Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5467/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Meta-Analysis: Hubungan antara Self-Efficacy dan Academic Achievement Kinkin Suartini1. Ardiansyahroni2. Nyaman3. Riyadi4. Iva Sarifah5 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta1. Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta245. STAB Maha Prajna3 Article Info Article history: Received : 15 Juny 2023 Publish : 07 July 2023 Keywords: Meta-Analysis. Self-Efficacy. Academic Achievement Info Artikel Article history: Diterima : 15 Juni 2023 Publis : 07 Juli 2023 Abstract Student academic achievement is influenced by various factors, both internal and external. Many researchers have succeeded in proving that the psychological aspect also influences student academic achievement. One of the influential psychological aspects is self-efficacy or student self-confidence. The purpose of the meta-analysis carried out was to see the consistency of the relationship between self-efficacy and academic achievement. In this study, a meta-analysis was carried out on 10 international journal articles on the relationship between self-efficacy and academic achievement. Data analysis uses the help of the Jamovi application in finding effect size values. Based on the results of the analysis that has been done, the forest plot shows a positive relationship between self-efficacy and academic achievement. Then the effect size z = 6. 0509 with p < 0. 0001 is obtained so that the relationship between self-efficacy and academic achievement is indeed a consistent relationship, meaning that self-efficacy does have a positive relationship with student academic achievement. Abstrak Capaian prestasi akademik mahasiswa dipengaruhi oleh bermacam faktor, secara internal maupun eksternal. Banyak peneliti yang berhasil membuktikan bahwa aspek psikologis juga berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Salah satu aspek psikologis yang berpengaruh adalah self-efficacy atau keyakinan diri mahasiswa. Tujuan meta-analisis yang dilakukan adalah untuk melihat konsistensi hubungan antara self-efficacy dengan academic Pada penelitian ini dilakukan meta-analisis terhadap 10 artikel jurnal internasional tentang hubungan self-efficacy dengan academic achievement. Analisis data menggunakan bantuan aplikasi Jamovi dalam mencari nilai effect size. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh forest plot yang menunjukkan hubungan yang positif antara self-efficacy dengan academic achievement. Kemudian diperoleh nilai effect size z = 6,0509 dengan p < 0,0001 sehingga dengan demikian hubungan antara self-efficacy dengan academic achievement memang merupakan hubungan yang bersifat konsisten, artinya self-efficacy memang memiliki hubungan yang positif dengan academic achievement mahasiswa. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagi Serupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Kinkin Suartini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Email : kinkin. suartini@uinjkt. PENDAHULUAN Prestasi akademis yang dicapai oleh peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal mereka. Faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi akademis peserta didik salah satunya adalah keadaan psikologis. Self-efficacy merupakan aspek psikologi yang telah banyak teruji oleh para peneliti terdahulu memiliki pengaruh yang relatif signifikan terhadap pencapaian akademis peserta didik. Self-efficacy dapat diartikan sebagai keyakinan diri. Istilah self-efficacy sering dipertukarkan dengan self confident atau kepercayaan diri, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda (Alasaad & Said, 2. , (Rakoczy et al. , 2. AA. Self confident merujuk pada keyakinan seseorang terhadap dirinya yang bersifat secara umum dan tidak spesifik terhadap sesuatu, sedangkan selfefficacy merujuk pada keyakinan yang dimiliki oleh seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam mencapai sesuatu yang dibutuhkan (Nieminen et al. , 2. A, (Putranta et al. , 2. Jadi, self confident bersifat keyakinan diri secara umum dan self-efficacy bersifat keyakinan diri secara Teori self-efficacy mulai populer pada 1980-1990. Ahli terkenal yang mempopulerkan istilah self-efficacy adalah Albert Bandura . dalam bukunya yang berjudul AuSelf Efficacy: The 2475 | Meta-Analysis: Hubungan antara Self-Efficacy dan Academic Achievement (Kinkin Suartin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Exercise of ControlAy. Bandura dalam bukunya menegaskan bahwa self-efficacy adalah suatu keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu (Faridi et al. , 2. , (Ma et , 2. AA. Alwisol . mendefinisikan self-efficacy sebagai persepsi diri sendiri mengenai seberapa baik diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Berdasarkan pernyataan Alwisol, self-efficacy merupakan keyakinan diri yang mempengaruhi seseorang melakukan tindakan yang diharapkan. Artinya, seseorang yang memiliki self-efficacy tinggi, maka ia akan mampu melakukan tindakan yang sesuai dengan situasi kondisi yang dihadapi. Sebaliknya, jika seseorang yang memiliki selfefficacy tinggi, maka ia cenderung tidak memiliki kemampuan melakukan tindakan yang Bandura . membagi dimensi self-efficacy ke dalam 3 jenis, yaitu level . , kekuatan . , dan luas bidang perilaku . Level (Magnitud. Dimensi level berhubungan dengan tingkat kesulitan tugas. Seseorang yang memiliki selfefficacy tinggi, maka ia akan cenderung merasa optimis dapat mengerjakan tugas yang diberikan padanya sesulit apa pun. Sebaliknya, seseorang yang memiliki self-efficacy rendah, maka ia cenderung merasa pesimis dapat mengerjakan tugas yang diberikan padanya walaupun mungkin tugas tersebut tidaklah sulit. Kekuatan (Strengt. Dimensi kekuatan berhubungan dengan tingkat kemampuan seseorang meyakini ketahanan yang dimilikinya. Seseorang yang memiliki self-efficacy tinggi, maka ia akan memiliki kecenderungan untuk tahan banting ketika menghadapi kesulitan mengerjakan tugas. Sebaliknya, seseorang yang memiliki memiliki self-efficacy tinggi, maka ia cenderung akan mudah menyerah. Luas Bidang Perilaku (Generalit. Dimensi luas bidang perilaku berhubungan dengan tingkat keyakinan seseorang terhadap kemampuannya mengerkan tugas dalam bidang apa pun. Seseorang yang memiliki selfefficacy tinggi, maka ia akan cenderung merasa optimis dapat mengerjakan tugas dengan baik dalam bidang apa pun. Sebaliknya, seseorang yang memiliki self-efficacy rendah, maka ia cenderung merasa pesimis dapat mengerjakan tugas yang diberikan padanya dalam bidang apa pun tugas tersebut. Self-efficacy juga memiliki sejumlah indikator. Smith, et. alam Barizah, 2. menyatakan sejumlah indikator self-efficacy yang bersesuaian dengan tiga dimensi efikasi diri Bandura . Indikator self-efficacy menurut Smith, et al ada lima jenis, yaitu: . keyakinan akan kemampuan diri, . optimis, . ) objektif, . bertanggung jawab, serta . rasional dan Belajar merupakan sebuah kegiatan aktif yang membutuhkan ketekunan dan semangat tinggi jika ingin mencapai hasil belajar yang baik. Keberhasilan dalam proses belajar biasa dikenal dengan istilah prestasi belajar . cademic achievemen. Prestasi belajar bukan hanya menyatakan keberhasilan peserta didik dalam belajar, tetapi juga menunjukkan psikologis Ae self-efficacy peserta didik juga baik. Academic achievement menurut Geisinger. Kurt F. dapat diukur melalui tes yang dinyatakan dalam GPA (Grade Point Averag. Merujuk teori Geisinger, maka untuk mengetahui tinggi rendahnya prestasi peserta didik, maka dapat melihat rata-rata hasil-hasil tes belajar yang dicapai oleh peserta didik. Masalah yang dikaji dalam meta-analysis ini sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk melihat konsistensi hubungan antara self-efficacy dengan academic achievement. Hal yang diuji terlebih dahulu adalah mengetahui sifat hubungan antara self-efficacy dengan academic achievement Ae apakah bersifat hubungan yang positif ataukah negatif. Kemudian, dilanjutkan dengan perhitungan nilai effect size untuk mengetahui ada tidaknya konsistensi hubungan antara self-efficacy dengan academic achievement. 2476 | Meta-Analysis: Hubungan antara Self-Efficacy dan Academic Achievement (Kinkin Suartin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 METODE PENELITIAN Penelitian meta-analisis yang dilakukan merupakan pendekatan kuantitatif. Sampel dipilih dari 200 artikel yang dicari menggunakan Publish or Perish. Tema artikel yang dicari menggunakan hubungan keywords self-efficacy dan academic achievement. Adapun kriteria inklusi pada meta-analisis ini, antara lain: . penelitian dengan desain kuantiatif. partisipan adalah siswa dan mahasiswa (S1/S2/S. periode waktu 2013-2023. Kemudian, kriteria eksklusinya: . artikel full text dan menggunakan Bahasa Inggris. artikel berdasarkan teori self-efficacy Bandura dan pengukuran academic achievement berdasarkan teori Geisinger, yaitu dengan Grade Point Average (GPA). artikel terdapat nilai koefisien korelasi. Setelah dilakukan tahap penyaringan, maka dari 150 artikel yang di-meta-analisis hanya 10 artikel. Analisis dilakukan dengan menggunakan aplikasi Jamovi untuk memperoleh forest plot dan nilai effect size. Berikut tahap proses penyaringan artikel yang telah dilakukan dalam meta-analysis ini: Gambar 1 Flow Chart Prisma 2020 dalam Penelitian Meta Analysis yang Telah Dilakukan Berikut data 10 artikel yang dilakukan meta alisis dalam penelitian ini: Tabel 1 Data Artikel Jurnal yang Dilakukan Meta-Analysis PENULIS TAHUN METODE PENELITIAN Ian Hay and Yvonne Stevenson Stephen Winn Survey Kuesioner Neda Noorollahi Survey Kuesioner Zheng Li and Orlando Rafael Gonzalez Gonzalez Survey Kuesioner Nor Liyana Jamil and Siti Nur Diyana Mahmud Survey Kuesioner Ahmad Asakereh and NouroddinYousofi Survey Kuesioner Yaman Koseoglu Survey Skala MSLQ Self-Efficacy Maria de Fatima Goulo Survey Skala MSLQ Self-Efficacy Rune Hoigaard et al Survey Kuesioner Mae Hyang Hee Choi Anna Lee Jennife Survey Kuesioner KYPS Meera Komarraju and Dustin Nedler Survey Kuesioner CARA PENGUKURAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hubungan Self-Efficacy dengan Academic Achievement 2477 | Meta-Analysis: Hubungan antara Self-Efficacy dan Academic Achievement (Kinkin Suartin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Sifat hubungan self-efficacy dengan academic achievement berdasarkan hasil analisis dengan Jamovi ditunjukkan dengan forest plot. Diagram ini menggambarkan hubungan antar variabel dengan posisi dari garis kotak yang berada pada area negatif atau positif. Berdasarkan diagram yang ditunjukkan pada Gambar 2, dari 10 artikel yang dianalisis hanya terdapat 1 artikel yang berada pada area negatif. Dengan demikian, 9 artikel menguatkan hasil penelitian yang sudah ada yang menyatakan adanya hubungan yang positif antara self-efficacy dengan academic achievement. Artinya hasil meta-analysis dari artikel-artikel yang dianalisis memang mendukung hasil penelitian sebelumnya. Gambar 2 Forest Plot Hubungan Self-Efficacy dengan Academic Achievement Nilai Effec Size Hubungan Self-Efficacy dengan Academic Achievement Sebanyak k = 10 studi dimasukkan dalam analisis. Koefisien korelasi Fisher r-to-z yang diamati berkisar antara 0,1246 hingga 0,8291, dengan sebagian besar estimasi positif . %). Perkiraan rata-rata Fisher r-to-z mengubah koefisien korelasi berdasarkan model efek-acak adalah 0,4281 . % CI: 0,2894 hingga 0,5. Oleh karena itu, hasil rata-rata berbeda secara signifikan dari nol . = 6,0509, p <0,0. Dengan demikian, berdasarkan nilai effect size z = 6,0509 dan p < 0,0001 menunjukkan bahwa memang antara self-efficacy dengan academic achievement memang merupakan hubungan yang bersifat konsisten. Tabel 2 Random Effect Model Artikel Jurnal yang Dilakukan Meta-Analysis Bias Publikasi Studi dengan jarak Cook lebih besar dari median ditambah enam kali rentang interkuartil jarak Cook dianggap berpengaruh. Uji korelasi peringkat dan uji regresi, menggunakan kesalahan standar dari hasil yang diamati sebagai prediktor, digunakan untuk memeriksa asimetri funnel plot. Nampak pada gambar 3, sebaran titik tidak membentuk pola simetris. Dengan demikian, pada 10 artikel jurnal yang dianalisis tidak ditemukan bias publikasi. 2478 | Meta-Analysis: Hubungan antara Self-Efficacy dan Academic Achievement (Kinkin Suartin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Gambar 3 Funnel Plot Artikel Jurnal yang Dilakukan Meta-Analysis Heterogenity Berdasarkan hasil analisis Jamovi dari 10 artikel, diperoleh tabel heterogenity yang ditunjukkan Tabel 3. Analisis dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi Fisher r-toz transform sebagai ukuran hasil. Model efek acak dipasang pada data. Jumlah heterogenitas . aitu, tauA), diperkirakan menggunakan penaksir kemungkinan-maksimum terbatas (Viechtbauer 2. Selain estimasi tauA, uji-Q untuk heterogenitas (Cochran 1. dan statistik IA dilaporkan. Jika sejumlah heterogenitas terdeteksi . aitu, tauA > 0, terlepas dari hasil uji-Q), interval prediksi untuk hasil sebenarnya juga disediakan. Tabel 3 Heterogenity Artikel Jurnal yang Dilakukan Meta-Analysis KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan diperoleh forest plot yang menunjukkan hubungan yang positif antara self-efficacy dengan academic achievement. Kemudian diperoleh nilai effect size size z = 6,0509 dengan p < 0,0001 sehingga dengan demikian hubungan antara self-efficacy dengan academic achievement memang merupakan hubungan yang bersifat konsisten, artinya self-efficacy memang memiliki hubungan yang positif dengan academic achievement mahasiswa. Pola sebaran titik pada funnel plot juga menunjukkan pola asimetris sehingga tidak ditemukan bias publikasi dari artikel-artikel yang telah dilakukan meta-analysis. Kemudian, berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh nilai tauA > 0, yaitu 0,211 > 0 sehingga terdapat heterogenity dari dari artikel-artikel yang telah dilakukan meta-analysis. DAFTAR PUSTAKA