Jurnal Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP RESPON FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG NICU RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN Desi Susanti1. Lisviarose 2. Dilgu Meri 3. Hirza Rahmita4 1,2,3,4 Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah Pekanbaru. Riau. Indonesia susantidesi288@gmail. ABSTRAK Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan berisiko tinggi mengalami ketidakstabilan fisiologis seperti gangguan pengaturan suhu tubuh, ketidakstabilan denyut jantung, pernapasan yang tidak teratur, serta penurunan saturasi oksigen. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologi bayi premature di NICU RSUD Puri Husada Tembilahan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan pra- experimental dengan rancangan one Ae group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi premature sebanyak 30 bayi, dan sampel penelitian ini di ambil menggunakan sampel Quasi-experiment dengan jumlah 18 bayi BBLR. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini di dapatkan suhu tubuh bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu dengan nilai p value 0. 000 < kecil dari 0,05, denyut jantung bayi prematur sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0. 000 < kecil dari 0,05, saturasi oksigen bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0. 0,05. Diharapkan kepada responden agar lebih meningkatkan minat dalam mencari informasi dan menambah pengetahuan baik melalui media elektronik, buku, artikel maupun melalui diskusi dengan petugas kesehatan terdekat mengenai pelaksanaan PMK terhadap respons fisiologi bayi premature. Kata kunci : Bayi prematur. perawatan metode kanguru. fisiologis bayi ABSTRACT Premature baby is a baby born with a gestational age of less than 37 weeks and is at high risk of experiencing physiological instability such as difficulty regulating body temperature, heart rate instability, irregular breathing, and decreased oxygen saturation. The purpose of this study is to determine the effect of kangaroo care on the physiological responses of premature babies in the NICU at RSUD Puri Husada Tembilahan in 2025. This type of research is quantitative research with a pre-experimental approach using a one-group pre-post test design. The population in this study consists of all mothers who have premature babies, totaling 30 babies, and the study sample was taken using a quasi-experimental sampling method with a total of 18 low birth weight babies. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. The results of this study showed that the body temperature of premature babies before and after PMK was performed had a p-value of 0. 000, which is less than 0. the heart rate of premature babies before and after PMK had a p-value of 0. 000, which is less than 0. and the oxygen saturation of premature babies before and after PMK had a p-value of 0. 000, which is less than 0. It is hoped that respondents will be more proactive in seeking information and increasing their knowledge, whether through electronic media, books, articles, or discussions with nearby healthcare workers regarding the implementation of PMK and its effects on the physiological responses of premature babies. Keywords : Premature babies. Kangaroo care method. Baby physiology LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang Jurnal Kesehatan Husada Gemilang PENDAHULUAN Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan berisiko tinggi mengalami ketidakstabilan fisiologis seperti gangguan pengaturan suhu tubuh, ketidakstabilan denyut jantung, pernapasan yang tidak teratur, serta penurunan saturasi oksigen. Gangguan fisiologis ini disebabkan oleh organ tubuh yang belum matang, termasuk sistem pernapasan, denyut jantung, dan sistem pengaturan suhu tubuh (Polit. & Beck. ondisi ini terjadi karena organ-organ vital bayi belum membutuhkan perawatan itensif di ruang Neonatal Intensive care unit (NICU). Berdasarkan profil Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI, 2. , angka kelahiran bayi prematur berkisar 12-14% dari total Prematur termasuk penyumbang terbesar angka kematian neonatal. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, disebutkan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan Sesuai dengan hal tersebut, diperlukan upaya kesehatan anak dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang menyeluruh, terpadu, dan Profil Dinas Kesehatan Provinsi Riau . melaporkan bahwa jumlah bayi lahir prematur di Riau masih cukup tinggi sekitar 10-12% dari total kelahiran hidup. Kabupaten Indrafiri Hilir salah satu prevelensi kelahiran prematur yang cukup besar dari tahun ke tahun. RSUD Puri Husada Tembilahan merupakan Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Indragiri Hilir. Data dari Rekam Medis RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2024 pertambahan Jumlah Prematur peningkatan tiap tahunnya. Tahun 2023 terdapat 113 kasus prematur dan mengalami peningkatan di tahun 2024 sebanyak 130 Rekam Medis bulan Mei sampai Juli 2025 total pasien premature 38. 8% dari 134 bayi di rawat di NICU. Ruang NICU (Neonatal Intensive Care Uni. adalah unit LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 perawatan intensif khusus memiliki 13 kapasitas tempat tidur. Ruangan NICU di rancang untuk bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan medis, di lengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan tim medis terlatih untuk merawat bayi yang lahir prematur, sakit, atau memiliki kondisi khusus lainnya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Respon Fisiologis Bayi Prematur di ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan tahun METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan pra- experimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Penelitian ini di laksanakan di RSUD Puri husada tembilahan ruangan nicu. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli Ae November 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi premature sebanyak 30 bayi, dan sampel penelitian ini di ambil menggunakan sampel Quasi-experiment dengan jumlah 18 bayi BBLR. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal, dengan signifikansi p < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat dilakukan untuk menganalisis setiap variabel yang ada secara Untuk mendeskipsikan dan melihat distribusi serta frekuensi mengenai Karakteristik bayi Prematur. Pengaruh suhu tubu,denyut jantung dan saturasi oksigen sebelum dan setelah di lakukan metode Identifikasi Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Karakteristik Bayi Prematur di Nicu RSUD Puri Husada Berat . Umur . Gestasi . Standar Deviasi Mean Median Min-maks Jurnal Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 Berdasarkan segi karakteristik bayi, bayi prematur je- nis kelamin laki-laki lebih banyak . %) daripada perempuan . %). Rata-rata berat lahir sebesar 1. 637,1 gram, sedangkan rata- rata umur bayi saat dilakukan penelitian yaitu 15 hari. Rata-rata masa gestasi adalah 32 minggu. Menjaga dan mempertahankan suhu lingkungan hangat pada bayi premature sangat dibutuhkan untuk efisiensi metabolism tubuh yang diukur melalui pengurangan kalori dan konsumsi Penurunan kalori dan asupan oksigen pada pengontrolan suhu tubuh akan memperbaiki perubahan fisiologis, dan mengakibatkan pertumbuhan yang lebih Dari hasil penelitian data yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner terhadap 18 responden mengenai Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologi bayi premature di Ruang Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2025. Identifikasi Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Observasi Nilai p suhu 0,0000 0,0000 Pretest Post test Nilai P denyut 0,0000 0,0000 Nilai P saturasi Oksigen 0,0000 0,0000 Tabel 3. Berdasarkan tabel 4. 5di atas terlihat bahwa semua variabel memiliki p <0,05. Hal ini berarti semua variabel pada penelitian ini tidak berdistribusi Identifikasi Pengaruh Metode Kangguru Terhadap Respon Fisiologis Bayi Prematur di Nicu RSUD Puri Husada Tabel Pengaruh Metode Kangguru Terhadap Respon Fisiologis Bayi Prematur di Nicu RSUD Puri Husada suhu posttest - jantung posttest - saturasi posttest - saturasi jantung pretest Asymp. Sig. Frekuensi Respon Fisiologi Bayi Premature Tabel Distribusi Frekuensi Respons Fisiologi Suhu Tubuh. Denyut jantung janin dan saturasi oksigen. Suhu pretest Frekuensi Denyut Saturasi Oksigen Suhu Pretest Frekuensi Denyut nadi Saturasi Oksigen Standar Deviasi ,1-. Mean Median Min-maks Berdasarkan Tabel 2 diperoleh dari hasil observasi pada penerapan metode kanguru diketahui respon fisiologis sebelum penerpan metode kanguru, pada suhu pada bayi prematur didapatkan rerata 35. 93, frekuensi denyut jantung janin 169,3 dan saturasi oksigen 86,33 Setelah penerapan metode kanguru diketahui bahwa nilai rerata pada suhu pada bayi premature didapatkan rerata 37,067 frekuensi denyut jantung janin 135,722 dan saturasi oksigen 97. LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang Berdasarkan tabel 4. 6 diatas dengan menggunakan uji Wlicoxon dapat diketahui bahwa perbandingan saturasi oksigen sebelum intervensi dan sesudah intervensi . Terdapat 18 bayi dengan saturasi oksigen mengalami kenaikan menuju kondisi yang normal/stabil. Diketahui keseluruhan rata- rata saturasi oksigen bayi sebelum dilakukan PMK Di Ruang Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2025. adalah 86,33 dan setelah dilakukan PMK adalah 97. Bagian test statistic menunjkkan hasil uji wilcoxon . =0,. Karena p <0,005 , secara statistic terdapat perbedaan saturasi oksigen bayi yang bermakna antara sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan PEMBAHASAN Analisis lebih lanjut pada variable suhu tubuh, frekuensi denyut jantung dan saturasi oksigen pada bayi premature di ruang Nicu RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2025 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna Jurnal Kesehatan Husada Gemilang antara rata- rata variable Suhu Tubuh. Frekuensi Denyut Jantung dan Saturasi Oksigen Pada Bayi sebelum dan sesudah dilakukan PMK. Dengan kata lain dapat dilihat secara signifikan PMK dapat menaikan suhu tubuh, frekuensi denyut jantung dan saturasi oksigen. Diperoleh dari hasil observasi pada penerapan metode kanguru diketahui respon fisiologis sebelum penerpan metode kanguru, pada suhu pada bayi prematur didapatkan rerata 35. 93, frekuensi denyut jantung janin 169,3 dan saturasi oksigen 86,33Setelah penerapan metode kanguru diketahui bahwa nilai rerata pada suhu pada bayi premature didapatkan rerata 37,067 frekuensi denyut jantung janin 135,722 saturasi oksigen 97,00. menunjukkan ada perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikan P value = 0,000 < 0,05, yang artinya metode kangguru efektif untuk premature di Ruang Perinatologi RSUD Puri Husada Tembilahan. Peningkatan respons fisiologis bayi Perawatan Metode Kanguru fisiologisnya masih rendah. Dengan kata lain. Perawatan Metode Kanguru menormalkan fungsi fisiologis bayi prematur apabila fungsi fisiologis bayi terlalu tinggi maka Perawatan Metode Kanguru akan membuatnya menjadi normal, apabila fungsi fisiologis terlalu rendah maka Perawatan Metode Kanguru akan membuatnya menjadi naik . enuju ke arah normal. Metode kanguru adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan dikombinasi dengan pemberian ASI. Pada awalnya bayi yang memenuhi syarat untuk perawatan kanguru adalah bayi preterm, dengan berat lahir kurang dari 1500 gram, dan bisa bernapas sendiri. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan BBLR diberikan metode Perawatan Metode Kanguru, ternyata terbukti efektif terhadap tidak terjadinya stress fisiologis pada Bayi yang mempunyai suhu tubuh normal, denyut jantung normal dan saturasi O2 juga dalam kondisi normal, tidak akan mengalami stress fisiologis. Kondisi bayi yang demikian secara positif berdampak pada meningkatnya berat badan bayi secara LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 signifikan, memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan perkembang kognitif. Waktu tidur bayi menjadi lebih lama yang ditandai dengan jumlah waktu terbangun bayi lebih Menurut asumsi peneliti bahwa pelaksanaan metode kanguru sangat bermanfat untuk peningkatan fisiologis bayi premature. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan metode kanguru tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan masih ada yang tidak mengalami peningkatan baik itu di suhu, denyut jantung, dan saturasi oksigen pada Hal ini di akibatkan oleh ada ibu repsonden yang melakukan waktunya tidak optimal/ kurang dari 1 jam. Selain itu diperkuat hasil penelitian Kashaninia and Dehghan . dan Yeo et all . dimana dengan menerapkan metode kanguru pada BBLR maka dapat menaikkan berat badan bayi secara efektif, mengurangi lama rawat inapsehingga biaya perawatan lebih murah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan tentang Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologi bayi premature di Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2025. Terdapat Pengaruh perawatan metode kangguru terhadap respon fisiologis bayi prematur di ruang NICU RSUD Puri Husada dengan yaitu P value 0. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada seluruh orang tua responden atas Terimakasih juga disampaikan kepada seluruh reviewer dan editor Jurnal Kesehatan Husada Gemilang atas apresiasinya terhadap blind reviewer. DAFTAR PUSTAKA