TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA SAMARINDA Rifky Wijayanto1. Achmad Kadri Ansyori1. Triswanto Sentat1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email : achmad. ansyori@gmail. ABSTRACT Sars-CoV-2 which is the virus that causes Coronavirus Disease 2019 (COVID-. is a new type of disease that has never been previously identified in humans. People who are most at risk of contracting this disease are people who are in very close contact with COVID-19 patients, including those who care for COVID-19 patients. It is important for Pharmaceutical Technical Personnel (TTK) as individuals to realize the need for knowledge in preventing COVID-19. The importance of this is as an initial step to prevent spread in the family, home and The purpose of this study was to determine the level of knowledge of Pharmaceutical Technical Personnel in preventing COVID-19 in Samarinda City. This research is a non-experimental research with quantitative descriptive data analysis. The sample in this research is Pharmaceutical Technical Personnel who work in Samarinda City. The sampling method used is non-probability sampling, namely purposive sampling. The independent variable in this study is the Pharmaceutical Technical Personnel who work in Samarinda City and the dependent variable in this study is the level of knowledge of the Pharmaceutical Technical Personnel. Analysis of the data in this study in general there are two types of statistics used to analyze the collected data, namely descriptive statistics, and inferential statistics. Based on the results of the study, the level of knowledge of Pharmaceutical Technical Personnel in preventing COVID-19 in Samarinda City was obtained in a very good category. A total of 102 respondents . 29%) had a very good level of knowledge and 105 respondents . 72%) had a good level of knowledge. Characteristics of respondents who have a relationship with the level of knowledge of Pharmaceutical Technical Personnel in preventing COVID-19 in Samarinda City, namely age, place of work, type of work, length of work, monthly income and have/not attended seminars on COVID-19. Meanwhile, the respondent's gender characteristics have no relationship with the level of knowledge of Pharmaceutical Technical Personnel in preventing COVID-19 in Samarinda City. Keywords: Pharmaceutical Technical Personnel. Knowledge Level. COVID-19. Pendahuluan Pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2. yang disebabkan oleh virus SARSCoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-. menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum dan telah menarik perhatian Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia/Public Health Emergency International Concern (KKMMD/PHEIC). dan pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa COVID-19 telah menjadi penyakit pandemi di seluruh dunia . Lingkungan kerja Tenaga Teknis Kefarmasian memiliki kontak erat dengan pasien dan tenaga medis seperti perawat dan dokter, sehingga karena faktor lingkungan kerja, resiko terpapar virus COVID-19 kontaminasi yang terjadi di tempat kerja sangat rawan terjadi. Hal itu sangat membahayakan keluarga dan lingkungan tempat tinggal apabila seorang Tenaga Teknis Kefarmasian membawa virus dari tempat kerja ke rumah. Tenaga Teknis Kefarmasian melakukan pelayanan kefarmasian haruslah mampu menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, berkhasiat, pengelolaan sediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), pelayanan farmasi klinik serta pengawasan obat. Selain itu. Tenaga Teknis Kefarmasian secara langsung dan tidak langsung kontak dengan rekan kerja sesama tenaga medis. Maka menjadi penting untuk Tenaga Teknis Kefarmasian sebagai diri pengetahuan, sikap dan praktek dalam penncegahan COVID-19 sebagai langkah awal pencegahan penyebaraan di lingkungan keluarga rumah dan lingkungan tempat tinggal. Prosedur Penelitian : Penentuan Responden. Uji Validitas. Uji Reliabilitas. Pengumpulan Data. Pengolahan Data. Pembahasan . Pengambilan Simpulan METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis deskriptif pada penelitian ini karakteristik responden. Total responden pada penelitian ini sebanyak 207. Karakteristik responden terbagi menjadi tujuh yaitu, usia, jenis kelamin, tempat bekerja, jenis pekerjaan, lama bekerja, pernah/tidak mengikuti seminar tentang COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Teknis Kefarmasian yang memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dan bekerja di Kota Samarinda. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel Morgan and Krejcie. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling karena peneliti tidak mengetahui secara pasti jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian yang bekerja. Teknik Pengumpulan Data Alatberupa kuesioner digital yang disebar melalui surat elektronik kepada Tenaga Teknis Kefarmasian yang memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dan bekerja di Kota Samarinda. Analisis Data Analisis data pada penelitian ini secara umum terdapat dua jenis statistik yang digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul, yaitu statistik deskriptif, dan statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Sedangkan statistik inferensial merupkan suatu teknik statistik yang dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi. Tabel 1. Karakteristik Responden Total Penggolongan Karakteristik Usia Jenis Kelamin Tempat Bekerja Jenis Pekerjaan Lama Bekerja Rata-rata penghasilan /bulan Pernah Mengikuti Seminar/Webinar Tentang Covid-19 Parameter Remaja . -25 tahu. Dewasa . -45 tahu. Lansia Awal . -55 tahu. Perempuan Laki-laki Rumah Sakit Apotek Lainnya Klinik Puskesmas Pedagang Besar Farmasi Toko Obat Pegawai Swasta /Honorer/Sejenisnya Pegawai Negeri Sipil (PNS)/ASN/Sejenisnya 1-5 tahun Kurang dari 1 tahun 6-10 tahun Lebih dari 10 tahun Rp. 000 Ae 4. Rp. 000 Ae 10. Kurang dari Rp. Lebih dari Rp. Pernah Tidak pernah Berdasarkan berdasarkan jenis pekerjaan pada penelitian ini adalah responden dengan jenis swasta/honorer/sejenisnya dengan jumlah total responden 175 . ,54%), dan data responden dengan jenis pekerjaan pegawai negeri sipil hanya memperoleh total . ,46%). Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja yang didapat paling banyak adalah 1-5 tahun dengan total 87 responden ,03%), kurang dari 1 tahun dengan total 48 responden, 6-10 tahun dengan total 45 responden dan responden dengan lama bekerja paling sedikit adalah lebih dari 10 tahun dengan jumlah total 27 responden Jumlah Responden ,04%) ,10%) ,86%) ,22%) ,78%) ,13%) ,20%) ,18%) ,80%) ,31%) ,93%) ,45%) ,54%) ,46%) ,03%) ,19%) ,74%) ,04%) ,14%) ,57%) ,32%) ,97%) ,66%) ,34%) ,04%). Karakteristik responden yang didapat paling banyak yaitu dengan yang berpenghasilan Rp. dengan total 110 responden . ,14%). Selanjutnya, data paling sedikit penghasilan perbulan responden yaitu lebih dari Rp. ,97%). Responden kebanyakan pernah mengikuti seminar dengan jumlah total 109 responden dengan persentase 52,66%, dan yang tidak pernah sama sekali mengikuti seminar adalah sebanyak 98 responden dengan persentase 47,34%. Hasil Tingkat Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Pencegahan COVID-19 berdasarkan Karakteristik Responden Pengetahuan adalah hal yang sangat seseorang, karena pengetahuan membentuk kepercayaan yang kemudian akan menjadi dasar bagi seseorang dalam mengambil keputusan dan menentukan perilaku terhadap objek tertentu . Karakteristik responden dapat mempengaruhi baik buruknya tingkat pengetetahuan seseorang. Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Karakteristik Responden Karakteristik Hasil rata Parameter Jumlah Responden Laki-laki 3,32 Jenis Kelamin Perempuan 3,35 Remaja . -25 tahu. 3,24 Dewasa . -45 tahu. 3,46 Usia Lansia Awal . -55 tahu. 3,64 Rumah Sakit 3,39 Puskesmas 3,57 Klinik 3,59 Apotek 3,28 Tempat Bekerja Toko Obat 2,94 Pedagang Besar Farmasi 3,77 Lainnya 3,12 Jenis Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil 3,54 Kategori Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Pegawai Swasta /Honorer 3,31 Sangat Baik < 1 tahun 3,13 Baik 1-5 tahun 3,37 Sangat Baik Lama Bekerja 6-10 tahun 3,51 Sangat Baik > 10 tahun 3,35 Sangat Baik < Rp. 3,14 Baik Rp. 000 - 4. 3,33 Sangat Baik Penghasilan Rp. 000 - 10. 3,53 Sangat Baik Perbulan > Rp. 3,58 Sangat Baik Pernah 3,46 Sangat Baik Mengikuti Seminar Tidak pernah 3,22 Baik dengan nilai sebesar 3,64 dengan kategori Berdasarkan tabel 2, tingkat sangat baik. Tingkat pengetahuan Tenaga pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Teknis Kefarmasian berdasarkan tempat bekerja,parameter tempat bekerja di parameterlaki-laki mendapatkan hasil ratapelayanan kesehatan dan pedagang besar rata tingkat pengetahuan sebesar 3,32 rata-rata dengan kategori sangat baik dan parameter pengetahuan yang sangat baik. Tingkat perempuan mendapatkan hasil rata-rata pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tingkat pengetahuan sebesar 3,35 dengan berdasarkan jenis pekerjaan, parameter kategori sangat baik. Selanjutnya, tingkat ASN memiliki hasil rata-rata sebesar 3,54 pengetauan berdasarkan usia, parameter dengan kategori sangat baik. Sedangkan parameter pegawai honor lebih rendah, lansia awal . -55 tahu. mendapatkan yaitu sebesar 3,33 dengan kategori sangat hasil rata-rata tingkat pengetahuan tertinggi baik. Selanjutnya, tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian berdasarkan lama bekerja6-10 tahun mendapatkan hasil rata-rata tingkat pengetahuan paling tinggi dengan nilai 3,51 kategori sangat baik. Selanjutnya, tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian penghasilan di atas Rp. 000 rata-rata memiliki tingkat pengetahuan yang sangat Sedangkan parameter tempat bekerja di bawah Rp. 000 rata-rata memiliki tingkat pengetahuan yang lebih rendah, yaitu dengan kategori baik. Dan yang terakhir, tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarnasian yang pernah mengikuti seminar tentang COVID-19 rata-rata memiliki nilai 3,46 dengan kategori sangat Sedangkan responden yang tidak mengikuti seminar tentang COVID-19 memiliki rata-rata yang lebih dengan nilai 3,22 dengan kategori baik. Hasil Total Penilaian Tingkat Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda Tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di kota samarinda terdiri atas tingkat pengetahuan tentang praktek. Kuesioner yang diberikan terdiri dari 30 soal pernyataan/pertanyaan. Tingkat pengetahuan pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda terlihat pada tabel berikut ini. Tabel 3. Data Total Hasil Tingkat Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Hasil Skor Interval Kategori 3,25Sangat 3,68 49. 4,00 2,503,25 Baik Baik 3,02 Menurut tabel 3, data deskriptif didapatkan bahwa 102 responden memiliki tingkat pengetahuan dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda dengan kategori sangat baik . ,28%) dengan nilai hasil 3,68. kemudian sebanyak 105 responden memiliki tingkat pengetahuan dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda dengan kategori baik . ,72%) dengan hasil nilai 3,02. Dari hasil yang didapatkan, rata-rata tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda mendapatkan kategori sangat baik. Analisis Statistik Inferensial Hubungan antara Karakteristik Responden dengan Tingkat Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda. Analisis Statistik Inferensial adalah suatu teknik statistik yang dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi, statistik inferensial meliputi statistik Analisis uji non parametrik yang digunakan adalah Mann Whitney U Testdan analisis parametric yang digunakan adalah Kruskal Wallis. Analisis ini digunakan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antara karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian di Kota Samarinda. Hasil analisis hubungan antara karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Kota Samarinda ditunjukkan dalam tabel berikut : Tabel 4. Hubungan Karakteristik Responden Terhadap Tingkat Pengetahuan Asymp. Karakteristik Responden Jenis Kelamin Usia Tempat Bekerja Jenis Pekerjaan Lama Bekerja Penghasilan Perbulan Mengikuti Seminar Analisis Statistik MannWhitney Kruskal Wallis Kruskal Wallis MannWhitney Kruskal Wallis Kruskal Wallis MannWhitney Sig. Value 0,458 0,05 0,00 0,05 0,00 0,05 0,003 0,05 0,00 0,05 0,00 0,05 0,003 0,05 Berdasarkan tabel 4, hanya karakteristik responden jenis kelamin yang mendapatkan hasil nilai signifikansi = 0,458 (> 0,. , yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin terhadap tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda. Tingkat emosi rata-rata pria dan wanita tidak jauh berbeda namun wanita lebih bahagia dan lebih emosional daripada pria. Perbedaan jenis kelamin dapat mempengaruhi perbedaan otak. Perbedaan otak ini yang membuat perbedaan dari emosional wanita lebih emosional dari pria, wanita lebih mudah depresi tapi juga wanita lebih sering mengalami emosi positif. Hal ini yang menyebabkan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dengan rata-rata memiliki pengetahuan yang sama baiknya dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda. SIMPULAN Berdasarkan tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda didapatkan hasil dengan kategori sangat baik. Sebanyak 102 responden . ,29%) memiliki tingkat pengetahuan kategori sangat baik dan sebanyak 105 responden . ,72%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Karakteristik memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda yaitu usia, tempat bekerja, jenis pekerjaan, lama bekerja, penghasilan per bulan dan pernah/tidak mengikuti seminar COVID-19. Sedangkan karakteristik responden jenis kelamin tidak ada hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Samarinda. DAFTAR PUSTAKA