Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha Kunth) Mayang Tari1, Ony Indriani2 Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Palembang1,2 Email: mayangtari.mt@gmail.com1 ABSTRAK Latar Belakang: Mikania micrantha atau dikenal dengan sebutan sembung rambat merupakan salah satu spesies dari famili Asteraceae, dimana tumbuhan ini telah digunakan sebagai obat tradisional. Maka dalam hal ini menjadi dasar potensi daun sembung rambat untuk dapat dimanfaatkan menjadi formulasi sediaan krim. Bentuk sediaan krim dipilih karena mempunyai keuntungan yaitu, nyaman dipakai, mudah meresap pada kulit, tidak lengket, dan mudah dicuci dengan air. Sediaan krim tersebut dimanfaatkan sebagai penyakit kulit. Tujuan: Penelitian ini telah diketahuinya sembung rambat dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan mengetahui pada dosis berapakah sediaan krim yang terbaik dalam uji stabilitas fisik sediaan krim. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dan tahap uji stabilitas fisik krim menggunakan metode Freeze-thaw cycling test. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan lebih dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2022, bertempat di Laboratorium Teknologi Formulasi Program Studi S-1 Farmasi STIKES ‘Aisyiyah Palembang. Hasil: Penelitian menunjukkan sediaan krim dari ekstrak etanol daun sembung rambat bahwa ketiga krim dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% menghasilkan sediaan krim yang baik serta memenuhi persyaratan uji sifat fisik krim dan uji stabilitas krim. Saran : Untuk peneliti selanjutnya agar dapat dilakukan evaluasi lain dalam pengujian sediaan krim dari ekstrak etanol daun sembung ramba , misalnya pengujian terhadap hewan uji mencit atau tikus. Kata kunci : Formulasi, Sembung Rambat, Krim, Uji Stabilitas ABSTRACT Background : Mikania micrantha or known as sembung rambat is one of the species of the Asteraceae family, where this plant has been used as a traditional medicine. So in this case it becomes the basis for the potential of vine splice leaves to be used as a formulation of cream preparations. The dosage form of the cream was chosen because it has the advantage of being comfortable to use, easy to absorb on the skin, not sticky, and easy to wash with water. Such cream preparations are used as skin diseases. Objectives : This research has known that creeper can be formulated in cream preparations and found out at what dose the cream preparation is best in the physical stability test of cream preparations. Method : The method used in this research is the maceration method and the physical stability test phase of the cream using the Freeze-thaw cycling test method. This research was carried out for 1 month more than July to August 2022, located at the Formulation Technology Laboratory of the S-1 Pharmacy Study Program of STIKES 'Aisyiyah Palembang. Results : The results showed the cream preparation from ethanol extract of the leaves of the vine that the three creams with a concentration of 10%, 15% and 20% produced a good cream preparation and met the requirements of the cream's physical properties test and cream stability test. Suggestion: For subsequent researchers, other evaluations can be carried out in testing cream preparations from ethanol extract of ramba spongy leaves, for example testing of mice or rat test animals. Keywords : Formulation, Sembung Rambat, Cream, Physical Stability Testing 192 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 terpenoid PENDAHULUAN Krim merupakan salah satu sediaan (Polakitan dkk., 2017). Tumbuhan ini juga memiliki khasiat setengah padat yang dimaksudkan untuk diantaranya sebagai antitumor, pemakaian sitotoksik, analgesik, antiinflamasi, luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit antiproliferative dan phytotoxic (Perawati yang mengandung satu atau lebih bahan dkk., 2018). obat terlarut dalam bahan dasar yang Senyawa flavonoid yang bersifat sesuai (Wijaya dkk., 2013). Bentuk anti inflamasi serta anti mikroba sangat sediaan krim topikal dipilih karena berguna mempunyai keuntungan yaitu, nyaman penyembuhan dipakai, mudah meresap pada kulit, tidak memar, luka bakar, atau radang pada lengket dan mudah dicuci dengan air organ tubuh dalam (Nilan, dkk., 2019). (Fitri dkk., 2015). Selain itu juga senyawa flavonoid Mikania micrantha atau dikenal untuk membantu radang akibat proses luka memiliki fungsi sebagai antioksidan Rambat, dan anti inflamasi. Antioksidan dapat merupakan salah satu spesies dari famili memicu terjadinya proliferasi pada luka. Asteraceae, dimana tumbuhan ini telah Anti inflamasi dapat memicu makrofag digunakan tradisional, untuk menghasilkan faktor pertumbuhan seperti mengobati gigitan serangga atau salah satunya TGF-β. Kandungan lain sengatan kalajengking, untuk mengobati dari ekstrak sembung rambat adalah penyakit kulit seperti ruam dan gatal- saponin dan tannin. Saponin dan tannin gatal kulit (Perawati dkk., 2018). Daun berfungsi untuk menginduksi TGF-β. sembung rambat juga telah dimanfaatkan TGF-β yang akan memicu proliferasi untuk luka, sakit perut, borok, gatal- fibroblast sehingga dapat meningkatkan gatal, kudis dan penyakit kulit lainnya jumlah (Susanti dkk., 2011). jumlah fibroblast akan mempercepat dengan istilah Sembung sebagai obat Berdasarkan hasil analisis fitokimia ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha), tumbuhan ini fibroblastnya. penyembuhan luka Peningkatan (Rohani dkk., 2021). Maka dari itu, waktu panen dan mengandung zat aktif dalam bentuk waktu metabolit seperti alkaloid, diperhatikan. Waktu panen yang tepat saponin, flavonoid, steroid, tannin, dan pada saat bagian tanaman tersebut sekunder pengangkutan harus 193 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mengandung dalam yang baik serta ingin mengetahui sifat Beberapa fisik sediaan krim dan stabilitas fisik tanaman hasil panen terfermentasi dan sediaan krim dari ekstrak daun sembung metabolitnya rusak jika terkena panas rambat. Penelitian ini dilaksanakan dari yang berlebihan sehingga mutu kimia bulan Juli 2022 sampai bulan Agustus kurang baik. Waktu panen sebaiknya 2022 di kampus STIKES Aisyiyah dilakukan pagi hari untuk menghindari Palembang proses penguapan tanaman pada siang Kimia Farmasi, Laboratorium Biologi hari (Tim May dkk., 2021). Farmasi dan Laboratorium Farmasetik. jumlah senyawa yang aktif terbesar. Sembung rambat ini telah diteliti di ruang Laboratorium Alat dan Bahan sebelumnya oleh (Zakaria dkk., 2014) serta Peralatan yang digunakan dalam memiliki efektifitas sebagai hemostasis. penelitian ini adalah alat-alat gelas Penelitian (gelas ukur, beaker gelas), kertas pH dalam formulasi yang sediaan gel dilakukan oleh (Nuryadin dkk., 2017) dan (Perawati universal, dkk., bahwa blender, cawan porselin, cawan petri, sembung rambat telah di teliti dalam kertas saring, lumpang alu, wadah pot, bentuk sediaan salep dan efektif terhadap spatula, batang pengaduk, pipet tetes, penyembuhan luka terbuka dan luka sudip, rotary evaporator, oven, gelok sayat. Dari hasil penelitian terdahulu plastik, belum ada yang meneliti tumbuhan waterbath, viscometer brookfield, objek sembung gelas,kertas milimeter blok, alat uji daya 2022) menunjukkan rambat dalam formulasi sediaan krim. Maka dari itu peneliti neraca analitik aluminium foil, digital, koran, lekat. tertarik terhadap pembuatan formulasi Bahan sediaan krim dari ekstrak sembung penelitian ini rambat. sembung rambat (Mikania micrantha), asam ini stearat, digunakan yaitu dalam tanaman daun trietanolamin (TEA), adeps lanae, paraffin liquid, virgin METODE PENELITIAN Penelitian yang merupakan coconut oil (VCO), nipagin, nipasol, penelitian eksperimental yang bertujuan aquades, etanol 70%. untuk memformulasikan ekstrak daun Pembuatan Simplisia sembung rambat menjadi sediaan krim Pengumpulan sampel, daun sembung rambat digunakan Sebanyak 2 194 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kg daun sembung rambat yang masih terhindar dari cahaya matahari langsung. segar dikumpulkan, dibuang bagian Proses maserasi dilakukan selama 3x24 yang tidak diperlukan (sortasi basah), jam dan dilakukan pengadukan setiap dicuci bersih dibawah air mengalir, 1x24 jam dengan menggunakan batang dirajang dan ditiriskan. Daun sembung pengaduk. Larutan kemudian difiltrasi rambat menggunakan selanjutnya dikeringkan bawah sinar matahari kain serbet sehingga ditutup diperoleh Formula dan Cara Pembuatan hingga kering. Krim maserat. Semua maserat dari hasil Setelah simplisia kering dibuang benda- penyarian dikumpulkan menjadi satu dan benda asing atau pengotor-pengotor lain diuapkan dengan menggunakan rotary yang masih tertinggal pada simplisia evaporator kering kemudian sampai semua etanol menguap diperoleh dihaluskan menggunakan blender untuk ekstrak kental yang dimasukkan ke dijadikan serbuk. Setelah pengayakan wadah steril (Karmilah, 2018). jadilah simplisia kering yang siap di Konsentrasi ekstraksi (Wijaya dkk., 2013). Sembung Rambat dengan kain gelap (sortasi dan di kering), Pembuatan Ekstrak dengan Krim 500-600C suhu Ekstrak Daun Krim ekstrak daun sembung Pembuatan ekstrak daun sembung rambat dibuat dengan konsentrasi 10%, rambat menggunakan metode maserasi 15%, perbandingan didalam basis krim terdiri dari TEA, sembung 1:10, rambat serbuk sebanyak daun 200 20% (Priamsari dkk.,2019) g asam stearat, adeps lanae, VCO, paraffin direndam dalam 2000 ml etanol 70% liquidum, nipagin, nipasol dan aqudest suhu ruangan di maserasi di ruang gelap sampai 20gr. Tabel 1. Formula Krim No. 1. Bahan Ekstrak Etanol Daun Sembung Rambat F1 10% F2 15% F3 20% Fungsi Zat Aktif 2. Asam Stearat 2,9 2,9 2,9 Basis 3. 4. TEA Adeps Lanae 0,3 0,6 0,3 0,6 0,3 0,6 Basis Basis 5. Paraffin Liquidum 1 1 1 Basis 6. 7. Virgin Coconut Oil Nipagin 4 0,1 4 0,1 4 0,1 Basis Pengawet 8. 9. Nipasol Aquadest 0,05 Ad 20 0,05 Ad 20 0,05 Ad 20 Pengawet Pelarut 195 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 1 cara pembuatan basis krim: Semua dilihat apakah basis yang dioleskan bahan ditimbang, pada kaca objek tersebut homogen (paraffin dan apakah permukaannya halus dan yang kemudian diperlukan fase minyak merata (Saryanti dkk., 2019). liquidumVCO, asam stearat, adeps lanae) dimasukkan ke dalam cawan porselin, b. Uji pH dilebur di atas waterbath pada suhu 600- Timbang sebanyak 1 gram 700C sampai lebur. Pembuatan fase air krim dan diencerkan dengan 10 ml yaitu dan aquadest. Setelah itu gunakan alat Aquadest) dimasukkan ke dalam cawan, pH universal test paper, kertas pH kemudian dipanaskan di atas waterbath dicelupkan kedalam sediaan krim. pada suhu 600-700C sampai lebur. Fase Kemudian alat menunjukan nilai pH minyak dituang ke dalam mortir dalam dan amati nilai pH. Krim sebaiknya keadaan hangat, kemudian digerus sampai memiliki pH yang sesuai dengan pH homogen kulit 4,5-6,5 (Jufri dkk., 2020). (Nipagin, dan sedikit demi Nipasol, TEA, ditambahkan sedikit sambil fase air digerus c. Uji Daya Sebar Uji daya sebar ini dilakukan perlahan-lahan hingga terbentuk massa krim yang homogen. Krim ekstrak dibuat dengan dengan cara: dituangkan ekstrak sembung sebanyak 0,5 gr diletakkan ditengah rambat ke dalammortir yang berisi masing- kaca bulat dan ditutup dengan kaca masing 20 gr basis krim dengan masing- transparan yang lain. Kemudian masing konsentrasi 10%, 15% dan 20%, setelah digerus homogen menambahkan beban 200 gr diatas sampai tidak ada bulir-bulir pada masa kaca tersebut menggunakan anak krim, kemudian krim dimasukkan kedalam timbangan, setelah itu kemudian wadah pot (Wijaya dkk., 2013). diukur pelan-pelan sampai menimbang itu dilanjutkan diameter Sampel dengan penyebarannya. Daya sebar krim yang baik antara 5Evaluasi Sifat Fisik Krim a. Uji Homogenitas 7 cm (Pohan dkk., 2019). d. Uji Daya Lekat Pengujian homogenitas ini dilakukan dengan cara mengoleskan krim yang telah dibuat pada kaca objek, kemudian dikatupkan dengan Uji ini dilakukan dengan alat tes daya melekat krim, dua objek glass, stopwatch, anak timbangan gram yang dilakukan kaca objek yang lainnya kemudian 196 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dengan cara melekatkan krim sebanyak 0,25 gr di atas objek glass viskositas krim adalah 2000-50000 f. Uji Stabilitas dan dikatupkan dengan objek glass Uji yang lain di atas krim tersebut stabilitas dilakukan dengan metode Freeze-thaw cycling kemudian ditekan dengan beban 0,5 test. Sampel disimpan di suhu 40C kg selama 5 menit, setelah 5 menit selama 24 jam dan suhu 400C pada beban di angkat dan dicatat waktunya hingga kedua objek oven selama 24 jam (1 siklus). Pengujian dilakukan sebanyak 3 tersebut terlepas. Nilai uji daya lekat siklus (1 siklus itu selama 48 jam) yang baik untuk krim adalah 2-300 dan diamati terjadinya perubahan detik (Pohan dkk., 2019). fisik meliputi homogenitas, pH, daya e. Uji Viskositas sebar, daya lekat, dan viskositas Pengukuran uji viskositas ini dilakukan dengan viskometer (Wardani dkk.,2016). menggunakan Brookfield untuk HASIL PENELITIAN mengetahu tingkat kekentalan dari Ekstrak etanol daun sembung sediaan. Prosedurnya yaitu dengan rambat diperoleh dari ekstraksi maserasi. memasang spindle No.63 pada alat Dimana tumbuhan ini telah dimanfaatkan kemudian kedalam untuk luka, gatal-gatal, borok, kudis, sediaan sampai batastertentu dan atur sakit perut dan penyakit kulit lainnya. kecepatan 50 rpm Pada suhu (25°C) Sembung dan rotor dijalankan. Tiap masing- senyawa seperti flavonoid, alkaloid, masing pengukuran dibaca skalanya tannin, saponin dan terpenoid (Budiman dan dicatat. Persyaratan untuk nilai dkk., 2020). dicelupkan rambat juga mengandung Tabel 2. Hasil Rendemen Ektrak Sembung Rambat Berat Simplisia 200 gr Berat Ekstrak 23,741 gr Berdasarkan tabel kental setelah 2. Hasil Rendemen (%) 11,8705 Hasil Persyaratan FHI Tidak kurang dari 7,2% perhitungan nilai rendemen dilakukan diperoleh sebesar 11,8705%. Pada hasil waterbath adalah sebesar 23,741 gr. ini memenuhi persyaratan Farmakope ekstrak 197 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Herbal Indonesia, yaitu rendemen tidak kurang dari 7,2% (Djoko dkk., 2020). Evaluasi Sifat Fisik Krim a. Uji Homogenitas Formula Tabel 3 Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Homogenitas Literatur Formula 1 (10%) Homogen Homogen Formula 2 (15%) Homogen Homogen Formula 3 (20%) Homogen Homogen menunjukkan bahwa sedangkan jika sediaan krim tidak Semua sediaan krim F1, F2 dan F3 homogen maka dikatakan sediaan krim menunjukkan hasil yang homogen tidak tersebut kurang Tabel 4. Hasil Pengukuran pH Formula pH Literatur ada bulir-bulir pada sediaan baik. krim b. Uji Ph Formula 1 (10%) Formula 2 (15%) Formula 3 (20%) 5 5 5 4,5-6,5 4,5-6,5 4,5-6,5 Tabel 4 menunjukkan hasil uji pH masuk kedalam rentang nilai pHyang baik pada formula 1 memiliki nilai pH 5, pada kulit. Sedangkan, jika nilai pH tidak formula 2 memiliki nilai pH 5, dan memasuki rentang pH yang baik maka formula 3 memiliki nilai pH 5. Hasil sediaan krim tersebut kurang baik. tersebut dikatakan bahwa sediaan krim c. Uji Daya Sebar Tabel 5. Hasil Pengukuran Daya Sebar Formula Daya Sebar Formula 1 (10%) Formula 2 (15%) Formula 3 (20%) 6 cm 6 cm 5 cm Literatur 5-7 cm 5-7 cm 5-7 cm Tabel 5 menunjukkan hasil uji sebar 6 cm, formula 2 memiliki daya daya sebar. Formula 1 memiliki daya sebar 6 cm dan rentang yang baik maka 198 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sediaan krim tersebut kurang baik. Tabel 6. Hasil Pengujian Daya Lekat Formula Daya Lekat Literatur Formula 1 (10%) Formula 2 (15%) Formula 3 (20%) 12,33 detik 10,35 detik 08,24 detik 2-300 detik 2-300 detik 2-300 detik d. Uji Viskositas Tabel 6 menunjukkan hasil uji Mengatakan bahwa semua sediaan daya lekat. Formula 1 memiliki waktu krim memasuki literatur daya lekat yang daya lekat 12,33 detik, formula 2 baik. Sedangkan, jika daya lekat tidak memiliki waktu lekat 10,35 detik dan memasuki rentang yang baik maka formula 3 memiliki waktu lekat 08,24 sediaan krim tersebut detik. Data hasil tersebut Tabel 7. Hasil Pengukuran Viskositas Formula Viskositas Formula 1 (10%) Formula 2 (15%) Formula 3 (20%) kurang baik. Literatur 2374 2.000-50.000 cP 2215 2.000-50.000 cP 2054 2.000-50.000 cP menunjukkan bahwa ketiga sediaan krim Tabel 7 hasil uji viskositas atau menunjukkan hasil kekentalan suatu tersebut sediaan. Formula nilai viskositas yang baik. Sedangkan, jika 2374, formula 2 memiliki nilai viskositas tidak memasuki rentang nilai 2215 dan formula 3 memiliki nilai viskositas maka sediaan krim tersebut viskositas kurang baik. viskositas 1 2054. memiliki Data diatas masuk kedalam rentang e. Uji Stabilitas Krim Formula 1 Formula 2 Formula 3 Tabel 8. Hasil Siklus 1 uji stabilitas Freeze-thaw cycling test Uji Uji Uji Daya Uji Daya Homogenitas pH Sebar Lekat (detik) Homogen Homogen Homogen 5 6 5 6 cm 6 cm 5 cm 10,43 08,47 07,73 Uji Viskositas 2371 2352 2376 199 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 8 uji stabilitas menggunakan perubahan dalam sediaan krim. Dari tabel metode Freeze-thaw cycling test dilakukan di atas bahwa uji homogenitas semua dengan dua suhu yang berbeda. Yaitu 24 formula masih homogen, uji pH dari jam suhu 40C dan 24 jam suhu 400C. semua formula masih memasuki rentang pertama yang dilakukan dengan menaruh pH yang baik, uji daya sebar semua sediaan krim pada suhu freezer selama 24 formula jam, setelah itu di masukkan kedalam oven penyebaran yang baik, uji daya lekat di set dengan suhu 400C selama 24 jam. semua formula masih memasuki rentang Kemudian diulangi Kembali uji sifat fisik daya lekat yang baik dan uji viskositas krim yaitu uji homogenitas, uji pH, uji semua daya sebar, uji daya lekat kekentalan rentang viskositas yang baik dan uji viskositas. Diamati Kembali apakah ada masih formula memiliki masih diameter memenuhi dan tidak terjadi pemisahan. Tabel 9. Hasil Siklus 2 uji stabilitas Freeze-thaw cycling test Krim Uji Homogenitas Uji pH Uji Daya Sebar Formula 1 Formula 2 Formula 3 Homogen Homogen Homogen 5 5 5 6 cm 5,5 cm 5,5 cm Tabel 9 uji Freeze-thaw cycling test siklus 2 sama seperti siklus 1 hanya di lakukanpengulangan kembali, karena uji ini dilakukan selama 3 siklus. Pada uji ini tahap pertama dimasukkan kembali ke freezer selama 24 jam dan sesudah itu dimasukkan ke dalam oven 24 jam. Pengujian ini untuk mengetahui apakah Uji Daya Lekat Uji (detik) Viskositas 10,27 09,34 07,23 2359 2366 2395 ada perubahan sifat fisik yang terjadi atau tidak. Kemudian setelah selesai dilakukan pengujian sifat fisik kembali. Tabel di atas menunjukkan dari uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas semuanya masih memasuki kedalam persyaratan stabilitas krim yang baik. 200 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 10. Hasil Siklus 3 uji stabilitas Freeze-thaw cycling test Krim Uji Homogenitas Uji pH Uji Daya Sebar Uji Daya Lekat (detik) Uji Viskositas Formula 1 Formula 2 Formula 3 Homogen Homogen Homogen 5 5 6 6,5 cm 6 cm 5 cm 10,13 07,55 08,48 2342 2376 2388 baku yang telah ditetapkan (Depkes RI, Tabel 10 uji Freeze-thaw cycling 2000). Berdasarkan tabel hasil di atas test siklus 3 sama seperti sebelumnya dapat dilihat bahwa semua formula dari dilakukan pengulangan kembali dengan uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, memasukkan kedalam freezer selama 24 uji jam dan suhu oven 24 jam kemudian semuanya masih memasuki stabilitas dilakukan pengujian sifat fisik krim fisik sediaan krim yang baik. Ekstraksi apakah ada perubahan atau tidak. ini menggunakan metode maserasi karna PEMBAHASAN metode tersebut merupakan salah satu Ekstraksi Daun Sembung Rambat metode umum dalam proses ekstrak daya lekat dan uji viskositas Berat ekstrak kental dari 200 gr bahan alam. Selain itu juga metode serbuk daun sembung rambat adalah maserasi dipilih karena lebih sederhana, 23,742 gr dan diperoleh nilai rendemen tidak memerlukan peralatan khusus dan sebesar 11,8705%. Hasil ini memenuhi mudah (Perawati dkk., 2022). Etanol persyaratan Herbal 70% digunakan sebagai cairan penyari Indonesia, yaitu nilai rendemen tidak karena dapat melarutkan hampir semua kurang dari 7,2% (Djoko dkk., 2020). zat baik yang bersifat polar, semipolar Farmakope Ekstrak merupakan sediaan kental dan non polar seperti flavonoid, alkaloid yang diperoleh dengan mengekstraksi tanin serta saponin (Sentat dkk., 2015). senyawa aktif dari simplisia nabati atau Proses maserasi ini dilakukan dengan simplisia hewani menggunakan pelarut cara yang sesuai, kemudian semua atau mencapai kondisi yang homogen. hamper semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang pengadukan. Tujuannya untuk Berdasarkan penelitian terdahulu tersisa menurut (Alfiah dkk., 2015) menyatakan diperlukan sedemikian hingga memenuhi bahwa ekstrak daun sembung rambat 201 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 diuji menggunakan Kromatografi Lapis memiliki ada beberapa keuntungan Tipis dilakukan dibawah sinar UV untuk diantaranya yaitu, mudah diaplikasikan menghasilkan warna hijau kekuningan. karena bentuknya yang semi padat, Adapun asumsi penelitian yang mampu melekat pada kulit dalam waktu saya lakukan pada ekstrak etanol daun cukup lama, lebih nyaman digunakan, sembung ekstraksi tidak lengket, serta lebih mudah dicuci menggunakan metode maserasi sangat dengan air bila dibanding sediaan gel, sederhana namun butuh waktu yang salep atau pasta (Jufri dkk., 2020). cukup lama serta membutuhkan pelarut Emulgator dalam pembuatan sediaan yang banyak. krim sangat penting untuk memperoleh Formulasi Krim krim yang stabil. Asam stearat adalah rambat, Formulasi bahwa sediaan krim dari asam lemak yang paling sesuai untuk penelitian ini adalah sediaan krim tipe dikombinasikan M/A karena tipe sediaan krim M/A ini karena asam stearat tidak mengalami memiliki daya menyebar yang lebih baik perubahan warna seperti asam oleat. dari pada krim tipe A/M. Krim yang selain dibuat meningkatkan konsistensi krim dan membuat krim tampak lebih kaku menggunakan emulgator asam kombinasi stearate dan itu, dengan asam trietanolamin stearat akan trietanolamin. Asam stearate bereaksi sementara dengan trietanolamin akan menghasilkan konsistensi krim sehingga krim encer dan suatu garam, yaitu trietanolamin stearat mudah dituang (Mutiara dkk, 2018). dan dihasilkan Berdasarkan penelitian terdahulu sehingga akan mengstabilkan tipe krim menurut (Wijaya dkk., 2013) pembuatan minyak dalam airM/A. krim ekstrak daun sembung rambat merupakan butiran menurunkan halus Krim akan trietanolamin bentuk sediaan dengan komposisi formula berupa asam setengah padat berupa emulsi yang stearat (sebagai emulgator atau zat mengandung satu atau lebih bahan obat pengemulsi), terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. paraffin liquidum (sebagai emolien atau Krim memiliki dua tipe, yaitu krim pelembab), VCO (sebagai emulgator), minyak dalam air (M/A) dan krim air TEA (sebagai pengemulsi), nipagin dalam minyak (A/M) (Lumentut DKK., (metil paraben sebagai pengawet) dan 2018). Sediaan krim dipilih Karena nipasol adeps (propil lanae paraben (basis), sebagai 202 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pengawet), aquadest (sebagai pelarut) Homogenitas merupakan salah (Winahyu dkk., 2021). Penggunaan satu faktor yang bisa mempengaruhi pengawet nipagin dan nipasol bertujuan kualitas untuk mencegah kontaminasi mikroba Homogenitas seperti bakteri dan jamur karena sediaan efektifitas terhadap penyerapan krim krim terdiri atas campuran minyak dan serbuk daun air homogenitas yang mudah sekali ditumbuhi mikroorganisme. fisik dari sediaan sangat krim. menentukan sembung rambat. Uji bertujuan untuk Nipagin mengetahui apakah seluruh bahan-bahan dikombinasikan dengan nipasol untuk sediaan krim tercampur dengan baik menghasilkan antimikroba atau tidak seperti zat aktif, fase minyak yang lebih maksimal (Karmilah dkk., dan fase air. Sediaan yang homogen akan 2018). memberikan hasil yang baik karena aktivitas Adapun asumsi penelitian yang bahan obat terdispersi dalam bahan saya lakukan pada pembuatan sediaan dasarnya secara merata, sehingga dalam krim ekstrak daun sembung rambat setiap menggunakan kombinasi asam stearat bahan yang jumlahnya sama. dan trietanolamin agar dapat bagian sediaan Berdasarkan mengandung penelitian terkait menghasilkan daya sebar, daya lekat dan menurut (Saryanti dkk., 2019) Syarat viskositas yang baik. homogenitas sediaan krim yaitu jika Sifat Fisik Krim Daun Sembung dioleskan diatas kacaobjek tidak adanya RambatUji Homogenitas butiran-butiran kasar dan tidak adanya Pemeriksaan homogenitas sediaan krim F1, F2 dan F3 tidak terlihat adanya pemisahan antara komponen penyusun emulsi tersebut. butiran kasar pada kaca objek. Pada saat Adapun asumsi penelitian pada pengamatan terdapat warna yang merata uji homogenitas bahwa tidak ada dan pada saat dioleskan di tangan tidak sediaan krim yang tidak homogen. Jika terdapat butiran- butiran kasar. Jadi, dari sediaan krim tidak homogen berarti hasil pemeriksaan tersebut ketiga sediaan formula krim yang dengan merata maka sediaan tersebut kedalam tidak akan mencapai efek terapi yang persyaratan homogenitas krim yang diinginkan yang akan menyebabkan baik. sediaan krim terdapat butir-butir kasar. ini homogen menghasilkan krim dan masuk sediaan tidak terdispersi 203 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Uji Ph topikal, nilai pH tidak boleh terlalu asam Hasil pada karena dapat menyebabkan iritasi kulit formula 1, formula 2 dan formula 3 dan juga tidak boleh terlalu basa karena memiliki nilai pH yang sama yaitu 5. akan menyebabkan kulit bersisik. Artinya, pemeriksaan ketiga pH krim Adapun asumsi penelitian pada menunjukkan sediaan yang dihasilkan pemeriksaan pH. Pengaruh perbedaan sudah stabil dan baik karena masuk pH biasanya disebabkan oleh bahan kedalam persyaratan rentang pH kulit seperti asam stearat dan trietanolamin. manusia. Semakin banyak asam stearat yang digunakan, krim akan Pemeriksaan sediaan pH merupakan maka pH parameter yang harus dilakukan untuk cenderung asam sedangkan semakin sediaan topikal karena pH berkaitan banyak TEA yang digunakan maka pH dengan efektifitas zat aktif, stabilitas zat krim cenderung basa. aktif dan sediaan serta kenyamanan di Uji Daya Sebar kulit pada saat digunakan. Uji pH Hasil pengujian daya sebar yang tingkat menggunakan berat beban 200 gr bahwa keasaman dan kebasaan dari sediaan dan pada formula 1 memiliki diameter untuk tidak penyebaran 6 cm, formula 2 memiliki menyebabkan iritasi pada kulit. Kulit diameter 6 cm dan formula 3 memiliki merupakan menutupi diameter 5 cm. F1 dan F2 memiliki daya permukaan tubuh dan memiliki fungsi sebar yang sama, sedangkan F3 memiliki paling utama sebagai pelindung dari daya sebar yang berbeda. Namun dari berbagai dan hasil pengukuran tersebut menunjukkan rangsangan luar. Syarat homogenitas ketiga sediaan krim memasuki rentang sediaan krim yaitu jika dioleskan diatas persyaratan diameter penyebaran yang kaca objek tidak adanya butiran-butiran baik dan dapat dioleskan pada kulit. bertujuan untuk menjamin lapisan macam melihat sediaan yang gangguan kasar dan tidak adanya pemisahan antara komponen penyusun emulsi tersebut Berdasarkan penelitian terdahulu Pengujian daya sebar krim merupakan syarat penting untuk sediaan krim. Uji daya sebar bertujuan untuk menurut SNI 16-4399-1996 (Jufri dkk., mengetahui kelunakan massa krim 2020) bahwa persyaratan pH yang baik sehingga dapat diketahui kemudahan untuk kulit yaitu 4,5-6,5. Dalam sediaan pengolesan sediaan krim saat dioleskan 204 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pada kulit. Daya sebar krim dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan krim menentukan tempat untuk melekat pada kulit. Daya lekat pemakaian, semakin baik daya sebarnya yang baik memungkinkan krim tidak maka mudah lepas dan semakin lama melekat absorbsi semakin pada banyak krim yang diabsorbsi. pada kulit, sehingga dapat menghasilkan Berdasarkan penelitian terkait efek yang diinginkan. menurut (Pohan dkk., 2019) persyaratan Berdasarkan penelitian terkait daya sebar krim yang baik berkisar menurut (Pohan dkk., 2019) persyaratan antara 5-7 cm. Nilai daya sebar yang daya lekat krim yang baik berkisar antara rendah dapat dipengaruhi oleh viskositas 2-300 detik. Jika hasil uji daya lekat tidak yang tinggi. Kemampuan daya sebar memenuhi rentang krim berkaitan dengan seberapa luas ditentukan hal ini dapat mempengaruhi permukaan kulit yang kontak dengan pelepasan zat aktif ketika di aplikasikan sediaan krim ketika di aplikasikan. pada kulit. Semakin besar konsentrasi Adapun asumsi penelitian dari hasil uji daya sebar krim bahwa Sediaan yang tidak memenuhi persyaratan daya sebar akan mengurangi kenyamanan dan mengurangi efekt ketika digunakan pada kulit. Perbedaan daya sebar disebabkan oleh tingginya konsentrasi asam stearat. Pengujian daya lekat F1 (12,33 detik), F2 (10,35 detik), F3 (08,24 detik). Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 10% memiliki daya lekat yang lebih lama dari F2 dan F3. Namun ketiga tersebut yang asam stearate dan trietnolamin akan menghasilkan daya lekat yang semakin besar. Adapun asumsi penelitian bahwa uji daya lekat sediaan krim ekstrak sembung rambat ini berkaitan dengan nilai viskositas, karena semakin tinggi nilai viskositas maka semakin lama Uji Daya Lekat sediaan persyaratan tetap memenuhi persyaratan rentang daya lekat yang baik dan dapat dioleskan pada kulit. Uji daya lekat bertujuan untuk waktu krim untuk melekat. Perbedaan daya lekat dipengaruhi oleh bahan seperti asam stearate yang bersifat membuat krim lebih kaku. Uji Viskositas Uji viskositas menunjukkan pada F1 (2374 Cp), F2 (2215 Cp), F3 (2054 Cp). Berdasarkan penelitian nilai f1 memiliki nilai viskositas paling tinggi dan f3 memiliki nilai viskositas paling 205 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 rendah. Namun berdasarkan persyarat Uji stabilitas Freeze-thaw cycling test viskositas bahwa ketiga sediaan krim siklus 1 tersebut F1, F2 dan F3 memasuki Hasil uji stabilitas siklus 1 untuk persyaratan rentang viskositas yang uji homogenitas pada F1, F2 dan F3 baik. menunjukkan hasil yang tetap homogen. Pengujian viskositas Uji pH pada F1 (5), F2 (6), F3 (5) hal ini merupakan salah satu syarat uji sediaan dikatakan hasil uji pH masih tetap stabil krim. Viskositas merupakan pernyataan dan memasuki syarat rentang pH yang dari suatu cairan untuk mengalir, makin baik. Uji daya sebar pada F1 (6 cm), F2 tinggi viskositasnya maka semakin sulit (6 cm), F3 (5 cm) hal ini dikatakan untuk mengalir atau semakin kental bahwa hasil uji daya sebar menunjukkan sediaan tersebut. Uji viskositas hasil yang baik karena memasuk rentang dilakukan untuk mengetahui tingkat diameter penyebaran yang baik. Uji daya kekentalan dari suatu sediaan yang lekat pada F1 (0,43 detik), F2 (08,47 dihasilkan. detik), F3 (07,73 detik) hal ini Berdasarkan penelitian terkait menunjukkan bahwa hasil daya lekat SNI adalah memasuki persyaratan daya lekat yang baik baik dan dapat dioleskan pada kulit. 2.000cP-50.000cP (Azkiyalati Terakhir uji viskositas F1 (2371 Cp), F2 dkk., 2017). Apabila sediaan krim (2352 Cp), F3 (2376 Cp) dari hasil memiliki nilai viskositas yang tinggi viskositas tersebut menunjukkan bahwa maka semakin kental sediaan tersebut. hasil viskositas memenuhi syarat uji Pada viskositas yang baik dan memasuki menurut Persyaratan dari 16-4399-1996 viskositas Pengujian yang viskositas ini menggunakan viskometer Brookfield. Adapun asumsi penelitian dari uji viskositas yaitu pengaruh rentang. Hal ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji stabilitas Freeze- viskositas thaw cycling test siklus pertama sediaan kekentalan sediaan krim dipengaruhi krim masih stabil dan masih memasuki oleh penambahan nilai rentang masing-masing pengujian. tinggi ekstrak ekstrak. maka Semakin sediaan krim Uji stabilitas Freeze-thaw semakin kental. Maka dariitu jika sediaan cycling test bertujuan untuk mengamati krim semakin kental maka daya lekat perubahan fisik sediaan krim sebelum krim semakin besar. penyimpanan dan sesudah 206 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penyimpanan. Proses freeze thaw dapat agak mengencer. berhasil dan tidak terjadinya pemisahan Uji stabilitas Freeze-thaw cycling test fase tergantung dari kemampuan krim siklus2 untuk segera pulih dari tekanan air Uji stabilitas siklus 2 sama kristal. Saat suhu 40C fase air membeku seperti dan pengulangan, cenderung menyusut, sehingga siklus 1 hanyak untuk dilakukan hasil uji terjadi penyempitan ruang fase air dan homogenitas ketiga sediaan masih tetap menyebabkan globul minyak saling homogen tidak mengalami perubahan berdekatan, akibatnya kekentalan fase dan tidak terjadi pemisahan. Uji pH sediaan jadi meningkat. Pada proses pada F1 (5), F2 (5), F3 (5) hal ini thaw atau suhu 400C, kristal akan dikatakan hasil uji pH masih tetap stabil mencair dan akan kembali menyebar dan memasuki syarat rentang pH yang pada sistem. Jika kecepatan pemulihan baik. Uji daya sebar krim pada F1 (6 dari krim lambat maka dapat terjadi cm) ketidakstabilan (Hamsinah dkk., 2016). mengalami penurunan dan kenaikan daya Berdasarkan penelitian terdahulu sebar. Penurunan daya sebar krim dapat berbeda dengan F2 dan F3 menurut Wardani (2016) Pengujian disebabkan stabilitas uji penyimpanan, komponen sediaan krim, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji serta viskositas. Namun dapat dikatakan daya lekat dan uji viskositas. Pengujian bahwa dilakukan dengan meletakkan sediaan memasuki rentang daya sebar yang baik. selama 24 jam pada suhu 40C, lalu Uji daya lekat F1 mengalami penurunan ditempatkan pada suhu 400C selama 24 namun tetap memperoleh waktu lekat jam sebanyak 3 siklus. yang lama dibanding F2 dan F3 yang freeze-thaw meliputi Adapun asumsi penelitian pada saat uji stabilitas Freeze-thaw cycling test saat diuji diberbeda suhu sediaan krim tersebut mengalami perubahan fisik. Namun setelah disuhu biasa sediaan krim tersebut kembali lebih baik seperti biasa. Hal ini terlihat pada F1, F2 dan F3 pada saat pengujian krim mengental dan lebih oleh ketiga sediaan lama waktu krim masih mengalami turun naik waktu lekat persyaratan daya lekat yang baik untuk sediaan topikal adalah lebih dari 2 detik. Hasil uji daya lekat menunjukkan F1, F2 dan F3 memenuhi syarat sediaan topikal yang baik. Uji viskositas berdasarkan hasil penelitian mengalami F1, perubahan F2 tapi dan F3 masih 207 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 memenuhi persyaratanstabilitas fisik. Perbedaan semakin tinggi pH dikarenakan konsentrasi asam Kekentalan krim juga dipengaruhi oleh ekstrak karena F3 mengalami peningkatan viskositas. stearate dapat menurunkan nilai pH Uji stabilitas Freeze-thaw cycling test karena banyaknya gugus asam yang siklus3 terkandung dalam asam stearat. Daya Uji stabilitas sklus 3 untuk hasil sebar krim dapat menentukan adsorbsi uji homogenitas bahwa F1, F2, F3 masih pada tempat pemakaian, semakin baik tetap homogen. Uji pH F1 (5), F2 (5), F3 daya sebarnya maka semakin banyak (6) hal ini bahwa masih memasuki krim yang diabsorbsi. Daya lekat basis rentang pH kulit yang baik. Uji daya berhubungan dengan lamanya kontak sebar F1 mengalami peningkatan (6,5 antara basis dengan kulit. Basis yang cm), F2 (6 cm), F3 (5 cm) masih baik mampu menjamin waktu kontak memasuki rentang diameter penyebaran efektif dengan kulit sehingga tujuan yang baik untuk kulit. Uji daya lekat F1 tercapai. Perubahan viskositas dapat menurun dari sebelumnya (10,13 detik), dipengaruhi beberapa pencampuran, hal seperti F2 (07,55 detik), F3 (08,48 detik) masih pengadukan dan memasuki rentang daya lekat yang baik. pemilihan emulgator. Uji viskositas F1 mengalami penurunan Berdasarkan penelitian terdahulu menurut (wardani dkk., 2016) menyatakan pengujian stabilitas freeze- setiap siklus (2342 cP), F2 (2376 cP), F3 (2388 cP) masih memasuki rentang viskositas yang baik. thaw meliputi uji homogenitas, uji pH, Perubahan stabilitas dapat uji daya sebar, uji daya lekat dan uji disebabkan oleh oksigen dari udara yang viskositas. Tujuannya untuk menguji mengoksidasi lemak atau minyak, selain ketahanan sediaan setelah penyimpanan itu perbedaan suhu. penyebab Adapun asumsi penelitian uji cahaya merupakan yang dapat salah satu menimbulkan reaksi oksidasi, selain itu juga suhu stabilitas Freeze-thaw cycling test tidak mempengaruhi terjadinya pemisahan. Pemisahan fase Perubahan pH tersebut dipengaruhi oleh disebabkan oleh bahan yang tidak kondisi lingkungan seperti cahaya, suhu, homogen pada saat penggerusan atau dan kelembaban udara. Faktor yang pemilihan bahan yang tidak tepat. mempengaruhi kestabilan viskositas krim. adalah 208 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 banyaknya minyak yang terdapat di viskositas dan daya lekat. Akan lebih dalam sediaan, suhu penyimpanan, serta baik jika pengujian stabilitas tidak intensitas pengadukan. perubahan suhu Jika terjadi terlalu lama sampai 48 jam setiap maka akan terjadi siklus. perubahan viskositas krim yang dapat KESIMPULAN DAN SARAN merubah daya penyebaran. Daya sebar KESIMPULAN Berdasarkan berkaitan dengan viskositas krim, apabila hasil penelitian viskositas krim semakin menurun dan yang telah dilakukan dapat disimpulkan tahanan cairan untuk mengalir semakin bahwa Ekstrak etanol daun sembung berkurang rambat maka daya sebar krim (Mikania micrantha Kunth) meningkat. Dari kesimpulan dapat diformulasikan menjadi sediaan diatas tersebut benar bahwa formula 1 krim minyak dalam air dan dari ketiga hasil viskositas disetiap siklus semakin sediaan menurun, daya sebar formula 1 sebelum sembung rambat dapat di lihat dari uji dan sesudah uji Freeze- thaw cycling test sifat fisik krim dan uji stabilitas Freeze- semakin meningkat dan daya lekatnya thaw cycling test disimpulkan bahwa semakin menurun disetiap siklus. sediaan krim dengan konsentrasi 10% semakin Berdasarkan penelitian terdahulu menurut Wardani (2016) krim ekstrak etanol daun memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibanding konsentrasi 15% dan 20%. Pengujian dilakukan dengan meletakkan sediaan selama 24 jam pada suhu 40C, lalu ditempatkan pada suhu 400C selama SARAN Saran kepada peneliti selanjutnya 24 jam. Kemudian di uji kembali diharapkan stabilitas uji evaluasi lain dalam pengujian sediaan homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji krim dari ekstrak etanol daun sembung dayalekat dan uji viskositas. rambat, misalnya pengujian terhadap freeze-thaw meliputi Adapun asumsi hasil penelitian agar dapat melakukan hewan uji mencit atau tikus. yang telah dilakukan bahwa uji stablitas Freeze- thaw cycling test siklus 3 ini mengalami perubahan dikarenakan pengaruh suhu hal initelah terbukti pada sediaan krim mengalami penurunan 209 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA Budiman, A., Regita, A., Miranda, V., & Syarifah, A. (2020). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Krim Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.) Sebagai Pewarna Rambut Formulation and Physical Stability Test of Cream Containing Teak Leaf (Tectona grandis L.) Extract As HairDye Agent. Jurnal Farmasi Indonesia, 17(1), 53–53. Daniansyah. (2021). Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Krim Ekstrak Daun Karamunting (Rhodomytus tomentosa). Djoko, W., Taurhesia, S., Djamil, R., & Simanjuntak, P. (2020). Standardisasi Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica). Sainstech Farma, 13(2), 118–123. Fitri, N. (2015). Penggunaan Krim Ekstrak Batang dan Daun Suruhan (Peperomia pellucida L.) Dalam Alternatif Proses Penyembuhan. Biopendix, 1, 193–203. Hamsinah, H., Darijanto, D., & Mauluddin, R. (2016). Uji Stabilitas Formulasi Krim Tabir Surya Serbuk Rumput Laut (Eucheuma cottonii. Doty). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(2),155–158. Herlambang, S. W. K. (2014). Formulasi Sediaan Krim Kaki Minyak Atsiri Sereh Wangi Jawa (Cymbopogon winterianus Jowitt) Dengan Setil Alkohol Sebagai Stifening Agent Dan Pengujian Aktivitasnya Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC.Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689– 1699. Jufri, M. N., Fauziyah, R. R., & Wulansari, F. (2020). Uji Efektifitas Krim Ekstrak Daun Sukun (Ortocarpus communis) Terhadap Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus). Praeparandi 3(2),130–143. Karmilah. (2018). Formulasi Sediaan Krim Antijerawat Ekstrak Ampas Teh Hijau (Camelia sinensis L). Jurnal Insan Farmasi Indonesia,1(1) 26-33. Lumentut, N., Jaya, H., & Melindah, E. (2018). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Goroho ( Musa acuminafe L .) Konsentrasi 12.5 % SebagaiTabir Surya. 9(2), 42–46. Mutiara, A. U. (2018). Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Krim Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus aurantium Dulcis) Dengan Asam Stearat sebagai Emulgator. Nuryadin, M. (2017). Formulasi Dan Uji Penyembuhan Luka Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) Terhadap Luka Terbuka Kulit Tikus Galur Wistar. Program studi farmasi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam Universitas Sriwijaya Palembang. 210 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/126 Vol. 15, No. 1, Juni 2023, Hal. 192-211 e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Perawati, S., Andriani, L., Erwin, W., Harapan P. (2022). Aktivitas Salep Ekstrak Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) Sebagai Obat Luka Sayat Pada Mencit. Jorunal 7(1), 35–43. Pohan, E. (2019). Formulasi Dan Uji Stabilitas Krim Ekstrak Methanol Daun Beluntas (Pluchea indica L.) Dari Kota Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5(1), 57–64. Polakitan, I. R., Fatimawali, & Leman, M. A. (2017). Uji daya hambat ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(1),1–8. Saryanti, D., Setiawan, I., & Safitri, R. A. (2019). Optimasi Formula Sediaan Krim M/A Dari Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata L.). Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 1(3),225–237. Sentat, T., & Permatasari, R. (2015). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Punggung. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(2), 100–106. Setyopratiwi, A., & Firianasari, P. N. (2021). Formulasi Krim Antioksidan Berbahan Virgin Coconut Oil (Vco) Dan Red Palm Oil (Rpo) Dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin. Bencoolen Journal of Pharmacy, 1(1), 26–37. Tim May, Malcolm Williams, Richard Wiggins, and Pitter. A. B. (2021). Perbedaan Waktu Pemanenan Terhadap Mutu Kimia Daun Sirih Hijau (Piper betle, Linn.). Wardani, H., Oktaviani, R., & Sukawaty, Y. (2016). Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak EtanolUmbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa Mill). Media Sains, 9(2), 167–173. Wijaya, R. A., Latifah, & Pratjojo, W. (2013). Formulasi Krim Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Obat Alternatif Penyembuh Luka Bakar. Indonesian Journal of Chemical Science, 2(3), 213–217. Winahyu, D. A., Marcellia, S., & Diatri, M. I. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A.Foehner) Dalam Ssediaan Krim. Jurnal Farmasi Malahayati, 4(1),82–92. 211