan cara menumbuk daun lalu diaplikasikan pada bagian yang terluka. Masih dari Aceh. Elfrida et al. mengemukakan masyarakat lokal Desa Jambur Labu. Kecamatan Birem Bayeun. Kabupaten Aceh Timur, menggunakan bunga T. erecta yang ditumbuk lalu ditempelkan sebagaimana kompres untuk menyembuhkan penyakit masuk Fadhillah et al. dalam penelusurannya di desa-desa sekitar Cagar Alam Hutan Pinus Jantho. Kabupaten Aceh Besar, mendapatkan informasi dari masyarakat setempat mengenai pemanfaatan daun T. yang dipercaya berkhasiat meredakan sakit perut dengan meremas daunnya lalu ditempelkan pada bagian perut. A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. Berdasarkan studi dari Miltiza . , masyarakat di Kecamatan Panga. Kabupaten Aceh Jaya memanfaatkan daun T. erecta untuk mengatasi sakit perut dan perut kembung terutama pada anak-anak. Caranya yaitu dengan memetik tujuh tangkai daun marigold, lalu digosokkan di antara dua telapak tangan hingga keluar sarinya dan dioleskan pada bagian perut. Penggunaannya hanya cukup satu kali sehari. Nufus pemanfaatan T. erecta yang banyak ditanam di pekarangan rumah Masyarakat Desa Banai. Kecamatan Karang Baru. Kabupaten Aceh Tamiang meringankan gejala sakit perut pada anak-anak, gangguan pencernaan dan sembelit. Di samping Aceh, beberapa daerah di Sumatera juga memanfaatkan T. erecta sebagai obat tradisional. Marpaung . dalam penelitiannya mengenai pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat Desa Sibanggor Julu. Kabupaten Mandailing Natal. Sumatera Utara, menemukan bahwa tanaman T. erecta yang dibudidayakan di sana dapat digunakan untuk mengobati masuk angin. Sari . dalam studinya mengenai jenis-jenis tanaman famili Asteraceae di Kecamatan Lubuk Alung. Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat, menemukan bahwa mengonsumsi air rebusan daun T. berkhasiat untuk mengobati kanker payudara. Lestari & Susanti . mendokumentasikan potensi tanaman obat sebagai imunomodulator oleh Suku Anak Dalam Bendar. Bengkulu, dengan mewawancarai ketua adat dan masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan dari hasil wawancara, didapatkan informasi bahwa bagian daun dan bunga T. dimanfaatkan sebagai obat gondongan dan sakit gigi dengan cara direbus, ditempel, maupun Selain Sumatera, daerah di Indonesia dengan pemanfaatan T. erecta sebagai tanaman obat tradisional terdapat di Bali. Sudirga . melaporkan pemanfaatan T. erecta sebagai tanaman obat tradisional oleh masyarakat Desa Trunyan. Kecamatan Kintamani. Kabupaten Bangli, sebagai obat sesak nafas, meskipun penjelasan mengenai cara pengolahannya tidak Masih dari Desa Trunyan, kecamatan Kintamani. Kabupaten Bangli. Artha et al. mencatat bahwa Masyarakat lokal di sana memanfaatkan bunga T. erecta untuk mengobati berbagai penyakit seperti batuk, gondok, pembengkakan payudara, sedangkan bagian akar dan daun dimanfaatkan untuk menyembuhkan kulit bernanah. Studi dari Paramita et al. di Kecamatan Kediri. Kabupaten Tabanan, mendapatkan informasi pemanfaatan T. yang ditanam di telajakan dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias, dapat digunakan untuk mengobati penyakit batuk, sakit gigi, dan mual. Andila et al. dalam studinya di Kelurahan Banjar Tegal. Kabupaten Buleleng. Bali, menemukan bahwa tanaman T. erecta yang ditanam di pekarangan dimanfaatkan bagian bunganya untuk mengobati penyakit tumor atau Setelah Bali, daerah di sekitarnya yakni Lombok juga tercatat mengenai pemanfaatan T. erecta sebagai obat tradisional. Penelitian dari Rahayu & Andini . di Desa Wisata Kreatif Sesaot. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat mencatatkan pemanfaatan bunga T. sebagai obat batuk. Uniknya, tidak ditemukan pemanfaatan T. erecta sebagai tanaman obat tradisional di daerah Jawa dan Papua. Beberapa daerah di Indonesia juga ditemukan catatan pemanfaatan T. sebagai tanaman obat tradisional, seperti Kalimantan. Sulawesi, dan Maluku. Eksplorasi dari Indra et al. menemukan bahwa masyarakat Etnis Melayu di Desa Sungai Baru dan Desa Sempadian. Kabupaten Sambas. Kalimantan Barat, memanfaatkan daun T. untuk meredakan batuk. Febrianti et al. mencatat pemanfaatan bagian bunga T. sebagai tanaman obat oleh Masyarakat Suku Bajo. Kecamatan Soropia. Kabupaten Konawe. Sulawesi Tenggara untuk mengobati sesak nafas. Kiat et al. mencatat pemanfaatan T. sebagai tanaman obat tradisional di Desa Piliana. Kecamatan Tehoru. Kabupaten Maluku Tengah. Maluku untuk pengobatan penyakit demam, namun baik bagian tanaman maupun cara pengolahannya tidak dijelaskan lebih detail. Selengkapnya, pemanfaatan organ tanaman, penyakt, dan proses pengolahan pada tanaman T. erecta ditampilkan A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. pada Tabel 1 di bawah ini. Pada grafik batang yang ditampilkan dalam Gambar 2, dapat dilihat pemanfaatan T. erecta sebagai pengobatan tradisional banyak dilakukan di Provinsi Aceh sebanyak tujuh wilayah . ingkat kabupaten atau kecamatan atau des. , diikuti Bali dengan tiga wilayah, dan sisanya pada provinsi lainnya masing-masing satu wilayah saja baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa. Gambar 2. Distribusi Penggunaan Tanaman Tagetes erecta L. (Marigol. di Beberapa Daerah di Indonesia Tabel 2. Daftar Daerah. Provinsi. Organ Tanaman. Penyakit, dan Proses Pengolahan pada Tanaman Tagetes erecta L. Daerah Organ Wilayah Pulo Nasi. Kab. Aceh Besar Penyakit Pengolahan Referensi Provinsi Daun Sakit perut Diremas, dioles Kec. Tangse. Kab. Pidie Bunga, daun Masuk angin Kec. Rikit Gaib. Kab. Gayo Lues Daun Luka luar Ditumbuk, dioles Wahyuni . Desa Jambur Labu. Kec. Birem Bayeun. Kab. Aceh Timur Bunga Masuk angin Ditumbuk, ditempel Elfrida et al. Desa-desa sekitar CAHPJ. Kab. Aceh Besar Daun Sakit perut Diremas, ditempel Fadhillah et Kec. Panga. Kab. Aceh Jaya Daun Sakit perut, perut Digosok, dioles Miltiza Desa Banai. Kec. Karang Baru. Kab. Aceh Tamiang Aceh Sakit perut. Hafnidar Saudah et al. Nufus . A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. Desa Sibanggor Julu. Kab. Mandailing Natal Sumatera Utara Desa Lubuk Alung. Kab. Padang Pariaman Sumatera Barat Daun Suku Anak Dalam. Bengkulu Bengkulu Bunga, daun Kintamani. Kab. Bangli Bali Desa Trunyan. Kec. Kediri. Kab. Tabanan Kel. Banjar Tegal. Kab. Buleleng Masuk angin Marpaung Kanker payudara Direbus Sari . Gondongan, sakit Direbus, ditempel, maupun diasap Lestari & Susanti . Sesak nafas Sudirga Bunga. Batuk, gondok. Artha et al. Batuk, sakit gigi. Paramita et Bunga Kanker, tumor Andila et al. Bunga Batuk Rahayu & Andini . Desa Wisata Kreatif Sesaot. Kec. Narmada. Kab. Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Desa Sungai Baru & Desa Sempadian. Kab. Sambas Kalimantan Barat Daun Batuk Indra et al. Kec. Soropia. Kab. Konawe Sulawesi Tenggara Bunga Sesak nafas Febrianti et Desa Piliana. Kec. Tehoru. Kab. Maluku Tengah Maluku Demam Kiat et al. Organ tanaman T. erecta yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun dengan (Sembilan pemanfaata. , diikuti bunga dengan 41% . ujuh pemanfaata. , dan akar 6% . atu pemanfaata. A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. sebagaimana ditampilkan dalam grafik lingkaran di Gambar 3. Organ Tumbuhan Daun Bunga Akar lingkaran dalam Gambar 4 yang mana sakit perut dan batuk merupakan penyakit dengan persentase tertinggi yaitu 16% . erdapat pada empat wilaya. , diikuti oleh masuk angin, kanker/tumor, sakit gigi, dan sesak nafas dengan 8% . erdapat pada dua wilaya. , sedangkan penyakit-penyakit lainnya hanya terdapat pada satu wilayah saja atau dalam persentase 4%. Gambar 3. Distribusi Penggunaan Tanaman Tagetes erecta L. (Marigol. Berdasarkan Bagian Tanaman Daftar penyakit yang diobati melalui pemanfaatan T. erecta ditampilkan pada grafik Daftar Penyakit 4% 4% 4% Sakit perut Batuk Masuk angin Kanker, tumor Sakit gigi Sesak nafas Gondok Pembengkakan payudara Kulit bernanah Mual Demam Luka luar Perut kembung Sembelit Gondongan Gambar 4. Daftar Penyakit yang Menggunakan Tagetes erecta L. (Marigol. sebagai Tanaman Obat Pemanfaatan Lainnya Hasan et al. mengungkapkan pemanfaatan lainnya pada T. erecta, di Desa Tabadamai. Desa Braha. Desa Bobaneigo, dan Desa Sondo-sondo. Kabupaten Halmahera Barat, masyarakat lokal setempat memanfaatkannya sebagai tumbuhan pengusir nyamuk dengan cara menanamnya di pekarangan rumah. Hal ini dikarenakan tumbuhan T. erecta dipercayai memiliki aroma yang tidak disukai oleh nyamuk. Prospek Masa Depan Pemanfaatan Tagetes erecta atau bunga marigold sebagai tanaman yang multiguna dan multimanfaat masih belum mendapatkan perhatian luas oleh masyarakat lokal. Potensi yang besar dari tanaman ini tidak terbatas pada bidang pengkajian pertanian dan tanaman obat saja, tetapi memasuki bidang kosmetik hingga pemanfaatan industri pangan. Pada bidang pertanian dan pengembangan obat-obatan, perkembangan yang dinamis dari pemanfaatan tanaman ini perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan menggali potensi T. erecta pada skala yang lebih luas. Eksplorasi pada bidang pertanian dapat ditinjau melalui pemanfaatan pada praktik pertanian ramah lingkungan serta pada bidang obat-obatan dapat ditinjau berdasarkan aktivitas farmakologis menggunakan studi eksperimental. Pembahasan Berdasarkan penelaahan yang dilakukan A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. pada hasil penelitian Hamaguchi et al. polythienyl seperti -terthienyl (C12H8S3. MW . yang diisolasi dari T. erecta diketahui bertanggung jawab dalam upaya pengendalian nematisida, insektisida, fungisida, antivirus, dan Senyawa ini bahkan diyakini sebagai senyawa utama yang terkandung pada berbagai jenis T. erecta dan bersifat non-residual serta ramah lingkungan. -terthienyl secara melimpah terdapat pada jaringan berbagai tanaman T. erecta tersebut yang mana dalam beberapa kasus senyawa ini memberikan efek positif terhadap pengurangan kerusakan stroberi akibat serangan nematoda Pratylenchus penetrans (Evenhuis et , 2. , menekan pertumbuhan nematoda Meloidogyne hapla (Vestergyurd, 2. , serta pada metode tumpang sari antara tomat dengan Tagetes patula mampu menekan reproduksi nematoda Meloidogyne hapla dan nematoda penyebab root-gall (Sikder & Vestergyurd, 2. Lebih lanjut, kategori T. erecta beserta senyawa aktif dan target hama/penyakit disajikan pada Tabel 2. berikut ini. Tabel 2. Daftar Target. Hama/Penyakit, dan Kandungan Zat Aktif pada Tanaman Tagetes erecta L. Target Hama/Penyakit Zat Aktif Meloidogyne spp. Nematoda Puru Akar Tiofena . -buten-1-ynyl-2,2Ao-bithienyl [BBT. I] dan aterthienyl . -T. II] (Huang et al, 2. Non-specified pest and natural enemies Hama Kubis Benzaldehida. Linalool. Miroksida. Piperitone. Limonene. Ocimene. Lagetone. Asam Valerat (Iamba & Yaubi, 2. Pythium aphanidermatum Fitz Fungi Minyak atsiri (Kishore & Dwivedi, 1. Non-specified weed Benih Gulma a-terthienyl (Meissner et al. , 1. Echinochloa crussgalli (L. ) Beauv Benih Gulma Minyak atsiri (Laosinwattana et al. , 2. Spodoptera frugiperda JE Smith Larva Hama Minyak atsiri (Salinas-Sanchez et al. , 2. Fusarium oxysporum Fungi Ekstrak Flavonoid . ,5-dicyclopentylidene cyclopentanon. (Du et al. , 2. A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. Meloidogyne. Hoplolaimus. Rotylenchulus. Pratylenchus Nematoda Kesimpulan Dalam pemanfaatan secara umum di kehidupan sehari-hari. Tagetes erecta L. marigold memang masih dikenal sebagai tanaman hias yang ditanami dan menghiasi di berbagai tempat. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, ternyata tanaman ini memiliki pemanfaatan lainnya yang telah dilakukan secara tradisional dalam aspek pertanian sebagai agen hayati pengendali hama dan penyakit khususnya untuk nematoda dan obat-obatan dalam mengobati berbagai penyakit seperti sakit perut, batuk, masuk angin, tumor, dsb. yang telah dipraktikan di berbagai daerah di Indonesia. Penelaahan pustaka atau studi literatur pada jenis Tagetes erecta L. atau marigold di masa mendatang diharapkan dapat mengungkap aspek kandungan senyawa fitokimia metabolit sekunder beserta kandungan bioaktivitasnya dalam aspek kesehatan atau pengobatan dan Referensi Andila. Tirta. Warseno. , & Sutomo. Medicinal Plants Diversity Used by Balinese Buleleng Regency. Bali. Journal Tropical Biodiversity Biotechnology 8. : 1-18. DOI: https://doi. org/10. 22146/jtbb. Bhattacharyya. Use of marigold (Tagetes sp. ) for the successful control of nematodes in agriculture. The Pharma Innovation Journal 6. : 01-03. Cicevan. Al-Hassan. Sestras. Boscaiu, . Zaharia. Vicente. , & Sestras. Comparative analysis of osmotic and ionic stress effects on seed germination in Tagetes (Asteracea. Propagation of Ornamental Plants 15. : 63-72. Minyak atsiri . nt-1-o. -2,2-bithienyl, sigma-4, 22-dien-3-beta-ol, and 5-. acetoxy-1-buteny. -2,2-bithieny. (Bhattacharyya, 2. Cicevan. Sestras. Plazas. Boscaiu, . Vilanova. Gramazio. , . Sestras. Biological traits and genetic relationships amongst cultivars of three species of Tagetes (Asteracea. Plants: MDPI 11. : 760. DOI: https://doi. org/10. 3390/plants11060760 Dasgupta. Ranjan. Shree. Saleh. , & Ramalingam. Blood coagulating effect of marigold (Tagetes erecta L. ) leaf and its bioactive Oriental Pharmacy and Experimental Medicine: Springer Nature DOI: https://doi. org/10. 1007/s13596-015-0200z Du. Liu. Sun. Li. , & Wang. Inhibitory effect and mechanism of Tagetes erecta L. fungicide on Fusarium oxysporum f. Scientific Reports 7. DOI: https://doi. org/10. 1038/s41598-01714937-1 Elfrida. Tarigan. , & Suwardi. Ethnobotanical study of medicinal plants used by community in Jambur Labu Village. East Aceh. Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 22. : 2893-2900. DOI: https://doi. org/10. 13057/biodiv/d220741 Evenhuis. Korthals. Molendijk. Tagetes patula as an effective catch crop for long-term control of Pratylenchus penetrans. Nematology: BRILL 877Ae881. DOI: https://doi. org/10. 1163/1568541044038 Fadhillah. Rasnovi. , & Thomy. Utilization of Asteraceae family as medicinal plant by local community of hutan pinus Jantho nature reserve. Aceh Besar. Jurnal Natural 21. : 5-9. DOI: https://doi. org/10. 24815/jn. A 2025 Raihandhany, dkk. This article is open access Raihandhany, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 176 Ae 188 DOI: 10. 22146/bib. Febrianti. Munir. Sappaile. Etnobotani tumbuhan obat Masyarakat Suku Bajo di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, pp: 193-200. Hafnidar. Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Kemukiman Pulo Nasi sebagai Media Pembelajaran Materi Keanekaragaman Hayati di SMAN 1 Pulo Aceh. Skripsi. Banda Aceh. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Hamaguchi. Sato. Vicente. , & Hasegawa. Nematicidal actions of the marigold exudate -terthienyl: oxidative stress-inducing compound penetrates nematode hypodermis. Biology Open 8. DOI: https://doi. org/10. 1242/bio. Hasan. Taher. , & Tamalene. Pengetahuan Lokal Masyarakat Kepulauan Tentang Tumbuhan Antinyamuk. Techno: Jurnal Penelitian 9. DOI: https://doi. org/10. 33387/tjp. Huang. Deng. Gao. Cai. Yan. Cai. , . & Yu. Effect of marigold (Tagetes erecta L. ) on soil microbial communities in continuously cropped tobacco fields. Scientific Reports 12. DOI: https://doi. org/10. 1038/s41598-02223517-x Iamba. , & Yaubi. Incorporating lemon grass (Cymbopogon citratus L. ) and marigold (Tagetes erecta L. ) as non-host barrier plants to reduce impact of flea (Chaetocnema confinis C. ) in cabbage (Brassica oleracea var. Acta Entomology and Zoology 2. DOI: https://doi. org/10. 33545/27080013. Indra. Husni. , & Sisilia. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Etnis Melayu di Desa Sungai Baru Desa Sempadian Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari 2. Kiat. Puttileihalat. , & Sahusilawane, . Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional di Desa Piliana Dan Desa Hatu Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. MAKILA Jurnal Penelitian Kehutanan 13. : 101-116. DOI: https://doi. org/10. 30598/makila. Kishore. , & Dwivedi. Fungitoxicity of the essential oil of Tagetes erecta L. Pythium aphanidermatum Fitz. the dampingAaoff Flavour and Fragrance Journal: Wiley Online Library 6. : 291294. DOI: https://doi. org/10. 1002/ffj. Krisnadewi. Raharja. Chandra. Kirana. Sadeva. Wibisono. , & Darwinata. TINJAUAN PUSTAKA