Analisis Pelayanan. Citra Usaha. Lokasi, dan Persaingan terhadap Loyalitas Pelanggan Anwar Universitas Amir Hamzah nuar1963@gmail. Abstrak Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder dengan jumlah sampel sebesar 96 responden. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Wibison, yang mana dalam rumus ini menghitung jumlah sampel pada populasi yang tidak diketahui. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah kuantitatif. Uji F sebesar 14. signifikan sebesar 0,00 < 0,05 hal ini menunjukkan variabel kualitas pelayanan, citra usaha, lokasi dan persaingan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Dan hipotesis dapat diterima. Nilai koefisien R 0,392 yang menununjukkan bahwa hanya 39 % pengaruh kualitas pelayanan,citra usaha,lokasi dan persaingan terhadap loyalias pelanggan pada Usaha Percetakan WinAoz Silangkitang dan sisanya sebesar 61 % yang bukan termasuk dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan. Citra Usaha. Lokasi. Persaingan, dan Loyalitas Pelanggan Pendahuluan Dunia bisnis yang semakin kompetitif memaksa banyak pedagang untuk memiliki gaya hidup khusus, termasuk industri percetakan. Usaha percetakan adalah usaha yang menjual berbagai macam barang dan jasa, dan jenis barang yang dijual adalah alat tulis kantor, alat tulis sekolah, dan percetakan undangan berbagai jenis. Mengingat tingginya permintaan jenis bisnis ini dari pelanggan, maka bisnis ini berkembang sangat pesat. Persaingan yang ketat memaksa para pelaku bisnis untuk memiliki strategi khusus untuk mempertahankan pelanggannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan yaitu kualitas pelayanan, citra usaha, lokasi dan Menurut (Armayanti, 2. Kualitas pelayanan adalahistrategiikeuntunganiuntuk imenarikilebih banyak pelanggan baru, mempertahankanipelanggan yangisudah ada,imenghindari beralih pelanggan danimenciptakan keunggulan khusus. Perusahaan yangimengutamakan kualitas ipelayanan yang baikiakan berdampak pada kepuasanipelanggan. Menurut (Hidayat and Firdaus, 2. Kualitas pelayanan merupakan upaya untuk menciptakan kenyamanan bagi konsumen sehingga konsumen merasa memiliki nilai lebih dari yang diharapkan. Harapan konsumen merupakan faktor penting,kualitas pelayananiyang semakin imendekati kepuasan ikonsumen iakan imemberikan iharapan iyang ilebih idan ibegitu ipula Dengan kualitas pelayanan yangitelah diberikan,maka secara itidak ilangsung ikepuasan ipelanggan iakan iterwujud Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah citra usaha,citra usaha merupakan gambaran suatu usaha dimata pelanggan,semakin baik citra usaha maka akan mempengaruhi komitmen dari pelanggan, peneliti melihat bahwa terdapat permasalahan mengenai citra usaha, yaitu tidak seluruh pelanggan memberikan penilaian positif terhadap Usaha percetakan WinAoz Silangkitang. Hal ini menggambarkan bahwa citra usaha pada usaha percetakan WinAoz belum sepenuhnya baik,sehingga mempengaruhi loyalitas pelanggan. Lokasi juga merupakan faktor yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, lokasi yang strategi akan membuat pelanggan menjadi lebih mudah untuk ketempat tersebut,dengan begitu pelanggan akan senanntiasa kembali dan berlangganan ditempat tersebut mudah diakses,akan tetapi peneliti melihat bahwa letak yang strategis tidak berpengaruh signifikan bagi kepuasan pelanggan pada usaha percetakan WinAoz, hal ini membuat pelanggan memiliki pilihan lain dan menyebabkan tidak seluruh pelanggan memiliki kepuasan yang baik. Mengingat banyaknya pelaku usaha yang bergerak dibidang yang sama dalam satu daerah, membuat usaha percetakan WinAoz memiliki banyak pesaing. Pesaing inilah yang sangat menentukan loyalitas pelanggan, pelaku usaha yang mampu memenangkan persaingan akan mendapatkan banyak konsumen dibandingkan dengan pesaingnya. Peneliti melihat bahwa usaha percetakan WinAoz selalu berusaha meningkatkan segala kualitas mereka didalam memberikan pelayanan agar dapat memenangkan hati pelanggan. Akan tetapi peneliti melihat bahwa para pesaing pun berusaha meningkatkan pelayanan mereka. Sehingga peneliti melihat tidak seluruh pelanggan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi. Tingkat loyalitas pelanggan masih belum maksimal,hal ini terlihat dari jumlah pelanggan yang semakin berkurang pada saat observasi, hal lain yang terlihat adalah pelanggan memilih berpindah ketempat lain ketika harus menunngu antrian ketika tempat ramai, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan masih sangat rendah. II. LITERATURE REVIEW Kualitas Pelayanan Menurut (Guspul, 2. Kualitas pelayanan adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan yang telah dibakukan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan. Menurut (Safitri,2. kualitas pelayanan adalah tindakan dan kemampuan karyawan dalam suatu perusahaan yang dilakukan dengan penuh komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas kepada konsumen, sesama karyawan, dan pimpinan perusahaan. Citra Usaha Menurut (Safitri, 2. citra perusahaan didefenisikan sebagai persepsi kualitas yang dipadukan dengan sebuah nama. Fungsi utama citra perusahaan adalah menjadi fasilitas pilihan ketika pedoman atau atribut intrinsik tampak sulit atau tidak mungkin untuk Pedoman intrinsik mencakup komposisi fisik atau teknis produk. Nama merek telah didefenisikan sebagai panduan ekstrinsik, sehingga menjadi atribut yang dikaitkan dengan layanan tetapi bukan merupakan bagian fisik dari layanan itu sendiri(Widiono, 2. Lokasi Usaha Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Menurut (Fajar Fahrudin dan Yulianti, 2. lokasi memiliki kekuatan strategis untuk membuat strategi bisnis perusahaan agar lokasi menjadi pendorong biaya dan pendapatan bagi perusahaan, sehingga lokasi yang tepat akan menguntungkan perusahaan, sebaliknya lokasi yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas perusahaan. Menurut (Iriyanti, 2. Keputusan lokasi merupakan bagian penting dari proses perencanaan strategis dihampir setiap organisasi. Meskipun tampaknya keputusan tentang lokasi adalah masalah organisasi baru, organisasi yang ada sering kali memiliki kepentingan yang lebih besar. Menurut (Cornelia,2. lokasi adalah tempat secara fisik, letak toko, atau pengecer pada daerah yang strategis sehingga dapat memaksimumkan laba. Persaingan Menurut (Setyo, 2. menyatakan bahwa persaingan dalam konteks pemasaran adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya. Loyalitas Pelanggan Menurut (Wemben,2. ,loyalitas pelanggan adalah pembelian berulang-ulang sematamata mengenai pembelian merek tertentu yang sama secara berulang-ulang. Menurut (Endang Tjahjaningsih, 2. Loyalitas pelanggan merupakan niat pembelian kembali produk dan jasa sebagai tujuan perusahaan. RESEARCH QUESTIONS Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan pokok permasalahan yang akan di teliti dan dibahas secara lebih mendalam pada penelitian ini adalah Seberapa besar pengaruh Kualitas terhadap Loyalitas Pelanggan? Seberapa besar pengaruh Citra Usaha terhadap Loyalitas Pelanggan? Seberapa besar pengaruh Lokasi terhadap Loyalitas Pelanggan? Seberapa besar pengaruh Persaingan terhadap Loyalitas Pelanggan? Bagaimana pengaruh Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah Kualitas pelayanan (X. Citra Usaha (X. Loyalitas Pelanggan (Y) Lokasi (X. Persaingan (X. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Gambar 1. Kerangka Pemikiran IV. METHOD Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah Menurut (Endang Tjahjaningsih, 2. penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positif sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah ilmiah secara konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh lewat pihak laindan tidak langsung didapatkan. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder dengan jumlah sampel sebesar 96 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastita, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Wibison, yang mana dalam rumus ini menghitung junlah sampel pada populasi yang tidak diketahui, sebagai berikut :ycu = ( yu/2yua2 yce Dimana : n = Jumlah sampel zyu = Nilai standar dari distrubusi sesuai nilai a = 1,96 E = Standar devisi populasi . ,25 = sudah ketetentua. e = Batas Kesalahan (Eror Toleranc. Dalam penelitian ini diambil batas kesalahan sebesar 5 %, maka sampel dalam penelitian ini adalah : 1,96 y 0,252 ycu= 0,05 = 96,4 Maka berdasarkan hasil rumus diatas dapat diambil sampel dari populasi sebanyak 96,4 orang, namun untuk mempermudah perhitungan maka peneliti mengambil sebanyak 96 DISCUSSION