Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Kegiatan Eco-Project Berbasis Sentra untuk Meningkatkan Kepedulian Anak terhadap Lingkungan pada Siswa Kelas i di MIS Al Ikhlas Rum Nurnawi Habib1. Nullenni Ladika 1 MIS Al -IKHLAS RUM, 2 RA Akhirat Skeep Kota Ternate Correspondence: leninurleniladika@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Eco-Project. Environmental Awareness. Project-Based Learning. Center Activity. Sustainability. Third-Grade Students. MIS Al-Ikhlas Rum. ABSTRACT This study aims to explore the implementation of an Eco-Project-based Center Activity to enhance students' environmental awareness in thirdgrade students at MIS Al-Ikhlas Rum. The research uses a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design. The intervention involves students participating in various eco-projects organized in centers, where each center focuses on different environmental issues such as recycling, conservation, and sustainability. Data is collected through observations, student reflections, and interviews with teachers. The findings reveal that the Eco-Project-based Center Activity significantly improved students' environmental awareness. Students became more engaged in discussions about environmental issues, demonstrated a better understanding of eco-friendly practices, and showed increased motivation to apply sustainable actions in their daily lives. This study highlights the effectiveness of hands-on, project-based learning in fostering a deeper connection between students and environmental stewardship. The results suggest that integrating eco-projects in the classroom setting is an effective method to nurture environmental responsibility among young learners. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar memainkan peran penting dalam membentuk sikap peduli terhadap lingkungan pada anak-anak sejak dini. Salah satu tujuan utama dari pendidikan ini adalah menumbuhkan kesadaran lingkungan yang tinggi, agar siswa dapat memahami pentingnya menjaga alam dan bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi ekosistem sekitar. Di kelas i MIS Al-Ikhlas Rum, siswa mulai berada pada tahap penting dalam mengenali hubungan antara manusia dan lingkungan, serta bagaimana prinsip-prinsip keberlanjutan dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana cara mengembangkan kepedulian lingkungan secara efektif. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengimplementasikan kegiatan berbasis proyek, seperti Eco-Project. Melalui kegiatan proyek, siswa tidak hanya mendapatkan informasi tentang isu-isu lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang memperkenalkan mereka pada konsep keberlanjutan, seperti daur ulang, pengelolaan sampah, dan konservasi alam. Penelitian oleh Beers . menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat mendorong siswa untuk lebih terlibat dan menyadari pentingnya peran mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun, meskipun pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif, implementasinya di sekolah dasar sering kali terbatas pada aspek teori tanpa ada kesempatan untuk melibatkan siswa dalam kegiatan praktis yang menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari dengan kehidupan nyata. Dengan menggunakan metode Eco-Project berbasis sentra, di mana siswa terlibat langsung dalam proyekproyek terkait lingkungan dalam kelompok kecil, diharapkan mereka dapat memperoleh pengalaman langsung yang dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan. Nurnawi Habib. Nullenni Ladika . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Penerapan kegiatan Eco-Project berbasis sentra juga memungkinkan siswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam kelompok, yang dapat mengembangkan keterampilan sosial mereka selain meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa belajar untuk berbagi ide, mendiskusikan permasalahan, dan mencari solusi secara bersama-sama, yang merupakan keterampilan sosial penting yang perlu dimiliki oleh anak-anak di usia dini. Menurut penelitian oleh Saracho & Spodek . , pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi siswa, yang berpengaruh pada pengembangan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial, termasuk lingkungan. Dalam konteks pendidikan di MIS Al-Ikhlas Rum. Eco-Project berbasis sentra dapat diterapkan untuk mengajarkan berbagai topik lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pemanasan global, dan konservasi sumber daya alam. Setiap sentra kegiatan dapat difokuskan pada topik-topik spesifik, di mana siswa diajak untuk aktif berdiskusi, meneliti, dan mengimplementasikan ide-ide yang mereka pelajari ke dalam aksi nyata. Hsin et al. menyatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman, seperti kegiatan proyek, dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap topik yang dipelajari karena mereka menghubungkannya dengan pengalaman langsung. Selain itu, penerapan Eco-Project berbasis sentra memberi siswa kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menyelesaikan masalah lingkungan. Siswa dapat diajak untuk merancang proyek mereka sendiri, misalnya dengan membuat alat daur ulang, menanam pohon, atau merancang kampanye pengurangan sampah di sekolah. Hal ini memungkinkan mereka untuk berkontribusi langsung terhadap solusi permasalahan lingkungan, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab Menurut Prensky . , pemberian kebebasan kepada siswa untuk berinovasi dalam pembelajaran akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi mereka untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah. Namun, dalam implementasi Eco-Project berbasis sentra, tidak hanya keterlibatan siswa yang penting, tetapi juga peran aktif guru dalam membimbing dan mengarahkan kegiatan tersebut. Guru perlu memberikan pemahaman yang cukup tentang konsep-konsep dasar lingkungan dan cara-cara praktis untuk mengelola dan menjaga lingkungan. Penelitian oleh Zins & Elias . menunjukkan bahwa pendidik yang terlibat aktif dalam memberikan arahan dan penjelasan yang jelas akan membantu siswa lebih mudah memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam proyek tersebut. Salah satu tantangan yang sering dihadapi dalam pelaksanaan Eco-Project adalah keterbatasan sumber daya, baik dari sisi materi pembelajaran maupun fasilitas yang tersedia. Di beberapa sekolah, seperti MIS Al-Ikhlas Rum, keterbatasan alat dan bahan untuk kegiatan praktis mungkin menghambat pelaksanaan proyek berbasis lingkungan. Oleh karena itu, guru perlu kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka dan mengajarkan siswa untuk dapat berinovasi menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi siswa, karena mereka belajar untuk memanfaatkan sumber daya secara efisien. Menurut Vygotsky . , kreativitas dan kemampuan beradaptasi dalam pembelajaran sangat penting untuk mengembangkan potensi siswa. Penerapan Eco-Project berbasis sentra juga perlu didukung dengan evaluasi yang tepat untuk mengukur sejauh mana kepedulian siswa terhadap lingkungan telah meningkat. Evaluasi dapat dilakukan melalui observasi, diskusi kelompok, dan refleksi individu tentang apa yang telah dipelajari dan kontribusi yang telah mereka buat dalam proyek. Penelitian oleh Wilson . menyatakan bahwa refleksi pribadi dan kelompok sangat penting dalam pembelajaran berbasis proyek, karena hal ini dapat membantu siswa memahami lebih dalam mengenai topik yang mereka pelajari serta mengukur sejauh mana mereka telah Penerapan Eco-Project berbasis sentra di MIS Al-Ikhlas Rum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan siswa dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dan nilai-nilai sosial yang penting untuk kehidupan mereka. Penelitian oleh Hsin et al. menunjukkan bahwa pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik, terutama melalui proyek berbasis kolaborasi, dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap topik yang dipelajari. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan Eco-Project berbasis sentra dapat meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan di MIS Al-Ikhlas Rum. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran Nurnawi Habib. Nullenni Ladika . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. berbasis proyek yang efektif dan menyenangkan, yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan sosial siswa sejak dini. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengeksplorasi penerapan Eco-Project berbasis sentra dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan di kelas i MIS Al-Ikhlas Rum. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus berfokus pada kegiatan berbasis proyek yang melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas terkait isu lingkungan, seperti daur ulang, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap perilaku siswa, wawancara dengan guru, serta refleksi siswa mengenai pengalaman mereka dalam kegiatan ini. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Observasi dilakukan untuk menilai keterlibatan siswa dalam aktivitas proyek, sementara wawancara digunakan untuk menggali persepsi siswa dan guru terkait perubahan sikap terhadap isu lingkungan. Refleksi siswa akan digunakan untuk mengukur pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kontribusi mereka dalam proyek. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas Eco-Project berbasis sentra dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat sekolah dasar. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menemukan bahwa penerapan Eco-Project berbasis sentra di kelas i MIS Al-Ikhlas Rum berhasil meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Siswa yang terlibat dalam proyek daur ulang, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah menunjukkan sikap yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan alam. Sebelum proyek ini, siswa cenderung kurang menyadari dampak perilaku sehari-hari terhadap lingkungan. Namun, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Menurut Beers . , pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa dalam kegiatan nyata dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu lingkungan. Selama pelaksanaan kegiatan Eco-Project, siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan proyek bersama teman-teman mereka. Mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar mereka dan merencanakan solusi berbasis aksi nyata, seperti membuat kompos dari sampah organik. Proyek ini tidak hanya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan tetapi juga memperkuat keterampilan sosial mereka. Hsin et al. menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan kolaborasi dapat memperkaya pengalaman sosial siswa, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperkuat kerja tim. Selain itu, siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim, polusi, dan pengelolaan sampah. Mereka tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui aksi nyata dalam proyek. Penelitian oleh Prensky . menyatakan bahwa teknologi dan pembelajaran berbasis proyek meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, yang memungkinkan mereka untuk lebih memahami dan mengingat materi yang dipelajari. Pada aspek keterampilan berpikir kritis, siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk menganalisis masalah lingkungan dan mencari solusi. Mereka diajak untuk berpikir tentang dampak dari setiap tindakan terhadap lingkungan dan membuat keputusan yang lebih bertanggung Penelitian oleh Saracho dan Spodek . menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa, karena mereka dilibatkan langsung dalam proses pemecahan masalah yang nyata. Penerapan Eco-Project berbasis sentra juga memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan daur ulang, siswa belajar cara mengelola sampah dengan benar, sementara proyek penanaman pohon mengajarkan mereka tentang pentingnya pelestarian alam. Vygotsky . berpendapat bahwa pembelajaran yang berbasis pada pengalaman langsung meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang mereka pelajari, sehingga mereka dapat menerapkannya di kehidupan nyata. Nurnawi Habib. Nullenni Ladika . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Namun, beberapa tantangan muncul selama pelaksanaan proyek ini, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Beberapa siswa kesulitan memperoleh bahan-bahan untuk proyek, terutama dalam hal pengumpulan sampah organik dan material untuk kompos. Meskipun demikian, siswa tetap bersemangat mencari solusi dan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mengajarkan siswa untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan. Menurut Wilson . , kreativitas dalam pembelajaran praktis dapat membantu siswa untuk menemukan solusi baru dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendukung proyek ini juga berpengaruh terhadap keberhasilan Beberapa orang tua membantu menyediakan bahan-bahan untuk proyek daur ulang dan turut serta dalam kegiatan penanaman pohon. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek tidak hanya melibatkan siswa dan guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat sekitar. Zins & Elias . mengungkapkan bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat memperkaya pembelajaran anak dan meningkatkan dampaknya terhadap kehidupan mereka. Kegiatan Eco-Project juga membawa perubahan positif dalam sikap siswa terhadap keberlanjutan. Setelah mengikuti kegiatan ini, banyak siswa yang mengadopsi perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik dan memisahkan sampah di rumah. Penelitian oleh Hsin et al. menunjukkan bahwa pengalaman pembelajaran yang melibatkan aksi nyata dapat mendorong perubahan perilaku siswa, karena mereka merasa lebih terlibat dalam menjaga lingkungan mereka. Secara keseluruhan, penerapan Eco-Project berbasis sentra di MIS Al-Ikhlas Rum berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan sosial siswa. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai isu lingkungan, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab sosial dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Penelitian ini sejalan dengan temuan oleh Prensky . , yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan nyata dapat menghasilkan dampak yang signifikan pada pemahaman dan perilaku mereka. Ke depan, metode Eco-Project berbasis sentra dapat diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan siswa. Pembelajaran berbasis proyek seperti ini dapat memperkuat hubungan siswa dengan lingkungan mereka dan membentuk karakter yang peduli terhadap Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan di tingkat sekolah dasar. CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Eco-Project berbasis sentra di kelas i MIS AlIkhlas Rum secara efektif meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Melalui kegiatan berbasis proyek, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang isu-isu lingkungan tetapi juga terlibat langsung dalam solusi praktis seperti daur ulang, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah. Hal ini mendorong siswa untuk lebih memahami pentingnya tindakan mereka dalam menjaga keberlanjutan alam. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek ini juga meningkatkan keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama dan komunikasi, melalui diskusi kelompok dan aksi bersama. Siswa juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti mengurangi penggunaan plastik dan memisahkan sampah di rumah. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait keterbatasan sumber daya dan waktu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Eco-Project berbasis sentra memberikan dampak signifikan pada pemahaman dan kesadaran lingkungan siswa. Oleh karena itu, penerapan metode ini dapat diperluas untuk digunakan di sekolah-sekolah lain sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di kalangan siswa, yang pada akhirnya dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. REFERENCES