The Influence Of Social Media Marketing. Brand Image And Product Quality On Purchasing Decisions At PT Velindo Tours And Travel Pengaruh Social Media Marketing. Brand Image Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Di PT Velindo Tours And Travel Dinda Rindana . Yana Diana . Annisa Sanny . 1,2,. Fakultas Sosial Sains. Universitas Pembangunan Panca Budi Email: 1 dindarindana15@gmail. com ,2 yanadiana252@dosen. annisasanny@dosen. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS Social Media Marketing. Brand Image. Product Quality. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Analisis penelitian bertujuan untuk menganalisis social media marketing, brand image dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif dengan bantuan program SPSS versi Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 responden. Pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Brand image berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Kualitas produk berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Social media marketing, brand image dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. ABSTRACT The research analysis aims to analyze social media marketing, brand image, and product quality on purchasing decisions at PT Velindo Tours and Travel. The data analysis technique used was an associative research method with the help of SPSS version 25. This study employed multiple linear regression analysis. The sample size was 72 respondents. Primary data collection used a The results showed that social media marketing had a positive and partially significant effect on purchasing decisions at PT Velindo Tours and Travel. Brand image had a positive and partially significant effect on purchasing decisions at PT Velindo Tours and Travel. Product quality had a positive but partially insignificant effect on purchasing decisions at PT Velindo Tours and Travel. Social media marketing, brand image, and product quality had a positive and significantly simultaneous effect on purchasing decisions at PT Velindo Tours and Travel. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia bisnis, termasuk pada industri jasa travel. Persaingan yang semakin ketat antar agen travel menuntut perusahaan untuk mampu menghadirkan strategi pemasaran yang efektif, membangun citra merek yang kuat, serta menjaga kualitas produk dan layanan. Ketiga aspek tersebut memiliki peranan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya di era modern yang serba terkoneksi dengan social media Perkembangan usaha jasa travel agen di Kota Medan menunjukkan tren yang semakin pesat seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun perjalanan religi. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia dan pintu gerbang kawasan barat. Medan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata dan transportasi. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi para pelaku usaha travel untuk mengembangkan layanan mereka secara lebih kompetitif. Produk bisa berbentuk barang atau jasa. Perlu ditekankan juga bahwa konsumen tidak hanya membeli produk sekedar memuaskan kebutuhan, akan tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (Diana, 2. Pada awalnya, usaha jasa travel di Medan masih didominasi oleh penyedia layanan konvensional yang fokus pada penjualan tiket transportasi, baik pesawat, kapal, maupun bus antarkota. Namun, seiring perkembangan teknologi digital, pola bisnis ini mengalami transformasi besar. Travel agen mulai beralih ke platform online, menawarkan layanan berbasis aplikasi dan website yang memudahkan konsumen dalam melakukan pemesanan. Hal ini membuat akses terhadap layanan perjalanan menjadi lebih cepat, praktis, dan transparan dalam hal harga. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 231 - 240 | 231 e-ISSN : 2962-4134 Selain itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata domestik maupun internasional turut mendorong diversifikasi layanan travel agen di Medan. Tidak hanya menjual tiket, banyak agen yang kini menyediakan paket wisata lengkap, layanan tour guide, akomodasi, hingga perjalanan ibadah seperti umrah dan haji plus. Persaingan yang ketat antar pelaku usaha juga mendorong inovasi, baik dalam pelayanan pelanggan, strategi pemasaran melalui social media marketing, maupun pemberian promo harga yang menarik. Perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur Kota Medan yang terus ditingkatkan, seperti Bandara Internasional Kualanamu, jaringan jalan tol, dan fasilitas transportasi umum. Faktor tersebut memperkuat posisi Medan sebagai pusat distribusi perjalanan di Sumatera, menjadikan usaha jasa travel agen memiliki prospek yang cerah untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan dinamika tersebut, usaha jasa travel agen di Kota Medan diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan, terutama bila mampu mengoptimalkan teknologi digital, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjalin kerja sama dengan sektor pariwisata lainnya. Social media marketing sosial membantu agen travel memperkenalkan merek, layanan, dan paket wisata ke audiens yang lebih luas. Penggunaan Social Media Marketing pada agen travel tour saat ini menjadi salah satu strategi utama dalam menjangkau Menurut (Kotler dan Keller, 2. social media marketing merupakan suatu aktifitas komunikasi pemasaran yang menggunakan media elektronik dalam menarik konsumen dengan berbagai cara untuk membangun kesadaran. Melalui social media marketing seperti Instagram. Facebook. TikTok, dan YouTube, agen travel dapat menampilkan berbagai paket wisata dengan visual yang menarik, mulai dari foto destinasi, video perjalanan, hingga testimoni pelanggan yang puas. Konten-konten tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai social media marketing untuk membangun citra positif dan kepercayaan terhadap brand. Konten yang menarik . oto destinasi, video perjalanan, ulasan pelangga. menumbuhkan kepercayaan calon pelanggan. Review positif dan interaksi langsung melalui komentar/chat membuat konsumen merasa lebih aman untuk melakukan pembelian. Promo khusus, diskon, atau informasi paket wisata di social media marketing dapat memengaruhi pertimbangan konsumen dalam memilih agen travel tertentu. Konsumen cenderung membandingkan harga dan layanan antar agen, sehingga konten yang konsisten dan informatif dapat menjadi faktor penentu. Konsumen cenderung memilih merek yang sudah memiliki reputasi baik karena merasa lebih aman mempercayakan perjalanan mereka. Citra merek ialah apa yang konsumen pikir atau rasakan ketika mereka mendengar atau melihat nama suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang merek (Sopiah dan Sangadji, 2. Agen travel dengan citra merek yang positif . isalnya dikenal terpercaya, aman, dan berpengalama. akan lebih mudah meyakinkan konsumen untuk menggunakan jasanya. Citra merek yang kuat . isalnya: AuprofesionalAy. Auramah budgetAy, atau Auspesialis premium tourA. membantu agen travel menonjol di antara kompetitor. Hal ini memengaruhi konsumen untuk memilih merek tertentu meskipun harganya sedikit lebih tinggi. Citra merek yang baik biasanya diasosiasikan dengan kualitas layanan yang tinggi . elayanan ramah, fasilitas memadai, jadwal sesua. Konsumen seringkali menggunakan citra merek sebagai tolok ukur sebelum membeli, terutama jika mereka belum pernah mencoba layanan sebelumnya. Konsumen yang memilih agen travel dengan citra merek kuat akan merasa lebih percaya diri dan puas dengan Kualitas adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat (Kotler dan Keller, 2. Kualitas produk dalam konteks agen travel berarti layanan perjalanan yang ditawarkan . aket wisata, akomodasi, transportasi, jadwal, dan pelayana. Jika kualitas layanan tinggi . isalnya perjalanan sesuai jadwal, fasilitas sesuai yang dijanjikan, pelayanan rama. , konsumen akan lebih percaya untuk membeli. Konsumen menilai apakah harga paket wisata sepadan dengan fasilitas dan pelayanan yang diterima. Kualitas produk yang baik membuat konsumen merasa mendapat manfaat lebih, sehingga lebih yakin untuk melakukan pembelian. Membeli jasa travel memiliki risiko: ketakutan ditipu, perjalanan tidak sesuai, atau pelayanan buruk. Agen travel dengan kualitas produk terjaga mampu mengurangi risiko ini, sehingga konsumen lebih cepat mengambil keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan di salah satu agen travel yang ada di kota Medan yaitu PT Velindo Tour And Travel. Di Kota Medan sendiri jumlah agen travel cukup banyak sehingga persaingan antar agen travel cukup kuat dalam menawarkan paket wisata, pemesanan tiket transportasi, reservasi hotel, dan lain sebagainya yang mendukung dalam agen pariwisata. Berdasarkan pada hasil observasi terhadap manager PT Velindo Tours and Travel bahwa terjadi penurunan jumlah konsumen selama kurun waktu 3 tahun secara Konsumen yang ramai hanya pada sesi libur lebaran, tahun baru dan natal dan liburan sekolah dengan tingkat penurunan akomodasi hotel dan paket wisata. Berikut disajikan total penjualan tiket dan paket toor lewat media sosial pada PT Velindo Tours and Travel dari bulan Januari hingga Desember selama kurun waktu 2022-2025. 232 | Dinda Rindana. Yana Diana. Annisa Sanny. The Influence Of Social Media Marketing. Brand ImageA Tabel 1. Jumlah Konsumen pada PT Velindo Tours and Travel Tahun Jumlah Konsumen Sumber : PT Velindo Tours and Travel . Keterangan Januari-Desember Januari-Desember Januari-Oktober Berdasarkan pada tabel 1 di atas dapat dilihat tota penjualan tiket dan penjualan paket tour yang ditawarkan pada konsumen PT Velindo Tours and Travel selama kurun waktu 2023-2025. Data menunjukkan tren penurunan jumlah konsumen dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023-2024, turun dari 260 menjadi 1. 140 konsumen . enurunan 120 konsumen atau 9,52%). Pada tahun 2024 Ae 2025 turun lagi menjadi 968 konsumen . enurunan 172 konsumen atau 15,09%). Terjadi tren penurunan konstan dari 2023 hingga 2025. Tahun 2023 masa pemulihan wisata pasca pandemi, minat bepergian meningkat. Tahun 2024 terjadi penurunan karena kemungkinan faktor eksternal . aya beli turun, persaingan online Penurunan di tahun 2024 menunjukkan indikasi pemulihan, bisa menjadi momentum untuk memperkuat promosi. Penjualan agen travel mengalami penurunan signifikan pada 2025 baik pada produk tiket maupun paket tour dibandingkan 2023. Beberapa faktor potensial yang memengaruhi tren ini yaitu persaingan meningkat dari agen travel online (OTA) seperti Traveloka atau Tiket. Perubahan perilaku wisatawan yang lebih memilih memesan mandiri melalui platform digital. LANDASAN TEORI Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Armstrong . keputusan pembelian mengacu pada perilaku pembelian akhir dari konsumen, baik individual, maupun rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Keputusan pembelian merupakan tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian sampai konsumen benar-benar membeli produk ( Sopiah dan Sangadji, 2. Social Media Marketing Menurut Kotler dan Keller . Ausocial media marketing adalah online activities and programs design to engage customers or prospects and directly or indirectly raise awareness, improve image, or elicit sales of products and services. Ay Pemasaran media sosial merupakan suatu aktifitas komunikasi pemasaran yang menggunakan media elektronik dalam menarik konsumen dengan berbagai cara untuk membangun kesadaran, citra perusahaan serta meningkatkan penjualan barang atau jasa. Brand Image Citra merek merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek tersebut (Setiadi, 2. Citra merek ialah apa yang konsumen pikir atau rasakan ketika mereka mendengar atau melihat nama suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang merek (Sopiah dan Sangadji, 2. Kualitas Produk Kualitas produk adalah sejauh mana produk memenuhi spesifikasi-spesifikasinya (Liyopadi, 2020. Menurut (Kotler & Armstrong, 2. produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau METODE PENELITIAN Metode Analisis Metode penelitian ini yaitu kuantitatif asosiatif yakni metode penelitian dengan mengkaji hubungan sebab akibat antara variabel independen dan dependen. (Manullang dan Pakpahan, 2. Menurut (Sugiyono, 2. metode kuantitatif adalah metode penelitian yang pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan Penelitian ini dilakukan di. PT Velindo Tours and Travel yang beralamat di Kota Medan yang berjumlah 72 orang. Penetapan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga jumlah sampel menjadi sebesar 72. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 231 - 240 | 233 e-ISSN : 2962-4134 HASIL DAN PEMBAHASAN Validitas Untuk memastikan bahwa setiap butir pertanyaan . yang diberikan kepada responden benar-benar layak digunakan, maka perlu dilakukan proses uji validitas. Tabel 2. Uji Validitas Data Variabel Item Pertanyaan X1. X1. X1. Social Media Marketing X1. (X. X1. X1. X1. X1. X1. X2. Brand Image X2. (X. X2. X2. X2. X3. X3. X3. Kualitas Produk (X. X3. X3. X3. X3. X3. Keputusan Pembelian (Y) Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Corrected Item Corelation r-mean Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel hasil output SPSS di atas, nilai validitas ditunjukkan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation, yang menggambarkan besarnya korelasi antara skor setiap butir pertanyaan dengan skor total jawaban responden. Seluruh item pada masing-masing variabel nilai koefisien korelasinya berada di atas 0,30. Reliabilitas Pada penelitian ini, penentuan apakah angket yang digunakan bersifat reliabel dilakukan dengan menggunakan nilai CronbachAos Alpha. Suatu instrumen dianggap reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,60, sedangkan jika nilainya sama dengan atau di bawah 0,60 maka instrumen tersebut dinyatakan tidak reliabel. Tabel 3. Uji Reliabilitas Data Variabel Social Media Marketing Brand Image Cronbach's Alpha 0,765 0,861 N of Items Indikator Reliabilitas 0,60 0,60 234 | Dinda Rindana. Yana Diana. Annisa Sanny. The Influence Of Social Media Marketing. Brand ImageA Variabel Kualitas Produk Cronbach's Alpha 0,868 Keputusan Pembelian 0,776 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. N of Items Indikator Reliabilitas 0,60 0,60 Berdasarkan Tabel 3, hasil output SPSS menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha untuk setiap variabel berada di atas 0,60. Dengan demikian, seluruh pernyataan pada masing-masing variabel dapat dinyatakan reliabel atau memiliki tingkat keandalan yang baik. Uji Normalitas data Gambar 1 Histogram Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Berdasarkan gambar tersebut, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini terlihat dari bentuk histogram yang menyerupai kurva lonceng dengan tingkat kecembungan yang seimbang di bagian tengah. Gambar 2. PP Plot Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Berdasarkan gambar tersebut, hasil uji normalitas melalui PP Plot menunjukkan bahwa titik-titik data tersebar mengikuti dan berada di sekitar garis diagonal. Hal ini mengindikasikan bahwa data memenuhi asumsi distribusi normal. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 231 - 240 | 235 e-ISSN : 2962-4134 Tabel 4. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b ,0000000 1,75292622 ,055 ,055 -,049 Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Suatu model regresi dikatakan memenuhi syarat normalitas apabila nilai residual memiliki Asymp. Sig. -taile. lebih besar dari 0,05. Pada hasil pengujian diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,094, yang berada di atas batas signifikansi 0,05. Dengan demikian, data dalam penelitian ini dapat dinyatakan berdistribusi normal secara statistik dan layak digunakan dalam analisis. Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas berdasarkan angket yang telah dibagikan kepada responden dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF Social Media Marketing 1,413 Brand Image Kualitas Produk 1,146 1,287 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Berdasarkan data pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai tolerance value semua variabel bebas adalah tidak kurang dari ketetapan yaitu 0,1 dan nilai VIF semua variabel independen adalah tidak lebih dari nilai ketetapan yaitu 10. Oleh karena itu, data dalam penelitian ini dikatakan bahwa variabel tidak mengalami masalah multkolineritas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. 236 | Dinda Rindana. Yana Diana. Annisa Sanny. The Influence Of Social Media Marketing. Brand ImageA Sementara itu, grafik scatterplot memperlihatkan pola titik yang menyebar secara acak. Hasil ini menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas. dengan kata lain, variabelvariabel dalam penelitian ini memiliki sifat homoskedastisitas. Regresi Linier Berganda Rumus analisis regresi berganda sebagai berikut: Y = bCAXCA bCCXCC b3X3 Au Tabel 6. Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Social Media Marketing Brand Image Kualitas Produk Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Uji Signifikan Parsial (Uji . Tabel 7. Uji Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Social Media Marketing Brand Image Kualitas Produk Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan Tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa: Hasil pengujian untuk variabel social media menunjukkan nilai thitung sebesar 2,849 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,006 < 0,05, maka hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa social media berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Hasil pengujian untuk variabel Brand Image menunjukkan nilai thitung sebesar 8,203 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05, maka hipotesis H2 diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Hasil pengujian untuk variabel Kualitas Produk menunjukkan nilai thitung sebesar 0,259 < ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,796 > 0,05, maka hipotesis H3 ditolak dan H0 diterima, artinya bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Uji Signifikan Simultan (Uji F) Tabel 8. Uji Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Keputusan Pembelian Predictors: (Constan. Brand Image . Social Media Marketing. Kualitas Produk Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Sig. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 231 - 240 | 237 e-ISSN : 2962-4134 Uji hipotesis simultan atau uji F membuktikan bahwa nilai dari F hitung sebesar 35,950 yang lebih besar dari 2,74 dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 diterima dan hipotesis 0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa social media marketing, brand image dan kualitas produk berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian. Koefisien Determinasi Tabel 9. Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 2,450 Predictors: (Constan. Brand Image . Social Media Marketing. Kualitas Produk Dependent Variable : Keputusan Pembelian Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 23. Hasil menunjukkan bahwa nilai adjusted R Square 0,596 yang dapat disebut koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 59,6% keputusan Pembelian dapat diperoleh dan dijelaskan oleh social media marketing, brand image sedangkan sisanya 40,4% dijelaskan oleh faktor lain atau variabel diluar model Pembahasan Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat dari uji hipotesis parsial atau Uji t dengan nilai thitung sebesar 2,849 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,006 < 0,05, maka hipotesis H 1 diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa social media berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours And Travel. Arah positif menunjukkan bahwa jika pemanfaatan social media marketing dapat ditingkatkan maka berdampak pada meningkatnya keputusan pembelian sebesar 0,230 dengan kata lain dengan adanya peningkatan social media marketing dengan indikator jangkauan, interaksi, konversi dan dampak bisnis maka keputusan pembelian meningkat secara signifikan. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian (Syaputri et al, 2. yang menyatakan bahwa social media marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Social media marketing terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada agen travel karena media sosial mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif, interaktif, dan persuasif antara agen travel dan calon Melalui platform seperti Instagram. Facebook. TikTok, dan WhatsApp, agen travel dapat menyampaikan informasi produk wisata secara visual, real-time, dan mudah diakses oleh berbagai segmen pasar. Konten berupa foto destinasi, video perjalanan, testimoni pelanggan, serta promosi paket wisata mampu membangun ketertarikan emosional dan meningkatkan persepsi positif terhadap layanan yang ditawarkan. Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat dari uji hipotesis parsial atau Uji t dengan thitung sebesar 8,203 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05, maka hipotesis H2 diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours And Travel. Arah positif menunjukkan bahwa jika brand image dapat ditingkatkan maka berdampak pada meningkatnya keputusan pembelian sebesar 0,528 dengan kata lain dengan adanya peningkatan brand image dengan indikator kekuatan, keunikan dan keunggulan maka keputusan pembelian meningkat secara signifikan. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian (Iqbal dan Murtani, 2. dan penelitian (Sanny dan Daulay, 2. yang menyatakan bahwa brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan Brand image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada agen travel karena citra merek berperan sebagai representasi persepsi, kepercayaan, dan pengalaman yang dirasakan konsumen terhadap suatu agen perjalanan. Dalam industri jasa travel yang memiliki tingkat risiko tinggi dan bersifat intangible, konsumen cenderung mengandalkan citra merek sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan. Brand image yang positif menciptakan rasa aman dan keyakinan bahwa agen travel mampu memberikan layanan yang profesional, terpercaya, dan sesuai dengan harapan konsumen. 238 | Dinda Rindana. Yana Diana. Annisa Sanny. The Influence Of Social Media Marketing. Brand ImageA Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat dari uji hipotesis parsial atau Uji t dengan nilai thitung sebesar 0,259 < ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,796 > 0,05, maka hipotesis H3 ditolak dan H0 diterima, artinya bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours And Travel. Arah positif menunjukkan bahwa jika kualitas produk dapat ditingkatkan maka berdampak pada meningkatnya keputusan pembelian hanya sebesar 0,015 dengan kata lain dengan adanya peningkatan kualitas produk dengan indikator kinerja, keandalan, fitur dan kesesuaian maka keputusan pembelian meningkat secara tidak signifikan. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian (Gitama et al, 2. yang menyatakan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas produk bukan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan konsumen dalam menentukan pilihan agen travel. Kondisi ini dapat dijelaskan oleh karakteristik industri jasa travel, di mana produk yang ditawarkan bersifat tidak berwujud . dan relatif homogen antar penyedia jasa. Dalam konteks agen travel, kualitas produk seperti paket wisata, transportasi, dan akomodasi cenderung memiliki standar yang hampir sama, karena sebagian besar agen bekerja sama dengan penyedia layanan yang serupa, seperti maskapai penerbangan, hotel, dan destinasi wisata yang sama. Pengaruh Social Media Marketing. Brand Image dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat dari uji hipotesis parsial atau Uji F dengan nilai F hitung sebesar 35,950 yang lebih besar dari 2,74 dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 diterima dan hipotesis 0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa social media marketing, brand image dan kualitas produk berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours And Travel . Arah positif menunjukkan bahwa jika social media marketing, brand image dan kualitas produk dapat ditingkatkan maka berdampak pada meningkatnya keputusan pembelian secara signifikan. Nilai adjusted R Square 0,596 yang dapat disebut koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 59,6% keputusan Pembelian dapat diperoleh dan dijelaskan oleh social media marketing, brand image sedangkan sisanya 40,4% dijelaskan oleh faktor lain atau variabel diluar model penelitian. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Social media marketing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Brand image berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Kualitas produk berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel. Social media marketing, brand image dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian di PT Velindo Tours and Travel Saran Berdasarkan kesimpulan hasil studi, selanjutnya baik untuk kepentingan praktis maupun untuk kepentingan studi selanjutnya, maka disampaikan saran sebagai berikut: Disarankan agar pihak manajemen terus mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. PT Velindo Tours and Travel perlu meningkatkan kualitas konten promosi dengan menekankan aspek kepercayaan, edukasi, dan pengalaman nyata jamaah, seperti penyajian testimoni pelanggan, dokumentasi perjalanan, serta informasi layanan yang jelas dan transparan. Disarankan agar pihak manajemen terus memperkuat citra merek . rand imag. perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan. PT Velindo Tours and Travel perlu menjaga reputasi sebagai travel yang amanah, profesional, dan terpercaya melalui pelayanan yang berkualitas, transparansi informasi, serta pemenuhan janji layanan kepada konsumen. Disarankan agar pihak manajemen tetap mempertahankan dan secara bertahap meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan, meskipun variabel tersebut belum menjadi faktor dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Peningkatan kualitas dapat dilakukan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 231 - 240 | 239 e-ISSN : 2962-4134 melalui evaluasi berkala terhadap fasilitas perjalanan, akomodasi, transportasi, serta kualitas pembimbing dan pelayanan selama perjalanan umrah maupun wisata. Disarankan agar pihak manajemen menerapkan strategi pemasaran yang terintegrasi dan berkesinambungan dengan mengombinasikan pengelolaan media sosial yang efektif, penguatan citra merek yang positif, serta peningkatan kualitas produk dan layanan. DAFTAR PUSTAKA