Prive. Volume 4. Nomor 2. September 2021 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7306 Printed ISSN 2615-7314 Pengaruh Teknologi Informasi. Budaya Organisasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus PT. Pegadaian Cabang Dompu Soriut. Sri Ayem1. Karlina2 Program Sarjana. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ayem@ustjogja. ac,id 1 karlinalestrarikarlina@gmail. Abstract This study aims to examine information technology, organizational culture, the quality of accounting information systems on the quality of financial reports. The data used in this study uses data obtained from questionnaires distributed to employees at PT. Penggadaian Cabang Dompu Soriutu. The number of questionnaires distributed in this study to 35 respondents. The research data were analyzed using multiple linear regression analysis using the SPSS 25 program. The results of this study indicate (X. information technology has a positive effect on (Y) the quality of financial reports. (X. Organizational culture has no positive effect on (Y) the quality of financial reports. (X. The quality of the accounting information system has a positive effect on (Y) the quality of financial reports. Keywords: Information technology. Organizational culture. Quality of accounting information systems Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji Teknologi informasi. Budaya organisasi. Kualitas sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan. Data yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada karyawan di PT. Penggadaian Cabang dompu Soriutu. Jumlah kuesioner yang disebarkan pada penelitian ini kepada 35 responden. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS Hasil penelitian ini menunjukkan (X. teknologi informasi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan. (X. Budaya organisasi tidak berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan (X. Kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan Kata Kunci: Teknologi informasi. Budaya organisasi. Kualitas sistem informasi akuntansi. Tanggal Submit : 8 Juni 2021 Tanggal Revisi : 20 September 2021 Tanggal Publish : 30 September 2021 A. PENDAHULUAN Pemerintah Republik Indonesia melakukan perubahan pada penatausahaan dana umum, khususnya kesiapan laporan keuangan. Tanggung jawab dalam penyelenggaraan dana umum diarahkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-Undang 15 Tahun 2005 tentang Pengkajian dan Badan Anggaran. Laporan keuangan oleh internal untuk melihat perkembangan perusahaan dan pencapaian usaha dalam satu periode akuntansi serta untuk mengetahui kendala apasaja yang dihadapi oleh perusahaan, karena perusahaan dapat membuat suatu kebijakan untuk mengatasi kendala yang terjadi. Laporan keuangan digunakan oleh pihak pembiayaan luar. Bagaimanapun, ringkasan anggaran yang telah dibuat dengan hal-hal bermanfaat yang dilakukan atau tidak dilakukan. Laporan anggaran harus dicek terlebih dahulu agar wawasannya dapat dipercaya oleh pihak luar. Ringkasan anggaran yang dianggap wajar, padat dan dapat diandalkan adalah laporan anggaran yang tidak mengandung inkonsistensi dan sesuai SAK (Standar Akuntansi Keuanga. atau IFRS (Standar Pelaporan Keuangan Internasiona. seperti ringkasan anggaran yang telah diperiksa kebenarannya (Wijayanti, 2. Masalah yang dihadapi PT. Pegadaian Syariah memproyeksikan adanya penurunan laba hingga 21,2 persen pada akhir 2020 sebagai dampak dari penyebaran virus corona. Kenaikan pembiayaan bermasalah mengerus laba perusahaan PT. Pegadaian syariah tersebut. Direktur utama pegadaian menjelaskan bahwa perseroan akan terdampak oleh pademik covid-19 karena sebagian besar nasabah menggunakan layanan gadai. Meskipun begitu, jaminan yang jelas dari gadai membuat penurunan kinerja dinilai tidak akan terlalu dalam. Perseroan memproyeksikan perolehan laba pada akhir 2020 senilai Rp 2,45 triliun. Jumlah tersebut turun hingga 21,2 persen . ear-onyear/yo. dari laba 2019 senilai Rp 2,11 triliun. Kuswiyoto menjelaskan bahwa pembiayaan bermasalah perseroan pada akhir tahun ini berpotensi mencapai 3,35 persen, meningkat dari posisi akhir 2019 sebesar 1,75 triliun(Pratama,2. Dapat di lihat pada tabel di bawah. Indikator Perolehan laba Tabel 1. 1 Perolehan Laba Bersih Per Tahun Interprestasi 1,7 T 2,11 T 2,45 T Tabel 1. Proyeksi Perolehan Laba Year On Year Tahun Proyeksiperolehan laba Pendapatan Interprestasi 1,7 T 3,35 % 2,11 T 21,2% Down 2,45 T 21,2% Down Sumber : Pratama,2020 Tabel di atas menunjukan perusahaan perlu melakukan tindakan penuh kehati-hatian dalam memberikan pembiayaan terutama pada saat wabah covid-19 masih belum reda, jika terus dibiarkan akan mengakibatkan perusahaan PT. Pegadaian syariah akan terus mengelami kerugian. Hal utama yang harus dilakukan perusahaan PT. Pegadaian Syariah ialah melakukan pengurangan pemberian pembiayaan berlebihan kepada nasabahnya agar tingkat kerugian kian bisa diatasi. Tidak lepas dari hal itu sistem informasi akuntansi perlu diterapkan dengan efektif agar perusahaan bisa mengambil langkah yang tepat dalam menyusun laporan keuangan, serta budaya organisasi sebagai kontribusi dalam pembuatan laporan keuangan tersebut perlu dilakukan evaluasi secara mendalam terhadap pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan, dan juga teknologi informasi menjadi dasar pemberian informasi yang relevan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan. Inovasi data juga dapat dimanfaatkan secara memadai sehingga dapat menambah kinerja, maka individu dalam organisasi harus memanfaatkan inovasi tersebut secara tepat, dengan menggunakan inovasi data yang diperoleh dan diperlukan untuk membantu individu yang berinvestasi dalam mengidentifikasi(Utami dkk, 2. Selain itu, teknologi informasi memberikan kemudahan terhadap laporan keuangan, yang menjadi suatu kewajiban bagi para pelaku usaha. Sehingga laporan keuangan yang cepat dapat digunakan manajemen perusahaan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan selama periode tertentu(Wijayanti, 2. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh(Wijayanti, 2. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner sebanyak 86 eksemplar yang dibagikan kepada seluruh responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis, berdasarkan hasil analisis sistem pengendalian intern dan teknologi informasi terhadap laporan keuangan berpengaruh signifikan atau terdukung, jadi hasil penelitian tersebut terdukung. Sedangakan penelitian yang dilakukan oleh Agustina. Ananda . Penelitian untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap kualitas pelaporan keuangan hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif , tetapi tidak significant terhadap kualitas laporan keuangan dan (Eveline, 2. Berdasarkan hasil uji Regresi Linear bahwa hasil sig adalah0,002 yaitu <5, karenanya H0 ditolak dan H2 diakui Dengan demikian dalam penelitian ini Sistem Informasi Akuntansi mempengaruhi kualitas Laporan Keuangan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sampel dan juga beberapa variabel yang digunakan berbeda, walau begitu pemahaman dalam variabel penelitian terdahulu mempunyai kemiripan pengertian dan metode yang digunakan, sehingga peneliti akan meneliti lebih lanjut dengan variasi sample dan waktu yang berdeda. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik dan termotivasi untuk melakukan penelitian ini, dikarenakan penelitian ini masih jarang sekali dilakukan penelitian sebelumnya, maka dari itu peneliti yakin bahwa penelitian ini menjadi terobosan baru untuk dilakukan penelitian selanjudnya. Dengan segala permasalah yang dihadapi perusahaan PT. Pegadaian Syariah perlu adanya perbaikan dan peningkatan sistem lebih muktahir lagi. Maka dengan ini peneliti tertarik mengabil judul penelitian tentang AuPengaruh Teknologi Informasi. Budaya Organisasi Dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. Pegadaian Cabang Dompu Soriut. PENGEMBANGAN HIPOTESIS H1 : Hubungan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuanggan Peningkatan inovasi data tidak hanya dimanfaatkan di asosiasi bisnis tetapi juga di asosiasi Satu usaha untuk mengwujudkan transparansi dan akuntabilitas penggelolaan keuanggan negara adalah akomodasi laporan pertanggungjawaban keuangan, yang memenuhi aturan sesuai jadwal dan diatur dengan mematuhi pedoman pembukuan pemerintah yang diakui secara umum. Organisasi perlu meningkatkan pemanfaatan kemajuan dalam inovasi data untuk membangun organisasi kerangka kerja data eksekutif dan langkah-langkah kerja yang memberdayakan organisasi untuk bekerja secara terkoordinasi dengan meningkatkan akses antar unit kerja. Eksplorasi yang diidentifikasi dengan pemanfaatan kerangka kerja data dan inovasi data dalam asosiasi area terbuka telah berakhir. Penggambaran dan penemuan eksperimental terkait inovasi data menunjukkan bahwa penanganan informasi dengan menggunakan inovasi data (PC dan organisas. akan memberikan banyak manfaat baik dari segi ketepatan atau ketepatan hasil kerja maupun predikatnya sebagai mesin serba guna, multiprosesing. Melihat gambaran di atas, penelitian ini diusulkan untuk memikirkan kembali hubungan antara kapasitas atau kemampuan sumber inovasi data dengan sifat data ringkasan anggaran. H2 : Hubungan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuanga Pemeriksaan ini untuk menunjukkan secara tepat mengendalikan diri, budaya moral otoritatif pada sifat laporan fiskal atau keuangan. Budaya organisasi didefinisikan sebagai keyakinan yang dipercaya oleh perusahaan yang menjadi dasar dari perusahaan dalam menentukan cara perusahaan dalam beroperasi (Mansor & Tayib 2. Derajat ketercapaian pelaksanaan suatu tindakan hierarkis dalam memahami maksud, tujuan, misi, dan visi perserikatan yang tertuang dalam esensi penyusunan suatu perkumpulan atau organisasi. (Inastri & Mimba, 2. Agustina. Ananda . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan. H3 : Hubungan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Mengembangkan serta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi merupakan kewajiban perusahaan pusat dan daerah, demi terselenggaranya dengan penggunaan kerangka data pembukuan yang berkualitas akan menghasilkan data pembukuan yang berkualitas juga digunakan oleh klien dalam pengambilan keputusan. Demikian juga, dinyatakan bahwa kerangka data pembukuan yang baik dapat meningkatkan asosiasi dengan memberikan data yang tepat dan tepat. Penelitian ini dilakukan oleh Eveline, . penelitian sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan hasil dari uji regresi bahwa konsekuensi dari sig adalah 0,002, yaitu <5, maka H0 ditolak dan H2 diakui, maka Sistem Informasi Akuntansi mempengaruhi kualitas Laporan Keuangan. METODE PENELITIAN Tempat. Waktu. Rancangan dan Jenis Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian di Kantor PT Pegadaian Cabang Dompu Soriutu. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 05-13 Desember 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kuantitatif ialah suatu pendekatan penelitian yang bersifat objektif mencakup pengumpulan informasi yang berbentuk angka-angaka yang dapat dihitung guna menghasilkan suatu penaksiran, yaitu berupa jawaban dari kuesioner yang di sebarkan kepada responden ( Widhayati, 2. Sedangkan menurut Kasiram . Penelitian kuantitatif dapat didefinisikan sebagai suatu interaksi menemukan informasi dengan memanfaatkan informasi sebagai angka. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah spekulasi yang terdiri dari subjek yang memiliki sifat dan kualitas tertentu yang dikuasai oleh penulis untuk dikonsentrasikan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan, kecuali satpam dan cleaning service yang ada di perusahaan PT Penggadaian Cabang Dompu Soriutu. Sampel menurut Sugiyono . sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek atau obyek yang memiliki kualitas tertentu untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel dalam penelitian ialah 35 Orang yang bekerja pada cabang perusahaan penggadaian, sample memiliki validitas adalah sampel yang baik. Sampel dalam penelitian ini diambil adalah seseorang yang memiliki peranan penting dalam perusahaan, untuk mendukung suksesnya pelaporan keuangan yang baik, tepat dan akurat. Sumber dan Metode Pengumpulan Data Penelitian Peneliti akan memperoleh informasi dengan menyebarkan sample kuesioner kepada karyawan persusahaan kemudian karyawan dapat mengisi kuisioner tersebut dengan pilihan yang sudah ditentukan. Metode pengumpulan informasi dalam uji ini adalah dengan menggunakan polling pertanyaan kepada karyawan, dengan skala yang harus dipilih yaitu point 1-5, diamana point 1 dengan keterangan sangat tidak setuju, point 2 tidak setuju, point 3 netral, point 4 setuju, dan point 5 sangat setuju. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan (Y) sedangkan variabel independen yaitu pengaruh teknologi informasi (X. , budaya organisasi (X. , kualitas sistem informasi akuntansi (X. Varibel Independen (X) . Teknologi Informasi (X. Teknologi informasi adalah inovasi teknologi yang digunakan untuk menangani informasi, termasuk mempersiapkan, mendapatkan, mengatur, menyimpan, mengendalikan informasi dalam berbagai pendekatan untuk menghasilkan data yang berkualitas, menjadi data spesifik yang penting, tepat dan dapat digunakan untuk individu, bisnis, dan tujuan pemerintah adalah data kunci untuk mengambil keputusan. Sehingga seperti yang diungkapkan oleh Wijayanti, . Perkembangan pesat inovasi data dapat membuka kebebasan bagi berbagai kalangan untuk mengakses dan mengawasi data keuangan secara cepat dan tepat. Budaya Organisasi (X. Budaya organisasi tentang bagaimana pekerja melihat kualitas cara hidup asosiasi, bukan dengan apakah mereka menyukai budaya itu. Artinya, budaya adalah istilah yang Seperti yang ditunjukkan oleh Agustina. Ananda . budaya otoritatif merupakan kearifan umum yang dipegang oleh semua anggota organisasi untuk menciptkanan disiplin, tanggung jawab, bekerja sendiri ataupun kelompok. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi (X. Sistem informasi akuntansi adalah kerangka kerja konvensional yang memberikan data dari luar dan dalam. Kerangka data pembukuan yang berkualitas merupakan impresi dari konsekuensi penanganan kerangka data pembukuan. Seperti yang dikemukakan oleh Eveline, . kerangka data pembukuan adalah bagian atau susunan dari suatu asosiasi yang memiliki kewajiban mengenai perencanaan data keuangan untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Variabel Dependen (Y) . Kualitas Laporan Keuangan Laporan keuangan yaitu catatan data dalam suatu periode pembukuan yang dapat digunakan untuk menggambarkan posisi keuangan substansi. Melalui peningkatan kapabilitas SDM, baik pada level framework, institusional, maupun singular, serta dijunjung tinggi dengan pemanfaatan kerangka pembukuan keuangan diharapkan dapat memperbaiki kualitas laporan keuangan (Wijayanti, 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen penelitian ini dapat berupa kuesioner dari hasil kuesioner tersebut akan di bagikan kepada responden. Indikator-indikator dalam variabel tersebut di kembangkan menjadi 5 point dari masing-masing variabel pada kuesioner dengan menggunakan skala likert untuk pilihan 5 jawaban antara lain: Alternatif Tabel 3. 1 Point Skala Likert Keterangan Point Sangat setuju Setuju Netral Tidak Setuju STS Sangat Tidak setuju Sebelum melakukan penelitian akan dilakukan uji pilot test responden yang diambil ialah 35 orang dengan 40 item pernyataan yang bertujuan apakah item pertanyaan valid dan reliable, sehingga apakah kuesioner dapat digunakan untuk melakukan penelitian yang Pada tahap uji validitas penyataan yang valid adalah 38 penyataan dan 2 pernyaan tidak valid. Setelah selesai uji validitas kemudian di uji reliabilitas untuk melihat apakah reliabel atau tidak. Pada tahap ini semua variabel dinyatakan reliabel artinya dapat di gunakan kembali untuk menyebar kuisioner yang sebenarnya. Teknik Analisis Data Uji Statistik Deskriptif Analisis data statistik digunakan untuk membedah informasi dengan menggambarkan informasi yang telah dikumpulkan semua hal yang dipertimbangkan tanpa bertujuan untuk memenuhi tujuan yang berlaku untuk spekulasi. Untuk menampilkan informasi dalam struktur visual seperti histogram, poligon, ogive, grafik batang, garis luar lingkaran, grafik pastel . iagram lingkara. , dan garis tepi gambar, menghitung proporsi kemiringan fokus . ata-rata, mode tenga. , menghitung ukuran area . uartil, desil, dan persenti. , memastikan ukuran penyebaran . eviasi standar, perubahan, jangkauan, deviasi kuartil, deviasi rata-rata, dl. Uji Asumsi . Uji Normalitas Uji-normalitas data menggunakan one sample kolmogrov Ae smirnov test untuk mengetahui sig. data tersebar normal. Apabila nilai sig atau signifikan < 0. 05 persebarannya tidak normal atau nilai sig atau signifikan > 0. 05 persebarannya normal. Uji Multikolinearitas Uji-multikolinearitas ialah untuk mengetahui apakah model regresi diketahui adanya hubungan antar variabel independent. Jika terjadi pengujian multikolinearitas tinggi, maka batas kesalahan koefisiensi regresi yang mengakibatkan batas penilaian parameter semakin luas. Apabila Nilai tolerance > 10% dan VIF < 10 maka variabel independen tidak ada . Uji Heterokedastisitas Uji-heterokedastisitas ialah untuk menguji sebuah model regresi jika terjadi simpangan varian dari pandangan dimulai dengan satu persepsi kemudian ke yang Salah satu pendekatan untuk melihat apakah terdapat heteroskedastisitas pada model regresi berganda, yaitu dengan melihat nilai antisipasi dari variabel dependen, yaitu SRESID spesifik dengan kesalahan atau error. Analis Regresi Berganda . Uji Simultan ( F ) Dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linier berganda karena terdapat variabel (X) dalam penelitian yang jumlahnya lebih dari satu. Menurut Sugiyono . persamaan linier berganda dapat dilihat sebagai berikut: ycU = yca yca1ycU1 yca2ycU2 b3X3 yuA Keterangan : Y = Variabel kualitas laporan keuangan. yca = Konstanta ( Y dan X = 0 ) yca1, yca2 , b3 = Koefisien relaps faktor bebas ycU1 = Kerja teknologi informasi ycU2 = Kerja budaya organisasi ycU3 = Kualitas sistem informasi akuntansi yuA = Standar error Alat ini digunakan untuk meramalkan setiap variabel bebas dalam pengujian apakah memiliki hubungan terhadap variabel terikat. Uji Signifikan Parsial ( t ) Uji-t diarahkan untuk mengetahui variabel bebas secara sendiri-sendiri mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel bebas. Menurut Nazir . tingkat kritis ( huge level ) yang sering digunakan adalah 5% karena dianggap sangat tepat dalam menguji hubungan variabel yang dicoba, kedua variabel sangat asli. Maka dapat disimpulkan apabila probabilitas < 0,05 bahwa secara parsial (X) mempunyai pengaruh signifiikan terhadap variabel ( Y ) dan juga sebaliknya apabila > 0,05 bahwa secara sendiri-sendiri variabel ( X ) tidak ada pengaruh signifiikan terhadap variabel ( Y ). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Uji Karakteristik Responden . Berdasarkan Orientasi Kelamin Tabel 4. Karakteristik orientasi kelamin responden orientasi kelamin Jumlah Prosentase Laki Aelaki Perempuan Jumlah 35 orang Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Jumalah laki-laki 18 orang dengan prosentase 51% dan perempuan 17 orang dengan presentase 49%. Dalam hal ini berarti responden laki-laki mendominasi dalam penelitian ini atau dapat di katakana bahwa karyawan dalam perusahaan tersebut paling banyak banyak laki-laki daripada perempuan. Berdasarkan usia Tabel 4. Karakteristik Usia Responden Usia Jumlah Prosentase 20 Ae 29 30 Ae 39 40 Ae 49 >50 Total 35 orang Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan tabel diatas menunjukan hasil bahwa karyawan PT. Penggadaian Cabang Dompu Soriutu di dominasi oleh usia 20- 29 tahun 37% dan 30Ae39 tahun 28 %, 40-49 tahun 20% dan >50 tahun 15%. Berdasarkan hal tersebut bahwa usia produktif untuk melakukan perubahan dan perkembangan yaitu usia 20-29 tahun lebih banyak yaitu 37%. Berdasarkan Pendidikan Tabel 4. Karakter Tingkat Pendidikan Responden Tingkat pendidikan Jumlah Prosentase D4/S1 D1/D2/D3 SMA Total 35 Orang Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Hasil pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar perwakilan reponden di PT. Pegadaian Dompu Cabang Soriutu memiliki tingkat pendidikan Sarjana atau S1/D4 yaitu Sedangkan posisi selanjutnya memiliki jenjang pendidikan D3 sebesar 8,5% dan yang terakhir adalah SLTA sebesar 6,5%. Untuk situasi ini, responden untuk penelitian ini dikatakan sudah memiliki tingkat pendidikan tinggi. Berdasarkan Jabatan Tabel 4. Karakteristik Jabatan Posisi kerja Jumlah Presentase keuangan dan perencanaan strategis teknologi informasi dan digital Sumber Daya Manusia Lain-lain Total Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan table 4. 5 membuktikan bahwa posisi kerja sebagai keuangan dan perencanaan strategis memiliki presntase 32 %, teknologi informasi dan digital 25 %, sumber daya manusia 29 % dan lain-lain 14 %. Dengan demikian posisi kerja keuangan dan perencanaan strategis memiliki presentase responden paling tinggi. Berdasarkan Masa Kerja Tabel 4. Karakteristik Berdasarkan Masa Kerja Masa kerja bagian Jumlah Presentase 1-5 Tahun 5-10 Tahun 10-15 Tahun 15-20 Tahun > 20 Tahun Total Sumber :diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan tabel 4. 6 responden masa kerja sebagai akuntansi 1-5 Tahun 71%, 5-10 Tahun 29%, 10-15 Tahun 0%, 15-20 Tahun 0% dan lebih dari 20 Tahun 0%. Hal ini menunjukan bahwa yang mengisi kuesioner kebanyakan reponden masa kerja bagian keuangan 1-5 Tahun. Hasil Uji Kualitas Data . Uji Validitas Indicator/ X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Indicator/v X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Indicator/v X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Indicator/v Tabel 4. Hasil uji-validitas data Pearson correlation r-tabel Teknologi Informasi (X. 0,791 0,758 0,422 0,434 0,543 0,406 Pearson r-tabel Budaya Organisasi ( X2 ) 0,747 0,703 0,382 0,338 0,788 0,758 0,475 0,488 0,527 Sig. Ket. ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,012 ,015 ,001 ,016 Sig. Ket. ,000 ,000 ,023 ,047 ,000 ,000 ,004 ,003 ,001 Pearson r-tabel Sig. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi ( X3 ) 0,593 ,000 0,454 ,006 0,520 ,001 0,438 ,009 0,384 ,023 0,412 ,014 0,725 ,000 0,423 ,011 0,450 ,007 0,394 ,019 Ket. Pearson r-tabel Kualitas Laporan Keuangan (Y) 0,670 0,504 Sig. Ket. ,000 ,002 0,558 ,000 0,359 ,034 0,447 ,007 0,416 ,000 0,516 ,000 0,515 ,002 0,549 ,001 Y10 0,417 ,013 Sumber : Uji pilot test diolah denagn SPSS versi 25 Berdasarkan tabel 4. 7 dapat disimpulkan semua butir pernyataan dari X1. X2. X3 dan Y adalah valid. Hal ini dapat dilihat dari Pearson correlation > r tabel yaitu 0,334 dan signifikansinya < 0,05. Uji Reliabilitas Tabel 4. Hasil uji reliabilitas kuesioner Variabel CronbachAos Ket. Alpha Teknologi informasi 0,796> 0,600 Reliabel Budaya organisasi 0,782> 0,600 Reliabel Kualitas sistem informasi 0,669> 0,600 Reliabel Kualitas laporan keuangan 0,709> 0,600 Reliabel Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan kesimpulan tabel 4. 8 bahwa semua kuesioner yang sudah disebar dinyatakan reliabel, karena nilai CronbachAos Alpha > 0,600. Variabel teknologi informasi 0,796 > 0,600, budaya organisasi 0,782 > 0,600, kualitas SIA 0,669 > 0,600 serta kualitas laporan keuangan 0,709 > 0,600. Uji statistik deskriptif Tabel 4. Statistik Deskriptif Mini Maxim Std. Mean Deviation Valid N . istwise Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan tabel 4. 9 dapat di jelaskan bahwa (N) jumlah responden adalah 35, dari 35 variabel indevenden X1 ( Teknologi informasi ) memiliki nilai minimum 33 dan maximum 45, mean ( rata-rata ) 41,66 dengan standar deviasi sebesar 3. X2 ( budaya organisasi ) memiliki nilai minimum 27 dan maximum 45, mean ( rata-rata ) 40,74 dengan satandar deviasi 4,623. X3 . ualitas sistem informasi akuntansi ) memiliki nilai minimum 31 dan maximum 50, mean ( rata-rata ) 44,60 dengan standar deviasi 4,258. Dan Y ( kualitas laporan keuangan ) memiliki nilai minimum 43 dan maximum 50, mean ( rata-rata ) 47,37 dengan standar deviasi 1,646. Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji-normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic . -taile. Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Dari tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh data memiliki nilai Asymp sig sebesar 0,200 > 0,05 sehingga variabel residual terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Hasil Uji-multikoliniearitas Collinearity Statistics Model (Constan. Tolerance VIF Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Dari hasil pengujian diatas dapat dikatakan bahwa variabel Teknologi informasi (X. memiliki nilai tolerance sebesar 0,765 > dari 0,10 dan VIF 1,307 < 10,00. Variabel budaya organisasi (X. memiliki nilai tolerance sebesar 0,633 > 0,10 dan VIF 1,579 < 10,00 . Variabel kualitas sistem informasi akuntansi (X. memiliki nilai tolerance sebesar 0,798 > 0,10 dan VIF sebesar 1,254 < 10,00 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas Tabel 4. Hasil Uji-heterokedastisitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. 080 -. 098 -. Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Dari Uji-heterokedastisitas nilai signifikansi masing-masing variable > 0,05 sehingga tidak terjadi heterokedastisitas. Analis Regresi Linear Berganda Anlisis regresi berganda digunakan untuk menguji apakah ada hubungan antara variabel terikat dan bebas, disajikan pada tebel berikut. Hasil Uji F ( Uji Simultan ) Tabel 4. Hasil Uji F ( Uji Simultan ) ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total a. Dependent Variable: Kualitas laporan keuangan Predictors: (Constan. Kualitas sistem informasi akuntansi. Budaya organisasi. Teknologi informasi Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan tabel 4. 13 bahwa nilai F hitung 56,774 dengan nilai signifikansi 0,000 < nilai A = 0,05 ( 0,000 > 2,86 ) dengan demikian dapat disimpulkan teknologi informasi, budaya organisasi, kualitas sistem informasi akuntansi mempengaruhi atau simultan terhadap kualitas laporan keuangan, karena nilai siginifikansi 0,000 < 0,05. Uji Statistik t Tabel 4. Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model Sig. 1(Constan. Teknologi informasi Budaya organisasi Kualitas sistem informasi akuntansi Dependent Variable: Kualitas laporan keuangan Sumber : diolah dengan SPSS versi 25 Pada anlisis dilakukan pada derajat kebebasan t tabel = t. /2. n-k-1= t ( 0,025 . 31 ) = 2,042 dimana a = 0,05 ( tingkat signifikansi 5% dengan tingkat kepercayaan 95%, n = Jumlah sample ( 35 ) dan k = jumlah variabel X ( tiga ). Apabila t hitung > t tabel, maka H1 terdukung dan H0 tidak terdukung. Sebaliknya jika t hitung < t tabel, maka H1 tidak terdukung dan H0 terdukung. Pembahasan Berdasarkan hasil olah data SPSS versi 25, dapat disimpulkan hasil pengujian tiap hipotesis sebagai berikut. Pengaruh teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. Dari hasil penelitian bahwa (X. teknologi informasi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan, hal ini dapat di lihat dari hasil uji statistic t yaitu t hitung > t tabel ( 892 > 2,042 ) dan nilai siginifikansi 0. 000 < 0,05, maka H1 terdukung dan H0 tidak terdukung, jadi ( X1 ) teknologi informasi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan Hal ini ditunjang oleh penelitian wijayanti, . bahwa teknologi informasi dapat mempengaruhi kualitas laporan keuangan. melalui peningkatan kapabilitas SDM, baik pada level framework, institusional, maupun singular, serta dijunjung tinggi dengan pemanfaatan teknologi keuangan diharapkan dapat memperbaiki kualitas laporan keuangan. Pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas laporan keuangan. Dari hasil penelitian bahwa (X. budaya organisasi tidak berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan, hal ini dapat di lihat dari hasil uji statistic t yaitu t hitung < t tabel (-1. 296 < 2,042 ) dan nilai siginifikansi 0. 025 > 0,05, maka H1 tidak terdukung dan H0 terdukung, jadi ( X2 ) budaya organisasi tidak berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan Hal ini ditunjang oleh Agustina. Ananda . Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas pelaporan Tetapi dalam penelitian ini budaya organisasi mempengaruhi budaya organisasi dan signifikan terhadap laporan keuangan, karena budaya organisasi tidak berhubungan langsung dalam masalah pelaporan keuangan dan budaya organisasi tidak dibentuk sesaat, melainkan dibentuk bertahun-tahun. Pengaruh Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kualitas laporan Dari hasil penelitian bahwa (X. Kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan, hal ini dapat di lihat dari hasil uji statistic t yaitu t hitung < t tabel ( 5. 890 > 2,042 ) dan nilai siginifikansi 0. 001< 0,05 maka H1 terdukung dan H0 tidak terdukung, jadi ( X3 ) Kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan Hal ini ditunjang oleh penelitian Eveline, . bahwa kualitas sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Karena perusahaan sudah menerapkan sistem manageman teknologi dengan baik, jadi kualitas laporan semakin baik. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis yang telah di lakukan kepada 35 responden pada penelitian ini maka dapat di simpulkan sebagai berikut: . dari hasil analisis bahwa (X. teknologi informasi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan, . dari hasil analisis bahwa (X. budaya organisasi tidak berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan, . dari hasil analisis bahwa (X. Kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap (Y) kualitas laporan keuangan. Adapun keterbatasan peneitian ini ialah : . Penelitian ini hanya pada teknologi informasi, budaya organisasi dan kualitas sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan, . pengambilan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner yang di sebarkan kepada karyawan 35 orang dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan serta umur yang berbeda dan jababatan berbeda, . Pengambilan data terlalu lama dikarenakan karyawan di perusahaan tersebut masuk kerja secara bergantian untuk menghindari penyebaran COVID-19 dan mentaati atau patuh terhadap protocol kesehatan. Dari kesimpulan dan keterbatan penelitan maka ditarik saran sebagai berikut : . Bagi perusahaan lebih ditingkatkan lagi budaya perusahaan agar setiap divisi lebih bertanggung jawab dengan tugasnya, . Bagi penelitian selanjutnya di harapkan dapat menambahkan metode pengumpulan data seperti hanya dalam jabatan yang sama, umur yang sama, dan penyebaran kuisioner yang sama, sehingga hasil yang di peroleh lebih objektif dan fokus, sehingga hasinya lebih akurat. REFERENCES