CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Fahira Dyone Universitas Lancang Kuning Triono Dul Hakim Univeristas Lancang Kuning Rismayeti Univeristas Lancang Kuning Korespondensi penulis: fahiradyone12@gmail. Abstract. This study aims to determine the library strategy to obtain library accreditation at SMP Negeri 1 Pekanbaru. This study uses a qualitative approach with a descriptive research design with the main objective of providing an objective description or description of a situation. The method used is observation, interviews, documentation. The results of this study found that the strategies carried out by the head of the library Insan Cendikia to obtain national school library accreditation were procurement of books, procurement of infrastructure, arrangement of equipment in the library, cataloging and human resource development. The supporting factor is the existence of a library card number (NPP), the library building has reached an area of 168mA and there is a reading area, work area and bookshelf area and the books are neatly arranged, there is a library management structure, the relationship between the librarian and the head of the library is quite good , the number of collections of library materials has met the national school library standards as many as 2,520 titles with 2,737 copies and professional human resources, while the inhibiting factors are insufficient funding, incomplete facilities and infrastructure, insufficient book procurement, and support from school principals who less strong. Keywords: Accreditation. Factor. Library. School. Strategy Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perpustakaan untuk memperoleh akreditasi perpustakaan di SMP Negeri 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan kepala perpustakaan Insan Cendikia untuk memperoleh akreditasi perpustakaan sekolah nasional yaitu pengadaan buku-buku, pengadaan sarana prasarana, penataan perlengkapan yang ada di perpustakaan, katalogisasi serta pengembangan SDM. Faktor pendukung adanya nomor pokok perpustakaan (NPP), gedung perpustakaan sudah mencapai luas 168mA dan Received Desember 30, 2022. Revised Januari 23, 2023. Februari 01, 2023 * Fahira Dyone, fahiradyone12@gmail. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru terdapat area baca, area kerja dan area rak buku dan buku-bukunya tertata rapi, adanya struktur kepengurusan perpustakaan, hubungan yang terjalin antara petugas perpustakaan dan kepala perpustakaan cukup baik, jumlah koleksi bahan pustaka sudah memenuhi standar perpustakaan sekolah nasional sebanyak 2. 520 judul dengan 2. 737 eksemplar dan SDM yang profesional, sedangkan faktor penghambat yaitu, pendanaan yang masih kurang, sarana dan prasarana yang belum lengkap, pengadaan buku yang masih kurang, dan dukungan kepala sekolah yang kurang kuat. Kata kunci: Akreditasi. Faktor. Perpustakaan. Sekolah. Strategi LATAR BELAKANG Perpustakaan sebagai sumber belajar membutuhkan pengelolaan yang baik dan professional untuk itu pengelola perpustakaan sekolah harus memberikan perhatian yang serius terutama kepala sekolah, guru, dan tenaga pustakawan. Perhatian tersebut dapat ditunjukkan dengan memberikan segala daya dan upaya baik berupa tenaga, pikiran, dan finansial demi mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah. Kemampuan dalam mengelola perpustakaan sekolah sangat dibutuhkan oleh seorang pustakawan demi terciptanya perpustakaan sekolah yang prima. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Sistem Pendidik Nasional Republik Indonesia (UU No. 20 tahun 2003 pasal . mengenai sarana dan prasarana pendidikan, bahwa setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Maka dapat dicermati bahwa perpustakaan merupakan salah satu dari sarana dan prasarana yang dimaksud. Keberadaan perpustakaan merupakan hal yang mutlak ada ditengah-tengah masyarakat ataupun sekolah dan mempunyai peran yang strategis. Perpustakaan menjadi media pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah habis untuk diperdalam dan dikembangkan. Menurut Suwarno . , perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya. Biasanya buku tersebut disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan oleh pembaca bukan untuk dijual. Perpustakaan dapat dikatakan baik jika telah memenuhi fungsi dan tujuan dari perpustakaan itu sendiri. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 Menurut Yusuf dan Suhendar . , perpustakaan memiliki tujuan yaitu: . mendorong dan mempercepat proses penguasaan teknik membaca para siswa, . membantu menulis kreatif bagi para siswa dengan bimbingan pustakawan dan guru, dan . menyediakan berbagai sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum. Perpustakaan sekolah dapat dikatakan berkualitas jika telah memenuhi syaratsyarat kualitas yang telah ditentukan agar perpustakaan menjalankan sebagaimana fungsi dan tujuan dari perpustakaan itu. Kualitas perpustakaan dapat diukur berdasarkan sebuah standar acuan yang diikutinya. Standar acuan biasanya disebut dengan akreditasi. Menurut Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2013 akreditasi adalah prosedur yang digunakan oleh lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu insitusi atau seseorang mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Lembaga yang telah diakreditasi akan diberikan sertifikat. Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakan. Tujuan adanya akreditasi yaitu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat . terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsisten kualitas kegiatan perpustakaan yang bersangkutan serta untuk menjamin terlaksananya layanan perpustakaan yang baik pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan pada Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2013 komponen dan indikator yang harus ada dalam akreditasi perpustakaan meliputi: . layanan perpustakaan yang terdiri dari jam buka, jenis layanan, kinerja layanan, lingkup layanan, dan pola layanan . sumber daya manusia terdiri dari kualifikasi dan kompeten manajemen sumber daya perpustakaan dan pustakawan serta pola pembinaan sumber daya manusia . koleksi perpustakaan yang terdiri dari jumlah, jenis, dan pertumbuhan pengembangan koleksi . gedung dan ruang perpustakaan terdiri dari lokasi, fasilitas dan kondisi lingkungan . prasarana perpustakaan terdiri atas perabot dan alat-alat, sumber daya elektronik dan fasilitas komunikasi . anggaran perpustakaan terdiri dari sumber, jumlah dan pengelolaan . pengelolaan bahan perpustakaan terdiri dari mekanisme, sistem dan kinerja . organisasi perpustakaan terdiri dari status kelembagaan, program dan pelaporan. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Hal ini dapat terlihat di SMP Negeri 1 Pekanbaru beralamat di Jalan Sultan Syarif Qasim. Jumat . /03/. melangsungkan peresmian Perpustakaan Digital Insan Cendikia dan Pagelaran Seni. Dalam kegiatan tersebut hadir Walikota Pekanbaru. Dr. Firdaus. ST. MT. Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru. Ginda Burnama. ST. MT. Kadisdik Pekanbaru dan lainnya. Kepala SMP Negeri 1 Pekanbaru. Raja Izda Chairani menyampaikan bahwa saat ini dilaksanakan peresmian perpustakaan, launching perpustakaan digital, pergelaran seni serta bazar kreatifitas kelas IX dalam rangka pelaksanaan ujian praktik kelas IX tahun Raja Izda Chairani juga menerangkan alasan pengusulan nama Insan Cendikia tujuan utamanya adalah untuk mengakreditasi perpustakaan sekolah dan rencananya SMPN 1 Pekanbaru akan mengikuti lomba perpustakaan. Karena perpustakaan SMPN 1 Pekanbaru belum memiliki nama maka atas kesepakatan seolah diusulkan nama AuInsan CendikiaAy Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuStrategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 PekanbaruAy KAJIAN TEORITIS Bagian ini menguraikan teori-teori relevan yang mendasari topik penelitian dan memberikan ulasan tentang beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dan memberikan acuan serta landasan bagi penelitian ini dilakukan. Jika ada hipotesis, bisa dinyatakan tidak tersurat dan tidak harus dalam kalimat tanya. Berkaitan dengan penelitian ini, sebelumnya telah ada penulis-penulis lain yang telah melakukan penelitian di bidang perpustakaan di antaranya yang ditulis oleh: Pertama penelitian yang dilakukan oleh Apriliadi . dengan judul AuStrategi Lembaga Dalam Meningkatkan Akreditasi Program Studi Di STAIN CurupAy. Tujuan penelitian ini untuk mengetaui strategi lembaga STAIN Curup dalam meningkatkan akreditasi program studi. Dengan akreditasi yang masih tergolong belum maksimal baik yang A. B dan C, maka lembaga program studi dituntut untuk terus berusaha dan berupaya meningkatkan akreditasinya. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 Kedua penelitian yang dilakukan oleh Miftahul Rahma . Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora Universitas Negeri Raden Fatah Palembang dalam skripsinya yang berjudul AuPeran Perpustakaan Sebagai Instrumen Dalam Meningkatkan Akreditasi Sekolah Menengah Atas Swasta Di PalembangAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui peran perpustakaan pada Sekolah Menengah Atas swasta dalam meningkatkan akreditasi sekolah. Dengan mengetehui tujuan tersebut diharapkan akan diketahuinya peran perpustakaan dalam meningkatkan akreditasi sekolah, karena perpustakaan bagian dari setiap sekolah yang keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan semua orang yang berada di lingkungan sekolah. Ketiga penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni . dalam jurnalnya yang berjudul AuStrategi Kepala Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Sekolah Nasional di Sekolah Dasar Negeri Papar II Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Peneliti ingin mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala perpustakaan untuk memperoleh akreditasi perpustakaan sekolah nasional. Subjek dari penelitian ini adalah kepala perpustakaan, petugas perpustakaan, kepala sekolah, guru dan siswa SD Negeri Papar II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pekanbaru beralamat di Jl. Sultan Syarif Kasim 157. Rintis. Kec Lima Puluh. Kota Pekanbaru. Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Menurut Moloeng . , penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Kualitatif deskriptif juga berarti penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena atau karakteriktik situasi atau kelompok tertentu secara Penelitian deskriptif merupakan cara untuk menemukan makna baru, menjelaskan mengkategorikan informasi. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Pengumpulan data dan informasi dimulai dengan observasi pengamatan secara langsung, kemudian setelah mengamati objek yang diteliti peneliti melakukan wawancara yang ditujukan kepada kepala perpustakaan dan tenaga pustakawan. Setelah itu peneliti mengambil dokumentasi yang berhubungan dengan kebutuhan peneliti dan objek yang diteliti yaitu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan strategi kepala perpustakaan untuk memperoleh akreditasi perpustakaan sekolah, dokumentasi yang di ambil digunakan sebagai data pendukung dari hasil penelitian. Menurut Miles dan Huberman, kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data bukanlah suatu hal yang terpisah dari analisis. Selama pengumpulan data berlangsung, terjadi tahapan reduksi, yaitu membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus-gugus, membuat partisi, dan menulis memo. Selain menggunakan reduksi data peneliti juga menggunakan teknik Triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:. Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:. yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Kegiatan analisis ketiga adalah menarik kesimpulan dan verivikasi. Ketika kegiatan pengumpullan data dilakukan, seorang penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab Kesimpulan mula-mulanya meningkatmenjadi lebih terperinci. Kesimpulan-kesimpulan AufinalAy akan muncul bergantung pada besarnya kumpulan-kumpulan catatan lapangan, pengkodeannya, penyimpanan, dan metode pencarian ulang yang digunakan, kecakapan peneliti, dan tuntutan pemberi dana, tetapi sering kali kesimpulan itu telah sering dirumuskan sebelumnya sejak awal. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum perpustakaan SMPN 1 Pekanbaru Perpustakaan SMPN 1 Pekanbaru terletak di depan Mushola Putra. Perpustakaan ini cukup besar dan terdapat banyak jenis buku disana. Dari buku pelajaran, buku penunjang, novel dan buku referensi. Perpustakaan SMPN 1 Pekanbaru mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tanggal 25 Maret 2022 Wali Kota Pekanbaru resmikan Perpustakaan Insan Cendikia Berbasis Digital oleh Bapak Dr. Firdaus. T dan memberi kata kata motivasi AuModal pembangunan untuk mewujudkan Indonesia maju. Indonesia tangguh yaitu melalui siswa kita hari ini. Perpustakaan versi digital ini mempermudahkan pihak sekolah dalam pengelolaan dan administrasi lainnya. Saat launching nama perpustakaan di SMPN 1 Pekanbaru melaksanakan pergelaran seni. Strategi perpustakaan SMPN 1 Pekanbaru Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Sekolah Akrediasi perpustakaan jelas akan meningkatkan kualitas sebuah perpustakaan, karena ada banyak sekali komponen yang harus dipenuhi untuk bisa lolos mendapatkan Menurut instrumen akreditasi perpustakaan sekolah yang diterbitkan oleh Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional RI Tahun 2018, komponen akreditasi perpustakaan sekolah antara lain sebagai berikut : Koleksi Perpustakaan Pengembangan Koleksi Seleksi Untuk melakukan pemilihan bahan pustaka, perpustakaan Insan Cendikia memerlukan alat bantu seleksi untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dan meningkatkan mutu perpustakaan. Adapun alat bantu seleksi yang digunakan antara - Katalog Penerbit Katalog penerbit adalah daftar buku yang diterbitkan oleh suatu penerbit. Pustakawan melakukan seleksi untuk pengadaan bahan pustaka melihat salah satunya dari katalog penerbit, seperti penerbit erlangga selalu memberikan katalog-katalognya ke Perpustakaan Insan Cendikia dalam 1 tahun sekali berisikan daftar buku-buku baru yang ada dipasaran. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru - Website Katalog Katalog elektronik penerbit yudhistira juga bisa menjadi salah satu alat seleksi untuk membeli buku. Setelah itu pustakawan melihat informasi mengenai buku, harga dan melihat kebutuhan pengguna sekarang. - Masukan dari pemustaka Dalam pengadaan bahan pustaka, perpustakaan insan cendikia tidak hanya melihat dari katalog dari penerbit, tetapi juga menyediakan permintaan buku pada menu slims. Dengan cara pemustaka langsung menginput data yang ada di form menu permintaan data seperti mengisi data koleksi . ama, tipe, judul buku, penerbit. ID member, nomor hp, pengarang, nomor panggil buk. , dan langsung mengirim data permintaan tersebut. - Resensi Buku Pustakawan dan pemustaka SMPN 1 Pekanbaru mencari resensi buku di internet - Indeks Beranotasi Indeks adalah daftar berisi petunjuk, lebih tepatnya indeks merupakan daftar sistematis, mengandung istilah frasa . enyatakan nama pengarang, judul, konsep, dan sebagainy. yang dilengkapi dengan penunjuk ke isi satu atau serangkaian dokumen, koleksi dimana istilah atau frasa tersebut ditemukan. Jenis Dan Jumlah Koleksi Jumlah Buku Tercetak Yang Dimiliki Hingga saat ini koleksi tercetak yang dimiliki oleh perpustakaan Insan Cendikia 520 judul dengan 2. 737 eksemplar. Jumlah Buku Elektronik Perpustakaan insan cendikia memiliki koleksi e-book sebanyak 350 judul. Surat Kabar Yang Dilanggan Perpustakaan Insan Cendikia Memiliki 4 Judul Surat Kabar Yang Dilanggan Yaitu Riau Pos. Pekanbaru Pos. Pometro Rohil, dan Haluan Riau Majalah Yang Di Langgan Majalah yang dilanggan adalah Suara Muhammadiyah. Al-Wa'ie. Paras, dan Puan Koleksi Audio Visual Yang Dimiliki Jumlah Koleksi Audio Visual Perpustakaan Insan Cendikia adalah 75 buah CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 Jumlah Brosur. Leaflet. Pamflet. Poster Yang Dimiliki Jumlah Brosur. Leaflet. Pamflet. Poster Perpustakaan Insan Cendikia yaitu 19 Koleksi khusus karya pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik Adapun untuk koleksi khusus karya dari peserta didik di Perpustakaan Insan Cendikia sebanyak 45 Judul. Pengorganisasian Bahan Perpustakaan Pengolahan Pengolahan Buku/Monograf Pengolahan buku/monograf merupakan salah satu tugas inti dari pustakawan. Sebelum melakukan pengolahan bahan pustaka, terlebih dahulu memeriksa kondisi fisik dan menggelompokan bahan pustaka. Ada pun beberapa tahapan dalam pengolahan bahan pustaka yaitu pengecekkan bahan pustaka, inventaris termasuk pemberian stempel buku inventaris, stempel kepemilikkan dan stempel dana bos . ika dari dana bo. Lalu mengklasifikasikan menggunakan e-ddc atau buku klasifikasi singkat, setelah itu menginput kedalam database/aplikasi SLIMS Bulian 9, lalu malabel, pengatalogan, dan mencetak barcode. Standar Pengolahan Standar pengolahan Perpustakaan Insan Cendikia SMPN 1 Pekanbaru dalam melakukan pengolahan bahan pustaka mengikuti ketentuan baku nasional secara e-DDC klasifikasinya, dan menggunakan tajuk subjek berbentuk pdf ataupun cetaknya. Kelengkapan Fisik Kelengkapan Meliputi Kartu Buku. Kantong Buku. Laber. Barcode dan Stempel Pencacahan Dan Penyiangan Pencacahan Pencacahan adalah penghitungan bahan pustaka dan mencari tahu berapa kondisi real bahan pustaka di perpustakaan dengan data di aplikasi otomasi perpustakaan, kegiatan ini dilakukan setiap 1 tahun sekali. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Penyiangan Penyiangan adalah proses pengeluaran bahan pustaka dari perpustakaan ke gudang, terutama bahan pustaka yang tidak lagi dimanfaatkan atau jarang digunakan oleh pemustaka, kegiatan ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. Pelestarian Cara Pengendalian Kondisi Ruangan Tindakan pengendalian lingkungan dari kerusakan dilakukan dengan cara : Menjaga temperature dan kelembapan udara Untuk menjaga kelembapan udara dan sirkulasi udara. Perpustakan Insan Cendikia SMPN 1 Pekanbaru memanfaatkan pengatur suhu udara seperti AC. Perpustakaan Insan Cendikia SMP Negeri 1 Pekanbaru mempunya 4 buah AC. AC dihidupkan sehari-harinya 2 buah AC dengan temperature 16 Celcius dan tergantung kondisi cuaca agar tidak terlalu tinggi kelembapan udaranya. Pencahayaan Pencahayaan pada gedung dan ruangan perpustakaan dilakukan dengan memanfaatkan cahaya matahari . ahaya lua. dan juga cahaya dari lampu ruangan. Ada dua macam cahaya yang digunakan untuk menerangi perpustakaan Insan Cendikia yaitu cahaya Matahari Dan Listrik. Cahaya sinar ultra violet lah yang dapat merusak bahan Tetapi kondisi di perpustakaan Insan Cendikia cahaya matahari yang masuk kedalam ruangan, baik langsung atau pantulan yang dihalangi bangunan kiri dan kanan jendela yang tebal dengan gorden cantik. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 Komponen Sarana Dan Prasarana Tabel 1. Komponen Sarana Dan Prasarana Komponen Sarana Dan Prasarana Keterangan 1 Luas Gedung Perpustakaan 168 mA 2 Ruang Atau Area Yang Tersedia Di Sirkulasi Perpustakaan Ruang Koleksi Ruang Baca Ruang Kerja Ruang Multimrdia 3 Letak/Lokasi Perpustakaan sangat strategis 4 Kebersihan Gedung Dan Ruangan sangat bersih 5 Pencahayaan 6 Jumlah Rak Buku 15 buah 7 Jumlah Rak Majalah 4 buah 8 Jumlah Rak Surat Kabar 3 buah 9 Jumlah Rak Audio Visual 2 buah 10 Jumlah Rak Buku Referensi 4 buah 11 Jumlah Rak Display Buku Baru 3 buah 12 Jumlah Loker Penitipan Tas 36 rak 13 Sarana Penyimpanan Katalog Elektronik Manual 14 Jumlah Papan Pengumuman 2 buah 15 Jumlah Meja Baca (Daya Tampung Per Meja 12 buah 4 Oran. 16 Jumlah Meja Sirkulasi (Manual Dan Otomas. 2 buah 17 Jumlah Meja Kerja Petugas 6 buah 18 Jumlah Kursi Baca 48 buah 19 Jumlah Televisi 2 buah 20 Jumlah VCD dan DVD Player 2 buah rak 21 Jumlah Scanner 3 buah 22 Jumlah Komputer Untuk Kegiatan 2 buah Pengolahan Dan Administrasi Perpustakaan 23 Jumlah Komputer Untuk Pemustaka 6 buah 24 Jumlah Komputer Yang Terhubung Dengan 6 buah Internet 25 Fasilitas Wifi Dalam Perpustakaan 2 buah 26 Sarana Pengamanan (Locker Penitipan 3 Jenis Sarana Pengamanan Barang. Cctv. Dl. Yaitu Loker. Cctv Dan Apar (Alat Pemadam Api Ringa. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Komponen Pelayanan Perpustakaan Insan Cendikia SMPN 1 Pekanbaru Tabel 2. Komponen Pelayanan Yang Tersedia Di Perpustakaan Insan Cendikia Komponen Keterangan E Layanan Baca di tempat E Layanan Sirkulasi E Layanan Referensi E Layanan baca di alam terbuka 1 Jenis Layanan E Layanan eko literasi E Layanan anak E Layanan extensi Jam Buka Sarana Akses/Penelusuran Keanggotaan Jumlah pengunjung dan buku yang di Promosi E Melalui WhatsApp E Sosialisasi E Mading E Papan Pengumuman E Banner/ Spanduk Bimbingan Pustaka E Bimbingan mengenai membaca di eco literasi E Membaca 5 menit sebelum E Membuat pojok baca di kelas agar siswa/siswi mau membaca E Membaca di dalam perpustakaan E Belajar di dalam perpustakaan dengan penelusuran literature Senin Ae JumAoat Jam 06. 45 - 16. Baik ( Menggunakan OPAC) 100% (Siswa dan Tenaga Kependidika. Baik Komponen Tenaga Perpustakaan Tabel 3. Jumlah Tenaga Perpustakaan Jabatan Kepala Perpustakaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikas. Pelayanan Pemustaka Pelayanan Teknis CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 Jumlah 2 orang 2 orang 2 orang CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 224-237 KESIMPULAN DAN SARAN Strategi perpustakaan SMP Negeri 1 Pekanbaru untuk memperoleh akreditasi perpustakaan di SMP Negeri 1 Pekanbaru Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan kepala perpustakaan Insan Cendikia untuk memperoleh akreditasi perpustakaan sekolah nasional yaitu pengadaan buku-buku, pengadaan sarana prasarana, penataan perlengkapan yang ada di perpustakaan, katalogisasi serta pengembangan SDM. Faktor pendukung adanya nomor pokok perpustakaan (NPP), gedung perpustakaan sudah mencapai luas 168mA dan terdapat area baca, area kerja dan area rak buku dan bukubukunya tertata rapi, adanya struktur kepengurusan perpustakaan, hubungan yang terjalin antara petugas perpustakaan dan kepala perpustakaan cukup baik, jumlah koleksi bahan pustaka sudah memenuhi standar perpustakaan sekolah nasional sebanyak 2. 520 judul 737 eksemplar dan SDM yang profesional, sedangkan faktor penghambat yaitu, pendanaan yang masih kurang, sarana dan prasarana yang belum lengkap, pengadaan buku yang masih kurang, dan dukungan kepala sekolah yang kurang kuat. Faktor pendukungnya, yaitu adanya koleksi-koleksi dan fasilitas yang cukup memadai, karena perpustakaan sudah memaksimalkan mungkin untuk menyiapakan segala hal yang diperlukan oleh perpustakaan. Sedangkan faktor penghambatnya, yaitu masalah anggaran dimana anggaran itu harus diajukan terlebih dahulu dan perlu memakan waktu lama karena tidak bisa cair pada saat itu juga. Perpustakaan masih mempunyai kekurangan, maka dari itu perpustakaan memperlukan dana untuk melengkapi kekurangan tersebut. DAFTAR REFERENSI Bafadal. Ibrahim. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Depag RI. Pedoman Akreditasi Madrasah,Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam. Effendi. Ahmad. Manajemen Strategik Perusahaan. Bandung: Bumi Aksara. Eka Prihatin. Teori Administrasi Pendidikan. Bandung: http://jakarta. bapsmAadki. id/berita/read/prinsipAaprinsipakreditasi Alfabeta Ibrahim. Bafadal. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara Jamal MaAomur Asmani 2011. Tips praktis membangun dan mengolah administrasi Jogjakarta: Diva Press. Moleong. Lexy j. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Strategi Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Di SMP Negeri 1 Pekanbaru Nawawi. Hadari. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Prastowo. Andi. Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Jogjakarta: Diva Press. Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI. Sinaga. Dian. Mengelolah Perpustakaan Sekolah. Bandung: Bejana Standar Nasional Indonesia (SNI) Perpustakaan Perguruan Tinggi 2009 Tentang Standar Akreditasi Perpustakaan Suharsimi Arikunto. Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. jakarta: Sagung Seto. _________. Tanggungjawab Perpustakaan dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi. Jakarta: Panta Rei. Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta Suwarno,Wiji. Pengetahuan Dasar Kepustakaan. Sisi Perpustakaan dan Pustakawan. Bogor: Ghalia Indonesia Penting Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 18 Tentang Dasar Akreditasi Perpustakaan. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 23 Tentang Dasar Akreditasi Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 45 Tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan. Yusuf. Pawit dan Yaya Suhendar. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group __________. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana Media Group. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023