ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tahnik dalam Persfektip Hadis (Studi Analisis Sanad Musnad Ahmad Ibn Hanbal dan Sunan At-Turmudz. Idris Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: Idrissiregar@Uinsu. Abstrak Anak adalah anugerah yang dititipkan Allah kepada ayah dan ibunya, impian untuk mendapatkan anak sangat diharapkan oleh pasangan yang telah menikah, anak juga pewaris keturunan dari ayahnya, salah satu sunnah yang harus diamalkan ketika memiliki anak yang baru lahir adalah mentahniknya. Tahnik adalah memasukkan kurma kering atau basah ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan menggosok-gosokkannya ke rahang paling Tahnik ini juga bisa dengan menggunakan madu atau sejenisnya yang mengandung banyak nutrisi gizi dan vitamin. Anjuran tahnik ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW. yang ditahnik kemudian didoakan dan diharapakan hidupnya mendapatkan keberkahan hidup serta ketenangan hidup di dunia dan akhirat. Anjuran tahnik ini bisa dilakukan oleh ayahnya sendiri atau bisa juga dengan kakeknya atau ustadz, ulama, kyai dan orang yang dianggap baik dan saleh di pandangan masyarakat setempat, atau bisa juga dengan mendatangi para wali yang untuk mentahniknya serta memohon supaya didoakan dan mendapatkan kesehatan dan keberkahan. Untuk melihat secara jelas tetang perintah tahnik ini, maka mengumpulkan hadis-hadis tentang tahnik adalah langkah pertama kemudian ditakhrij dan dianalisa sehingga mendapatkan hasil yang jelas. Berdasarka hasil penelitian ini maka hadis tentang anjuran tahnik ini terdapat 2 kategori yaitu hadis sahih dan hadis daif, kemudian apakah sama tahnik dan imunisasi. Kata Kunci: Tahnik. Bayi. Sunnah. Abstract Children are a gift entrusted by God to their father and mother, the dream of having children is highly expected by married couples, children are also heirs of their father's descendants, one of the sunnahs that must be practiced when having a newborn child is to practice it. The tahnik is to put dry or wet dates into the newborn's mouth and rub them against the upper This tahnik can also use honey or the like which contains many nutrients and vitamins. The recommendation for this tahnik is based on the hadith of the Prophet Muhammad. The child who is educated is then prayed for and it is hoped that his life will get the blessings of life and peace of life in this world and the hereafter. Suggestions for this tahnik can be carried out by his own father or by his grandfather or ustadz, ulama, kyai and people who are considered good and pious in the eyes of the local community, or it can also be done by going to the guardians who are to teach them and ask to be prayed for and get health and To see clearly about this tahnik command, then collecting the hadiths about tahnik is the first step then taking it and analyzing it so that it gets clear results. Based on the results of this study, the hadith regarding the recommendation of this technique are divided into 2 categories, namely the authentic hadith and the daif hadith, then whether the technique and immunization are the same. Keywords: Tahnik. Children. Sunnah. PENDAHULUAN Secara bahasa tahnik didefinisikan dengan mengunyah kurma yang kering, atau bisa juga dengan memasukkan dan memasukkan kurma ke dalam mulut manusia dan hewan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 yang baru dilahirkan tepatnya di langit-langit paling atas atau rahang atas dari bayi tersebut (Al-Mubarakfuri, 2. Kata tahnik diambil dari bahasa Arab yaitu A IEAyang berarti langitlangit dari bayi (Ibn Mandhur, 2. Tahnik juga memasukkan dan mengunyah serta memijatkan ke dalam rahang bayi yang baru lahir atau bisa diganti dengan yang manis-manis seperti madu (Muhammad Ali Firkus, 2. Jika ditelusuri tentang hadis tahnik ini maka kita akan menjumpai di beberapa kitab induk hadis seperti contoh AI O NEE IN CE OO EIO AEO NEE EON O EI AO OIEN AE EON AN EIA Artinya: Dari AAoisyah radiyallahu anha ia berkata: Seorang bayi dibawa kehadapan Nabi shalallahu alaihi wasalam yang kemudian beliau mentauniknya, ketika bayi itu kencing, beliau memercikinya dengan air. (Abu Abdillah Muhammad Ibn Ismail al-Bukhari, 2. Rasulullah saw. Ketika anak-anak masih hidup, mereka selalu menggunakan kurma karena selain rasanya yang manis, kurma juga mengandung banyak manfaat untuk Ada dua jenis kurma yang dianjurkan untuk amalan tanik, yaitu kurma kering . dan kurma basah . Kurma kering adalah salah satu buah yang paling padat nutrisi dan dibutuhkan oleh tubuh karena sifatnya yang panas dan lembab. Jika kita memiliki kebiasaan mengkonsumsi dengan cara dikunyah dan ditelan secara langsung dapat menguras dan melemahkan unsur-unsur cacing dalam tubuh, menguranginya atau bahkan menghancurkannya sama sekali (Jauziyyah, 2. Kurma kering juga dapat membantu saluran pencernaan karena mudah dikunyah, diserap dan memperlancar buang air besar, selain memperkuat sel-sel usus dan membantu melancarkan saluran kemih, karena mengandung serat yang bertanggung jawab untuk mengontrol aliran darah ke usus. Gerakan dan mengencangkan rahim untuk ibu setelah melahirkan (Thalbah, 2. Kurma basah segar bersifat panas dan lembab, dapat melembabkan perut, sangat cocok dengan kondisi perut normal, meningkatkan perkembangan tubuh, dan sangat cocok untuk orang dengan metabolisme dingin dan nutrisi yang kaya (Muhtarom, 2. Kurma basah juga sangat penting bagi wanita yang akan melahirkan, karena mempengaruhi kontrol kecepatan gerak rahim, meningkatkan masa kontraksi, bahkan dapat mencegah wanita dari pendarahan saat melahirkan dan mempercepat kembalinya rahim ke posisi semula. Karena dalam Islam diajarkan bahwa ketika seorang anak dilahirkan untuk ditahnik dan disusui, akhirnya dipahami bahwa tanik adalah vaksinasi Islam. Namun di sisi lain, ada juga yang mengatakan bahwa tanik bukanlah vaksin islami, padahal mengandung manfaat yang baik untuk bayi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal terhadap pemahaman tahnik ini, maka perlu adanya uji validitas atau kritik terhadap sanad-sanad daripada hadis yang berkaitan dengan tahnik ini. Penelitian terhadapa sanad hadis tahnik dilakukan sebagai langkah awal untuk mendapat pemahaman yang benar terhadap masalah hadis tahnik ini, karena apabila suatu hadis sanadnya telah sahih, maka secara otomatis matannya juga akan sahih menurut jumhur ulama, walaupun masih ada minoritas yang mengatakan tidak bisa menjadi acuan awal dalam penelitian sanad, karena menurut ulama yang tidak sependapat bahwa sanad sahih tidak serta merta membuat matannya sahih. METODE PENELITIAN Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan metode kwantitatif dengan pendekatan kajian Pustaka atau library research, dengan mengumpulkan hadis-hadis yang berkaitan dengan tema ini HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melakukan analisis terhadap sanad hadis-hadis tahnik maka hal yang pertama dilakukan peneliti adalah menguraikan hadis-hadis yang berbicara tentang tahnik ini, untuk mendapatkan hadis-hadis thanik ini, peneliti akan menelusuri dengan menggunakan kitab MuAojam al-Mufahras Li al-Alfaz al-Hadis an-Nabawi dengan kata kunci AIEA Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Setelah menelusuri dengan kata kunci tersebut, maka peneliti menemukan beberapa hadis yang berkaitan dengan tahnik ini dan tersebar di beberapa kitab kanonik hadis sebagai Di dalam Sahih al-Bukhari ada 7 hadis Di dalam Sahih Muslim ada 10 hadis Di dalam Sunan at-Turmudzi 1 hadis Di dalam Musnad Ahmad Ibn Hanbal ada 2 hadis Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka penulis akan menjelaskan semua hadis tersebut lengkap dengan sanad dan matannya, kecuali hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, karena kedua kitab hadis tersebut telah sepakat para ulama akan kesahihannya, maka penulis meras tidak perlu lagi untuk meneliti atau menganalisa sanadnya. Dalam melakukan penelitian terhadap satu hadis, maka lamgkah pertama yaitu mengeluarkan hadis tersebut dari sumber aslinya, kemudian melakukan iAotibar sanad dan terakhir yaitu analisis rawi hadis. Adapun hadis yang akan diteliti disini yaitu sebagai berikut: Hadis riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal AI NEE I II O IN I II NEE I II OI I O I O I O I IOO CE OE EO EIA AAO N EIO AEO NEE EON O EI AIN NOI O IEN IA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibn Muhammad dan saya mendengarnya dari Abdullah Ibn Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid Ibn Abi Burdah dari Abu Burdah dari Abu Musa, ia berkata: Istriku melahirkan seorang anak laki-laki maka aku membawanya kepada Nabi, lalu Nabi menamainya Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma. (Subhan, 2. AI II I A I I NI I OO CE I II IEE O I IN OI OE IECO EAO EO EIO AEOA ANEE EON O EI OIEN CE A EIO AEO NEE EON O EI AO I OI II CE O E EIO IN CE AO INA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin JaAoffar telah menceritakan kepada ku SyuAobah dari Hisyam bin Zaid berkata: saya telah mendengar Annas bin Malik menceritakan, ketika ibunya melahirkan, ia bawa bayinya kepada Nabi shallahu alaihi assalam agar ditahnik. (Annas bin Mali. Auwaktu itu Nabi shallahu alaihi wassalam di kendang sedang memberi tanda pada kambingnya Ao. SyuAobah berkata. AoAo setahu saya Annas bin Malik berkata. Aopada telinganya Ao. AoAo Hadis riwayat Imam Turmudi AI NEE I C EONO I O AI I NEE EIIE I I O IEOE I I EIO AEO NEE EON O EIA AO AO O EO IA ACE O I O I E C IA AE ION O ION AIN NEE OIEN I ONA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ishaq Al Jauhari, telah menceritakan kepada kami Abu Asim dari Abdullah bin Al Muammal dari Ibnu Abu Mulaikah dari Aisyah bahwa Nabi shallahu alaihi wassalam melihat lampu dirumah ibnu Zubair beliau bersabda : AoAo wahai Aisyah, aku tidak menyangka kalua AsmaAo telah melahirkan, maka janganlah ia di beri nama sehingga aku sendiri yang menamainya. AoAo maka beliau menamainya dengan Abdullah dan mentahniknya dengan sebuah kurma yang ada di Setelah mengeluarkan hadis dari sumber aslinya, maka Langkah selanjutnya iAotibar sanad dalam bentuk bagan sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Rasulullah SAW Abi Musa Anas Ibn Malik Abi Burdah Hisyam Ibn Zaid SyuAobah Barid Ibn Abi Burdah Muhammad Ibn JaAofar Abu Usamah Abdulah Ibn Muhammad Ahmad Ibn Hanbal Gambar 1. Bagan iAotibar sanad Riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Rasulullah SAW Aisyah Ibn Abi Mulaikah Abdullah alMuammal Abu AoAsim Abdullah Ibn Ishaq al-Jauhary Imam Turmudzi Gambar 2. Bagan iAotibar sanad Riwayat Imam Turmudzi Kemudian dalam tahap selanjutnya akan dilakukan penelitian terhadap sanad dari hadis diatas. Dalam literatur hadis, isnad atau sanad sangat berperan penting dalam menentukan kesahihan suatu hadis. Apabila suatu hadis tersebut sanadnya sahih maka matannya akan sahih juga menurut jumhur ulama, dan apabila hadisnya telah sahih baik dari segi matan dan sanad maka hadis tersebut bsa dijadikan hujjah. Hadis riwayat Imam Ahmad Ahmad bin Hanbal Nama Lengkap : Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Bilal bin Asad Guru : Muhammad bin JaAofar. Sufyan bin Uyainah. Imam SyafiAoI. Yazid bin Harun bin Yunus bin Muhammad. Murid : Bukhori. Muslim dan Abu Dawud. Penilaian : Imam SyafiAoI berkata: AoAku melihat seorang pemuda di Baghdad, apabila ia berkata. telah meriwayatkan kepada kami, maka orang-orang semuanya dia benar. Maka ditanyakanlah kepadanya. siapakah dia?dia menjawab . Ahmad bin HanbalAo. Dan beliau wafat pada tahun 241 H (Hajaj, 1. Abdullah Bin Muhammad Nama Lengkap: Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim bin Usman Guru : Yazid bin Harun. Sufyan bin Uyainah dan Khalid bin Makhlad Murid : Muslim. Bukhori. Ibnu Majah dan Abu Dawud. Penilaian : Menurut Abu Hatim adalah siqah. Menurut Ahmad bin Hanbal adalah Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Menurut Al AoAjli adalah hafidz. Dan beliau wafat pada tahun 235 H. Berdasarkan komentar para krtikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abu Bakr bin Abu Syaibah adalah siqah (Jamaluddin & Al-Mizzi, 1. Abu Usamah Nama Lengkap : Hammad bin Usamah bin Zaid al Quraisy Guru : Buraid. Hammad bin Zaid dan Khalid bin Ilyas Murid : Ishaq bin Ibrahim bin Nasr. Abu Kuraid. Ishaq bin Mansur. Abu Bakar bin Syaibah. Abdullah bin Barrad dan Zakaria bin Yahya Penilain : Menurut Yahya bin MaAoin adalah siqah. Menurut Ahmad bin Hanbal adalah Siqah. Menurut Az Zahabi adalah Hujjah. Disebutkan Ibnu Hibban di dalam ats tsiqaat. Dan beliau wafat pada tahun 201 H. Berdasarkan komentar para kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abu Usamah adalah siqah (Jamaluddin & Al-Mizzi, 1. Burraid Nama Lengkap : Burraid bin Abdillah bin Abi Burdah bin Abi Musa Al AsyAoari Guru : Abdillah bin Abi Burdah. Hassan Al Basyri dan AthoAo bin Abi Rabbah. Murid : Abu Usamah. Sufyan Ats Tsauri dan IsmaAoil bin Zakaria. Penilain : Menurut Yahya bin MaAoin adalah siqah. Menurut An NasaAoI adalah laysa bihi baAosa. Menurut Ahmad bin Abdullah Al AoAjli adalah siqah. Berdasarkan komentar para kritikus hadis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Burraid adalah (Jamaluddin & Al-Mizzi, 1. Abu Burdah Nama Lengkap : Amir bin Abdullah bin Qois. Guru : Abu Musa Al AsyAoari. Abdullah bin Salam dan Abu Hurairoh. Murid : Burraid bin Abdillah. Khalid bin Salama dan Thalha bin Musyrif Penilain : Menurut Ahmad bin Abdullah Al AoAjli adalah siqah. Menurut Abdurrahman bin Yusuf bin Khiros adalah saduq. Disebutkan Ibnu Hibban di dalam ats tsiqaat. Menurut Muhammad bin SaAoad adalah siqah, katsirol hadis. Dan beliau wafat pada tahun 104 H. Berdasarkan komentar para kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abu Burdah adalah perawi siqah. (Jamaluddin & Al-Mizzi. Abu Musa Nama Lengkap : Abdullah bin Qois bin Sulaim Guru : Nabi. Ibnu MasAoud dan Umar bin Khattab. Murid : Abu Burdah, sabit bin Qois dan Adh Dhohak bin Abdurrahman bin Arzab. Penilaian : beliau wafat di Mekkah pada tahun 50 H. Karena beliau adalah seorang sahabat, sebagaimana kesepakatan para ulama bahwa seluruh sahabat baik kecil maupun besar, tua maupun muda, yang terlibat peperangan antara Ali dengan Muawiyah maupun yang tidak semuanya adil. Berdasarkan penilian para ulama diatas, maka dapat diambil natijah bahwa hadis Riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal ini adalah hadis sahih. Hadis riwayat imam Turmuzi Turmuzi Nama Lengkap : Muhammad bin AoIsa bin Syuroh bin Musa Adh Dhahaq Guru : Bukhori. Muslim. Abu Dawud. Ahmad bin Yusuf. Husain bin Yusuf dan Hammad bin Syakir. Murid : Hammad bin Syair. Hussain bin Yusuf. Ahmad bin Yusuf. Husain Bin Yusuf dan Hammad bin Syakir. Penilaian : Adz Dzahabi berkata: AoImam Turmudi adalah seorang hafidz, alim dan imamAoAo. Dan beliau wafat pada tahun 279 H. Abdullah bin Ishaq Al Jauhari Nama Lengkap : Abdullah bin Ishaq Al Jauhari Guru : Abu Ashim. Yahya bin Hammad dan Badal bin Muhabbar. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Murid : Turmudi. Ishaq bin Ibrahim bin IsmaAoil dan Husain bin Ishaq. Penilain : Menurut Abu Hatim adalah syaikh. Menurut Ibnu QaniAo adalah hafidz. Disebutkan Ibnu Hibban di dalam ats tsiqaat. Dan beliau wafat pada tahun 257 H. Berdasarkan komentar para kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abdullah bin Ishaq adalah perawi tsqioh. Abu AoAsim Nama Lengkap : Adh Dhahak bin Makhlad bin Adh Dhahak bin Muslim. Guru : Abdullah bin Al Muammal. Abdul Malik bin Juraij dan Malik bin Anas. Murid : Abdullah bin Ishaq Al jauhari. Bukhori dan Ahmad bin SaAoid. Penilaian : Menurut Ahmad bin Abdillah Al- AoAjli adalah siqoh, faqih. Menurut Ahmad bin SaAoad adalah siqah. Menurut Yahya bin MaAoin adalah siqoh. Dan beliau wafat pada tahun 212 H. Berdasarkan komentar para kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abu Ashim adalah perawi tsqioh. Abdullah bin Al Muammal Nama Lengkap : Abdullah bin Al Muammal bin Wahballah Al Quraisy. Guru : Abdullah bin Abi Mulaikah. AthoAo bin Abi Robah dan Amru bin SyuAoaib. Murid : Abu Ashim. Sufyan Ats Tsauri dan IsmaAoil bin Ziad. Penilain : Menurut Yahya bin MaAoin adalah DaAoif. Menurut An NasaAoI adalah DaAoif. Menurut Abu Dawud adalah munkarul hadis. Menurut Ahmad bin Hanbal adalah hadis nya munkar. Dan beliau wafat pada tahun 160 H. Berdasarkan komentar kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Abdullah bin Al Muammal adalah perawi DhoAoif. Ibnu Abu Mulaikah Nama Lengkap : Abdullah bin Ubaidillah bin Abi Mulaikah Guru : AoAisyah. Ummu Salamah dan AsmaAo binti Abu Bakar Murid : Abdullah bin Al Muammal. Jarir bin Jazm dan Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij. Penilaian : Menurut Abu Hatim adalah siqah. Menurut Al AoAjli adalah siqah. Menurut Abu ZurAoah adalah siqah. Disebutkan Ibnu Hibban di dalam ats tsiqaat. Dan beliau wafat pada tahun 117 H. Berdasarkan komentar para kritikus hadis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Ibnu Abu Mulaikah adalah perawi siqah. AoAisyah Nama Lengkap : AoAisyah binti Abu Bakar Asy Siddiq Guru : Rasulullah. Abu Bakar dan Fatimah Azzahra Murid : Urwah bin Zubair. Muhammad bin Sirin dan Abdullah bin AoUbaidillah bin Abi Mulaikah. Penilaian : Beliau wafat pada tahun 58 H. karena beliau adalah seorang sahabat, sebagaimana kesepakatan para ulama, bahwa seluruh sahabat adalah adil. Dalam sanad terdapat seorang perawi yang dhaif dan tertuduh munkar yaitu Abdullah bin Al Muammal, sehingga kwalitas sanadnya adalah dhaif. Berdasarkan penilian para ulama diatas, maka dapat diambil natijah bahwa hadis Riwayat Imam Turmudzi ini adalah hadis sahih. SIMPULAN Setelah melakukan penelitian terhadap hadis Riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal dan Imam Turmudzi, maka dapat dinatijahkan bahwa hadis yang berkenaan dengan anjuran tahnik terhadap bayi yang baru lahir hadisnya sahih. karena seluruh rangkaian rawi dalam 3 hadis diatas semuanya dinilai para kritikus hadis paling rendah saduq, itu pun dari penilaian kritikus kategori mutasyaddid, sedangkan kritikus mutawassit menilai siqah, maka jelasla bahwa penilaian kritikus mutawassitlah yang diambil, sesuai dengan kaedah ilmu jarrah dan taAodi. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13679-13687 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 DAFTAR PUSTAKA